Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

HAKIKAT DAN MAKNA SAINS, TEKNOLOGI, DAN SENI


BAGI MANUSIA

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS

MATA KULIAH ILMU SOSIAL DAN BUDAYA

DIUSUSUN OLEH:

RIFAN APRIYANTO (15.04.054) SHABILAH NOVIA S. (15.04.060)

RIFKI RAMDANI (15.04.055) STENLY SUFANDI B. (15.04.061)

SANDY ANGGANA (15.04.056) SUKIRMANSYAH (15.04.062)

SATRIA (15.04.057) SYARIFUDIN (15.04.063)

SATRIA DWI ANANTA (15.04.058) TEZAR TRIMUDHA M. (15.04.064)

PRODI TEKNIK ELEKTROMEDIK

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIDYA HUSADA

SEMARANG

2017
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI .................................................................................................................................. ii


BAB I PENDAHULUAN .............................................................................................................. 1
1.1 Latar Belakang........................................................................................................................ 1
1.2 Tujuan ..................................................................................................................................... 1
1.3 Rumusan Masalah .................................................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN ..........................................................................................................................2
2.1 Pengertian Sains, Teknologi Dan Seni ............................................................................................2
2.1.1 Sains .......................................................................................................................................2
2.1.2 Teknologi ...............................................................................................................................3
2.1.3 Seni .........................................................................................................................................5
2.2 Hakikat dan Makna Sains, Teknologi, Dan Seni Bagi Manusia ................................................6
2.3 Dampak Penyalahgunaan Iptek Pada Kehidupan ........................................................................10
2.4 Problematika Pemanfaatan Iptek Di Indonesia ............................................................................15
2.5 Kasus Penyalahgunaan Iptek ..........................................................................................................16
2.5.1 Cyber Crime ........................................................................................................................16
2.5.2 Perjudian On-Line ..............................................................................................................17
BAB III PENUTUP ..................................................................................................................... 18
3.1 Kesimpulan ........................................................................................................................... 18
3.2 Saran ..................................................................................................................................... 18

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam kehidupan saat ini, tidak dapat dilepaskan dari ilmu pengetahuan dan teknologi.
Semua orang dapat merasakan begitu banyak kemudahan yang dapat dinikmati akibat
perkembangan teknologi. Orang dapat melakukan perjalanan jauh dalam waktu singkat dengan
alat transportasi seperti pesawat terbang. Manusia dapat melakukan komunikasi dengan orang
lain yang berada di kota atau negara lain dengan menggunakan telepon. Manusia juga dapat
mengerjakan sesuatu dengan ringan karena ditemukannya berbagai macam mesin yang
meringankan pekerjaan manusia.

Adapun seni atau lebih khusus meninjau tentang seni rupa modern, umumnya hanya
dinilai sebagai praksis filosofis yang justru identik dengan berbagai ketidakpastian, penafsiran
personal dan subjekivitas. Pertentangan bipolar itu juga terkait dengan pandangan khalayak
dimana satu sisi memahami teknologi sebagai perwujudan nyata dari cita-cita kemajuan
peradaban modern secara kongkret, sehingga berdampak pada kehidupan manusia. Sementara di
sisi lain, melihat seni sebagai aktualisasi pengalaman batin, intuisi, dunia pra-reflektif manusia
dan khasanah rasa yang tak terjamah.

Namun disamping banyaknya manfaat yang telah diperoleh manusia, disisi lain muncul
pula dampak yang tak jarang dapat merugikan manusia dan sering pula terjadi penyalahgunaan
manfaat dan fungsi kemajuan teknologi bagi kehidupan manusia. Walaupun sebenarnya dampak
positif jauh lebih diharapkan untuk dapat mengiringi perkembangan jaman. Serta pemanfaatan
kemajuan sains, teknologi, dan seni secara baik harus diterapkan sehingga dapat menjaga
kelestarian budaya bangsa.

1.2 Tujuan

Tujuan penyusunan makalah ini adalah mempelajari pokok bahasan sains, teknologi dan seni
untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Budaya.

1.3 Rumusan Masalah


a. Apa pengertian sains, teknologi dan seni ?
b. Apa hakikat dan makna sains, teknologi, dan seni bagi manusia?
c. Apa saja dampak penyalahgunaan iptek pada kehidupan ?
d. Apa saja problematika pemanfaatan iptek di Indonesia?
e. Sebutkan contoh kasus penyalahgunaan iptek!
1
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sains, Teknologi Dan Seni


2.1.1 Sains

Sains (science) diambil dari kata latin Scientia yang arti harfiahnya adalah pengetahuan,
tetapi kemudian berkembang menjadi khusus Ilmu Pengetahuan Alam atau Sains. Sund dan
Trowbribge merumuskan bahwa Sains merupakan kumpulan pengetahuan dan proses.

Sedangkan Kuslan Stone menyebutkan bahwa Sains adalah kumpulan pengetahuan dan
cara-cara untuk mendapatkan dan mempergunakan pengetahuan itu. Sains merupakan produk dan
proses yang tidak dapat dipisahkan. "Real Science is both product and process, inseparably Joint"
(Agus. S. 2003: 11).

Sains sebagai proses merupakan langkah-langkah yang ditempuh para ilmuwan untuk
melakukan penyelidikan dalam rangka mencari penjelasan tentang gejala-gejala alam. Langkah
tersebut adalah merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, merancang eksperimen,
mengumpulkan data, menganalisis dan akhirnya menyimpulkan. Dari sini tampak bahwa
karakteristik yang mendasar dari Sains ialah kuantifikasi artinya gejala alam dapat berbentuk
kuantitas.
Definisi mengenai sains menurut Sardar (1987, 161) adalah sarana pemecahan masalah
mendasar dari setiap peradaban. Tanpa sains, suatu peradaban tidak dapat mempertahankan
struktur-struktur politik dan sosialnya atau memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar rakyat dan
budayanya. Sebagai perwujudan eksternal suatu epistemologi, sains membentuk lingkungan fisik,
intelektual dan budaya serta memajukan cara produksi ekonomis yang dipilih oleh suatu
peradaban. Pendeknya, sains, jelas Sardar (1987, 161) adalah sarana yang pada akhirnya
mencetak suatu peradaban, dia merupakan ungkapan fisik dari pandangan dunianya. Sedangkan
rekayasa, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222) menyangkut hal pengetahuan objektif (tentang
ruang, materi, energi) yang diterapkan di bidang perancangan (termasuk mengenai peralatan
teknisnya). Dengan kata lain, teknologi mencakup teknik dan peralatan untuk menyelenggarakan
rancangan yang didasarkan atas hasil sains.
Ilmu berkembang dengan pesat, yang pada dasarnya ilmu berkembang dari dua cabang
utama yaitu filsafat alam yang kemudian menjadi rumpun ilmu-ilmu alam (the natural sciences)
dan filsafat moral yang kemudian berkembang ke dalam ilmu-ilmu sosial (the social sciences).
Ilmu-ilmu alam dibagi menjadi dua kelompok yaitu ilmu alam (the physical sciences) dan ilmu
hayat (the biological sciences) (Jujun. S. 2003). Ilmu alam ialah ilmu yang mempelajari zat yang
membentuk alam semesta sedangkan ilmu hayat mempelajari makhluk hidup di dalamnya. Ilmu
alam kemudian bercabang lagi menjadi fisika (mempelajari massa dan energi), kimia

