Anda di halaman 1dari 12

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, kamu panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas I mata kuliah Ekonomi Wilayah mengenai Critical Review
Jurnal yang berjudul “ Penentuan Sektor Unggulan dalam Pembangunan
Daerah: Studi Kasus di Kabupaten Ogan Komering Ilir”
Penulis menyadari bahwa laporan ini tersusun dengan peran serta dari
berbagai pihak. Untuk itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Ema Umilia, ST, MT dan Vely Kukinul Siswanto, ST, MT, MSc.
sebagai dosen mata kuliah, arahan dan bimbingan beliau sangat
membantu dalam penyusunan laporan ini.
2. Kedua orang tua dan keluarga yang telah mendukung selama masa studi
di Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya.
3. Rekan-rekan di Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota yang selalu
memberikan dorongan dan motivasi selama proses penyusunan makalah
ini.
4. Penulis yang karyanya sangat bermanfaat sebagai referensi penyusunan
makalah, serta semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu –
persatu.
Akhir kata semoga proposal ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada
umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan
proposal ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik
yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata
penulis sampaikan terimakasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Surabaya, 29 Maret 2018

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................................... 1
DAFTAR ISI....................................................................................................................... 2
IDENTITAS JURNAL ....................................................................................................... 3
DESKRIPSI ISSUE POKOK ............................................................................................. 3
PENJELASAN ISSUE POKOK ......................................................................................... 6
LESSON LEARNED ........................................................................................................ 11
DAFTAR PUSTAKA ....................................................................................................... 12

DAFTAR TABEL
Tabel 1. Perbandingan Antara 2 Metode Analisis ....................................................... 12

2
IDENTITAS JURNAL

JUDUL JURNAL :PENENTUAN SEKTOR UNGGULAN


DALAM PEMBANGUNAN DAERAH: STUDI
KASUS DI KABUPATEN OGAN KOMERING
ILIR
PENULIS : AGUS TRI BASUKI DAN UTARI GAYATRI
TAHUN PUBLIKASI : 2009

SUMBER :JURNAL EKONOMI DAN STUDI


PEMBANGUNAN VOLUME 10, NO 1, APRIL
2009: 34-50

DESKRIPSI ISSUE POKOK

Jurnal yang berjudul “Penentu Sektor Unggulan dalam Pembangunan Daerah:


Studi Kasus di Kabupaten Ogan Komering-Ilir” yang ditulis oleh Agus Tri Bsuki
dan Utari Gayatri ini mempunyai tujuan untuk mengidentifikasi sektor dominan di
kabupaten Ogan Komering-Ilir (OKI). Pada jurnal dijelaskan bahwa pembangunan
ekonomi daerah merupakan bagian dari pembangunan daerah secara menyeluruh,
dengan pembangunan yang sesuai dengan potensi pembangunan yang dimiliki
daerah. Kebijakan pembangunan ekonomi daerah yang ditetapkan harus sesuai
dengan kondisi (masalah, kebutuhanm dan potensi) daerah yang bersangkutan.

Penulis jurnal berpendapat bahwa daerah otonom mempunyai kewenangan


untuk mengatur dan melayani kepentingan masyarakat berdasarkan aspirasi
masyarakat serta merencanakan sesuatu berdasarkan perundang-undangan. Oleh
karena itu pembangunan daerah harus memiliki filosofi, visi, misi, arah kebijakan,
dan strategi pembangunan sebagai pedoman penyelenggaraan pembangunan
daerah. Selain itu pada jurnal juga dijelaskan bahwa pendapatan perkapita
merupakan salah satu indikator ekonomi yang digunakan untuk mengukur tingkat
kemakmuran suatu wilayah.

Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB), dihitung atas dasar harga


berlaku dan harga konstan. PDRB atas harga berlaku menggambarkan nilai tambah
barang dan jasa yang dihitung setiap tahun, sedangkan PDRB atas harga konstan
menunjukkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung pada satu tahun tertentu
sebagai dasar. Pada jurnal juga dijelaskan mengenai kegunaan PDRB atas harga
konstan adalah untuk menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan
atau setiap sektor dari tahun ke tahun, sedangkan kegunaan PDRB atas harga
berlaku adalah untuk melihat besarnya struktur perekonomian dalam satu daerah
atau wilayah

3
Berdasarkan jurnal dapat diketahui bahwa pendapatan perkapita atas harga
konstan pada Kabupaten Ogan Komering- Ilir dengan migas dan tanpa migas
selama kurun waktu 2003-2007 mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Selain
itu pembangunan di Kabupaten Ogan Komering-Ilir mengalami perkembangan
yang makin baik, dengan adanya peningkatan angka pertumbuhan ekonomi dari
tahun ke tahun. Peningkatan tersebut ditujukan dengan kenaikan angka
pertumbuhan ekonomi yang terjadi di seluruh lapangan usaha atau sektor ekonomi.

Pada jurnal juga dijelaskan mengenai otonomi daerah, yang mana berdasarkan
Undang-Undang No.32 Tahun 2004, Otonomi Daerah adalah hak, wewenang, dan
kewajiban daerah otonom untuk mengatur dan mengurus sendiri urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat sesuai dengan peraturan
perundang-undangan. Sedangkan yang dimaksud dengan daerah otonom
berdasarkan UU No.32 Tahun 2004 adalah kesatuan masyarakat hukum yang
mempunyai batas-batas yang berwenang mengatur dan mengurus urusan
pemerintahan dan kepentingan masyarakat setempat menurut prakarsa sendiri
berdasarkan aspirasi masyarakat. Selain itu juga terdapat visi otonomi daerah
dirumuskan dalam tiga ruang lingkup, yaitu:

 Bidang politik, otonomi daerah merupakan hasil dari kebijakan desentralisasi


dan demokratisasi, sehingga dapat dipahami sebagai sebuah proses
mekanisme pengambilan keputusan yang taat pada asa pertanggungjawaban
publik
 Bidang ekonomi, terbukanya peluang bagi pemerintah daerah dalam
mengembangkan kebijakan regional dan lokal untuk mengoptimalkan
pendayagunaan potensi ekonomi daerah
 Bidang sosial dan budaya, otonomi harus dapat dikelola sebaik mungkin demi
menciptakan dan memlihara dinamika kehidupan sekitarnya.
Metode penelitian pada jurnal menggunaan metode 4 metode analisis yaitu,
Analisis Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Analisis Shift Share, Analisis Location
Quotient (LQ), dan Analisi Overlay. Berikut merupakan penjelasan dari ke 4
metode tersebut:

Analisis MRP digunakan untuk deskripsi kegiatan atau sektor ekonomi yang
potensial berdasarkan kriteria petumbuhan struktur ekonomi wilayah baik
eksternal maupun internal, model ini diturunkan dari persamaan awal komponen
utama dalam analisis shift share yaitu different shift dan proportionality shift.
Berdasarkan penelitian pada jurnal didapatkan bahwa terdapat dua jenis rasio
pertumbuhan yaitu Rasio Pertumbuhan Wilayah Referensi (RPR) yaitu provinsi
Sumatra Selatan dan Rasio Pertumbuhan Wilayah Studi (RPs) yaitu Kabupaten
Ogan Komering Ilir. Hasil penelitian pada jurnal tersebut menunjukkan sektor
pertanian dan sektor industri pengolahan merupakan sektor yang potensial baik
ditingkat provinsi maupun di tingkat kabupaten. Hal ini dipengaruhi adanya

4
perekonomian penduduk yang mayoritas bergerak dibidang pertanian. Sedangkan
sektor yang pertumbuhnnya lambat ditingkat kabupaten maupun provinsi adalah
sektor pertambangan dan penggalian. Selain itu industri pembuatan pempek dan
kerupuk kemplang juga merupakan komoditas yang berkembang pesat.

