Anda di halaman 1dari 14

TEKNIK TEKNIK MANAJEMEN RISIKO

PENGERTIAN MANAJEMEN RISIKO


Manajemen risiko merupakan suatu usaha untuk mengetahui/menganalisis serta
mengendalikan risiko dalam setiap kegiatan perusahaan dengan tujuan untuk memperoleh
efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi. Manajemen risiko adalah suatu pendekatan
struktur/metodologi dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman, suatu
rangkaian aktivitas manusia termasu : penilaian risiko, pengembangan strategi untuk
mengelolanya dan mitigasi risiko dengan menggunakan pemberdayaan/pengelolaan
sumberdaya.

FUNGSI DAN TUJUAN MANAJEMEN RISIKO


Hubungan antara risiko dan hasil secara alami berkorelasi secara linier negatif. Semakin
tinggi hasil yang diharapkan, dibutuhkan risiko yang semakin besar untuk dihadapi. Oleh
karena itu diperlukan upaya yang serius dan konsisten agar hal tersebut dapat diatasi bahkan
hubungan tersebut menjadi kebalikannya, yaitu aktivitas yang meningkatkan hasil pada saat
risiko menurun. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan manajemen risiko yang merupakan
desain prosedur serta implementasi prosedur untuk mengelola suatu risiko usaha.
Manajemen risiko memiliki fungsi, antara lain:
 Menemukan risiko potensial
 Mengevaluasi risiko potensial
 Memilih teknik/cara yang tepat atau menentukan suatu kombinasi dari teknik teknik
yang tepat guna menanggulangi kerugian
Dengan demikian manajemen risiko berfungsi dalam menemukan risiko potensial,
mengevaluasi risiko potensial, dan menanggulangi kerugian yang ditimbulkan oleh produk
usaha atau aktivitas yang dilakukan perusahaan atau badan usaha. Manajemen risiko pada
prinsipnya merupakan suatu usaha untuk mengetahui, menganalisa serta mengendalikan
risiko dalam setiap perusahaan dengan tujuan memperoleh efektivitas dan efisiensi yang lebih
tinggi.
Di sisi lain, manajemen risiko yang meliputi peningkatan fungsi identifikasi, pengukuran,
pemantauan dan pengendalian risiko dimaksudkan agar aktivitas usaha yang dilakukan oleh
bank tidak menimbulkan kerugian yang melebihi kemampuan bank atau yang dapat
mengganggu kelangsungan usaha bank. Dengan memperoleh dan efisiensi yang tinggi tentu

1
akan mendukung pencapaian tujuan bank yang bersangkutan dan pada gilirannya akan
meningkatkan outcome yang diharapkan.

TIPE-TIPE RISIKO
Risiko dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
1. Risiko Murni (pure risk) : risiko dimana kemungkinan kerugian ada, tetapi kemungkinan
keuntungan tidak ada. Contoh : bencana alam
Menghindari risiko murni ini dengan cara asuransi, dengan demikian esarnya kerugian
dapat diminimalkan.
2. Risiko Spekulatif : suatu risiko yang dihadapi perusahaan yang dapat memberikan
keuntungan dan juga dapat memberikan kerugian. Contoh: usaha bisnis, membeli saham.

PROSES MANAJEMEN RISIKO


Ruang lingkup proses manajemen risiko terdiri dari:
a) Penentuan konteks kegiatan yang akan dikelola risikonya,
b) Identifikasi risiko,
c) Analisis risiko,
d) Evaluasi risiko,
e) Pengendalian risiko,
f) Pemantauan ulang,
g) Koordinasi dan komunikasi.