2
(mempelajari substansi zat), astronomi (mempelajari benda-benda langit dan ilmu bumi (the earth
sciences) yang mempelajari bumi kita.
Selanjutnya dalam kaitannya dengan ilmu. Ilmu itu sendiri dengan garis besar dapat
dikelompokkan menjadi dua buah golongan besar, yakni ilmu eksak dan non eksak, atau ilmu
pengetahuan alam (IPA) serta ilmu pengetahuan social (IPS). Jika dilihat dari cirinya serta
dibandingkan dengan pengetahuuan yang acak dan terbuka lainnya, terletak pada adanya unsur
sistematika, objek kajian, ruang lingkup kajian, serta metode yang diterapkan serta
dikembangkannya. Jadi ilmu sesungguhnya merupakan pengetahuan yang sudah mencapai tarap
tertentu yang telah memenuhi sistematika, memiliki objek kajian, dan metode pembahasan akan
kajian tersebut.
Ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan
menggunakan kekuatan pemikiran dimana pengetahuan tersebut selalu dapat dikontrol oleh setiap
orang yang ingin mengetahuinya. Berpijak dari pengetahuan ini, maka ilmu memiliki kandungan
unsur-unsur pokok seperti berikut :
1. Berisi pengetahuan ( knowledge ).
2. Tersususn secara sistematis.
3. Menggunakan penalaran.
4. Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain.
Ilmu pengetahuan bersifat fungsional dalam kehidupan manusia sehari-hari. Dengan
pengetahuan, maka pemanfaatan benda, alat, senjata, dan hewan, menjadi lebih mudah serta
terarah guna mencapai hasil atau apa yang diinginkannya. Apalagi setelah pengetahuan itu
tersusun menjadi sebuah ilmu ( ilmu pengetahuan ), maka fungsi dan penerapannya dalam rangka
memanfaatkan sebuah benda, alat, senjata, atau hewan tadi akan menjadi lebih baik lagi. Dalam
kajian filsafat ilmu, suatu pengetahuan dapat dikatakan (dikatagorikan) sebagai suatu ilmu
apabila memenuhi tiga kriteria pokok sebagai berikut :
1. Adanya aspek ontologis, artinya bidang studi yang bersangkutan telah memiliki objek
studi/kajian yang jelas.
2. Adanya aspek epistemology, artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan telah memiliki
metode kerja yang jelas
3. Adanya aspek aksiologi, artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan nilai guna atau
kemanfaatannya.
Jadi, Ilmu pengetahuan merupakan usaha manusia untuk memahami gejala dan fakta
alam, lalu melestarikan alam tersebut secara konsepsional dan sistematis.

2.1.2 Teknologi

Teknologi berasal dari kata techne dan logia, kata Yunani Kuno techne berarti seni
kerajinan. Dari kata techne, kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti orang yang
memiliki keahlian tertentu. Dengan perkembangan keterampilan tersebut menjadi semakin tetap
karena menunjukkan suatu pola, langkah, dan metode yang pasti. Sehingga keterampilan tersebut
menjadi teknik. Diungkapkan Jacques Ellul dalam tulisannya berjudul The Technological
Society tidak mengatakan teknologi tetapi teknik, meski arti dan maksudnya sama. Teknologi
3
memperlihatkan fenomena dalam masyarakat sebagai hal inpersonal dan memiliki otonomi
mengubah setiap bidang kehidupan manusia menjadi lingkup teknis. Batasan ini bukan dalam
bentuk teoritis, melainkan perolehan aktivitas masing-masing dan observasi fakta dari apa yang
disebut manusia modern dengan perlengkapan tekniknya. Jadi teknik menurut Ellul adalah
berbagai usaha, metode, dan cara untuk memperoleh hasil yang sudah distandarisasi dan
diperhitungkan sebelumnya.

Dalam kepustakaan, teknologi memiliki berbagai ragam pendapat yang menyatakan


teknologi adalah transformasi kebutuhan (perubaan bentuk dari alam). Teknologi adalah
kenyataan yang diperoleh dari dunia ide. Secara konvensional mencakup penguasaan dunia fisik
dan biologis, tetapi secara luas juga mencakup teknologi sosial terutama teknologi sosial
pembangunan sehingga teknologi itu menjadi metode sistematis untuk mencapai tujuan insani.
Sedangkan teknologi dalam makna subyektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang
disempurnakan. Jadi secara umum, teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan
barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia.
Teknologi adalah satu ciri yang mendefinisikan hakikat manusia yaitu bagian dari
sejarahnya meliputi keseluruhan sejarah. Teknologi, menurut Djoyohadikusumo (1994, 222)
berkaitan erat dengan sains (science) dan perekayasaan (engineering). Dengan kata lain,
teknologi mengandung dua dimensi, yaitu science dan engineering yang saling berkaitan satu
sama lainnya. Sains mengacu pada pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya
mengenai ciri-ciri dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi dalam interaksinya satu
terhadap lainnya. Ada tiga macam teknologi yang sering di kemukakan oleh para ahli, yaitu :
1. Teknologi Modern :
a. Padat modal
b. Mekanis elektris setempat
c. Menggunakan bahan import
d. Berdasarkan penelitian mutakhir, dll.
2. Teknologi Madya :
a. Padat karya
b. Dapat dikejakan oleh keterampilan setempat
c. Menggunakan alat setempat
d. Berdasarkan alat penelitian
3. Teknologi Tradisional
a. Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja)
b. Menggunakan keterampilan setempat
c. Menggunakan alat setempat
d. Menggunakan bahan setempat
e. Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan

Secara lebih umum dapat dikatakan bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunaan
berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.

4
Sedangkan berbicara tentang teknologi, dimana istilah teknologi sendiri sebenarnya
mengandung pengertian sains dan teknik atau engineering, sebab produk-produk teknologi
tidaklah mungkin ada tanpa didasari adanya sains. Sementara itu, dalam sudut pandang budaya,
teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains.
Walaupun pada dasarnya teknologi juga memiliki karakteristik objektif dan netral namun dalam
kenyataannya teknologi tidak bisa netral seluruhnya karena memerlukan juga sentuhan-sentuhan
estetika yang bersifat objektif.

