Anda di halaman 1dari 3

TUGAS MODUL 4 KEGIATAN BELAJAR 1

(KARAKTERISTIK UMUM PESERTA DIDIK)

NAMA : MEIDA HAYATI

NO PESERTA : 18111218010006

PRODI PPG : MATEMATIKA

Berilah contoh berdasarkan pengalaman Saudara dalam melakukan identifikasi


karakteristik umum peserta didik dari aspek :

1) Gender
2) Etnik
3) Usia
4) Kultural
5) Status sosial
6) Minat

Salah satu kompetensi yang harus dikuasai guru untuk menigkatkan kualitas
belajar peserta didik adalah kompetensi pedagogik. Kompetensi pedagogik
merupakan kemampuan guru yang berkenaan dengan pemahaman terhadap
peserta didik dan pengelolaan pembeajaran mulai dari merencanakan,
melaksanakan sampai dengan mengevaluasi ( Modul 2 KB 1). Berkaitan dengan hal
ini, salah satu inti kompetensi pedagogik yaitu memahami karakteristik peserta didik.
Menurut Smaldino ( 2015: 40) karakteristik umum peserta didik meiliputi gender,
etnik, usia, kultural, status sosial dan minat.
Berdasarkan pengalaman saya baik sebagai wali kelas maupun sebagai guru
mata pelajaran Matematika, dapat ditemukan berbagai macam karakteristik peserta
didik yang saya temui. Dari aspek gender, semua kelas yang saya ampu terdiri dari
gender yang heterogen. Namun komposisi antara banyaknya jumlah peserta didik
laki-laki dengan jumlah peserta didik perempuan mempunyai perbedaan suasana
yang tercipta pada kelas tersebut. Peserta didik perempuan biasanya lebih dapat
diajak kerjasama dalam hal memperhatikan guru yang sedang mengajar dibanding
peserta didik laki-laki. Peserta didik perempuan biasanya lebih tekun belajarnya
dibanding peserta didik laki-laki namun lebih tergantung dengan temannya untuk
berdiskusi sedangkan peserta didik laki-laki mampu berdiri sendiri. Peserta didik laki-
laki dalam pembelajaran matematika untuk materi geometri lebih baik
kemampuannya dibanding peserta didik perempuan dikarenakan kemampuan
interpretasi terhadap suatu bangun datar maupun bangun ruang lebih baik.
Dari aspek etnik, secara umum peserta didik yang saya bimbing terdiri dari
dua etnik yaitu Jawa dan Sumatera. Namun, perbedaan etnik tersebut menurut saya
tidak begitu berpengaruh dikarenakan sebagian besar yang ber etnik jawa sudah
lama menetap di sumatera sehingga komunikasi yang tercipta di kelas juga tidak
adanya ketimpangan. Namun pada saat awalnya saya mengajar di lingkungan yang
berbeda dengan tempat tinggal saya (beda kabupaten) ada beberapa bahasa
daerah yang tidak saya mengerti tetapi sekarang komunikasi yang sudah dibangun
baik antar peserta didik maupun guru dan peserta didik sudah berjalan dengan baik.
Terkadang juga, perbedaan desa yang di suatu kelas masih adanya kelompok yang
membeda-bedakan dan sebagai guru saya mengarahkan untuk menghargai
perbedaan tersebut bukan malah mendiskriminankannya.
Dari aspek usia, peserta didik SMA pada setiap kelas memang tidak hanya
ada satu macam usia tapi berbeda-beda. Namun perbedaan usia yang dimiliki
peserta didik SMA masih dalam rentang yang tidak terlalu jauh jaraknya sehingga
jika dilihat dari pendapat Piaget maka berada pada fase operasional formal. Jika
melihat fase perkembangan kognitif anak menurut Piaget maka semestinya peserta
didik usia SMA sudah mampu mempelajari materi yang bersifat abstrak dan mampu
mengoordinasikan dua macam ragam kemampuan kognitif baik secara serentak
maupun berurutan.Namun, untuk mata pelajaran Matematika yang seharusnya pada
usia SMA sudah dapat melakukan operasi pembagian bersusun tetapi tidak
menutup kemungkinan terkadang saya jumpai masih ada saja yang tidak bisa
melakukan operasi hitung untuk pembagian bersusun.
Berdasarkan pengalaman saya untuk aspek kultural hampir sama dengan
etnik sehingga sebagian besar suatu kelas tersebut memiliki budaya yang sama.
Secara umum semua peserta didik mempunyai kesamaan budaya walaupun berasal
dari desa yang berbeda. Namun, saya sebagai guru yang harus memahami budaya
di daerah tempat saya mengabdi sekarang karena ada beberapa perbedaan budaya
yang harus saya hargai keberadaannya.
Dari aspek status sosial tentunya ada perbedaan baik dari segi sosial maupun
ekonomi peserta didik dalam suatu kelas. Berdasarkan pengalaman saya jika dilihat
dari latar belakang pekerjaan orang tua peserta didik di kelas berbeda-beda yaitu
pedagang, pegawai negeri dan sebagian besar masyarakat disini adalah sebagai
petani karet. Dari segi ekonomi juga terdapat perbedaan yaitu ada yang berasal dari
keluarga ekonomi mampu dan kurang mampu. Perbedaan variasi status sosial
ekonomi ini berdasarkan pengalaman saya tidak terlalu menghambat untuk
pelkasanaan proses belajar mengajar karena secara keseluruhan peserta didik
mampu mengharai perbedaan tersebut.
Dari aspek minat, tentunya berdasarkan pengalaman saya dalam suatu kelas
memiliki variasi minat dalam pembelajaran matematika dimulai dengan yang
memang memiliki minat yang tinggi terhadap pelajaran matematika maupun yang
kurang berminat dalam pembelajaran matematika. Untuk mengatasi hal tersebut,
sebagai guru diperlukannya perhatian khusus untuk peserta didik yang kurang
berminat bisa dengan cara berkonsultasi dengan anaknya apakah ada masalah atau
bertanya mengenai kesulitannya pada saat berlangsungnya pembelajaran. Selain
hal itu, saya sebagai guru harus tahu secara umum minat peserta didik pada kelas
tersebut sehingga dapat menggunakan model pembelajaran yang tepat untuk
menumbuhkan semangat belajarnya.
Berdasarkan yang saya amati perbedaan karakteristik peserta didik bukan
menjadi penghambat proses pembelajaran selagi sebagai guru mampu memahami
karakteristik umum peserta didik yang meliputi enam aspek tersebut.