Elemen utama dari proses manajemen risiko :


a) Penetapan tujuan
Menetapkan strategi, kebijakan organisasi dan ruang lingkup manajemen risiko yang akan
dilakukan.
b) Identifikasi risiko
Mengidentifikasi apa, mengapa dan bagaimana factor-faktor yang mempengaruhi terjadinya
risiko untuk analisis lebih lanjut.
c) Analisis risiko
Dilakukan dengan menentukan tingkatan probabilitas dan konsekuensi yang akan terjadi,
kemudian ditentukan tingkatan risiko yang ada dengan mengendalikan kedua variabel
tersebut (probabilitas X konsekuensi).
d) Evaluasi risiko

2
Membandingkan tingkat risiko yang ada dengan kriteria standar, setelah itu tingkatan risiko
yang ada untuk beberapa hazard dibuat tingkatan prioritas manajemennya. Jika tingkat risiko
ditetapkan rendah, maka risiko tersebut masuk ke dalam kategori yang dapat diterima dan
mungkin hanya memerlukan pemantauan saja tanpa harus melakukan pengendalian.
e) Pengendalian risiko
Melakukan penurunan derajat probabilitas dan konsekuensi yang ada dengan menggunakan
berbagai alternatif metode, bisa dengan transfer risiko, dan lain-lain.
f) Monitor dan Review
Terhadap hasil sistem manajemen risiko yang dilakukan serta mengidentifikasi perubahan-
perubahan yang perlu dilakukan.
g) Komunikasi dan konsultasi
Dengan pengambilan keputusan internal dan eksternal untuk tindak lanjut dari hasil
manajemen risiko yang dilakukan.

TINGKAT RISIKO INVESTASI


Risiko yaitu besarnya penyimpangan antara tingkat pengembalian yang diharapkan
dengan tingkat pengembalian yang dicapai secara nyata (actual return). Semakin besar
penyimpangannya berarti semakin besar tingkat risikonya. Apabila dikaitkan dengan
preferensi investor terhadap risiko, maka risiko dibedakan menjadi 3 yaitu :
1) Investor yang suka terhadap risiko (risk seeker)
2) Investor yang netral terhadap risiko (risk neutrality)
3) Investor yang tidak suka dengan risiko (risk averter)
Risiko investasi di pasar modal pada prinsipnya berkaitan dengan kemungkinan terjadinya
fluktuasi harga (price volatility), Halim (2002) menjabarkan bahwa risiko-risiko yang
mungkin dapat dihadapi investor tersebut antara lain sebagai berikut :
 Risiko bisnis (business risk) : yaitu risiko yang timbul akibat menurunnya
profitabilitas perusahaan emiten.
 Risiko likuiditas (liquidity risk) : risiko ini berkaitan dengan kemampuan saham yang
bersangkutan untuk dapat segera diperjual-belikan tanpa mengalami kerugian yang
berarti.
 Risiko tingkat bunga (interest rate risk) : risiko yang timbul akibat perubahan tingkat
bunga yang berlaku dipasar.
 Risiko pasar (market risk) : risiko yang timbul akibat kondisi perekonomian Negara
yang berubah-ubah dipengaruhi oleh resesi dan kondisi perekonomian lain.

3
 Risiko daya beli (purchasing power risk) : risiko yang timbul akibat pengaruh
perubahan tingkat inflasi, dimana perubahan ini akan menyebabkan berkurangnya
daya beli uang yang di investasikan maupun bunga yang diperoleh dari investasi.
 Risiko mata uang (currency risk) : risiko yang timbul akibat pengaruh perubahan nilai
tukar mata uang domestik dengan mata uang negara lain.

