Anda di halaman 1dari 64

EARTH LEAKAGE CIRCUIT BREAKER

( ELCB )

1. TUJUAN PERCOBAAN
Menentukan karakteristik besarnya arus bocor maksimum pada sebagian
peralatan listrik yang dapat diputuskan oleh Earth Leakage Circuit Breaker
( ELCB )

2. PENDAHULUAN
Earth Leakage Circuit Breaker ( ELCB ) adalah suatu alat listrik yang
dipergunakan sebagai pengaman bila terjadi arus bocor pada salah satu
penghantar yang melalui alat tersebut.
Earth Leakage Circuit Breaker akan bekerja bila terjadi arus bocor pada
peralatan tersebut dalam arde mili ampere.
Arus bocor ini akan menginduksi kumparan yang dihubungkan dengan
relay yang sangat sensitive.
Apabila arus bocor tersebut mencapai pada suatu harga tertentu maka relay
akan bekerja untuk melepaskan kontak – kontaknya
Earth Leakage Circuit Breaker ini banyak dipergunakan sebagai pengaman
terhadap manusiabila terjadi arus bocor pada peralatan yang akan melalui
tubuh manusia tersebut.

3. ALAT-ALAT YANG DIPERGUNAKAN


 AUTO TRANSFORMATOR : 0-240 V ( 1 )
 AMPERE METER : 0-240 V ( 1 )
 POWER SUPPLY : 220 (1)
 TAHANAN ( REASTAT ) : 1000 Ω/0,25
A (1)
 EARTH LEAKAGE CIRCUIT BREAKER
IN = 25 A IN = 40 A

P a g e 1 | 64
IΔN = 0,03 A IΔN = 0,1 a
( 100mA )
VN = 220 / 380 V AC UN = 220
/380 V AC

4. LANGKAH KERJA, GAMBAR RANGKAIAN, DAN GAMBAR


PENGAWATAN

4.1 Langkah kerja


1. Buatlah rangkaian seperti gambar diagram percobaan, skunder Auto
trafo pada 0 Volt.

4.2 Gambar Rangkaian

2. “ ON “ kan Switch Power Supply AC, atau skunder Auto


Transformator pelan-pelan hingga ELCB trip ( bekerja ), dan
hentikan pengaturan Auto Transformator

3. Ukur arus tripping ELCB dengan jalan memindahkan posisi “ S “


ke posisi “ 2 “ ulangi sampai 4 kali ( sesuai yang diminta dalam
tabel )

4. Lakukan langkah-langkah tersebut diatas untuk masing-masing


terminal ( R,S,T ).

P a g e 2 | 64
5. Setelah selesai percobaan kembalikan semua peralatan pada
tempatnya semulah

4.3 Gambar Pengawatan

P5 AC 1R3 S 5T7N
AMPERE
220 V METER A ELCB
2R4 S 6T8N

SAKLAR TAHANAN
GESER

2 1
SWITCH
0

P a g e 3 | 64
5. EVALUASI :

5.1 Tabel : ELCB tipe :

ARUS TRIPPING
( IΔN = 10 mA IN = 10 A = 𝟏𝟎𝟒 mA)
No. KUTUB IΔN ( mA ) %
1 5,07 0,0507
2 6,93 0,0693
3 R 7,00 0,07
4 7,85 0,0785
Rata – rata 6,7125 0,067125
1 5,31 0,0531
2 7,08 0,708
3 S 8,00 0,08
4 8,16 0,0816
Rata – rata 7,1375 0,071375
1 5,56 0,0556
2 6,20 0,062
3 T 6,83 0,0683
4 6,84 0,0684
Rata – rata 6,3575 0,063575

# Perhitungan

Untuk Beban R

a. Dik : Hasil : 5,07 mA c. Dik : Hasil : 7,00 mA


ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 % Jawab : x100 %
𝐼𝑁 𝐼𝑁
5,07 7
: 𝟏𝟎𝟒
x100 : 104 x100 %
: 0,07 %
= 0,0507 %

b. Dik : Hasil : 6,93 mA d. Dik : Hasil : 7,85 mA


ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 % Jawab : x100 %
𝐼𝑁 𝐼Δ𝑁
6,93 7,85
: 104
x100 % : x100 %
104
: 0,0693 % : 0,0785 %
P a g e 4 | 64
Untuk Beban S

c. Dik : Hasil : 8 mA
a. Dik : Hasil : 5,31 m ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 %
ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝐼𝑁
Jawab : x100 % 8
𝐼𝑁 : 104 x100 %
5,31
: x100 : 0,08 %
104
:0,0531 %

a. Dik : Hasil : 7,08 mA d. Dik : Hasil : 8,16 mA


ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 % Jawab : x100 %
𝐼𝑁 𝐼𝑁
7,08 8,16
: x100 % : x100 %
104 104
: 0,0708 % : 0,0816 %

Untuk Beban T

c. Dik : Hasil : 6,83 mA


a. Dik : Hasil : 5,56 mA ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 %
ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 𝐼𝑁
Jawab : x100 % 6,83
𝐼𝑁 : x100 %
5,56 104
: x100 : 0,0683 %
104
: 0,0556 %

b. Dik : Hasil : 6,20 mA c. Dik : Hasil : 6,84 mA


ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 % Jawab : x100 %
𝐼𝑁 𝐼𝑁
6,20 6,84
: x100 % : x100 %
104 104
: 0,062 % : 0,0684 %

P a g e 5 | 64
Karakteristik Arus Tripping IΔN 10Ma

8 8 8.16
7.85
7 7.08
6.97 7
6.83 6.84
6 6.2
5.56
5.31
5 5.07

0
R S Kutub R T S
Kutub Kutub T

a. Diagram Garis Perbandingan masing – masing kutub

7 Kutub R
Kutub S
6
Kutub T
6

6
R S T
b. Diagram Batang Perbandingan masing-masing kutub

*Rata-rata kutub R *Rata-rata kutub S

 Rata –rata =
𝐼∆𝑁(1) +𝐼∆𝑁(2) +𝐼∆𝑁(3) +𝐼∆𝑁(4)  Rata –rata =
4 𝐼∆𝑁(1) +𝐼∆𝑁(2) +𝐼∆𝑁(3) +𝐼∆𝑁(4)
5,07+6,93+7+7,85
= 4
4 5,31+7,08+8+8,16
26,85 = P a g e4 6 | 64
=
4 28,55
=6,7125 mA = 0,067125 % =
4
=7,1375 mA =
0,071375 %
*Rata-rata kutub T

𝐼∆𝑁(1) +𝐼∆𝑁(2) +𝐼∆𝑁(3) +𝐼∆𝑁(4)


 Rata –rata =
4
5,56+6,20+6,83+6,84
= 4
25,43
= 4
=6,3575 mA = 0,063575 %

Table 2 : ELCB tipe :

ARUS TRIPPING
( IN = 25 A = 25. 103 mA IΔN= 30mA)
No. KUTUB IΔN ( mA ) %
1 15,45 0,0618
2 15,82 0,06328
3 R 16,66 0,06664
4 16,79 0,06716
Rata - rata 16,18 0,06472
1 14,70 0,0588
2 14,73 0,05892
3 S 16,24 0,06496
4 16,47 0,06588
Rata- rata 15,785 0,06314
1 14,51 0,05804
2 14,85 0,0594
3 T 15,93 0,06372
4 16,81 0,06724
Rata - rata 15,525 0,0621

# Perhitungan

Untuk Bagian R

a. Dik : Hasil : 15,45 mA c. Dik : Hasil : 16,66 mA


ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 % Jawab : x100 %
𝐼𝑁 𝐼𝑁
15,45 16,66
: 25.103x100 % : 25.103x100 %
: 0,0618 % : 0,06664 %

b. Dik : Hasil : 15,82 mA d. Dik : Hasil : 16,79 mA


ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab :
ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
x100 % Jawab : 𝐼𝑁
x100 %
𝐼𝑁
16,79
15,82 : 25.103x100 %
: 25.103x100 %
: 0,06328 % :P0,06716
a g e 7 |%64
Untuk Bagian S

a. Dik : Hasil : 14,7 mA c. Dik : Hasil : 16,24 mA


ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 % Jawab : x100 %
𝐼𝑁 𝐼𝑁
14,7 16,24
: 25.103x100 % : 25.103x100 %
: 0,0588 % : 0,06496 %

b. Dik : Hasil : 14,73 mA d. Dik : Hasil : 16,47 mA


ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 % Jawab : x100 %
𝐼𝑁 𝐼𝑁
14,73 16,47
: 25.103x100 % : 25.103x100 %
: 0,05892 % : 0,06588 %

Untuk Bagian T

a. Dik : Hasil : 14,51 mA c. Dik : Hasil : 15,93 mA


ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 % Jawab : x100 %
𝐼𝑁 𝐼𝑁
14,51 15,93
: 25.103x100 % : 25.103x100 %
: 0,05804 % : 0,06372 %

b. Dik : Hasil : 14,85 mA a. Dik : Hasil : 16,81 mA


ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙 ℎ𝑎𝑠𝑖𝑙
Jawab : x100 % Jawab x100 %
𝐼𝑁 𝐼𝑁
14,85 16,81
: 25.103x100 % : 25.103x100 %
: 0,0594 % : 0,06724 %