Sedangkan analisis shift share digunakan untuk menentukan kinerja atau


produktifitas kerja perekonomian daerah dibandingkan dengan perekonomian
nasional, selain itu juga digunakan untuk menganalisis pertumbuhan ekonomi
suatu daerah sebagai perubahan atau peningkatan suatu indikator pertumbuhan
perekonomian suatu wilayah dalam kurun waktu tertentu. Berdasarkan analisis
shift share dihasilkan sektor yang memiliki pengaruh unggulan kompetitif (Cij)
adalah sektor pertanian, sektro perdagangan, restoran dan hotel, dan sektor jasa-
jasa. Selain itu sektor yang mengalami peningkatan pengaruh keunggulan
kompetitif adalah sektor pertambangan dan penggalian. Analisis shift share juga
menunjukkan bahwa pada tahun 2007 secara keseluruhan dengan melihat
pengaruh keunggulan kompetitif pada PDRB menunjukkan penurunanbila
dibandingkan tahun 2006, tetapi secara keseluruhan semua sektor ekonomi
mengalami perubahan yang posited pada PDRB di Wilayah Kabupaten OKI

Analisis LQ digunakan untuk mengetahui seberapa besar tingkat spesialisasi


sektor basis atau unggulan, selain itu juga digunakan untuk mengukur konsentrasi
dari suatu kegaiatan (industri) dalam suatu daerah dengan peranan kegiatan atau
industri sejenis dalam perekonomian regional atau nasional. Berdasarkana analisis
didapatkan sektor yang memiliki LQ> 1 adalah sektor pertanian, bangunan,
perdagangan, hotel dan restoran, serta sektor jasa-jasa yang merupakan sektor
basis dan memiliki peranan penting dalam perekonomian kabupaten OKI. Selain
itu sektor tersebut juga mempu memenuhi kebutuhan wilayah tersebut dan mampu
untuk mengekspor ke wilayah lain. Sedangkan sektor yang memiliki LQ<1 adalah
sektor pertambangan & penggalian, sektor industri pengolahan, sektor listrik, gas
& air bersih, sektor pengangkutan & komunikasi, serta sektor persewaan & jasa.
Hal ini menujukkan bahwa sektor tersebut merupakan sektor non basis dan
cenderung akan menimpor dari wilayah lain.

Selanjutnya metode overlay ini digunakan untuk menentukan dan


mengetahui sektor-sektor unggulan di Kabupaten OKI dengan menggabungkan
hasil metode Model Rasio Pertumbuhan (MRP) dan metode analisis LQ. Dari hasil
analisis overlay pada tahun 2003-2007, sektor ekonomi di Kabupaten OKI baik
dari pertumbuhan maupun dari kontribusi yang diklasifikasi sebagai berikut:

 Sektor Pertanian, sebagai sektor unggulan atau sangan dominan karena


menunujukkan perumbuhan dan kontribusi yang sangat
besar terhadap pembentukan PDRB dan pembangunan di kabupaten OKI
 Sektor Industri Pengolahan, menunjukkan sektor yang pertumbuhannya
dominan tetapi kontribusinya kecil

5
 Sektor Bangunan; sektor perdagangan, restoran dan hotel, dan jasa-jasa,
menunjukkan sektor yang pertumbuhannya kecil tetapi kontribusinya besar.
Hal ini dimungkinkan sektor ini mengalami penurunan lapangan kerja
 Keempat sektor lainnya (sektor pertambangan dan penggalian ; sektor
listrik, gad an air bersih; sektor pengangkutan dan komunikasi serta
sektor keuangan, persewaan dan jada perusahaan), merupakan sektor yang
tidak potensial baik dari segi pertumbuhan maupun kontribusi
Analisis terakhir yaitu menggunakan Klassen Typology, yang digunakan untuk
melihat gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan masing-masing sektor
ekonomi. Pada analisis ini diperoleh 4 sektor ekonomi yang mempunyai
karakteristik yang berbeda yaitu:

