Anda di halaman 1dari 79

dr. Nico A. Lumenta, K.

Nefro, MM, MHKes


dr Luwiharsih, MSc
Komisi Akreditasi Rumah Sakit

07-2018 1
PPK - CP

PMKP 5.1
TKRS 11.2

07-2018 2
07-2018 3
Standar PMKP 5.1
Dilakukan evaluasi proses pelaksanaan panduan
praktik klinik, alur klinis (clinical pathway) dan/atau
protokol klinis dan atau prosedur dan atau standing
order di prioritas pengukuran mutu pelayanan klinis

07-2018 4
Elemen penilaian PMKP 5.1 Telusur Skor

1. RS menetapkan evaluasi R Regulasi tentang evaluasi 10 T


- L
pelayanan kedokteran panduan praktik klinis, alur klinis 0 -
dengan panduan praktik atau protokol T
T
klinis, alur klinis atau
protokol. (R)

2. Hasil evaluasi dapat D Bukti hasil capaian kepatuhan 10 T


menunjukkan adanya DPJP 5 L
perbaikan variasi dalam lima 0 T
fokus area pada pemberian W  Komite PMKP S
pelayanan. (D,W) • Komite medis T
07-2018 5
T
Elemen penilaian PMKP 5.1 Telusur Skor

3. Rumah sakit telah D Bukti hasil audit klinis dan atau 10 T


melaksanakan audit klinis dan audit medis 5 L
atau audit medis pada 0 T
panduan praktik klinis /alur W • Komite PMKP S
klinis prioritas di tingkat • Komite medis T
rumah sakit (D,W) T

07-2018 6
07-2018 7
Standar TKRS 11.2
• Setiap Kelompok Staf Medis (KSM) memilih dan
menetapkan panduan praktik klinik yang dapat
dilengkapi dengan alur klinis (clinical pathway)
dan/atau protokol klinis dan atau prosedur dan atau
standing order sebagai panduan dari asuhan klinik
yang akan dilakukan evaluasi.
07-2018 8
Elemen penilaian TKRS 11.2 Telusur Skor

1. Ada regulasi yang mengatur bahwa setiap R Regulasi tentang proses 10 TL


Kelompok Staf Medis (KSM) setiap tahun pemilihan, penyusunan dan - -
memilih 5 (lima) panduan praktik klinis, alur evaluasi pelaksanaan PPK 0 TT
atau protokol klinis prioritas untuk dievaluasi
sesuai kriteria yang ada di maksud dan tujuan
point a) sampai dengan g) dan point 1) dan 2).
(R)

2. Ada bukti bahwa setiap tahun, panduan D Bukti rapat/proses tentang 10 TL


praktik klinis, alur klinis atau protokol dipilih pemilihan PPK, alur klinis dan 5 TS
sesuai regulasi. (D,W) atau protokol 0 TT
W • Kepala bidang/divisi medis
• Komite medis
07-2018 • Kepala unit pelayanan 9
Elemen penilaian TKRS 11.2 Telusur Skor

3. Ada bukti bahwa panduan praktik D Bukti pelaksanaan asuhan sesuai PPK 10 TL
klinis, alur klinis dan atau protokol di rekam medis (lihat PAP 1) 5 TS
tersebut telah dilaksanakan sesuai 0 TT
regulasi. (D,W) W PPA terkait

4. Ada bukti bahwa Komite Medik D 1) Bukti pelaksanaan tentang 10 TL


telah melakukan monitoring dan monitoring kepatuhan DPJP 5 TS
evaluasi penerapan panduan terhadap PPK (audit medis atau 0 TT
praktik klinik, alur dan atau indikator mutu)
protokol klinis sehingga berhasil 2) Bukti tentang kepatuhan DPJP
menekan terjadinya keberagaman terhadap PPK
proses dan hasil. (D,W) • Komite medik
W
• Komite PMKP
07-2018 10
Standar pelayanan kedokteran
(PMK 1438 th 2010)

