Anda di halaman 1dari 10

Makalah Seminar Kerja Praktek

SISTEM PROTEKSI MOTOR 063P101AM DENGAN GE MULTILIN 369 MOTOR


MANAGEMENT RELAY PADA AREA UTILITIES PT. PERTAMINA (PERSERO)
RU IV CILACAP
Adam Kusuma Wardana (21060110120031) , Dr.Ir. Djoko Windarto, MT
(196405261989031002)
Mahasiswa dan Dosen Jurusan Teknik Elektro , Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro
Jl. Prof. Soedharto, Tembalang, Semarang
Email : foe18@yahoo.co.id

Abstrak
Indonesia merupakan negara kepulauan yang terkenal akan keanekaragaman sumber daya alamnya
yang melimpah ruah. Salah satu sumber daya alam yang potensial bagi Indonesia adalah minyak bumi dan
gas alam. Bagi Indonesia, minyak bumi merupakan sumber daya alam yang sangat penting. Hal ini disebabkan
karena disamping untuk keperluan dalam negeri, juga diperuntukkan sebagai sumber devisa melalui ekspor
Migas. Seiring dengan perkembangan industri dan pembangunan di Indonesia, maka kebutuhan energi akan
meningkat dari tahun ke tahun.
PT. PERTAMINA (PERSERO) merupakan suatu perusahaan yang bertugas mengelola minyak bumi di
Indonesia, baik dalam hal eksplorasi minyak mentah maupun pengolahan minyak dan gas. PT. PERTAMINA
(PERSERO) sebagai perusahaan minyak nasional yang berwenang untuk mengelola semua bentuk kegiatan
perminyakan Indonesia mempunyai tugas untuk menyediakan dan menjamin pemenuhan BBM. Dalam
mengemban tugas tersebut, PT. PERTAMINA (PERSERO) mengoperasikan beberapa Kilang minyak dalam
negeri di antaranya adalah RU IV Cilacap.
Motor induksi merupakan salah satu komponen penting dalam proses produksi PT.PERTAMINA
(PERSERO) RU IV Cilacap. Motor 063P101AM merupakan motor penggerak water intake pump di area
Utilities. Adanya gangguan pada motor 063P101AM dapat menghambat proses produksi di area Utilities.
Perangkat proteksi untuk motor 063P101AM adalah GE MULTILIN 369 Motor Management Relay.
Kata Kunci : Sistem Proteksi, Motor 063P101AM, GE MULTILIN 369

1. PENDAHULUAN BBM dalam jumlah yang cukup dengan


1.1 Latar belakang kualitas yang memenuhi spesifikasi, suplai
PT. PERTAMINA (PERSERO) yang berkesinambungan, terjamin, dan
merupakan suatu perusahaan yang ekonomis. Pemenuhan kebutuhan BBM
bertugas mengelola minyak bumi di merupakan tugas yang berat karena
Indonesia, baik dalam hal eksplorasi peningkatan kapasitas pengolahan minyak
minyak mentah maupun pengolahan yang dimiliki PT. PERTAMINA
minyak dan gas. (PERSERO) tidak sejalan dengan lonjakan
Dalam mengemban tugas tersebut, konsumsi BBM yang dibutuhkan
PT. PERTAMINA (PERSERO) masyarakat.
mengoperasikan beberapa Kilang minyak Kendala yang biasanya dihadapi
dalam negeri, antara lain RU I Pangkalan adalah masalah sistem terhadap gangguan.
Brandan, RU II Dumai, RU III Plaju, RU Oleh karena itu diperlukan suatu proteksi
IV Cilacap, RU V Balikpapan, RU VI agar sistem aman terhadap gangguan
Balongan, dan RU VII Kasim. sehingga alat-alat listrik tetap bekerja
Sasaran utama pengadaan dan dengan baik serta hasil pengolahan minyak
penyaluran BBM dalam menunjang dan gas di PT. PERTAMINA dapat
pembangunan nasional adalah tersedianya maksimal. Pada makalah kerja praktek ini

