Anda di halaman 1dari 8

Dampak Penting Arahan Pemantauan Lingkungan

Tahap Pra Konstruksi


1. Keresahan Masyarakat  Memantau situasi dan kondisi yang sedang beredar
dimasyarakat, menghindari terjadinya kesalah pahaman
dari pihak masyarakat pada pemrakarsa dengan adanya
sosialisasi. Hasil dari kegiatan sosialisasi benar-benar
dinotulensikan dan saran, tanggapan, serta pendapat
yang telah disampaikan masyarakat dapat ditampung
serta dipertimbangkan secara matang sehingga
menghasilkan keuntungan untuk kedua belah pihak,
baik dari pihak masyarakat maupun pemrakarsa.
Tahap Konstruksi
1. Kualitas Udara  Survei lapangan dan wawancara
 Pengujian kualitas udara ambient
 Memantau kadar debu yang diakibatkan selama
kegiatan mobilitas material dan peralatan dengan
frekuensi pemantauan tiap 1 bulan sekali.
 Memantau tingkat kebisingan diakibatkan oleh kegiatan
mobilitas material dan peralatan dengan frekuensi
pemantauan 1 bulan sekali.
 Memantau kualitas udara ambient dari kegiatan
pembangunan universtas dengan frekuensi
pemantauan tiap 1 bulan sekali.
2. Gangguan Lalu Lintas  Melakukan pemantauan terhadap banyaknya volume
kendaraan yang melintasi daerah mall
 Melakukan pengecekan secara langsung kondisi lalu
lintas di sekitar Mall.
3. Keresahan Masyarakat  Memantau situasi dan kondisi yang sedang beredar
dimasyarakat, menghindari terjadinya kesalah pahaman
dari pihak masyarakat pada pemrakarsa dengan adanya
sosialisasi. Hasil dari kegiatan sosialisasi benar-benar
dinotulensikan dan saran, tanggapan, serta pendapat
yang telah disampaikan masyarakat dapat ditampung
serta dipertimbangkan secara matang sehingga
menghasilkan keuntungan untuk kedua belah pihak,
baik dari pihak masyarakat maupun pemrakarsa.
4. Kualitas Udara  Survei lapangan dan wawancara
 Pengujian kualitas udara ambient
 Memantau kadar debu yang diakibatkan selama
kegiatan mobilitas material dan peralatan dengan
frekuensi pemantauan tiap 1 bulan sekali.
 Memantau tingkat kebisingan diakibatkan oleh kegiatan
mobilitas material dan peralatan dengan frekuensi
pemantauan 1 bulan sekali.
 Memantau kualitas udara ambient dari kegiatan
pembangunan universtas dengan frekuensi
pemantauan tiap 1 bulan sekali.
5. Potensi Genangan Air  Melakukan pembersihan dan perawatan saluran
drainase secara berkala
 Melakukan penanaman vegetasi untuk mengisi ruang
terbuka hijau dan sebagai area resapan air
6. Gangguan Lalu Lintas  Melakukan pemantauan terhadap banyaknya volume
kendaraan yang melintasi daerah mall
 Melakukan pengecekan secara langsung kondisi lalu
lintas di sekitar Mall.
7. Tertata Pola Aliran Air  Survei lapangan dan wawancara
 Memantau pembuatan kolam penampung, saluran
koletor dll
 Memantau tanaman penghijauan pada area mall dan
fasilitas penunjangnya setiap 1 bulan sekali
 Memantau pembuatan saluran dengan dimensi sesuai
arahan dari kajian teknis sistem drainase
8. Kualitas Udara  Survei lapangan dan wawancara
 Pengujian kualitas udara ambient
 Memantau kadar debu yang diakibatkan selama
kegiatan mobilitas material dan peralatan dengan
frekuensi pemantauan tiap 1 bulan sekali.
 Memantau tingkat kebisingan diakibatkan oleh kegiatan
mobilitas material dan peralatan dengan frekuensi
pemantauan 1 bulan sekali.
 Memantau kualitas udara ambient dari kegiatan
pembangunan universtas dengan frekuensi
pemantauan tiap 1 bulan sekali.