Nasional  Pedoman Nasional Praktik Kedokteran

Rumah Sakit SPO pelayanan kedokteran

SPO pelayanan kedokteran disusun dalam bentuk Panduan


praktik klinis yg dpt dilengkapi alur klinis (clinical pathway),
algoritma, protokol, prosedur, standing order,
07-2018 11
PPK CP LAINNYA

Stroke Non Tata laksana Stroke -


Hemorragic Non Hemorragic

Gagal Ginjal Kronik - Protokol HD

Kejang demam - • Prosedur Pungsi


lumbal
• Standing order
diazepam rektal
07-2018 12
INDIKATO
PPK-CP
R MUTU Indikator mutu 5 PPK-CP Prioritas
prioritas RS (IAK-IAM pelayanan yg
& ISKP) ditingkatkan mutunya

5 PPK – CP di setiap
Indikator mutu unit KSM (Kelompok Staf
Medis)

07-2018 13
EVALUASI MUTU
PELAYANAN
PRIORITAS RS

5 PPK-CP
PRIORITAS RS
(PMKP 5.1)

5 PPK-CP di
setiap KSM
(TKRS 11.2)

07-2018 14
5 PPK-CP pada Prioritas
Regulasi :
pelayanan yg ditingkatkan
1. Pemilihan PPK-CP yg
mutunya
akan di monitoring
2. Penyusunan PPK-CP
3. Monitoring dan evaluasi 5 PPK – CP di setiap KSM
PPK-CP (Kelompok Staf Medis)

07-2018 15
 Standarisasi proses asuhan klinik
 Mengurangi risiko dalam proses asuhan,teristimewa yang
berkaitan dengan keputusan tentang asuhan yang kritikal
 Memberikan asuhan klinik tepat waktu, efektif, menggunakan
sumber daya yang tersedia dengan efisien
 Memberikan asuhan bermutu tinggi secara konsisten
menggunakan “evidence based practices”

07-2018 16
a. penyakit atau kondisi yang paling sering atau banyak
terjadi;

b. penyakit atau kondisi yang memiliki risiko tinggi

c. penyakit atau kondisi yang memerlukan biaya tinggi

d. penyakit atau kondisi yang terdapat variasi/keragaman


dalam pengelolaannya

07-2018 17
a) Sesuai dengan populasi pasien yang ada dan misi RS
b) Disesuaikan dengan teknologi, obat, lain sumber daya di RS atau norma profesional
yg berlaku secara Nas.
c) Dilakukan asesmen terhadap bukti ilmiahnya dan disahkan oleh pihak berwewenang
d) Disetujui resmi atau di gunakan oleh RS
e) Dilaksanakan dan di ukur terhadap efektivitasnya
f) Dijalankan oleh staf yang terlatih menerapkan pedoman atau pathways
g) Secara berkala diperbaharui berdasar bukti dan evaluasi dari proses dan hasil proses

07-2018 18
5 PPK-CP pada Prioritas
pelayanan yg ditingkatkan
mutunya

Memilih dan Indikator area klinik


Direktur RS dan menetapkan
para pemimpin di pelayanan yg
RS ditingkatkan
Indikator area manajemen
mutunya

Indikator sasaran
keselamatan pasien
07-2018 19
• Pengertian
• Anamesis
• Pemeriksaan Fisik
• Kriteria Diagnosis
• Diagnosis Banding
• Pemeriksaan penunjang
• Terapi
• Edukasi
• Prognosis
• Kepustakaan

07-2018 20
• Jumlah setiap tahun tidak berubah,
tetap 5 PPK

• Jenis dapat berubah, megikuti prioritas


mutu yang akan diperbaiki di RS

07-2018 21
Evaluasi kepatuhan PPK

Setiap
5 PPK 10 PPK 15 PPK
KSM

TAHUN TAHUN
TAHUN 1
2 3

07-2018 22
EVALUASI PPK-CP PRIORITAS PENGUKURAN MUTU RS

Proses Monitoring
Prioritas PPK & Implementasi Implementasi
penyusunan
CP (5) PPK - CP PPK - CP
PPK - CP

Mutu asuhan Standarisasi Variasi proses & Audit/


proses asuhan outcome
klinis meningkat klinis berkurang Indikator klinis

07-2018 23
Memilih & Melaksanakan
KSM menyusun PPK-CP praktik kedokteran
yg akan di evaluasi sesuai PPK-CP

