Anda di halaman 1dari 33

TEKNIK

EVALUSI
PEMBANGUNAN

PENERAPAN TEKNIK EVALUASI IMPACT


ASSESSMENT TERHADAP PROYEK
PEMBANGUNAN LRT BEKASI
BY: 
AHMAD ZUHDI (08211440000089)
BELIA FRANSISKA (08211540000029)
BERLIAN CIPTA MAHARANI (08211540000053)
HERMAN (08211540003041)
KATA PENGANTAR

Assalammu’alaikum wr. Wb.

Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, taufiq, dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Penerapan Teknik
Evaluasi Impact Assessment Terhadap Proyek Pembangunan LRT Bekasi ” sebagai tugas besar
mata kuliah Perencanaan Wilayah dengan lancar.

Penulis berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah banyak membantu dalam proses
penyusunan dan penyelesaian makalah ini. Dan terima kasih yang sebesar-besarnya kami
sampaikan kepada dosen pengampu mata kuliah Perencanaan Wilayah Bapak Ir. Sardjito,MT
dan Ibu Ummi Fadlilah Kurniawati, ST,MT.

Penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah wawasan pembaca dan
dapat memberikan masukan informasi serta wacana yang bermanfaat bagi masyarakat pada
umumnya. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena
itu kritik dan saran yang bersifat membangun sangat penulis harapkan.

Akhir kata kami ucapkan terimakasih.

Wassalammualaikum, wr. wb.

Surabaya, 30 Mei 2018

Penulis

1
Daftar Isi
KATA PENGANTAR .............................................................................................................. 1
Daftar Isi ................................................................................................................................... 2
Daftar Gambar ......................................................................................................................... 3
Daftar Tabel ............................................................................................................................. 3
BAB I PENDAHULUAN ......................................................................................................... 4
1.1 Latar Belakang ............................................................................................................................. 4
1.2 Rumusan Masalah ....................................................................................................................... 5
1.3 Tujuan ............................................................................................................................................ 5
1.4 Sistematika .................................................................................................................................... 5
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ............................................................................................. 7
2.1 Pengertian Evaluasi..................................................................................................................... 7
2.2 Konsep Impact Assessment ....................................................................................................... 7
2.3 Metode Impact Assessment ....................................................................................................... 9
2.4 Mitigasi Dampak ........................................................................................................................ 10
2.5 Monitoring Dampak .................................................................................................................. 11
2.6 Implikasi atau Relasi Impact Assessment dengan Evaluasi.............................................. 12
BAB III GAMBARAN UMUM ............................................................................................ 13
3.1 Gambaran Umum Studi Kasus LRT Bekasi ....................................................................... 13
3.2 Kaitan Analisis Impact Assessment dengan Evaluasi ....................................................... 15
3.3 Metode Evaluasi ......................................................................................................................... 16
BAB IV ANALISIS PROYEK LRT BEKASI .................................................................... 18
4.1 Ruang Lingkup Analisis Impact Assessment ....................................................................... 18
4.2 Penentuan Standar Penilaian Proyek LRT Bekasi ............................................................ 18
4.3 Prediksi Dampak ....................................................................................................................... 21
4.4 Identifikasi Mitigasi Penanganan .......................................................................................... 25
4.5 Evaluasi Signifikansi Dampak ................................................................................................ 27
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ................................................................................. 31
5.1 Kesimpulan ................................................................................................................................. 31
5.2 Saran ............................................................................................................................................. 31
Daftar Pustaka .................................................................................................................................. 32

2
Daftar Gambar
Gambar 1.1 Bagan Alir Tahapan Analisis Impact Assessment .......................................... 10
Gambar 3.1 Rencana Jalur LRT Bekasi.............................................................................. 14
Deskripsi Proyek LRT ........................................................................................................... 14

Daftar Tabel
Tabel 1.1 Metode Evaluasi Impact Assessment .................................................................... 10
Tabel 3.1 Kaitan Metode Evaluasi dengan Tahapan Impact Assessment ......................... 16
Tabel 4.1 Kriteria Penilaian dalam Evaluasi Impact Assessment ...................................... 18
Tabel 4.2 Prakiraan Dampak Penting Lingkungan Hidup pada Pembangunan Proyek
LRT Palembang ..................................................................................................................... 20
Tabel 4.3 Dampak Sosial Ekonomi Eksisting Berdasarkan Kriteria ............................... 21
Tabel 4.4 Dampak Lingkungan Komponen Tiap Tahap Proyek ...................................... 22
Tabel 4.5 Identifikasi Mitgasi Penanganan Aspek Sosial Ekonomi .................................. 25
Tabel 4.6 Identifikasi Mitigasi Penanganan Aspek Lingkungan ...................................... 26
Tabel 4.7 Evaluasi Signfikasi Dampak Sosial Ekonomi ..................................................... 27
Tabel 4.8 Evaluasi Signifikasi Dampak Lingkungan.......................................................... 28
Tabel 4.9 Pelaksanaan Mitigasi dan Monitoring ................................................................ 29

3
BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


LRT (light rail transit) Bekasi adalah proyek dibidang transportasi yang telah dimulai sejak
tahun september 2015 silam yang ditargetkan untuk selesai pada tahun 2019. Lahirnya LRT ini
tidak terlepas dari tuntutan transportasi yang semakin meningkat dan juga adanya dukungan
dari pemerintah seperti Pepres nomor 98 tahun 2015 tentang percepatan penyelenggaraan LRT.
LRT bekasi adalah bagian dari proyek LRT Jakarta, Bogor, Depak dan Bekasi yang memiliki
nilai investasi sebesar 20,600 triliun yang berada dibawah tanggung jawab langsung menteri
perhubungan.
LRT atau kata lainnya adalah kereta ringan merupakan salah satu moda transportasi massal
berbasis rel yang bersifat ramah lingkungan. dalam pembangaunannya LRT ini mempunyai
ciri pembangunan yang elevated yaitu bangunan yang diletakkan diatas tanah ruang milik jalan
tol dan juga non-tol (Kiswodarmawan). hal ini dilakukan dengan alasan memicu pertumbuhan
transportasi secara masssal yang memiliki dampak beban lahan yang seminimal mungkin dan
sekaligus untuk memaksimalkan pemanfaatan lahan yang dimiliki pemerintah.
sebagai impact dari adanya LRT ini sangat diharapkan akan terurainya kemacetan yang telah
terjadi dan juga untuk menunjang mobilitas warga yang tinggal disekitaran jakarta dan jakarta
itu sendiri, sedangkan bagi kota Bekasi sendiri di taksirkan akan menjadi kota yang penting
dalam status megapolitan penyangga ibu kota Jakarta.
LRT bekasi diperkirakan akan segera dapat diuji coba pada pada bulan mei tahun 2019,
dengan adanya penargetan terhadap pembangunan ini juga ditaksirkan akan semakin membuka
peluang bagi kota Bekasi untuk berkembang dengan masyarkat yang menjadi komponen sub
urban, sehingga yang menjadi goal dari pembangunan ini adalah perekonomian juga karena
setiap adanya pertumbuhan penduduk yang menjadi bagian dari sub urban sebagai dampak
terbukanya akses melalui LRT akan meningkatkan pasar bagi usahawan dan pemilik berbagai
properti.

selain itu dampak dalam pembangunan LRT ini banyak menyebabkan ketidak
nyamanan bagi warga yang mengalami dampaknya secara langsung, sebagaimana
pembangunan tiang pancang LRT yang berada di kampung Pangkalan Bambu terdapat sekitar
30 unit rumah warga yang mengalami kerusakan akibat pembangunan tiang pancang LRT
tersebut.