9. Getaran dan Retakan  Survei lapangan dan wawancara
Bangunan  Memantau kualitas peralatan mesin yang digunakan
selama 1 bulan sekali
 Memantau pemilihan kontraktor bangunan
 Memantau dokumentasi seluruh bangunan disekitar
lokasi proyek
10. Timbulan Sampah  Melakukan observasi dan pengecekan setiap hari terkait
pengangkutan sampah konstruksi DP Mall Semarang.
 Menjalin komunikasi yang baik dan berkoordinasi
dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota
Semarang.
 Memberi peringatan agar tidak membuang sampah di
sembarang tempat.
11. Dihasilkan Air Limbah  Melakukan pemantauan setiap 6 bulan sekali untuk
memastikan air limbah yang dihasilkan saat tahap
konstruksi pembangunan DP Mall Semarang tidak
mencemari lingkungan.
 Memantau kondisi fasilitas sarana dan prasarana yang
ada terkait air limbah yang dihasilkan
 Melakukan perawatan secara berkala terkait IPAL agar
IPAL selalu berada dalam keadaan optimal, efektif, dan
efisien.
12. Kuantitas dan Kualitas  Melakukan pemantauan ketersediaan jaringan distribusi
Air air PDAM secara berkala
 Memantau debit air keluaran sumur artesis dan
melakukan maintenance secara berkala
 Memantau kritik, saran, dan pengaduan masyarakat
13. Gangguan Stabilitas  Memantau kondisi stabilitas tanah yang berada disekitar
Tanah lokasi proyek secara berkala minimal 6 bulan sekali
14. Kesehatan Lingkungan  Memantau kadar debu yang diakibatkan selama
kegiatan pemeliharaan berlangsung.
 Memantau kesuburan flora disekitar area DP Mall.
 Memantau tingkat kebisingan yang diakibatkan dari
kegiatan pemeliharaan.
 Memantau kualitas udara ambient
15. Gangguan Kamtibnas  Memantau ketertiban dan keamanan masyarakat
setempat
 Memantau penyuluhan tentang kamtibnas yang telah
dilakukan setiap 3 bulan sekali
Tahap Operasional
1. Kesempatan Kerja dan  Tugas, Pokok dan Fungsi Direktorat Tenaga Kerja dan
Pendapatan Pengembangan Kesempatan Kerja di wilayah kelurahan
Masyarakat Daerah sekayu, kecamatan semarang tengah, kota semarang
jawa tengah selama kegiatan rekruitmen tenaga kerja
dan dievaluasi selama 1 tahun sekali.
 Pendapatn masyarakat kota semarang dipantau
berdasarkan nilai dan laju pertumbuhan PDRB nilai dan
laju pertumbuhan sector ekonomi wilayah, pendapatan
per kapita serta jenis sector informal yang berkembang
di Kecamatan Semarang tengah, dan evaluasi setiap 6
bulan sekali.
2. Dihasilkan Air Limbah  Melakukan pemantauan setiap 6 bulan sekali untuk
memastikan air limbah yang dihasilkan saat tahap
konstruksi pembangunan DP Mall Semarang tidak
mencemari lingkungan.
 Memantau kondisi fasilitas sarana dan prasarana yang
ada terkait air limbah yang dihasilkan
 Melakukan perawatan secara berkala terkait IPAL agar
IPAL selalu berada dalam keadaan optimal, efektif, dan
efisien.
3. Limbah B3  Memantau jumlah limbah B3 yang dihasilkan baik dari
jenis limbah B3 maupun jumlah dari setiap jenis limbah
B3 yang dihasilkan.
 Memantau jenis limbah yang dihasilkan setiap 6 bulan
sekali selama kegiatan operasional berlangsung.
4. Kuantitas dan Kualitas  Melakukan pemantauan ketersediaan jaringan distribusi
Air air PDAM secara berkala
 Memantau debit air keluaran sumur artesis dan
melakukan maintenance secara berkala
 Memantau kritik, saran, dan pengaduan masyarakat
5. Potensi Genangan Air  Melakukan pembersihan dan perawatan saluran
drainase secara berkala
 Melakukan penanaman vegetasi untuk mengisi ruang
terbuka hijau dan sebagai area resapan air
6. Gangguan Lalu Lintas  Melakukan pemantauan terhadap banyaknya volume
kendaraan yang melintasi daerah mall
 Melakukan pengecekan secara langsung kondisi lalu
lintas di sekitar Mall.
