Anda di halaman 1dari 21

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah


Sejak peradaban manusia bermula, Matematika memainkan peranan yang sangat vital
dalam kehidupan sehari hari. Berbagai bentuk simbol digunakan untuk membantu
perhitungan, pengukuran, penilaian dan peramalan. Dari penemuan penemuan situs
purbakala, para ahli arkeologi telah menemukan penggunaan sistem penjumlahan di Afrika,
dan diperkirakan telah terwujud sejak 8.500 SM dengan menggunakan tulang sebagai alat
perhitungan.
Ahli matematika Islam mengubah sifat bilangan (konsep angka desimal dan simbol
bilangan nol, penambahan angka irasional serta natural dan pecahan), mengefisienkan
beberapa bidang matematika, dan mengembangkan cabang-cabang baru matematika.
Kemajuan peradaban manusia sangat dipengaruhi oleh kemajuan penerapan matematika oleh
kelompok manusia itu sendiri. Walaupun peradaban manusia berubah dengan pesat, namun
bidang matematika terus relevan dan menunjang pada perubahan ini.
Matematika merupakan objek yang paling penting di dalam sistem pendidikan di
seluruh negara di dunia ini. Negara yang mengakibatkan pendidikan matematika sebagai
prioritas utama akan tertinggal dari segala bidang, dibanding dengan negara-negara lain yang
memberikan tempat bagi matematika sebagai subjek yang sangat penting. Seperti kita ketahui
dari negara kita, sejak sekolah dasar sampai universitas syarat pengajaran matematika sangat
dibutuhkan terutama dalam bidang lain dan teknik. Tidak tertutup juga untuk ilmu-ilmu
sosial seperti ekonomi yang membutuhkan analisis kuantitatif untuk membantu membuat
keputusan yang lebih akurat berdasarkan data-data pelajar yang mempunyai nilai yang baik
dalam matematika biasanya tidak akan mempunyai masalah apabila dia akan melanjutkan
studi ke perguruan tinggi, baik itu bidang lain, teknik maupun sosial.
Sebenarnya ada banyak sisi lain matematika yang menarik. Hanya sayang, selama ini
kita belum mengenalnya, karena jarang disentuh atau tidak dihadirkan saat kita belajar
matematika di sekolah. Ada banyak sisi menarik matematika yang jika digali akan membuat
kita kagum dan memberi warna yang berbeda dari matematika yang selama ini kita anggap
angker dan menakutkan. Ada bilangan ajaib yang kadang terasa tidak masuk akal, ada
permainan yang membuat kita bengong-takjub, cerita-cerita konyol yang mengantar para

1
ilmuwan matematika pada penemuan konsep matematika yang baru, visualisasi grafik bak
lukisan yang indah nan menawan dari himpunan atau fungsi tertentu, dan lain sebagainya.
Kita pasti sepakat mengakui kalau matematika itu memang penting bagi kehidupan
manusia. Bayangkan, bagaimana dunia sekarang ini seandainya tidak ada matematika?
Mungkinkah kita bisa nonton TV, main game di komputer, ngobrol dengan teman lewat
telepon atau sms-an dengan hand phone? Bayangkan betapa kacaunya dunia ini seandainya
orang tidak mengenal bilangan dan orang tidak bisa menghitung secara sederhana. Apa yang
terjadi kalau orang tidak bisa memahami ruang dimana ia berada, tidak bisa memahami harga
barang di suatu toko?
Sudah tidak disangsikan lagi, matematika memegang peranan yang cukup penting
dalam kehidupan manusia. Banyak yang telah disumbangkan matematika bagi perkembangan
peradaban manusia. Kemajuan sains dan teknologi yang begitu pesat dewasa ini tidak lepas
dari peranan matematika. Boleh dikatakan landasan utama sains dan teknologi adalah
matematika. Lalu, apa pengertian dari matematika itu sendiri? Apa itu keterampilan
matematika? Dan bagaimana peranan matematika bagi kita? Hal inilah yang akan penulis
bahas dalam makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apa pengertian dari matematika?
2. Apa yang dimaksud dasar keterampilan matematika?
3. Apa peranan matematika terhadap teknologi?
4. Apa peranan matematika terhadap masyarakat?
5. Apa peranan matimatika terhadap IPA?

1.3 Tujuan Penulisan


1.Menjelaskan pengertian dari matematika.
2.Menjelaskan tentang keterampilan matematika.
3.Mendeskripsikan peranan matematika terhadap teknologi.
4.Mendeskripsikan peranan matematika terhadap masyarakat.
5.Mendeskripsikan peranan matimatika terhadap IPA

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Matematika


Apakah matematika itu? Hingga saat ini belum ada kesepakatan yang bulat di antara para
matematikawan tentang apa yang disebut matematika itu. Untuk mendeskripsikan definisi
kata matematika para matematikawan belum pernah mencapai satu titik "puncak"
kesepakatan yang "sempurna". Banyaknya definisi dan beragamnya deskripsi yang berbeda
dikemukakan oleh para ahli, -mungkin- disebabkan oleh ilmu matematika itu sendiri, di mana
matematika termasuk salah satu disiplin ilmu yang memiliki kajian sangat luas sehingga
masing-masing ahli bebas mengemukakan pendapatnya tentang matematika berdasarkan
sudut pandang, kemampuan, pemahaman, dan pengalamannya masing-masing.
Oleh sebab itu matematika tidak akan pernah selesai (baca: tuntas) untuk
didiskusikan, dibahas maupun diperdebatkan. Penjelasan mengenai apa dan bagaimana
sebenarnya matematika itu, akan terus mengalami perkembangan seiring dengan pengetahuan
dan kebutuhan manusia serta laju perubahan zaman.
Untuk dapat memahami bagaimana hakikatnya matematika itu, kita dapat
memperhatikan pengertian istilah matematika dan beberapa deskripsi yang diuraikan para ahli
yaitu sebagai berikut
 Dienes mengatakan bahwa matematika adalah ilmu seni kreatif. Oleh karena itu,
matematika harus dipelajari dan diajarkan sebagai ilmu seni.
 Kitcher lebih memfokuskan perhatiannya kepada komponen dalam kegiatan
matematika. Dia mengklaim bahwa matematika terdiri atas komponen-komponen: 1) bahasa
(language) yang dijalankan oleh para matematikawan, 2) pernyataan (statements) yang
digunakan oleh para matematikawan, 3) pertanyaan (questions) penting yang hingga saat ini
belum terpecahkan, 4) alasan (reasonings) yang digunakan untuk menjelaskan pernyataan,
dan 5) ide matematika itu sendiri. Bahkan secara lebih luas matematika dipandang sebagai the
science of pattern.
 Sujono (1988:5) mengemukakan beberapa pengertian matematika. Di antaranya,
matematika diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang eksak dan terorganisasi secara
sistematik. Selain itu, matematika merupakan ilmu pengetahuan tentang penalaran yang logik
dan masalah yang berhubungan dengan bilangan. Bahkan dia mengartikan matematika
sebagai ilmu bantu dalam menginterpretasikan berbagai ide dan kesimpulan.

