Anda di halaman 1dari 5

Manfaat dan Metode Penanaman Mangrove

A. Manfaat Mangrove
Mangrove merupakan ekosistem yang menjadi “jembatan” antara ekosistem
lautan dan daratan. Mangrove menjadi ekosistem utama pendukung kehidupan
yang penting di wilayah pesisir. Ekosistem mangrove memberikan banyak
manfaat bagi kehidupan manusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

1. Habitat biota laut


Kawasan hutan mangrove adalah salah satu tempat yang paling nyaman
untuk beberapa jenis mahluk hidup dan organisme. Beberapa spesies seperti
udang, ikan dan kepiting banyak berkembang di kawasan hutan mangrove.
Sementara manusia membutuhkan beberapa mahluk hidup tersebut sebagai
sumber nutrisi dan bahan makanan yang penting untuk kesehatan.
2. Memberikan dampak ekonomi yang luas
Pohon mangrove yang banyak ditanam pada hutan mangrove bisa
dipanen seperti jenis tumbuhan lain. Mangrove menghasilkan produk yang
dapat diperjual- belikan oleh masyarakat pesisir pantai seperti sirup, keripik
dan kayu Upaya ini sangat penting untuk meningkatkan ekonomi
masyarakat dan meningkatkan standar ekonomi pada daerah tertentu.
Selain itu Kawasan hutan mangrove bisa dikembangkan menjadi salah
satu objek wisata. Dengan cara ini maka hutan mangrove akan menjadi
tujuan wisata dari berbagai daerah maupun mancanegara. Pariwisata akan
memberikan dampak ekonomi yang sangat baik untuk masyarakat di
sekitarnya dan negara secara khusus.
3. Mencegah kerusakan lingkungan dan bencana alam
Hutan mangrove menjadi salah satu tempat yang bisa menjaga
perbatasan antara kawasan darah dan laut. Erosi pantai akan terus
menggerus permukaan bumi sehingga mengancam lingkungan manusia.
Bahkan kondisi serius bisa menjadi bencana alam yang besar. Hutan
mangrove menjadi salah satu sarana yang sangat penting untuk
menyematkan garis pantai dari perairan laut.
Kawasan hutan mangrove juga membantu manusia dalam mendapatkan
air bersih dan udara yang segar. Kawasan hutan mangrove memiliki fungsi
untuk menyerap semua kotoran yang berasal dari sampah manusia maupun
kapal yang berlayar di laut. Manfaat hutan mangrove bagi kehidupan akan
menyerap semua jenis logam berbahaya dan membuat kualitas air menjadi
lebih bersih. Selain itu mangrove juga membantu alam dalam mendapatkan
kualitas udara yang lebih baik dan bersih
Tanah bisa masuk ke dalam air laut secara terus menerus karena bagian
tanah yang bersentuhan secara langsung dengan air laut. Untuk mencegah
hal ini maka manfaat hutan mangrove secara ekologis menjadi sumber yang
sangat jelas untuk melindungi tanah disekitar laut. Tanah akan menjadi
lapisan yang lebih padat dan langkah ini menyelamatkan tanah agar tidak
terus tergerus oleh air laut.
B. Metode Penanaman Mangrove

Kita tahu bahwa menanam adalah proses awal pertumbuhan di lingkungan


yang ditanamnya, perlu adaptasi dan penyesuaian dari akar beradaptasi
dengan tanah dan unsur hara, udara dan lain- lain. Cara menanam mangrove
dari awal yang benar :
1. Perencanaan Lapangan
Yang harus diperhatikan persiapan sebelum kegiatan:
 Lokasi : (koordinat), ditinjau dari tempat yang membutuhkan/ kritis..
misal restorasi sabuk hijau, tambak ,dsb dan terbebas dari konflik
masyarakat dan di luar kepentingan
 Zonasi : Dengan pembuatan peta zonasi
 Pola Tanam
 Tata ruang : Difungsikan dengan fungsi setempat misal ekowisata,
lindung dsb
 Waktu penyetoran – penanaman
 Jenis Mangrove : Rhyzophora spp., Avecennia spp. dll
 Jumlah Bibit = jumlah peserta tanam (seimbang misal, 1: 10)
 Peserta Penanaman
2. Teknis Penanaman
Di Pasang -surut: (Tepi Pantai)
 Proses pengangkutan bibit dan peletakannya (tempat berair dan
teduh)
 Jarak tanam, pemasangan ajir secara tersusun rapi dan berpola dengan
jarak tanam 1.5 m
 Pembuatan lubang tanam dengan menggunakan tangan maupun alat
bantu sedalam 15 -20 cm
 Membuka polibag dengan cara yang benar (jangan sampai merusak
akar)
 Di tanam dengan hati-hati (dengan membaca do'a/ bismillah)
 Tutup lubang tanam dan padatkan serta tinggikan tanahnya agak
cembung
 Ikat mangrove dengan ajir, (jangan kencang-kencang)
Di Air Penuh
 Yaitu, penanaman tidak pengaruh pasang surut/ di tepi maupun di
tengah tambak
 Model bisa dengan penggunakan Apo dari bambu , agar tidak kena
ombak
 Tinggi mangrove harus diatas air agar dapat fotosintesis dengan baik,
usahakan daun jangan tenggelam
 Polybag tidak usah dilepas disini dikarenakan lumpur dilapangan
dapat bergerak sesuai dengan arus nantinya tanah di polybag agar
tidak hilang
 Di Pantau pelaksanaannya oleh tim penyuluh dan pemantau