7. Potensi Kebakaran  Memantau kualitas listrik setiap bulannya.
 Memantau adanya tembaga kabel yang terkelupas.
Karena hal tersebut dapat memicu terjadinya
kebakaran.
8. Kesempatan Kerja dan  Tugas, Pokok dan Fungsi Direktorat Tenaga Kerja dan
Pendapatan Pengembangan Kesempatan Kerja di wilayah kelurahan
Masyarakat Daerah sekayu, kecamatan semarang tengah, kota semarang
jawa tengah selama kegiatan rekruitmen tenaga kerja
dan dievaluasi selama 1 tahun sekali.
 Pendapatn masyarakat kota semarang dipantau
berdasarkan nilai dan laju pertumbuhan PDRB nilai dan
laju pertumbuhan sector ekonomi wilayah, pendapatan
per kapita serta jenis sector informal yang berkembang
di Kecamatan Semarang tengah, dan evaluasi setiap 6
bulan sekali.
9. Kesehatan Lingkungan  Memantau kadar debu yang diakibatkan selama
kegiatan pemeliharaan berlangsung.
 Memantau kesuburan flora disekitar area DP Mall.
 Memantau tingkat kebisingan yang diakibatkan dari
kegiatan pemeliharaan.
 Memantau kualitas udara ambient

Dampak Penting Arahan Pengelolaan Lingkungan


Tahap Pra Konstruksi
1. Keresahan Masyarakat Dalam aktivitas sosialisasi dilakukan beberapa
pengolahan guna meminimalisasi keresahan yang akan
timbul dikalangan masyarakat. Upaya-upaya pengelolaan
yang dilakukan diantaranya adalah :
 Melakukan perjanjian yang menguntungkan kedua
belah pihak sehingga keresahan masyarakat dapat
diredam
 Menampung seluruh saran, pendapat, dan tanggapan
yang disampaikan masyarakat serta menanggapi
dengan serius
 Menjalin komunikasi 2 arah dengan masyarakat
sekitar guna menghindari pihak-pihak yang berniat
memprovokasi situasi dan kondisi yang ada di
masyarakat
Tahap Konstruksi
1. Kualitas Udara  Melakukan penyiraman atau pembasahan secara
berkala untuk mengurangi debu di dalam areal proyek
 Pengaturan arus lalu lintas dan pasangan rambu serta
penyediaan petugas keamanan proyek
 Memasang jaring-jaring di sekeliling bangunan untuk
mengurangi disperse partikel/debu keluar
 Memasang media untuk menangkap sisa material
2. Gangguan Lalu Lintas  Waktu lampu merah sebanyak 90-120 menit
 Mengatur pedagang kaki lima agar tidak luber ke jalan
 Pelebaran jalan di titik – titik macet
3. Keresahan Masyarakat Dalam aktivitas sosialisasi dilakukan beberapa
pengolahan guna meminimalisasi keresahan yang akan
timbul dikalangan masyarakat. Upaya-upaya pengelolaan
yang dilakukan diantaranya adalah :
 Melakukan perjanjian yang menguntungkan kedua
belah pihak sehingga keresahan masyarakat dapat
diredam
 Menampung seluruh saran, pendapat, dan tanggapan
yang disampaikan masyarakat serta menanggapi
dengan serius
 Menjalin komunikasi 2 arah dengan masyarakat
sekitar guna menghindari pihak-pihak yang berniat
memprovokasi situasi dan kondisi yang ada di
masyarakat
4. Kualitas Udara  Melakukan penyiraman atau pembasahan secara
berkala untuk mengurangi debu di dalam areal proyek
 Pengaturan arus lalu lintas dan pasangan rambu serta
penyediaan petugas keamanan proyek
 Memasang jaring-jaring di sekeliling bangunan untuk
mengurangi disperse partikel/debu keluar
 Memasang media untuk menangkap sisa material
5. Potensi Genangan Air  Memperluas saluran drainase
 Membangun ruang terbuka hijau sebagai lahan
resapan air
6. Gangguan Lalu Lintas  Waktu lampu merah sebanyak 90-120 menit
 Mengatur pedagang kaki lima agar tidak luber ke jalan
 Pelebaran jalan di titik – titik macet
7. Tertata Pola Aliran Air  Membangun saluaran dengan dimensi sesuai arahan