3
 Newman melihat tiga ciri utama matematika, yaitu; 1) matematika disajikan dalam
pola yang lebih ketat, 2) matematika berkembang dan digunakan lebih luas dari pada ilmu-
ilmu lain, dan 3) matematika lebih terkonsentrasi pada konsep.
 Andi Hakim Nasution (1982:12) yang diuraikan dalam bukunya, bahwa istilah
matematika berasal dari kata Yunani, mathein atau manthenein yang berarti mempelajari.
Kata ini memiliki hubungan yang erat dengan kata Sanskerta, medha atau widya yang
memiliki arti kepandaian, ketahuan, atau intelegensia. Dalam bahasa Belanda, matematika
disebut dengan kata wiskunde yang berarti ilmu tentang belajar (hal ini sesuai dengan arti
kata mathein pada matematika).
 Sedangkan orang Arab, menyebut matematika dengan 'ilmu al-hisab yang berarti
ilmu berhitung. Di Indonesia, matematika disebut dengan ilmu pasti dan ilmu hitung.
Sebagian orang Indonesia memberikan plesetan menyebut matematika dengan "matimatian",
karena sulitnya mempelajari matematika. Pada umumnya orang awam hanya akrab dengan
satu cabang matematika elementer yang disebut aritmetika atau ilmu hitung yang secara
informal dapat didefinisikan sebagai ilmu tentang berbagai bilangan yang bisa langsung
diperoleh dari bilangan-bilangan bulat 0, 1, -1, 2, – 2, …, dst, melalui beberapa operasi dasar:
tambah, kurang, kali dan bagi.
Matematika secara umum ditegaskan sebagai penelitian pola dari struktur, perubahan,
dan ruang; tak lebih resmi, seorang mungkin mengatakan adalah penelitian bilangan dan
angka. Dalam pandangan formalis, matematika adalah pemeriksaan aksioma yang
menegaskan struktur abstrak menggunakan logika simbolik dan notasi matematika;
pandangan lain tergambar dalam filosofi matematika.
Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), matematika didefinisikan
sebagai ilmu tentang bilangan, hubungan antara bilangan, dan prosedur operasional yang
digunakan dalam penyelesaian masalah mengenai bilangan.
Berpijak pada uraian tersebut, menurut Sumardyono (2004:28) secara umum definisi
matematika dapat dideskripsikan sebagai berikut, di antaranya:
1. Matematika sebagai struktur yang terorganisir.
Agak berbeda dengan ilmu pengetahuan yang lain, matematika merupakan suatu
bangunan struktur yang terorganisir. Sebagai sebuah struktur, ia terdiri atas beberapa
komponen, yang meliputi aksioma/postulat, pengertian pangkal/primitif, dan dalil/teorema
(termasuk di dalamnya lemma (teorema pengantar/kecil) dan corolly/sifat).

4
2. Matematika sebagai alat (tool).
Matematika juga sering dipandang sebagai alat dalammencari solusi pelbagai masalah
dalam kehidupan sehari-hari.
3. Matematika sebagai pola pikir deduktif.
Matematika merupakan pengetahuan yang memiliki pola pikir deduktif, artinya suatu
teori atau pernyataan dalam matematika dapat diterima kebenarannya apabila telah dibuktikan
secara deduktif (umum).
4. Matematika sebagai cara bernalar (the way of thinking).
Matematika dapat pula dipandang sebagai cara bernalar, paling tidak karena beberapa
hal, seperti matematika matematika memuat cara pembuktian yang sahih (valid), rumus-
rumus atau aturan yang umum, atau sifat penalaran matematika yang sistematis.
5. Matematika sebagai bahasa artifisial.
Simbol merupakan ciri yang paling menonjol dalam matematika. Bahasa matematika
adalah bahasa simbol yang bersifat artifisial, yang baru memiliki arti bila dikenakan pada
suatu konteks.
6. Matematika sebagai seni yang kreatif.
Penalaran yang logis dan efisien serta perbendaharaan ide-ide dan pola-pola yang
kreatif dan menakjubkan, maka matematika sering pula disebut sebagai seni, khususnya
merupakan seni berpikir yang kreatif.
Ada yang berpendapat lain tentang matematika yakni pengetahuan mengenai kuantiti
dan ruang, salah satu cabang dari sekian banyak cabang ilmu yang sistematis, teratur, dan
eksak. Matematika adalah angka-angka dan perhitungan yang merupakan bagian dari hidup
manusia. Matematika menolong manusia menafsirkan secara eksak berbagai ide dan
kesimpulan-kesimpulan. Matematika adalah pengetahuan atau ilmu mengenai logika dan
problem-problem numerik. Matematika membahas faka-fakta dan hubungan-hubungannya,
serta membahas problem ruang dan waktu. Matematika adalahqueen of science (ratunya
ilmu).
Berdasarkan pelbagai pendapat tentang definisi dan deskripsi matematika di atas,
kiranya dapat dijadikan sebagai bahan renungan bagi kita – terutama bagi pihak yang masih
merasa memiliki anggapan "sempit" mengenai matematika. Melihat beragamnya pendapat
banyak tokoh di atas tentang matematika, benar-benar menunjukkan begitu luasnya objek
kajian dalam matematika. Matematika selalu memiliki hubungan dengan disiplin ilmu yang

5
lain untuk pengembangan keilmuan, terutama di bidang sains dan teknologi. Bagi guru,
dengan memahami hakikat definisi dan deskripsi matematika –sebagaimana tersebut di atas-
tentunya memiliki kontribusi yang besar untuk menyelenggarakan proses pembelajaran
matematika secara lebih bermakna.
Diharapkan, matematika, tidak lagi dipandang secara parsial oleh siswa,guru,
masyarakat, atau pihak lain. Melainkan mereka dapat memandang matematika secara utuh
yang pada akhirnya dapat memacu dan berpartisipasi untuk membangun peradaban dunia
demi kemajuan sains dan teknologi yang dapat memberikan manfaat bagi umat manusia.