2.1.3 Seni

Menurut Janet Woll seni adalah produk sosial. Sedangkan menurut Kamus B.Indonesia,
seni adalah keahlian yang membuat karya yang bermutu (dilihat dari segi kehalusannya,
keindahannya, dll), seni dapat berupa seni rupa, seni musik dll. Menurut bahasa ”seni” berarti
indah, tetapi menurut istilah ”seni” merupakan suatu manisfestasi dan pancaran rasa keindahan,
pemikiran, kesenangan yang lahir dari dalam diri seseorang untuk menghasilkan suatu aktiviti.

Wujud dari lahirnya suatu karya seni adalah hasil dari ide-ide para seniman yang
berlandaskan daya imajinasi, pengetahuan, pendidikan dan inspirasi serta tenaga seniman itu
sendiri. Karya seni dapat dituangkan dalam bentuk garis, warna, gerak, bunyi, kata-kata, bahasa
dan rupa bentuk yang bersifat kreatif dan imajinatif dari suatu kemahiran.
Seni juga merupakan segi batin masyarakat yang juga berfungsi sebagai jembatan
penghubung antar kebudayaan yang beraneka ragam. Karya seni selalu bersifat sosial karena
kehadirannya menggambarkan masyarakat yang berjiwa kreatif, dinamis dan agung. Memahami
seni suatu masyarakat berarti memahami aktivitas penting masyarakat yang bersangkutan dalam
momen yang paling dalam dan kreatif.
Seni pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim
dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni
sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih
sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa
seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan
medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan
ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau
perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman
mendapat pengaruh dari orang lain di masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul
untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang
bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).
Pada titik inilah kita berbicara tentang seni. Seni berasal dari kata bahasa latin, yaitu ars
yang berarti kemahiran. Secara etimologis, seni (art) diformulasikan sebagai suatu kemahiran
dalam membuat barang atau mengerjakan sesuatu. Pengertian seni merupakan kebalikan dari
alam, yaitu sebagai hasil campur tangan atau sentuhan manusia. Seni merupakan pengolahan budi
manusia secara tekun untuk mengubah suatu benda bagi kepentingan rohani dan jasmani
manusia. Seni merupakan ekspresi jiwa seseorang yang hasil ekspresi tersebut berkembang
5
menjadi bagian dari budaya manusia. Seni dan keindahan yang tercipta merupakan dua sisi yang
tidak bisa dipisahkan. Dengan seni, cipta dan karya manusia, termasuk teknologi, didalamnya
mendapat sentuhan keindahan dan estetika.
Dari uraian diatas, seni diartikan sebagai kegiatan manusia (human activity), yaitu proses
kegiatan manusia dalam menciptakan benda-benda yang bernilai estetik. Jadi, dengan sentuhan
seni, teknologi sebagai hasil karya ilmu pengetahuan manusia tidak sekadar menjadi alat, tetapi
juga bernilai indah. Contohnya pesawat terbang sebagai karya tekonolgi tidak hanya berkembang
dari sisi kualitas kemampuan mesin, dan ketahanannya tetapi juga berkembang semakin estetik,
baik dalam bangunan body, model, interior pesawat, warna, dan sebagainya.

2.2 Hakikat dan Makna Sains, Teknologi, Dan Seni Bagi Manusia

Pada hakekatnya manusia secara kodrat bersifat sebagai makhluk individu sekaligus
makhluk sosial. Dikatakan sebagai makhluk individu karena setiap manusia berbeda-beda dengan
manusia yang lain dalam hal kepribadian, pola pikir, kelebihan, kekurangan dan kreatifitas untuk
mencapai cita-cita. Sehingga sebagai pribadi-pribadi yang khas tersebut manusia berusaha
mengeluarkan segala potensi yang ada pada dirinya dengan cara menciptakan sesuatu untuk
memenuhi kebutuhan hidup tanpa bantuan orang lain. Potensi-potensi manusia sebagai makhluk
individu dapat dituangkan dalam sebuah karya seni, sains, dan teknologi.

Baik sains, teknologi maupun seni dan hasil produknya dapat dirasakan disetiap aspek
kehidupan manusia dan budayanya. Sehingga pengaruh sains, teknologi, seni bagi manusia dan
budaya dalam masyarakat dapat berpengaruh baik secara negatif maupun secara positif :
1. Pengaruh positif
a. Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (secara individu maupun kelompok) terhadap
perkembangan ekonomi, politik, militer, dan pemikiran-pemikiran dalam bidang sosial
budaya.
b. Pemanfaatan sains, teknologi, dan seni secara tepat dapat lebih mempermudah proses
pemecahan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.
c. Sains, teknologi dan seni dapat memberikan suatu inspirasi tentang perkembangan suatu
kebudayaan yang ada di Indonesia.
2. Pengaruh negatif
Selain untuk memberikan pengaruh positif sains, teknologi dan seni juga dapat
memberikan pengaruh yang negatif bagi perubahan peradapan manusia dan budaya terutama bagi
generasi muda. Selain itu sains, teknologi dan seni telah melunturkan nilai-nilai luhur kepribadian
bangsa dan tata krama sosial yang selama ini menjadi ciri khas dan kebanggaan. Serta yang
terakhir pemanfaatan dari sains, teknologi, dan seni sering kali menimbulkan masalah baru dalam
kehidupan manusia terutama dalam hal kerusakan lingkungan, mental dan budaya bangsa,
seperti:
a. Menipisnya lapisan ozon
b. Terjadi polusi udara, air dan tanah
6
c. Terjadi pemanasan global
d. Rusaknya ekosistem laut
e. Pergaulan dan seks bebas dan penyakit moral.
Oleh karena itu agar sains, teknologi dan seni dapat memberikan pengaruh yang positif
bagi manusia dan budaya, maka sains, teknologi dan seni seharusnya mampu mengkolaborasikan
antara nilai-nilai empiris dengan nilai-nilai moral dan menyesuaikan dengan nilai-nilai religius,
keagamaan, dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Selama perjalanan sejarah, umat manusia telah berhasil menciptakan berbagai macam
kebudayaan. Berbagai macam atau ragam kebudayaan tersebut meliputi tujuh unsur kebudayaan
saja. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut merupakan unsur-unsur pokok yang selaluada pada
setiap kebudayaan masyarakat yang ada dibelahan dunia.
Menurut Kluchkhon sebagai mana dikutip Koentjaraningrat (1996), bahwa ketujuh unsur
pokok kebudayaan tersebut meliputi:
1. Peralatan hidup (teknologi)
2. Sistem mata pencaharian hidup (ekonomi)
3. Sistem kemasyarakat (organisasi sosial)
4. Sistem bahasa
5. Kesenian (seni)
6. Sistem pengetahuan (ilmu pengatehuan/sains)
7. Sistem kepercayaan (religi).
Ketujuh unsur budaya tersebut merupakan unsur-unsur budaya pokok yang pasti ada
apabila kita meneliti atau mempeljari setiap kehidupan masyarakat. Karena ada pada setiap
kehidupan masyarakat manusia di dunia ini, maka ketujuh unsur pokok dari kebudayaan yang ada
di dunia itu sering kali dikatakan sebagai unsur-unsur budaya yang bersifat universal, atau unsur-
unsur kebudayaan universal.
Ilmu pengetahuan (sains), peralatan hidup (teknologi), serta kesenian (seni) atau
seringdisingkat IPTEKS, termasuk bagian dari unsur-unsur pokok dari kebudayaan universal
tersebut.
Maka dapat dipastikan IPTEKS akan kita jumpai pada setiap kehidupan masyarakat
manusiadimanapun berada, baik yang telah maju, sedang berkembang, sampai masyarakat yang
masih sangat rendah tingkat perdabannya. Bahkan pada kehidupan masyarakat purba atau pada
zaman prasejarah sekalipun, ketujuh unsur-unsur budaya universal tersebut telah ada, termasuk
Ipteks, meskipun tentunya pada tingkatan yang sangat sederhana atau primitif sekali. Salah satu
bukti bahwa pada zaman purba telah muncul ketujuh unsur-unsur budaya universal adalah pada
zaman itu manusia telah mengenal adanya peralatan hidup atau teknologi berupa alat-alat
sederhana yang terbuat dari batu maupun tulang yang digunakan untuk mencari makanan
(berburu, meramu makanan, atau bercocok tanam secara sederhana).
Kemudian, pada saat itu manusia purba juga telah mengenal adanya sistem kepercayaan
yang sekaligus menunjukkan adanya nilai seni serta sistem mata pencaharian hidup manusia
purba, yakni sebagaimana terpotret pada gambar-gambar mistis berupa lukisan telapak tangan
serta lukisan babi rusa yang terkena panah pada bagian perutnya, yang ditemukan di gua-