dari kajian teknis system drainase yang dilakukan
bersamaan dengan oenyiapan lahan
 Membangun kolam penampung, saluran kolektor dll
sesuai dengan dimensi sesuai arahan dari kajian teknis
system drainase
 Melakukan penenaman tanaman oeghijauan pada area
mall dan fasilitas penunjangnya
 Melakukan koordinasi dengan dinas terkait di kota
Semarang
8. Kualitas Udara  Melakukan penyiraman atau pembasahan secara
berkala untuk mengurangi debu di dalam areal proyek
 Pengaturan arus lalu lintas dan pasangan rambu serta
penyediaan petugas keamanan proyek
 Memasang jaring-jaring di sekeliling bangunan untuk
mengurangi disperse partikel/debu keluar
 Memasang media untuk menangkap sisa material
9. Getaran dan Retakan  Melakukan pemilihan peralatan mesin yang akan
Bangunan digunakan dengan kualitas yang baik
 Memilih kontraktor bangunan yang sudah
berpengalaman dengan pekerjaan sipil dan bangunan
 Pendokumentasian seluruh bangunan di sekitar lokasi
proyek sebelum kegiatan pekerjaan sipil dan bangunan
di lakukan
 Apabila selama kegiatan pembangunan pondasi gedung
sampai mengakibatkan keretakan/kerusakan bangunan
yang ada, maka pemrakarsa wajib memberi ganti rugi
sesaui mekanisme yang telah disepakati oleh antara
pemrakarsa dengan kontraktor maupun dengan pelaku
usaha terdampak
10. Timbulan Sampah  Bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan
Pertamanan Kota Semarang untuk pengangkutan
sampah .
 Menggunakan fasilitas pengumpulan sampah seperti
tong, bin, dan bak karet atau bak pasangan bata.
 Melakukan pemisahan jenis sampah dari sumbernya
untuk memudahkan pengelolaan selanjutnya. Sampah
organik dapat diolah menjadi kompos. Sampah
anorganik dapat dikumpulkan oleh pemulung untuk
dijual kembali.
11. Dihasilkan Air Limbah  Bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan
Pertamanan Kota Semarang untuk pengangkutan air
limbah domestik .
 Melakukan pengumpulan air limbah di tempat yang
tertutup agar tidak tersebar kemana – mana dan
mencemari lingkungan sekitar.
 Mengelola IPAL yang ada dengan baik dan benar.
12. Kuantitas dan Kualitas  Melakukan koordinasi dengan PDAM Kota Semarang
Air untuk memastikan ketersediaan jaringan distribusi dan
kemampuan PDAM dalam mensuplai kebutuhan
operasional DP Mall Semarang
 Membangun sumur artesis sebagai sumber air selain air
dari PDAM sehingga tidak mengganggu ketersediaan
air bersih untuk pemukiman
 Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan BLH
daerah dalam melaksanakan pengelolaan kualitas air
 Menampung pengaduan masyarakat
13. Gangguan Stabilitas  Melakukan pemadatan tanah setelah proyek selesai
Tanah  Menggunakan bahan tambahan atau material lain
untuk pencampuran tanah yang terganggu
kestabilannya
 Penanaman pohon – pohon berakar besar disekitar
lokasi proyek untuk menjaga kestabilan tanah
14. Kesehatan Lingkungan  Membangun RTH disekitar proyek dan ruas jalan.
 Menanam tanaman penyerap kadar CO2 dan
kebisingan.
 Koordinasi dan bekerjasama dengan BLH daerah
dalam melaksanakan pengelolaan kesehatan
lingkungan.
15. Gangguan Kamtibnas  Memberikan penyuluhan dan bimbingan tentang
kamtibnas kepada masyarakat setempat
 Mendeteksi dini terhadap setiap dinamika kamtibnas
diekitar lokasi proyek
 Bekerjasama dengan pihak keamanan untuk
memecahkan masalah – masalah lingkungan
Tahap Operasional
1. Kesempatan Kerja dan  Mengutamakan tenaga kerja lokal selama memenuhi
Pendapatan kualitas dan persyaratan yang dibutuhkan.