2.2 Dasar Keterampilan Matimatika

Seorang guru harus mempunyai keterampilan dasar mrngajar, hal ini sangatlah penting
sebagai syarat menjadi seorang guru. Seorang guru professional telah mengikuti beberapa
pelatihan yang berkaitan dengan keterampilan dasar mengajar. Dalam keterampilan dasar
mengajar tersebut ada 8 keterampilan yang dapat digunakan guru selama proses belajar
mengajar yaitu; keterampilan bertanya, keterampilan memberikan penguatan, keterampilan
mengadakan variasi, keterampilan menjelaskan, keterampilan membuka dan menutup
pelajaran, ketrampilan membimbing diskusi kelompok kecil, keterampilan mengelola kelas,
ketrampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan.berikut adalah penjelasan dari
keterampilan tersebut

1..Ketrampilan Bertanya

Ada yang mengatakan bahwa “berpikir itu sendiri adalah bertanya”. Bertanya
merupakan ucapan verbal yang meminta respon dari seseorang yang dikenal. Respon yang di
berikan dapat berupa pengetahuan sampai dengan hal-hal yang merupakan hasil
pertimbangan. Jadi bertanya merupakan stimulus efektif yang mendorong kemampuan
berpikir.

Dalam proses belajar mengajar, bertanya memainkan peranan penting sebab


pertanyaan yang tersusun dengan baik dan teknik pelontaran yang tepat akan memberikan
dampak positif. Pertanyaan yang baik di bagi manjadi dua jenis, yaitu pertanyaan menurut
maksudnya dan pertanyaan menurut taksonomo BloomUntuk meningkatkan partisipasi siswa
dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik pada waktu
mengajukan pertanyaan maupun ketika menerima jawaban siswa. Dan harus menghindari

6
kebiasaan seperti : menjawab pertanyaan sendiri, mengulang jawaban siswa, mengulang
pertanyaan sendiri, mengajukan pertanyaan dengan jawaban serentak, menentukan siswa
yang harus menjawab sebelum bertanya dan mengajukan pertanyaan ganda.
Dalam proses belajar mengajar setiap pertanyaan, baik berupa kalimat tanya atau
suruhan yang menuntut respons siswa sehingga dapat menambah pengetahuan dan
meningkatkan kemampuan berpikir siswa, di masukkan dalam golongan pertanyaan.
Ketrampilan bertanya di bedakan atas ketrampilan bertanya dasar dan ketrampilan bertanya
lanjut.
Ketrampilan bertanya dasar mempunyai beberapa komponen dasar yang perlu
diterapkan dalam mengajukan segala jenis pertanyaan. Komponen-komponen yang di maksud
adalah : Pengungkapan pertanyaan secara jelas dan singakat, Pemberian acuan, pemusatan,
Pemindah giliran, Penyebaran, Pemberian waktu berpikir dan pemberian tuntunan.
Sedangkan ketrampilan bertanya lanjut merupakan lanjutan dari ketrampilan bertanya dasar
yang lebih mengutamakan usaha mengembangkan kemampuan berpikir siswa, memperbesar
pertisipasi dan mendorong siswa agar dapat berinisiatif sendiri.
Ketrampilan bertanya lanjut di bentuk di atas landasan penguasaan komponen-
komponen bertanya dasar. Karena itu, semua komponen bertanya dasar masih dipakai dalam
penerapan ketrampilan bertanya lanjut. Adapun komponen-komponen bertanya lanjut itu
adalah : Pengubahan susunan tingkat kognitif dalam menjawab pertanyaan, Pengaturan urutan
pertanyaan, Penggunaan pertanyaan pelacak dan peningkatan terjadinya interaksi.

2. Ketrampilan Memberikan Penguatan


Penguatan (reinforcement) adalah segala bentuk respons, apakah bersifat verbal
ataupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap
tingkah laku siswa, yang bertujuan memberikan informasi atau umpan balik (feed back) bagi
si penerima atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga
merupakan respon terhadap suatu tingkah laku yang dapat meningkatkan kemungkinan
berulangnya kembali tingkah laku tersebut.
Penggunaan penguatan dalam kelas dapat mencapai atau mempunyai pengaruh sikap
positif terhadap proses belajar siswa dan bertujuan untuk meningkatkan perhatian siswa
terhadap pelajaran, merangsang dan meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan
kegiatan belajar serta membina tingkah laku siswa yang produktif. Ketrampilan memberikan
penguatan terdiri dari beberapa komponen yang perlu dipahami dan dikuasai penggunaannya
oleh mahasiswa calon guru agar dapat memberikan penguatan secara bijaksana dan

7
sistematis.
Komponen-komponen itu adalah : Penguatan verbal, diungkapkan dengan
menggunakan kata-kata pujian, penghargaan, persetujuan dan sebagainya. Dan penguatan
non-verbal, terdiri dari penguatan berupa mimik dan gerakan badan, penguatan dengan cara
mendekati, penguatan dengan sentuhan (contact), penguatan dengan kegiatan yang
menyenangkan, penguatan berupa simbol atau benda dan penguatan tak penuh. Penggunaan
penguatan secara evektif harus memperhatikan tiga hal, yaitu kehangatan dan evektifitas,
kebermaknaan, dan menghindari penggunaan respons yang negatif.