1
akan dibahas mengenai sistem proteksi penuh. Kecepatan putaran motor ini
pada motor 063P101AM dengan dipengaruhi oleh frekuensi, dengan
menggunakan sistem proteksi GE demikian pengaruh kecepatam putaran
MULTILIN 369 Motor Management motor tidak mudah kita atur.
Relay pada area Utilities Kosntruksi dari motor induksi 3
PT.PERTAMINA (PERSERO) RU IV fasa sama dengan motor induksi secara
Cilacap. umum, yakni komponen utamanya adalah
stator dan rotor. Stator adalah bagian
1.2 Tujuan mesin yang terletak pada bagian luar dan
Tujuan kerja praktek di PT merupakan tempat mengalirkan arus
PERTAMINA (PERSERO) adalah: beban. Sedangkan rotor adalah bagian dari
1. Untuk memperdalam ilmu mesin yang berputar dan letaknya pada
pengetahuan di luar perkuliahan bagian dalam. Rotor tersebut terbuat dari
khusunya mengenai sistem besi bundar berlaminasi yang mempunyai
proteksi. alur – alur sebagai tempat terletaknya
2. Menerapkan teori yang telah kumparan.
didapat diperkuliahan dengan
kondisi dilapangan. Gambar 1. Rotor dan Stator pada Motor Induksi

3. Memenuhi prasyarat sks wajib


Kecepatan putaran rotor motor
sesuai kurikulum yang berlaku di
induksi harus lebih lambat dari kecepatan
Universitas Diponegoro.
sinkronnya. Hal ini agar konduktor pada
rotor selalu dipotong oleh medan putar,
1.3 Batasan Masalah sehingga pada rotor timbul tegangan
Dalam makalah kerja praktek ini, induksi yang akan menghasilkan arus
pembahasan masalah akan dibatasi pada induksi pada rotor. Arus induksi ini
sistem proteksi dengan menggunakan GE kemudian berinteraksi dengan fluks yang
Multilin 369 Motor Management Relay dihasilkan stator sehingga menghasilkan
pada motor 063P101AM. torsi. Selisih antara kecepatan putaran
rotor dengan kecepatan sinkronnya disebut
2. DASAR TEORI slip (s). Pada umumnya slip dinyatakan
2.1 Motor Induksi 3 Fasa dalam persen dari kecepatan sinkron.
Motor induksi tiga fasa merupakan
motor listrik arus bolak – balik yang Slip (s) = x 100%
penggunaannya paling banyak dalam Dimana :
dunia industri. Dinamakan sebagai motor Ns = kecepatan sinkron
induksi karena pada kenyataannya arus Nr = kecepatan putaran rotor
motor ini bukan diperoleh dari sumber
listrik, tetapi dari arus yang teriduksi
sebagai akibat adanya perbedaan relatif
antara putaran rotor dengan medan putar.
Motor induksi 3 fasa berputar pada
kecepatan yang konstan, mulai dari tidak
berbeban sampai mencapai keadaan beban

2
3. SISTEM PROTEKSI MOTOR
063P101AM PADA PT.
PERTAMINA (PERSERO) RU IV
CILACAP
3.1 Motor 063P101AM
Motor 063P101AM terletak di
Gambar 2. Efek Slip pada GGL Induksi Sekitar
Utilities, yang merupakan unit yang
Celah Udara dan Konduktor menyediakan semua kebutuhan utilities
unit-unit proses seperti uap, listrik, angin
2.2 Sistem Proteksi Tenaga Listrik instrumen, air bersih, air pendingin serta
Sistem proteksi tenaga listrik bahan bakar. Motor ini bertugas sebagai
adalah sistem pengaman pada peralatan – penggerak pompa (water intake pump).
peralatan yang terpasang pada sistem Pompa mengambil air laut kemudian
tenaga listrik, seperti motor, generator, mengalirkannya ke tangki penampungan.
transformator,saluran udara tegangan Penamaan 063P101AM memiliki
tinggi, saluran kabel bawah tanah, dan lain arti tersendiri :
sebagainya terhadap kondisi abnormal  063 berarti unit pengadaan air
operasi sistem tenaga listrik tersebut. baku.
Sistem proteksi yang baik dapat  P berarti motor ini digunakan untuk
mencegah / mengurangi timbulnya penggerak pompa.
gangguan. Jika bagian yang terganggu  102 merupakan nomor identitas
diisolasi dengan cepat maka kerusakan dari pompa tersebut.
dapat diminimalisir. Selain itu, bagian  A merupakan satu dari tiga pompa
yang terganggu dapat diperbaiki secepat yang ada yaitu A, B, dan C.
mungkin sehingga fungsi pelayanannya  M berarti motor
dapat dilanjutkan tanpa penundaann waktu
yang lebih lama. Tabel 1. Name Plate Motor 063P101AM
Model 5K3656XJ2A
2.3 Tujuan Proteksi Motor
HP 1500
Tujuan dari sistem proteksi motor
Rpm 735
adalah :
V 3300
a. Untuk menghindari atau
Amp 234
mengurangi kerusakan motor
Type K
akibat adanya gangguan abnormal
Frame 6356P55
baik dari dalam maupun dari luar
Servis Factor 1.0
b. Untuk melokalisir daerah yang
mengalami gangguan menjadi Temperature 40o C
sekecil mungkin Insulation Class B
c. Untuk mengamankan manusia Time Rating Cont.
terhadap bahaya yang ditimbulkan F 50 Hz
oleh gangguan yang terjadi pada Phase 3
motor Code Letter G