TEKNIK-TEKNIK MANAJEMEN RISIKO


Dalam mengelola risiko pada suatu organisasi sangat tergantung dari hasil identifikasi
risiko yang mungkin muncul/terjadi pada organisasi tersebut, serta beberapa nilai kerugian
bila hal tersebut terjadi dan yang terakhir adalah frekuensi (probabilitas) kejadian tersebut
terjadi.
Berikut ini beberapa alternative pilihan dalam mengelola suatu risiko dalam dunia bisnis :
1. Penghindaran Risiko (Risk Avoidance)
Alternatif risiko ini pada umumnya dapat dilakukan pada tahap perencanaan dimana
kemungkinan-kemungkinan risiko yang terjadi dapat diatasi dengan berbagai tindakan
pencegahan.
2. Menahan atau menanggung risiko (Risk Retention)
Dimana perusahaan menanggung sendiri risiko yang terjadi . namun demikian, perusahaan
tetap berupaya agar risiko tidak terealisasi /terjadi atau juga mencadangkan sejumlah
anggaran dengan pola tertentu sebagai antisipasi bila kondisi terburuk terjadi.
3. Penahan yang tidak direncanakan dan yang direncanakan
Penahan yang direncanakan adalah upaya untuk mengetahui risiko yang mungkin timbul,
atau mengidentifikasi risiko yang ada kemudian menyusun berbagai tindakan yang akan
diambil. Pada kondisi ini tindakan yang diambil menjadi tanggung jawab perusahaan dan
tidak dialihkan pada pihak lain atau pihak ketiga diluar perusahaan.
Sedangkan penahan yang tidak direncanakan adalah merupakan bentuk kegagalan perusahaan
dalam mengidentifikasi risiko yang mungkin terjadi sehingga pada saat risiko itu terjadi
perusahaan tidak memiliki anggaran atau tidak memiliki tindakan yang telah terencana dalam
mengatasinya.
4. Pendanaan risiko yang ditahan
Risiko yang ditahan bisa di danai dan bisa juga tidak di danai. Jika perusahaan tidak
menetapkan pendanaan khusus yang ditujukan untuk mendanai risiko tertentu, jika risiko
tersebut tidak muncul maka risiko tersebut tidak di danai. Dalam beberapa situasi, alternatif
tersebut merupakan pilihan yang masuk akal.

4
Dalam situasi tersebut, perusahaan bisa mendanai risiko tersebut. Pendanaan bisa dilakukan
melalui beberapa cara, seperti menyisihkan dana cadangan , Self-insurance, dan captive
insures.
a. Dana Cadangan
Perusahaan menyisihkan dana tertentu secara periodik yang ditujukan untuk membiayai
kerugian akibat dari risiko tertentu.
b. Self – insurance dan Captive Insures
Pengelolaan dana cadangan bisa ditingkatkan lagi menjadi semacam asuransi untuk internal
perusahaan sendiri ( self-insurance ). Meskipun ada keberatan disini tidak mengindikasikan
adanya transfer risiko ke pihak luar. Risiko masih berada di perusahaan.
Dengan self – insurence, perhitungan dilakukan lebih teliti untuk menentukan berapa
besarnya premi yang harus disisihkan, berapa besarnya tanggungan yang bisa diberikan.
Captive – insurance dilakukan dengan mendirikan anak perusahaan asuransi yang menjadi
bagian dari perusahaan. Risiko dalam perusahaan bisa di asuransikan ke captive insurers
tersebut.

PENGALIHAN RISIKO (RISK TRANSFER)


Alternatif lain dari manajemen risiko adalah memindahkan risiko ke pihak lain
(mentransfer risiko ke pihak lain). Pihak lain tersebut biasanya mempunyai kemampuan yang
lebih baik untuk mengendalikan risiko, baik karena skala ekonomi yang lebih baik sehingga
bisa mendiversifikasikan risiko lebih baik. Risiko transfer dilakukan melalui beberapa cara :
a. Asuransi
Asuransi merupakan metode transfer risiko yang paling umum, khususnya untuk risiko murni
(pure risk). Asuransi adalah kontak perjanjian antara yang diasuransikan (insured) dan
perusahaan asuransi ( insurer ), di mana insurer bersedia memberikan kompensasi atas
kerugian yang dialami pihak yang diasuransikan, dan pihak pengasuransi ( insurer )
memperoleh premi asuransi sebagai balasannya.
Empat hal diperlukan dalam transaksi asuransi :
 Perjanjian kontrak
 Pembayaran premi
 Tanggungan ( benefit ) yang dibayarkan jika terjadi kerugian seperti yang disebutkan
dalam kontrak