4
dampak yang timbul dari pembangunan LRT akan sangat kompleks sebagaimana
dampak dari adanya sebuah infrastruktur transportasi jenis lainnya, karena infrastruktur
transportasi merupakan sebuah vital dalam kehidupan perkotaan sehingga dampak yang timbul
juga pastinya akan semakin komprehensif.

oleh sebab itu diperlukannya sebuah analisa yang memberikan gambaran terhadap
dampak-dampak apa saja yang dimungkinkan timbul oleh adanya pembangunan LRT ini baik
berupa dampak yang memberikan manfaat ataupun dampak yang bersifat merugikan. disini
akan digunakannya impact assesment sebagai bentuk analisa dalam menilai dampak yang
ditimbulkan oleh pembangunan proyek LRT di Bekasi dengan menilai sejumlah kriteria
dampak dan pada akhirnya akan ditentukan bentuk penanganan terhadap masing-masing
dampak yang telah didapatkan.

1.2 Rumusan Masalah


hadirnya sebuah pelayanan publik berupa transportasi massal seperti LRT adalah sebuah
solusi yang sangat dinantikan di dalam sektor transportasi guna mengurai dan mengurangi
intensitas kemacetan yang semakin menjadi permasalahn kompleks di dalam sebuah wilalayah
perkotaan, namun setiap tindakan pastinya akan memiliki dampak dan resiko masing masing
yang akan berakibat baik secara sosial dan ekonomi dan juga lingkungan. apakah pembangunan
LRT memiliki dampak-dampak baik dampak secara sosial dan ekonomi serta lingkungan yang
dapat di identifikasi dan dapat dikendalikan dengan penanganan yang dapat ditawarkan?

1.3 Tujuan
Tujuan dari penelitian impact assesment ini adalah untuk mengidentifikasi dampak-dampak
yang ditimbulkan dari adanya pembangunan proyek LRT Bekasi dan menwarkan solusi atas
dampak yang ditimbulkan.

1.4 Sistematika
Berikut merupakan sistematika pada penulisan makalah:
BAB I Pendahuluan, terdiri dari: Latar belakang, Rumusan Masalah, Tujuan , dan Sistematika
BAB II Tinjauan Pustaka, terdiri dari: Pengertian Evaluasi, Konsep Impact Assessment ,
metode impact Assesment,
BAB III Gambaran Umum, terdiri dari: Gambaran Umum Studi Kasus LRT Bekasi, dan
Kaitan Analisis Impact Assessment dengan Evaluasi

5
BAB IV Analisis Proyek LRT Bekasi, terdiri dari: Ruang lingkup analisis Impact Assessment,
Penentuan standar penilaian proyek LRT Bekasi, Prediksi dampak, Identifikasi mitigasi
penanganan, Evaluasi Signifikasi Dampak, Pelaksanaan Mitigasi dan Monitoring
BAB V Rekomendasi dan Kesimpulan

6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Evaluasi


Evaluasi merupakan suatu proses untuk menentukan relevansi, efisiensi, efektivitas dan
dampak kegiatan program atau proyek yang sesuai dengan tujuan yang akan dicapai serta
sistematis dan objektif. Soekartawi (1999) dalam Fauziah (2007) mengemukakan bahwa dalam
menilai keefektifan suatu program atau proyek maka harus melihat pencapaian hasil kegiatan
program atau proyek yang sesuai dengan tujuan yang ditetapkan. Evaluasi dalam suatu
perencanaan/program difungsikan untuk mengetahui sejauh mana perencanaan/ progam
terealisasi atau terlaksana, mengetahu kekurangan, kelebihan dan hambatan; bahkan sampai
sejauh mana tingkat keberhasilan dari suatu perencanaa atau program.

2.2 Konsep Impact Assessment


Impact Assessment atau disebut juga dengan analisis penilaian dampak merupakan suatu
proses evaluasi yang mengidentifikasi konsekuensi atau dampak yang mungkin terjadi di masa
depan atau yang perlu diantisipasi akibat dari adanya suatu usulan kebijakan pembangunan.
Dalam suatu kebijakan dampak memberikan dampak pada aspek sosial, ekonomi, dan
lingkungan baik secara langsung maupun tidak langsung. Adanya analisis dampak
pembangunan diharapkan adanya proses penilaian yang objektif guna menghindari terciptanya
ketimpangan aspek tertentu dan mendorong terciptanya dampak positif dari pembangunan atau
kebijakan tersebut. Secara umum evaluasi Impact Assessment mempunyai beberapa tujuan
sebagai berikut:
1. Menyediakan informasi sebagai pertimbangan dalam pembuatan keputusan
2. Meningkatkan transparansi dan partisipasi masyarakat dalam pembuatan keputusan
3. Mengidentifikasi proses dan metode untuk mengantisipasi dampak merugikan dari
sebuah usulan program pembangunan.
4. Sarana kontribusi dalam pelaksanaan pembangunan berkelanjutan
Dalam proses evaluasi impact assessment terdapat tiga cara dalam pelaksanaannya,
yaitu dilaksanakan sebelum pelaksanaan program (ex-ante) dan sesudah pelaksanaan program
(ex-post), serta pada saat pelaksanaan program. Penilaian secara ex-ante merupan penilaian
dengan memprediksi potensi dampak dari sebuah usulan pembangunan, sebagai dasar
perumusan mitigasi atau langkah penanganan mengatasi dampak tersebut. Pada usulan
kebijakan tertentu digunakan beberapa bentuk analisa dampak ex-ante sebagai syarat dalam
proses persetujuan usulan program kebijakan, seperti analisa dampak lingkungan dan analisa
pembiayaan (cost benefit analysis).