3
Pada pengaplikasiannya, motor
dipasang secara vertikal dan dikopel
dengan pompa. Pompa yang digunakan
adalah jenis pompa sentrifugal. Pompa
sentrifugal secara prinsip terdiri dari
casing pompa dan impeller yang terpasang
pada poros putar. Casing pompa berfungsi Gambar 5. Diagram Skematik Instalasi GE
sebagai pelindung, batas tekan, dan juga MULTILIN 369 pada Motor 063P101AM
terdiri dari saluran-saluran untuk masukan
(suction) dan keluaran (discharge). Casing 3.3.2 Proteksi GE MULTILIN 369
ini memiliki vent dan drain yang berguna untuk motor 063P101AM
untuk melepas udara atau gas yang Untuk motor 063P101AM tidak
terjebak dalam casing selain juga untuk semua elemen proteksi GE MULTILIN
memudahkan perawatan. 369 digunakan, yang digunakan hanyalah
proteksi overload, phase unbalance,
Gambar 3. Pompa Sentrifugal acceleration time, mechanical jam, dan
ground fault.
3.2 GE MULTILIN 369 Motor
Management Relay 3.3.2.1 Overload
Sebuah motor listrik harus
diberikan beban sesuai dengan
kemampuannya. Apabila secara sengaja
maupun tidak sengaja motor listrik
tersebut dibebani melebihi kapasitasnya,
maka akan timbul arus yang lebih besar
yang mengalir pada motor.
Arus yang besar akan
Gambar 4. Tampilan GE MULTILIN 369
menyebabkan motor menjadi panas. Panas
GE MULTILIN 369 termasuk merupakan salah satu musuh utama dari
salah satu Microprocessor Based Motor motor listrik karena dapat merusak
Protection yaitu suatu rele yang isolasinya. Maka dari itu dibutuhkan
merupakan paket antara software dan sistem proteksi untuk mencegah motor
hardware, bekerja sama memproteksi, menjadi terlalu panas. Di sinilah rele
mengendalikan dan mengawasi overload ini dibutuhkan.
(protection, control and monitoring).

3.3 Aplikasi GE MULTILIN 369 pada


Motor 063P101AM
3.3.1 Instalasi

4
Contoh : IA = 4; IB = 4; IC = 4,8
Irata-rata = 4,27, Irata-rata ≥ IFLA

Maka

Gambar 5. Kurva Standar Overload

Kurva di atas dibuat dari rumus :


T Semakin besar nilai persen
keidakseimbangan sebuah motor berarti
T : waktu operasi rele ( sekon ) gangguannya semakin membahayakan.