P a g e 8 | 64
Karakteristik Arus Tripping IΔN 10mA

17
16.81
16.79
16.66
16.5 16.47
16.24
16 15.93
15.82
15.5 15.45

15
14.85
14.7 14.73
14.5 14.51

14

13.5

13
R S T

Kutub R Kutub S Kutub T

a. Diagram Garis masing-masing Kutub

16.4

16.2

16

15.8 Kutub R
Kutub S
15.6
Kutub T
15.4

15.2

15
R S T

b. b. Diagram Batang masing-masing Kutub

P a g e 9 | 64
*Rata-rata kutub R

𝐼∆𝑁(1) +𝐼∆𝑁(2) +𝐼∆𝑁(3) +𝐼∆𝑁(4)


 Rata –rata =
4
15,45+15,82+16,66+16,79
= 4
64,72
= 4
=16,18 mA = 0,06472 %

*Rata-rata kutub S

𝐼∆𝑁(1) +𝐼∆𝑁(2) +𝐼∆𝑁(3) +𝐼∆𝑁(4)


 Rata –rata =
4
14,70+14,73+16,24+16,47
= 4
63,14
= 4
= 15,785 mA = 0,06314 %

*Rata-rata kutub T

𝐼∆𝑁(1) +𝐼∆𝑁(2) +𝐼∆𝑁(3) +𝐼∆𝑁(4)


 Rata –rata =
4
14,51+14,85+15,93+16,81
= 4
62,1
= 4
= 15,525 mA = 0,0621 %

Analisa

- Tabel 1
Pada pratikum ini ELCB IΔN 10 mA pada kutub R arus maksimum yang
dihasilkan 7,85 mA, kutub S 8,16 mA, dan kutub T 6,84 mA. Pa pratikum ini
yang kami lakukan arus bocor yang dihasilkan tidak melebihi IΔN berada pada
kisaran 60 % dari I nominal yang menyebabkan ELCB bekerja memutuskan
rangkaian tersebut.

- Tabel 2
Pada pratikum kali ini arus maksimum yang dihasilkan pada ELCB 16,79
mA pada kutub R, kutub S 16,47 mA, kutub T 16,81 mA. Dimana sumber
yang digunakan yaitu sumber AC 220 Volt, dan beban tahanan 550 0hm,

P a g e 10 | 64
jadi, pada pratikum ini yang kami lakukan bahwa arus bocor yang dihasilkan
tidak melebihi IΔN yang digunakan. Arus bocor yang mengaibatkan tripnya
ELCB dapat terlihat pada table pratikum dengan IΔN berada dikisaran 60%
dari I nominal untuk membuat ELCB bekerja memutuskan rangkaian
tersebut.
6. Kesimpulan
Dapat kami simpulkan bahwa ELCB yang masih dalam kondisi bagus akan
memutuskan tegangan pada daeranya sebelum nilai arus bocor mendekati IΔN
yang tertera pada name plate ELCB tersebut. Hal ini diperlukan untuk
mengamankan benda-benda yang ada disekitar alat itu sendiri, maupun makhluk
hidup yang berada didaera sekitar itu yang terjadi arus bocor. Pada pratikum yang
telah kami lakukan dengan nilai tahanan sebesar 550 ohm membuat trippnya
ELCB berada dikisaran 60% dari nilai IΔN pada tia-tiap ELCB.

7. Tugas dan Pertanyaan

1. Bandingkan antara hasil pengamatan dan harga yang tertera pada


ELCB

2. Faktor apakah yang mendasari penentuan nilai arus tripping pada


ELCB ? Jelaskan !

3. Jelaskan prinsip kerja Earth Leakage Circuit Breaker yang saudara


amati !

4. Apabila ELCB dirangkai seperti gambar dibawah ini, Apakah yang


terjadi ?

5. Buatlah kesimpulan tentang percobaan yang telah anda lakukan !

P a g e 11 | 64
JAWABAN

1. Pada saaat pengukuran ELCB dengan In=10A , IAN=10mA dengan kutup


R,S dan T mengalami arus pemutusannya mendekati atau dibawah
IAN=10mA.
Pada pengukuran ELCB dengan I=25A, IAN=30mA dengan kutub R,S, dan
T mengalami arus pemutusannya mendekati dibawah IAN=30mA
2. Factor yang mempengaruhi arus tripping adalah nilai beban nya jika nilai
beban atau tahanannya besar maka arus trippingnya besar ( arus
trippingnnya mendekati IAN ) dan sebaliknya jika nilai tahanan berbeban
kecil maka arus trippingnnya kecil. Dan semakin cepat arus trippingnya (
dengan arus bocor yang sangat kecil, ELCB akan memutuskan rangkain )
3. ELCB memiliki sebuah trafo arus dengan inti berbentuk gelang, inti ini
melingkari semua hantaran suplai kemesin dalan keadaan normal, jumlah
arus yang dilingkari oleh inti trafo sama dengan nol. Apabila ada arus
bocor ketanah keadaan seimbang akan terganggu. Karena itu dalam inti
trafo akan timbul suatu medan magnetic yang membangkitkan tegangan
dalam kumparan sekunder. Apabila arus bocor tersebut mencapai pada
suatu harga btertentu, maka relay pada ELCB akan bekerja melepaskan
kontak-kontak.
4. Apabila ELCB dirangkai seperti gambar, maka ELCB tidak akan bekerja
karena pada ELCB tidak terjadi arus differensial sehingga ELCB tidak
berfungsi

P a g e 12 | 64
PENGAMAN
ISOLASI PENGAMAN ( TRANSFORMATOR ISOLASI )
1. TUJUAN

Selesai percobaan praktikum diharapkan dapat :


o Membuktikan bahwa sisi sekunder transformasi tidak boleh
ditanahkan.
o Menerangkan, mengapa hanya satu pemakai ( beban ) yang
diperbolehkan dihubungkan satu transformator isolasi.
o Membuat dan mengoperasikan rangkaian isolasi pengaman.
o Menguji manfaat transformator isolasi dan membuat simulasi suatu
keadaan gangguan.

2. PENDAHULUAN

Suatu usaha / tindakan pengaman yang kita ketahui seperti “ isolasi


pengaman “ dipakai terutama untuk tempat – tempat dengan perlakuan
kasar dan kemungkinan terjadi kerusakan / kegagalan isolasi besar.
Isolasi pengaman ini mencegah terjadinya tegangan sentuh yang besar
yang bisa mematikan yaitu dengan megisolasi peralatan dari sumber.
Tindakan pengaman ini kurang efektif kalah terjadi kesalahan ganda
misalnya kegagalan isolasi pada keluaran transformator dan hubung
singkat ketanah didalam peralatan itu sendiri. Untuk menghindari keadaan
bahaya harus dibuat kemungkinan menghubungkan sebuah pentanahan
pengaman pada semua bagian yang konduktif dari sebuah transformator
isolasi yang tetap.
Jika transformator isolasi tidak tetap maka harus digunakan tipe
transformator isolasi ganda.Sisi keluaran transformator isolasi tidak boleh
ditanahkan.
Secara umum transformator isolasi hanya boleh dihubungkan dengan satu
beban dan hubungannya harus dibuat permanen dengan menggunakan
kabel atau kotak tusuk yang tidak mempunyai pin pentanahan.
Jika lebih dari satu beban dihubungkan ke transformmator isolasi tunggal,
maka perbedaan kegagalan isolasi didalam masing-masing beban.
Tegangan keluaran maksimum yang diijinkan untuk transformator isolasi
tunggal adalah 220 Volt untuk peralatan satu phasa dan 380 Volt untuk
peralatan tuga phasa.
Sedangkan arus maksimum yang diijinkan adalah 16 Ampere.
𝑜
Adapun simbol dari transformator isolasi adalah 𝑜

P a g e 13 | 64
Waktu melakukan percobaan ini harus diingat bahwa ‘ simbol manusia ‘
menerima supply tegangan sendiri melalui L3 dan Netral.

3. PERALATAN YANG DIBUTUHKAN


o Transformator .......................................................... 1 buah
o Transformator isolasi .............................................. 1 buah
o Transformator tegangan rendah .................................. 1 buah
o Beban ...................................................................... 1 buah
o Symbol orang ...................................................................... 1 buah
o Tahanan : 2,2 ohm / 11 watt .................................. 2 buah
5,6 ohm / 11 watt .................................. 1 buah
1K ohm .................................. 1 buah
2,2K ohm .................................. 1 buah

4. LANGKAH KERJA, RANGKAIAN PERCOBAAN DAN


RANGKAIAN PENGAWATAN

4.1 Langkah Kerja

1. Siapkan Semua alat dan komponen yang diperlukan kemudian cek


semua kondisi alat ataupun komponen dalam keadaan baik atau
tidak.
2. Rangkaialah rangkaian sesuai dengar gambar yang diperintahkan.
3. Kemudian lakukan hal yang harus dilakukan sesuai petunjuk yang
diberikan.
4. Catat semua hasil percobaan pada tabel.
5. Rapikan kembali semua komponen dan peralatan yang digunakan.

