Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH MANAJEMEN KEPERAWATAN

ACTUATING

Oleh : Kelompok 1
Kelas : 6C
1. Andhika Apriliyanto (15010099)
2. Dzalilatul Khoiriyah (15010107)
3. Elisa Dyah Ningtyas (15010108)
4. Galuh Dwi Aprilia (15010112)
5. Lilin Nurjanah (15010120)
6. Moh. Shodiq Rohman Syah (15010123)
7. Nanang Qosim (15010125)
8. Reni Willy Astuti (15010133)
9. Siti Nur Azizah (15010137)
10. Siti Wahyu Ningtiyas (15010139)
11. Qurrotun A’yun (15010132)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN dr. SOEBANDI JEMBER
TAHUN AKADEMIK 2015/2016

Jl. dr. Soebandi No. 99 Jember, Telp/Fax. (0331) 483536

E_mail : jstikesdr.soebandi@yahoo.com,web:http://www.stikesdrsoebandi.

1
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah S.W.T yang telah melimpahkan Rahmat,
Hidayah dan Inayahnya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah mata
kuliah Sistem Reproduksi dengan judul “ Makalah Manajemen Keperawatan Actuating“.
Makalah ini membahas tentang Actuating dan Model Motivasi Manusia dan tujuan dari
penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Manajemen
Keperawatan, sekaligus menambah wawasan ilmu pengetahuan kita sehingga dapat dijadikan
referensi dimasa mendatang.

Disadari dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekurangannya, untuk itu segala
kritik dan saran yang sifatnya membangun sangat kami harapkan demi kesempurnaan makalah
ini. Akhir kata, kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan serta
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Semoga Allah S.W.T senantiasa
meridhai segala usaha kita. Amin.

Jember, 31 Mei 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

Contents
KATA PENGANTAR ........................................................................................................................... 2
DAFTAR ISI.......................................................................................................................................... 3
BAB 1 PENDAHULUAN ..................................................................................................................... 4
1.1. Latar Belakang ........................................................................................................................... 4
1.2. Tujuan Penulisan ....................................................................................................................... 4
1.3. Rumusan Masalah ..................................................................................................................... 4
BAB 2 PEMBAHASAN ........................................................................................................................ 5
2.1. Pengertian Actuating ................................................................................................................. 5
2.2. Directing atau Commanding ..................................................................................................... 5
2.3. Beberapa hal yang tercakup dalan Actuating yaitu : ............................................................. 6
2.4. Fungsi actuating dalam perusahaan ........................................................................................ 8
2.5. Fungsi Actuating dalam organisasi .......................................................................................... 9
2.6. Motivasi..................................................................................................................................... 11
2.7. Cara Mengaplikasikan Actuating (Pengarahan) .................................................................. 13
2.8. Faktor yang dapat mempengaruhi actuating (pengarahan) ................................................ 14
BAB 3 PENUTUP ............................................................................................................................... 17
3.1 Kesimpulan ................................................................................................................................ 17
3.2 Saran .......................................................................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................................... 18

3
BAB 1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pada zaman sekarang baik individu maupun organisasi masih banyak yang belum
mampu untuk menerapkan managemen yang baik. Dalam sebuah managemen yang baik harus
memiliki empat fungsi penting dari Planning (perencanaan), Organizing (penempatan),
Actuating (pengarahan/penggerakan), dan Controlling (pengendalian). Salah satu fungsi tidak
berjalan dengan baik dapat mempengaruhi segala aspek managemen. Banyak individu maupun
organisasi yang tidak dapat melakukan pengarahan organisasi dengan baik. Pengarahan dalam
memotivasi tiap anggotanya dan berkomunikasi antar anggota maupun mengatasi masalah
yang ada di dalam organisasi.

Pengetahuan tentang actuating (penggerakan/pengarahan) dikalangan para remaja


zaman sekarang harus ditingkatkan. Pengetahuan tentang Actuating pun penting untuk
diketahui dan dipelajari. Dengan dibuatnya makalah ini, diharapkan akan lebih meningkatkan
pengetahuan kita mengenai penjelasan tentang Actuating .

1.2. Tujuan Penulisan


Tujuan penulisan makalah ini antara lain:
1. Untuk mengetahui pengertian Actuating
2. Untuk mengetahui Directing
3. Untuk mengetahui Model Motivasi Manusia
4. Untuk mengetahui Beberapa hal yang tercakupdala actuating

1.3. Rumusan Masalah


1. Apa pengertian actuating?
2. Apa pengertian Directing?
3. Bagaimana Model Motivasi Manusia?
4. Apa saja yang tercakup dalam Actuating?