Masyarakat Daerah  Mekanisme rekruitmen tenaga kerja secara transparan.
 Melakukan sosialisasi secara terbuka tentang lowongan
kerja
 Semua pekerja akan diperlakukan secara merata
 Bekerja sama dengan aparat dan masyarakat
setempat.
 Peningkatan pelayanan terhadap pelanggan.
 Koordinasi dan berkejasama dengan Bappeda Kota
Semarang dalam pengembangan wilayah dan
pengembangan kegiatan ekonomi.
 Membangun kerjasama dengan beberapa usaha yang
telah berdiri di sekitar Mall sebagai penyedia
kebutuhan aktivitas pembangunan.
2. Dihasilkan Air Limbah  Bekerjasama dengan Dinas Kebersihan dan
Pertamanan Kota Semarang untuk pengangkutan air
limbah domestik .
 Melakukan pengumpulan air limbah di tempat yang
tertutup agar tidak tersebar kemana – mana dan
mencemari lingkungan sekitar.
 Mengelola IPAL yang ada dengan baik dan benar.
3. Limbah B3  Perlakuan sampling limbah B3 dilakukan untuk
mendapatkan sampel limbah yang representatif
 Dilakukan analisis terhadap sampel yang telah diambil.
 Metode yang diguanakn untuk sampling yaitu sampling
komposit dilakukan dari beberapa limbah secara cepat
(grab) sebanyak kurang lebih 1 (satu) kilogram atau 1
(satu) liter sampel limbah.
 Pengumpulan dilakukan untuk minimum 4 (empat)
sampel yang merupakan integrasi antara kedalaman
dan luas area daripada limbah.
 Sampel komposit harus dicampur secara merata dan
dibagi minimal dalam 3 (tiga) replikasi sebelum dibawa
ke laboratorium.
4. Kuantitas dan Kualitas  Melakukan koordinasi dengan PDAM Kota Semarang
Air untuk memastikan ketersediaan jaringan distribusi dan
kemampuan PDAM dalam mensuplai kebutuhan
operasional DP Mall Semarang
 Membangun sumur artesis sebagai sumber air selain air
dari PDAM sehingga tidak mengganggu ketersediaan
air bersih untuk pemukiman
 Melakukan koordinasi dan kerjasama dengan BLH
daerah dalam melaksanakan pengelolaan kualitas air
 Menampung pengaduan masyarakat
5. Potensi Genangan Air  Memperluas saluran drainase
 Membangun ruang terbuka hijau sebagai lahan
resapan air
6. Gangguan Lalu Lintas  Waktu lampu merah sebanyak 90-120 menit
 Mengatur pedagang kaki lima agar tidak luber ke jalan
 Pelebaran jalan di titik – titik macet
7. Potensi Kebakaran  Dilakukan pengecekan yang menyangkut konsleting
listrik dalam satu bulan sekali.
 Bekerjasama dan selalu berkoordinasi dengan pekerja
dan aparat pemerintahan.
 Ditambahkan Sprinkler sesuai dengan luas bangunan
dan banyaknya lantai dalam mall.
 Ditambahkan sistem alarm dan hidran serta apar pada
tiap lantai.
8. Kesempatan Kerja dan  Mengutamakan tenaga kerja lokal selama memenuhi
Pendapatan kualitas dan persyaratan yang dibutuhkan.
Masyarakat Daerah  Mekanisme rekruitmen tenaga kerja secara transparan.
 Melakukan sosialisasi secara terbuka tentang lowongan
kerja
 Semua pekerja akan diperlakukan secara merata
 Bekerja sama dengan aparat dan masyarakat
setempat.
 Peningkatan pelayanan terhadap pelanggan.
 Koordinasi dan berkejasama dengan Bappeda Kota
Semarang dalam pengembangan wilayah dan
pengembangan kegiatan ekonomi.
 Membangun kerjasama dengan beberapa usaha yang
telah berdiri di sekitar Mall sebagai penyedia
kebutuhan aktivitas pembangunan.
9. Kesehatan Lingkungan  Membangun RTH disekitar proyek dan ruas jalan.
 Menanam tanaman penyerap kadar CO2 dan
kebisingan.
Koordinasi dan bekerjasama dengan BLH daerah
dalam melaksanakan pengelolaan kesehatan
lingkungan.