7
Sedangkan penilaian secara ex-post merupakan penilaian yang mengidentifikasi
dampak aktual yang terjadi selama dan setelah pelaksanaan program. Penilaian ex-post yang
dilaksanakan setelah program berjalan dilakukan untuk merumuskan langkah perbaikan dan
dapat befungsi untuk memberi masukan untuk program selanjutnya. Penilaian dampak ex-post
ini dapat dilakukan pada berbagai program kebijakan untuk memberikan informasi lebih
menyeluruh dari informasi yang didapatkan dalam proses monitoring dan evaluasi (monev)
secara rutin.
Dalam pelaksanaan analisis dampak pembangunan terdapat beberapa prinsip yang
perlu diperhatikan, yaitu:
a) Mengevaluasi dampak positif dan negatif dari usulan pembangunan untuk masing-
masing dampak
b) Fokus pada dampak yang signifikan, bukan pada jumlah dampak pembangunan
c) Mempertimbangkan dampak langsung, sama atau setara dengan dampak keseluruhan
dari pembangunan untuk menunjukkan konsekuensi-konsekuensi yang paling
signifikan
d) Memberikan prioritas tinggi pada nilai-nilai masyarakat dan tujuan jangka panjang dari
masyarakat ketika menilai dampak
e) Melibatkan masyarakat dalam proses evaluasi dampak, terutama selama proses
penilaian dampak sosial ekonomi
Terdapat beberapa jenis aspek dalam analisis impact assessment yaitu dampak fiskal, analisis
dampak lingkungan, dan analisis dampak sosial-ekonomi. Berikut penjelasan dari masing-
masing dampaknya:
1. Analisis Dampak Fiskal
Analisis dampak fiskal digunakan untuk memperkirakan dampak dari perubahan tata
guna lahan terhadap biaya dan pendapatan pemerintah yang melayani pembangunan. Analisis
ini dirancang untuk menguji efek dari sebuah kegiatan pembangunan. Analisis dampak fiska
memungkinkan pemerintah daerah untuk memeperkirakan perbedaan antara biaya penyediaan
layanan untuk pengembangan baru, pajak, dan biaya yang akan dihasilkan oleh pembangunan.
Karena analisis dampak fiskal didasarkan pada pendapatan pemerintah daerah, para pelaku
utama dalam penilaian fiskal ini adalah masyarakat, petugas keuangan dan penilaian pajak
2. Analisis Dampak Lingkungan
Analisis dampak lingkungan atau dikenal dengan AMDAL (Analisis Mengenai Dampak
Lingkungan) merupakan suatu proses dalam studi formal untuk memperkirakan dampak
lingkungan atas suatu recana kegiatan proyek dengan tujun memastikan ada tidaknya masalah
8
dampak lingkungan yang dianalisis ada tahap perencanaan dan perancangan proyek dalam
pertimbangan pengambilan keputusan. Analisis AMDAL digunakan untuk menilai kelayakan
suatu proyek pembangunan dari sisi lingkungan. Apabila AMDAL disetujui maka proyek bisa
dilanjutkan, namun jika tidak disetujui maka proyek tidak bisa dilanjutkan karena
dikhawatirkan menimbulkan dampak yang tidak diinginkan
3. Analisis Dampak Sosial-ekonomi
Analisis dampak sosial ekonomi mengkaji tentang bagaimana suatu pembangunan yang
diusulkan akan mengubah kehidupan warga/masyarakat saat ini dan di masa depan. Indikator-
indikator yang dapat digunakan untuk mengukur potensi dampak sosial ekonomi dari sebuah
kebijakan atau pembangunan diantaranya:
 Perubahan demografi masyarakat
 Analisis perubahan pada pola perdagangan, pelayanan dan kebutuhan perumahan
 Permintaan untuk layanan publik
 Perubahan dalam pekerjaan dan tingkat pendapatan
 Perubahan kualitas estetika lingkungan masyarakat
Secara umum analisis ini digunakan untuk memberikan informasi kepada pemerintah dan
masyarakat lokal mengenai besarnya dampak pembangunan yang diusulkan terhadap
kesejahteraan ekonomi dan sosial masyarakat. Metode yang digunakan untuk menganalisis
dampak sosial-ekonomi dapat menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Contoh
metode kuantitatif adalah : proses konstruksi LRT Bekasi akan menyebabkan getaran akibat
alat berat dalam radius sekian persen, dapat menyediakan lapangan pekerjaan untuk berapa
persen,. Contoh pendekatan kualitatif digunakan untuk melihat seberapa besar perubahan-
perubahan yang dirasakan oleh penduduk setempat (Rifandi, et al., 2016).

2.3 Metode Impact Assessment


Pada pelaksanaan analisis impact assessment terdapat beberapa metode yang dapat
digunakan, dimana dalam penentuan penggunaan metode tersebut didasarkan pada tujuan
diadakan penilaian dampak, kapasitas sumberdaya analisa, dan beberapa faktor lain seperti:
transparasi dan pertanggung jawaban terhadap publik, keterlibatan stakeholder, validitas
informasi yang diperoleh, validitas kesimpulan, anggaran dana serta kemampuan analisis.
Berikut merupakan beberapa metode yang dapat digunakan dalam analisis dampak
pembangunan:

9
Tabel 1.1 Metode Evaluasi Impact Assessment

Selain itu dalam pelaksanaan analisis impact assessment terdapat beberapa tahapan yang
dilalui, yaitu:
Gambar 1.1 Bagan Alir Tahapan Analisis Impact Assessment

Sumber: Diktat Mata Kuliah Teknik Evaluasi Pembangunan, 2014

2.4 Mitigasi Dampak


Mitigasi dampak adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk mencegah atau menanggulangi
dampak negatif lingkungan akibat adanya rencana atau pelaksanaan suatu kegiatan. Dalam

10
proses perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, sesuai dengan UU no. 32 tahun 2009
pasal 4 dan 13-56 , terdapat proses perencanaan, pemanfaatan, pengendalian, pemeliharan,
pengawasan dan penegakan hukum. Mitigasi dampak termasuk dalam proses ketiga, yaitu
pegendalian. Dalam proses pengendalian, maka dilakukan tiga hal, yaitu :
a) Pencegahan. Upaya yang dilakukan untuk mencegah suatu pembangunan untuk merusak
lingkungan sebelum pembangunan tersebut dilakukan. Instrumen yang digunakan uncuk
mencegah dampak kerusakan lingkungan diantaranya aedalah KLHS, Tata Ruang, BML
KBKL, AMDAL, UKL/UPL, perizinan, dan ekonomi lingkungan hidup
b) Pencegahan yaitu mencegah persebaran dampak lingkungan yang mulai terlihat. Caranya
adalah dengan mengumpulkan informasi, melakukan isolasi agar dampak tidak menyebar,
penghentian, hingga cara lain sesuai dengan perkembangan ilmu teknologi yang ada untuk
mencegah berkembangnya masalah.
c) Pemulihan yaitu melakukan remediasi antar stakeholder, rehabilitasi lingkungan
terdampak, dan restorasi keadaan hingga pulih seperti sedia kala.
Upaya-upaya di atas dilakukan dengan kerjasama antara pemerintah, pemerintah daerah,
penanggung jawab usaha/kegiatan, da pihak lain yang terlibat/terdampak. Agar upaya
penanggulangan dapat berjalan efektif, maka perlu dilakukan beberapa pendekatan, yaitu (1)
pendekatan teknologi dengan menggunakan teknologi yang tepat guna; (2) Pendekatan sosial-
ekonomi, yaitu langkah-langkah mengurangi dan menanggulangi dampak negative
berlandasan interaksi sosial, bantuan pemerintah, dan pertimbangan ekonomi (Djalante, 2012)

2.5 Monitoring Dampak


Dampak yang dimaksud adalah dampak yang timbul jika dalam proses pembangunan
tidak dilakukan tidak memperhatikan faktor-faktor yang ada (Prasojo, 2010). Monitoring
dilakukan agar proyek dilakukan sesuai dnegan tujuan dan sasaran. Informasi-informasi terkait
kesalahan dalam pelaksanaan proyek dapat teridentifikasi sedini mungkin denga monitoring
sehingga dapat mengurnagi risiko yang lebih besar.
Data-data yang dibutuhkan dalam proses monitoring didapat melalui metode-metode
sebagai berikut :
 Metode dokumentasi. Dokumentasi melihat dokumen-dokumn laporan kegiatan seperti
laporan tahunan/semesteran/bulanan
 Metode survei untuk menjaring data dari stakeholders, terutama kelompok sasaran
 Metode observasi lapangan untuk mengamati data empiris di lapangan