P a g e 14 | 64
4.2 Rangkaian Percobaan
Gambar 1 L1

L2

L3

L1

22 V 22 V

Rv

1K

Rm 2,2 K

Rb 2,2 Rp 2,2 Rc 5,6

PE

- Gambar 2
L1

L2

L3

L1’

22 V 22 V

N’

22 v
Rv

1K

4,2 V

Rm 2,2 K

Rb 2,2 Rp 2,2 Rc 5,6

PE

P a g e 15 | 64
4.3 Gambar Pengawatan

- Gambar 1

L1
L2
L3
N

L1'

22V 22V N'

Rv

1k

RM 2,2k

Rb 2,2 Rp 2,2 Rc 5,6

PE

P a g e 16 | 64
- Gambar 2
L1
L2
L3
N

L1'

22V 22V N'


22V

Rv
4,2V
1k

RM 2,2k

Rb 2,2 Rp 2,2 Rc 5,6

PE
5. TABEL PERCOBAAN DAN ANALISA

5.1 Tabel Percobaan

Percobaan 1

Tabel 1

Kegagalan isolasi ke- Apakah tegangannya membahayakan


N 0,037 V (Tidak)
L1 22,11 V (Trip / berbahaya)
N’ 0,008 V (Tidak)
L1 + L1’ 0,008 V (Berbahaya)
L1 + N’ 22,32 V (berbahaya)
N + L1’ 22,29 V (Tidak)
N + N’ 0,025 V (Tidak)

P a g e 17 | 64
Tabel 2

Kegagalan isolasi pada :


Transformator Rumah beban ke- Apakah Tegangan
isolasi ke- Sentuhnya Membahayakan
- L1’ 14,55 V (berbahaya)
- N’ 13,27 V (Tidak)
N L1’ 0,009 V (Berbahaya)
N N’ 0,009 V (Tidak)
L1 L1’ 0,012 V (Berbahaya/Trip)
L1 N’ 0,080 V (Berbahaya)
N’ L1’ 13,52 V (Berbahaya)
N’ N’ 0,003 V (Tidak)
L1’ L1’ 0,003 V (Tidak)
L1’ N’ 13,46 V (Tidak)

Tabel 3

Kegagalan isolasi pada transformator Apakah tegangan sentuhnya


isolasi ke- membahayakan
L1’ 22,26 V (Berbahaya)
N’ 22,31 V (Berbahaya)
L 22,02 V (Berbahaya / Trip)
N 22,30 V (berbahaya)

Tabel 4

Kegagalan isolasi pada transformator Apakah tegangan sentuhnya


isolasi ke- membahayakan
L1’ 25,80 V (berbahaya / trip)
N’ 0,008 V (berbahaya / trip)
L 13,03 V (berbahaya / trip)
N 13,42 V (berbahaya / trip)

P a g e 18 | 64
5.2 Analisa

Pada percobaan isolasi pengaman (Transformator isolasi) kali ini, Praktikan


dapat menganalisa bahwa kami mendapatkan hasil tegangan sentuhnya hamper
pada setiap percobaan akan membahayakan baik itu peralatan ataupun manusia.
Tetapi rangkaian tersebut diamankan oleh fuse pengaman sehingga rangkaian
akan trip dan tidak berbahaya karena telah diamankan oleh fuse tersebut.

Ada juga pengecualian pada table 3 percobaan pertama dan kedua dimana
pada tegangan sentuhnya sangat membahayakan baik itu rangkaian, peralatan dan
manusia itu sendiri. Hal itu dikarenakan fuse pada rangkaian tersebut tidak
mengamankan peralatan dan manusia sehingga terjadi trip dan dapat
membahayakan.

6. KESIMPULAN

Dari percobaan kali ini dapat kami simpulkan bahwa:

1. Tegangan sentuhnya yang digunakan tidak boleh lebih dari 50 Volt dan
arus maksimum 16 A.
2. Sisi sekunder trafo tidak boleh ditanahkan karena akan sangat
membahayakan pada manusia dan rangkaian.
3. Transformator isolasi tidak bisa dihubungkan lebih dari satu beban.
4. Kegagalan Isolasi pada rumah Transformator sangat berbahaya apabila
manusia menyentuh bagian Netral ataupun Line pada Transformator.

7. TUGAS DAN PERTANYAAN

7.1 Buat rangkaian seperti rangkaian percabaan 4.1. Periksa apakah ada yang
membahayakan dalam hal kegagalan isolasi didalam beban sebaik didalam
transformator isolasi.Orangmenyentuhtransformatorisolasi
Kegagalan isolasi yang terjadi, lihat tabel 1

Lengkapilah tabel 1

7.2 Orang menyentuh rumah beban. Kegagalan isolasi yang terjadi, lihat tabel
2

Lengkapilah tabel 2

7.3 Orang menyentuh penghantar L1

Jawab pertanyaan dan lengkapi tabel 3

P a g e 19 | 64
7.4 Orang menyentuh penghantar N’

Jawab pertanyaan dan lengkapi tabel 4

7.5 Berikan kesimpulan dari hasil pengukuran pada tabel diatas.

Kapan orang dalam keadaaan bahaya

7.6 Buat rangkaian seperti rangkaian percobaan 4.2

Buat kegagalan isolasi seperti pada gambar.

Apakah hal itu membahayakan orang

P a g e 20 | 64
PENGAMAN DENGAN SISTEM TEGANGAN
RENDAH YANG MENGGUNAKAN TRANSFORMATOR

1. TUJUAN
Selesai percobaan praktikum percobaan di harapkan mahasiswa dapat :
 Membukrikan bahwa tidak membahayakan bila sisi tegangan
rendah dari transformator tegangan rendah tersentuh.
 Menerangkan mengapa tidak berbahaya bila orang menyentuh sisi
tegangan rendah transformator tegangan rendah yang di tanahkan
saat terjadi kegagalan isolasi pada sisi tegangan tinggi.
 Menerangkan mengapa berbahaya bila terjadi kegagalan isolasi
pada sisi tegangan tinggi dan sisi tegangan rendah.
 Menerangkan mengapa antara kumparan tegangan tinggi dengan
kumparan tegangan rendah harus selalu terisolasi.

2. PENDAHULUAN
Prinsip penggunaan tegangan rendah sebagai system pengaman adalah
untuk mengurangi tegangan sentuh yang besar
Sistem ini di pakai dimana selama operasi sering terjadi kegagalan isolasi
dan terjadi kontak antara tubuh dengan phasa.
Tegangan rendah maksimum yang di ijinkan adalah sebesar 50 volt.
Percobaan ini akan memperlihatkan bahwa akan berbahaya bila terjadi
beberapa kegagalan isolasi. Untuk menggunakan cara diatas sebagai
pengaman, harus diperhatikan beberapa hal :
 Terminal sisi tegangan rendah tidak boleh ditanahkan.
 Terminal sisi tegangan rendah tidak boleh dihubungkan secara
konduktip pada beberapa titik dalam satu system yang tegangannya
yang lebih tinggi atau selama operasi dapat menimbulkan tegangan
yang lebih tinggi.
 Jika mempergunakan tusuk kontak, tusuk kontak ini harus tidak
dapat dimasukkan pada stop kontak ( lubang kontak ) untuk
tegangan yang lebih tinggi.
 Jika peralatan di operasikan dengan pengaman system tegangan
rendah, peralatan tersebut tidak boleh mempunyai pentanahan.

P a g e 21 | 64
3. PERALATAN YANG DI PERLUKAN

 Transformator :………………………………………… 1 buah


 Simbol orang :………………………………………… 1 buah
 Avometer :………………………………………… 2 buah
 Tahanan : 2,2 Ohm………………………... 1 buah
5,6 Ohm………………………... 1 buah
1 Ohm………………………….. 1 buah

4. LANGKAH KERJA, RANGKAIAN PERCOBAAN DAN


RANGKAIAN

4.1 langkah kerja

1. Siapkan Semua alat dan komponen yang diperlukan kemudian cek


semua kondisi alat ataupun komponen dalam keadaan baik atau
tidak.
2. Rangkaialah rangkaian sesuai dengar gambar yang diperintahkan.
3. Kemudian lakukan hal yang harus dilakukan sesuai petunjuk yang
diberikan.
4. Catat semua hasil percobaan pada tabel.
5. Rapikan kembali semua komponen dan peralatan yang digunakan.

P a g e 22 | 64
4.2 Gambar Rangkain

L1
L2
L3
N

22 V

4,2 V

V
RM 1k

Rc 5,6

PE

P a g e 23 | 64
4.3 Gambar Pengawatan

L1
L2
L3
N

22 V

4,2 V

V
RM 1k

Rc 5,6
Rb 2,2

PE

5. HASIL PERCOBAAN DAN ANALISA

5.1 Hasil Percobaan

1. Orang menyentuh satu persatu terminal keluaran transformator tegangan


rendah :

L2’ = 0.004 volt Rumah transformator = 0.003 volt

N’ = 0.003 volt

2. Orang menyentuh satu persatu terminal keluaran transformator


tegangan rendah dan terjadi hubung singkat antara L2 dan Rumah Trafo

L2’ = 0.005 volt Rumah transformator = 22,26 volt


N’ = 0.004 volt

P a g e 24 | 64
3. Hubung singkat antara L2 dengan rumah trafo dan L2’ dengan rumah trafo