Melaksanakan
Menyusun regulasi monitoring dan
Komite Medis &
monitoring & evaluasi kepatuhan
Bidang Medis
evaluasi PPK-CP DPJP terhadap
PPK-CP

07-2018 24
Proses

Indikator mutu

Output/Outcome
Monitoring kepatuhan
DPJP terhadap PPK-CP

Pra & Paska


Audit medis/klinis
Imlementasi

07-2018 25
07-2018 26
07-2018 27
PPK DIARE AKUT PADA ANAK
8 8

5 5

DIAGNOSIS PENUNJANG ORAL INFUS ANTIBIOTIK MIKRONUTRIEN

07-2018 28
07-2018 29
PPK HIPERTENSI

8 8 8

3 3

DIAGNOSIS GRADE 1 GRADE 2 PENUNJANG TERAPI EDUKASI


07-2018 30
DISTRIBUSI KEPATUHAN PPK HIPERTENSI BERDASAR DOKTER

50%

25%

dr. Agus dr. Ana

07-2018 31
KEPATUHAN PELAKSANAAN PPK
93%

75% 77%
67%

HIPERTENSI DIARE AKUT APPENDISITIS STROKE INFARK

07-2018 32
EVALUASI PASCA IMPLEMENTASI CP

Indikator Proses :
Kepatuhan implementasi CP oleh PPA / Profesional Pemberi Asuhan.
a. Asesmen Awal
b.Pemeriksaan Penunjang, Tindakan Diagnostik
c. Obat
d.Nutrisi
e. Konsultasi
f. Tindakan Terapeutik
g.Asesmen pulang kritis
07-2018 33
Evaluasi Pasca Implementasi CP

Indikator Outcome :
a. Keluhan (bebas keluhan)
b. Pemeriksaan Klinis (“luka kering”)
c. Lama Dirawat (sesuai PPK)

 Varians
a. Variasi Sistem : penempatan kasus rawat intensif pd rawat biasa
b. Variasi Asuhan/Klinis : preferensi DPJP
c. Variasi Pasien : kondisi memburuk

07-2018 34
Indikator mutu Buat profil
indikator

07-2018 35
a) judul indikator, h) frekuensi pengumpulan data,
b) definisi operasional, i) frekuensi analisa data
c) tujuan, dimensi mutu, j) metodologi analisa data,
d) dasar pemikiran/alasan k) sumber data
pemilihan indikator, l) penanggung jawab pengumpul
e) numerator, denominator, formula data,
pengukuran, m) publikasi data.
f) metodologi pengumpulan data,
g) cakupan datanya (total atau
sampel)
07-2018 36
JUDUL INDIKATOR,

DEFINISI OPERASIONAL,

TUJUAN

DIMENSI MUTU,  Efisiensi


 Efektifitas
 Aksesibilitas
 Keselamatan
 Fokus kepada pasien
 Kesinambungan

DASAR PEMIKIRAN/ALASAN PEMILIHAN


INDIKATOR.

NUMERATOR
07-2018 37
DENOMINATOR,

FORMULA PENGUKURAN.

METODOLOGI PENGUMPULAN DATA.  Retrospective


 Sensus Harian

CAKUPAN DATANYA (TOTAL ATAU SAMPEL)

07-2018 38
FREKUENSI PENGUMPULAN  Harian
DATA,  Mingguan
 Bulanan
 Lainnya .................

FREKUENSI ANALISA DATA  Mingguan


 Bulanan
 Triwulan
 Semester

NILAI AMBANG/STANDAR Diperlukan untuk analisis dng membandingkan


standar & utk mengetahui capaian indikator

07-2018 39
METODOLOGI ANALISA DATA, Statistik : Run Chart, Control Chart, Pareto, Bar
Diagram
Interpretasi data :
Trend, bandingkan dng RS lain, dng standar, dng
praktik terbaik