3.3.2.2 Phase Unbalance 3.3.2.3 Acceleration Time


Gangguan ini terjadi saat arus di Saat dalam proses starting motor,
ketiga fasa IA, IB, dan IC pada motor motor akan menarik arus yang tinggi
tidaklah seimbang. Arus yang mengalir hingga motor tersebut sudah berjalan
pun menjadi tidak seimbang. Hal ini dapat dalam kondisi normal. Apabila starting
menyebabkan motor menjadi panas, berlangsung terlalu lama atau berulang dan
putarannya terbalik dan bahkan motor motor belum mau start juga, akan
mati. menyebabkan motor menjadi panas. Untuk
Parameter yang dibutuhkan untuk itu dibutuhkan proteksi yang dapat
mengatur rele ini adalah nilai persen memutus hubungan saat proses starting
ketidakseimbangan arus dan waktu delay dianggap terlalu lama. Itulah fungsi dari
beroperasi. rele acceleration time ini.
Jika Irata-rata ≥ IFLA , Dalam pengoperasiannya, yang
perlu untuk diatur adalah batas waktu
maksimal yang diizinkan untuk motor
berada dalam proses starting. Untuk batas
waktunya sendiri melihat hot stall dari
Jika Irata-rata < IFLA , motor. Diatur sebelum mendekati titik hot
stall motor. Bila sudah melebihi batas
waktu pengaturan tersebut, rele akan
langsung memutus hubungan.

5
3.3.2.4 Mechanical Jam 3.3.3 Nilai Setpoints GE MULTILIN
Saat sedang berjalan normal, motor 369 pada Motor 063P101AM
bisa saja tiba-tiba terhambat secara Berikut adalah nilai-nilai setpoints yang
mekanis. Hal yang dapat menyebabkan digunakan untuk motor 063P101AM.
mechanical jam adalah :
 Pelumasan pada motor tidak
sempurna.
 Pemeliharaan motor listrik kurang 3.3.3.1 Overload
baik. Tabel 2. Setpoints Overload
 Pemasangan instalasi tidak teliti Curve Style Standard
dan kurang cermat. Curve Number 5
 Pemakaian bagian perlengkapan Overload Pickup 2.00 x FLA
motor tidak sesuai. Level
 Pembebanan mekanis yang Operating Time 145.79 s
digerakkan lebih besar dari
kemampuan motor. 3.3.3.2 Phase Unbalance
Tabel 3. Setpoints Phase Unbalance
Bila hal tersebut terjadi, motor Unbalance Alarm ON
akan menarik arus yang sangat besar saat Events
berusaha berputar secara normal kembali. Current Unbalance Latched
Arus yang besar menyebabkan motor akan Trip
menjadi panas. Unbalance Trip 10%
Level
3.3.2.5 Ground Fault Unbalance Trip 5s
Pada suatu kondisi, salah satu Delay
kawat fasa motor bisa saja terhubung
langsung dengan ground. Hal ini 3.3.3.3 Acceleration Time
umumnya terjadi karena tembusnya isolasi Tabel 4. Setpoints Acceleration Time
antara kawat fasa dan ground. Acceleration Trip Latched
Untuk mencegah ground fault GE Assign Trip Reles Trip
MULTILIN 369 akan mendeteksi arus Acceleration Time 10.0 s
yang mengalir antara kawat fasa dan From Start
ground dengan menggunakan CT. Untuk
mengoperasikannya kita perlu mengatur 3.3.3.4 Mechanical Jam
arus maksimum yang mengalir ke ground Tabel 5. Setpoints Mechanical Jam
dan waktu delay operasi rele. Waktu delay Mechanical Jam Latched
operasi rele ground fault biasanya diatur Trip
menjadi nol detik agar rele langsung Assign Trip Reles Trip
memutus hubungan seketika, dan Mechanical Jam 1.50 x FLA
mencegah gangguan ini merusak sistem di Trip Level
atasnya. Mechanical Jam 1.0 s
Trip Delay

