Anda di halaman 1dari 34

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA

KELUARGA Tn.”W”
ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA Tn.”W” DENGAN
SALAH SATU ANGGOTA IBU YANG TIDAK MENJADI AKSEPTOR KBDI DESA
KUDUNG TURI KECAMATAN TAMAN KABUPATEN SIDOARJO TANGGAL 24
JANUARI – 18 FEBRUARI 2011
3.1 PENGKAJIAN
Tanggal 25 Januari 2011 Pukul 11.30
A. Data dan Identifikasi Keluarga
(1) Biodata
Nama KK : Tn.W
Umur : 29 th
Agama : Islam
Pendidikan : STM
Pekerjaan : Swasta
Suku Bangsa : Jawa / Indonesia
Alamat : Desa Kedung turi RT 13 / RW 05
(2) Nama Anggota Keluarga
No Nama Umur Jenis Status Pendidikan Pekerjaan Agama Ket
Anggota Kelamin
klg
1 Ny. M 50 th P Janda Tdk Wiraswasta Islam Ibu
sekolah
2 Tn. W 29 th L Kawin STM Swasta Islam Suami
3 Ny. E 28 th P Kawin SMA Swasta Islam Istri
4 An. N 3,5 th L Blm Blm Blm Islam Anak
Kawin sekolah bekerja
5 An. D 7 bln L Blm Blm Blm Islam Anak
Kawin sekolah bekerja

Tn.S

Tn. I†
(3) Riwayat kesehatan keluarga

Gambar : Genogram Keluarga Tn.W

Keterangan gambar :
= perempuan

= laki – laki

= garis keturunan

-------------- = keluarga dalam satu rumah

= menikah

= ibu tidak memakai KB


(4) Pengambilan Keputusan
Ny.E mengatakan pengambilan keputusan pertama dalam keluarga adalah Tn.W dan
jika terjadi masalah kegawatdaruratan atau permasalahan kesehatan. Dan Ny.E adalah
pengambil keputusan kedua apabila Tn.W tidak ada di tempat.
(5) Hubungan dalam Keluarga
Ny.E mengatakan dinamika dan interaksi di dalam keluarga baik, komunikasi di dalam
keluarga lancar, di dalam keluarga tetap menaati nilai atau norma yang dianut oleh
orang Jawa.
(6) Keadaan Psikologis dan Spiritual
Ny.E mengatakan di dalam keluarga baik dirinya, Ny.M, dan Tn.W selalu sholat setiap
hari sebanyak 5 kali sehari. Ny.M kadang – kadang mengikuti pengajian yang diadakan
RW 05 setiap minggu sekali, tepatnya pada hari selasa.
(7) Sosio Kultural
Ny.E mengatakan di dalam keluarga mengikuti budaya dan adat Jawa yang ada dalam
masyarakat, dan tidak menghambat perilaku keluarga di dalam kesehatan.
(8) Kebiasaan sehari-hari
a) Kebiasaan tidur
1. Ny.M : Tidur siang ± 2 jam/hr, tidur malam ± 6 jam/hr
2. Tn.W : Tidak pernah tidur siang, tidur malam ± 7 jam
3. Ny. E : Tidur siang ± 2 jam/hr, tidur malam ± 7 jam
4. An.N : Tidur siang ± 2 jam/hr, tidur malam ± 8 jam/hr
5. An. D : Tidur siang ± 2 jam/hr, tidur malam ± 8 jam
b) Kebiasaan makan sehari-hari
Semua anggota keluarga makan sehari 3 kali dengan makanan pokok beras, lauk pauk
sesuai kemampuan keluarga (tahu, tempe, daging, telor). Keluarga tidak pernah makan
bersama-sama, karena kesibukan masing-masing. Tn.S dan Ny.E makan dirumah hanya
sarapan pagi saja, kadang-kadang tidak sarapan pagi . Kedua anaknya makan sehari 3
kali
c) Pola Eleminasi
Seluruh anggota keluarga menyatakan BAB ± 1 kali/hr dan BAK ± 5 kali/hr
1. Ny.M : BAB ± 1 kali/hr dan BAK ± 5 kali/hr
2. Tn.W : BAB ± 1 kali/hr dan BAK ± 5 kali/hr
3. Ny. E : BAB ± 1 kali/hr dan BAK ± 5 kali/hr
4. An.N : BAB ± 1 kali/hr dan BAK ± 5 kali/hr
5. An. D : BAB ± 1 kali/hr dan BAK ± 5 kali/hr
d) Kebersihan perorangan / personal higiene
1. Ny.M : Mandi, gosok gigi dan ganti baju 2 x/hr
2. Tn.W : Mandi, gosok gigi dan ganti baju 2 x/hr
3. Ny. E : Mandi, gosok gigi dan ganti baju 2 x/hr
4. An.N : Mandi, gosok gigi dan ganti baju 2 x/hr
5. An. D : Mandi, dan ganti baju 2 x/hr
e) Pola kebiasaan
1) Ny.E mengatakan Tn.W merokok
2) Ny.E mengatakan tidak ada waktu khusus untuk berolahraga
f) Penggunaan waktu senggang
Ny.E mengatakan seluruh keluarga jika ada waktu senggang dihabiskan waktunya di
rumah untuk menonton tv dan bercengkrama bersama keluarga, kadang – kadang saja
berekreasi.
g ) Rekreasi Keluarga
Ny.E mengatakan di dalam keluarga kadang –kadang saja berekreasi bahkan jarang
sekali untuk berekreasi.
h) Keadaan Sosial Ekonomi
Ny.E mengatakan penghasilan rata – rata dia dan Tn.W Rp. 1.000.000,- / bln. Jumlah
tersebut dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari. Dan Ny.M mempunyai
penghasilan sendiri dengan berjualan membuka warung di depan rumah.
(9) Lingkungan
Situasi lingkungan
a) Rumah milik sendiri

U
1
S
2 Keterangan :

1. Warung Ny.M
3 2. Teras rumah

10m 3. Ruang tamu


4 4. Kamar tidur

5. Kamar tidur
5 7 6. Kamar tidur

6 7 Lorong Rumah
8. Dapur Bersih / Ruang Makan
8 9. Dapur kotor
9

4m
Rumah dekat dari jalan desa, dengan luas tanah 50 m² dan luas rumah ± 40 m² (10m x
4m) yang terisi dari 1 ruang tamu, 3 kamar tidur dan 2 dapur

b) Jenis rumah : seluruh bagian rumah terbuat dari tembok


c) Atap rumah : genting
d) Lantai : porselen
e) Ventilasi : ada jendela di ruang tamu, di kamar tidur ada lubang angin,
pintu dibuka pada pagi hari dan siang hari
f) Kebersihan dan kerapian : kebersihan terjaga dan kerapian yang kurang.
g) Pembuangan sampah : terbuka dibelakang rumah, dan diambil ole petugas
kebersihan setiap dua hari sekali.
h) Sumber Air
Sumber air yang dipergunakan untuk keperluan sehari-hari : air PDAM
(1). Penggunaan air : dimasak
(2). Tempat penyimpanan air : tertutup
(3). Pengurasan tempat air minum satu minggu sekali
(4). Kualitas air : tidak berbau, tidak berwana, dan tidak berasa
i) Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) : terbuka
(1). Jarak sumber pembuangan limbah lebih dari 20 m dari sumur (± 25m)
(2). Keadaan terpelihara
j) Jamban
(1). Kondisi : terpelihara
(2) Jarak jamban dengan sumber air : (± 7 m)
k) Kandang ternak : tidak ada
l) Pemanfaatan pekarangan : untuk membuka warung Ny.M
m) Pemanfataan fasilitas kesehatan : jika ada anggota klg yg sakit diperiksakan ke
Puskesmas, atau kalau memang sudah parah di bawa ke RS, dan jika melahirkan ke
BPS
n) Keluarga tidak mempunyai Asuransi Kesehatan Keluarga Miskin
(10) Fasilitas kesehatan
Meliputi pemanfaatan fasilitas kesehatan, jarak rumah dengan fasilitas kesehatan:
Jika keluarga ada yang sakit berobatnya ke Puskesmas Taman, dengan jarak dari rumah
kurang lebih 1 km, jika melahirkan ke BPS terdekat yang ada di desa tersebut dengan
jarak 500 m.
(11) Keadaan kesehatan keluarga
a) Riwayat perkawinan : lamanya 4 tahun , merupakan pernikahan pertama bagi Tn.W
dan Ny.E. Hubungan dalam keluarga cukup harmonis
Suami Anak Kehamilan Persalinan Bayi Nifas KB
Ke Ke Usia Penyulit Jenis Penyakit Tempat Penolong L/P BB/PB Keadaan Penyulit Laktasi