L2’ = 22,36 volt Rumah transformator = 22,54 volt

N’ = 17,74 volt

5.2 Analisa
Setelah praktikan melakukan praktik dapat diambil analisa bahwasanya
pada percobaan 1, ketika orang menyentuh satu per satu terminal
terminal keluaran trafo tegangan rendah baik pada terminal line
sekunder maupun netral sekunder tegangan sentuhnya didapatkan tidak
berbeda jauh. Jading pada percobaan pertama dapat disimpulkan bahwa
kalau kita menyentuh tegangan rendah ( sekunder )dan trafo tegangan
rendah maka ini tidak membahayakan.
Pada percobaan kedua (2), ketika L1 trafo dihubungsingkatkan dengan
rumah trafo, seangkan orang menyentuh terminal tegangan rendah (
sekunder ) trafo, maka terminal line sekunder dan netral sekunder sama
sama tegangan sentuhnya didapatkan hasil : 1. Pada L1’ =
0,005volt
2. pada N’ = 0,004 Volt
3. pada rumah trafo = 22,26 Volt
Dan ketika orang menyentuh rumah (body) trafo tegangan rendah,
maka didapatkan tegangan sentuhnya 22,26volt. Dari percobaan kedua
ini dapat diambil analisa bahwa ketika orang menyentuh terminal L1
dan N sekunder maka tidak terjadi kegagalan isolasi dan tidak
membahayakan dan ketika orang menyentuh rumah trafo tegangan
rendah maka dapat terjadi kegagalan isolasi atau dapat membahayakan
manusia.
Pada percobaan ketiga (3) ketika terjadi dua hubung singkat pada
terminal tegangan tinggi antara L1 primer dengan rumah trafo dan L1’
dengan rumah trafo, ketika orang menyentuh terminal tegangan rendah

P a g e 25 | 64
trafo, maka pada terminal L1’(sekunder) dan N’(sekunder) dapat
didapatkan tegangan sentuhnya yaitu :
1. pada L1’ = 22,36 V
2. pada N’ = 17,74 V
3. Rumah trafo = 22,54 V
6. KESIMPULAN

Pada praktikum ini kami menyimpulkan bahwa

1. tidak membahayakan bila sisi tegangan rendah dari transformator


tersentuh karena tegangan relative kecil
2. Kemudian berbahaya bila terjadi kegagalan isolasi pada sisi tegangan
tinggi dan sisi tegangan rendah karena adanya Hubung singkat antara
L2 dengan rumah trafo dan L2’ dengan rumah trafo
3. Akan sangat berbahaya apabila terjadi hubung singkat pada kedua line
baik masukan maupun keluaran.

7. TUGAS DAN PERTANYAAN

7.1. Buat rangkaian seperti rangkaian percobaan.

Orang menyentuh satu persatu terminal keluaran transformator


tegangan rendah. Ukur tegangan sentuhnya !

7.2. Buat kesimpulan dari hasil pengkuran diatas.

7.3. Disini terjadi hubung singkat pada masukan transformator, antara


L1 dengan rumah transformator. Ukur tegangan sentuh VB bila
orang menyentuh :

 Terminal keluaran transformator tegangan rendah


 Rumah transformator tegangan rendah

7.4. Buat kesimpulan dari hasil pengkuran diatas.

P a g e 26 | 64
7.5. Disini terjadi dua hubung singkat, pada terminal tegangan tinggi
antara L1 dengan rumah transformator dan pada terminal tegangan
rendah transformator antaran L2 dengan rumah transformator.
Ukur tegangan rendah transformator :

 Terminal tegangan rendah transformator.


 Rumah transformator.

7.6. Buat kesimpulan dari hasil pengkuran diatas

P a g e 27 | 64
PENGAMAN
PENTANAHAN PENGAMAN
1. TUJUAN
Selesai percobaan praktikan diharapkan dapat :
 Membuktikan bahwa tahanan pentanahan pengaman lebih kecil
dari tahanan yang telah ditentukan, untuk menjamin bahwa dalam
hal terjadi kegagalan isolasi didalam beban yang ditanahkan,
peralatan pengaman akan bekerja.
 Menerangkan mengapa sumber tegangan kesebuah bebabn dengan
satu kegagalan isolasi yang mana bban mempunyai pengaman
pentanahan yang baik, tidak memerlukan pelindung.
 Menerangkan mengapa berbahaya bila orang menyentuh bagian
beban yang mengalami kegagalan isolasi / hubung singkat, dimana
harga tahanan pentanahan lebih besar dari tahanan yang telah
ditentukan.

2. PENDAHULUAN
Untuk menghindari tegangan sentuh yang lebih besar dari 65 volt (
menurut PUIL 77 : 50 V ) yaitu dengan membuat tahanan pentanahan
sekecil mungkin.
Dalam hal adanya kegagalan isolasi, arus bocor akan lebih dari cukup
untuk membuat pegaman arus lebih bekerja.
Besarnya tahanan pentanahan pengaman diberikan oleh persamaan antara
tegangan sentu maksimum yang diijinkan dan arus akan bekerja.
Besarnya tahanan pentanahan pengaman diberikan oleh persamaan antara
tegangan sentuh maksimum yang diijinkan dan arus kerja pengaman ( It )

50 𝑣
Rp =
𝐼𝑡

Dimana: It = k . In
In = arus nominal
k = konstanta yang tergantung dari type sikring yang
dipasangkan, sepert pada tabel.

P a g e 28 | 64
Tabel 1

Faktor K untuk
Tipe sikring
Pemakai diluar kotak hubung Sistem hantaran
rumah udara termasuk
kotak hubung
rumah
Cepat Lambat Melebur
Kawat sikring 2,5
3,5 5A 63 A

3,5 5A

Saklar pengaman
dengan aksi jatuh 1,25
hubung 1,25
singkat

Saklar LS
Tipe L 3,5
2,5
Saklar LS
Tipe H 2,5

Pentanahan pengaman yang efektif mempunyai tahanan sebesar 2Ω atau


lebih kecl.
Jika rating arus In = 10 A, dari hasil perhitungan dapat dilihat bahwa
pentanahn pengaman hanya boleh dipergunakan bila rating arus pengaman
lebih dari 10 A.
Sebelum pegoperasian instalasi dengan sebuah pentanahan pengaman,
harus dilakukan dulu pemeriksaan oleh petugas dari lembaga yang
berwenang ( PLN ).

3. PERALATAN YANG DIPERLUKAN

 Transformator ..................................................................... 1 buah


 Symbol orang ...................................................................... 1 buah
 Beban .................................................................................. 1 buah
 Avometer ............................................................................ 3 buah
 Tahanan : 1 ohm / 11 watt .............................................. 1 buah

P a g e 29 | 64
2,2 ohm / 11 watt .............................................. 3 buah
5,6 ohm / 11 watt .............................................. 1 buah
10 ohm / 11 watt .............................................. 1 buah
2,2 ohm / 11 watt .............................................. 2 buah

4. LANGKAH KERJA, RANGKAIAN PERCOBAAN DAN


RANGKAIAN PENGAWATAN

4.1 Langkah kerja

1. Siapkan Semua alat dan komponen yang diperlukan kemudian cek


semua kondisi alat ataupun komponen dalam keadaan baik atau
tidak.
2. Rangkaialah rangkaian sesuai dengar gambar yang diperintahkan.
3. Kemudian lakukan hal yang harus dilakukan sesuai petunjuk yang
diberikan.
4. Catat semua hasil percobaan pada tabel.
5. Rapikan kembali semua komponen dan peralatan yang digunakan.

4.2 Rangkaian percobaan

L1
L2
RL = 2,2 L3
N

Rv

2,2k
V Vf

Rf RM 2,4k

A If

Rb 2,2 V Vb

Rp

PE

P a g e 30 | 64
4.3 Gambar Pengawatan

RL L1
2,2 L2
L3
N

Rv

Rf

Vf
RM 2,4k

If

Rb Vb Rp

PE

5. HASIL PERCOBAAN DAN ANALISA

5.1 Hasil percobaan

Tabel 1

Rp Rf If ( mA ) Vf (v ) Vb ( V ) Keterangan
1,1 Ω 1k Ω 20,50 22,54 0,068 -
mA mA
1,1 Ω 2,2 Ω 2,13 A 5,93 4,69 Trip
1,1 Ω 5,6 Ω 1,60 A 10,11 3,53 -
1,1 Ω 10 Ω 1,21 A 12,93 2,67 -

P a g e 31 | 64
Perhitungannya :

a. Dik : In = 20,50 . 10−3 A


K = 2,5

Dit : Rp ?
Penyelesaian :

50 𝑉
Rp = It = k . In
𝐼𝑡
50 𝑉
Rp = = 2,5 . (20,50 . 10−3 A )
0,05125
= 0,05125 A
= 975,6 Ω

b.Dik : In = 2,13 A
K = 2,5

Dit : Rp ?
Penyelesaian :

50 𝑉
Rp = It = k . In
𝐼𝑡
50 𝑉
Rp = = 2,5 . 2,13
5,325
= 5,325 A
= 9,38 Ω

c. Dik : In = 1,60 A
K = 2,5

Dit : Rp ?
Penyelesaian :

50 𝑉
Rp = It = k . In
𝐼𝑡
50 𝑉
Rp = = 2,5 . 1,60
4
=4A
= 12,5 Ω

P a g e 32 | 64
d. Dik : In = 1,21 A
K = 2,5

Dit : Rp ?
Penyelesaian :

50 𝑉
Rp = It = k . In
𝐼𝑡
50 𝑉
Rp = = 2,5 . 1,21
3,025
= 3.025A
= 16,52 Ω

Tabel 2

Rp Rf If ( A ) Vf ( V) Vb ( V ) Keterangan
1,1 Ω 1k Ω 2,49 3,36 5,47 Trip
1,1 Ω 2,2 Ω 2,49 3,35 5,50 Trip
1,1 Ω 5,6 Ω 2,40 3,28 5,47 Trip
1,1 Ω 10 Ω 2,47 3,24 5,42 Trip

Perhitungan :
Dik : In = 2,49 A , 2,49 A, 2,40 A, dan 2,47 A
k = 2,5 A
Dit : Rp ?
Penyelesaian :

50 𝑉
A. Rp = It = k . In
𝐼𝑡
50 𝑉
Rp = = 2,5 . 2,49
6,225
= 6,225 A
= 8,03 Ω

50 𝑉
B. Rp = It = k . In
𝐼𝑡
50 𝑉
Rp = = 2,5 . 2,49
6,225
= 6,225 A
= 8,03 Ω

50 𝑉
C. Rp = It = k . In
𝐼𝑡

P a g e 33 | 64
50 𝑉
Rp = = 2,5 . 2,40
6
=6A
= 8,33 Ω
50 𝑉
D. Rp = It = k . In
𝐼𝑡
50 𝑉
Rp = = 2,5 . 2,47
6,175
= 6,175 A
= 8,09 Ω
5.2 Analisa

- Percobaan 1

Pada praktikum kali ini hasil yang kami dapatkan dimana tegangan
pada beban (Vb) dan tegangan sentuh (Vf), juga dipengaruhi oleh
tahanan yang digunakan. Dimana, Jika tahanan yang ditetapkan (tahanan
pentanahan nya konstan) besar maka semakin kecil tegangan dan arus
yang dihasilkan. Adapun hasil yang kami dapatkan bisa dilihat pada
tabel 1 hal ini dikarekan pengaruh dari tahanan pentanahan yang konstan
dan tahanan bebannya yang Variabel.

