Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Semakin pesatnya perkembangan bisnis, maka peluang yang dihadapi oleh para
pelaku bisnis dalam mengembangkan sumber daya masyarakat adalah sosialisasi
mengenai mekanisme, transaksi dan operasionalisasi pada dunia bisnis tersebut. Sehingga
bisnis yang telah ada dapat berkembang dengan maksimal. Hal inilah yang menjadi
tantangan pada bisnis. Oleh karena itu partisipasi dari masyarakat sangat diperlukan.
Secara umum investasi berarti penundaan konsumsi saat ini untuk konsumsi di masa yang
akan datang. Dengan pengertian bahwa investasi adalah menempatkan modal atau dana
pada suatu asset yang diharapkan akan memberikan hasil atau akan meningkatkan
nilainya di masa yang akan datang. Dari sini, investasi berarti diawali dengan
mengorbankan potensi konsumsi saat ini untuk mendapatkan peluang yang lebih baik
atau besar di masa yang akan datang.
Perbankan memfasilitasi penerbitan surat berharga oleh perusahaan dan
pemerintah, menjual efek kepada investor, mengelola aset-aset keuangan untuk individu
dengan kekayaan bersih tinggi dan perusahaan, dan memberikan nasihat keuangan di
investasi dan sekuritas. Membahas manajemen investasi, maka ruang lingkupnya akan
terlalu luas, sehingga penulis membatasi pembahasan pada tinjauan teoritis manajemen
investasi. Baik teori manajemen investasi, macam-macam investasi, konsep dasar
investasi, tipe investor menurut profil resiko, jenis-jenis investasi, keunggulan dan
kekurangan setiap investasi, dan lain-lain.
BAB II
PEMBAHASAN

MANAJEMEN INVESTASI

A. Konsep Investasi
Menurut Sunariyah (2003:4): “Investasi adalah penanaman modal untuk satu atau
lebih aktiva yang dimiliki dan biasanya berjangka waktu lama dengan harapan mendapatkan
keuntungan di masa-masa yang akan datang.” Dewasa ini banyak negara-negara yang
melakukan kebijaksanaan yang bertujuan untuk meningkatkan investasi baik domestik
ataupun modal asing. Hal ini dilakukan oleh pemerintah sebab kegiatan investasi akan
mendorong pula kegiatan ekonomi suatu negara, penyerapan tenaga kerja, peningkatan output
yang dihasilkan, penghematan devisa atau bahkan penambahan devisa.

Menurut Husnan (1996:5) menyatakan bahwa “proyek investasi merupakan suatu


rencana untuk menginvestasikan sumber-sumber daya, baik proyek raksasa ataupun proyek
kecil untuk memperoleh manfaat pada masa yang akan datang.” Pada umumnya manfaat ini
dalam bentuk nilai uang. Sedang modal, bisa saja berbentuk bukan uang, misalnya tanah,
mesin, bangunan dan lain-lain. Namun baik sisi pengeluaran investasi ataupun manfaat yang
diperoleh, semua harus dikonversikan dalam nilai uang. Suatu rencana investasi perlu
dianalisis secara seksama. Analisis rencana investasi pada dasarmya merupakan penelitian
tentang dapat tidaknya suatu proyek (baik besar atau kecil) dapat dilaksanakan dengan
berhasil, atau suatu metode penjajakkan dari suatu gagasan usaha/bisnis tentang
kemungkinan layak atau tidaknya gagasan usaha/bisnis tersebut dilaksanakan.

Suatu proyek investasi umumnya memerlukan dana yang besar dan akan
mempengaruhi perusahaan dalam jangka panjang. Oleh karena itu dilakukan perencanaa
investasi yang lebih teliti agar tidak terlanjur menanamkan investasi pada proyek yang tidak
menguntungkan.
Berdasarkan menyatakan bahwa alasan melakukan investasi adalah sebagai berikut:
a. Produktivitas seseorang yang terus mengalami penurunan
b. Tidak menentunya lingkungan perekonomian sehingga memungkinkan suatu saat
penghasilan jauh lebih kecil dari pengeluaran.
c. Kebutuhan-kebutuhan yang cenderung mengalami peningkatan.
Karakteristik Investasi:
1. Modal sebagai penentu keputusan
2. Waktu yang tepat untuk mengambil keputusan, Karena investasi adalah hubungan
keputusan pada pilihan keuangan atas modal/dana dengan waktu.