11
 Metode wawancara dengan menanyakan berbagai aspek yang berhubungan dengan
pelaksanaan proyek
 Metode campuran, yaitu antara metode dokumentasi dan survei, survei dan observasi,
dsb
 Metode FGD yaitu dengan melakukan pertemuan dan diskusi dengan stakeholders
sehingga data yang didapat lebih valid, dengan crosscheck data dan informasi dari
berbagai sumber
Data-data yang didapat dari metode di atas kemudian diolah untuk mengevaluasi berbagai hal
seperti :
a) Kepatuhan. Data yang didapat bisa melihat sejauh mana implementator mematuhi
standard dan prosedur yang ditetapkan
b) Pemeriksaan. Data yang didapat bisa menunjukkan sejauh mana sumber daya dan
pelayanan sampai pada kelompok sasaran
c) Akutansi, yaitu mengkalkulasi perubahan sosial-ekonomi yang terjadi setelah pasca-
konstruksi atau masa operasi
d) Eksplanasi atau menjelaskan adanya perbedaan antara hasil dan tujuan kebijakan.
(Humas Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, 2015)

2.6 Implikasi atau Relasi Impact Assessment dengan Evaluasi


Salah satu tujuan dalam evaluasi adalah untuk mengukur dampak dari suatu kebijakan,
proyek, atau program. Lebih jauh, evaluasi dilakukan untuk mengetahui apabila ada
penyimpangan dengan membandingkan antara tujuan dengan sasaran pencapaian (Humas
Sekretariat Kabinet Republik Indonesia, 2015). Berdasarkan pernyataan di atas maka dapat
disimpulkan bahwa hasil dari impact assessment merupakan salah satu tujuan dari evaluasi.
Jika terus dilakukan monitoring dampak, maka data yag didapat dari monitor dampak tersebut
merupakan bahan dalam sebuah evaluasi seperti yang telah dipaparkan pada sub-bab
sebelumnya.

12
BAB III GAMBARAN UMUM

3.1 Gambaran Umum Studi Kasus LRT Bekasi


LRT (light rail transit) Bekasi adalah proyek di bidang transportasi yang merupakan
serangkaian project pembangunan transportasi massal JABODETABEK dan termasuk pada
fase pembangunan LRT tahap 1 yang telah dimulai sejak tahun 2015 silam, yang ditargetkan
untuk selesai pada tahun 2019. Lahirnya LRT ini tidak terlepas dari tuntutan transportasi yang
semakin meningkat dan juga adanya dukungan dari pemerintah seperti Pepres nomor 98 tahun
2015 tentang percepatan penyelenggaraan LRT. Stakeholder yang akan terlibat didalam proyek
LRT Jakarta adalah :
- Pemerintah
- PT Adhi Karya Tbk
- PT Pembangunan Jaya
- PT Adhi Persada
- PT Kereta Api Indonesia

Dimana untuk Proyek LRT ini diplopori oleh pemerintah DKI untuk wilayah dalam
kota Jakarta, sedangkan untuk wilayah JABODETABEK akan diplopori oleh PT. Adhi Karya
Tbk, dan PT. Pembangunan Jaya memiliki sebagai pembuat dokumen dan kajian terhadap LRT
yang selanjutnya akan diserahkan kepada PT. Jakarta Propertindo (JAKPRO) sebagai
pelaksana konstruksi pembangunan LRT Jakarta sehingga pada akhirnya untuk pengoprasian
kereta akan dipegang oleh PT Kreta API Indonesia.
Berdasarakan tujuan utama dari pembangunan ini adalah untuk mendukung kelancaran
transportasi pada Asia Games XVIII 2018 ini yang diadakan di Jakarta dan Palembang. Dan
juga salah satu tujuannya adalah untuk menyediakan transportasi public dalam mengatasi
permasalahan kemacetan yang terdapat di daerah jabodetabek, serta mengintegrasikan dan
membuat interkoneksi jaringan transportasi public di daerah jabodetabek.
Dari penjadwalan yang semula sudah ditetapkan untuk penyelesaian mega proyek
transportasi massal ini mengalami sedikit keterlambatan yang dikarenakan oleh bebrapa hal,
salah satunya yang menghambat dari penyelesaiaan proyek ini adalah adannya kesulitan dalam
pembebasan lahan milik warga, pihak operator pembangunan dari PT Adhi Persada
mengatakan lahan yang masih belum dapat dibebaskan yang terletak di Jatimulyo, Tambun
Selatan, Bekasi sejumlah 6 hektare lahan milik warga.
sebagai impact dari adanya LRT ini sangat diharapkan akan terurainya kemacetan yang telah
terjadi dan juga untuk meunjang mobilitas warga yang tinggal disekitaran jakarta dan jakarta

13
itu sendiri, sedangkan bagi kota Bekasi sendiri di taksirkan akan menjadi kota yang penting
dalam status megapolitan penyangga ibu kota Jakarta.
LRT bekasi diperkirakan akan segera dapat diuji coba pada pada bulan mei tahun 2019,
dengan adanya penargetan terhadap pembangunan ini juga ditaksirkan akan semakin membuka
peluang bagi kota Bekasi untuk berkembang dengan masyarkat yang menjadi komponen sub
urban, sehingga yang menjadi goal dari pembangunan ini adalah perekonomian juga karena
setiap adanya pertumbuhan penduduk yang menjadi bagian dari sub urban sebagai dampak
terbukanya akses melalui LRT akan meningktakan pasar bagi usahawan dan pemilik berbagai
properti.
Gambar 3.1 Rencana Jalur LRT Bekasi

Sumber : Laporan ((KPPIP), 2016)

Gambar 3.2 Deskripsi Proyek LRT

14
Sumber : Laporan ((KPPIP), 2016)

3.2 Kaitan Analisis Impact Assessment dengan Evaluasi


Analisa impact assessment terhadap pembangunan LRT Bekasi merupakan proses
mengidentifkasi dampak yang mungkin ditimbulkan dari proses Pra Kostruksi, Konstruksi,
Operasi, dan Pasca Operasi pada pembangunan LRT Bekasi. Identifikasi dampak yang telah

15
diidentifkasi dapat digunakan untuk melakukan evaluasi, apakah suatu proyek atau program
sesuai dengan tujuan atau aturan yang telah ditentukan. Sehingga dengan adanya identifikasi
dampak yang ditimbulkan dapat mempermudah proses evaluasi dan memudahkan perumusan
strategi mitigasi penanganan dan meminimalisir dampak negatif yang ditimbulkan dan
mengoptimalkan dampak positif yang ada