- Percobaan 2

Pada praktikum kali ini hasil yang kami dapatkan dimana


tegangan beban dan tegangan sentuh (Vf), juga dipengaruhi oleh
tahanan yang digunakan. Jika, tahanan yang ditentukan konstan
maka tegangan bebannya akan turun sesuai bertambahnya tahanan
pentanahan. Kemudian, tegangan sentuhnya akan meningkat
karena pengaruh dari tahanan pentanahan. Ini juga disebabkan oleh
arus akan mengalir langsung ketahanan yang lebih besar.

6. KESIMPULAN

Pada percoban ini kami dapat menyimpulan bahwa :


1. Jika tahanan yang ditentukan konstan maka tegangan bebannya
akan turun sesuai bertambahnya tahanan pentanahan dan juga Arus
pun menurun sesuai tahan pentanahan yang digunakan.
2. Semakin besar nilai tahanan pentanahan yang digunakan maka
tegangan Vf akan membesar sedangkan tegangan Vb semakin
mengecil.

P a g e 34 | 64
3. Titik Konstan Tahanan pentanahan sangat mempengaruhi nilai
teegangan dan arus pada rangkaian.

7. TUGAS DAN PERTANYAAN

7.1 Buat rangkaian seperti pada rangkaian percobaan.

Orang menyentuh rumah beban yang mempunyai sebuah pentanahan


pengaman. Beban juga mempunyai hubungan mati antara L3 dengan
rumah beban.Ukur tegangan sentuh VB. Tegangan kegagalan isolasi VF
dan arus bocor IF untuk bermacam – macam tehanan pentanahan
seperti yang diberikan pada tabel 1.1.

Bagaimana reaksi sikring pada rankaian.


7.2 Buat kesimpulan mengenai hasil pengukuran di atas.
7.3 Rubah rangkaian dengan mengganti RP = 1Ω , dan bermacam – macam
harga RF dapat disisipkan untuk simulasi kegagalan isolasi.
Lengkapi Tabel 2, untuk pengukuran VB , VF , dan IF .
Buat kesimpulan dari hasil data diatas.

P a g e 35 | 64
PENGAMAN
PENTANAHAN PENGAMAN UNTUK
BEBAN LEBIH DARI SATU

1. TUJUAN
Selesai percobaan praktikan diharapkan dapat :
 Membuat suatu sistem pentanahan pengaman untuk suatu instalasi
yang mempunyai beban lebih dari satu .
 Menerangkan mengapa didalam sebuah sistem yang demikian , sebuah
pentanahan harus dihubungkan pada sebanyak mungkin tempat
 Membuat simulasi kegagalan didalam suatu instalasi yang mempunyai
sebuah sistem pentanahan dan menentukan nilai kegagalan .
 Menghitung tahanan pentanahan pentanahan pengaman yang
diperlukan.

2. PENDAHULUAN
Untuk menghindarkan tegangan sentuh yang besar dari 50 V hal yang
sangat penting adalah agar tahanan pentanahan pengaman harus sekecil
mungkin .
Dalam hal terjadinya sebuah kegagalan isolasi ,arus bocor harus cukup
besar agar alat pengaman arus lebih dapat bekerja .
Besarnya tahanan pentanahan pengaman dapat dihitung dari persamaan :
50 𝑉𝑜𝑙𝑡
Rp = ( Lihat percobaan pentanahan pengaman )
𝐼𝑡
Untuk menjamin tahanan pentanahan itu kecil ,kawat pentanahan ( PE )
dari sumber harus dihubungkan ketanah sebanyak mungkin .
Memparalelkan beberapa titik pentanahan akan menghasilkan tahanan
pentanahan yang kecil , maka arus bocor yang mengalir besar , dan hal ini
akan menyebabkan arus pengaman arus lebih bekerja .

P a g e 36 | 64
3. PERALATAN YANG DIGUNAKAN
 Transformator . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .1 buah
 Transformator isolasi . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 buah
 Beban . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 buah
 Symbol orang . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . 1 buah
 Tahanan : 1 Ohm / 11 Watt . . . . . ..1 buah
2,2 Ohm / 11 Watt. . . . . . . 1 buah
5,6 Ohm / 11 Watt. . . . . . . 1 buah
15 Ohm / 11 Watt. . . . . . . 1 buah
2,2 KOhm . . . . . . . . . . . . . 1 buah

4. LANGKAH KERJA, GAMBAR RANGKAIAN DAN GAMBAR


PENGAWATAN

4.1 Langkah kerja

1. Siapkan Semua alat dan komponen yang diperlukan kemudian cek


semua kondisi alat ataupun komponen dalam keadaan baik atau
tidak.
2. Rangkaialah rangkaian sesuai dengar gambar yang diperintahkan.
3. Kemudian lakukan hal yang harus dilakukan sesuai petunjuk yang
diberikan.
4. Catat semua hasil percobaan pada tabel.
Rapikan kembali semua komponen dan peralatan yang digunakan

P a g e 37 | 64
4.2 Gambar Rangkaian

4.2.1

L1
L2
L3
N

Rv 22 V

2,2k 22 V

RM 2,2k
Vb v

Rb 1 Rp1 2,2 Rc 15 Rp2 5,6

PE

4.2.2

L1
L2
L3
N

Vb
Rv 22 V
v
2,2k 22 V

RM 2,2k

Rb 1 Rp1 2,2 Rp2 5,6

PE

P a g e 38 | 64
4.3 Gambar Pengawatan
4.3.1

L1
L2
L3
N

Rv 22 V

22 V

R 2,2k
Vb v M

Rb 1 Rp1 2,2 Rc 15 Rp2 5,6

PE

4.3.2

P a g e 39 | 64
L1
L2
L3
N

Vb
Rv 22 V
v
2,2 k 22 V

2,2 k

Rb 1 Rp1 2,2 Rp2 5,6

PE

5. HASIL PERCOBAAN DAN ANALISA .

5.1 HASIL PERCOBAAN


Ketika terjadi kegagalan isolasi antara L2
 Tegangan yang dihasilkan : 8,56 Volt dan Arus 3,26 A
 Tegangan tersebut membahayakan akan tetapi , pengaman yang
digunakan trip sehingga mengamankan rangkaian dan manusia
Ketika terjadi kegagalan isolasi antara L2 dan L3
 Tegangan yang dihasilkan : 8,47 Volt dan Arus 3,21 A
 Tegangan tersebut membahayakan akan tetapi , pengaman yang
digunakan trip sehingga mengamankan rangkaian dan manusia

Rumah beban dan transformator dihubungkan ke beban konduktif

 Tegangan yang dihasilkan : 0,14 Volt dan Arus 0,09 Ampere

P a g e 40 | 64
 Tegangan tersebut membahayakan ,akan tetapi pengaman yang
digunakan trip sehingga mengamankan rangkaian dan manusia .
Netral dan Rumah trafo dihubung singkat
 Tegangan 0,05 Volt dan Arus 0 Ampere

Rangkaian 4.2 tanpa beban Rp1 dan Rp2


a. Tegangan = 0,002 Volt ketika L2 hubung singkat rumah beban
b. Tegangan = 0,072 ketika Netral hubung singkat rumah Trafo

Perhitungan Nilai Tahanan Pentanahan :

1. pada saat L2 dan L3 dihubung singkat dengan rumah beban

Dik : In = 3,26 A
K = 2,5 A
Dit : Rp. . . . .?
50 50
Rp1 = Rp = = 6,13 ohm
It 8,15

It = In x K
= 3,26 x 2.5
= 8,15 A
2. pada saat rumah beban dihubungakan konduktif dengan rumah trafo
Dik : In = 0,09 A
K = 2,5 A
Dit : Rp. . . . .?
50 50
Rp1 = Rp = = 222,22 ohm
It 0,225

It = In x K
= 0,09 x 2.5
= 0,225 A
3. Ketika netral dihubungkan singkat dengan rumah trafo
Dik : In = 0 A
K = 2,5 A