Macam-macam Investasi
1. Real Investment
2. Real investment adalah investasi yang berhubungan dengan bisnis di sektor riil.
Dimana aspek ini lebih didominasi oleh industri perbankan.
3. Financial Investment, Sementara Financial Investment adalah investasi yang
dilakukan pada aspek keuangan. Seperti obligasi, saham, reksadana, dan pasar modal.

Konsep Dasar Investasi


1. Pengaruh Waktu dan Pilihan Hasil investasi merupakan akibat dari pilihan investasi
atau jenis atas modal yang diinvestasikan dan jangka waktu investasinya.
2. Prinsip Compounding adalah menempatkan kembali hasil investasi kedalam pokok
untuk mendapatkan hasil ganda.
3. Risk – Return Trade Off Keuntungan dari cash flows dan atau hasil penjualan harta
atau aset investasi adalah merupakan hasil investasi. Dimana risikonya terletak pada
deviasi antara hasil yang diharapkan dengan kenyataan yang terjadi. Hal inilah yang
kemudian menjadikan konsep dasar investasi. Yaitu semakin tinggi keuntungan
berarti semakin tinggi risiko yang mungkin akan dihadapi. Yang menjadikan investasi
harus menentukan langkah memaksimalkan keuntungan dengan menekan risiko
serendah-rendahnya.
4. Pilihan yang rasional dalam menentukan pilihan rasional seorang investor harus
mencari hasil terbaik dengan risiko terendah.
5. Diversifikasi
Pemikiran ini didasarkan pada prinsip peluang bisnis, yang menjelaskan bahwa setiap
usaha mempunyai peluang bisnis yang berbeda-beda.
6. Waktu Investasi
Penentuan waktu investasi adalah elemen yang paling kritis terhadap keberhasilan
investasi.
Praktik penentuan waktu ada beberapa teori:
1. Waktu memulai investasi
2. Masa investasi
3. Waktu mengalihkan investasi
Strategi mengatasi permasalahan waktu adalah dengan melakukan investasi secara
berkala dengan nilai tertentu.