 Subsektor maju, yaitu sektor pertanian, yang akan menjadi sektor yang terus
berkembang
 Subsektor berkembang, yaitu sektor industri pengolahan, menunjukkan
sektor ini memiliki potensi pengembangan besar tetapi belim diolah
sepenuhnya dengan baik
 Subsektor potensial, terdiri dari sektor bangunan; perdagangan, hotel, dan
restoran; dan sektor jasa-jasa
 Subsektor tertinggal, yaitu sektor pertambangan dan penggalian; listrik, gas,
dan air bersih; pengangkutan dan komunikasi; serta sektor keuangan,
persewaan, dan jasa perusahaan

Pada jurnal tersebut penulis jurnal menawarkan saran yaitu agar pemerintah dapat
memanfaatkan dan mengembangkan sumber daya atau potensi daerah terutama
dalam bidang pengembangan UKM untuk lebih meningkatkan penciptaan
kesempatan kerja di masing-masing sektor ekonomi

PENJELASAN ISSUE POKOK

Pada jurnal yang berjudul “Penentu Sektor Unggulan dalam Pembangunan


Daerah: Studi Kasus di Kabupaten Ogan Komering Ilir” ini mempunyai tujuan
mengidentifikasikasi sektor ekonomi dominan di Kabupaten Ogan Komering Ilir
(OKI). Berdasarkan sistematika penulisan dan isi jurnal, pada BAB Pendahuluan
penulis lebih banyak membahas tentang otonomi daerah dan sedikit sekali
membahas tentang penelitian di wilayan studi, selain itu penulis juga kurang
membahas mengenai tujuan penelitian yaitu menentukan sektor unggulan.
Seharusnya pada latar belakang lebih membahas mengenani urgensi alasan
melakukan penelitian dan kondisi atau gambaran wilayah penelitihan

Dalam menjawab tujuan penelitian tersebut penulis jurnal menggunakan 4


metode penelitian yaitu analisis Model Rasio Pertumbuhan (MRP), analisis Shift

6
Share, analisis LQ, analisis overlay, dan analisis klassen typology. Sebelumnya
perlu diketahui mengenai pengertian atau konsep “sektor unggulan”. Sektor
unggulan dapat diartikan sektor yang keberadaannya pada saat ini telah berperan
besar kepada perkembangan perekonomian suatu wilayah, karena mempunyai
keunggulang-keunggulan atau kriteria . Kriteria menurut Usya (2006:18) terdiri
dari sektor unggulan memiliki laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi, sektor
unggulan memiliki angka penyerapan tenaga kerja yang relative besar, sektor
unggulan memiliki keterkaitan antara sektor yang tinggi. Selain itu dapat diartikan
sebagai sektor yang memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif
dengan produk sektor sejenis dari daerah lain serta memberikan nilai manfaat yang
besar. Penetapan sektor unggulan merupakan suatu keharusan karena mampu
memberikan nilai tambah dan produksi yang besar, selain itu memiliki multiplier
effect yang besar bagi perekonomian lain.

Penelitian pada jurnal mempunyai tujuan untuk mengetahui sektor dominan


di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Namun penulis jurnal memakai 5 metode
analisis yang berbeda, yang tentunya memiliki tujuan atau maksud masing-masing.
Dalam analisis ini penulis menggunakan metode analisis MRP, shift share, LQ,
overlay, dan analisis klassen typology. Dari ke 5 analisis yang dijelasin di atas
mempunyai tujuan yang bebeda dari setiap analisis, sehingga perlu adanya
kerangka permikiran teoritis untuk menjawab tujuan, hal tersebut hampir sama
dengan jurnal yang berjudul “ Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian
terhadap Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Jayapura” Pada jurnal pembanding yang
sama-sama mempunyai tujuan menentukan sektor unggulan yaitu jurnal yang
berjudul “ Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian terhadap
Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Jayapura” ini juga memakai analisis shift share,
Model Ratio Pertumbuhan (MRP), LQ, dan overlay, namun pada jurnal
pembanding tersebut terdapat kerangka pemikiran teoritis dari adanya beberapa
metode analisis tersebut sehingga dalam penelitian tidak membingungkan, dan
tidak rancu dengan hasil masing-masing metode analisis yang mempunyai fungsi
masing-masing.