1. 1. 51cm/
39
Tdk ada Spt B Tdk ada BPS Bidan
♂ 3500 Baik Tdk ada 2th -
mg
gram
1. 2. 49cm/
39
Tdk ada Spt B Tdk ada BPS Bidan
♂ 3500 Baik Tdk ada 2th -
mg
gram
b) Riwayat kehamilan, persalinan, nifas yang lalu

Tiga bulan terakhir tidak ada anggota keluarga yang sakit


c) Tiga bulan terakhir tidak ada anggota keluarga yang sakit
d) Anak pertama yaitu An.N saat masih bayi sudah mendapatkan imunisasi dasar lengkap
(BCG 1x, Polio 1 dan HB unijek saat usia bayi 1 hari ,DPT-HB Combo 3x suntikan
mulai usia 2 bulan, Polio 4x , campak 1x saat usia 9 bulan
Anak yang kedua yaitu An.D sudah mendapatkan imunisasi BCG 1x, Polio 1 dan HB
unijek saat usia bayi 1 hari ,DPT-HB Combo 3x suntikan mulai usia 2 bulan, Polio 4x
, dan kurang imunisasi campak yang akan diberikan pada saat berusia 9 bulan.
e) Ketiga anaknya saat balita status gizinya baik
BB An.N : 18 kg, dalam keadaan sehat, dulu diberi ASI sampai umur 2 tahun, dan
diberi makanan tambahan pada umur 6 bulan dan diberi makan bubur.
BB An.D : 7,9 kg, dalam keadaan sehat, dulu diberi ASI sampai umur 2 tahun, dan
diberi makanan tambahan pada umur 6 bulan dan diberi makan bubur.
f) Riwayat KB
Setelah melahirkan Ny.E tidak memakai KB baik dari anak yang pertama sampai
yang kedua. Ny.E mengatakan pengetahuan tentang KB kurang, sehingga beliau
takut untuk memakai KB sampai saat ini.
g) Riwayat Ginekologi.
Ny.E mengatakan tidak pernah menderita penyakit radang panggul, ataupun penyakit
yang berhubungan dengan organ reproduksi, ibu tidak pernah menderita tumor
payudara ataupun kanker sistem reproduksi.
h) Riwayat makanan tambahan
Ny.E mengatakan anak yang pertama yaitu An.N diberikan makanan tambahan pada
saat berusia 6 bulan, yaitu diberi bubur. Dan pada anak yang kedua, yaitu An.D
diberikan makanan tambahan juga pada saat berusia 6 bulan dan diberi bubur juga.
Pengumpulan data Obyektif
Pemeriksaan Fisik
1). Ny.M
Kepala : Mesocephal, rambut hitam, agak bergelombang, tidak ada benjolan.
Wajah : Oval, tidak oedem, tidak anemis
Mata : simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera putih
Hidung : Bersih, tidak ada pernafasan cuping hidung.
Telinga : Bersih, simetris, tidak ada serumen
Mulut dan gigi : Tidak ada stomatitis, ada caries, ada beberapa gigi yang berlubang
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan tidak ada pembesaran
vena jugularis.
Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, bersih
Dada : Simetris, tidak terdengar whezing dan ronchi
Perut : Datar, hati dan limfe tidak teraba
Punggung : Lordosis
Genitalia : Tidak diperiksa
Ekstremitas : Tidak oedem , tidak cyanosis
Postur tubuh : Tinggi
TTV : T : 120/80 mmHg SH : 36,5 ° C
N : 78x/mnt RR : 20x/mnt
Pemeriksaan Fisik
2). Tn.W
Kepala : Mesocephal, rambut hitam, lurus
Wajah : Oval, tidak oedem, tidak anemis
Mata : Simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera putih
Hidung : Bersih, tidak ada pernafasan cuping hidung.
Telinga : Bersih, simetris, tidak ada serumen.
Mulut dan gigi : Tidak ada stomatitis, ada caries, tidak ada gigi yang berlubang.
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan tidak ada pembesaran
vena jugularis.
Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Dada : Simetris, tidak terdengar whezing dan ronchi
Perut : Datar, hati dan limfe tidak teraba
Punggung : Lordosis
Genitalia : Tidak diperiksa
Ekstremitas : Tidak oedem , tidak cyanosis
Postur tubuh : Tinggi
TTV : T : 120/80 mmHg SH : 36.5 ° C
N : 80x/mnt RR : 20x/mnt
Pemeriksaan Fisik
3). Ny. E
Kepala : Mesocephal, rambut panjang, hitam, lurus
Wajah : Oval, tidak oedem, tidak anemis
Mata : Simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera putih
Hidung : Bersih, tidak ada pernafasan cuping hidung
Telinga : Bersih, simetris, tidak ada serumen
Mulut dan gigi : Tidak ada stomatitis, gigi tidak ada yang berlubang, tidak ada gigi
palsu, ada caries sedikit
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan tidak ada pembesaran
vena jugularis.
Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Dada : Simetris, tidak terdengar whezing dan ronchi
Perut : Datar, hati dan limfe tidak teraba
Punggung : Lordosis
Genitalia : Tidak diperiksa
Ekstremitas : Tidak oedem , tidak cyanosis
Postur tubuh : Tinggi
TTV : T : 120/80 mmHg SH : 36,5° C
N :80x/mnt RR :20x/mnt
Pemeriksaan Fisik
4). An. N
Kepala : Mesocephal, rambut hitam, lurus
Wajah : Oval, tidak pucat, tidak oedem
Mata : Simetris, konjungtiva tidak anemis, sklera putih
Hidung : Bersih, tidak ada pernafasan cuping hidung
Telinga : Bersih, simetris, tidak ada serumen
Mulut dan gigi : Tidak ada stomatitis, tidak ada caries, ada gigi yang berlubang
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan tidak ada pembesaran
vena jugularis.
Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe
Dada : Simetris, tidak terdengar whezing dan ronchi
Perut : Datar, hati dan limfe tidak teraba
Punggung : Lordosis
Genitalia : Tidak diperiksa
Ekstremitas : Tidak oedem , tidak cyanosis
Postur tubuh : Pendek
TTV : T : - mmHg SH : 36,3 ° C
N : - x/mnt RR : 24 x/mnt
Pemeriksaan Fisik
5). An. D
Kepala : Mesocephal, rambut hitam, agak ikal
Wajah : Oval, tidak anemis, tidak oedem
Mata : Simetris, konjungtiva tiak anemis, sklera putih
Hidung : Bersih, tidak ada pernafasan cuping hidung
Telinga : Bersih, simetris, tidak ada serumen.
Mulut dan gigi : Tidak ada stomatitis, tidak ada caries, tidak ada gigi yang
berlubang
Leher : Tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, dan tidak ada pembesaran
vena jugularis.
Ketiak : Tidak ada pembesaran kelenjar limfe, bersih
Dada : Simetris, tidak terdengar whezing dan ronchi
Perut : Datar, hati dan limfe tidak teraba
Punggung : Lordosis
Genitalia : Tidak diperiksa
Ekstremitas : Tidak oedem , tidak cyanosis
Postur tubuh : Pendek
TTV : T : - mmHg SH : 36° C
N : - x/mnt RR : 30x/mnt
Analisis Data
Masalah yang ada pada keluarga Tn. W disebabkan karena keterbatasan pengetahuan dari
Ny.E dan selurung anggota keluarga, Masalah yang ditemukan di dalam keluarga Tn.W
adalah kurangnya pengetahuan Ny.E tentang KB, sehingga muncul ketakutan dari dalam
diri Ny.E untuk ber KB. Dari segi lingkungan dapat disimpulkan pengetahuan dan
perhatian keluarga tentang kriteria rumah sehat sudah cukup baik. Dalam pembinaan
terhadap keluarga Tn.E, tenaga kehatan khususnya bidan harus bekerja sama dengan
keluarga untuk membahas masalah yang timbul dan memikirkan alternatif pemecahan
masalahnya. Dalam hal ini intervensi yang dapat diberikan bidan sebagai langkah awal
adalah memberikan pendidikan kesehatan tentang KB, sehingga diharapkan keluarga dapat
menyelesaikan masalah yang timbul secara tepat dan mandiri, sehingga ketakutan Ibu ber
KB akan dapat teratasi.
B. Diagnosis / Perumusan masalah
Adapun permasalahan yang ada pada keluarga Tn.W adalah:
1) Kurangnya pengetahuan tentang KB
Data subyektif : Ibu menyatakan tidak mengetahui tentang KB
2) Ketakutan Ibu untuk ber KB
Data subyektif : Ibu mengatakan takut untuk memakai KB
Data Obyektif:
1) Keadaan umum : Baik
2) Kesadaran : Compos Mentis
3) BB : 52 kg TB : 158 cm
4) TTV : TD : 120/80 mmhg S : 36 °C
N : 80x/mnt RR : 20x/mnt
C. Prioritas masalah / Perencanaan
1. Kurangnya pengetahuan tentang KB
Kriteria Nilai Bobot Skor Keterangan
Sifat masalah 3 1 3 Ancaman thd kegagalan penerimaan keadaan
yang berhubungan dengan KB
Kemungkinan 2 2 4 Masalah sebenarnya dapat diubah, tetapi secara
masalah dapat bertahap, sesuai dg pemahaman keluarga.
diubah
Potensi masalah 3 1 3 Masalah dapat dicegah dengan pendidikan
utk diubah kesehatan
Menonjolnya 1 1 1 Ibu merasakan sebagai masalah dan perlu
masalah segera ditangani
Jumlah 5 11