5
 Penggabungan ( pool ) sumber daya oleh perusahaan asuransi yang diperlukan untuk
membayar tanggungan.

b. Hedging
Hedging atau lindung nilai merupakan salah satu bentuk risk transfer dengan
melibatkan pihak lain sebagai penanggung jawab bila terjadi kejadian yang tidak diinginkan
terjadi. Hedging biasanya terkait dengan perlindungan terhadap kewajiban membayar atau
kebutuhan akan uang asing. Misalnya kewajiban untuk dapat membayar hutang dalam dolar
atau dalam mata uang asing lainnya. Perubahan kurs mata uang asing terhadap rupiah
misalnya dapat menimbulkan kerugian yang sangat besar misalnya saja waktu kejadian
kerusuhan Mei 1998 yang mendorong dollar terapresiasi terhadap rupiah yang mencapai
500%. Pada kondisi ini perusahaan yang melakukan hedging dengan kepemilikan atau opsi
membeli dollar dimasa depan akan sangat tertolong mengingat sesuai dengan perjanjian
forward atau future yang bersangkutan tidak harus membeli pada kurs yang akan datang
tetapi berdasarkan kesepakatan yang berlaku dalam kontrak. Untuk kondisi seperti ini
hedging sangat mirip dengan asuransi.

c. Incorporated
Incorporated atau membentuk perseroan terbatas merupakan alternatif transfer risiko,
karena kewajiban pemegang saham dalam perseroan terbatas hanya terbatas pada modal yang
disetorkan. Kewajiban tersebut tidak akan sampai ke kekayaan pribadi. Secara efektif,
sebagian risiko perusahaan ditransfer ke pihak lain, dalam hal ini biasanya kreditur
(pemegang hutang). Jika perusahaan bangkrut, maka pemgang saham dan pemegang hutang
akan menanggung risiko bersama, meskipun dengan tingkatan yang berbeda. Pemegang
hutang biasanya mempunyai prioritas yang lebih tinggi dibandingkan dengan pemegang
saham. Misalkan perusahaan bangkrut, asetnya dijual, hasil penjualan aset tersebut akan
diberikan ke pemegang hutang. Jika masih ada sisa, pemegang saham baru bisa memperoleh
bagiannya

6
KEPUTUSAN MEMILIH ALTERNATIF MANAJEMEN RISIKO
Alternatif manajemen risiko :
Frekuensi Severity
Teknik yang dipilih
( probabilitas ) ( keseriusan )
Rendah Rendah Ditahan
Tinggi Rendah Ditahan
Rendah Tinggi Ditransfer
Tinggi Tinggi Dihindari

Secara umum jika risiko mempunyai frekuensi yang sering dengan severity (keseriusan) yang
rendah, maka alternatif risiko ditahan merupakan alternatif yang paling optimal. Jika risiko
mempunyai frekuensi yang kecil tetapi mempunyai severity yang besar, maka alternatif
ditransfer merupakan alternatif yang optimal. Jika frekuensi dan severity tinggi, maka bank
bisa berpikir untuk menghindari risiko tersebut.

FOKUS DAN TIMING PENGENDALIAN RISIKO


a. Fokus pengendalian risiko
Pengendalian risiko bisa difokuskan pada usaha mengurangi kemungkinan (probability)
munculnya risiko dan mengurangi keseriusan (severity) konsekuensi risiko tersebut.
Pemisahan ( separation ) dan duplikasi ( duplication ) merupakan dua bentuk umum metode
untuk mengurangi keseriusan risiko. Contoh pemisahan adalah menyebar operasi perusahaan,
sehingga terjadi kecelakaan kerja, karyawan yang menjadi korban akan terbatas.
Tentunya kita bisa menggunakan metode mengurangi kemungkinan munculnya risiko dengan
penguranganseverity secara bersamaan.Sebagai contoh, dokter ahli bedah belajar metode baru
dalam pembedahan yang lebih canggih dan lebih aman.Dengan metode baru tersebut, dokter
tersebut bisa mengurangi probabilitas terkena risiko digugat akibat mal–praktik, dan juga
sekaligus menurunkan severity tuntutan jika risiko gugatan terjadi.