3.3 Metode Evaluasi


Metode evaluasi yang digunakan dalam analisis dampak pembangunan proyek LRT
Bekasi terbagi menjadi 3 yaitu:
1. Metode Kuantitatif
Metode ini digunakan untuk mengetahui kondisi, definisi objek, dan menggambarkan
besarnya dampak proyek terhadap lingkungan dan sosial-ekonomi. Komponen yang
akan dievaluasi dengan pendekatan kuantitatif adalah komponen yang memiliki baku
mutu matematis seperti kualitas air, kualitas udara, kualitas tanah, luas wilayah
persebaran dampak, jumlah manusia yang terkena dampak, lama dampak, dll
2. Metode Kualitatif
Metode ini digunakan untuk menginvestigasi masalah-masalah yang sensitive dan
komplek, misalkan mengenai presepsi masyarakat dalam proyek LRT. Selain itu
beberapa interpretasi kualitatif digunakan untuk melengkapi hasil analisis kuantitatif
3. Metode Partisipatif
Metode ini digunakan untuk memperkirakan dampak yagng terjadi berdasarkan
pemikiran, pengalaman, dan pengetahuan para ahli .
Berikut merupakan kaitan evaluasi terhadap tahapan evaluasi dampak sosial-ekonomi
serta lingkungan dalam proyek LRT Bekasi:
Tabel 3.1 Kaitan Metode Evaluasi dengan Tahapan Impact Assessment
No Tahapan Metode Keterangan
1. Pembatasan Ruang Kualitatif dan Metode Kualitatif digunakan untuk
Lingkup partisipatif identifkasi fokusan potensi isu
Metode Partisipatif digunakan untuk
pendataan informasi awal terkait
pembangunan LRT Bekasi
2. Penentuan Standar Kuantitatif Metode Kuantitatif digunakan untuk
Penilaian menentukan standar penilaian
berdasarkan pembatasan ruang lingkup

16
dan indikator yang sesuai dengan
pedoman/ peraturan
3. Prediksi Dampak Partisipatif Metode Partisipatif digunakan untuk
dan kualitatif prediksi dampak berdasarkan
pengalaman dan pengetahuan
stakeholder terkait dampak sosial-
ekonomi dan lingkungan
Metode kualitatif digunakan dalam
menjaring presepsi masyarakat
mengenai kepentingan dampak
4. Identifikasi Mitigasi Partisipatif Metode partisipatif digunakan untuk
Penanganan dan kualitatif menentukan mitigasi penanganan yang
sesuai dan dapat dilakukan oleh
pemrakarsa untuk mengelola dampak
tersebut
Metode kualitatif digunakan untuk
menentukan mitigasi yang tepat
berdasarkan kebutuhan masyarakat
5. Mengevaluasi Signifikasi Partisipatif Metode partiipatif digunakan dalam
Dampak dan menentukan kepentingan dampak
kuanititatif berdasarkan saran atau pendapat dari
pemrakarsa
Metode kuantitatif digunakan untuk
menentukan kevalidan data
berdasarkan standar penilaian
6. Pelaksanaan Mitigasi dan Partisipatif Pelaksanaan mitigasi dan monitoring
Monitoring dirancang berdasarkan keterlibatan
stakeholder terkait
Sumber: Analisis Penulis

17
BAB IV ANALISIS PROYEK LRT BEKASI
Tahap Pelaksanaan Analisis Impact Assessment :

4.1 Ruang Lingkup Analisis Impact Assessment


Pada dasarnya suatu proyek atau pembangunan tentu akan menimbulkan beberapa dampak
baik positif maupun negatif. Dampak tersebut dapat terjadi pada aspek fiskal, lingkungan,
maupun sosial ekonomi. Pada makalah ini akan dibahas mengenai evaluasi dampak lingkungan
dan dampak sosial ekonomi pada proyek pembangunan LRT Bekasi, pemilihan dampak sosial
ekonomi dan dampak lingkungan menjadi aspek yang fokus untuk dikaji karena pada aspek
tersebut paling banyak terjadi dampak negatifnya, contohnya saja pada aspek sosial dampak
yang ditimbulkan pada pembangunan ini adalah adanya tuntutan masyarakat setempat
mengenai pembebasan lahan, sedangkan dalam aspek sosial dapat dilihat adanya perlambatan
ekonomi akibat melesetnya target dalam proses pembangunan (Kompas.com). Selain itu
dampak yang ditimbulkan dalam proyek LRT ini adalah dampak lingkungan khususnya
mengenai lalu lintas, karena dengan adanya proyek ini berdampak besar terhadap kinerja lalu
lintas yang semakin memburuk (news.detik.com)

4.2 Penentuan Standar Penilaian Proyek LRT Bekasi


Dalam suatu proyek atau pembangunan akan menimbulkan suatu dampak negatif yan perlu
diminimalisir sedangkan meningkatkan dampak positif. Penentuan standar dalam penilaian
proyek LRT Bekasi didasarkan pada Peraturan Pemerintah No. 56 tahun 1994 tentang pedoman
mengenai dampak penting, yang akan dijabarkan seperti berikut:
Tabel 4.1 Kriteria Penilaian dalam Evaluasi Impact Assessment

No Kriteria Keterangan

1. Jumlah manusia Setiap rencana atau kegiatan akan mempunyai sasaran


yang terkena menyangkut jumlah manusia yang diperkirakan akan menikmati
dampak manfaat bila nanti usaha atau kegiatan tersebut telah dilaksanakan.
Jumlah manusia bisa menunjuk pada berapa orang yang terkena,
ciri-ciri bagaimana (umur, pekerjaan, tingkat kerentanan dan
sebagainya). Bisa juga menunjukkan satuan analisa seperti
individu, keluarga atau masyarakat

18
2. Luas wilayah Luas wilayah persebaran dampak merupakan salah satu faktor
persebaran yang dapat menentukan pentingnya dampak yang dihasilkan,
dampak semakin luas wilayah persebaran maka dibutuhkan penanganan
dampak yang lebih besar

3. Lama dampak Dampak suatu rencana usaha atau kegiatan dapat berlangsung pada
berlangsung suatu tahap tertentu atau pada berbagai tahap dari kelangsungan
usaha atau kegiatan. Dengan kata lain dampak suatu usaha atau
kegiatan ada yang berlangsung relatif singkat, yakni hanya pada
tahap tertentu dari siklus usaha atau kegiatan (tahap perencanaan,
tahap konstruksi, tahap operasional, dan tahap pasca operasional);
namun ada pula yang berlangsung relatif lama, yaitu terjadi sejak
tahap konstruksi hingga masa pasca operasional usaha atau
kegiatan

4. Banyaknya Mengingat bahwa suatu komponen hidup pada dasarnya tidak ada
komponen lain yang berdiri sendiri, satu sama lain saling terkait dan
yang akan terkena mempengaruhi, maka dampak yang terjadi pada suatu komponen
dampak pada umumnya akan berdampak lanjut pada komponen lainnya

5. Sifat kumulatif Kumulatif mengandung pengertian yaitu bersifat bertambah,


dampak bertumpuk, atau bertimbun. Dampak suatu usaha atau kegiatan
dikatakan bersifat kumulatif bila pada awalnya dampak tersebut
tidak tampak atau tidak dianggap penting, tetapi karena aktivitas
tersebut bekerja berulang kali atau terus menerus, maka lama
kelamaan dampaknya bersifat kumulatif. Dampak kumulatif
mempunyai batasan ruang dan waktu yang lebih luas, seperti
kemungkinan terjadinya hujan asam, perubahan iklim, pemanasan
global, kelestarian keanekaragaman hayati dan dampak terhadap
pembangunan yang berkelanjutan

6. Berbalik atau Dampak kegiatan ada yang bersifat dapat dipulihkan, namun ada
tidak berbaliknya pula yang tidak dapat dipulihkan walau dengan intervensi manusia
dampak sekalipun. Oleh karena itu harus memperhatikan kemampuan
untuk dapat dipulihkan atau tidak