P a g e 41 | 64
Dit : Rp. . . . .?
50 50
Rp1 = Rp = = tak terhingga
It 0

It = In x K
= 3,26 x 2.5
=0A
4. Ketika menggunakan rangkaian 2 tanpa beban rp1 dan rp2
Dik : In = 0 A
K = 2,5 A
Dit : Rp. . . . .?
50 50
Rp1 = Rp = = tak terhingga
It 0

It = In x K
= 0 x 2.5
= 0A
5.2 Analisa

5.2.1 Percobaan 1

Analisa rangkaian percobaan 1 dan perhitungan tegangan yang


dihasilkan pada rangkain percobaan pertama berbahaya terhadap rangkaian
dan manusia ,akan tetapi karena rangkaian yang digunakan trip sehingga
mengamankan peralatan dan manusia tersebut. Arus yang mengalir tersebut
mengalir melalui Rb sehingga tidak membahayakan manusia , arus
mengalir selalu ketahanan yang lebih kecil .pada percobaan 1 arus tersebut
mengalir ke tahanan Rp1 2,2 ohm akan tetapi ketika ditambah beban
konduktif tegangan yang dihasilkan lebih kecil tetap membahayakan akan
tetapi diamanka karena pengamannya trip dan tegangannya lebih kecil
karena terbagi yang disebabkan oleh short circuit L2 dan L3 dan beban
konduktif tersebut ketika kita menambah short antara N dan rumah
transformator tgangan yang dihasilkan lebih kecil ,tetap berbahaya tetapi
diamankan karena pengamannya trip , hal ini juga dikarenakan arusnya
mengalir ke Rp1 dan Rp2.

P a g e 42 | 64
5.2.2 Percobaan 2

Tegangan yang dihasilkan sangat kecil sehingga tidak berbahaya


hal ini diakibatkan karena manusia tidak menyentuh tanah dan
menyebabkan arusnya menuju ke Rb ,tegangan tersebut tetap ada mengalir
kemanusia tetapi arus nya tidak .
6. KESIMPULAN

Adapun kesimpulan yang kami dapat simpulkan setelah praktikum kali ini adalah

1. Ketika manusia menyentuh rumah beban yang short circuit sangat berbahaya
jika tidak menggunakan pengaman
2. Bahwa arus akan menuju ke tahanan yang paling kecil
3. Ketika manusia menyentuh rumah beban dan rumah transformator tidak
berbahaya jika manusia tidak menyentuh tanah
4. Rp sangat kecil karena sumber harus dihubungkan ketanah sebanyak mungkin
5. Alat pengaman arus akan bekerja jika jika tahanan pentanahan yang kecil
dengan memparalelkan beberapa titik pentanahan

7.TUGAS DAN PERTANYAAN

7.1 Buat rangkaian seperti pada rangkaian percobaan 1 .


Disini terdapat kegagalan isolasi antara L1 dan L2 .
Orang emnyentuh beban .
Ukur tegangan sentuhnya !
Apakah tegangan tersebut membahayakan ?
7.2 Hubungkan rumah beban ke transformator isolasi dengan beban yang
konduktif.
Ukur tegangan sentuhnya !
Apakah tegangan tersebut membahayakan ?
7.3 Berikan kesimpulan dari hasil pengukuran diatas !

P a g e 43 | 64
7.4 Tambahkan kegagalan isolasi antara netral dan rumah transformator
isolasi!
Ukur tegangan sentuhnya ,dan apakah tegangan tersebut
membahayakan ?
Jelaskan jawaban saudara !
7.5 Ganti rangkaian dengan rangkaian seperti paada rangkaian percobaan 2
,tanpa tahanan pentanahan pengaman Rp1 dan Rp2.
Apakah tegangan sentuhnya membahayakan ?

P a g e 44 | 64
PENGAMAN
PENGETESAN SEBUAH PENTANAHAN PENGAMAN

1. TUJUAN

Selesai percobaan praktikum diharapkan dapat :

 Menentukan tahanan dari sebuah pentanahan pengaman.


 Menerangkan mengapa elektroda pentanahan penunjuk (reference
earth) harus berjarak minimal 20 m dari pentanahan pengaman.

2. PENDAHULUAN

Didalam peraturan yang telah ditentukan PLN ( PUIL 77 ), besarnya


tahanan pentanahan tidak boleh melebihi harga yang diberikan oleh
persamaan :

50 𝑉𝑜𝑙𝑡
Rp = In = 0,1
𝐼 𝑛 ×𝑘

k = 2,5

Pada jenis rangkaian pentanahan yang umum ( menurut PUIL 77 )


tegangan jatuh pada tahanan pentanahan diukur antara elektroda
pentanahan petunjuk ( reference earth ) dengan pentanahan pengaman.
Simulator tanah dipakai pada percobaan ini menggambarkan satu daerah
yang mengandung bahaya, oleh karena itu titik pentanahan ini mempunyai
harga yang lebih besar dari pada pentanahan pengaman yang sebenarnya.

3. PERALATAN YANG DIPERLUKAN

 Transformator ………………………………………… 1 buah


 Beban …………………………………………………. 1 buah
 Simulator Tanah ………………………………………. 1 buah
 Potensiometer 1 KΩ / 30 Watt ……………………….... 1 buah
 Tahanan : 2,2 Ω / 11 Watt ……………………………... 1 buah
 Avometer ……………………………………………… 2 buah

P a g e 45 | 64
P a g e 46 | 64
4. LANGKAH PERCOBAAN DAN ANALISA

4.1 Langkah Kerja


1. Siapkan komponen peralatan yang akan digunakan dan cek semua
kondisi dari alat yang akan digunakan.
2. Setelah semua Peralatan dinyatakan dalam keadaan baik, buat
rangkaian sepertii rangkaian percobaan.
3. Atur potensiometer untuk mendapatkan arus 0,1 A.
4. Lakukan percobaan menggunakan rumah beban 1 k ohm terlebih
dahulu dan kemudiaan pindahkan titik pentanahan (vp1) lalu catat
hasil pada tabel 1.
5. Lakukan hal yang sama untuk mendapatkan hasil pada nilai Vp2
(reference earth) dan catat hasil pengukuran tiap jarak pada tabel 2.
6. Catat hasil pengukuran dan rapikan lagi semua peralatan.
7. Rapikan semua peralatan setelah digunakan.

4.2 Rangkaian Percobaan

RL= 2,2
L1
L2
L3
N

1k

E
5m
V
15 m
RB 2,2

25 m

P a g e 47 | 64 PE
4.3 Rangkaian Pengawatan

L1
RL= 2,2
L2
L3
N

1k

Vp2 If Vp1

Rb 2,2

5m 10m 15m 20m 25m E 25m 20m 15m 10m 5m

Reference Earth

PE

5. HASIL PERCOBAAN DAN ANALISA

5.1 Hasil Percobaan

Jarak Arus ( Tegangan ( Volt )


No Ket
(m) Ampere ) Vp1 Vp2
1. 5 8,20 5,39
2. 10 10,82 2,69
3. 15 0,1 12,19 1,30 Aman
4. 20 13,06 0,5
5. 25 13,56 0,004

P a g e 48 | 64
Perhitungan Nilai tahanan Pentanahan Pengaman :

Dimana : In = 0,1 a ( Konstan )


K = 2,5
maka :
50 50
Rp = Rp = = 200 ohm
It 0,25

It = In x K
= 0,1 x 2.5

= 0,25 A

5.2 Analisa
Setelah praktikan melakukan praktik percobaan tersebut, pada
tegangan Vp1 bahwa semakin jauh jarak elektrodanya maka semakin besar
hasil tegangan sentuhnya, sedangkan pada percobaan Vp2 berbanding
terbalik dengan Vp1 yaitu semakin jauh jarak elektrodanya maka semakin
kecil hasil tegangan sentuhnya.
Ketika beban dilepaskan dari suatu rangkaian, maka nilai Vp nya
semakin besar, karena beban tersebut menjadin hambatan untuk
memperkeciln nilai Vpnya. Apabila elektroda tidak terhubung kepentanahan
maka nilai pada suatu rangkaian tidak terdapat hasil nya.
Dari hasil Percobaan yang telah dilakukan sesuai pada gambar
dimana dalam hal ini melakukan pengetesan pentanahan pengaman. Pada
perlakuan pertama dilakukan dengan mengukur nilai titik pentanahan
pengaman (Vp1) dan jarak yang bermacam – macam dimana dalam hal ini
nilai pengukurannya semakin besar sebanding dengan jarak yang semakin
besar juga. kemudian pada perlakuan kedua dimana mengukur nilai elektoda
pentanahan pengaman (vp2) dengan cara mengubah jarak titik E ke jarak
5,10,15,20,25 dimana titik konstannya berada pada 25 m titik vp1 dan
didapat hasil pengukurannya bahwa nilai vp2 berbanding terbalik dengan
jarak yang digunakan sehingga dalam hal ini jarak sangat mempengaruhi
nilai Vp1 maupun Vp2.

6. KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah dilakukan kami mendapatkan kesimpulan


bahwa :
1. Penggunaan tahanan Rv pada masing-masing percobaan dengan nilai
yang berbeda tidak mempengaruhi nilai tegangan vp1 dan vp2.

P a g e 49 | 64
2. Arus (Ip) yang dialirkan sangat mempengaruhi nilai Tegangan Vp1
dan Vp2.
3. Jarak pengetesan yang berubah-ubah sangat mempengaruhi nilai
tegangan Vp1 dan Vp2.
4. Titik Konstan dalam pengetesan juga mempengaruhi nilai tegangan
Vp1 dan Vp2.
5. Untuk memperkecil nilai tahanan pentanahan (Rp) dapat dilakukan
dengan memparalelkan tahanan yang digunakan.
6. Apabila rangkaian tidak ditanahkan maka rangkaian akan berhenti total
atau tidak ada arus yang mengalir.