3. Ketrampilan Mengadakan Variasi


Variasi stimulus adalah suatu kegiatan guru dalam konteks proses interaksi belajar
mengajar yang di tujukan untuk mengatasi kebosanan siswa sehingga, dalam situasi belajar
mengajar, siswa senantiasa menunjukkan ketekunan, serta penuh partisipasi. Variasi dalam
kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai proses perubahan dalam pengajaran, yang
dapat di kelompokkan ke dalam tiga kelompok atau komponen, yaitu :
– Variasi dalam cara mengajar guru, meliputi : penggunaan variasi suara (teacher
voice), Pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapan atau kebisuan guru (teacher
silence), mengadakan kontak pandang dan gerak (eye contact and movement), gerakan badan
mimik: variasi dalam ekspresi wajah guru, dan pergantian posisi guru dalam kelas dan gerak
guru ( teachers movement).
– Variasi dalam penggunaan media dan alat pengajaran. Media dan alat pengajaran
bila ditunjau dari indera yang digunakan dapat digolongkan ke dalam tiga bagian, yakni dapat
didengar, dilihat, dan diraba. Adapun variasi penggunaan alat antara lain adalah sebagai
berikut : variasi alat atau bahan yang dapat dilihat (visual aids), variasi alat atau bahan yang
dapat didengart (auditif aids), variasi alat atau bahan yang dapat diraba (motorik), dan variasi
alat atau bahan yang dapat didengar, dilihat dan diraba (audio visual aids).
– Variasi pola interaksi dan kegiatan siswa. Pola interaksi guru dengan murid dalam
kegiatan belajar mengajar sangat beraneka ragam coraknya. Penggunaan variasi pola interaksi
dimaksudkan agar tidak menimbulkan kebosanan, kejemuan, serta untuk menghidupkan
suasana kelas demi keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan.

4. Ketrampilan Menjelaskan
Yang dimaksud dengan ketrampilan menjelaskan adalah penyajian informasi secara
lisan yang diorganisasikan secara sistematik untuk menunjukkan adanya hubungan yang satu

8
dengan yang lainnya. Secara garis besar komponen-komponen ketrampilan menjelaskan
terbagi dua, yaitu : Merencanakan, hal ini mencakup penganalisaan masalah secara
keseluruhan, penentuan jenis hubungan yang ada diantara unsur-unsur yang dikaitkan dengan
penggunaan hukum, rumus, atau generalisasi yang sesuai dengan hubungan yang telah
ditentukan.

Dan penyajian suatu penjelasan, dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :


kejelasan, penggunaan contoh dan ilustrasi, pemberian tekanan, dan penggunaan balikan.

5. Ketrampilan Membuka dan Menutup pelajaran


Yang dimaksud dengan membuka pelajaran (set induction) ialah usaha atau kegiatan
yang dilakukan oleh guru dalam kegiatan belajar mengajar untuk menciptakan prokondusi
bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajarinya sehingga
usaha tersebut akan memberikan efek yang positif terhadap kegiatan belajar. Sedangkan
menutup pelajaran (closure) ialah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri
pelajaran atau kegiatan belajar mengajar.
Komponen ketrampilan membuka pelajaran meliputi: menarik perhatian siswa,
menimbulkan motivasi, memberi acuan melalui berbagai usaha, dan membuat kaitan atau
hubungan di antara materi-materi yang akan dipelajari. Komponen ketrampilan menutup
pelajaran meliputi: meninjau kembali penguasaan inti pelajaran dengan merangkum inti
pelajaran dan membuat ringkasan, dan mengevaluasi.

6. Ketrampilan Membimbing Diskusi Kelompok Kecil


Diskusi kelompok adalah suatu proses yang teratur yang melibatkan sekelompok
orang dalam interaksi tatap muka yang informal dengan berbagai pengalaman atau informasi,
pengambilan kesimpulan, atau pemecahan masalah. Diskusi kelompok merupakan strategi
yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui
satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih
bersikap positif.

Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreativitas siswa, serta


membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya ketrampilan berbahasa.

7. Ketrampilan Mengelola Kelas


Pengelolaan kelas adalah ketrampilan guru untuk menciptakan dan memelihara

9
kondisi belajar yang optimal dan mengembalikannya bila terjadi gangguan dalam proses
belajar mengajar.

Dalam melaksanakan ketrampilan mengelola kelas maka perlu diperhatikan


komponen ketrampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi
belajar yang optimal (bersifat prefentip) berkaitan dengan kemampuan guru dalam
mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran, dan bersifat represif ketrampilan yang
berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud
agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang
optimal.

8. Ketrampilan Mengajar Kelompok Kecil dan Perseorangan


Secara fisik bentuk pengajaran ini ialah berjumlah terbatas, yaitu berkisar antara 3 – 8
orang untuk kelompok kecil, dan seorang untuk perseorangan. Pengajaran kelompok kecil
dan perseorangan memungkinkan guru memberikan perhatian terhadap setiap siswa serta
terjadinya hubungan yang lebih akrab antara guru dan siswa dengan siswa.
Komponen ketrampilan yang digunakan adalah: ketrampilan mengadakan pendekatan
secara pribadi, ketrampilan mengorganisasi, ketrampilan membimbing dan memudahkan
belajar dan ketrampilan merencanakan dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar.
Diharapkan setelah menguasai delapan ketrampilan mengajar yang telah dijelaskan di atas
dapat bermanfaat untuk mahasiswa calon guru sehingga dapat membina dan mengembangkan
ketrampilan-ketrampilan tertentu mahasiswa calon guru dalam mengajar.

2.3 Peranan matimatika terhadap teknologi

Dalam beberapa dasawarsa terakhir ini, pesatnya kemajuan teknologi informasi dan
komunikasi telah menyebar ke setiap aspek kehidupan. Hampir seluruh dimensi kehidupan
senantiasa disertai dengan berbagai kemudahan, sebagai buah dari keberhasilan bidang
teknologi ini.
Kemudahan yang hampir tidak mengenal batas ini semakin mengukuhkan bahwa
dunia yang kita diami ini seakan tak memiliki dinding pembatas atau bahkan tembok pemisah
sekalipun. Akses yang semakin mudah dan kesempatan yang semakin murah, di tengah-
tengah jaman yang senantiasa berubah, menyebabkan perkembangan teknologi informasi dan
komunikasi bagai dua obyek yang saling berlarian. Perkembangan keduanya senantiasa sulit