19
Sumber: (Peraturan Pemerintah No. 56 Tahun 1994)
Standar penilaian dampak lingkungan hidup berdasarkan Permen LH no 16. Tahun.
2012, adalah sebagai berikut:
a. Komponen geofisik-kimia: tanah, air permukaan, air bawah tanah, udara, kebisingan
b. Komponen biologi: vegetasi/flora, fauna, tipe ekosistem, keberadaan spesies langka, dan
atau endemik serta habitatnya
c. Komponen kesehatan masyarakat: perubahan tingkat kesehatan masyarakat
Tabel 4.2 Prakiraan Dampak Penting Lingkungan Hidup pada Pembangunan Proyek
LRT Palembang

No Tahap Dampak yang Terjadi Kriteria


Proyek

1. Pra- Persepsi Masyarakat  Jumlah manusia yang


konstruksi terkena dampak
Pembebasan Lahan
 Luas penyebaran
2. Konstruksi Gangguan Lalu Lintas dampak
 Lama dan intensitas
Gangguan pemandangan atau estetika
dampak berlangsung
Kesempatan Kerja dan berusaha  Komponen LH yang
kena dampak
Peningkatan Pendapatan
 Sifat komulatif
Presepsi masyarakat  Berbalik atau tidaknya
dampak
3. Operasi Kehilangan mata pencaharian

Peningkatan Kebisingan

Kelancaran Lalu lintas

Peningkatan Keindahan Kota Bekasi

Peningkatan aksesibilitas

Penurunan penggunaan BBM untuk


kendaraan umum dan pribadi sehingga
kadar polusi menurun

20
Peningkatan kenyamanan, kemananan, dan
ketetapan waktu dalam penggunaan
transportasi umum

presepsi masyarakat

4 Pasca- sama dengan dampak yang timbul pada


Operasi tahap operasi

Sumber: (Permen LH No. 16, 2012)

4.3 Prediksi Dampak


a. Dampak Sosial-Ekonomi
 Melambatnya pertumbuhan ekonomi akibat adanya proyek yang mengganggu
aktifitas masyarakat sekitar proyek pada tahap pra konstruksi dan konstruksi
 Tuntutan masyarakat setempat terkait pembebasan lahan pada tahap pra konstruksi
 Banyaknya keluhan warga sekitar pada tahap konstruksi (pembangunan tiang
pancang) yang mengganggu karena kerap dilakukan hingga tengah malam (warga
terusik secara psikologis)
 Adanya kerusakan beberapa rumah warga akibat pembangunan tiang pancang LRT
(news.okezone.com)
 Membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar dalam proses pembangunan
/ konstruksi
Tabel 4.3 Dampak Sosial-Ekonomi Eksisting Berdasarkan Kriteria

No Kriteria Permasalahan kondisi eksisiting

1 Jumlah manusia Masyarakat yang terkena dampak dalam proyek LRT Bekasi
yang terkena adalah masyarakat yang tinggal atau berkegiatan disekitar proyek
dampak LRT Bekasi sekitar 300 KK

2 Luas wilayah Wilayah terdampak proyek LRT Bekasi diperkirakan berada di


persebaran dampak sekitar koridor LRB Bekasi-Cawang dengan panjang 18.5 km,
dan 11 hektare yang digunakan untuk pembangunan depo proyek
LRT di Kabupaten Debok

21
3 Lama dampak Dalam pembangunan proyek diperkirakan dilakukan pada tahun
berlangsung 2014-2019

4 Banyaknya Dalam proyek pembangunan LRT ini akan mempengaruhi


komponen lain kondisi fisik setempat (tanah, air, udara) akan mengalami
yang akan terkena pencemaran udara
dampak

5 Sifat kumulatif Adanya proyek tersebut akan memperparah kemacetan di Bekasi,


dampak selain itu akan menambah polusi udara akibat kegiatan
pembangunan (penanaman tiang pancang),dan juga dapat
menambah keresahan warga setempat akibat adanya proyek yang
menggunakan alat-alat konstruksi yang berbahaya

6 Berbalik atau tidak Keresahan warga terkait konstruksi proyek yang mengganggu
berbaliknya dapat hilang setelah proyek berakhir,begitu juga dengan polusi
dampak yang ditimbulkan

Sumber: Analisis Penulis, 2018

b. Dampak Lingkungan
 Adanya polusi udara akibat adanya konstruksi
 Terjadi penurunan kinerja jalan, akibat kegiatan pembangunan proyek LRT
 Adanya kebisingan yang terdengar terus menerus saat dilakukan konstruksi
 Timbulnya kerusakan pada bangunan akibat penanaman tiang pancang LRT
Tabel 4.4 Dampak Lingkungan Komponen Tiap Tahapan Proyek

No Komponen Pra Konstruksi Operasi Pasca Operasi


Konstruksi

1 Tanah Penurunan Pengubahan muka Penurunan Penurunan dan


muka tanah tanah untuk dikeruk dan muka tanah pemadatan
akibat akses ditimbun muka tanah
pengangkutan
bahan
konstruksi

22
2 Air Meningkatnya Genangan air Penggenangan Menurun/terlalu
permukaan air permukaan permukaan dan naiknya air
karena adanya melubernya permukaan
penurunan air permukaan
muka tanah

3 Air bawah Berkurangnya Berkurangnya air Semakin Penyusutan air


tanah air permukaan bawah tanah dengan berkurang dan bawah tanah
karena adanya bermacam menghilang
pembersihan kegiatan
lahan penggalian/penimbunan

4 Udara Polusi udara Pencemaran udara Kestabilan Semakin


akibat akibat kegiatan udara dengan menurunnya
kendaraan konstruksi ramahnya polusi udara
pengangkut operasi lrt dengan
material penggunaan
konstruksi transportasi
massal

5 Kebisingan Bising suara Kebisingan aibat mesin Penurunan Berkurangnya


kendaraan dan transportasi kebisingan kebisingan lalu
pengangkut penyiapan konstruksi dengan lintas dengan
material transportasi pralihan
ramah penyediaan
lingkungan tranpsortasi
massal

6 Vegetasi/flora Terganggunya Hilangnya vegetasi Kembalinya Vegetasi dapat


vegetasi yang akiban urukan dan vegetasi yang tumbuh dan
berada dijalur timbunan materian daat dikembangkan
transportasi konstruksi diperbaharui kembali
pengangkut tanpa

23
dan gangguan dari
penumpukan operasional lrt
materian

7 Fauna Trancamnya Trancamnya fauna Terusirnya Hilangnya


fauna yang akibat urukan dan fauna yang fauna yang ada
berada di jalur timbunan material dan terdapat disekitar jalur
pengangkutan alat konstruksi disekitar jalur proyek LRT
dan proyek lrt
penumpukan
material

8 Tipe Terancamnya Terancamnya tipe Berkurangnya Menurunnya


ekosistem berbagai tipe ekosistem yang terkena tipe ekosistem tipe ekosistem
ekosistem umpukan dan urukan yang terdapat yang ada dijalur
yang terdapat material konstruksi disekitar jalur LRT
dijalur lrt
pengangkutan
dan
penumpukan
material

9 Perubahan Gangguan Ancaman kesehaatn Potensi Meningkatnya


tingkat kesehatan masyarakat akibat menurunya kualitas
kesehatan pernapasan polusi dan kebisisngan ancaman kesehatan
masyarakat akibat polusi proses konstruksi kesehatan masyarakat
udara proyek karena dengan
pengangkutan operasional lrt berlakunya
material yang ramah transportasi
lingkungan massal