4
BAB 2 PEMBAHASAN

2.1. Pengertian Actuating


Dari seluruh rangkaian proses manajemen, pelaksanaan (actuating) merupakan fungsi
manajemen yang paling utama. Dalam fungsi perencanaan dan pengorganisasian lebih
banyak berhubungan dengan aspek-aspek abstrak proses manajemen, sedangkan fungsi
actuating justru lebih menekankan pada kegiatan yang berhubungan langsung dengan orang-
orang dalam organisasi. Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa
actuating merupakan usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa
hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran
anggota-anggota perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai
sasaran-sasaran tersebut.
Dari pengertian di atas, pelaksanaan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk
menjadikan perencanaan menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan
pemotivasian agar setiap karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai
dengan peran, tugas dan tanggung jawabnya. Hal yang penting untuk diperhatikan dalam
pelaksanan (actuating) ini adalah bahwa seorang karyawan akan termotivasi untuk
mengerjakan sesuatu jika :
1. Merasa yakin akan mampu mengerjakan,
2. Yakin bahwa pekerjaan tersebut memberikan manfaat bagi dirinya,
3. Tidak sedang dibebani oleh problem pribadi atau tugas lain yang lebih penting, atau
mendesak,
4. Tugas tersebut merupakan kepercayaan bagi yang bersangkutan dan
5. Hubungan antar teman dalam organisasi tersebut harmonis.

2.2. Directing atau Commanding


Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan
usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam
melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-
benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula. Directing atau Commanding
merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan saja agar pegawai melaksanakan
atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula berfungsi mengkoordinasikan
kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju kepada realisasi tujuan yang ditetapkan
sebelumnya.
5
A. Fungsi Pengarahan dan Implementasi
Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam
organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan
tanggungjawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.
Kegiatan dalam Fungsi Pengarahan dan Implementasi :
1. Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbingan, dan pemberian
motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam
pencapaian tujuan
2. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan
3. Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan
Adapun cara yang biasa dikenal adalah sebagai berikut :
Pengarahkan dilakukan dengan cara memberikan informasi yang di perlukan terutama
yang berhubungna denga masalah yagn dihadapi karyawan. Pengarahan semacam ini
biasanya dilakukan untuk mengangani karyawan – karywayan yang barusaja diterima sebagai
karyawan baru di perusahaan. Adapun pengarahan tersebut bisa mencakup tugas yang harus
dilakukan, cara – cara yang digunakan, hubungan antar sesame karyawan, tugas
melaksanakan kegiatan dan seaagainya
Pengarahan dengan cara memberikan perintah yang harus dilakukan oleh bawahan.
Perintah tersebut dapat dilakukan dengan cara tertulis ataupun lisan dimana perintah tersebut
perlu untuk dimengerti secara baik oleh atasan. Jadi atasan harus dapat menyesuaikan kapan
atasan memberikan perintah secara pormal atau tertulis maupun perintah secara lisan dan
kapan atasan harus memberikan perintah yang harus dilakukan seluruh bawahan (umum)
maupun hanya bagian tertentu saja (khusus).

2.3. Beberapa hal yang tercakup dalan Actuating yaitu :


1. Komunikasi organisasi
Komunikasi organisasi merunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam
konteks dan jarngan organisasi.Komunikasi organisasi melibatkan bentuk-bentuk komunikasi
antarpribadi dan komunikasi kelompok. Pembahasan komunikasi organisasi antara lain
menyangkut struktur dan fungsi organisasi, hubungan antarmanusia, komunikasi dan proses
pengorganisasian serta budaya organisasi. Komunikasi organisasi diberi batasan sebagai arus
pesan dalam suatu jaringan yang sifat hubungannya saling bergantung satu sama lain meliputi
arus komunikasi vertikal dan horizontal.

6
Dalam teori-teori organisasi ada dua hal yang mendasar yang dijadikan pedoman:
Teori tradisi posisional yang meneliti bagaimana manajemen menggunakan jaringan-jaringan
formal untuk mencapai tujuannya. Teori tradisi hubungan antar pribadi yang meneliti
bagaimana sebuah organisasi terbentuk melalui interaksi antar individu.