b. Timing pengendalian risiko


Dari sisi timing ( waktu ), pengendalian risiko bisa dilakukan sebelum, selama, dan
sesudah risiko terjadi. Sebagai contoh, perusahaan bisa melakukan training untuk
karyawannya mengenai peraturan, prosedur, dan teknik untuk menghindari kecelakaan

7
kerja.Karena aktivitas tersebut dilakukan sebelum terjadinya kecelakaan kerja, maka aktivitas
tersebut merupakan aktivitas sebelum risiko terjadi.
Pengendalian risiko juga bisa dilakukan pada saat terjadinya risiko. Sebagai contoh, kantong
udara pada mobil secara otomatis akan mengembang jika terjadi kecelakaan. Pengendalian
risiko bisa juga dilakukan setelah risiko terjadi.

STUDY KASUS :

1. Jelaskan dan beri ilustrasi antara pengendalian risiko, pendanaan risiko, dan asuransi
(misal, jika ada pengendalian risiko tinggi, premi asuransi yang dibayarkan menurun,
pendanaan risiko menurun, atau sebaliknya)!

Jawab :

Misalnya ilustrasi pada :

 Pengendalian risiko pada sebuah swalayan. Pada saat awal bulan maka akan terjadi
peningkatan penjualan, sehingga risiko tinggi yang bisa di timbulkan pada moment
tersebut, justru pihak toko tidak mempersiapkannya dengan baik sehingga barang
banyak yang kosong dan penjualan tidak maksimal. Pengendalian risiko yang bisa
dilakukan yakni disaat minggu ke-2 setiap bulannya, harus ada pengecekan dan
pengorderan maksimal dari pihak toko menghadapi awal bulan.
 Pendanaan Risiko pada pemilik motor pribadi. Mereka menyisihkan dana tertentu
secara periodik misalnya sebesar 1% dari penghasilan yang ditujukan untuk
membiayai kerugian akibat dari risiko kerusakan motornya. Dari risiko normal
tersebut pendanaan dilakukan menggunkan dana yang sudah disisihkan sebelumnya.
 Asuransi pada sebuah perusahaan. Misalnya saja perusahaan tersebut berisiko tinggi
mengalami kerugian, sehingga perusahaan tersebut memilih untuk mengasuransikan
perusahaannya untuk mengalihkan risiko tersebut. Pertanggungan kerugian ini
menyangkut perusahaan yang dirugikan oleh suatu sebab yang dapat
menghentikan/menghambat kegiatan perusahaan. Ganti kerugiannya biasanya
didasarkan kepada keuntungan kotor yang terlepas karena terhentinya kegiatan
perusahaan tersebut.

8
2. Jelaskan teori domino munculnya risiko! Beri ilustrasi untuk situasi yang riil disekitar
anda!

Jawab :

Teori Domino (Heinrich, 1959)


Menurut teori ini, kecelakaan bisa dilihat sebagai urutan tahap seperti digambarkan
dalam kartu domino berikut ini. Jika satu kartu jatuh, maka akan mendorong kartu kedua
jatuh, dan seterusnya sampai kartu domino terakhir jatuh (ingat permainan merubuhkan
deretan kartu domino.
Ada lima tahap yang merupakan rangkaian kecelakaan, yaitu :
 Lingkungan sosial dan faktor bawaan yang menyebabkan seseorang berperilaku
tertentu (misal mempunyai temperamen tinggi sehingga gampang marah)
 Personal fault (kesalahan individu), dimana individu tersebut tidak menpunyai respon
yang tepat (benar) dalam situasi tertentu
 Unsafe act or physical hazard (tindakan yang berbahaya atau kondisi fisik yang
berbahaya)
 Kecelakaan
 Cidera.