Jenis-Jenis Investasi
Menurut Senduk (2004:24) bahwa produk-produk investasi yang tersedia di pasaran
antara lain:
1. Tabungan di bank
Dengan menyimpan uang di tabungan, maka akan mendapatkan suku bunga tertentu
yang besarnya mengikuti kebijakan bank bersangkutan. Produk tabungan biasanya
memperbolehkan kita mengambil uang kapanpun yang kita inginkan.
2. Deposito di bank
Produk deposito hampir sama dengan produk tabungan. Bedanya, dalam deposito
tidak dapat mengambil uang kapanpun yang diinginkan, kecuali apabila uang
tersebut sudah menginap di bank selama jangka waktu tertentu (tersedia pilihan
antara satu, tiga, enam, dua belas, sampai dua puluh empat bulan, tetapi ada juga
yang harian). Suku bunga deposito biasanya lebih tinggi daripada suku bunga
tabungan. Selama deposito kita belum jatuh tempo, uang tersebut tidak akan
terpengaruh pada naik turunnya suku bunga di bank.
3. Saham
Saham adalah kepemilikan atas sebuah perusahaan tersebut. Dengan membeli
saham, berarti membeli sebagian perusahaan tersebut. Apabila perusahaan tersebut
mengalami keuntungan, maka pemegang saham biasanya akan mendapatkan
sebagian keuntungan yang disebut deviden. Saham juga bisa dijual kepada pihak
lain, baik dengan harga yang lebih tinggi yang selisih harganya disebut capital gain
maupun lebih rendah daripada kita membelinya yang selisih harganya disebut
capital loss. Jadi, keuntungan yang bisa didapat dari saham ada dua yaitu deviden
dan capital gain.
4. Properti
Investasi dalam properti berarti investasi dalam bentuk tanah atau rumah.
Keuntungan yang bisa didapat dari properti ada dua yaitu :
a. Menyewakan properti tersebut ke pihak lain sehingga mendapatkan uang
sewa.
b. Menjual properti tersebut dengan harga yang lebih tinggi.
5. Barang-barang koleksi
Contoh barang-barang koleksi adalah perangko, lukisan, barang antik, dan lain-lain.
Keuntungan yang didapat dari berinvestasi pada barang-barang koleksi adalah
dengan menjual koleksi tersebut kepada pihak lain.
6. Emas
Emas adalah barang berharga yang paling diterima di seluruh dunia setelah mata
uang asing dari negara-negara G-7 (sebutan bagi tujuh negara yang memiliki
perekonomian yang kuat, yaitu Amerika, Jepang, Jerman, Inggris, Italia, Kanada,
dan Perancis). Harga emas akan mengikuti kenaikan nilai mata uang dari negara-
negara G-7. Semakin tinggi kenaikan nilai mata uang asing tersebut, semakin tinggi
pula harga emas. Selain itu harga emas biasanya juga berbanding searah dengan
inflasi. Semakin tinggi inflasi, biasanya akan semakin tinggi pula kenaikan harga
emas. Seringkali kenaikan harga emas melampaui kenaikan inflasi itu sendiri.
7. Mata uang asing
Segala macam mata uang asing biasanya dapat dijadikan alat investasi. Investasi
dalam mata uang asing lebih beresiko dibandingkan dengan investasi dalam saham,
karena nilai mata uang asing di Indonesia menganut sistem mengambang bebas
(free float) yaitu benar-benar tergantung pada permintaan dan penawaran di pasaran.
Di Indonesia mengambang bebas membuat nilai mata uang rupiah sangat fluktuatif.
8. Obligasi
Obligasi atau sertifikat obligasi adalah surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah
maupun perusahaan, baik untuk menambah modal perusahaan atau membiayai suatu
proyek pemerintah. Karena sifatnya yang hampir sama dengan deposito, maka agar
lebih menarik investor suku bunga obligasi biasanya sedikit lebih tinggi dibanding
suku bunga deposito. Selain itu seperti saham kepemilikan obligasi dapat juga dijual
kepada pihak lain baik dengan harga yang lebih tinggi maupun lebih rendah
daripada ketika membelinya.
Dari jenis-jenis investasi di atas, maka terdapat pengelompokkan sebagai berikut:
a. Deposito berjangka
Simpanan dalam mata uang Rupiah, dengan tingkat suku bunga relatif lebih tinggi
dibandingkan jenis simpanan lainnya. Tersedia dalam jangka waktu 1,3, 6, 12, dan 24
bulan.
b. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
Sertifikat Bank Indonesia (SBI) merupakan bagian dari upaya BI untuk meredam dan
menstabilkan likuiditas yang ada di pasar.
c. Saham
Surat bukti pemilikan bagian modal perseroan terbatas yang memberikan berbagai
hak menurut ketentuan anggaran dasar (shares, stock ).
d. Obligasi
Surat utang yang berjangka waktu lebih dari satu tahun dan bersuku bunga tertentu,
yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat, guna
pembiayaan perusahaan atau oleh pemerintah untuk keperluan anggaran belanjanya
(debenture bond).
e. Sekuritas pasar uang
Sekuritas pasar uang merupakan surat-surat berharga jangka pendek yang
diperjualbelikan di pasar uang.
f. Sertifikat hutang obligasi
Merupakan bukti kepemilikan piutang kepada pihak lain. Sertifikat ini dapat
diperjualbelikan pada tingkat diskonto tertentu. Sertifikat hutang obligasi ini
merupakan bentuk investasi jangka panjang.
g. Tanah/bangunan
Investasi ini tergolong investasi dalam bentuk property, investasi ini biasanya untuk
jangka waktu panjang karena mengharapkan adanya kenaikan dari nilai
tanah/bangunan yang telah dibelinya.
h. Reksa dana
Wadah investasi yang berisi dana dari sejumlah investor dimana uang didalamnya
diinvestasikan ke dalam berbagai produk investasi oleh sebuah Perusahaan
Manajemen Investasi (Mutual Fund).
Tipe Investor Menurut profil Resiko
1. Defensive
Investor dengan tipe defensive, investor ini berusaha untuk mendapatkan
keuntungan dan menghindari resiko sekecil apapun dari investasi yang dilakukan.
Investor tipe ini tidak mempunyai keyakinan yang cukup dalam hal spekulasi, dan
lebih memilih untuk menunggu saat-saat yang tepat dalam berinvestasi agar
investasi yang dilakukan terbebas dari resiko.
2. Conservative
Investor dengan tipe conservative, biasanya berinvestasi untuk meningkatkan
kualitas hidup keluarga dan dengan rentang waktu investasi yang cukup panjang,
misalnya, untuk pendidikan perguruan tinggi anak atau biaya hidup di hari tua.
Investor tipe ini memiliki kecenderungan menanam investasi dengan keuntungan
(yield) yang layak saja dan tidak memiliki resiko besar, karena filosofi investasi
mereka untuk menghindari resiko. Walaupun investor conservative sering
berinvestasi, investor ini umumnya mengalokasikan sedikit waktu untuk
menganalisa dan mempelajari portofolio investasinya.
3. Balanced
Investor dengan tipe balanced, merupakan tipe investor yang menginginkan resiko
menengah. Investor tipe ini selalu mencari proporsi yang seimbang antara resiko
yang dimungkinkan terjadi dengan pendapatan yang dapat diraih. Tipikal investor
ini bahwa mereka akan selalu berhati-hati dalam memilih jenis investasi, dan hanya
investasi yang proporsional antara resiko dan penghasilan yang bisa diperoleh yang
akan dipilih.
4. Moderately aggressive
Moderately aggressive, merupakan tipe investor yang tenang atau tidak ekstrim
dalam menghadapi resiko. Investor ini cenderung memikirkan kemungkinan
terjadinya resiko dan kemungkinan bisa mendapatkan keuntungan. Dalam hal ini,
investor dengan tipe moderately aggressive selalu tenang dalam mengambil
keputusan investasi karena keputusan yang ditetapkan sudah dipikirkan sebelumnya.
5. Aggressive
Investor aggressive, atau biasa disebut ‘pemain’, adalah kebalikan dari investor
conservative. Mereka sangat teliti dalam menganalisa portofolio yang dimiliki.
Semakin banyak angka-angka dan fakta yang bisa dianalisa adalah semakin baik.
Investor tipe ini umumnya berinvestasi dengan rentang waktu relatif pendek karena
mengharapkan adanya keuntungan yang besar dalam waktu singkat. Walaupun tidak
berharap untuk merugi, namun setiap investor aggressive menyadari bahwa
kerugian adalah bagian dari permainan.