2. Ketakutan Ibu apabila memakai KB


Kriteria Nilai Bobot Skor Keterangan
Sifat masalah 3 1 3 Ancaman terhadap pemakaian KB
Kemungkinan 2 2 4 Masalah sebenarnya dapat diubah secara
masalah dapat bertahap, tergantung komunikasi terapeutik
diubah yang dilakukan oleh petugas kesehatan
Potensi masalah 3 1 3 Masalah dapat diubah dengan pendidikan
utk diubah kesehatan.
Menonjolnya 1 1 3 Masalah harus segera diatasi agar Ibu tidak
masalah mempunyai anak terlalu banyak.
Jumlah 5 13

Berdasaarakan prioritas masalah dan hasil pembobotan masalah kesehatan pada keluarga
Tn.S adalah sebagai berikut:
1. Kurangnya pengetahuan Ibu tentang KB
2. Ketakutan Ibu apabila memakai KB.

CATATAN PERKEMBANGAN
NO. Tgl/Jam Diagnosa S.O.A.P
1 25-01-11 Ny. E usia  S : Ibu mengatakan tidak ada keluhan
Pukul 28 tahun  O : KU ibu baik, kesadaran Compos mentis,
11.30 dengan TTV : Tensi : 120/80 mmHg
WIB ketakutan Nadi : 80x/menit
memakai Suhu : 36 °C
KB Pernafasan : 20 x/menit
BB : 52 kg
TB : 158
 A : Ny.E usia 28 tahun dengan ketakutan
memakai KB
 P : Memberi nasehat pada ibu tentang
- Memakai kontrasepsi pada pasangan
usia subur
- Berkonsultasi tentang KB ke bidan atau
petugas kesehatan terdekat
- Membatasi dan mengatur jarak
kehamilan atau anak
2. 30-01-11 Ny. E usia  S : Ibu mengatakan tidak ada keluhan
Pukul 28 tahun Ibu mengatakan senang mendapat
18.30 dengan informasi tentang KB
WIB ketakutan  O : KU ibu baik, kesadaran Compos mentis,
memakai TTV : Tensi : 120/80 mmHg
KB Nadi : 82x/menit
Suhu : 36,5°C
Pernafasan : 20 x/menit
 A : Ny.E usia 28 tahun dengan ketakutan
memakai KB
 P : Memberi nasehat pada ibu tentang
- Mengajak ibu dan suami
mendiskusikan rencana memakai KB
- Menyarankan ibu untuk
segeraberkonsultasi tentang KB ke
bidan atau petugas kesehatan terdekat.
- Rencana kunjungan ulang 3 hari lagi
3. 03-02-11 Ny. E usia  S : Ibu mengatakan tidak ada keluhan
Pukul 28 tahun Ibu mengatakan akan ber KB pada hari ke 5
18.30 dengan haidnya sekarang
WIB ketakutan  O : KU ibu baik, kesadaran Compos mentis,
memakai TTV : Tensi : 120/80 mmHg
KB Nadi : 82x/menit
Suhu : 36,5°C
Pernafasan : 20 x/menit
 A : Ny.E usia 28 tahun dengan ketakutan
memakai KB
 P : Memberi nasehat pada ibu tentang
- Menanyakan kepada Ibu KB apa yang
beliau inginkan
- Apabila Ibu masih bingung dalam
pemilihan KB yang tepat, maka kita
sarankan agar langsung menuju rumah
bidan atau petugas kesehatan terdekat.

genogram dan perencanaan kesehatan


Kesehatan itu bisa direncanakan kok

O ya?

Gini, langsung saja ya, contohnya saya sendiri.


Berikut ini adalah pohon keluarga saya, wah buka-bukaan rahasia keluarga nih. Saya
sarankan Anda juga membuat genogram (pohon keluarga) dengan penyakit-penyakit
yang diderita keluarga Anda. Dengan melihat pohon keluarga beserta penyakit yang
diderita keluarga ini, maka akan dapat terlihat dengan jelas penyakit-penyakit apa yang
rentan Anda derita.
Pada kasus saya ini, berarti saya rentan menderita hipertensi, stroke dari jalur bapak dan
rentan menderita diabetes mellitus dari jalur ibu. Berarti saya ini adalah pertemuan dari dua
kecenderungan penyakit keluarga yaitu hipertensi yang berakibat stroke serta diabetes
mellitus. Nah, setelah tahu titik rentan penyakit yang ada dalam keluarga, selanjutnya kita
membuat perencanaan kesehatan untuk diri kita.

Adanya peluang diabetes mellitus yang tinggi di keluarga saya, berarti agar tidak jatuh dalam
penyakit diabetes mellitus, saya harus membuat pembatasan mengenai jumlah kalori dalam
diet tidak boleh melebihi kebutuhan harian aktivitas sehari-sehari. Apalagi saya sekarang
sudah tidak lagi masuk dalam fase pertumbuhan. Sebenarnya sih juga masih mengalami
pertumbuhan, hanya saja untuk mengukur tinggi badannya harus dalam posisi tubuh
telentang, biar ketahuan pertambahan tinggi badannya.. hallah.