Ilustrasi situasi riil : kecelakaan kerja yang di alami seseorang. Misalkan orang itu
mempunyai temperamen tinggi karena tumbuh dewasa di lingkungan keras ( factor pertama).
Kemudian orang tersebut tidak mendengarkan saran orang lain atau tidak suka
memperhatikan kondisi sekitarnya (factor kedua). Kemudian orang tersebut bekerja di
lingkungan mesin atau bangunan yang rentan terhadap munculnya resiko kecelakaan kerja
(factor ketiga). Tiga factor tersebut cukup potensial untuk memmunculkan terjadinya
kecelakaan. Misalkan kecelakaan terjadi, dan orang tersebut ( dan barangkali orang lain di
sekitar) mengalami cidera.

3. Jelaskan beberapa alternatif pendanaan risiko, kelebihan dan kekurangannya !

Jawab :

Ada dua alternative dalam pendanaan resiko, yaitu dana cadangan, Self-insurance dan captive
insurers. Kelebihan dan kekurangan dari kedua alternatif tersebut yaitu :

9
Kelebihan :

 Penyeimbangan antara nilai sekarang (present value) manfaat dengan akumulasi


premi yang pada waktu tertentu.
 Pajak yang dibayarkan bisa lebih kecil
 Menjalani kontrak lebih fleksibel karena praktis berurusan dengan pihak internal
 ditujukan untuk membiayai kerugian akibat dari risiko tertentu
 Jika kerugian yang terjadi lebih besar dari tanggungan maksimum, maka bisa
dialihkan ke pihak luar (seperti asuransi).
 Bunga investasi dari dana khusus tersebut menjadi milik Tertanggung, dapat untuk
meningkatkan dana khusus atau untuk mengurangi kontribusi premi yang akan
datang.
 Perhitungan dilakukan lebih teliti untuk menentukan berapa besarnya premi yang
harus disisihkan, berapa besarnya tanggungan yang bisa diberikan

Kekurangan :

 Menuai kritik dari pemegang saham dan departemen lain atas penyisihan modal yang
cukup besar untuk memupuk dana khusus serta mempengaruhi besar dividen saat itu
 Rendahnya hasil investasi dari dana khusus tersebut dibandingkan dengan hasil yang
dapat diperoleh jika modal tersebut diinvestasikan pada bidang produksi
 Kontribusi yang dibuat pada dana khusus tersebut tidak memenuhi syarat biaya
mengurangi pajak korporasi, sedangkan premi diijinkan
 modal terikat pada instrumen investasi jangka pendek, yang mudah dicairkan namun
tidak menghasilkan sebesar jika ditempatkan pada sejumlah instrumen investasi yang
tersedia bagi perusahaan asuransi,
 Dalam masa tekanan finansial, dapat timbul godaan untuk meminjam dari dana
khusus tersebut mengurangi keamanan yang telah diciptakannya

4. Untuk risiko-risiko berikut ini, jelaskan alternatif manajemen risiko mana yang lebih baik!
a. Individu menghadapi risiko kecelakaan mobil
b. Importir indonesia harus membayar $1 juta tiga bulan mendatang
c. Manajer investasi menghadapi risiko perubahan harga sekuritas dalam portofolionya
d. Risiko ban bocor dengan kerangka severity/probabilitas

10
Jawab :

a. Individu menghadapi risiko kecelakaan mobil

Alternatif manajemen risiko yang bisa dilakukan :