SUMBER DATA/AREA Utk mengetahui lokasi data


MONITORING

PJ PENGUMPUL DATA

PUBLIKASI DATA/desiminasi Internal :


data Eksternal

07-2018 40
07-2018 41
PENGUKURAN MUTU NASIONAL

1 Kepatuhan 4 Penundaan Operasi


Identifikasi Pasien; Elektif;

Kepatuhan jam
2 Emergency Respon 5 visite dokter
Time (EMT);

Waktu Tunggu Waktu Lapor Hasil


3 6
Rawat Jalan; Tes Kritis
Laboratorium;
07-2018 42
PENGUKURAN MUTU NASIONAL

Kepatuhan Penggunaan
7 Formularium Nasional 10 Kepatuhan terhadap
(FORNAS); --> hanya utk Clinical Pathway;
RS provider BPJS

Kepuasan Pasien dan


8 Kepatuhan Cuci 11
Tangan; Keluarga;

Kepatuhan Upaya Kecepatan Respon


9 Pencegahan Risiko 12 Terhadap Komplain
Cedera Akibat Pasien
Jatuh
07-2018 43
Judul Indikator Kepatuhan Terhadap Clinical Pathway
Dasar pemikiran - Permenkes 1438/2010 tentang standar pelayanan kedokteran
- Standar Akreditasi Rumah Sakit
Dimensi Mutu 1. Efisiensi

2. Efektifitas
3. Aksesibilitas
4. Keselamatan
5. Fokus kepada pasien

6. Kesinambungan
Tujuan Terselenggaranya standarisasi proses asuhan klinis di rumah sakit
sehingga dapat memberikan jaminan kepada pasien untuk memperoleh
pelayanan klinis berdasarkan pada nilai ilmiah sesuai kebutuhan
medis/klinis pasien. 07-2018 44
Definisi Kepatuhan terhadap clinical pathway adalah kepatuhan para staf medis/ DPJP
Operasional dalam menggunakan clinical pathway untuk memberikan asuhan klinis pasien
secara terstandarisasi dan terintegrasi sehingga dapat meminimalkan adanya
variasi proses asuhan klinis.
Setiap RS menetapkan 5 clinical pathway untuk penyakit atau kondisi yang
memenuhi satu atau lebih kriteria yang berlaku di RS tersebut berdasarkan:
a.Penyakit atau kondisi yang paling sering atau banyak terjadi (High Volume)
b.Penyakit atau kondisi yang memiliki risiko tinggi (High Risk)
c.Penyakit atau kondisi yang memerlukan biaya tinggi (High Cost)
d.Penyakit atau kondisi yang terdapat variasi/keragaman dalam
pengelolaannya.
Setiap CP mampu menunjukan komponen standar LOS, obat dan penunjang.
Disebut patuh apabila mengikuti ketiga proses asuhan yang telah
distandarisasi dalam CP.
07-2018 45
Jenis Indikator
Struktur Proses Outcome Proses & Outcome

Numerator Jumlah kasus yang penanganannya patuh dengan kriteria 5 clinical


(pembilang) pathways
Denominator Jumlah total kasus yang masuk dalam kriteria 5 clinical pathways yang
(penyebut) ditetapkan.
Target Pencapaian 80%

07-2018 46
Kriteria:
Semua pasien yg menderita penyakit yg ditetapkan
- Inklusi dalam CP

- Eksklusi Pasien yang pulang atas permintaan sendiri selama


perawatan.
Pasien yang meninggal.

Formula N/ D x 100%
Sumber data Format clinical pathways yang telah terisi
Frekuensi pengumpulan data 1 Bulan
07-2018 47
Periode analisis 3 Bulan

Cara Pengumpulan data secara retrospektif


Pengumpulan Data

Sampel total populasi (tidak menggunakan sampel)

Rencana Analisis - Diagram garis digunakan untuk menampilkan data dari waktu ke
Data waktu.
- Diagram batang digunakan untuk menampilkan data pembanding
masing-masing Clinical Pathway

07-2018 48
Instrumen Formulir Kepatuhan CP
Pengambilan Data

Penanggung Bidang Pelayanan/ Direktur Pelayanan


Jawab

07-2018 49
- Obat
- Pem Variasi
PPK-CP
Penunjang berkurang
LOS

07-2018 50
07-2018 51
07-2018 52
Misalnya Topik : Stroke Non Hemoragic

07-2018 53
07-2018 54
• Topik audit : Stroke Non Hemoragic

• Pengambilan data --> total populasi atau sampling

Misalnya :

Data stroke non hemoragic bulan Januari – Maret 2018


adalah 30 pasien

07-2018 56
RM KRITERIA ADHERENCE PENJELASAN

Alergi obat

07-2018 57
• Dari 30 kasus Stroke setelah dianalisis maka ada 20 kasus yang sudah sesuai.

