Anda di halaman 1dari 5

RUMAH SUSUN MENANGGAL

Judul Dok. :
No. Dok : SOP-001 Halaman : Page 1 of 5
Kesiagaan dan Tanggap Darurat Tanggal
................ No. Revisi : 0
Terbit :

Disiapkan Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh :


TIM TPKD KOOR TIM TPKD

1. Tujuan
1.1 Mengidentifikasi keadaan darurat (Kebakaran, huru hara dan bencana alam.) di area rumah
susun yang berasal dari aktivitas (operasional sehari - hari), kerusakan infrastruktur serta
berdampak pada lingkungan.
1.2 Melakukan tanggap darurat untuk mencegah keadaan darurat serta melakukan tindakan
darurat untuk mengurangi keparahan resiko dampak lingkungan maupun pada penghuni
rumah susun meliputi kerusakan infrastruktur yang terjadi akibat kegagalan aktivitas
(operasional sehari - hari) yang menimbulkan keadaan darurat.

2. Ruang Lingkup
2.1 Keadaan darurat mencakup Kebakaran, huru hara dan bencana alam (banjir, gempa, dll).
2.2 Keadaan darurat diberlakukan kepada seluruh penghuni rumah susun internal dan pihak
ketiga (tamu, dll) yang terlibat dalam aktivitas operasional sehari – hari.

3. Tanggung Jawab
3.1. Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) bertanggung jawab untuk melakukan
tugasnya sesuai dengan struktur tim penanggulangan keadaan darurat.
3.2. Tim penanggulangan keadaan darurat bertanggung jawab untuk memastikan infrastruktur
penanggulangan keadaan darurat tersedia dan berfungsi dengan baik.
3.3. Tim penaggulangan keadaan darurat bertanggung jawab untuk melakukan simulasi keadaan
darurat minimal setahun sekali.

4. Definisi
Keadaan darurat adalah keadaan, situasi yang ditimbulkan oleh suatu kejadian disengaja atau
tidak yang berasal dari alam, manusia atau proses yang menyebabkan kerusakan sebagian atau
seluruhnya infrastruktur bangunan, sumber daya manusia dan lainnya serta berdampak pada
kerusakan lingkungan.
RUMAH SUSUN MENANGGAL
Judul Dok. :
No. Dok : SOP-001 Halaman : Page 2 of 5
Kesiagaan dan Tanggap Darurat Tanggal
................ No. Revisi : 0
Terbit :

Disiapkan Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh :


TIM TPKD KOOR TIM TPKD

5. Flowchart
Mulai

6.1
HIRADC
Identifikasi keadaan
daruratl

Chcklist
6.2
infrastruktur &
Identifikasi infrastruktur
APAR
keadaan darurat

6.3
SO TPKD
Menetapkan tim
penanggulangan
SO P2K3

6.4
Menetapkan sistem Intruksi Kerja
komunikasi darurat keadaan
darurat

6.5
Menetapkan pedoman
penanggulangan

6.6
Simulasi tanggap darurat

Laporan
6.7
simulasi
Mengkaji optimalisasi
tanggap darurat
sistem keadaan darurat

Tidak
6.5
Efektif

Ya

6.8
Menyusun laporan
simulasi

Selesai
RUMAH SUSUN MENANGGAL
Judul Dok. :
No. Dok : SOP-001 Halaman : Page 3 of 5
Kesiagaan dan Tanggap Darurat Tanggal
................ No. Revisi : 0
Terbit :

Disiapkan Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh :


TIM TPKD KOOR TIM TPKD

6.1 Identifikasi Keadaan Darurat


Identifikasi Potensi Keadaan Darurat yang akan terjadi di area lingkungan rumah susun sesuai
hasil identifikasi bahaya dan Resiko antara lain : Kebakaran, huru hara dan bencana alam.

6.2 Identifikasi Kelengkapan Infrastruktur


6.2.1 Peralatan tanggap darurat yang dimaksud adalah peralatan yang dipergunakan untuk
menanggulangi keadaan darurat.
6.2.2 Peralatan tanggap darurat hanya dipergunakan pada saat terjadinya keadaan darurat
dan dilarang untuk dipindahkan secara permanen atau sementara. Terkecuali
pemindahan yang bersifat permanen atau sementara memang harus dilakukan, maka
harus diketahui dan diijinkan oleh Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD).
6.2.3 Peralatan tanggap darurat yang ada trerdiri dari :
a. Tabung pemadam api ringan (APAR)
b. Hydrant
c. Kotak P3K
d. Fire blanket (karung goni)
6.2.4 Masing-masing peralatan tanggap darurat harus disediakan disetiap lantai rumah susun,
kecuali hydrant yang terdapat di halaman rumah susun.
6.2.5 Peralatan tanggap darurat harus diperiksa setiap 1 (satu) bulan sekali oleh Tim
Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) dengan menggunakan daftar periksa yang
sudah disediakan. Hasil pemeriksaan harus diketahui oleh Kerua Tim Penanggulangan
Tanggap Darurat.
6.2.6 Pemakaian peralatan tanggap darurat harus dilaporkan kepada Ketua Tim
Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD).