Sumber: Analisis Penulis, 2018

24
4.4 Identifikasi Mitigasi Penanganan
Tabel 4.5 Identifikasi Mitigasi Penanganan Aspek Sosial Ekonomi

Dampak Strategi Program Stakeholder

Melambatnya pertumbuhan Memberikan alternatif  Pemberian informasi  Prindag bekasi


ekonomi akibat adanya proyek jalur yang mengenai titik-titik jalan  Dinas
yang mengganggu aktifitas menghubungkan yang akan terganggu perhubungan
masyarakat sekitar proyek berbagai noda dengan adanya rencana bekasi
pada tahap pra konstruksi dan perekonomian dan pembangunan LRT  Pemerintah
konstruksi  Pengarahan alternatif kota/kabupaten
jalur lalu lintas lewat Bekasi
berbagai media informasi  PT. KAI
 PT.Adhi Karya

Tuntutan masyarakat setempat Melakukan sosialisasi Pembentukan forum  LSM


terkait pembebasan lahan pada dan membuat komunikasi antara warga  BPN
tahap pra konstruksi kesepakatan terdampak dengan kabupaten/kota
pembebasan lahan penyelenggara dengan ruang bekasi
lingkup daerah area proyek  PT. KAI
 PT.Adhi Karya

Banyaknya keluhan warga Sosialisasi antisipasi Program pemanfaatan CSR  Dinas social dan
sekitar pada tahap konstruksi kebisingan kepada untuk kompensasi Pemerintah
(pembangunan tiang pancang) masyarakat dan masyarakat terdampak. kabupaten/kota
yang mengganggu karena strategi insentif atas bekasi
kerap dilakukan hingga tengah kerugian masyarakat.  PT. KAI
malam (warga terusik secara
psikologis)

Adanya kerusakan beberapa Mediasi warga dengan Pemberian kompensasi untuk  PT.Adhi Karya
rumah warga akibat PT Adhi Karya warga terdampak  Pemerintah
pembangunan tiang pancang kabupaten kota
LRT Bekasi

25
Membuka lapangan kerja baru Pemberdayaan SDM Penggunaan tenaga kerja  Pemerintah
bagi masyarakat sekitar dalam Lokal lokal kabupaten kota
proses pembangunan / Bekasi
konstruksi
 PT.Adhi Karya
 PT.KAI

Sumber: Analisis Penulis, 2018


Tabel 4.6 Identifikasi Mitigasi Penanganan Aspek Lingkungan

Dampak Strategi Program Stakeholder

Adanya pencemaran dan Melakukan beberapa tahap Sosialisasi  Dinas lingkungan


polusi udara di sekitar sosialisasi kepada semua lingkungan hidup kabupaten/kota
proyek jalur LRT pada lapisan masyarakat yang Bekasi
masa pra konstruksi dan berdekatan dengan lokasi  Pemerintah
masa konstruksi proyek pembangunan proyek LRT kabupaten/kota
Bekasi

Adanya penurunan Sosialisasi kesehatan dan isu program peduli  Dinas kesehatan
kualitas kesehatan lingkungan kepada semua kesehatan kabupaten/kota
masyarakat yang lapisan masyarakat baik pada Bekasi
disebabkan oleh polusi tahap pra konstruksi maupun  Pemerintah
udara maupun kebisingan pada tahap konstruksi proyek kabupaten/kota
akibat pengangkutan LRT Bekasi
material pada masa pra
konstruksi dan pengerjaan
pada masa konstruksi

Terjadi penurunan kinerja Rekayasa Jalan untuk memecah Rekayasa Lalu  Dinas perhubungan
jalan, akibat kegiatan kepadatan lalu lintas Lintas saat pra kabupaten/kota
pembangunan proyek LRT konstruksi dan Bekasi
konstruksi.  Pemerintah
kabupaten/kota
Bekasi

26
Adanya kebisingan yang Rekayasa waktu kerja proyek Pengerjaan kategori  PT. Adhi Karya
terdengar terus menerus kebisingan tinggi  PT. Adhi Persada
saat dilakukan konstruksi pada waktu siang
hari

Timbulnya kerusakan pada Mediasi warga dengan PT Adhi Pemberian  PT.Adhi Karya
bangunan akibat Karya kompensasi untuk  Pemerintah
penanaman tiang pancang warga terdampak kabupaten/ kota
LRT Bekasi

Sumber: Analisis Penulis, 2018

4.5 Evaluasi Signifikansi Dampak


4.5.1 Mengevaluasi Signifikansi Dampak Sosial-Ekonomi
Tabel 4.7 Evaluasi Signifikansi Dampak Sosial-Ekonomi

Indikator Signifikansi Penjelasan

Pertumbuhan Tidak Jika dilihat dari tahapan pra dan saat pembangunan LRT
ekonomi signifikan Bekasi, maka indikator pertumbuhan ekonomi tidak terlalu
signifikan karena maish bisa dicari solusi sementara agar
kegiatan perekonomian tetap berjalan. Namun, setelah LRT
Bekasi selesai maka pertumbuhan ekonomi menjadi
signifikan karena LRT yang adan dipatok dengan harga Rp
12.000 sekali jalan akan meningkatkan mobilisasi
masyarakat dengan efektif dan efisien.

Pembebasan Tidak Lahan yang digunakan untuk pembangunan depo LRT di


lahan signifikan Bekasi adalah lahan milik PT Adhi Persada Properti, anak
perusahaan PT Adhi Karya Tbk. Selain itu, jika ketentuan
kompensasi sudah disepakati oleh penduduk setempat maka
pembangunan bisa dikerjakan dan membawa manfaat yang
lebih besar kepada kesejahteraan masyarakat yang lebih
luas.

27
Kesehatan Tidak Setelah dilakukannya mitigasi seperti yang disebutkan di
Signifikan atas, maka dampak yang mempengaruhi kesehatan
masyarakat setempat seperti kebisingan dan getaran akibat
alat-alat berat dapat ditemukan titik tengahnya.

Kerugian Signifikan Perlu dilakukan peninjauan terhadap seberapa besar


Material kerusakan material yang dialami warga akibat proses
konstruksi LRT Bekasi dan dilakukan penyesuaian agar
kerusakan tidak semakin parah dan tidak sampai melukai
penghuni.

Lapangan Tidak Tidak banyak tenaga kerja lokal yang dapat diserap ke
Pekerjaan Signifikan dalam proses konstruksi LRT Bekasi baik secara efisiensi
maupun kualifikasi penduduk setempat

Sumber: Analisis Penulis, 2018

4.5.2 Mengevaluasi Signifikansi Dampak Lingkungan


Tabel 4.8 Evaluasi Signifikansi Dampak Lingkungan

Indikator Signifikansi Penjelasan

Tanah Signifikan Terjadi penurunan muka tanah akibat pengangkutan


bahan material dan kegiatan konstruksi, adanya
penurunan muka tanah dapat memungkinkan terjadi
tanah rawan goyang, Sehingga perlu dilakukan tindakan
penanganan seperti menambah daerah resapan air

Air permukaan Signifikan Terjadi peningkatan muka air tanah yang


memungkinkan terjadinya penggenangan dan
melubernya air permukaan

Air bawah tanah Signifikan Terjadi pengurangan air bawah tanah yang dapat
mengakibatkan kurangnya ketersediaan air untuk
kebutuhan masyarakat, sehingga perlu adanya tindakan
memperluas daerah resapan air dan melakukan
penanaman pohon

28
Udara Tidak terjadi polusi udara akibat pengangkuutan bahan
signifikan material dan kegiatan konstruksi, namun hal ini hanya
sementara. Karena setelah pada tahap operasi dan pasca
operasi polusi udara akan menurun setelah adanya LRT
(mengurangi penggunaan kendaraan bermotor)

Kebisingan Signifikan Terjadi kebisingan tinggi akibat pengerjaan konstruksi,


adanya kebisingan ini akan mengganggu masyarakat
sekitar, Sehingga perlu dilakukan penanganan.