• 10 kasus yang tidak sesuai dilakukan dilakukan peer review

• Hasil peer review 2 kasus tidak sesuai karena ada variasi  misalnya : alergi obat, 
kriteria esklusi

• Kesimpulan :

- Dari 28 kasus sroke ada 8 kasus yang tidak patuh

- Kepatuhan : 20/28 X 100 % = 71 %  Merah

- Target :

• < 80% MERAH

• 81-95% BIRU

• >95% HIJAU 07-2018 58


07-2018 59
Action Plan

Recommendation Action Possible barriers Responsible Timescale


required to implementation person

07-2018 60
Topik Result Result of Trend
previous audit

Number Percentage Rating

Stroke non hemoragic


130/150 87% Biru 71 % 

07-2018 61
Tetapkan topik

1 Tetapkan apa
Ulangi audit 6 2 yang seharusnya
dilakukan

Audit cycle

Identifikasi dan Amati apa yang


terapkan 5 3 selama ini
perubahan 4 dilakukan

Bandingkan
dengan standar (Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam
Upaya Patient Safety, 2009)
Pengertian Audit Klinik

Suatu proses peningkatan mutu yang dilakukan


untuk memperbaiki outcome dan pelayanan
kesehatan kepada pasien melalui telaah sistematik
terhadap pelayanan yang ada dibandingkan dengan
kriteria standar untuk selanjutnya dilakukan
perubahan
(A quality improvement process that seeks to improve patient care and outcomes
through systematic review of care against explicit criteria and implementation of
change)
(National Institute for Clinical Excellence)
(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam
Upaya Patient Safety, 2009)
Apa tujuan Audit Klinik?

Mengidentifikasi “GAP” antara


yang “seharusnya” vs. yang
“sesungguhnya” dilakukan

Melakukan perbaikan atas dasar


bukti yang secara ilmiah dapat
dipertanggungjawabkan
Seharus- Sesungguh-
nya nya
dilakukan GAP dilakukan

Audit
klinik
Audit Klinik sendiri dapat berupa audit multi disiplin
dan lintas batas, yang meliputi audit medik dan
keperawatan termasuk audit penunjang medis. (Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam
Upaya Patient Safety, 2009)
Memilih Topik

High risk

High Cost

High volume

Problem prone (Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam


Upaya Patient Safety, 2009)
Bagaimana memilih Topik untuk Audit
Klinik

S • Apakah topik cukup Specific

M • Apakah kriteria yang ditetapkan Measurable?

• Apakah tujuan yang ingin dicapai dalam audit


A klinik Achievable

R • Apakah metode dan proses audit klinik Realistic

T • Apakah audit klinik dapat dilaksanakan Timely

(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam


Upaya Patient Safety, 2009)
Contoh: Pemberian insulin pada pasien DM
Apakah merupakah masalah yang penting
Ya, pengendalian glukosa meminimalkan risiko komplikasi akibat DM

Apakah melibatkan jumlah pasien?


Ya, DM termasuk tinggi indisensinya

Apakah High Cost?


Cost sangat mahal jika terjadi error

Apakah tersedia Good practice Guideline?


Ya, bukti ilmiah tersedia cukup banyak

Apakah bersifat multidisiplin?


Ya, melibatkan dokter, perawat, farmasis, pasien

Apakah data mudah diperoleh?


Ya, termasuk melalui komunikasi dengan pasien
(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
1. Menetapkan Criteria
Apakah pemberian obat disertai instruksi yang jelas
tentang dosis & frekuensi?

Apakah mengetahui bagaimana menggunakan obat?