6.3 Menetapkan Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD).


6.3.1 Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) terdiri dari personel yang ditunjuk untuk
menjalankan tugas-tugas khusus.
6.3.2 Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) melibatkan penghuni rumah susun
Menanggal.
6.3.3 Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) terdiri dari:
a. Koordinator Tanggap Darurat, bertugas untuk melakukan koordinasi dan memberi
komando selama gawat darurat sampai masa pemulihan dari kondisi darurat.
 Kepala RT
 Wakil Kepala RT (sebagai pengganti saat Kepala RT tidak ada)
b. Tim P3K (first aider), bertugas memberikan pertolongan pertama bagi orang yang
terluka. Tim P3K terdiri dari penghuni rumah susun yang telah dilatih tentang P3K.
c. Tim penolong (rescuer), membantu personel melakukan evakuasi menuju ketempat
yang aman (assembly/muster point). Tim penolong terdiri dari penghuni rumah susun
yang telah dilatih tentang teknik evakuasi selama gawat darurat.
d. Tim Komunikasi, melakukan komunikasi dengan pihak luar seperti keamanan (polisi,
TNI), SAR, rumah sakit, dinas pemadam kebakaran dll.
RUMAH SUSUN MENANGGAL
Judul Dok. :
No. Dok : SOP-001 Halaman : Page 4 of 5
Kesiagaan dan Tanggap Darurat Tanggal
................ No. Revisi : 0
Terbit :

Disiapkan Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh :


TIM TPKD KOOR TIM TPKD

e. Tim Keuangan, bertugas menyiapkan keuangan untuk keperluan yang mungkin timbul
selama kondisi gawat darurat.
f. Tim Keamanan, bertugas menjaga keamanan selama kondisi gawat darurat. Tim
keamanan terdiri dari Kepala Keamanan dan Anggota Keamanan
g. Tim Pemadam Kebakaran, bertugas memadamkan api selama bantuan tim pemadam
kebakaran dari luar belum datang. Tim pemadam kebakaran terdiri dari masing-
masing departemen yang telah dilatih tentang teknik pemadaman api.

6.4 Menetapkan Sistem Komunikasi Keadaan Darurat


6.4.1 Pemberitahuan awal dilakukan oleh personel yang mengetahui terjadinya keadaan
darurat.
6.4.2 Pemberitahuan dilakukan dengan cara berteriak “ADA KEBAKARAN / GEMPA / BANJIR”
sesuai dengan kondisi gawat darurat yang terjadi secara berulang-ulang.
6.4.3 Personel yang bersangkutan melaporkan secara singkat mengenai keadaan darurat
yang terjadi langsung kepada Koordinator.
6.4.4 Petugas komunikasi memberitahukan kepada seluruh penghuni rumah susun di lokasi
melalui pengeras suara bahwa telah terjadi keadaan darurat.
6.4.5 Koordinator tanggap darurat mengaktifkan tim tanggap darurat untuk melakukan tindakan
perbaikan dan pencegahan sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing- masing
posisi.

6.5 Menetapkan Pedoman Penanggulangan Keadaan Darurat


6.5.1 Bila keadaan darurat terjadi, setiap personel yang mengetahui harus segera melapor
kepada Koordinator / Petugas Komunikasi.
6.5.2 Laporan dapat disampaikan melalui pesawat telepon atau secara langsung jika
memungkinkan.
6.5.3 Laporan harus mencakup hal-hal sebagai berikut :
a. Nama dan Jabatan
b. Keadaan darurat yang terjadi
c. Lokasi dan tempat kejadian
d. Tindakan penanggulangan awal yang telah dilakukan
6.5.4 Petugas Komunikasi segera melaporkan keadaan darurat yang terjadi kepada
koordinator tanggap darurat.
6.5.5 Koordinator tanggap darurat segera mengaktifkan Tim Penanggulangan Keadaan
Darurat (TPKD).
6.5.6 Anggota Tim Penanggulangan Keadaan Darurat (TPKD) melaksanakan tugas dan
tanggung jawab masing-masing.
6.5.7 Jika keadaan darurat tidak dapat dikendalikan, koordinator keadaan darurat
menginstruksikan kepada kepala koordinator tempat berkumpul untuk segera
mengevakuasi ke tempat yang aman.
6.5.8 Petugas komunikasi menghubungi tim pendukung tanggap darurat dari pihak eksternal
berdasarkan instruksi dari koordinator tanggap darurat.
RUMAH SUSUN MENANGGAL
Judul Dok. :
No. Dok : SOP-001 Halaman : Page 5 of 5
Kesiagaan dan Tanggap Darurat Tanggal
................ No. Revisi : 0
Terbit :

Disiapkan Oleh : Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh :


TIM TPKD KOOR TIM TPKD

6.5.9 Bilamana keadaan darurat dapat dikendalikan, maka koordinator tanggap darurat
mengkomunikasikan kepada personel melalui bunyi sirine sekali selama 5 (lima) detik.
6.5.10 Investigasi dilakukan sesuai dengan prosedur tindakan perbaikan dan pencegahan dari
kecelakaan, insiden dan ketidaksesuaian.

6.6 Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat


6.6.1 Program tanggap darurat disusun oleh Koordinator Tim Penanggulangan Keadaan
Darurat (TPKD).
6.6.2 Simulasi dilakukan secara berkala setahun sekali yang skenarionya bisa satu kondisi
gawat darurat atau kombinasi dari beberapa kondisi gawat darurat.
6.6.3 Pelaksanaa simulasi harus dilakukan evaluasi untuk mengetahui keefektivan prosedur
tanggap darurat.
6.6.4 Hasil evaluasi simulasi rencana tanggap darurat harus dikomunikasikan kepada pihak
terkait.

6.7 Mengkaji Optimalisasi Sistem Keadaan Darurat


Mengkaji Optimalisasi sistem tanggap darurat dan peluang perbaikan dalam upaya peningkatan
metode penanggulangan dan pengendalian keadaan darurat.

6.8 Menyusun Laporan Simulasi Keadaan Darurat


Menyusun laporan simulasi keadaan darurat sebagai bukti bahwa telah dilakukan simulasi
penanggulangan keadaan darurat.