Keunggulan dan Kekurangan Setiap Investasi


1. Produk Perbankan
a. Tabungan
Digunakan untuk menyimpan dana nasabah. Dapat memberikan banyak
kemudahan, antara lain:
- Likuiditas yang tinggi, dapat diambil kapan saja: counter bank dan ATM
- Kemudahan bertransaksi: pengiriman uang, pembayaran (telepon, kartu kredit,
dan lain-lain), penukaran uang, dan lain-lain.
- Dijamin pemerintah, sampai tahun 2006.
 Kekurangan:
- Suku bunga yang diberikan sangat rendah, di bawah tingkat inflasi.
- Bunga kena pajak 20% untuk yang di atas Rp 7,5 juta.
b. Rekening koran (cheque/giro)
Dipergunakan secara luas oleh perusahaan dan perorangan, untuk melakukan
transaksi keuangan. Kemudahan, antara lain:
- Likuiditas tinggi, dapat diambil kapan saja: counter bank pencairan cek.
- Kemudahan bertransaksi: pembayaran ke pihak lain tanpa menggunakan uang
tunai dan tanpa harus datang ke bank.
- Dijamin oleh pemerintah.
 Kekurangan:
- Tidak ada bunga, hanya terdapat jasa giro yang sangat rendah
- Bunga kena pajak 20%.
c. Deposito berjangka
Dipergunakan untuk menabung/menyimpan uang dalam jangka waktu tertentu.
Kemudahan, antara lain:
- Suku bunga yang lebih tinggi, sekitar 6%.
- Likuiditas tinggi, dapat diambil kapan saja, meskipun ada jangka waktu
tertentu
- Dapat dijaminkan: untuk mendapatkan hutang dari bank yang sama.
 Kekurangan:
- Terkena penalti, bila diambil sebelum jatuh tempo
- Bunga kena pajak 20%, di atas Rp 7,5 juta.