Vegetasi/flora Tidak Terjadi kerusakan vegetasi disekitar atau dijalur


Signifikan transportasi pembangunan LRT akibat adanya kegiatan
pengangkutan material dan pembangunan. Namun
kerusakan vegetasi ini dapat dipulihkan setelah tahap
konstruksi selesai

Fauna Tidak Fauna yang berada di sekitar proyek LRT tidak terllau
Signifikan terganggu

Tipe ekosistem Tidak Ekosistem di sekitar proyek tidak terlalu banyak


Signifikan mengalami perubahan

Perubahan tingkat Tidak Setelah dilakukannya mitigasi seperti yang disebutkan


kesehatan Signifikan di atas, maka dampak yang mempengaruhi kesehatan
masyarakat masyarakat setempat seperti kebisingan dan getaran
akibat alat-alat berat dapat ditemukan titik tengahnya.

Sumber: Analisis Penulis, 2018


4.6 Pelaksanaan Mitigasi dan Monitoring
Tabel 4.9 Pelaksanaan Mitigasi dan Monitoring

No. Langkah Monitoring Elemen/ Stakeholder

1. Penampungan Keluhan Masyarakat Terdampak /Customer Masyarakat dan LSM


Service

2. Diskusi Secara terbuka dan penilaian dokumen Pemerintahdan

29
PT Kereta Api
Indonesia

3. Memberikan Masukan PT Adhi Karya Tbk,


PT Pembangunan Jaya,
PT Adhi Persada, dan
Masyarakat

4. Memberikan dukungan Transisi PT Adhi Karya Tbk


PT Pembangunan Jaya
PT Adhi Persada

5. Mitigation Act Pemerintahdan


PT Kereta Api
Indonesi,
PT Adhi Karya Tbk
PT Pembangunan Jaya
PT Adhi Persada

Sumber: Studi Literatur, 2018

30
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
a. Dampak yang berpengaruh secara signifikan terhadap Proyek LRT Bekasi adalah
dampak sosial-ekonomi dan lingkungan. Untuk katagori dampak lingkungan yang
berpengaruh signifikan adalah tanah, air permukaan, dan air bawah tanah serta
kebisingan. Sedangkan untuk katagori dampak ekonomi terdapat dampak pada
kerugian material yang bersifat signifikan.
b. Dalam pelakasanaan proyek LRT Bekasi perlu adanya monitoring dan juga mitigasi
dengan rangkain langkah sebagai berikut :
 Penampungan Keluhan
 Diskusi Secara terbuka dan penilaian dokumen
 Memberikan Masukan
 Memberikan dukungan Transisi
 Melaksanakan Mitigasi
c. Stakeholder yang berpartisipasi dalam monitoring dan mitigasi adalah DPRD Kota
Bekasi, PT Adhi Karya, PT Pembangunan Jaya, dan PT Adhi Persada
d. Analisi Impact Assisment atau analisis dampak merupakan analisis yang dapat
digunakan sebagai input dalam proses evaluasi, sehingga dengan adanya analisis
dampak dari suatu proyek dapat digunakan untuk memonitoring dan evaluasi suatu
proyek dan memberikan rekomendasi terhadap dampak-dampak negative, juga
meningkatkan dampak positf

5.2 Saran
 Pembangunan LRT Bekasi, maupun LRT Jakarta secara keseluruhan sebaiknya
mengadakan mitigasi dampak secara terintegrasi dan komprehensif, termasuk
memperhatikan hal-hal seperti kenyamanan dan keamanan penduduk setempat.
 Pemberian kompensasi kepada warga terdampak harus diberikan tepat waktu atau
diberi kepastian jumlah dan tenggat pemberian

31
Daftar Pustaka
(KPPIP), K. P. (2016). Laporan KPPIP Periode Juli-Desember 2016. Jakarta: KPPIP.

2012, P. L. (n.d.). Permen LH no 16. Tahun. 2012.

Djalante, H. A. (2012). Mitigasi Dampak. Retrieved from unhas.ac.id:


http://www.unhas.ac.id/pplh/wp-content/uploads/2012/12/MITIGASI-DAMPAK1.pdf

Humas Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. (2015, Juli 24). Pengertian Monitoring dan Evaluasi
Kebijakan Pemerintah. Retrieved from setkab.go.id: http://setkab.go.id/pengertian-
monitoring-dan-evaluasi-kebijakan-pemerintah/

Indonesia, M. N. (2012). Permen LH no 16. Tahun. 2012. Jakarta: Pelayanan.jakarta.go.id.

Lestari, A. S., Safira, N. A., Arifah, N., Zakina, N., & Billa, F. (2017, April). Penerapan Teknik Evaluasi
Imapct Assessment Terhadap Pembangunan Proyek LRT Palembang. Retrieved from
Academia.edu:
https://www.academia.edu/32787860/Teknik_evaluasi_AMDAL_atau_Impact_Assessment_

Lingkungan, K. B. (1994). Keputusan Kepala Bapedal No. 56 Tahun 1994, Tentang: Pedoman
Mengenai Dampak Penting. Jakarta: Bappedal.

PPN, Kementrian; BAPPENAS;. (2015). Review Outline Business Case/Kajian Awal Prastudi Kelayakan
Report : Penyiapan DOkumen Transaksi Proyek Kerjasama Pemerintah Swasta Palembang
Monorail. Jakarta: BAPPENAS.

Prasojo, L. D. (2010). Financial Resources Sebagai Faktor Penentu dalam Imp;ementasi Kebijakan
Pendidikan. Jurnal Internasional Manajemen Pendidikan, 19-27.

Rifandi, R., Karim, I., S., D. R., Maarif, A., Ajimas, K. W., Muhammad, I., & W., S. A. (2016, Mei).
Evaluasi Pelaksanaan Proyek Pembangunan oleh Artha Graha Network Melalui Metode
Teknik Evaluasi Imapct Assessment (Studi Kasus: Proyek Sudirman Central Business District).
Retrieved from Academia.edu:
https://www.academia.edu/25664269/Analisa_evaluasi_pembangunan_oleh_Artha_Guna_
Network_melalui_metode_Impact_Assessment_Studi_Kasus_Sudirman_Central_Business_D
istrict_

Wijayakusuma. (2018, February 7). Proyek Pembangunan LRT di Bekasi Rusak Puluhan Rumah
Warga. Retrieved from Okezone News:
https://news.okezone.com/read/2018/02/07/525/1856087/proyek-pembangunan-lrt-di-
bekasi-rusak-puluhan-rumah-warga

32