2. Coordinating
Coordinating atau mengkoordinasi merupakan salah satu fungsi manajemen untuk
melakukan berbagai kegiatan agar tidak terjadi kekacauan, percekcokan, kekosongan
kegiatan, dengan jalan menghubungkan, menyatukan dan menyelaraskan pekerjaan bawahan
sehingga terdapat kerjasama yang terarah dalam usaha mencapai tujuan organisasi. Usaha
yang dapat dilakukan untuk mencapai tujuan itu, antara lain dengan memberi instruksi,
perintah, mengadakan pertemuan untuk memberikan penjelasan bimbingan atau nasihat, dan
mengadakan coaching dan bila perlu memberi teguran.

3. Motivating
Motivating atau pemotivasian kegiatan merupakan salah satu fungsi manajemen berupa
pemberian inspirasi, semangat dan dorongan kepada bawahan, agar bawahannya melakukan
kegiatan secara sukarela sesuai apa yang dikehendaki oleh atasan. Pemberian inspirasi,
semangat dan dorongan oleh atasan kepada bawahan ditunjukan agar bawahan bertambah
kegiatannya, atau mereka lebih bersemangat melaksanakan tugas-tugas sehingga mereka
berdaya guna dan berhasil guna.

4. Leading
Istilah leading, yang merupakan salah satu fungsi manajemen, di kemukakan oleh Louis
A. Allen yang dirumuskannya sebagai pekerjaan yang dilakukan oleh seorang manajer yang
menyebabkan orang lain bertindak. Pekerjaan leading, meliputi lima macam kegiatan yakni :
1). Mengambil keputusan,
2). Mengadakan komunikasi agar ada saling pegertian antara manajer dan bawahan
3). Memberi semangat, inspirasi, dan dorongan kepada bawahan supaya mereka
bertindak.
4) Memilih orang-orang yang menjadi anggota kelompoknya
5) Memperbaiki pengetahuan dan sikap-sikap bawahan agar mereka terampil dalam
usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

7
2.4. Fungsi actuating dalam perusahaan
Fungsi fundamental dalam perusahaan setelah menata perencanaan dan
pengorganisasian adalah bagaimana cara menggerakan manusia secara sukarela untuk
melakukan aktiftas personal yang sesuai dengan tujuan perusahaan. “Menggerakan
merupakan usaha untuk menggerakan anggota kelompok sedemikian rupa sehingga mereka
berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan yang bersangkutan dan
anggota perusahaan tersebut oleh karena anggota itu ingin mencapai sasaran tersebut”
(Terry:2006:313)
A. Premis dasar
Menurut McGregor berpendpat bahwa ada premis dasar yang merupakan pandangan
yang berlawanan dalam bentuk teori x dan teori y dengan Ciri-ciri teori X adalah berasumsi :
kebanyakan pekerja yang bekerja pada suatu perusahaan bekerja sedikit mungkin dan mereka
umumnya menentang perubahan. kebanyakan pekerja harus dibujuk, diberikan penghargaan,
di hukum dan diawasi untuk mengubah kelakuan mereka agar sesuai dengan kebutuhan
organisasi. Kebanyakan pekerja ingin diberikn pengarahan oleh seorang manajer formal dan
dimana ada kesempatan mereka berusaha untuk menghindri tnggungjawab.

B. Ciri-ciri teori Y adalah berasumsi


Kebanyakan pegawai perusahaan tidaklah secara inheren membenci pekerjaan
kebanyak pegawai memiliki kapasitas untuk menerima tanggungjawab dan potensi untuk
pengembangan tetapi manajemen melalui tindakanya harus membuat mereka sadar tentang
sifat-sifat tersebut. kebanyakan pegawai ingin memenuhi kebutuhan-kebutuhan sosial,
kebutuhan akan penghargaan dan kebutuhan untuk mengaktualisasi diri sendiri.