7. TUGAS DAN PERTANYAAN

7.1 Buat rangkaian seperti pada rangkaian percobaan.

Atur Potensiometer untuk menempatkan arus sebesar 0,1 A.

Ukur tegangan jatuh Vp.

7.2 Dari hasil pengukuran, hitung besarnya tahanan pentanahan Rp.

7.3 Berapa besarnya Rp jika elektroda pentanahan penunjuk ( reference


earth ) berjarak 10 m dari titik pentanahan pengaman.

7.4 Mengapa terdapat perbedaan ?

P a g e 50 | 64
PENGAMAN
PENGETESAN SEBUAH PENTANAHAN PENGAMAN
DENGAN MENGGUNAKAN BEBAN

1. TUJUAN

Selesai percobaan praktikum diharapkan dapat :

 Menentukan tahanan dari sebuah pentanahan pengaman dengan


menggunakan beban.
 Menerangkan mengapa elektroda pentanahan penunjuk (reference
earth) harus berjarak minimal 20 m dari pentanahan pengaman.
 Menjelaskan perbedaan penggunaan beban yang berbeda dalam
pengetesan sebuah pentanahan pengaman

2. PENDAHULUAN

Didalam peraturan yang telah ditentukan PLN ( PUIL 77 ), besarnya


tahanan pentanahan tidak boleh melebihi harga yang diberikan oleh
persamaan :

50 𝑉𝑜𝑙𝑡
Rp = In = 0,1
𝐼 𝑛 ×𝑘

k = 2,5

Pada jenis rangkaian pentanahan yang umum ( menurut PUIL 77 )


tegangan jatuh pada tahanan pentanahan diukur antara elektroda
pentanahan petunjuk ( reference earth ) dengan pentanahan pengaman.
Simulator tanah dipakai pada percobaan ini menggambarkan satu daerah
yang mengandung bahaya, oleh karena itu titik pentanahan ini mempunyai
harga yang lebih besar dari pada pentanahan pengaman yang sebenarnya.

3. PERALATAN YANG DIPERLUKAN

 Transformator ………………………………………… 1 buah


 Beban …………………………………………………. 1 buah
 Simulator Tanah ………………………………………. 1 buah

P a g e 51 | 64
 Potensiometer 1 KΩ / 30 Watt ……………………….... 1 buah
 Tahanan : 2,2 Ω / 11 Watt ……………………………... 1 buah
 Avometer ……………………………………………… 2 buah
 Rumah beban …………………………………………….. 1 buah

5. LANGKAH KERJA, RANGKAIAN PERCOBAAN DAN


RANGKAIAN PENGAWATAN

5.1 langkah Kerja

1. Siapkan komponen peralatan yang akan digunakan dan cek semua


kondisi dari alat yang akan digunakan.
2. Seelah semua Peralatan dinyatakan dalam keadaan baik, buat
rangkaian sepertii rangkaian percobaan.
3. Atur potensiometer untuk mendapatkan arus 0,1 A.
4. Lakukan percobaan menggunakan rumah beban 1 k ohm terlebih
dahulu dan kemudiaan pindahkan titik pentanahan (vp1) lalu catat
hasil pada tabel 1.
5. Lakukan hal yang sama untuk mendapatkan hasil pada nilai Vp2
(reference earth) dan catat hasil pengukuran tiap jarak pada tabel 2.
6. Ulangi percobaan dengan mengganti nilai rumah beban menjadi 2k
ohm.
7. Catat hasil pengukuran dan rapikan lagi semua peralatan.

5.2 Gambar Percobaan

P a g e 52 | 64
HA
3x380/220V (38/22V)
L1

L2
L3

N
PE

1k Rv

1k

A
Vp2 Vp1

2,2ohm/ 25m 20m 15m 10m 5m


Rb 10w
Earth elektrode

Reference earth Reference earth


PE

5.3 Gambar Pengawatan

P a g e 53 | 64
L1
L2
L3
N

Potensiometer Rv

1k
1k

Vp2
If Vp1

Rb 2,2

5m 10m 15m 20m 25m E 25m 20m 15m 10m 5m

Reference Earth

PE

P a g e 54 | 64
5. HASIL PERCOBAAN DAN ANALISA

5.1 Hasil Percobaan

Tabel 1 ( Rv = 1k ohm )

Jarak Arus ( Ampere Tegangan ( Volt )


No Keterangan
(m) ) Vp1 Vp2
1. 5 8,52 5,64
2. 10 11,32 2,82
3. 15 0,1 12,72 1,36 Aman
4. 20 13,60 0,53
5. 25 14,16 0,004

Tabel 2 ( Rv = 2k ohm )

Jarak Arus ( Ampere Tegangan ( Volt )


No Keterangan
(m) ) Vp1 Vp2
1. 5 8,56 5,71
2. 10 11,40 2,84
3. 15 0,1 12,83 1,39 Aman
4. 20 13,72 0,54
5. 25 14,23 0,004

Perhitungan Nilai tahanan Pentanahan Pengaman :

Dimana : In = 0,1 a ( Konstan )


K = 2,5
maka :
50 50
Rp = Rp = = 200 ohm
It 0,25

It = In x K
= 0,1 x 2.5

= 0,25 A

P a g e 55 | 64
5.2 Analisa

Dari hasil Percobaan yang telah dilakukan sesuai pada gambar


dimana dalam hal ini melakukan pengetesan pentanahan pengaman.
Pada perlakuan pertama dilakukan dengan menggunakan Rv senilai 1k
ohm dan mengukur nilai titik pentanahan pengaman (Vp1) dengan jarak
yang bermacam – macam dimana dalam hal ini nilai pengukurannya
semakin besar sebanding dengan jarak yang semakin besar juga.
kemudian pada perlakuan kedua dimana mengukur nilai elektoda
pentanahan pengaman (vp2) dengan cara mengubah jarak titik E ke
jarak 5,10,15,20,25 dimana titik konstannya berada pada 25 m titik vp1
dan didapat hasil pengukurannya bahwa nilai vp2 berbanding terbalik
dengan jarak yang digunakan sehingga dalam hal ini jarak sangat
mempengaruhi nilai Vp1 maupun Vp2.
Selanjutnya pada percobaan kedua dengan mengubah nilai tahanan
Rv senilai 2k Ohm didapat nilai pentanahan pengaman (Rv1) dan (Rv2)
yang tidak jauh beda dengan percobaan pertama maka dalam hal ini
nilai tahanan Rv tidak terlalu mempengaruhi nilai pentanahan
pengaman, sehingga dalam percobaan ini sangat dipengaruhi dengan
jarak dan juga titik konstan ketika melakukan pengukuran.
Jadi dari hasil percobaan yang telah dilakukan, didapatkan bahwa
semakin jauh jarak elektroda dari pentanahan, maka tegangan dan
tahanan pentanahan yang dihasilkan semakin besar. Hal ini
disebabkan karena adanya pengaruh dominan tahanan sekeliling
elektroda dan juga dikarenakan oleh pengaruh tahanan kawat
penghantar yang memiliki impedansi yang tinggi terhadap impuls
frekuensi tinggi antara elektroda dan kawat penghantar. Namun pada
kasus lain jika pentanahan pada rangkaian tidak dipasang, maka arus
yang dihasilkan besar, walaupun tidak terbaca oleh alat ukur, karena
pengaruh dominan tahanan yang tidak ada di sekeliling elektroda
hingga akhirnya membuat arusnya membahayakan.

6. Kesimpulan

Dari Percobaan yang telah dilakukan kami dapat menyimpulkan bahwa :

P a g e 56 | 64
1. Vp1 adalah tegangan jatuh dari pentanahan pengaman, jadi dapat
disimpulkan bahwa semakin jauh jarak yang digunakan maka tegangan
jatuhnya akan semakin besar.
2. Vp2 adalah tegangan jatuh dari elektroda pentanahan penunjuk, jadi
semakin jauh jarak pentanahan pengaman, maka tegangan jatuh akan
semakin kecil.
3. Tahanan Pentanahan adalah kemampuan dari struktur tanah dalam
menghantarkan listrik secara terinduksi kesetiap permukaannya. Besarnya
tahanan jenis tanah untuk setiap jenis tanah yang berbeda mempunyai
harga yang berbeda, hal ini bisa dilihat dan diamati pada saat
mempratekkan.
4. Nilai Pentanahan pengaman sangat dipengaruhi dengan jarak yang diubah
– ubah dan juga titik konstan ketika melakukan Pengukuran.

7. TUGAS DAN PERTANYAAN

7.1 Buat rangkaian seperti pada rangkaian percobaan.

Atur Potensiometer untuk menempatkan arus sebesar 0,1 A.

Ukur tegangan jatuh Vp.

7.2 Dari hasil pengukuran, hitung besarnya tahanan pentanahan Rp.

7.3 Berapa besarnya Rp jika elektroda pentanahan penunjuk ( reference


earth ) berjarak 10 m dari titik pentanahan pengaman.