7
gua tempat tinggal mereka. Pada zaman purba, ternyata juga telah dikenal adanya sistem
pengetahuan dalam pelayaran yang menggunakan sandaran pengetahuan pada perbintangan.
Demikianlah pada masa-masa sesudahnya, pelan tapi pasti Ipteks terus berkembang
semakin maju sejalan dengan kemajuan penalaran yang telah dicapai oleh umat manusia. Bahkan,
kini Ipteks yang pada awal perkembangannya berasal dari embrio filsafat, sekarang
pertumbuhannya telah bercabang-cabang menjadi puluhan, bahkan ratusan disiplin ilmu ataupun
teknologi yang masing-masing memiliki karakteristik serta dasar keilmiahannya sendiri-
sendiri. Salah satu fungsi utama ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk sarana bagi
kehidupan manusia, yakni untuk membantu manusia agar aktivitas kehidupannya menjadi lebih
muda, lancar, efisien, dan efektif, sehingga kehidupannya menjadi lebih bermakna dan produktif.
Oleh karena itu, khususnya dalam ilmu antropologi, istilah atau pengertian ilmu pengetahuan dan
teknologi tersebut sering dipakai untuk merujuk pada keterkaitan antara manusia, lingkungan,
dan kebudayaan. Hal ini dikarenakan dalam berinteraksi menghadapi lingkungannya, manusia
mau tidak mau pasti akan berusaha menggunakan sarana-sarana berupa pengetahuan yang
dimiliki serta menciptakan peralatan hidup untuk membantu kehidupannya. Dengan demikian,
Iptek bagi manusia selalu berkaitan dengan usaha manusia untuk menciptakan taraf
kehidupannya yang lebih baik.
Teknologi mempunyai dua komponen utama, yaitu :
1. Harware aspect, meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek
fisikal atu material.
2. Sofware aspect, meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal-hal
peralatan fisik atau material tersebut.

Dalam definisi lain (terutama berdasarkan kajian filsafat ilmu), istilah Iptek
(ilmu,pengetahuan, teknologi) juga sering dibedakan secara terpisah atau sendiri-sendiri, karena
masing-masing ketiga istilah itu dianggap memiliki bobot keilmiahan yang berbeda-beda.
Menurut pengertian ini, pengetahuan merupakan pengalaman yang bermakna dalam diri
tiap orang yang tumbuh sejak ia dilahirkan. Oleh karena itu, manusia yang normal, sekolah atau
tidak sekolah, sudah pasti dianggap memiliki pengetahuan. Pengetahuan dapat dikembangkan
manusia karena dua hal, pertama, manusia mempunyai bahasa yang dapat mengomunikasikan
informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua, manusia
mempunyai kamampuan berpikir menurut suatu alur piker tertentu ang merupakan kemampuan
menalar. Penalaran merupakan suatu proses berpikir menurut suatu proses berpikir
dalam menarik kesimpulan yang berupa pengetahuan. Pengetahuan yang sifatnya acak
perlu ditingkatkan lagi derajat atau bobot keilmiahannya sehingga berubah menjadi ilmu. Dengan
demikian pengetahuan yang bersifat acak serta terbuka itu dengan melalui proses yang cukup
panjang, dapat diorganisasikan dan disusun menjadi bidang-bidang ilmu filsafat, humaniora, serta
ilmu.
Ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan
menggunakan kekuatan pemikiran, di mana pengetahuan tersebut selalu dapat dikontrol oleh
setiap orang yang ingin mengetahuinya. Berpijak dari pengertian ini, maka ilmu memiliki
kandungan unsur-unsur pokok sebagai berikut:
8
1. Berisi pengetahuan (knowledge).
2. Tersusun secara sistematis.
3. Menggunakan penalaran.
4. Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain.

Dalam kajian filsafat, suatu pengetahuan dapat dikatakan (dikategorikan) sebagai suatu
ilmu apabila memenuhi tiga kriteria sebagai berikut:
1. Adanya aspek ontologis, artinya bidang studi yang bersangkutan telah memiliki objek
studi/kajian yang jelas, artinya dapat diidentifikasikan, dapat diberi batasan, serta dapat
diuraikan sifat-sifatnya yang esensial. Objek studi suatu ilmu itu sendiri terdapat dua macam,
yaitu objek material serta objek formal.
2. Adanya aspek epistemologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan telah
memiliki metode kerja yang jelas. Dalam hal ini terdapat tiga metode kerja suatu bidang
studi, yaitu dedukasi, induksi, serta eduksi.
3. Adanya aspek aksiologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan memiliki
nilai guna atau kemanfaatanya. Misalnya, bidang studi tersebut dapat menunjukkan adanya
nilai teoretis, hukum, generalisasi, kecenderungan umum, konsep, serta kesimpulan yang
logis, sistematis, dan koheren. Selain itu, bahwadalam teori serta konsep tersebut
tidak menunjukkan adanya kerancuan,kesemrawutan pikiran, atau penentangan kontradiktif
di antara satu sama lain.