C. Teori dasar motivasi


Dari premis dasar diatas dikenalah Motivasi yang berasal dari movere artinya
menggerakan, didalamnya ada beberapa teori dasar untuk menggerakan manusia antara
motivasi, kepemimpinan, komunikasi, evaluasi. “Motivasi mewakili proses psikologikal yang
menyebabkan timbulnya, diarahkannya dan terjadinya persistensi kegiatan sukarela yang
diarahkan ke arah tujuan tertentu” (Mitchel, 1982:81). ” Motivasi adalah keinginan yang
terdapat pada seseorang individu yang merangsangnya untuk melakukan tindakan-tindakan”
(Terry, 2006:328). Motivasi adalah kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi untuk
mencapi tujuan organisasi yang dikondisi oleh kemampuan, upaya demikian untuk memenuhi
kebutuhan individual tertentu (Robbin,et.al, 1999:50)

8
Motivasi berhubungan dengan jiwa manusia dan pola prilaku manusia seutuhnya dan
berbicara manusia selalu berhubungan dengan sebuah kebutuhan. Maslow berpendapat
kebutuhan manusia berhirarkhi antara lain meliputi :
1). Kebutuhan psikologis
2). Kebutuhan akan keamanan
3). Kebutuhan akan apeksi
4). Kebutuhan akan pandangan masyarakat dan
5). Kebutuhan akan aktualisasi diri sendiri.
Herzberg beranggapan bahwa manusia memiliki dua macam kebutuhan fundamental yaitu :

1). Kebutuhan akan pertumbuhan psikologis


2). Kebutuhan untuk menghindari perasaan sakit dan discomport.

2.5. Fungsi Actuating dalam organisasi


Fungsi pundamental ketiga dari fungsi manajerial adalah menggerakan orang untuk
melaksanakan aktifitas organisasi sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Menggerakan jelas
membutuhkan adanya kematangan pribadi dan pemahaman terhadap karakter manusia yang
memiliki kecenderungan berbeda dan dinamis, sehingga membutuhkan adanya sinkronisasi.
Sehingga bisa dikatakan fungsi actuating jauh lebih rumit oleh karena harus berhadapan
langsung sehingga fungsi leadershif begitu kentara sekali dibutuhkan sekalipun semuanya
melalui proses planning dan pengorganisasian terlebih dulu.
Pengarahan adalah hubungan antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan oleh
adanya peraturan terhadap bawahan-bawahan untuk dapat dipahami dan pembagian
pekerjaan yang efektif untuk tujuan perusahaan yang nyata.
Fungsi Actuating merupakan usaha untuk menciptakan kerjasama diantara staf
pelaksana program sehingga tujuan organisasi dapat tercapai secara efektif dan efisien.Fungsi
actuating haruslah dimulai dari diri manager dengan menunjukkan kepada staf bahwa dia
memiliki tekat untuk mencapai kemajuan dan peka terhadap lingkungannya.Ia harus memiliki
kemampuan kerjasama, harus bersikap obyektif.
Berikut ini adalah beberapa elemen pengarahan dalam manajemen :
1. Coordinating
Koordinasi adalah fungsi yang harus dilakukan oleh seorang manajer agar terdapat
suatu komunikasi atau kesesuaian dari berbagai kepentingan dan perbedaan kepentingan
sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai .

9
2. Motivating
Memberi motivasi kepada karyawan merupakan salah satu elemen penting dalam
manajemen perusahaan, dengan memberikan fasilitas yang bagus dan gaji yang cukup
maka kinerja para karyawan dalam perusahaan pun akan optimal.
3. Communication
Komunikasi antara para pimpinan dan karyawan sangat diperlukan untuk mencapai
tujuan perusahaan. Dengan menjalin komunikasi yang baik maka akan menimbulkan
suasana kerja yang kondusif di perusahaan dan akan menumbuhkan kerjasama (teamwork)
yang baik dalam berbagai kegiatan perusahaan.
4. Commanding
Dalam memberi perintah pun seorang atasan tidak bisa seenaknya, tetapi harus
memperhitungkan langkah – langkah dan resiko dari setiap langkah yang para atasan itu
ambil karena setiap keputusan dan langkah akan memberi pengaruh bagi perusahaan.
Penggerakan (actuating) tidak lain merupakan upaya untuk menjadikan perencanaan
menjadi kenyataan, dengan melalui berbagai pengarahan dan pemotivasian agar setiap
karyawan dapat melaksanakan kegiatan secara optimal sesuai dengan peran, tugas dan
tanggung jawabnya.
Dengan pengarahan yang baik dari para atasan dan tujuan , visi dan misi yang jelas
dari suatu manajer perusahaan dapat menimbulkan efek yang positif untuk perusahaan itu
sendiri, antara lain team work yang baik dan dapat memunculkan decision maker yang
bagus. Karena decision maker dan teamwork dalam suatu perusahaan adalah kunci
kesuksesan suatu perusahaan untuk mencapai goal atau tujuan perusahaan seefektif dan
seefisien mungkin.
Premis yang begitu fenomenal diungkapkan Doghlas McGregor bahwa seorang karyawan
selalu diasumsikan negatif dan positif :
1. Teori X yang menganggap
Kebanyakan karyawan yang bekerja pada suatu perusahaan bekerja sesedikit mungkin
dan mereka umumnya menentang perubahan, Kebanyakan karyawan harus
dibujuk.dipersuasi, diberikan penghargaan, diuhkum dan diawasi untuk mengubah kelakuan
mereka agar sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan organisasi. Kebanyakan karyawan ingin
diberikan pengarahan oleh seorang menejer formal dan dimana ada kesempatan mereka
berusaha untuk menghindari tanggungjawab.
2. Teori Y menyatakan