7.4 Mengapa terdapat perbedaan ?

P a g e 57 | 64
PENGAMAN

PEMERIKSAAN IMPEDANSI LINGKAR

1. TUJUAN

Selesai percobaan diharapkan dapat :


- Memeriksa/ mengukur impedansi suatu rangkaian tertutup.
- Memastikan apakah suatu pengetesan yang aman dari impedansi rangkaian
tertutup bisa dilakukan.
- Menentukan apakah impedansi suatu rangkian tertutup yang diukur sesuai
dengan peraturan yang dikeluarkan oleh lembaga yang berwenang ( PLN)

2. PENDAHULUAN

Diperlihatkan suatu pemisalan kegagalan isolasi ketika dilakukan pengkuran


imedansi jadi jika terdapat hubungan yang kurang baik didalam sistem
pentanahan akan terdapat tegangan yang cukup besar pada rumah peralatan
listrik.
Untuk menghindari tegangan sentuh yang besar banyak ketentuan yang
mengharuskan bahwa suatu tes awal dibuat dengan menggunakan tahanan yang
besar yang dipasang seri.
Besarnya tahanan itu (Rz) harus 10 kali lebih besar dari tahanan pengetesan (
Rv= 10 Rh) . percobaan ini akan memperlihatkan bahwa dengan impedansi
rangkaian tertutup yang besar pre-test itu sangat penting sangat penting , sebab
pada rumah peralatan terdapat tegangan yang besar yang tidak diiinkan.

3. PERALATAN YANG DIPERGUNAKAN

- Transformator 1 buah
- Beban 1 buah
- Avometer 2 buah
- Saklar on/off 2 buah
- Potensiometer 1k Ω 1 buah
- Tahanan 2,2 Ω/ 30 watt 2 buah

2,2 k Ω/11 watt 1 buah

10k Ω 1 buah

P a g e 58 | 64
4. LANGKAH KERJA, RANGKAIAN PERCOBAAN DAN
RANGKAIAN PENGAWATAN

4.1 Langkah Kerja

1. Siapkan semua komponen dan peralatan yang dibutuhkan kemudian cek


kondisi semua komponen tersebut.
2. Rangkaialah rangkaian percobaan seperti yang telah diperintahkan .
3. Hal pertama yang dilakukan yaitu meng ukur nilai tegangan VE0
keadaan kedua saklar terbuka.
4. Kemudian ukur kembali nilai VE0 keadaan saklar Su dalam
keadaan terbuka
5. Selanjutnya ukur nilai tegangan VE1 dalam keadaan saklar Su dan
Sh
6. Dan ukur nilai tegangan Vf dengan cara menghubungkan pada
keluaran amperemeter dan pada pentanahan.
7. Selanjutnya ubah nilai tegangan Rp 2,2k ohm dan ukur kembali
seperti awal
8. Masukkan semua hasil percobaan tabel.
9. Rapikan kembali semua komponen dan peralatan yang digunakan.

4.2 Rangkaian Percobaan

RL = 2,2
L1
L2
L3
N

Sh Su

Rv 10k
V Rh 1k

VE
A

Rb 2,2 Rp VF

PE

P a g e 59 | 64
4.3 Rangkaian Pengawatan

RL = 2,2
L1
L2
L3
N

Sh Su

Rv 10k
V Rh 1k

VE
A

Rb 2,2 Rp VF

PE

5. HASIL PERCOBAAN DAN ANALISA

5.1 Hasil Percobaan

5.1.1 Dengan tahanan Rp = 2,2 Ohm


- Tegangan VE0 pada keadaan semua saklar terbuka = 23,53
Volt
- Tegangan VE0 pada keadaan saklar Su tertutup = 23,55 Volt
- Dalam keadaan saklar Su dan Sh tertutup :

P a g e 60 | 64
1. Sebelum Potensiometer diatur :
Tegangan VE1 = 21,36 Volt
Arus = 0,18 Ampere
2. Sesudah Potensiometer diatur :
Tegangan VE1 = 22,15 Volt
Arus = 0,1 Ampere
- Tegangan Vf = 0,37 V dan Arus = 0,1 A
5.1.2 Dengan tahanan Rp = 2,2k ohm
- Tegangan VE0 pada keadaan semua saklar terbuka = 23,55
Volt
- Tegangan VE0 pada keadaan saklar Su tertutup = 19,20 Volt
- Dalam keadaan saklar Su dan Sh tertutup :
3. Sebelum Potensiometer diatur :
Tegangan VE1 = 2,11 Volt
Arus = 10,52 mA
4. Sesudah Potensiometer diatur :
Tegangan VE1 = 1,22 Volt
Arus = 10 mA
- Tegangan Vf = 22,21 V dan Arus = 10 mA

Perhitungan Nilai Impedansi :

A. Beban Rp = 2,2 Ohm

Dimana dalam hal ini nilai Z = V/ I

1. Dik : VEo = 23,53 V


I = 0,18 A

Dit : Z0 ?

Jawab :

Z0 = VE0 / I = 23,53 V / 0,18 A = 130,8 Ohm

2. Dik : VE1 = 22,15 V


I = 0,1 A

Dit : Z1 ?

Jawab :

P a g e 61 | 64
Z1 = VE1 / I = 22,15 V / 0,1 A = 221,5 Ohm

Maka didapat nilai Impedansi;


Z0 = 130,8 Ohm
Z1 = 221,5 Ohm

B. Beban Rp = 2,2k Ohm

Dimana dalam hal ini nilai Z = V/ I

3. Dik : VEo = 23,55 V


I = 10,52 mA

Dit : Z0 ?

Jawab :

Z0 = VE0 / I = 23,55 V / 10,52 mA = 2238,59 Ohm

4. Dik : VEo = 1,22 V


I = 10 mA = 0,02 A

Dit : Z1 ?

Jawab :

Z1 = VE1 / I = 1,22 V / 0,02 A = 122 Ohm

Maka didapat nilai Impedansi;


Z0 = 2238,59 Ohm
Z1 = 122 Ohm

Dalam hal ini tahanan Rz nilainya hamper 10x lebih besar dari tahanan
pengetesan ( Rh )

Yaitu : 10 x Rh = 10 x 10 = 100 Ohm

2. Analisa

Dari Percobaan yang telah dilakukan dapat dianalisa bahwa Nilai


tegangan VE1 dan VE0 sangat dipengaruhi dengan posisi saklar
baik Sh maupun Su dan juga dalam hal ini arus yang dialirkan pada

P a g e 62 | 64
rangkaian juga sangat mempengaruhi nilai tegangan ini dimana
dalam hal ini Nilai VEo nilainya akan semakin besar apabila posisi
saklar Sh ataupun Su dalam keadaan Terbuka berbanding terbalik
denga nilai Tegangan VE1 dimana nilainya akan semakin besar
apabila Saklar Sh ataupu Su ditutup dan juga nilai tegangan VE1
dan VE0 sangat dipengaruhi dengan tahanan Rp yang digunakan .
Dari percobaan yang dilakukan yaitu dengan menggunakan RP
yang berbeda yaitu 2,2 ohm dan 2,2 kilo ohm dan nilai yang didapat
tidak banyak berubah, hanya pada saat percobaan 5.4 terjadi perbedaan
yang signifikan antara rangkaian yang menggunakan RP= 2,2 ohm dan
2,2 kilo ohm, perbedaan ini terletak pada tegangan yang diukur pada saat
saklat Sh dan potensiometer diatur dan sbelum di atur. Untuk impedansi
rangkaian yang menggunaka RP 2,3 ohm, impedansi awal yang diukur
kecil akan tetapi setelah potensio di atur maka niali impedansi meningkat
secara drastis, dan untuk impedansi yang menggunakan RP 2,2 kilo ohm
tidak jauh berbeda nilainya , Sehingga nilai impedansi dari
rangkaian ini sesuai dengan ketentuan PLN dimana nilainya 10 x
Rh maka dalam hal ini tegangan Baik VE1 dan VE0 sangat
mempengaruhi nilai impedansi dalam percobaan ini.

6 KESIMPULAN

1. Besar tahanan Rt harus 10 x lebih besar dari tahanan pengetesan ( RV 10 rh)


2. Untuk pengetesan impedansi rangkaian tertutup bias dilakukan dengan aman
3. Pengetesan awal dilakukan untuk menghindari jika terjadi hubungan yang
kurang baik di dalam system pentanahan pengaman

7 TUGAS DAN PERTANYAAN

1. Buat rangkaian seperti pada rangkaian percobaan dengan Rp= 2,2 Ω. Ukur
tegangan Ve0 pada keadaan semua saklar terbuka.
2. Lakukan test awal. Tutup saklar Su dan ukur apakah tegangannya berubah?
3. Mengapa perlu dilakukan test awal?
4. Jika ada perubahan tegangan pada ad. 5.2 . pemeriksaan utama harus
dilakukan . tutup saklar Sh , atur potensiometer untuk mendapatkan arus
sebesar 0,1 Ampere. Ukur tegangan VE1.
5. Hitung impedansi rangkaian tertutup dengan menggukan perbedaan tegangan
VE0 dan VE1 dan arus.
6. Berapa besar tegangan kegagalan isolasi Vf?

P a g e 63 | 64
7. Ganti Rp dengan 2,2k Ω untuk menggambarkan hubungan tanah yang buruk.
Ukur tegangan Vf untuk keadaan test awal dan test utama .
8. Kesimpulan apa yang dapat diambil dari pengukuran diatas? Apa alasan dari
kesimpulan diatas?
Apakah harga impedansi yang dihitung pad ad. 5.5 sesuai dengan harga
impedansi yang ditentukan oleh lembaga yang berwenang ( PLN)?

P a g e 64 | 64