10
untuk dikejar, jika tidak disertai dengan upaya yang sungguh-sungguh dan perencanaan yang
amat matang.
Perkembangan pesat di bidang teknologi informasi dan komunikasi dewasa ini
dilandasi oleh perkembangan matematika di bidang teori bilangan, aljabar, analisis, teori
peluang dan matematika diskrit.
Begitu juga dengan perkembangan komputer, matematika juga mempunyai banyak
peran dalam perkembangaanya. Kita tidak sangsi bahwa sumbangan Matematika terhadap
perkembangan Ilmu dan Teknologi sangat besar sekali. Boolean Aljabar untuk komputer
berdigital modern, Splines untuk merubah bentuk 3 dimensi, Fuzzy untuk peralatan
elektronik, metoda numerik untuk bidang tehnik, rantai markov untuk bidang finansial dan
ekonomi adalah beberapa contoh penggunaan matematika dalam bidang ilmu dan teknologi.
Perkembangan matematika ini telah banyak melahirkan mencetuskan ide-ide ke arah
pelaksanaan peralatan modern, seperti komputer dan sistem komunikasi. Walaupun
peradapan manusia berubah dengan pesat namun bidang matematika terus relevan dan
menunjang kepada perubahan ini.
Matematika merupakan raja sekaligus pelayan bagi ilmu-ilmu lainnya.
Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi sekarang ini tidak terlepas dari adanya
campur tangan matematika. Sebagai contoh adalah penggunaan logika matematika sebagai
dasar bahasa pemrograman, struktur data, kecerdasan buatan, sistem digital, basis data, teori
komputasi, rekayasa perangkat lunak, jaringan saraf tiruan dan lainnya yang mempergunakan
logika secara intensif. Selain itu, ada pula penggunaan lain dari matematika terhadap
perkembangan TIK, yaitu penggunaan algoritma untuk menghemat ukuran file serta dalam
pemrograman komputer, penggunan segitiga pascal dalam program turbo pascal, dan lain
sebagainya. Masih banyak lagi sumbangan matematika dalam perkembangan TIK yang
merupakan dasar ilmu komputer.

2.4 Peranan matimatika terhadap masyarakat


Matematika pada dasarnya bukanlah hanya sekedar angka, tetapi matemtika juga
memilki aspek-aspek yang seringsekali diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat. Diantara
aspek-aspek yang dimaksud adalah:
1. Kesepakatan
Sadar ataupun tidak seseorang yang mempelajari matematika telah menggunakan
kesepakatan-kesepakatan tertentu. Kesepakatan-kesepakatan itu terdapat dalam matematika
yang rendah maupun yang tinggi. Kesepakatan-kesepakatan itu dapat berupa simbol atau

11
lambang, istilah/konsep, definisi serta aksioma-aksioma. Sebagai contoh bilangan yang
selama ini digunakan , misaInya 1, 2, 3, dan seterusnya adalah lambang yang kita sepakati.
Kesepakatan itu secara tidak disadari telah tertanam semenjak seseorang belajar di kelas satu
sekoIah dasar atau bahkan taman kanak-kanak. Bilangan yang dilambangkan dengan dengan
2 disepakati disebut "dua" . Mengapa tidak disebut satu? Itulah contoh kesepakatan yang
ternyata selalu digunakan hingga sekarang.

2. Konsistensi
Dalam uraian ini yang dimaksud dengan ketaatasasan atau konsistensi, adalah tidak
dibenarkannya muncul kontradiksi. Hal tersebut dalam matematika (terutama yang berasas
dikotomi) sangat penting dan harus dipertahankan. Bila pernyataan "Melalui satu titik P
diluar garis a dapat dibuat tepat satu garis sejajar dengan a", diterimna sebagai pernyataan
yang benar, maka pernyataan Jika garis a sejajar garis b dan garis p memotong garis a, maka
garis p tidak memotong garis b" harus ditetapkan sebagai pernyataan yang salah. inilah salah
satu contoh tentang konsistensi dalam matematika.
Dalam kehidupan bermasyarakat jelas bahwa sikap konsisten diperIukan.Bila tidak
kiranya akan mudah terjadi benturan-benturan. Bukankah " Pancasila dan UUD-45" dapat
dipandang sebagai aksiotma yang merupakan kesepakatan nasional? Perlukan warga bangsa
indonesia dalam perilakunya konsisten dengan itu? Jelas bahwa sikap konsisten sangat
diperlukan dalam bermasyarakat dan berbangsa. seseorang yang telah terbiasa berpikir
rnatematik, tidak terlalu sulit untuk memahami perlunya sikap konsisten dan bahkan tidak
sulit melihat inkonsistensi yang terjadi dalarn kehidupan. Sekali lagi terlihat bahwa
matematika melalui aspek ketaatasasan atau konsistensi secara implisit maupun eksplisit
dapat membantu membentuk tata nalar serata pribadi siswa.

3. Deduksi
Secara sederhana makna deduksi adalah proses menurunkan atau menerapkan
pengertian atau sifat umum kedalam keadaan khusus. dalam matematika pola pikir deduktif
itulah yang diterima.
Pola pikir deduksi dalam kehidupan bermasyarakat diperlukan. coba amati dan
pikirkan jenjang perundang-undangan dalam kehidupan kita. Kita kenal "Undang- undang".
Peraturan pemerintah", "Keputusan Menteri ", "Keputusan Dirjen", dsb. Bukankah dalam hal
tertentu "yang satu merupakan penjabaran atau aturan pelaksanaan' dari yang lebih tinggi?

12
Bukankah untuk menyatakan benarnya yang satu harus dirujukkan kepada aturan yang lebih
tinggi?. Jadi dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegarapun perlu pola piker deduktif.

