Anda di halaman 1dari 2

MASTITIS

No Dokumen : ...../....-SOP/PKM/V/2017
No Revisi : 00
SOP
Tanggal Terbit : 06 Mei 2017
Halaman : 1/2

Pemerintah
UPTD Puskesmas
Kabupaten
Langkaplancar
Pangandaran YANA TARYANA
NIP. 197206241993031003

1. Pengertian Mastitis adalah peradangan payudara yang terjadi biasanya pada


masa nifas atau sampai 3 minggu setelah persalinan.
2. Tujuan Sebagai pedoman bagi petugas dalam menangani kasus mastitis

3. Kebijakan SK Kepala UPTD Puskemas Langkaplancar Nomor : 440/131-


SK/PKM/I/2017 Tentang Pelayanan Klinis.

4. Referensi Permenkes No. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinis Bagi
Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer

5. Prosedur a. Gejala Klinis


1. Demam disertai menggigil
2. Mialgia
3. Nyeri di daerah payudara
b. Faktor Resiko
1. Primipara
2. Stress
3. Teknik menyusui yang tidak benar, sehingga proses pengosongan
payudara tidak terjadi dengan baik.
4. Pemakaian Bra yang terlalu ketat
5. Penghisapan bayi yang kurang kuat,dapat menyebabkan statis
dan obstruksi kelenjar payudara
6. Bentuk mulut bayi yang abnormal (ex: cleft lip or palate ),dapat
menimbulkan trauma pada puting susu.
7. Terdapat luka pada payudara
c. Pemeriksaan Fisik
1. Pemeriksaan tanda vital : nadi meningkat ( takikardi )
2. Pemeriksaan payudara
a) Payudara membengkak
b) Lebih teraba hangat

1
c) Kemerahan dengan batas tegas
d) Adanya rasa nyeri
e) Unilateral
f) Dapat pula ditemukan luka pada payudara
d. Penatalaksanaan
1. Memberikan informasi kepada ibu menyusui sebagai upaya
pencegahan terjadinya mastitis,dengan melakukan perawatan
payudara yang bai, pemberian laktasi yang adekuat, dan
membersihkan sisa air susu yang ada d kulit payudara.
2. Melakukan pencegahan terjadinya komplikasi abses dan sepsis
dengan cara : bedrest, pemberian cairan yang cukup, tetap
dianjurkan untuk laktasi dan pengosongan payudara.
3. Lakukan kompres hangat
4. Lakukan masase pada punggung untuk merangsang pengeluaran
oksitosin agar ASI dapat menetes keluar
5. Bila sudah terjadi abses : dapat di lakukan insisi / sayatan untuk
pipa / handscoen drain agar nanah dapat keluar.Sayatan
sebaiknya dibuat sejajar dengan duktus laktiferus untuk mencegah
kerusakan pada jalannya duktus tersebut.
a) Memberikan farmakoterapi:
1) Obat penghilang rasa sakit
2) Obat anti inflamasi
3) Obat antibiotik
b) Konseling dan EdukasI

6. Unit 1. Unit KIA-KB


Terkait 2. Unit Kefarmasian

7. Rekaman Historis Perubahan

Tanggal mulai
No Yang dirubah Isi Perubahan
diberlakukan
1
2