10
Kebanyakan karyawan memiliki kapasitas untuk menerima tanggungjawab dan potensi
untuk pengembangan tetapi manajemen melalui tindakan-tindakannya harus membuat
mereka sadar tentang sifat-sifat tersebut. Kebanyakan karyawan ingin memenuhi kebutuhan-
kebutuhan sosial, kebutuhan akan pengahrgaan dan kebutuhan untuk mengaktualisasikan diri
sendiri. Tujuan fungsi actuating ( penggerakan ) adalah :
1. Menciptakan kerjasama yang lebih efisien
2. Mengembangkan kemampuan dan keterampilan staf
3. Menumbuhkan rasa memiliki dan menyukai pekerjaan
4. Mengusahakan suasana lingkungan kerja yang dapat meningkatkan motivasi dan prestasi
kerja staf
5. Membuat organisasi berkembang lebih dinamis
2.6. Motivasi
Motivasi sebagai “proses psikologikal yang yang menyebabkan timbulnya,
diarahkannya dan terjadinya persistensi kegiatan sukarela yang diarahkan kearah tujuan
tertentu” (Mitchell, 1982:81). Motivasi sebagai “kesediaan untuk melaksanakan upaya tinggi
untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi yang dikondisi oleh kemampuan upaya demikian
untuk memenuhi kebutuhan individual tertentu” (Robbins et.al, 1999:50).
Motivasi adalah “hasil proses-proses yang bersifat internal atau eksternal bagi seorang
individu yang menimbulkan sikap entusias dan persistensi untuk mengikuti arah tindakan
tindakan tertentu” (Gray, 1984:69)
1. Teori Motivasi
Menurut Landy & Becker (1987) teori motivasi dikategorikan dalam 5 macam yaitu :
teori kebutuhan (need theory), teori keadilan (equity theory), teori ekpektansi (expectancy
theory) dan teori penetapan tujuan (goal-setting theory).
A. Teori Kebutuhan
Teori hirarkhi kebutuhan Abraham Maslow yang mengungkapkan Motivasi manusia
berhubungan dengan 5 macam kebutuhan yang berhirarkhi yaitu :
1. Kebutuhan psikologis
2. Kebutuhan akan keamanan
3. Kebutuhan akan apeksi
4. Kebutuhan akan pandangan masyarakat
5. Kebutuhan akan aktualisasi diri sendiri
B. Teori Keadilan