d. Produk Investasi, Reksa Dana/Unit Trust


 Keunggulan:
- Diversifikasi
- Pilihan investasi yang beragam
- Transparansi
- Peraturan yang ketat
- Biaya yang rendah (subs, redeem, management fee)
- Keuntungan pajak (untuk di Indonesia saat ini)

B. Teori Manajemen Investasi


Manajemen Investasi adalah Manajemen profesional yang mengelola beragam
sekuritas atau surat berharga seperti saham, obligasi dan aset lainnya seperti properti dengan
tujuan untuk mencapai target investasi yang menguntungkan bagi investor. Investor tersebut
dapat berupa institusi ( perusahaan asuransi, dana pensiun, perusahaan dll) ataupun dapat juga
merupakan investor perorangan, dimana sarana yang digunakan biasanya berupa kontrak
investasi atau yang umumnya digunakan adalah berupa kontrak investasi kolektif (KIK)
seperti reksadana.
Lingkup jasa pelayanan manajemen investasi adalah termasuk melakukan analisa
keuangan, pemilihan aset, pemilihan saham, implementasi perencanaan serta melakukan
pemantauan terhadap investasi. Diluar industri keuangan, terminologi “manajemen investasi
merujuk pada investasi lainnya selain daripada investasi dibidang keuangan seperti misalnya
proyek, merek, paten dan banyak lainnya selain daripada saham dan obligasi.