 Pengendalian Risiko tersebut dengan cara dari individunya sendiri harus paham dan
patuh akan rambu-rambu lalu lintas, kemudian pada kendaraan yang dikendarai harus
dalam keadaan baik.
 Pendanaan risiko. Individu tersebut bisa memilih untuk membiayai sendiri kejadian
tersebut dengan menggunakan dana cadangan ataupun Self – insurance dan Captive
Insures yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
 Pengalihan Risiko. Jika pendanaan risiko dirasa belum maksimal, maka individu
tesebut bisa mengalihkan risiko kecelakaan mobil yang dialami kepada pihak lain
seperti Asuransi. Tetapi dengan catatan bahwa siindividu tersebut telah mengikuti
asuransi sebelumnya dan aktif dalam membayar premi asuransinya. Asuransi tersebut
tidak terbatas pada asuransi jiwa saja, namun ada juga asuransi mobil sehingga jika
terjadi kecelakaan yang tidak diinginkan maka mobil yang diasuransikan bisa
diperbaiki menggunakan dana dari asuransi yang telah ada.

b. Importir indonesia harus membayar $1 juta tiga bulan mendatang

Alternatif manajemen risiko yang bisa dilakukan :

 Hedging dengan money-market instrument dapat dilakukan apabila instrument derivatif


tidak ada. Misalkan tingkat bunga dalam $ untuk 3 bulan mendatang adalah 5 % T=0
(sekarang) pinjam sebesar $1 juta / (1,05) = $ 952.381. Dikonversikan ke rupiah dengan
kurs spot Rp. 10.000/$, untuk memperoleh rupiah sekitar Rp. 9,52 M T=3 (3 bulan)
memperoleh $1 juta.
Kas tersebut digunakan untuk melunasi hutangnya sehingga ia membayar sebesar $
952.381 x (1,05) = $ 1 juta. Ketika ia mengkonversikan $ ke rupiah, maka ia sudah
terbebas dari resiko perubahan kurs. Apapun yang akan terjadi dengan kurs Rp/$ 3 bulan
mendatang, tidak akan berpengaruh terhadap posisinya karena ia sudah menerima Rp.
9,52 M.
 Pengalihan/penggeseran resiko perubahan kurs dari produsen ke konsumen atau dari
konsumen ke produsen. Apabila posisi tawar menawar perusahaan lebih kuat

11
dibandingkan dengan konsumen (misal satu-satunya penjual atau semua penjual juga
mengimpor produk dari luar negri), berarti resiko telah digeser dari produsen ke
konsumen. Sebaliknya apabila posisi konsumen lebih kuat dibanding produsen maka
resiko dapat dialihkan dari konsumen ke produsen.

c. Manajer investasi menghadapi risiko perubahan harga sekuritas dalam portofolionya

Alternatif manajemen risiko yang bisa dilakukan :

 Diversifikasi dilakukan untuk mengurangi risiko, yaitu dengan cara mengkombinasi atau
dengan menambah investasi (asset/aktiva/sekuritas) yang memiliki korelasi negatif atau
positif rendah sehingga variabilitas dari pengembalian atau risiko dapat dikurangi.
Konsep diversivikasi memberikan sebuah informasi yang relevan yang bisa digunakan
untuk mengukur ketidakpastian resiko investasi dengan menggunakan varian dari return.
Hasil pengukuran varian dari tersebut nantinya dapat digunakan sebagai dasar untuk
menganalisa saham-saham yang dapat dipilih untuk membentuk rangkaian portofolio
yang bisa memberikan return yang optimal.

d. Risiko ban bocor dengan kerangka severity/probabilitas

Alternatif manajemen risiko yang bisa dilakukan :

 Pengendalian Risiko dengan selalu Mengontrol kondisi kendaraan khususnya Ban motor
 Pendanaan Risiko dengan Dana Cadangan, yakni menyisihkan sebagaian dana untuk
perawatan ban motor.
 Tips perawatan ban motor :

1. Periksa Tekanan Ban

Apakah telah terjadi kempis atau tidak, bila ban kempis maka kalian harus segera
memompanya.Bila kalian tidak memompanya ban akan bocor atau bisa saja jadi aus.
Serta pada saat berkendara sebaiknya tidak membawa beban berat yang berlebihan karena
hal ini dapat menyebabkan ban akan cepat rusak.