6
3.3.3.5 Ground Fault 3.3.4.1 Pengujian Rele Overload
Tabel 6. Setpoints Ground Fault Untuk menguji rele overload dapat
Ground Fault Trip Latched mengikuti tahapan berikut:
Assign Ground Trip 1. Hubungkan GE MULTILIN 369
Fault Reles dengan FREJA 300.
Ground Fault Trip 1.00 x CT 2. Injeksikan arus tiga fasa sebesar
Level 200% arus full load ke GE
Ground Fault Trip 0.00 s MULTILIN 369.
Delay 3. Catat waktu yang dibutuhkan GE
MULTILIN 369 untuk trip.
3.3.4 Pengujian GE MULTILIN 369
pada Motor 063P101AM CT yang digunakan memiliki ratio
Pengujian kalibrasi GE 300/5, sementara arus full load motor
MULTILIN 369 dilakukan dengan alat adalah 239 A ≈ 240 A. Karena itu, arus full
Relay Test System FREJA 300. Alat ini load yang dirasakan GE MULTILIN 369
akan menginjeksi arus sebesar nilai adalah sekitar 4 A.
tertentu ke GE MULTILIN 369 dan diukur
waktunya hingga GE MULTILIN 369 Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel
berhasil memutuskan hubungan. Data-data berikut:
yang didapatkan lalu dicocokkan dengan
nilai-nilai setpoints. Bila masih sesuai Tabel 7. Hasil Pengujian Rele Overload
maka GE MULTILIN 369 dianggap masih Test Current 200% FLA
terkalibrasikan dengan baik. Bila tidak Setting
sesuai, perlu dilakukan pengaturan Current A:8;B:8;C:8
setpoints lagi, selanjutnya diuji kembali. Injection (A)
Operating Time Std : Act :
145.79 150.21
Indication TRIP

Pada pengujian rele overload ini,


diinjeksikan arus tiga fasa sebesar 2 x FLA
yaitu 8A untuk masing-masing fasa.
Gambar 6. Pengujian GE MULTILIN 369
Dibutuhkan waktu selama 150,21 sekon
Menggunakan FREJA 300
untuk trip. Tabel di atas menunjukkan
perbedaan antara hasil pengujian dengan
nilai setpoints di bagian waktu operasi
rele. Perbedaan yang terjadi adalah sekitar
4,42 sekon.

3.3.4.2 Pengujian Rele Phase Unbalance


Gambar 7. Pengujian Ground GE MULTILIN 369 Untuk menguji rele phase
Menggunakan FREJA 300
unbalance dapat mengikuti tahapan
berikut:

7
1. Hubungkan GE MULTILIN 369 2. Injeksikan arus tiga fasa sebesar
dengan FREJA 300 120% ke GE MULTILIN 369
2. Injeksikan arus tiga fasa sebesar 3. Catat waktu yang dibutuhkan GE
100% arus full load ke GE MULTILIN 369 untuk trip
MULTILIN 369
3. Turunkan nilai arus salah satu fasa, Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel
sehingga persen berikut.
ketidakseimbangannya menjadi
melebihi 10% Tabel 9. Hasil Pengujian Rele
4. Catat waktu yang dibutuhkan GE Acceleration Time
MULTILIN 369 untuk trip Test Current 120% FLA
Setting
Hasil pengujian ini dapat dilihat pada tabel Current Injection A:5;B:5;C:5
berikut. (A)
Operating Time Std : 10 Act :
Tabel 8. Hasil Pengujian Rele Phase 10.01
Unbalance Indication TRIP
Test Current 10% Unbalance
Setting Pada pengujian rele acceleration
Current Injection A : 3.2 ; B : 4 ; C : time dengan menginjeksikan arus sebesar
(A) 4 1,2 x FLA maka dibutuhkan waktu 10,01
Operating Time Std : 5 Act : sekon untuk rele trip. Berdasarkan tabel di
5.03 atas perbedaan antara hasil pengujian
Indication TRIP dengan nilai setpoints di bagian waktu
operasi rele hanya 0,01 sekon dari waktu
Pada pengujian rele phase setpoint 10 sekon.
unbalance dengan menginjeksikan arus
sebesar 1 x FLA dan menurunkan nilai 3.3.4.4 Pengujian Rele Mechaniacal Jam
arus salah satu fasa sehingga persen Untuk menguji rele mechanical
keseimbangannya menjadi 10% maka jam dapat mengikuti tahapan berikut:
dibutuhkan waktu 5,03 sekon untuk rele 1. Hubungkan GE MULTILIN 369
trip. Tabel di atas menunjukkan sedikit dengan FREJA 300
sekali perbedaan antara hasil pengujian 2. Injeksikan arus tiga fasa sebesar
dengan nilai setpoints pada bagian waktu 100% FLA lalu dinaikkan hingga
operasi rele. Perbedaan yang terjadi hanya 150% FLA
sekitar 0,03 sekon. 3. Catat waktu yang dibutuhkan GE
MULTILIN 369 untuk trip.
3.3.4.3 Pengujian Rele Acceleration
Time Hasil pengujian tersebut dapat dilihat pada
Untuk menguji rele acceleration tabel berikut.
time dapat mengikuti tahapan berikut:
1. Hubungkan GE MULTILIN 369
dengan FREJA 300