Intinya, untuk mengurangi resiko terjadinya penyakit diabetes mellitus dalam diri saya,
adalah jangan sampai tubuh saya menjadi obese alias gendut. Banyak ukuran yang
menyatakan obese tidaknya seseorang. Secara rumus sederhana, begini, berat badan ideal
sama dengan tinggi badan dikurangi seratus, hasilnya dikurangi sepuluh persen dari hasil
tersebut. Bingung kan.

Misalnya tinggi badan saya 174 cm, berarti 174 – 100 = 74. 74 dikurangi 10 persen dari 74.
Jadi 74 – 7,4 = 66.6 dibulatin dikit jadi 67 kg. Saat ini berat badan saya 83 kg berarti saya
termasuk obese, saya mengalami kelebihan 23 persen dari berat badan ideal saya. Inilah
yang menjadi masalah saya. Saya harus berusaha menurunkan 23 persen kelebihan berat
badan.

Untuk mengurangi resiko hipertensi dari banyaknya leluhur keluarga yang menderita
hipertensi dan berakhir stroke, dan dengan melihat tekanan darah saya yang saat ini masih
dalam batas normal 120/80 mmHg, beberapa hal yang harus saya upayakan. Salah satu dari
sekian banyak faktor resiko keluarga yang menyebabkan hipertensi dari jalur bapak adalah
hampir semua saudara bapak itu karakternya bertipe temperamental. Mudah emosional.
Dengan menyadari hal ini, berarti saya tidak boleh terlalu emosional dalam menyikapi
masalah-masalah yang saya hadapi dalam kehidupan sehari-hari saya.
Nah.. jadi jelas kan. Bahwa dengan melihat siapa diri kita. Dengan kita melakukan “audit”
kesehatan keluarga kita terutama dari leluhur-leluhur biologis kita, maka dari sana kita akan
membuat perencanaan tentang apa yang harus kita lakukan untuk mengoptimalkan jumlah
dan kualitas hari-hari sehat yang akan kita lalui hingga kita berusia lanjut nanti. Awal usaha
untuk perencanaan kesehatan itu adalah mengetahui usaha-usaha pencegahan dari
penyakit-penyakit keluarga yang bisa kita cegah. Ada juga sih, tetapi sangat jarang penyakit
keluarga yang tidak bisa dicegah seperti thalasemia. Hanya bisa dicegah pada saat konseling
pra nikah dengan merunut pohon keluarga leluhur sampai 2 hingga 3 generasi termasuk
memelototin jenis-jenis penyakit yang diderita keluarga. Kalo ada thalasemia yang diderita
dari kedua keluarga yang mau menikah, sangat baik apabila kedua calon itu tidak
meneruskan hubungan serius lebih lanjut menuju pernikahan, yang nantinya akan
memperbesar peluang menderita penyakit tersebut pada anak-anak yang dilahirkan dari
hasil pernikahan itu. Sadis benar ya… tapi dengan melihat hak sehat dari anak turun hasil
pernikahan….membatalkan pernikahan adalah langkah yang paling adil.
2) Lingkungan Fisik

 Perumahan
Rumah semi permanen, lantai papan, kebersihan kurang, ventilasi < 10 % dari luas lantai,
pencahayaan remang-remang, kamar mandi punya, jarak rumah dengan tetangga dekat,
halaman di sekitar rumah ada, halaman dimanfaatkan sebagai kebun kecil.

 Sumber Air Bersih


Sumber air masak dan minum dari sumur, pengolahan air minum dimasak, sumber air mandi
dan mencuci dari sumur, jarak sumber air dengan septic tank lebih dari 10 meter, tempat
penampungan air sementara di gentong dan bak, tempat penampungan air tertutup, kondisi air
tidak berasa dan tidak berwwarna.

 Sistem Pembuangan Sampah


Mengelola sampah dengan dibakar, keluarga memiliki tempat penampungan sampah sementara
sebelum dibakar, kondisi tempat penampungan sampah sementara terbuka, jaraknya lebih dari 5
meter.

 Sistem Pembuangan Kotoran Rumah Tangga


Kebiasaan BAB di WC, jenis plengsengan, kondisi kurang bersih dan licin, sistem pembungan
air limbah dalam bentuk resapan.

 Hewan peliharaan
Keluarga memiliki hewan peliharaan burung dan kucing, di pelihara di dalam rumah, dan kurang
terawat.

3) Kondisi Kesehatan Umum

 Status Kesehatan ini :


ibu dan anak pertamanya menderita asma, Penyakit 3 bulan terakhir : asma, meninggal 3
bulan terakhir tidak ada.

 Perilaku Kesehatan
Frekuensi makan keluarga normal 2-3 kali per hari, tidak ada masalah dalam makan dan kualitas
makan baik, minukm keluarga baik, garam yang digunakan cap kapal api dan beriodium, BAB
dan BAK keluarga normal, tidak ada masalah.

 Pelayanan Kesehatan
Sarana kesehatan yang paling dekat puskesmas, tempat beerobat keluarga di puskesmas,
kebiasaan sebelum berobat tidak membeli obat bebas, penggunaan obat dengan resep nakes,
sumber pendanaan kesehatan keluarga dari Jaminan Pengaman Sosial seperti Jamkesmas,
penyakit yang sering di derita keluarga dalam 3 bulan terakhir adalah batuk dan pilek

 Riwayat kesehatan ibu


GIV PIII AO, jarak persalinan terakhir 7 tahun, penolong persalinan terakhir oleh bidan Erinani,
PUS dalam keluarga tidak ada, ibu tidak menggunakan KB. Keterangan kehamilan ibu terlampir
dalam asuhan kebidanan.
 Remaja
Kegiatan diluar sekolah tidak ada, kebiasaan remaja baik.

4) Pengetahuan Gizi Ibu

 Dari pertanyaan yang diajukan ibu mampu menjawab tentang makanan sumber karbohidrat,
sumber vitamin dan mineral, penyebab kurang darah atau anemia, penyebab gondok,
makanan sumber serat, pertolongan pertama saat muntah berak, dan ASI yang pertama kali
keluar sebaiknya deberikan pada bayi.
 Dari pertanyaan yang diajukan, ibu tidak mampu menjawab tentang makanan sumber protein,
penyebab rabun senja dan katarak, serta apa yang disebut dengan ASI eksklusif.
2. Prioritas Masalah

1) Ibu hamil dengan risiko tinggi dan asma

2) Kurangnya kebersihan tentang pola hidup bersih dan sehat

3) Penyakit Asma pada keluarga

3. Intervensi

1) Lakukan Asuhan Kebidanan pada Ibu hamil

2) Lakukan penyuluhan tentang kehamilan trimester III

3) Lakukan penyuluhan tentang PHBS ( Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)

4) Lakukan penyuluhan tentang penyakit asma

5) Lakukan pemantauan dan kunjungan ulang pada keluarga

4. Implementasi

1) Melakukan Asuhan Kebidanan pada ibu hamil, Ny. Lansiah GIV PIII AO, usia kehamilan
34 minggu, janin tunggal hidaup intrauterin, presentasi kepala pada tanggal 16 Juli 2012 jam
11.00 WIB di rumah keluarga binaan.

2) Melakukan penyuluhan mengenai kehamilan trimester III pada tanggal 17 Juli 2012 jam
10.30 WIB di rumah keluarga binaan.