Berikut merupakan contoh kerangka pikir berdasarkan penelitian yang dilakukan


Maria Ponto (2015) yang berjudul Analisis Penentuan Sektor Unggulan
Perekonomian terhadap Penyerapan Tenaga Kerja :

7
Sumber: jurnal Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian terhadap
Penyerapan Tenaga Kerja , 2015

Berdasarkan bahan diatas dapat diketahui bahwa daam menentukan sektor


unggulan yang selanjutnya dapat mempengaruhi penyerapan tenaga kerja, dimulai
dari proses identifikasi PDRB Kota Jayapura sebagai wilayah penelitian, dan PDRB
Provinsi Papua sebagai wilayah referensi. Yang selanjutnya dilakukan analisis
perkembangan struktur perekonomian kota Jayapura dengan menggunakan analisis
shift share, dan potensi sektor perekonomian Kota Jayapura dengan menggunakan
analisis Location Quotient. Dari hasil analisis LQ dan analisis shift share tersebut
selanjutnya dilakukan analisis kekuatan pertumbuhan Kota Jayapura menggunakan
analisis MRP, yang selanjutnya akan dilakukan analisis identifikasi sektor unggulan
Kota Jayapura menggunakan analisis overlay. Berdasarkan penjelasan bagan
diatasa dapat diketahui bahwa pada penelitian tersebut jelas alurnya tentang
bagaimana menjawab tujuan mengenai penentuan sektor unggulan di Kota
Jayapura. Hal ini berbeda dengan jurnal yang berjudul “Penentu Sektor Unggulan
dalam Pembangunan Daerah: Studi Kasus di Kabupaten Ogan Komering Ilir” yang

8
tidak menggunakan bagan pemikiran, sehingga membingungkan dan berkesan
tidak berhubungan antara analisis satu dengan lainnya.

Metode penelitian pada kedua jurnal terdapat metode analisis yang sama,
berikut merupakan perbandingan metode analisis anatara jurnal “Penentu Sektor
Unggulan dalam Pembangunan Daerah: Studi Kasus di Kabupaten Ogan Komering
Ilir” , sebagai jurnal 1 dengan jurnal “Analisis Penentuan Sektor Unggulan
Perekonomian terhadap Penyerapan Tenaga Kerja” sebagai jurnal 2:

Tabel 1. Perbandingan Antara 2 Metode Analisis

Metode Tujuan Jurnal 1 Tujuan Jurnal 2


Analisis
Analisis Melihat deskripsi Melihat deskripsi kegiatan
MRP kegaiatan/sektor ekonomi ekonomi terutama sturktur
yang potensial berdasarkan ekonomi suatu daerah/wilayah
kriteria pertumbuhan struktur yang menekankan pada kriteria
ekonomi wilayah baik eksternl pertumbuhan baik secara eksternal
maupun internal maupun internal
Analisis Shift Menentukan kinerja atau Mengetahui pergeseran struktur
Share produktivitas kerja ekonomi, serta mengetahui
perekonomian daerah perubahan dan pergeseran
dibandingkan dengan lapangan Kerja serta penyebabnya
perekonomian di tingkat regional pada perekonomian kota Jayapura
atau nasional dibanding Provinsi Papua
Analisis Menunjukkan basis ekonomi Menentukan sektor basis dan non
Location suatu wilayah terutama dari basis, serta menentukan komoditi
Quotient kriteria kontribusi. unggulan
Analisis Menentukan sektor atau Melihat deskripsi kegiatan
Overlay kegiatan ekonomi yang ekonomi unggulan yang potensial
potensial berdasarkan kriteria dikembangkan, berdasarkan
pertumbuhan dan kriteria kriteria pertumbuhan dan kriteria
konstribusi dengan kontribusi
menggabungkan hasil dari
Metode Rasio Pertumbuhan
(MRP) dan metode Location
Quotient (LQ).
Analisis Melihat gambaran tentang pola
Klassen dan struktur pertumbuhan
Typology masing-masing sektor
ekonomi, selain itu (tidak menggunakan analisis ini)
dapat dipergunakan untuk mem
perkirakan prospek pertumbuhan