Sedangkan berbicara masalah teknologi, dimana istilah teknologi sendiri sebenarnya


sudah mengandung pengertian sains dan teknik atau engineering, sebab produk-produk teknologi
tidaklah mungkin ada tanpa didasari adanya sains. Sementara itu, dalam sudut pandang budaya,
teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains.
Walaupun pada dasarnya teknologi juga memilliki karakteristik objektif dan netral, namun dalam
kenyataannya teknologi tidak bisa netral seluruhnya karena memerlukan juga sentuhan-sentuhan
estetika yang bersifat objektif.
Pada titik inilah kita berbicara tentang seni. Seni berasal dari bahasa Latin, yaitu ars yang
berarti kemahiran. Secara etimologis, seni (art) diformulasikan sebagai suatu kemahiran dalam
membuat barang atau mengerjakan sesuatu. Pengertian seni merupakan kebalikan dari alam, yaitu
sebagai hasil campur tangan (sentuhan) manusia. Seni merupakan pengolahan budi manusia
secara tekun untuk mengubah suatu benda bagi kepentingan rohani dan jasmani manusia. Seni
merupakan ekpresi jiwa seseorang yang hasil ekspresi tersebut berkembang menjadi bagian dari
budaya manusia. Seni dan keindahan yang tercipta merupakan dua sisi yang tidak bisa
dipisahkan. Dengan seni, cipta dan karya manusia, termasuk teknologi, di dalamnya mendapat
sentuhan keindahan atau estetika.
Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi bagaikan pohon
tak berakar (science without technology has no fruit, technology without science has no root).
Sains hanya mampu mengajarkan fakta dan nonfakta pada manusia, ia tidak mampu mengajarkan
apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. Jadi, fungsi sains di sini hanyalah
9
mengoordinasikan semua pengalaman manusia dan menempatkannya ke dalam suatu sistem yang
logis, sedangkan fungsi seni sebagai pemberi persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup
dengan menempatkan suatu keberaturan padanya. Tujuan sains dan teknologi adalah untuk
memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan seni memberi sentuhan estetik
sebagai hasil budaya yang indah dari manusia.

2.3 Dampak Penyalahgunaan Iptek Pada Kehidupan

Semestinya, semakin tinggi penguasaan terhadap Ipteks, harusnya manusia semakin kritis
dalam berpikir, semakin disiplin dalam bekerja, dan semakin efisien dalam bertindak. Akan
tetapi, pada kenyataannya kebanyakan manusia justru semakin merasa dibuai dengan semua
fasilitas dan produk yang dihasilkan oleh Ipteks sekarang ini.

Permasalahan yang timbul akibat dari adanya kemajuan teknologi adalah adanya
dampak negatif yang disebabkan oleh kemajuan teknologi tersebut di antaranya :
1. Nuklir
Meledaknya bom di Hirosima dan Nagasari mengakhiri Perang Dunia II. Akhirnya perang
untuk menghentikan kekejaman, penghancuran, dan perusakan. Pada waktu itu banyak korban
berjatuhan, tetapi kejadian tidak berhenti di situ, karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat
dirasakan sampai sekarang. Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang berasal dari bom
nuklir serta reaktor-reaktor atom. Bahaya yang ditimbulkan adalah radiasi yang ditimbulkan oleh
sinar alpha, beta, dan gamma, serta partikel neutron lainnya hasil pembelahan inti. Efek yang di
timbulkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimianya,
sehingga merusak sel tubuh. Bila hal ini terjadi pada gen maka akan menyebabkan terjadinya
mutasi gen yang berakibatkan kanker.

2. Polusi
Adanya bahan polusi atau polutan dapat merusak lingkungan. Timbulnya pencemaran erat
kaitannya atau disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia antara lain:
a. Kegiatan-kegiatan industri, dalam bentuk limbah, zat-zat buangan berbahaya seperti logam-
logam berat, zat radioaktif, air buangan panas, juga dalam bentuk kepulan asap dan
kebisingan suara.
b. Kegiatan pertambangan, berupa terjadinya kerusakan instalasi, kebocoran, pencemaran
buangan-buangan penambangan, pencemaran udara, dan rusaknya lahan-lahan akibat
pertambangan.
c. Kegiatan transportasi, berupa kepulan asap, naiknya suhu udara kota, kebisingan dari
kendaraan bermotor tumpuhan-tumpahan bahan bakar kendaraan bermotor terutama minyak
bumi dari kapal tanker.
d. Kegiatan pertanian, terutama akibat dari residu pemakaian zat-zat kimia yang memberantas
hama seperti insektisida, pertisida, herbisida, demikian pula dengan pupuk organik.

3. Klonasi/Kloning
10
Dengan kemajuan dalam bidang genetika dan biologi reproduksi, maka dimungkinkan
rekayasa duplikasi atau multiplikasi manusia secara seksual dengan klonasi. Tujuan klonasi dapat
dirangkum seperi berikut:
a. Memberi anak yang baik bagi pasangan yang tidak mempunyai anak.
b. Menyedian jaringan atau organ fetus untuk transplantasi.
c. Mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama ciri-cirinya.
d. Sebagai bagian dari eugenetika positif dengan membuat genotipus yang dianggap unggul
sebanyak-sebanyaknya.
e. Merealisasi teori dan memuaskan rasa ingin tahu ilmiah.
f. Memperoleh sampel dengan genotipus yang sama untuk penelitan, misalnya tentang peran
relatif pengaruh lingkungan dan genetika pada genotipus manusia.
g. Memperoleh orang dalam jumlah banyakk untuk pekerjaan yang sama dengan ciri-ciri
tertentu.

Namun ada pula dampak yang kurang baik karena hal-hal di atas banyak yang belum
menyentujui dan banyak yang menentang akan adanya kloning tersebut, selain itu pada segi
agama pun sudah tentu bertentangan, karena kita menantang akan kodrat kita sendiri,
bagaimanapun manusia sebagai makluk ciptaan-Nya tidak mampu menandingi Sang Penciptanya.
Jika wewenang kloning jatuh ke tangan diktaktor, ia dapat berbuat macam-macam yang
merugikan spesies manusia dalam jangka panjang.

4. Efek Rumah Kaca


Efek rumah kaca ini disebabkan oleh adanya pencemaran udara yang banyak mengandung
zat-zat yang dapat mengubah suhu udara. Karena dengan adanya pencemaran udara akan
menyebabkan pemanasan global yaitu dengan adanya efek rumah kaca. Yang dimana dengan
adanya efek rumah kaca ini sinar ultra violet yang dapat membahayakan manusia tidak akan
disaring lagi oleh lapisan ozon, sehingga akan langsung menuju bumi dan selanjutkan akan diam
dan bersirkulasi di bumi, begitu seterusnya.