3) Melakukan penyuluhan tentang PHBS pada tanggal 18 Juli 2012 jam 10.00 WIB di rumah
keluarga binaan.

4) Melakukan penyuluhan kepada keluarga binaan tentang penyakit asma pukul 10.30 WIB
di rumah keluarga binaan.

5) Melakukan pemantauan dan kunjungan ulang pada keluarga 1 hari lagi.

5. Evaluasi
1) Asuhan kebidanan pada ibu hamil telah dilakukan

2) Penyuluhan mengenai kehamilan trimester II telah disampaikan

3) Penyuluhan tentang PHBS telah disampaikan

4) Penyuluhan tentang penyakit asma telah disampaikan

5) Kunjungan ulang 1 hari lagi besok tanggal 19 Juli 2012.

E. Catatan Perkembangan
Tanggal 19 Juli 2012

S :

 Keluarga telah melakukan pesan yang disampaikan dengan mulai memperhatikan kebersihan
lingkungan, diri dan
 Keluarga mulai mempraktekkan pola hidup sehat dengan makan-makanan beragam dan
bergizi
O :

 Rumah tampak berrsih dan rapi


 Keluarga mulai tampak memperhatikan kebersihan diri
A : Keluarga Tn. Ahmad Larin dengan ibu hamil risiko tinggi, penyakit asma, masalah
kebersihan dan pola hidup sehat

P :

 Memberitahu keluarga hasil pemeriksaan.


 Keluarga mengerti dengan penjelasan-penjelasan yang telah disampaikan
 Keluarga bersedia untuk mengikuti semua anjuran yang telah disampaikan.

AHULUAN
A. Latar Belakang
Perkembangan nasional dibidang kesehatan bertujuan untuk mencapai kemampuan untuk hidup sehat, bagi
setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.
Untuk mewujudkan kesehatan masyarakat secara optimal diperlukan peran serta
masyarakat dan sumber daya masyarakat sebagai modal dasar dalam pembangunan nasioal,
termasuk keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat.

Dalam upaya mewujudkan kesehatan masyarakat terutama dalam mencegah angka


kematian ibu dan anak pemerintah mencanangkan program safe methorhood yang berupa 6
pilar sebagai realisasi kerja, antara lain :
1. Pelayanan keluarga berencana

2. Asuhan antenatal

3. Persalinan bersih dan aman

4. Pelayanan obsetrik neonatal

5. Pelayanan kesehatan dasar

6. Pelayanan kesehatan primer dengan pemberdayaan wanita

Keluarga merupakan unit terkecil dari masyarkat dimana masalah kesehatan dapat
timbul, berupa masalah KIA/KB, KELING.

Dalam hal ini penulis mengambil kasus pada keluarga Tn. S pada RT. 01 RW. 02 Desa
Kemanggungan Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal sebagai bukti pelaksanaan praktek kebidanan
komunitas dan melaksanakan implementasi sesuai dengan prioritas masalah.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum

Membantu masyarakat dalam mengupayakan hidup sehat sehingga mencapai derajat


kesehatan yang optimal.

2. Tujuan Khusus

a. Mengidentifikasi masalah kesehatan yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan anak
pada keluarga.

b. Menemukan masalah yang ada dan memprioritaskannya

c. Merumuskan berbagai alternatif pemecahan maasalah

d. Implementasi hasil rumusan alternatif pemecahan masalah

e. Mendorong dan meningkatkan kesadaran serta partisipasi keluarga dalam upaya


mendorong dirinya sendiri dalam bidang kesehatan, serta menanamkan perilaku hidup
sehat

C. Metode
Dalam penyusunan laporan ini penulis menggunakan metode deskriptif analitik yang menggunakan metode
wawancara dan pendataan.
D. Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan laporan ini terdiri dari 5 Bab, adapun sistematika penulisan dari masing-masing Bab, sebagai
berikut :
1. BAB I : PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Tujuan Penulisan

C. Metode

D. Sistematika Penulisan
2. BAB II : LANDASAN TEORI

A. Konsep Komunitas

B. Konsep Keluarga

C. Masalah Utama

3. BAB III : TINJUAN KASUS

A. Pengkajian

B. Intervensi

4. BAB IV : PEMBAHASAN

5. BAB V : PENUTUP

A. Kesimpulan

B. Saran

BAB II
LANDASAN TEORI
A. Konsep Kebidanan Komunitas
Konsep adalah kerangka ide yang mengandung suatu pengertian tertentu. Kebidanan berasal dari kata “Bidan”
yang artinya adalah seseorang yang telah mengikuti pendidikan tersebut dan lulus serta terdaftar atau mendapat
ijin melakukan praktek kebidanan.
Sedangkan kebidanan sendiri mencakup pengetahuan yang dimiliki bidan dan kegiatan
pelayanan yang dilakukan untuk menyelamatkan ibu dan bayi yang dilahirkan (J.H. Syahlan,
1996).

Komunitas adalah kelompok orang yang berada di suatu lokasi tertentu. Sarana
kebidanan komunitas adalah ibu dan anak balita yang berada dalam keluarga dan masyarakat.
Pelayanan kebidanan komunitas dilakukan diluar rumah sakit. Kebidanan komunitas dapat juga
merupakan bagian atau kelanjutan pelayanan kebidanan yang diberikan di rumah sakit.
Pelayanan kesehatan ibu dan anak di lingkungan keluarga merupakan kegiatan kebidanan
komunitas.

Kelompok komunitas terkecil adalah keluarga individu yang dilayani adalah bagian dari
keluarga atau komunitas. Oleh karena itu, bidan tidak memandang pasiennya dari sudut biologis.
Akan tetapi juga sebagai unsur sosial yang memiliki budaya tertentu dan dipengaruhi oleh
kondisi ekonomi dan lingkungan disekelilingnya.

Dapat ditemukan disini bahwa unsur-unsur yang tercakup didalam kebidanan komunitas
adalah bidan, pelayanan kebidanan, sasaran pelayanan, lingkungan dan pengetahuan serta
teknologi.

Asuhan kebidanan komunitas adalah merupakan bagian integral dari system pelayanan
kesehatan, khususnya dalam pelayanan kesehatan ibu, anak dan Keluarga Berencana.

B. Manajemen Kebidanan Komunitas


Dalam memecahkan masalah pasiennya, bidan menggunakan pendekatan manajemen kebidanan.
Manajemen kebidananan adalah metode yang digunakan oleh bidan dalam menentukan
dan mencari langkah-langkah pemecahan masalah serta melakukan tindakan untuk
menyelematkan pasiennya dari gangguan kesehatan.

Penerapan manajemen kebidanan melalui proses yang secara berurutan yaitu


identifikasi masalah, analisis dan perumusan masalah, rencana dan tindakan pelaksanaan serta
evaluasi hasil tindakan. Manajemen kebidanan juga digunakan oleh bidan dalam menangani
kesehatan ibu, anak dan KB di komuniti, penerapan manajemen kebidanan komuniti (J.H.
Syahlan, 1996).

1. Identifikasi masalah

Bidan yang berada di desa memberikan pelayanan KIA dan KB di masyarakat melalui
identifikasi, ini untuk mengatasi keadaan dan masalah kesehatan di desanya terutama yang
ditujukan pada kesehatan ibu dan anak. Untuk itu bidan melakukan pengumpulan data
dilaksanakan sccara langsung ke masyarakat (data subyektif) dan data tidak langsung ke
masyarkaat (data obyektif)

a. Data Subyektif

Data subyektif diperoleh dari informasi langsung yang diterima dai masyarakat.
Pengumpulan data subyektif dilakukan melalui wawancara. Untuk mengetahui keadaan
dan masalah kesehatan masyarakat dilakukan wawancara terhadap individu atau
kelompok yang mewakili masyarakat.

b. Data Obyektif

Data obyektif adalah data yang diperoleh dari observasi pemeriksaan dan penelaahan
catatan keluarga, masyarakat dan lingkungan. Kegiatan dilakukan oleh bidan dalam
pengumpulan data obyektif ini ialah pengumpulan data atau catatan tentang keadaan
kesehatan desa dan pencatatan data keluarga sebagai sasaran pemeriksaan.