11
Yang berpendapat orang-orang berupaya mendapatkan kelayakan dan keadilan
dalam pertukaran-pertukaran sosial atau hubngan memberi dan menerima. Tendensi
keadilan dan ketidakadilan :
Seorang individu akan berupaya untuk memaksimalisasi jumlah hasil positif yang
diterima olehnya. Orang-orang menolak untuk memperbesar masukan-masukan apabila
hal tersebut memerlukan upaya atau biaya besar. Orang menolak perubahan behavioral
atau kognitif dalam masukan-masukan yang penting bagi konsep diri mereka atau harga
diri mereka. Daripada mengubah kognisi tentang diri sendiri seorang individu cenderung
mengubah kognisi tentang perbandingan mengenai masukan dan hasil pihak lain.
Meninggalkan lapangan ahanya akan dilakukan apabila ketidak adilan hebat, tidak dapat
diatas dengan metode lain.
C. Teori Ekpektansi
Orang-orang termotivasi untuk berprilaku dengan cara-cara menimbulkan
kombinasi-kombinasi hasil-hasil yang diekpektansikan yang didalamnya ada prinsip
hedonisme.
1. Teori ekpektansi Victor Vroom (1964) :
Kekuatan motivasi tergantung pada ekpektansi (keyakinan sendiri untuk
melakukan sesuatu) sesorang dengan konsep pokok ekpektansi (apakah kiranya saya
dapat mencapai tingkat kinerja tugas yang diinginkan), instrumentalis (hasil kerja
apakah akan saya peroleh sebagai hasil kinerja saja) dan valensi (bagaimankah
penilaian saya tentag hasil-hasil kerja) dengan membuat persamaan bahwa motivasi
merupakan hasil dari ekpektansi X instrumentalitas X valensi.
2. Teori ekpektansi memprediksi bahwa motivasi untuk bekerja keras untuk kenaikan
upah akan rendah apabila :
Ekpektansi rendah-seseorang merasa bahwa ia tidak mampu mencapai tingkat
kenerja yang diperlukan. Instrumentalis rendah-orang yang bersangkutan tidak yakin
bahwa sutau tingkat kinerja tugas akan menyebabkan kenaikan dalam imbalan Valensi
rendah-orang yang bersangkutan kurang menghargai kenaikan dalam imbalan Setiap
kombinasi dari ketiga macam kemungkinan, mungkin terjadi.
3. Teori pencapaian tujuan (Edwin A.Locke)
Teori ini diaplikasikan dalam teknik manajemen berdasarkan sasaran
(Management by Objective) dan Locke berpendapat “kinerja cenderung meningkat
sewaktu tujuan menjadi semakin sulit dicapai tetapi hal tersebut akan berlangsung
hingga titik tertentu, spesifikasi tujuan secara menyeluruh yang disertai kesulitan-

12
kesulitan ternyata sangat kuat berkaitan dengan kinerja tugas”. Dimana penetapan
tujuan memiliki empat macam mekanisme motivasional sebagai berikut :
a. Tujuan mengarahkan perhatian
b. Tujuan mengatur upaya
c. Tujuan meningkatkan persistensi
d. Tujuan menunjang strategi dan rencana kegiatan
2.7. Cara Mengaplikasikan Actuating (Pengarahan)
Pada umumnya, pimpinan menginginkan pengarahan kepada bawahan dengan maksud
agar mereka bersedia bekerja dengan sebaik mungkin, dan diharapkan tidak menyimpang dari
prinsip-prinsip di muka. Adapun cara-ara pengarahan yang dilakukan dapat berupa:
1. Orientasi merupakan cara pengarahan dengan memberikan informasi yang perlu agar
supaya kegiatan dapat dilakukan dengan baik. Biasanya, orientasi ini diberikan kepada
pegawai baru dengan tujuan untuk mengadakan pengenalan dan memberikan pengerian
atas berbagai masalah yang dihadapinya. Pegawai lama yang pernah menjalani masa
orientasi tidak selalu ingat atau paham tentang masalah-masalah yang pernah
dihadapinya. Suatu ketika mereka bisa lupa, lalai, atau sebab-sebab lain yang membuat
mereka kurang mengerti lagi.
Dengan demikian orientasi ini perlu diberikan kepada pegawai-pegawai lama agar mereka
tetap memahami akan perananya. Informasi yang diberikan dalam orientasi dapat berupa
diantara lain : Tugas itu sendiri, tugas lain yang ada hubungannya, ruang lingkup tugas,
tujuan dari tugas, delegasi wewenang, cara melaporkan dan cara mengukur prestasi kerja,
hubungan antara masing-masing tenaga kerja, perintah
Perintah merupakan permintaan dari pimpinan kepada orang-orang yang berada
dibawahnya untuk melakukan atau mengulang suatu kegiatan tertentu pada keadaan
tertentu.Jadi, perintah itu berasal dari atasan, dan ditujukan kepada para bawahan atau dapat
dikatakan bahwa arus perintah ini mengalir dari atas ke bawah. Perintah tidak dapat diberikan
kepada orang lain yang memiliki kedudukan sejajar atau orang lain yang berada di bagian
lain. Adapun perintah yang dapat berupa :

1. Perintah umum dan khusus


Penggunaan perintah ini sangat bergantung pada preferensi manajer, kemampuan untuk
meramalkan keadaan serta tanggapan yang diberikan oleh bawahan.Perintah umum
memiliki sifat yang luas, serta perintah khusus bersifat lebih mendetail.
2. Perintah lisan dan tertulis