Dampak negative dari perkembangan teknologi dilihat dari berbagai bidang:


1. Pengaruh IPTEK dalam bidang Pendidikan
Perkembangan IPTEK memiliki beberapa dampak negatif dalam bidang Pendidikan,
antara lain :
a. Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Dalam hal ini Program tes inteligensi seperti tes
Raven, Differential Aptitudes. Test dapat diakses melalui compact disk. Implikasi dari
permasalahan ini adalah tes psikologi yang ada akan mudah sekali bocor, dan pengembangan
tes psikologi harus berpacu dengan kecepatan pembocoran melalui internet tersebut.
b. Penyalahgunaan pengetahuan bagi orang-orang tertentu untuk melakukan tindak kriminal.
Kita tahu bahwa kemajuan dalam bidang pendidikan juga mencetak generasi yang
berpengetahuan tinggi tetapi mempunyai moral yang rendah. Contonya dengan ilmu
komputer yang tingi maka orang akan berusaha menerobos sistem perbankan dan lain-lain.

11
2. Pengaruh IPTEK dalam bidang Informasi dan Komunikasi
Perkembangan IPTEK memiliki beberapa dampak negatif dalam bidang Informasi dan
Komunikasi, antara lain :
a. Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris
b. Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa
disalahgunakan pihak tertentu untuk tujuan tertentu
c. Kerahasiaan alat tes semakin terancam. Melalui internet kita dapat memperoleh informasi
tentang tes psikologi dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung
dari internet.
d. Kecemasan teknologi, contohnya kerusakan komputer karena terserang virus, kehilangan
berbagai file penting dalam computer, dan juga rusaknya jaringan internet karena tersambar
petir. Hal inilah beberapa contoh kecemasan yang terjadi karena teknologi.

3. Pengaruh IPTEK dalam bidang Ekonomi dan Industri


Perkembangan IPTEK memiliki beberapa dampak negatif dalam bidang Ekonomi dan
Industri, antara lain :
a. Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai
dengan yang dibutuhkan
b. Sifat konsumtif manusia. Hal ini akan melahirkan generasi yang secara moral mengalami
kemerosotan, yaitu berperilaku konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental
“instant”.

4. Pengaruh IPTEK dalam bidang Sosial Budaya


Perkembangan IPTEK memiliki beberapa dampak negatif dalam bidang Sosial Budaya,
antara lain :
a. Kemerosotan moral di kalangan warga masyarakat, khususnya di kalangan remaja dan
pelajar.
Kemajuan kehidupan ekonomi yang terlalu menekankan pada upaya pemenuhan
berbagai keinginan material, telah menyebabkan sebagian warga masyarakat menjadi “kaya
dalam materi tetapi miskin dalam rohani”.
b. Menurunnya rasa kebersamaan dan persatuan dalam setiap manusia.
Kenakalan dan tindak menyimpang di kalangan remaja semakin
meningkat,serta semakin lemahnya kewibawaan tradisi-tradisi yang ada di masyarakat,
seperti gotong royong dan tolong-menolong telah melemahkan kekuatan-kekuatan sentripetal
yang berperan penting dalam menciptakan kesatuan sosial.
c. Pola interaksi antarmanusia yang berubah.
Kehadiran komputer pada kebanyakan rumah tangga golongan menengah ke atas telah
merubah pola interaksi keluarga. Komputer yang disambungkan dengan telefon telah
membuka peluang bagi siapa saja untuk berhubungan dengan dunia luar. Program internet
relay chatting (IRC), internet, dan e-mail telah membuat orang asyik dengan kehidupannya
sendiri. Selain itu, tersedianya berbagai warung internet (warnet) telah memberi peluang
kepada banyak orang yang tidak memiliki komputer dan saluran internet sendiri untuk
12
berkomunikasi dengan orang lain melalui internet. Kini semakin banyak orang yang
menghabiskan waktunya sendirian dengan komputer. Melalui program internet relay chatting
(IRC) anak-anak bisa asyik berkomunikasi dengan teman dan orang asing kapan saja.

5. Pengaruh IPTEK dalam bidang Kesehatan


Perkembangan IPTEK memiliki beberapa dampak negatif dalam bidang Kesehatan, antara
lain :
a. Radiasi
Sejumlah penelitian yang dilakuan menunjukkan radiasi telepon genggam berakibat
buruk terhadap tubuh manusia. Misalnya meningkatkan risiko terkena tumor telinga dan
kanker otak, berpengaruh buruk pada jaringan otak, merusak dan mengurangi jumlah sperma
hingga 30 persen, mengakibatkan meningioma, neurinoma akustik, acoustic melanoma, dan
kanker kelenjar ludah.
b. Gangguan Reproduksi
Seperti sebuah mitos, tetapi ada sedikit data yang menyebutkan bahwa handphone dapat
memberikan efek pada kesuburan pria. Faktanya, sebuah penelitian yang dipublikasikan
jurnal medis, Fertility & Serility, menguji penggunaan handphone oleh 361 pria pada sebuah
klinik kesuburan. Hasilnya menunjukkan bahwa semakin sering seorang pria menggunakan
handphone-nya, semakin rendah jumlah, kualitas dan ketahanan sperma mereka.
Pada bulan Oktober, dilaporkan sebuah penelitian yang dilakukan pada hewan
menemukan bahwa tikus yang diberi emisi handphone 6 jam perhari selama 18 minggu
memiliki kecenderungan yang lebih besar mengalami kematian sperma dibandingkan dengan
tikus yang tidak diberi perlakuan. Peneliti tersebut mengatakan dari hasil tersebut bisa
diyakini membawa handphone dekat dengan alat reproduksi dapat memberi efek negatif pada
kesuburan.
c. Tumor Mulut
Penggunaan ponsel dalam waktu lama dan rutin akan meningkatkan resiko tumor
sekitar 50 persen dibanding mereka yang sama sekali tak menggunakan ponsel.
Studi baru yang dilakukan ilmuwan Israel yang hasil penelitiannya dimuat di American
Journal of Epidemiology menyatakan bahwa setidaknya 402 orang mengalami tumor mulut
dalam kondisi sedang, sementara 56 lainnya masuk kategori kanker ganas. Penelitian ini
melibatkan 1.266 pengguna ponsel. Mereka yang menggunakan ponsel lebih dari normal,
atau menggunakan dalam waktu lama dan berkelanjutan (continue) beresiko mengembangkan
tumor pada parotid gland (kelenjar liur), yang terletak di mulut dengan posisi dekat telinga