Perusahaan Manajemen Investasi


Kegiatan usaha dari manajemen investasi ini terdiri dari berbagai bidang termasuk
mempekerjakan manajer investasi profesional, penelitian, menjalankan fungsi
pesanan dan perdagangan (dealing).
1. penyelesaian transaksi, pemasaran, audit internal, serta mempersiapkan laporan
bagi nasabahnya.
2. Pengelolaan industri manajemen investasi melibatkan amat banyak pihak yang
menunjukkan betapa rumitnya kebutuhan industri ini. Disamping karyawan
pemasaran yang membawa nasabah datang kepada industri ini, masih ada pula staf
kepatuhan ( untuk memastikan dipenuhinya semua peraturan yang berlaku oleh
perusahaan), auditor internal ( untuk mengaudit sistem internal serta
melaksanakan fungsi pengawasan internal), bagian keuangan (untuk membukukan
transaksi keuangan), ahli komputer serta karyawan pendukung lainnya ( untuk
mencatat setiap transaksi serta valuasi keuangan dari ribuan nasabah perusahaan)
Perusahaan manajemen investasi seringkali bertindak sebagai agen atau perantara
dari para pemilik saham dan perusahaan daripada memiliki secara langsung saham
perusahaan. Secara teoritis, para pemilik saham memiliki kekuasaan yang amat
besar untuk mengubah arah kebijakan perusahaan yang dimilikinya melalui hak
suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS) serta kemampuannya untuk
mengontrol dan menekan manajemen perusahaan. Namun dalam prakteknya para
pemilik saham tersebut tidak menggunakan hak suara yang dimiliki secara
kolektif tersebut ( sebab kepemilikannya masing-masing hanya terdiri dari jumlah
yang kecil), dan institusi keuangan ( selaku agen) kadang-kadang menggunakan
hak suara tersebut. Telah menjadi suatu kepercayaan umum bahwa manajemen
investasi selaku agen harus memiliki kemampuan untuk secara aktif memantau
kinerja perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh nasabahnya.
Fokus bisnis pada industri manajemen investasi adalah manajer yang bertugas
untuk menginvestasikan dan mendivestasikan investasi nasabahnya.
Penasehat investasi dari suatu perusahaan manajemen investasi yang tersertifikasi
harus mengelola investasi nasabahnya sesuai dengan kebutuhan serta profil risiko
masing-masing nasabah, dimana penasehat keuangan akan merekomendasikan
bentuk investasi yang tepat bagi nasabahnya tersebut.
3. Alokasi aset
Berbagai golongan aset adalah obligasi, properti, derivatif dan komoditi, dimana
manajer investasi dibayar jasanya untuk melaksanakan penempatan investasi pada
berbagai asset ini. Berbagai golongan aset ini memiliki dinamika pasar yang
berbeda-beda dan saling mempengaruhi satu sama lainnya, sehingga penempatan
dana investasi pada berbagai aset tersebut dapat membawa pengaruh signifikan
pada performa investasi.
4. Investasi jangka panjang
Sangatlah penting untuk memperhatikan bukti kinerja imbal hasil jangka panjang
terhadap aset investasi yang berbeda-beda dan melakukan investasi pada jangka
waktu tersebut guna mendapatkan hasil investasi terbaik. Misalnya pada suatu
jangka waktu yang panjang ( misalnya diatas 10 tahun ) pada beberapa negara ,
saham menghasilkan imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan obligasi, dan
obligasi menghasilkan imbal hasil yang lebihy besar dibandingkan memegang
tunai. Menurut teori keuangan hal ini disebabkan oleh risiko yang lebih besar pada
saham ( lebih bergejolak ) daripada obligasi yang lebih berisiko dibanding tunai.
5. Diversifikasi
Manajer pengelola dana dengan memperhatikan latar belakang alokasi aset, akan
mempertimbangkan untuk melakukan diversifikasi aset sesuai profil risiko
nasabahnya dan membuat daftar perencanaan penempatan investasi yang sesuai.
Daftar tersebut akan menunjukkan persentase penempatan dana pada masing-
masing saham atau obligasi. Teori diversifikasi portofolio ini diperkenalkan oleh
Harry Max Markowitz dan efektivitas dari diversifikasi ini membutuhkan
manajemen korelasi antara imbal hasil dan tingkat pengembalian modal, isu
internal terhadap portofolio bersangkutan, korelasi silang antara tingkat
pengembalian. Pada transaksi ini bank dilarang untuk menginvestasikan dananya
pada transaksi penjualan cicilan tanpa penjamin atau jaminan. Bank diharuskan
melakukan investasi sendiri tidak melalui pihak ketiga. Jadi, dalam investasi
terikat ini pada prinsipnya kedudukan bank sebagai agen saja, dan atas
kegiatannya tersebut bank menerima imbalan berupa fee.
Pada pola investasi terikat dapat dilakukan dengan cara channelling dan
executing, yakni:
a. Channelling, apabila semua risiko ditanggung oleh pemilik dana dan bank
sebagai agen tidak menanggung risiko apapun.
b. Executing, apabila bank sebagai agen juga menanggung risiko dan hal ini
banyak yang menganggap bahwa investasi terikat executing ini sudah
tidak sesuai lagi dengan prinsip mudharabah, namun dalam akuntansi
perbankan syariah diakomodir karena dalam praktiknya pola ini dijalankan
oleh bank syariah.
c. Sistem Pendukung Keputusan untuk Manajemen Investasi
C. INVESTASI DALAM PERBANKAN
Kebutuhan investasi dalam pertumbuhan ekonomi Pemerintah menyatakan, untuk
menumbuhkan perekonomian sebesar 7 persen ke depan, dibutuhkan investasi sekitar
Rp.2.000 trilyun per tahun. Investasi tersebut dipenuhi oleh investasi PMA, investasi dunia
usaha domestik, investasi perorangan (rumah dsb nya) dan juga investasi oleh pemerintah.
Sumber pembiayaan investasi berasal dari Perbankan, Pasar Modal, Sumber Luar Negeri,
APBN dan APBD, serta sebagian besar lainnya dari dana sendiri. Perkembangan pinjaman
oleh Perbankan selama beberapa tahun terakhir mencapai nilai nominal yang meningkat. Jika
tahun 2007 kenaikan nominal Rp.210 trilyun, tahun 2008 kenaikan sekitar Rp.300 trilyun,
namun sampai dengan September 2009 pinjaman baru tumbuh Rp. 64 trilyun. Dalam
beberapa tahun terakhir, secara keseluruhan, total asset Perbankan tumbuh sekitar 15-17
persen per tahun, pertumbuhan yang sama juga dicapai oleh DPK (Dana Pihak ketiga).
Menabung atau investasi di sektor perbankan merupakan pengetahuan yang dimiliki hampir
oleh semua kalangan masyarakat. Sektor perbankan sempat menjadi idola dan pilihan
masyarakat untuk menyimpan dana serta investasi untuk tujuan masa depan. Tapi begitu
krisis melanda Indonesia, sektor perbankan terkena dampak yang sangat kronis. Selama masa
krisis banyak bank yang terkena likuidasi. Sampai saat ini sektor ini belum kembalai pulih
seperti sebelumnya.
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berinvestasi di reksa dana, sang investor hanya perlu mencermati faktor