2. Analisa dan perumusan masalah

Setelah data dikumpulkan dan dicatat maka dilakukan analisis. Hasil analisis tersebut
dirumuskan sebagai syarat dapat ditetapkan masalah kesehatan ibu dan anak di komuniti.

Dari data yang dikumpulkan, dilakukan analisis yang dapat ditemukan jawaban tentang :

a. Hubungan antara penyakit atau status kesehatan dengan lingkungan keadaan sosial
budaya atau perilaku, pelayanan kesehatan yang ada serta faktor-faktor keturunan yang
berpengaruh terhadap kesehatan. (H.L. Blum).

b. Masalah-masalah kesehatan, termasuk penyakit ibu, anak dan balita

c. Masalah-masalah utama ibu dan anak serta penyebabnya

d. Faktor-faktor pendukung dan penghambat

Rumusan masalah dapat ditentukan berdasarkan hasil analisa yang mencakup masalah
utama dan penyebabnya serta masalah potensial.

3. Diagnosa potensial

Diagnosa yang mungkin terjadi


4. Antisipasi penanganan segera

Penanganan segera masalah yang timbul

5. Rencana (intervensi)

Rencana untuk pemecahan masalah dibagi menjadi tujuan, rencana pelaksanaan dan
evaluasi.

6. Tindakan (implementasi)

Kegiatan yang dilakukan bidan di komunitas mencakup rencana pelaksanaan yang sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai.

7. Evaluasi

Untuk mengetahui ketepatan atau kesempurnaan antara hasil yang dicapai dengan tujuan
yang ditetapkan.

C. Konsep Dasar Keluarga


1. Pengertian keluarga

Keluarga adalah unit terkecil masyarakat, terdiri atas 2 orang atau lebih adanya ikatan
perkawinan dan pertalian darah, hidup dalam satu rumah tangga dibawah asuhan seorang
kepala rumah tangga berinteraksi diantara sesama anggota keluarga, setiap anggota
keluarga mempunyai peran masing-masing, menciptakan, mempertahankan suatu
kebudayaan. (Depkes. RI. 1998 dan Salvicion G Bailon dan Aracelis Maglaya, 1989).

2. Struktur keluarga

a. Patrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara, seadarah dalam beberapa
generasi dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ayah.

b. Matrilineal

Adalah keluarga sedarah yang terdiri dari sanak saudara dalam beberapa generasi
dimana hubungan itu disusun melalui jalur garis ibu.

c. Matrilokal

Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah istri.

d. Patrilokal

Adalah sepasang suami istri yang tinggal bersama keluarga sedarah suami.

e. Keluarga kawinan

Adalah hubungan suami istri sebagai dasar bagi pembinaan keluarga dan beberapa
sanak saudara yang menjadi bagian keluarga karena adanya hubungan dengan suami
atau istri.

3. Ciri-ciri struktur keluarga

a. Terorganisasi
b. Ada keterbatasan

c. Ada perbedaan dan kekhususan

4. Ciri-ciri keluarga

a. Diikat dalam suatu tali perkawinan

b. Ada hubungan darah

c. Ada ikatan batin

d. Ada tanggung jawab masing-masing anggotnya

e. Ada pengambilan keputusan

f. Kerjasama diantara anggota keluarga

g. Komunikasi interaksi antar anggota keluarga

h. Tinggal dalam satu rumah

5. Ciri-ciri keluarga Indonesia

a. Suami sebagai pengambil keputusan

b. Merupakan suatu kesatuan yang utuh

c. Berbentuk monogram

d. Bertanggung jawab

e. Pengambil keputusan

f. Meneruskan nilai-nilai budaya bangsa

g. Ikatan kekeluargaan sangat erat

h. Mempunyai semangat gotong royong

6. Tipe/bentuk keluarga

a. Keluarga inti (nuclear family)

Adalah keluarga terdiri dari satu ayah, ibu dan anak-anak.

b. Keluarga besar (exended family)

Adalah keluarga inti ditambah dengan sanak saudara misalnya nenek, kakek, keponakan,
saudara sepupu, paman, bibi dan sebagainya.

c. Keluarga berantai (sereal family)

Adalah keluarga yang terdiri dari wanita dan pria yang menikah lebih dari satu kali dan
merupakan satu keluarga inti.

d. Keluarga duda/ janda (single family)


Adalah keluarga yang terjadi karena perceraian atau kematian.

e. Keluarga berkomposisi (composite)

Adalah keluarga yang perkawinannya berpoligami yang hidup secara bersama.

f. Keluarga kabitas (cahabitation)

Adalah dua orang menjadi satu tanpa pernikahan tetapi membentuk suatu keluarga.

Tipe keluarga Indonesia umumnya menganut tipe keluarga besar (extended family) karena
masyarakat Indonesia yang terdiri dari berbagai suku hidup dalam suatu komuniti dengan
adat istiadat yang sangat kuat.

7. Perawatan kesehatan keluarga

Adalah tingkat perawatan kesehatan masyarakat yang ditujukan atau dipusatkan pada
keluarga sebagai unit atau satu kesatuan yang dirawat dengan sehat sebagai tujuan dan
melalui perawatan sebagai sasaran.

D. Masalah Utama (Diare)

1. Pengertian

a. Diare adalah bentuk kotoran anak yang semula padat berubah menjadi lembek atau cair
dan buang air besar 3 kali atau lebih 24 jam (Buku KIA)

b. Diare adalah buang air besar (DEFEKASI) dengan jumlah tinja yang lebih banyak dari
biasanya (normal 100 – 200 ml/ jam tinja dengan tinja berbentuk cairan atau setengah
cair (setengah padat) dapat pula disertai frekuensi defkasi yang meningkat (Kapita
Selecta Kedokteran Jilid 1 : 501)

c. Diare adalah buang air besar encer atau cair lebih dari 3 kali sehari (WHO, 1980)

2. Tanda dan Gejala

Tanda dan gejala anak mederita penyakit diare adalah

a. Buang air besar encer atau cair 3 kali atau lebih dalam 24 jam

b. Tidak ada darah dalam BAB

3. Cara Pencegahan dan Penanganan Diare

a. Cara Pencegahan Diare

1) Pemberian hanya ASI saja pada bayi sampai usia 4 – 6 bulan

2) Mencuci tangan dengan sabun setelah berak dan sebelum memberi makan anak

3) Menggunakan jamban dan menjaga kebersihannya

4) Pembuangan tinja anak ditempat yang benar

5) Makanan dan minuman menggunakan air matang

b. Cara Penanganan Diare


1) Perbanyak pemberian minuman misalnya ASI, air matang, air syur, oralit

Cara pemberian oralit dan takarannya

Masukkan 1 bungkus oralit kedalam 1 gelas air (200 cc) yang sudah dimasuk atau air
minum dan aduk sampai rata

2) ASI tetap diberikanterutamapada bayi untuk anak yang tidak menetek. Pemberian
makanan lunak tetap diteruskan