4. Semesta
Dalam matematika terdapat simbol-simbo atau lambang yang dikosongkan maknanya.
Apakah makna x. y, z itu ?? Terserah kepada sipemakai, akan diberi makna apa. mungkin
diberi makna bilangan, mungkin diberi makna vektor, mungkin diberi makna pernyataan,dsb.
sesuai dengan kebutuhan pemakai. Hal itu menunjukkan adanya lingkup pembicaraan, yang
juga disebut semesta pembicaraan.
Dalam pelajaran matematika disadari atau tidak terdapat banyak contoh atau soal yang
sangat memperhatikan semesta. Bila semesta yang ditetapkan tidak diperhatikan sangat besar
kemungkinan jawab yang diberikan akan salah. Sebagai contoh: Tulislah lambang bilangan
asli yang sesuai sehingga kalimat berikut menjadi benar. 5+2 = 7 , Kalau tidak disadari
semestanya, tidak mustahil akan dijawab 2,5. benarkah? Adakah manfaat pengertian semesta
dalam kehidupan?. Tentulah tidak sulit disadari bahwa manusia di bumi ini terkelompok-
kelompok menjadi bangsa-bangsa, menjadi suku-bangsa, menjadi satuan organisasi dan
sebagainya.
Dengan belajar matematika banyak nilai-nilai matematika yang bisa kita peroleh yang
sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari dan masyarakat. Beberapa nilai yang bisa
diperoleh dari belajar matematika adalah:

1.Nilai praktis dan nilai guna


Siswa dengan mudah dapat diajak berpikir tentang nilai-nilai praktis dan nilai guna
matematika. Misalnya, orang awam yang bekerja kasar dapat menaikkan muatan dengan
'sangat' baik tanpa belajar bagaimana membaca dan menulis, tetapi dia tak akan bisa bekerja
dengan baik tanpa mempelajari hitungan dan berhitung. Orang yang tidak berpengetahuan
tentang matematika akan mudah diperdaya. Seseorang dengan perhitungan yang sesuai dapat
mengantisipasi seluruh penghalang yang mungkin ditemui dan oleh karena itu, dia mampu
mengikuti langkah pencegahan.

2. Nilai kedisiplinan
Kebiasaan siswa menganalisis dengan teliti suatu situasi sebelum pengambilan
keputusan sangat membantu dalam situasi hidup yang kompleks, di mana pengambilan

13
keputusan menjadi makin sulit. Ketika matematika menangani fakta-fakta yang akurat dan
presisi, maka tidak ada lingkup untuk ketidakpastian atau ketidakjelasan. Ini membuat pikiran
para pelajar makin luas dan terbuka. Ia menikmati suatu penerimaan universal tanpa
penghalang negara, bahasa, iklim, dan sebagainya.
Pengetahuan matematika membantu anggota masyarakat untuk mengorganisasi idenya
lebih logis dan mengungkapkan pemikirannya secara lebih akurat dan eksplisit. Matematika
melatih anggota masyarakat tidak take for granted (langsung membenarkan) terhadap suatu
hal, atau bergantung pada tradisi atau otoritas, tetapi menyandarkan pada pemberian alasan.
.
3.Nilai Budaya
Esensi dari budaya masyarakat sipil adalah dalam gaya hidup warganya. Budaya
merefleksikan bagaimana mereka hidup, bertingkah laku, berpakaian, makan, minum,
membesarkan anak, dan menjaga hubungan sosialnya. Mode hidup anggota masyarakat
sangat besar ditentukan oleh kemajuan teknologi dan sains, yang pada gilirannya tergantung
pada kemajuan dan perkembangan matematika. Oleh karena itu, perubahan gaya hidup dan
begitu pula budaya secara kontinyu terpengaruhi oleh kemajuan matematika. Matematika
juga membantu dalam pemeliharaan dan penerusan tradisi budaya kita.

4. Nilai Sosial
Matematika membantu menyesuaikan organisasi dan memelihara suatu struktur sosial
yang berhasil. Matematika berperan penting dalam menyusun institusi soaial seperti bank,
koperasi, rel kereta, kantor pos, perusahaan asuransi, industri, pengangkutan, navigasi dan
lain sebagainya. Transaksi bisnis yang efektif, ekspor dan impor, perdagangan dan
komunikasi kini tak dapat berlangsung tanpa matematika. Maka, kelancaran dan kerapian
fungsi masyarakat sipil di pastikan dengan matematika. Kesuksesan seseorang dalam sebuah
masyarakat tergantung sebaik apa dia dapat menjadi bagian masyarakat, kontribusi apa yang
dapat dia berikan bagi kemajuan masyarakat, dan sebagus apa dia dapat diuntungkan oleh
masyarakat. Saat ini, keberadaan sosial kita secara total diatur oleh pengetahuan sains dan
teknologis yang hanya dapat diperoleh dengan studi matematika. Berbagai metode dan logika
matematika digunakan untuk menyelidiki, menganalisis, dan menyimpulkan mengenai
pembentukan berbagai aturan sosial dan pemenuhannya. Lebih dari itu, nilai-nilai diperoleh
melalui pembelajaran matematika akan membantu seseorang untuk melakukan penyesuaian
dirinya dan membimbingnya pada keselarasan hidup dalam masyarakat.

14
5. Nilai Moral
Studi matematika menolong siswa dalam pembentukan karakternya lewat berbagai
cara. Matematika membentuknya ke sikap yang sesuai, seperti tidak ada ruang untuk perasaan
yang merugikan, pandangan yang menyimpang, diskriminasi, dan berpikir tak masuk akal.
Matematika membantunya dalam analisis obyektif, memberikan alasan yang benar,
kesimpulan yang valid (sah) dan pertimbangan yang tak berat sebelah. Nilai-nilai moral ini
tertanam dalam pikiran karena perulangan dan membantunya menjadi anggota masyarakat
yang berhasil.
.
6. Nilai Estetika (Seni/Keindahan)
Matematika makin kaya dengan daya tarik keindahannya. Kerapian dan kecantikan
hubungan matematis menyentuh emosi kita, lebih seperti musik dan seni yang dapat
mencapai kedalaman jiwa dan membuat kita merasa benar-benar hidup. Ketika kita
menelusuri biografi matematikawan, kita melihat bahwa hampir seluruhnya tertarik pada
'disiplin ilmu ketuhanan' ini dengan menyadari kecantikannya.mereka seolah tidak sedang
mempelajari matematika, tetapi bersembahyang dengannya. Kehalusannya,
keharmonisannya, kesimetrian segala sesuatunya menambah kecantikannya. Musik atau seni
adalah keluaran sederhana dari kecantikan abadi ini.