9
ekonomi daerah pada masa
mendatang
Analisis Digunakan untuk mengetahui
Rasio penyerapan tenaga kerja di kota
Tenaga Jayapura dengan cara menentukan
Kerja (RTK) (tidak menggunakan analisis ini) proporso lapangan kerja yang
dihasilkan untuk penduduk suatu
daerah per sektor

Sumber: Analisis Penulis, 2018

Berdasarkan perbandingan tujuan metode analisis kedua jurnal diatas dapat


diketahui bahwa terdapat metode analisis yang mempunyai tujuan yang sama
seperti analisis MRP, analisis LQ, dan analisis overlay. Pada kedua jurnal analisis
MRP sama-sama digunakan untuk mendeskripsikan kegiatan/ sektor ekonomi yang
potensial; analisis LQ yang sama-sama digunakan untuk menentukan sektor basis
ekonomi, dan analisis overlay menentukan sektor ekonomi yang potensial untuk
dikembangkan. Sedangkan analisis shift share antara dua jurnal memiliki tujuan
yang berbeda, pada jurnal 1 digunakan untuk menentukan kinerja atau produktivitas
kerja perekonomian daerah dibanding tingkat regional atau nasional, sedangkan
pada jurnal 2 digunakan untuk mengetahui pergeseran struktur ekonomi serta
mengetahui perubahan dan pergeseran lapangan kerja. Selain menggunakan ke-
empat metode analisis tersebut pada jurnal 1 juga menggunakan analisis klassen
typology untuk Melihat gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan masing-
masing sektor ekonomi. Sedangkan pada jurnal 2 juga terdapat analisi Rasio
Tenaga Kerja untuk mengetahui penyerapan tenaga kerja di kota Jayapura.

Dengan adanya analisis klassen typology ini mempermudah dalam


memperkirakan prospek pertumbuhan ekonomi daerah pada masa mendatang
berdasarkan klasifikasinya. Selain itu dengan adanya tambahan analisis pada jurnal
pertama akan menghasilkan output atau keluaran yang berbeda dari kedua jurnal.
Pada jurnal pertama ini keluaran dari hasil analisis berupa pengkelasan pola dan
struktur pertumbuhan masing-masing sektor ekonomi, sedangkan pada jurnal ke-2
yang analisisnya terdapat analisis Rasio Tenaga Kerja dapat memberikan gambaran
mengenai sektor ekonomi mana yang mampu menyerap tenaga kerja dengan
memperhatikan keunggulan masing-masing sektor ekonomi.

10
LESSON LEARNED

Pelajaran yang saya dapatkan dalam menyelesaikan tugas critical review jurnal di
atas adalah sebagai berikut:

 Dalam melakukan suatu penelitian tidak hanya berhenti menggunakan 1


metode analisis saja. Karena untuk menjawab tujuan penelitian harus
mempertimbangkan metode analisis yang digunakan sehingga relevan
dengan tujuan penelitian, karena setiap metode analisis mempunyai tujuan
dan spesialisasi yang berbeda-beda. Contohnya saja dalam menentukan
sektor strategis tidak hanya menggunakan analisi LQ, karena metode ini
belum bisa memberikan kesimpulan akhir dari sektor-sektor yang
teridentifikasi sebagai sektor strategis. Namun untuk tahap pertama sudah
cukup memberikan gambaran akan kemampuan suatu daerah dalam sektor
yang teridentifikasi.
 Dalam melakukan penelitian alangkah baiknya jika menggunakan alur pikir,
sehingga jelas alurnya. Contohnya saja alur pikir tujuan menggunakan suatu
alat analisis, sehingga jelas tujuan menggunakan alat analisis tersebut. selain
tidak membingungkan adanyaa alur pemikiran dapat mempermudah untuk
mengetahui apakah analisis yang satu dengan lainnya mempunyai hubungan
atau tidak.
 Dapat mengetahui mengenai analisis Location Quotient (LQ), yang
digunakan untuk mengetahui sejauh mana tingkat spesialisasi sektor-sektor
ekonomi di suatu daerah atau sektor-sektor apa saja yang merupakan sektor
basis atau leading sektor. Yang mana teknik ini menyajikan perbandingan
relatif antara kemampuan suatu sektor di daerah yang diselidiki dengan
kemampuan sektor yang sama pada daerah yang menjadi acuan. Satuan
yang digunakan sebagai ukuran untuk menghasilkan koefisien LQ tersebut
nantinya dapat berupa jumlah tenaga kerja per-sektor ekonomi, jumlah
produksi atau satuan lain yang dapat digunakan sebagai kriteria.
 Dapat mengetahui mengenai analisis Shift Share, yang digunakan untuk
mengetahui kinerja perekonomian daerah, pergeseran struktur, posisi relatif
sektor-sektor ekonomi dan identifikasi sektor unggulan daerah dalam
kaitannya dengan perekonomian wilayah acuan (wilayah yang lebih luas)
dalam dua atau lebih kurun waktu.
 Dapat mengetahui mengenai analisis Model Rasio Pertumbuhan (MRP) yang
digunakan untuk melihat deskripsi kegiatan atau sektor ekonomi yang
potensial berdasarkan pada kriteria pertumbuhan struktu ekonomi wilayah
baik eskternal maupun internal. Yang mana pada analisis ini merupakan
perbandingan antara pertumbuhan suatu kegiatan baik dalam skala lebih
luas maupun skala lebih kecil.

11
 Dapat mengetahui mengenai analisis klassen typology yang digunakan untuk
melihat gambaran tentang pola dan struktur pertumbuhan masing-masing
sektor ekonomi, selain itu
dapat dipergunakan untuk memperkirakan prospek pertumbuhan
ekonomi daerah pada masa mendatang.
 Dapat mengetahui bahwa dalam mengembangkan ekonomi wilayah tidak
hanya mengembangkan sumber daya yang ada di wilayah tersebut, tetapi
alangkah baiknya jika mengembangkan sektor ekonomi yang berpotensi
atau sektor yang termasuk basis, karenag dengan mengembangkan ekonomi
yang berpotensi atau termasuk basis dapat mempermudah pengembangan
sektor ekonomi tersebut, sehingga berpeluang banyak dalam pengembangan
ekonomi wilayah. Sedangkan untuk sektor ekonomi yang belum berpotensi
atau non basis dapat dilakukan upaya untuk mengembangan atau menjaga
sektor tersebut, sehingga dapat memenuhi kebutuhan wilyah tersebut atau
wilayah sekitarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Basuki, Tri Agus. 2009. Penentuk Sektor Unggulan dalam Pengembangan Daerah:
Studi Kasus di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Jurnal Ekonomi dan Studi
Pembangunan Volume 10, Nomor 1, April 2009:34-50. Fakultas Ekonomi
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Ponto, Maria. 2015. Analisis Penentuan Sektor Unggulan Perekonomian terhadao


Penyerapan Tenaga Kerja di Kota Jayapura. Jurnal Volume 15, Nomor 02,
2015. Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Ekonomi Pembangunan,
Universitas Sam Ratulangi, Manado

Yuuhaa, M Iqbal. 2011. Analisis Sektor Basis dan Sektor Potensial di Kabupaten
Lamongan. Fakultas Ekonomi, Unesa, Kampus Ketintang, Surabaya.

12