3) Segera dibawa ke petugas kesehatan bila anak tidak membaik dalam 3 hari atau bila
ada tanda-tanda :

a} Buang air besar encer berkali-kali

b} Muntah berulang-ulang

c} Rasa haus yang nyata

d} Demam

e} Makan / minum sedikit

f} Darah dalam tinja

ASUHAN KEBIDANAN KOMUNITAS PADA KELUARGA TN. S


Tanggal : 15 Februari 2008

Waktu : 16.00 WIB

Tempat : Rumah Tn. S

I. Pengkajian
A. Data Umum

1. Identitas Kepala Keluarga

Nama : Tn. S

Umur : 33 tahun

Agama : Islam

Suku Bangsa : Jawa/ Indonesia

Jenis Kelamin : Laki-laki

Pendidikan : SMP

Pekerjaan : Wiraswasta

Status perkawinan : Kawin

Alamat : RT. 01 RW. 02 Desa Kemanggungan Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal

2. Susunan Keluarga
N U L S P P A K
a m / t e ek g e
m u P a n er a a
a r t d ja m d
u d a a a
s k n a
n n

H 2 P I S IR I S
e 5 s M T s e
r L t A l h
l t r - a a
L T
i h i m t
K -
n
a 5 A I S
n - s e
S t a l h
y h k a a
a m t
h 1 A
r n I D
i t a s i
l h k l a
a r
A m e
j
i
N
u
r

I
s
m
a
i
l

Genogram

Ketera
ngan :

: Laki-
laki

:
Perem
puan
: Anak yang dikaji

Tipe keluarga ini adalah keluarga inti, yang paling dominan dalam
mengambil keputusan adalah ayah sebagai kepala keluarga. Hubungan dalam keluarga
harmonis.

3. Kegiatan Sehari-hari

a. Kebiasaan tidur/ istirahat

1) Ayah tidak pernah tidur siang karena bekerja, malam dapat istirahat cukup

2) Ibu tidak pernah siang, malam dapat istirahat cukup

3) Anak-anak siang mesti tidur, malam istirahat cukup

b. Kebiasaan makan dan minum

Seluruh anggota keluarga makan 3 kali/hari dengan makanan pokok nasi ditambah lauk
pauk (tahu, tempe, kadang-kadang telur dan ikan) serta sayur sayuran jarang diselang-
seling dengan buah-buahan, anak-anak sudah diberikan makan pengganti ASI yaitu
pisang.

c. Penggunaan waktu senggang

Penggunaan waktu senggang oleh ibu digunakan untuk membersihkan rumah dan
mengurus keluarganya. Ibu kurang aktif mengikuti kegiatan pengajian ataupun yang
lainnya.

4. Situasi sosial budaya dan ekonomi

a. Penghasilan suami tiap bulan tidak tetap tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-
hari. Keperluan belanja keluarga menjadi tanggung jawab ibu dan istri.

b. Hubungan keluarga dengan masyarakat sekitar baik.

5. Situasi lingkungan

a. Perumahan

Rumah milik sendiri. Jenis rumah permanen, atap dari genting lantainya ubin.
Kebersihan rumah kurang, ventilasi cukup, pencahayaan cukup, penerangan rumah pada
malam hari menggunakan listrik dan tidak ada cerobong asap.

b. Sumber air minum

Menggunakan sumur gali, keadaan air jernih, tidak berbau dan tidak berasa.

c. Tempat pembuangan tinja

Keluarga mempunyai jamban pribadi, namun kondisi jamban tidak terpelihara.

d. Pembuangan sampah

Sampah dibuang di tempat yang terbuka, di pinggir sungai.

6. Status kesehatan keluarga


a. Bila ada anggota keluarga yang sakit dibawa ke puskesmas

b. Imunisasi kurang lengkap

c. KB : Ibu ikut KB suntik

d. Riwayat persalinan

Anak yang pertama dan kedua ditolong oleh bidan

e. Keadaan gizi keluarga

Pertumbuhan fisik keluarga Tn. S cukup, berat badan umumnya sesuai dengan usia anak,
secara sepintas anak tampak sehat.

f. Penyakit yang pernah diderita

Untuk sebelumnya anaknya Tn. S juga menderita diare

g. Pengetahuan ibu

Ibu mengerti cara mengobati diare dengan obat tradisional

i. Analisa Data
Dari analisa data masalah kesehatan yang dialami keluarga adalah lingkungan yang kurang
bersih (tidak adanya cerobong asap) didukung oleh sosial ekonomi yang masih rendah dan
kurangnya pengetahuan tentang kesehatan. Faktor ini dapat berpengaruh terhadap status
kesehatan keluarga itu. Hal ini bisa dilihat pada anaknya yang menderita diare.

Dalam hal ini bidan perlu memberikan perawatan dan penyuluhan tentang diare maupun
kesehatan lingkungannya.

ii. Perumusan Masalah


Dari hasil analisa data timbul masalah pada keluarga yang disebabkan ketidaktahuan keluarga
dalam masalah kesehatan adalah sebagai berikut :

1. Kebersihan lingkungan

2. Diare

iii. Prioritas Masalah


Untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh keluarga Tn. S maka perlu dilakukan prioritas
masalah yang ada sesuai dengan metode Hanlon kualitatif dengan USG (Urgency/mendesak,
Seriuousness/kegawatan, Growth/ perkembangan).

1. Kesehatan lingkungan (kebersihan)

N Kriteria Perhitung Sk Pembenar


o an or an

1 Sifat 2/3 x 1 2/ Ancaman


. Masalah 3 kesehatan

2 Kemungkin ½x2 1 Adanya


. an masalah kemuan
dapat dari
dirubah keluarga
untuk
menciptak
an
lingkungn
a yang
bersih

3 Potensi 1/3 x 1 1/ Dengan


. pencegaha 3 penyuluha
n n tidak
menjamin
dapat
merubah
perilaku
tersebut

4 Penonjolan 0/2 x 1 0 Keluarga


. masalah tidak
menyadari
bahwa
kebersiha
n
lingkunga
n
berpengar
uh
terhadap
status
kesehatan
keluarga

Total skor 2

2. Diare

USG

M 1 2 T M 1 2 T M 1 2 T
H H H

1 - 0 1 - 0 1 - 0

2 0 2 0 2 0

T 0 1 T 0 1 T 0 1
V V V

T 0 0 T 0 0 T 0 0
H H H
T 0 1 T 0 1 T 0 1

Diare Diare Diare

Dari perhitungan diatas maka prioritas masalah yang harus diintervensi adalah :

2. Diare

3. Kebersihan lingkungan

ASUHAN KEBIDANAN PADA AN. A


DENGAN DIARE DEHIDRASI RINGAN
Tanggal : 17 Februari 2008

Waktu : 19.00 WIB

Tempat : di Rumah Tn. S

I. PENGUMPULAN DATA

B. Data Subyektif

1. Biodata

Nama anak : An. A

Umur : 1 bln

Jenis kelamin : perempuan

Nama Ibu : Ny. H Nama Bapak : Tn. S

Umur : 25 Th Umur : 32 Th

Agama : Islam Agama : Islam

Suku bangsa : Jawa Suku bangsa : Jawa

Pendidikan : SMA Pendidikan : SMP

Penghasilan : – Penghasilan : tidak tetap

Status perkawinan : Syah perkawinan ke : 1

Lama perkawinan : 7 Th

Alamat : Kemanggungan RT.01 RW. 02 Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal

2. Keluhan Utama

Ibu mengatakan anaknya BAB 3x sehari dengan konsistensi cair sejak 1 hari yang lalu.

3. Riwayat kesehatan sekarang

- Ibu mengatakan anaknya tidak menderita penyakit kelainan darah seperti hemofilia
- Ibu mengatakan anaknya tidak menderita penyakit kelainan congenital

- Ibu mengatakan anaknya tidak menderita penyakit infeksi kronis seperti TBC

- Ibu mengatakan anaknya tidak menderita penyakit keturunan seperti Diabetes Mellitus

- Ibu mengatakan anaknya tidak menderita retradasi mental.