7. Nilai Rekreasi (Hiburan)


Matematika memberikan suatu ragam peluang hiburan untuk mendewasakan orang
sebagaimana anak-anak. Matematika menghibur orang lewat aneka puzzle, permainan, teka-
teki, dan lain-lain. Permainan video komputer modern juga dibangun melalui penggunaan
matematika yang semestinya. Arti penting dari jenis rekreasi matematis adalah ia
memampukan seseorang membangun imajinasinya, menajamkan intelektualitasnya dan
mengukir rasa puas pada pikirannya. Otak manusia adalah sebuah organ yang makin baik
dengan berlatih. Studi matematika dengan begitu memberikan latihan yang cukup bagi otak
seseorang. Untuk beberapa praktisi matematik, kesenangan harian menguraikan hubungan
matematis yang aneh selalu menjadi hal yang menghibur.
Sejauh ini memang jarang terpublikasi penelitian tentang sejauh mana kepedulian
masyarakat Indonesia terhadap matematika, tetapi bukan berarti hubungan itu tidak ada
artinya. Penulis menganggap masyarakat kita dan para siswa masih cenderung melihat nilai
angka UAN matematikanya. Padahal struktur dan fungsi-fungsi masyarakat di mana para

15
siswa ini hidup sangat besar ketergantungannya pada matematika, termasuk isu-isu semacam
kenaikan harga sangat kental bahasa matematikanya.
Namun satu hal adalah bahwa warga masyarakat Indonesia tanpa melihat tingkat
pendidikan atau pekerjaannya tampaknya tinggi sekali ketidakpeduliannya pada hal ini.
Dalam dunia yang sudah melek teknologi ini, kita tak dapat memikirkan suatu masyarakat
yang bebas matematika. Apa yang kita lakukan? Masyarakat harus membuka mata dan
mengakui kebaikan matematika. Tak diragukan, inilah yang akan membuat masyarakat kita
maju dengan kekuatan yang dahsyat. Harus ada pergeseran- dari matematika yang cuma
digeluti guru dan akademisi menuju ke matematika yang memasyarakat, khususnya dalam hal
nilai sosialnya.

2.5 Peranan matimatika terhadap IPA

Menurut sejarah, kemampuan manusia untuk dapat berhitung sama tuanya dengan
kemampua manusia untuk dapat menulis, yaitu sekitar 100 abad yang lalu. Pada awalnya
manusia menggunakan kemampuan berhitungnya untuk mengetahui berapa jumlah barang-
barang milik mereka. Misalnya untuk menghitung jumlah ternak yang mereka miliki, mereka
mewakilkan sebuah batu untuk setiap ternak mereka masuk ke kandang. Dengan demikian
mereka dapat mengetahui jumlah ternak mereka, yaitu sama dengan jumlah batu yang mereka
dapat. Dengan memiliki kemampuan untuk berhitung ini mereka dapat mengetahui apakah
ternak mereka masih utuh atau tidak. Begitu pula dalam hal-hal lain dalam kehidupan sehari-
hari.

Dari keadaan tersebut dapat kita ketahui bahwa manusia tidak pernah lepas dari
matenatika, bahkan pada masa primitive sekalipun. Seiring dengan perkembangannya
matematika selalu mendampingi ilmu-ilmu lain, tidak terkecuali ilmu pengetahuan alam.
Matematika adalah ilmu pendukung IPA sebagai dasar perhitungan dan logika.

Dalam perkembangannya IPA tidak pernah lepas dari matematika, bahkan IPA tidak
akan bisa berkembang tannpa adanya matematika. Tanpa matematika manusia tidak dapat
mengetahui jarak bumi ke bulan, manusia tidak dapat mengetahui jarak bumi ke matahari,
dan berapa keliling bumi.
Berkat bantuan matematikalah Erathotenes (240 SM) dapat mengetahui berapa
keliling dan diameter bumi. Pada tanggal 21 Juni di Syene (Mesir) pada tengah hari matahari

16
berada tepat di atas kepala. Saat yang mana di kota Alexandria yang jauhnya 500 Mil tepat
berada disebelah utara Syene matahari jatuh dnegan membentuk 7,4o. Ini dapat diukur
melalui bayang-bayang sebuah tongkat. Dengan asumsi bahwa bumi ini bulat maka keliling
bumi atau besarnya bumi dapat dihitung secara matematika. Dengan demikian Erathotenes
dapat menghitung bahwa jari-jari bumi adalah sekitar 24.000 Mil dan diameter bumi sekitar
8.000 Mil.
Hipparchus (150 SM) dapat menghitung jarak bumi ke bulan. Perhitungannya
diilhami oleh ajaran Aristoteles yang menyatakan bahwa bulan terletak di anatar bumi dan
matahari, juga diilhami oleh gerhana bulan dimana bayang-bayang bumi pada bulan
dipergunakan untuk memperkirakan besarnya bumi. Ia berkesimpulan bahwa jarak bumi ke
bulan adalah sekitar 24.000 Mil.
Aristarchus juga secara matematika mencoba menghitung jarak bumi ke matahari.
Namun karena kesalahan instrumen ia berkesimpulan bahwa jarak bumi ke matahari itu
adalah 20 kali jarak bumi ke bulan, padahal jarak yang benar adalah 400 kali.
Selain itu masih ada banyak sekali ahli-ahli matematika yang berjasa dalam IPA, beberapa
diantaranya:
1. Phytagoras, ia mengadakan perhitungan pada benda-benda segibanyak.
2. Apollonius melakukan perhitungan terahdap benda-benda bergaris lengkung.
3. Kepler (1609) berjasa dalam perhitungan peredaran berbentuk elips dari planet-planet.
4. Huygnes (1695) dapat memecahkan teka-teki adanya cincin saturnus, perhitungan tentang
kecepatan cahaya , yaitu 600.000 kali kecepatan suara ( pada masa itu orang beranggapan
bahwa cahaya tak membutuhkan waktu untuk memancar).
5. Galileo (1642) berjasa dalam menetapkan hukum lintasan peluru, gerak, dan percepatan.

Pada masa sekarang tentunya matematika pun akan semakin berguna di bidang-bidang
lain. Pada zaman modern seperti saat ini, dalam pembuatan mesin-mesin, jembatan,
bendungan, dan bahkan perjalanan ke luar angkas pun tidak mungkin terlepas dari peranan
matematika, termasuk ilmu pengetahuan alam yang akan selalu membutuhkan matematika di
dalam perkembanganya.
Jadi, Matematika dalam Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) memiliki peran dan hubungan
erat baik dalam hal bahasa maupun hitungan dan sebagainya. Matematika menjadi dasar
perhitungan dan logika untuk mempelajari ilmu-ilmu lain. Sebagaimana yang telah kita
dengar bahwa memang Ilmu Matematika adalah gudanganya ilmu dari semua bidang ilmu
yang ada.