13
Kemampuan bawahan untuk menerima perintah sangata mempengaruhi apakan perintah
harus diberikan secara tertulis atau lisan saja.Perintah tertulis memberikan kemungkinan
waktu yang lebih lama untuk memahaminya, sehingga dapat menghindari adanya salah
tafsir. Sebaliknya, perintah lisan akan lebih cepat diberikan walaupun mengandung resiko
lebih besar. Biasanya perintah lisan ini hanya diberikan untuk tugas-tugas yang relatif
mudah.
3. Perintah formal dan informal
Perintah formal merupakan perintah yang diberikan kepada bawahan sesuai dengan
tugas/aktivitas yang telah ditetapkan dalam organisasi.Sedangkan perintah informal lebih
banyak mengandung saran atau dapat pula berupa bujukan dan ajakan.
Contoh perintah informal antara lain dapat berupa kata-kata:
“apakah tidak lebih baik bilamana saudara menggunakan cara lain”. “marilah kita mulai
mengerjakan pekerjaan ini lebih dulu”, dan sebagainya.
Perintah formal yang banyak dipakai dibidang militer bersifat kurang fleksibel di bandingkan
dengan perintah informal.

2.8. Faktor yang dapat mempengaruhi actuating (pengarahan)


1. Faktor – faktor penghambat fungsi penggerakan
Kegagalan manajer dalam menumbuhkan motivasi stafnya, hal ini terjadi karena
manajer kurang memahami hakekat perilaku dan hubungan antar manusia. Seperti konsep
perilaku manusia yang dikemukakan oleh Maslow, dinegara berkembang yang menjadi
prioritas adalah kebutuhan fisik, rasa aman, dan diterima oleh lingkungan sedangkan dinegara
maju kebutuhan yang menonjol adalah aktualisasi diri dan self esteem. Perbedaan tersebut
juga akan mempengaruhi etos kerja dan produktifitas kerja.
2. Faktor – faktor pendukung fungsi penggerakan
Faktor-faktor yang diperlukan dalam penggerakan diantaranya :
a. Kepemimpinan (Leadership)
Kepemimpinan adalah kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang agar berusaha
dengan ikhlas untuk mencapai tujuan bersama. Seorang manajer yang tidak memiliki
kepemimpinan tidak akan mampu untuk mempengaruhi bawahannya untuk bekerja,
sehingga manajer yang demikian akan gagal dalam usahanya. Sifat-sifat kepemimpinan
menurut Harold koontz, diantaranya sebagai berikut :
(a). Memiliki kecerdasan orang-orang yang dipimpin

14
(b). Mempunyai perhatian terhadap kepentingan yang menyeluruh
(c). Memiliki kelancaran dalam berbicara
(d). Matang dalam berpikir dan emosi
(e). Memiliki dorongan yang kuat dari dalam untuk memimpin
(f). Memahami/menghayati kepentingan kerja sama.
b. Sikap dan Moril (Attitude and Morale)
Sikap ialah suatu cara memandang hidup, suatu cara berpikir, berperasaan dan
bertindak. Oleh karena itu sikap manajer akan berbeda-beda sesuai dengan pola hidupnya.
Beberpa sikap manajer diantaranya yaitu :
(a). Sikap feudal (feudal attitude)
Manajer yang mempunyai sikap cara berpikir, berperasaan dan bertindak sesuai dengan
pola-pola kehidupan feodalisme, yaitu suka terikat oleh aturan-aturan tertentu yang telah
teradat dan selalu ingin penghormatan yang serba lebih. Dengan demikian dalam
masyarakat feudal dimana sikap anggota masyarakat sesuai dengan pola hidup feodalisme
akan sukar lahir kepemimpinan demokratis dariad para manajer, mengingat manajer
tersebut hidup dari masyarakat feudal.
(b). Sikap Kediktatoran (Dictatorial attitude).
Manajer yang bersikap kediktatoran akan berpikir berperasaan dan bertindak sebagai
dictator yang mempunyai kekuasaan mutlak, sehingga bawahan, pekerja akan menjadi
sasaran daripada kekuasaannya.
c. Tatahubungan (Communication)
Komunikasi membantu perencanaan managerial dilaksanakan dengan efektif,
pengorganisasian managerial dilakukan dengan effektif, penggerakan managerial diikuti
dengan efektif dan pengawasan diterapkan dengan efektif. Dalam melakukan komunikasi
dalam manajemen ada beberapa macam diantaranya :
1. Komunikasi intern yaitu komunikasi yang dilakukan dalam organisasi itu sendiri
baik antara atasan dengan atasan atau bawahan dengan bawahan atau antara atasan
dengan bawahan atau sebaliknya.
2. Komunikasi Ekstern yaitu komunikasi yang dilakukan keluar organisasi.
3. Komunikasi Horizontal yaitu komunikasi yang dilakukan baik intern maupun
ekstern antar jabatan yang sama.
4. Komunikasi Vertikal yaitu komunikasi yang dilakukan dalam intern organisasi
antara atasan dan bawahan atau sebaliknya dalam suasana formil.