Perkembangan IPTEK di Indonesia memang masih memprihatinkan. Realitas yang


memprihatinkan itu bukan dilihat dari prestasi beberapa bidang IPTEK yang telah dicapai selama
ini seperti mendapat medali emas pada International Exhibition of Invention New Technique and
Product, memperoleh The First Step to Nobel Prize di bidang fisika tingkat SMA, temuan alat
pengukur curah hujan oleh LIPI, temuan aplikasi teknologi DNA, temuan bibit padi unggul,
temuan vector medan laju percepatan gerakan lempeng tektonik akibat maraknya bencana gempa
bumi di Indonesia, rancang bangun pesawat remotely piloted vehicle, memperoleh penghargaan
13
internasional Fellowship L’Oreal-Unesco for Woman in Science dan masih banyak lagi lainnya,
terlebih lagi di bidang TI banyak sekali pemuda Indonesia yang telah menghasilkan berbagai
macam perangkat lunak buatan dalam negeri, yang memang semua itu perlu disyukuri.
Namun, keprihatinan itu muncul ketika pergerakan dampak perkembangan IPTEK
memang tidak segaris lurus dengan penciptaan kesejahteraan masyarakat dalam kerangka
kebijakan IPTEK secara nasional.
Hambatan perkembangan IPTEK di negara Indonesia ini disebabkan oleh beberapa faktor,
antara lain :
a. Kesadaran informasi masyarakat yang masih belum maksimal
b. Sikap terhadap teknologi belum menunjang
c. Penggunaan teknologi informasi belum merata
d. Penerapan budaya informasi belum didorong oleh pelembagaan atau kebijakan nasional.
e. Kapasitas inovasi nasional yang masih rendah
f. Kolaborasi antara universitas, litbang, dan industri yang masih perlu dibangun
g. Penggunaan paten sebagai alat perlindungan hak cipta penemu dan sekaligus alat untuk
diseminasi teknologi yang perlu dibangun lebih baik
h. Kendala lain yang penting adalah dukungan pemerintah dalam bentuk pembelian teknologi
canggih hasil litbang dalam negeri (government procurement of advanced technology
product) yang masih rendah.

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi komunikasi dan


informasi, berlangsung amat cepat dan harus bisa diantisipasi. Kemajuan IPTEK yang amat
spektakuler, memaksa semua pihak untuk mampu menguasai dan mengembangkannya. Tanpa
kemampuan menguasai dan mengembangkan IPTEK, bangsa Indonesia bukan saja akan
ketinggalan dari bangsa-bangsa lain di dunia, tetapi juga bisa menjadi objek eksploitasi secara
teknologis oleh bangsa lain. Selain perdagangan, IPTEK merupakan kekuatan utama yang
mampu menggerakkan globalisasi. Kemajuan iptek merupakan salah satu indikator dan parameter
tinggi-rendahnya peradaban sebuah bangsa.
Selain itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kemajuan
IPTEK di Indonesia, yaitu :
a. Menciptakan kebijakan-kebijakan IPTEK yang segaris lurus dengan penciptaan kesejahteraan
masyarakat.
b. Keterlibatan pihak swasta khususnya anggaran-anggaran penelitian dan pengembangan.
c. Merangsang peneliti untuk lebih giat dan aktif melakukan penelitian dan pengembangan
IPTEK.
d. Pemerintah memberikan dukungan dalam bentuk pembelian teknologi canggih hasil litbang
dalam negeri (government procurement of advanced technology product) yang masih rendah.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi berpengaruh terhadap seluruh


aspek/bidang kehidupan manusia, diantaranya :

14
2.4 Problematika Pemanfaatan Iptek Di Indonesia

IPTEKS dimanfaatkan oleh manusia terutama dalam memudahkan pemenuhan kubuthan


hidup. Contoh sederhana adalah dengan dikembangkan sarana transportasi, manusia bisa
bergerak dan melakukan mobilisasi dengan cepat. Kemajuan yang di capai manusia melalui
Ipteks telah memberikan dampak positif dalam kehidupannya. Ipteks memberi rahmat dalam arti
memicu kemajuan dan kesejahteraan. Namun demikian, pemanfaatan Ipteks oleh manusia dapat
pula berdampak buruk bagi kehidupan dan lingkungan hidup manusia itu sendiri. Gejala negatif
itu sebagai akibat dari penyalahgunaan dalam hal pemanfaatannya, berlebihan dalam
penggunanya, ataupun tidak mempunyai manusia dalam mengendalikan kekuatan teknologi itu
sendiri.
Bangsa Indonesia dari dulu sudah menyadari akan pentingnya peranan ilmu pengetahuan
teknologi dalam pembangunan. Fakor yang penting menentukan dalam hal penguasaan ilmu
pengetahuan dan teknologi adalah manusia, yaitu para pelaku yang menggeluti bidan penelitian
dan pengembangan serta rancang bangun dan perekayasaan. Pembinaan terhadap para pelaku
seperti penguruan tinggi dan lembaga penelitian, bahkan pembinaan kemampuan di sektor
industri mulai dilakukan. Misalnya dengan terbentuknya berbagai wadah seperti Kantor Menteri
Negara Riset dan Teknologi, Dewan Riset Nasional, Dewan Sandarisasi Nasional, Lembaga Ilmu
Pengetahuan Indonesia dan Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia.
Di era sekarang ini, perhatian terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi
tampak pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menenangah Nasional (RPJMN) 2004-
2009, khususnya pada bidang Ilmu Pengetahuan Teknologi. Menurut RPJMN masalah yang
dihadapi bangsa Indonesia terkait dengan pemanfaatan Ipteks ini ialah:
1. Rendahnya kemampuan Iptek nasional dalam menghadapi perkembangan global. Hal
iniditunjukkan dengan Indeks Pencapaian Teknologi (IPT) dalam lapaoran UNDP tahun2001
menunjukkan tingkat pencapaian teknologi Indonesia masih berada pada urutan ke-60 dari 72
negara.
2. Rendahnya kontribusi Ipteks nasional di sector produksi. Hal ini antara lain ditunjukkan
oleh kurangnya efisiensi dan rendahnya produktivitas, serta minimnya kandungan teknologi
dalam kegiatan ekspor.
3. Belum optimalnya mekanisme intermediasi Iptek yang menjembatani interaksi
antarakapasitas penyedia Iptek dengan kebutuhan pengguna, Masalah ini dapat dilihat dari
belum tertatanya infrastruktur Iptek, antara lain institusi yang menngolah dan
menerjemahkan hasil pengembangan Iptek menjadi preskripsi teknologi yang siap pakai
untuk difungsikan dalam sistem produksi.
4. Lemahnya sinergi kebijakan Iptek, sehingga kegiatan Iptek belum sanggup memberikan
hasil yang signifikan.
5. Masih terbatasnya sumber daya Iptek, yang tercermin dari rendahnya kualitas SDM
dankesenjangan pendidikan di bidang Iptek. Rasio tenaga peneliti Indonesia pada tahun
2001adalah 4,7 peneliti per 10.000 penduduk, jauh lebih kecil dibandingkan Jepang sebesar
70,7.