17
Secara sederhana IPA adalahsuatukumpulanpengetahuan yang tersusun secara sistematis
tentang gejala alam. Perkembangan IPA tidak hanya ditunjukkan oleh kumpulan fakta tetapi
juga oleh timbulnya metode ilmiah dan sikap ilmiah.
Selain itu IPA juga tidak pernah terlepas dari matematika. IPA tidak akan bisa
berkembang tanpa adanya matematika. Begitu juga matematika yang membutuhkan IPA
dalam perkembanganya. Berulang kali pada abad kesembilanbelas dan keduapuluh muncul
teori-teori yang lahir dari keterpaduan antara matematika dan IPA. Tanpa geometri yang
didapat kanoleh C.F.B. Reiman npadatahun 1854, atau tanpa teori inverian yang
dikembangkan oleh para matematikawan A. Cayley dan pengikut nyateori relativitas umum
dan teori gravitasi Albert Einstein tidak dapat dinyatakan sebagaimana yang kita ketahui.
Tanpa teori matematika tentang masalah harga batas yang bermula dengan J.C.F. Stern dan J.
Lionville pada tahun 1830, mekanika gelombang dari atom yang dikembangkan sejak 1925
dan yang sangat jauh jangkauanya tidak akan tersusun.
Revolusi dalam fisika modern yang dimulai dengan karya W. Heisenberg dan P.A.M.
Dirac dalam tahun 1925 dan akan dapat dimulakan tanpapenggunaan matriks-matriks yang
didapatkan oleh Cayley dalam tahun 1858. Konsep invariant tentang hal-hal tetap tidak
berubah dalam fluktuasi alam yang takhenti-hentinya, memasuki fisika modern. Konsep itu
berasal dari karya yang murni matematika dari J.L. Lagrange pada abad ke delapanbelas.
Hal-hal berikut merupakan beberapa contoh dari banyak kejadian-kejadian serupa.
Dalam berpuluh-puluh harapan dan aplikasinya yang berhasil pada ilmu tidak ada pemikiran
tentan gapa yang mungkin dihasilkan oleh matematika murni. Dibimbing hanya oleh perasaan
mereka akan simetri, kesederhanaan, gneralisasi dan keserasian benda-benda, para
matemaikawan yang kreatif sekarang seperti halnya dengan pada masa yang silam sering
diilhami oleh penggunaanya dalam ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Masih banyak
contoh peranan dari pada matematika. Matematika murni melayani terapanya, matematika
terapan member imbalan berupa masalah-masalah baru yang dapat menyibukkan yang murni
dalam beberapa generasi.
Sebuah contoh dalam kehidupan modern terjadi sekitar tahun 1938. Perang dunia
member tuntutan praktis pada matematika sehingga paramatematikawan harus bekerja keras
untuk member jawaban apa yang sangat dibutuhkan. Matematika tahun 1938 tidak selalu
memadai untuk menyelesaikan masalah-masalah yang timbul selama tujuh tahun berikutnya.
Penyelesaian-pnyelesaian eksak untuk masalah-masalah yang kritis tidak mungkin bisa
didapatkan dalam masa darurat. Oleh karena itu diperlukan pendekatan yang akurat untuk
menghasilkan penylesaian-penyelesaian yang berguna. Selanjutnya metode ini berbalik

18
kepada matematika murni dalam bentuk masalah-masalah yang sebelumnya tidak menarik
matematikawan.
Pendorong matematika adalah masalah. Masalah yang baik membuka pandangan
yang baru. Semua masalah yang baik adalah sukar, tetapi masalah yang sukar belum tentu
baik. Beberapa masalah matematika yang paling baik merupakan masalah yang paling
sederhana. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa IPA memiliki peranan sebagai
pemberi masalah pada matematika yang dapat membuat matematika terus berkembang,
karena pendorong matematika adalah masalah dan IPA merupakan salah satu sumber masalah
yang paling baik bagi matematika.

19
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
 Matematika adalah pengetahuan mengenai kuantitif dan ruang, salah satu cabang dari
sekian banyak cabang ilmu yang sistematis, teratur, dan eksak. Matematika adalah
angka-angka dan perhitungan yang merupakan bagian dari hidup manusia.
Matematika menolong manusia menafsirkan secara eksak berbagai ide dan
kesimpulan-kesimpulan.
 Proses pembelajaran matematika membutuhkan suatu kejelian siswa dalam
memahami dan menerapkan konsep matematika yang abstrak dan kompleks. Abstrak
dan kompleks memerlukan suatu ketepatan dan kecepatan siswa dalam terampil
belajar materi matematika.
 Konsep-konsep matematika banyak diterapkan dalam ilmu pengetahuan lain, hal ini
sesuai dengan istilah matematika sebagai induknya ilmu pengetahuan. Serta konsep-
konsep matematika banyak diterapkan dalam menyelesaikan masalah-masalah dalam
kehidupan sehari-hari.
 Matemtika pada dasarnya bukanlah hanya sekedar angka, tetapi matemtika juga
mmemilki aspek-aspek yang seringsekali diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
Diantara aspek-aspek yang dimaksud adalah: kesepakatan, konsistensi, deduksi, dan
semesta.

20
DAFTAR PUSTAKA

Andi Hakim Nasution. 1982. Landasan Matematika. Bogor: Bhratara


Doelja, Matematika dan Masyarakat. Diakses pada 23/10/2011. http://peperonity.com
/go/sites/mview/doelja/25700681%28p3%29

Hasan Alwi, dkk. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
http://www.wikipedia.org, Diakses pada 23/10/2011.
Mas Rachmad, Peran Matematika. Diakses pada
23/10/2011http://masrachmad.wordpress.com/2008/11/03/peran-matematika/
Sujono. 1988. Pengajaran Matematika untuk Sekolah Menengah. Jakarta: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Sumardyono. 2004. Karakteristik Matematika dan Implikasinya terhadap Pembelajaran
Matematika. Yogyakarta: Depdiknas.
Sutrisman dan G. Tambunan. 1987. Pengajaran Matematika. Jakarta: Penerbit Karunika-
Universitas Terbuka.
Syahrir Wera, Keterampilan Matematika. Diakses pada
23/10/2011http://syahrirwera.blogspot.com/2011/05/keterampilan-matematika.html

21