15
5. Perangsang (Incentive) insentif ialah sesuatu yang menyebabkan atau menimbulkan
seseorang bertindak.
6. Supervisi (Supervision)
Supervisi dalam bahasa Indonesia disebut juga dengan pengawasan, sehingga suka
timbul kekacauan pengertian dengan kata pengawasan sebagai terjemah dari kata
control. Menurut Terry Supervsi ialah kegiatan pengurusan dalam tingkatan
organisasi dimana anggota manajemen dan bukan anggota manajemen saling
berhubungan secara langsung.Dengan demkian tugas supervisor cukup berat karena
ia harus dapat menemukan kesalahan-kesalahan dan memperbaikinya, serta
memberi petunjuk untuk menyelesaikan sesuatu pekerjaan dan memberi nasehat-
nasehat kepada pegawai yang mengalami kesulitan.
7. Disiplin (Discipline)
Disiplin ialah latihan pikiran, perasaan, kehendak dan watak untuk melahirkan
ketaatan dan tingkah laku yang teratur. Jenis disiplin ada dua :
1. Self Imposed discipline (disiplin yang timbul dengan sendirinya).
2. Command Discipline (Disiplin berdasarkan perintah).
Hal - hal yang perlu diperhatikan manajer dalam fungsi penggerakan :
1. Manajer harus bekerja lebih produktif
2. Manajer perlu memahami ilmu psikologi, komunikasi, kepemimpinan dan
sosiologi
3. Manajer harus mempunyai tekat untuk mencapai kemajuan dan peka terhadap
lingkungan
4. Manajer harus bersikap obyektif

16
BAB 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Dalam hal ini, George R. Terry (1986) mengemukakan bahwa actuating merupakan
usaha menggerakkan anggota-anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka
berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan dan sasaran anggota-anggota
perusahaan tersebut oleh karena para anggota itu juga ingin mencapai sasaran-sasaran
tersebut. Directing atau Commanding adalah fungsi manajemen yang berhubungan dengan
usaha memberi bimbingan, saran, perintah-perintah atau instruksi kepada bawahan dalam
melaksanakan tugas masing-masing, agar tugas dapat dilaksanakan dengan baik dan benar-
benar tertuju pada tujuan yang telah ditetapkan semula.
Directing atau Commanding merupakan fungsi manajemen yang dapat berfungsi bukan
saja agar pegawai melaksanakan atau tidak melaksanakan suatu kegiatan, tetapi dapat pula
berfungsi mengkoordinasikan kegiatan berbagai unsur organisasi agar efektif tertuju kepada
realisasi tujuan yang ditetapkan sebelumnya
3.2 Saran
Seorang manajer di harapkan mampu mengarahkan anggotanya dengan baik. Agar
fungsi koordinasi antara anggota organisasi dapat terjalin. Untuk umum terutama yang
berorganisasi diharapkan mampu menempatkan dirinya sesuai porsi dan kemampuannya.

17
DAFTAR PUSTAKA

Mulyono. 2008. Manajemen Administrasi dan Organisasi Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz


Media.

Mulyono. 2008. Manajemen administrasi dan pendidikan. Yogyakarta: ar-ruzz media.

Bennis, Warren, Menjadi Pemimpin Efektif (On Becoming a Leader), Alih bahasa Anna
W.Bangun, Elex Media Komputindo, 1994

Covey, Stepehen R, The 7 Habits of Highly Effective People (7 Kebiasaan Manusia yang
sangat efektif), edisi revisi, alih bahasa Drs, Budijanto, Binarupa Aksara, Jakarta, 1997

Jones, Gareth R. Organizational Theory : Text and Cases, Addison Wesley, 1995

Robbins, Stepehen P. Managing Today, 2nd Ed, Prentice Hall, 2000

Stoner, James A.F., et al., Management, 6th Ed., Prentice Hall Inc, Englewood Cliffs, 1995

18