8
Tabel 10. Hasil Pengujian Rele berfungsi dengan sangat baik dan berhasil
Mechanical Jam trip tepat saat gangguan terjadi, sama
Test Current 150% FLA seperti setpoint-nya.
Setting
Current Injection 4-7 4. PENUTUP
(A) 4.1 Kesimpulan
Operating Time Std : 1 Act : 1. Sama seperti dunia industri lainnya,
1.03 PT. PERTAMINA (PERSERO) RU
Indication TRIP IV Cilacap juga menggunakan
banyak motor listrik untuk berbagai
Pada pengujian rele mechanical keperluan.
jam ini diinjeksikan arus sebesar 1 x FLA 2. Motor 063P101AM merupakan
kemudian dinaikkan hingga 1,5 x FLA, motor penggerak pompa (water
maka waktu rele untuk trip adalah 1,03 intake pump).
sekon atau hanya berbeda 0,03 sekon dari 3. GE MULTILIN 369 termasuk salah
waktu settingnya yaitu 1 sekon. satu Microprocessor Based Motor
Protection atau termasuk rele digital.
3.3.4.5 Pengujian Rele Ground Fault 4. Microprocessor Based Motor
Untuk menguji rele ground fault Protection adalah suatu rele yang
dapat mengikuti tahapan berikut: merupakan paket antara software dan
1. Hubungkan GE MULTILIN 369 hardware, bekerja sama
dengan FREJA 300 memproteksi, mengendalikan dan
2. Injeksikan arus di salah satu fasa mengawasi.
sebesar 100% setting CT 5. GE MULTILIN 369 Motor
3. Catat waktu yang dibutuhkan GE Management Relay menggunakan
MULTILIN 369 untuk trip pendeteksian berdasarkan arus fasa
motor.
Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 6. Motor 063P101AM menggunakan
berikut. GE MULTILIN 369 untuk sistem
proteksinya.
Tabel 11. Hasil Pengujian Rele Ground 7. Rele proteksi yang digunakan GE

Fault MULTILIN 369 untuk proteksi


Test Current 1.0 x CT (8) motor 063P101AM adalah rele
Setting (A) overload, phase unbalance,
acceleration time, mechanical jam,
Current 5
dan ground fault.
Injection (A)
Operating Time Std : Act :
4.2 Saran
Instant Instant
Untuk menghindari masalah-masalah
Indication TRIP
kerusakan sistem proteksi dan menjaga
keandalan dari fungsi sistem proteksi maka
Pada pengujian rele ground fault seharusnya pemeliharaan dan pengujian
ini diinjeksikan arus 1 x CT (8) dan rele secara berkala terhadap semua komponen
langsung trip. Jadi rele ground fault ini sistem proteksi dilakukan lebih sering.

9
DAFTAR PUSTAKA
1. Anonim.2009.369 Motor Management
Relay Instruction Manual.Ontario: Mengetahui,
General Electric Dosen Pembimbing
2. D. Stevenson William.1983.Analisa
Sistem Tenaga Listrik. Bandung :
PT.Gelora Aksara Pramata
3. Mason C Russel. The Art and Science
of Protective Relaying : General
Electric Dr.Ir. Djoko Windarto, MT
4. http://www.en.wikipedia.org/wiki/digi NIP. 196405261989031002
tal_protective_relay
5. http://www.blogs.itb.ac.id/elw2244k0
112211041arigustian/2013/04/25/mesi
n-alternating-current-ac/
6. http://www.bankindonk.blogspot.com/
2013/04/makalah-relay-proteksi.html
7. http://www.baiuanggara.wordpress.co
m/2009/01/04/prinsip-kerja-pompa-
sentrifugal/

BIODATA

Adam Kusuma
Wardana
21060110120031
Riwayat pendidikan
SD Negeri 5
Wonosobo, SMP
Negeri 1
Wonosobo, SMA
Negeri 5 Semarang.
Pada tahun 2010,
penulis melanjutkan studi di Jurusan
Teknik Elektro Fakultas Teknik
Universitas Diponegoro.

10