2. Cek Keausan Ban Secara Berkala

12
Berguna untuk mengetahui kelayakan ban motor kesayangan loe nih bray. Cek apakah
ban telah cukup aus dengan melihat tanda batas keausan ban motor.Periksa juga secara
keseluruhan ya, apakah ada yang retak atau tidak.

3. Bersihkan Ban Sepeda Motor

Bersihkan semua debu serta kotoran yang menempel pada permukaan ban. Lalu cungkil
semua kerikil yang masuk di sela-sela kembang ban sembari mencucinya.

4. Jangan Membawa Beban Berat

Ini nih yang sering kita lihat, banyak bikers yang menjadikan kendaraannya untuk medua
mengangkut barang. Boleh-boleh aja sih, tapi jangan sampai sampai ngelebihin kapasitas
motor dan ban itu sendiri ya. Bila terus-terusan dipaksa, bukan hanya ban aja yang bakal
cepet rusak.Komponen motornya sendiri juga akan kena imbasnya loh.

5. Cek Kondisi Bearing pelek motor

Jika terjadi goyangan pada leher ban maka Anda harus segera perbaiki supaya ban ausnya
kemakan sebelah saja.

6. Periksa kondisi pentil ban

Karena pentil ban yang rusak bisa bikin angin di dalam ban motor keluar dan ban menjadi
gampang kempes. Cek kondisi pentil ban pun tidak susah, loe cukup meneteskan air di
pentil ban, kalau jadi gelembung berarti pentil ban motor kamu bocor.

7. Hindari Parkir Motor Di Tempat Terbuka

Karena ban sepeda motor ente dapat terkena sinar matahari secara langsung. Hal itu dapat
menyebabkan ban semakin keras karena material bahan dasarnya berubah. Ban yang
mengeras lebih gampang untuk rusak, retak, atau bahkan robek. Nah, itu dia tipsnya dan
tidak ada salah anginnya di isi dengan Nitrogen bray. Karena gas Nitrogen dapat
meredam panas sehingga tekanan angin dalam ban enggak naik.

13
KESIMPULAN

Risiko dapat dikatakan merupakan akibat (atau penyimpangan realisasi dari rencana) yang
mungkin terjadi secara tak terduga. Walaupun suatu kegiatan telah direncanakan sebaik
mungkin, namun tetap mengandung ketidakpastian bahwa nanti akan berjalan sepenuhnya
sesuai dengan rencana itu. Orang sering mengatakan bahwa setiap kegiatan mengandung
risiko atau lebih umum lagi dikatakan bahwa hidup kita ini penuh dengan risiko. Jadi apa
yang akan terjadi dimasa yang akan datang, kita tidak dapat mengetahui secara pasti.
Walaupun demikian orang harus berusaha agar ketidakpastian itu harus diperkecil atau orang
harus mengantisipasi segala kemungkinan itu dengan menyediakan beberapa tindakan
alternatif untuk menghadapi ketidakpastian itu. Dengan kata lain, risiko harus dimanajemeni
dengan sebaik mungkin, agar efektifitas perusahaan tidak terganggu. Risiko selalu ada dalam
setiap tindakan, terlebih dalam suatu perusahaan. Akan tetapi, yang terpenting adalah
bagaimana cara memanajemeni risiko tersebut agar tidak menghambat kegiatan suatu
perusahaan. Karena risiko yang tidak dimanajemeni dengan baik akan mengganggu
efektivitas perusahaan. Manajemen risiko adalah proses pengukuran atau penilaian risiko
serta pengembangan strategi pengelolaannya. Strateginya mulai dari mengidentifikasi risiko,
mengukur dan menentukan besarnya risiko, lalu mencari jalan bagaimana menangani risiko
tersebut.

14