15
6. Belum berkembangnya budaya Iptek di kalangan masyarakat. Budaya bangsa secara umum
masih belum mencerminkan nilai-nilai Iptek yang mempunyai penalaran objektif, rasional,
maju, unggul, dan mandiri. Pola pikir masyarakat belum berkembang ke arah yang lebih
suka menciptakan daripada sekedar memakai, lebih suka membuat dari sekadar membeli,
serta lebih suka belajar dan berkreasi daripada sekedar menggunakan teknologi yang ada.
7. Belum optimalnya peran Iptek dalam mengatasi degradasi fungsi lingkungan hidup.
Kemajuan Iptek berakibat pula pada munculnya permasalahan lingkungan. Hal tersebut
antara lain disebabkan oleh belum berkembangnya sistem manajemen dan teknologi
pelestarian fungsi lingkungan hidup.
8. Masih lemahnya peran Iptek dalam mengantisipasi dan menanggulangi bencana alam.
Wilayah Indonesia dalam konteks ilmu kebumian global merupakan wilayah yang rawan
bencana. Banyaknya korban akibat bencana alam merupakan indikator bahwapembangunan
Indonesia belum berwawasan bencana. Kemampuan Iptek nasional belumoptimal dalam
memberiakn antisipasi dan solusi strategis terhadap berbagai permasalahanbencana alam,
seperti pemanasan global, anomali iklim, kebakaran hutan, banjir, longsor, gempa bumi, dan
tsunami.

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan. Setiap
inovasi diciptakan untuk memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan
banyak kemudahan, serta sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam
bidang teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi
yang telah dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun demikian, walaupun pada awalnya
diciptakan untuk menghasilkan manfaat positif, di sisi lain juga memungkinkan digunakan untuk
hal negatif. Arus informasi yang berkembang cepat menumbuhkan cakrawala pandangan
manusia makin terbuka luas. Teknologi yang sebenarnya merupakan alat bantu/ekstensi
kemampuan diri manusia, dewasa ini telah menjadi sebuah kekuatan otonom yang justru
'membelenggu' perilaku dan gaya hidup kita sendiri. Akibatnya rasa tanggung jawab sudah pudar
terhadap budaya. Masyarakat tidak lagi peduli dengan budayanya. Dengan daya pengaruhnya
yang sangat besar, karena ditopang pula oleh sistem-sistem sosial yang kuat, dan dalam
kecepatan yang makin tinggi, teknologi telah menjadi pengarah hidup manusia.
Perubahan cepat dalam teknologi informasi telah merubah budaya sebagian besar
masyarakat dunia, terutama yang tinggal di perkotaan, perubahan budaya lokal dan sosial akibat
revolusi informasi merupakan kelompok masyarakat yang langsung terkena pengaruh budaya
global. Media elektronik, khususnya TV yang selalu menayangkan kebudayaan luar, hal ini
dengan mudah mengubah pola pikir masyarakat khususnya para generasi muda. Mereka
cenderung melupakan kebudayaan sendiri dan beralih ke budaya luar.

2.5 Kasus Penyalahgunaan Iptek

2.5.1 Cyber Crime

16
Pada tahun 1982 telah terjadi penggelapan uang di bank melalui komputer sebagaimana
diberitakan “Suara Pembaharuan” edisi 10 Januari 1991 tentang dua orang mahasiswa yang
membobol uang dari sebuah bank swasta di Jakarta sebanyak Rp. 372.100.000,00 dengan
menggunakan sarana komputer. Perkembangan lebih lanjut dari teknologi komputer adalah
berupa computer network yang kemudian melahirkan suatu ruang komunikasi dan informasi
global yang dikenal dengan internet. Pada kasus tersebut, kasus ini modusnya adalah murni
criminal, kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan.

2.5.2 Perjudian On-Line


Pelaku menggunakan sarana internet untuk melakukan perjudian. Seperti yang terjadi di
Semarang, Desember 2006 silam. Para pelaku melakukan praktiknya dengan menggunakan
system member yang semua anggotanya mendaftar ke admin situs itu, atau menghubungi ke
0811XXXXXX dan 024-356XXXX. Mereka melakukan transaki online lewat internet dan HP
untuk mempertaruhkan pertarungan bola Liga Inggris, Liga Italia dan Liga Jerman yang
ditayangkan di televisi. Untuk setiap petaruh yang berhasil menebak skor dan memasang uang Rp
100 ribu bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu, atau bisa lebih. Modus para pelaku bermain judi
online adalah untuk mendapatkan uang dengan cara instan. Dan sanksi menjerat para pelaku
yakni dikenakan pasal 303 tentang perjudian dan UU 7/1974 pasal 8 yang ancamannya lebih dari
5 tahun.

17
BAB III

PENUTUP
3.1 Kesimpulan

Kemajuan teknologi adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari dalam kehidupan ini,
karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan.
Perkembangan teknologi memang sangat diperlukan. Setiap inovasi diciptakan untuk
memberikan manfaat positif bagi kehidupan manusia. Memberikan banyak kemudahan, serta
sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas manusia. Khusus dalam bidang teknologi
masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh inovasi-inovasi yang telah
dihasilkan dalam dekade terakhir ini. Namun manusia tiudak bisa menipu diri sendiri akan
kenyataan bahwa teknologi mendatangkan berbagai efek negatif bagi manusia. Oleh karena itu
untuk mencegah atau mengurangi akibat negatif kemajuan teknologi, pemerintah di suatu negara
harus membuat peraturan-peraturan atau melalui suatu konvensi internasional yang harus
dipatuhi oleh pengguna teknologi.

Sains, teknologi, dan seni dapat memberikan pengaruh yang besar bagi kehidupan umat
manusia, tidak hanya dalam bidang ekonomi, sosial, dan budaya tetapi juga pengaruh positif dan
negatif terhadap peradapan umat manusia. Pengaruh tersebut diantaranya sebagai berikut:
1. Pengaruh positif
a. Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (dalam segala aspek kehidupan)
b. Pemanfaatan yang tepat dan lebih mudah dalam memecahkan masalah yang sedang
dihadapi manusia.
c. Dapat memberikan pelayanan pada masyarakat
d. Dapat memudahkan pekerjaan manusia.
2. Pengaruh negatif
a. Dapat merusak mental manusia khususnya generasi muda
b. Dapat merubah gaya hidup manusia dalam hal berfikir, berpakaian, dan bergaul
c. Dapat menimbulkan kerusakan hidup seperti: pemanasan global, polusi udara, air, dan
tanah.
Oleh karena itu dalam pemanfaatan sains, teknologi, dan seni haruslah di dasari dengan
sikap tanggung jawab dan moral yang tinggi supaya dapat menetralkan pengaruh negatif dan
meningkatkan pengaruh positif dari dampak sains, teknologi dan seni itu sendiri. Dengan cara
mengkolaborasikan antara yang empiris dengan nilai-nilai keagamaan.

3.2 Saran
Sebaiknya umat manusia tidak hanya mendalami pengetahuannya tentang sains, teknologi
dan seni saja, tetapi juga harus mendalami nilai-nilai religius, keagamaan untuk menetralisir
pengaruh buruk dari sains, teknologi, dan seni untuk mendapatkan kesejahteraan hidup yang
lebih baik lagi.

18