Apakah pasien taat menggunakan obat?

Apakah pasien mengalami efek samping?

Apakah pasien mengetahui kadar gula darah


terakhir?

Apakah pasien merokok?

Apakah pada label dicantumkan dosis obat?


(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
2. Menetapkan Standar
Apakah pemberian obat disertai
instruksi yang jelas tentang dosis & • Standar 90% YA
frekuensi?

Apakah mengetahui bagaimana


menggunakan obat? • Standar 100% YA

Apakah pasien taat menggunakan


obat? • Standar 85% YA

Apakah pasien mengalami efek


samping? • Standar 15% YA

(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
Apakah pasien
mengetahui kadar gula •Standar 100% YA
darah terakhir?

Apakah pasien merokok? •Standar 0% YA

Apakah pada label


dicantumkan dosis obat? •Standar 100% YA

(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
3. Mengembangkan instrumen Audit

YA TIDAK TOTAL % TOTAL


YA
Apakah instruksi tentang dosis
& frekuensi jelas?
Apakah pasien tahu cara
menggunakan obat
Apakah pasien taat
menggunakan obat?
Apakah pasien mengalami efek
samping
Apakah pasien mengetahui
kadar glukosa terakhir?
Apakah pasien merokok?

Apakah dosis dicantumkan


pada label
(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
4. Lakukan Pengumpulan data
YA TIDAK TOTAL % TOTAL
YA
Apakah instruksi tentang dosis 36 12 48 75%
& frekuensi jelas?
Apakah pasien tahu cara 44 4 48 91%
menggunakan obat
Apakah pasien taat 42 6 48 87%
menggunakan obat?
Apakah pasien mengalami efek 7 41 48 14%
samping
Apakah pasien mengetahui 26 22 48 54%
kadar glukosa terakhir?
Apakah pasien merokok? 13 35 48 27%
Apakah dosis dicantumkan 0 48 48 0%
pada label
(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
5. Melakukan Analisis data

(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
6. Presentasi Data
Contoh: Proporsi penderita DM yang merokok

(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
Menyusun Kesimpulan Audit
TOTAL % TOTAL
YA
Apakah instruksi tentang dosis & 90 75% FAIL
frekuensi jelas?
Apakah pasien tahu cara 100 91% FAIL
menggunakan obat
Apakah pasien taat menggunakan 85 87% FAIL
obat?
Apakah pasien mengalami efek 15 14% PASS
samping
Apakah pasien mengetahui kadar 100 54% FAIL
glukosa terakhir?
Apakah pasien merokok? 0 27% FAIL
Apakah dosis dicantumkan pada 100 0% FAIL
label
(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
Formulasikan action plan

Dapat menerima hasil Audit?

Memahami & mengerti area yang berpotensi


untuk terjadi outcome buruk?

Sepakat area apa saja yang perlu diperbaiki?

Sepakat untuk melakukan upaya perbaikan?

Sepakat untuk menetapkan langkah-langah


dalam upaya perbaikan
Sependapat untuk melakukan audit ulang setelah
upaya perbaikan dilakukan
(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
Formulasikan action plan

Dapat menerima hasil Audit?

Memahami & mengerti area yang berpotensi


untuk terjadi outcome buruk?

Sepakat area apa saja yang perlu diperbaiki?

Sepakat untuk melakukan upaya perbaikan?

Sepakat untuk menetapkan langkah-langah


dalam upaya perbaikan
Sependapat untuk melakukan audit ulang setelah
upaya perbaikan dilakukan
(Iwan Dwiprahasto, Peran Audit Klinik dalam Upaya Patient Safety, 2009)
Pelaksanaan Evaluasi Implementasi PPK-CP

1. Koordinasi Komite Mutu-Keselamatan


Pasien, Komite Medis, Bidang pelayanan,
lainnya
2. Tentukan Indikator yang akan diaudit :
indikator proses, outcome, varians
3. Evaluasi : kepatuhan PPA, kendala,
hambatan
4. Tentukan waktu pelaksanaan audit,
misalnya minimal 3 bulan sekali.
5. Penerapan siklus PDCA
07-2018 79
07-2018 80