fundamentalnya, tidak perlu melihat sisi teknikal. Ini berbeda dengan investor di saham.
Karena sebuah investasi itu tidak dibangun dalam waktu singkat, melainkan dalam jangka
panjang dan sedikit demi sedikit. Dapat diasumsikan bahwa bentuk investasi dalam
pembangunan perbankan perlu diperhitungkan karena tingkat perkembangannya yang relative
cepat. Demi terpenuhinya peluang dan tantangan tersebut, maka harus dirumuskan dan
disosialisasikan mengenai manajemen investasi, sehingga partisipasi masyarakat dalam bisnis
ini juga akan meningkat.

Iklim investasi di Indonesia secara keseluruhan sangat menarik bagi akses investasi
asing. Ketersediaan insentif fiskal untuk menarik investor asing, tidak ada batasan nilai
investasi, kemungkinan investor asing untuk memiliki seluruhnya investasi mereka dalam
hampir semua sektor dan proses persetujuan investasi yang telah disederhanakan merupakan
sebagian dari keuntungan bagi investasi asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.
Sebagai negara anggota ASEAN, Indonesia terletak di persimpangan dua benua besar, yaitu
Asia dan Australia, dan Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, menawarkan beberapa
keunggulan komparatif kepada investor dengan rentang dan perpaduan yang menarik
Ekonomi terbuka yang berorientasi pasar, dengan rezim pertukaran mata uang asing yang
bebas. Pemerintah Indonesia menyadari bahwa investasi merupakan salah satu faktor paling
penting dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi dan, dengan demikian, berupaya keras
untuk memperbaiki prosedur investasi di masa mendatang agar dapat merangsang iklim
investasi yang lebih menguntungkan.
DAFTAR PUSTAKA

http://putracenter.com/science/penilaian-terhadap-tingkat-kesehatan-bank
http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/05/investasi-pengertian-dasar-jenis-dan.html
http://www.nggersik.com/
http://fileinvestasi.com/index.php/sorot/62-profil/255-pt-mandiri-manajemen-investasi-kian-
sexy-dengan-produk-reksa-dana-terproteksi.html
http://www.hsbc.co.id/1/2/hsbc-premier_in_ID/bantuan-di-seluruh-dunia/perbankan-dan-
investasi-di-indonesia
Van Horne, Pearson. Prinsip-prinsip Manajemen Keuangan 2(Hal.324), Salemba,
Kasmir, Manajemen Perbankan, PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.2000