4. Imunisasi yang didapat

- BCG : 1 kali – Polio : 4 kali

- Hepatitis : 3 kali – Campak : belum

- DPT : 3 kali

5. Pola kebutuhan sehari-hari

Sebelum Sakit Selama Sakit

 

Makan : 3x/ hari Makan : 3 x/ hari

Porsi : 1 porsi kecil habis Porsi : 1 porsi kecil tidak habis

Jenis : ASI + makanan tambahan Jenis : ASI, bubur

Gangguan : tidak ada Gangguan : sulit makan

Minum : Minum :

Jenis : ASI, air putih Jenis : ASI, air putih

Gangguan : tidak ada Gangguan : tidak ada

 

BAB : 1 kali/ hari BAB : > 3 x/ hari

Konsitensi : lunak Konsitensi : cair

Warna : kuning kecoklatan Warna : kuning

Gangguan : tidak ada Gangguan : Diare

BAK : 5 x/ hari BAK : 4 – 5x/ hari

Warna : kuning jernih Warna : kuning jernih

Gangguan : tidak ada Gangguan : tidak ada

 

Tidur siang : + 1 jam Tidur siang : : + 1 jam

Tidur malam : + 9 jam Tidur malam : 8 jam


Gangguan : tidak ada Gangguan : anak rewel

6. Faktor sosial budaya

Ibu mengatakan tidak menganut adat istiadat setempat yang mempengaruhi


perkembangan anak

7. Kemampuan anak

Motorik Kasar : Berjalan sendiri tanpa jatuh

Motorik Halus : Mencoret-coret dengan alat tulis

Bahasa : Mengungkapkan keinginan secara sederhana

Perilaku Sosial : Menunjuk bagian tubuh dan menyebut namanya

C. Data Obyektif

1. Pemeriksaan fisik

a. Kesadaran : composmentis

b. Keadaan umum : sedang

- Tanda-tanda vital

Suhu : 37 oC

Nadi : 92 x/ menit

Respirasi : 30 x/ menit

c. Pemeriksaan antopometri

BB : 9,5 kg LIKA : 40 cm

PB : 70 cm LILA : 10 cm

d. Kepala-leher

Kepala : mesochepal

Muka : simetris, tidak oedema

Mata : simetris

Mulut : simetris, mulut/bibir kering, tidak ada stomatitis, gigi susu sudah tumbuh 1
buah

Hidung : simetris, tidak ada polip, tidak ada secret dan epitaksis

Telinga : simetris, tidak ada pembesaran kelenjar limfe, tidak ada secret

Kulit : kering, turgor baik

Leher : tidak ada pembesaran pada kelenjar tyroid


Aksila : tidak ada pembesaran pada kelenjar limfe

e. Thorax anterior

Simetris, tidak ada retraksi sternal

f. Abdomen anterior

Tidak ada pembesaran hati dan limpa

g. Genetalia

Sesuai dengan jenis kelamin laki-laki festis sudah turun

h. Anus

Berlubang, kemerahan, BAB > 3x/hari dengan konsistensi cair

i. Ekstermitas atas dan bawah

Simetris, tidak ada oedema, dapat digerakkan bebas

2. Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan laboratorium : tidak dilakukan

Rontgen : tidak dilakukan

USG : tidak dilakukan

II. INTERPRETASI DATA

a. Diagnosa Nomenklatur

An. A umur 1 tahun jenis kelamin laki-laki dengan DIARE

Data dasar:

Data S:





Data O







Suhu : 37 0C

Nadi : 92 x/ menit

Respirasi : 30 x / menit




b. Diagnosa Masalah

Gangguan eliminasi dengan adanya keluhan BAB > 3x/hari dengan konsistensi cair.

c. Diagnosa Kebutuhan

Penyuluhan tentang diare dan support mental pada keluarga.

III. DIAGNOSA POTENSIAL

Potensial terjadi diare dengan dehidrasi berat.

IV. ANTISIPASI PENANGANAN SEGERA

Amati tanda bahaya terjadinya dehidrasi berat.

1. Mata cekung

2. Demam

3. Anak tidak mampu minum, turgor kulit kurang

4. Sakit anak menjadi parah

V. INTERVENSI

1. Beritahu ibu dan keluarga tentang keadaan anaknya sekarang

2. Beritahu ibu dan keluarga agar tidak memberikan obat-obatan dari warung

3. Beritahu ibu dan keluarga untuk memberikan obat dari Nakes pada anaknya apabila
demam/kompres air hangat

4. Beritahu ibu dan keluarga agar tidak memberikan makanan pendamping ASI sampai bayinya
berumur 6 bulan

5. Beritahu ibu dan keluarga tanda diare dan dehidrasi berat

6. Anjurkan ibu dan keluarga memeriksakan anaknya ke puskesmas

VI. IMPLEMENTASI

1. Memberitahu ibu dan keluarga bahwa anaknya menderita diare jadi ibu tidak perlu khawatir
tapi harus segera diberikan penanganan

2. Memberitahu ibu dan keluarga agar tidak memberikan obat-obatan dari warung karena diare
akan sembuh

3. Memberitahu ibu dan keluarga untuk memberikan obat dari Nakes apabila anaknya
demam/mengompres dengan air hangat

4. Memberitahu ibu dan keluarga agar tidak memberikan makanan pendamping ASI seperti
pisang sampai anaknya berumur 6 bulan, cukup diberikan ASI saja secara on demand

5. Memberitahu ibu dan keluarga agar anaknya banyak minum air putih agar tidak dehidrasi.
6. Memberitahu ibu dan keluarga bahaya diare.

- penderita akan kehilangan cairan tubuh

- penderita tersebut menjadi lesu dan lemas

- penderita dapat meninggal bila kehilangan cairan tubuh lebih banyak lagi

7. Menganjurkan ibu dan keluarga untuk memeriksakan anaknya ke puskesmas untuk


mendapatkan penanganan segera.

VII. EVALUASI

1. Ibu dan keluarga mengerti penjelasan yang sudah disampaikan.

2. Ibu dan keluarga mengatakan tidak memberikan obat warung.

3. Ibu dan keluarga mengatakan mau memberikan obat pada anaknya, obat yang diberikan
oleh Nakes saja.

4. Ibu dan keluarga bersedia untuk tidak memberikan makanan pendamping ASI sampai
bayinya berumur 6 bulan.

5. Ibu dan keluarga tahu bahaya diare.

6. Ibu dan keluarga mau membawa anaknya ke puskesmas untuk memeriksakan kondisi
anaknya.

BAB IV
PEMBAHASAN
Setelah dilakukan studi kasus asuhan kebudanan komunitas keluarga Tn. S pada An.
A dengan keluhan utama BAB cair lebih dari 3x sehari di RT. 01 RW. 02 Desa Kemanggungan
Kecamatan Tarub Kabupaten Tegal antara teori yang telah didapat dengan praktik ada
kesenjangan.

BAB V
PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah penulis melakukan studi kasus asuhan kebidanan komunitas dan mengadakan
pembinaan kesehatan pada keluarga Tn. S dapat ditarik kesimpulan bahwa status kesehatan
keluarga Tn. S kurang baik dan kesehatan atau kebersihan lingkungannya belum tercapai.

B. Saran

1. Diharapkan ada peningkatan kemampuan keluarga dalam memberikan asuhan keperawatan terhadap
anggota keluarga yang sakit dan dalam mengatasi masalah kesehatan anggota keluarganya.
2. Dapat meningkatkan kemampuan keluarga dalam menanggulangi masalah kesehatan dasar dalam
keluarga.
3. Diadakan kebersihan lingkungan 1 minggu sekali untuk meningkatkan kesehatan lingkungan