Anda di halaman 1dari 20

PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KANDANGAN
Jl. Malang No. 109. Kandangan  :(0354) 326230
:pkmkandangan@gmail.com
KEDIRI

ANALISIS CAPAIAN KINERJA UKM TAHUN 2015

PROMKES
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Rumah Tangga PHBS 70% 24 %
2 Posyandu Balita 100% 87.3%
Strata Pratama -
Strata Madya 6 Pos (96,7%)
Strata purnama 56 Pos (91,33%)
Strata Mandiri 0%
3 Posyandu Lansia
Strata Pratama -
Strata Madya -
Strata Purnama 9 Pos (100%)
Strata Mandiri -
4 Desa Siaga (12 desa) 50% 25%
Belum aktif -
Aktif Pratama 12 desa (100%)
Aktif Madya -
Aktif Purnama -
Aktif Mandiri -
5 Kemitraan dengan 50% 9%
Organisasi masyarakat
6 Poskestren 25% 0%
7 Saka Bakti Husada 30% 0%

Dari hasil pencapaian kegiatan Promkes dapat diketahui cakupan program rumah tangga PHBS
belum mencapai target yang ditentukan, tidak tercapainya target disebakan oleh petugas kurang
aktif, tingkat pengetahuan mengenai kesehatan khususnya PHBS, dan jumlah kader PHBS yang
kurang oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan kesehatan. Sedangkan untuk posyandu balita
hampir memenuhi target capaian yang telah ditentukan.
Dari kegiatan posyandu lansia sudah memenuhi target capaian dan dilakukan setiap bulan.
Pelaksanaan desa siaga terdiri atas 12 desa dan semua desa melaksanakan desa siaga sehingga
dapat mencapai target yang ditentukan.
Pada kemitraan dengan organisasi masih belum mencapai target yang ditentukan, hal tersebut
disebabkan oleh kurangnya komunikasi dengan masyarakat, kesadaran berorganisasi kurang,
aparat desa kurang peduli terhadap kegiatan, kurangnya koordinasi dengan lintas sektor belum
maksimal sehingga perlu dilakukan pertemuan lintas sektor dan melakukan sosialisasi tentang
program. Sedangkan untuk Poskestren dan Saka Bhakti Husada tidak mencapai target karena
belum dibentuk, oleh sebab itu perlu dilakukan penyuluhan tentang program dan manfaatnya.

KIA
Analisa
NO Program
Target Capaian
1 K1 Ibu Hamil 98% 98%
2 K4 Ibu Hamil 95% 96%
3 Deteksi Resiko Tinggi Oleh Masyarakat 20% 12%
4 Bumil Risti/ Kompikasi yang ditangani 80% 27%
5 Komplikasi Kebidanan yang ditangani 80% 127%
6 Persalinan oleh Nakes 90% 92%
7 Persalinan Nakes di Fasilitas Kesehatan 90% 92%
8 Pelayanan Ibu Nifas 85% 92%

Indikator Kesehatan Anak


1 Neonatus KN Murni 90% 96%
2 Neonatus KN Lengkap 90% 95%
3 Neonatal Komplikasi yang ditangani 80% 64%
4 Cakupan kunjungan bayi (paripurna) 80% 93%
5 Cakupan anak balita (paripurna) 80% 57%
6 Cakupan anak pra sekolah (paripurna) 80% 71%
7 Pelayanan balita sakit 51%

Dari hasil pencapaian kegiatan ANC, ternyata cakupan K1 sudah sesuai dengan target yang
ditetapkan, K4 sudah sesuai dengan target yang ditetapkan sedangkan Deteksi Resiko Tinggi oleh
Masyarakat dan Bumil Risti/ Komplikasi yang ditangani belum sesuai dengan target.

Tidak tercapainya deteksi resiko tinggi oleh masyarakat adalah karena kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang resiko penyakit, oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan oleh tenaga
kesehatan. Sedangkan tidak tercapainya target Bumil Risti disebabkan karena jumlah tenaga
kesehatan yang belum mencukupi, persalinan masih dilakukan oleh dukun (fish bone, diagram
pohon masalah), oleh karena itu perlu ditindaklanjuti dengan melakukan penambahan tenaga
kesehatan, pembinaan dukun bayi dan membentuk kelas ibu hamil.

Dari hasil analisa komplikasi kebidanan yang ditangani sudah mencapai target yang telah
ditentukan. Persalinan oleh tenaga kesehatan dan pelayanan ibu nifas juga sudah mencapai target
yang telah ditentukan.

Pada analisa indikator kesehatan anak, cakupan Neonatus KN murni dan Neonatus KN lengkap
sudah mencapai target yang ditentukan. Sedangkan Neonatal komplikasi yang ditangani belum
mencapai target. Tidak tercapainya target ini disebabkan oleh standar pelayanan di puskesmas
yang belum cukup sehingga harus dilakukan rujukan.

Dari hasil analisa cakupan kunjungan bayi (paripurna) ternyata sudah mencapai target yang
ditentukan sedangkan cakupan balita (paripurna) dan cakupan anak pra sekolah (paripurna)
belum mencapai target. Tidak tercapainya target disebabkan oleh jumlah tenaga kesehatan yang
belum cukup sehingga perlu dilakukan penambahan tenaga.

KELUARGA BERENCANA
2015
No Program
Target Capaian
1 Akseptor Baru 10% - 15% 11%
2 KB Aktif <65% 65%
3 KB Aktif Dibina <70% 72%
4 Efek samping 10%
5 Kegagalan 0%
6 Komplikasi 0%
7 DO 33%
8 KB Pasca Salin 53%
9 KB Pusgakin 0%
10 KB 4T 41%
11 Penyakit Kronis 27%

Dari tabel hasil pencapaian kegiatan di atas dapat diketahui target akseptor baru KB sudah
mencapai target yang ditentukan, peserta KB aktif dan peserta KB aktif dibina juga sudah
mencapai target yang ditentukan. Sedangkan efek samping hanya 10%. Tidak ada kegagalan dan
komplikasi namun DO terlalu tinggi. Hal itu disebabkan oleh kurang profesionalnya kinerja
tenaga kesehatan, oleh karena itu perlu dilakukan analisa yang benar-benar teliti saat akan
memberikan DO.
Dari analisa KB Pasca salin, KB 4T, dan penyakit kronis capaiannya masih rendah, hal tersebut
disebabkan oleh pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang kurang, peran serta kader ppkbd
kurang. Oleh sebab itu perlu dilakukan sosialisasi oleh tenaga kesehatan dan koordinasi dengan
lintas program dan lintas sektor. KB Pusgakin tidak dilaksanakan karena tingkat ekonomi
masyarakat yang rendah, oleh karena itu perlu dilaksanakan sosialisasi tentang pentingnya KB
kepada masyarakat.

GIZI
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Trend capaian D/S 80% 69%
2 Trend capaian N/D 80% 78%
3 Trend cakupan BGM/D <5% 1%
4 ASI Ekslusif 80% 53%
5 Cakupan Fe 1 90% 100%
6 Cakupan Fe 3 90% 98%
7 Cakupan vitamin A bayi 80% 113%
8 Cakupan vitamin A balita 80% 95%
9 Cakupan vitamin A bufas 80% 94%

Pada tabel di atas dapat diketahui analisa capaian kegiatan program gizi yaitu trend capaian D/S
dan capaian N/D belum mencapai target, tidak tercapainya target dikarenakan tingkat partisipasi
masyarakat dalam penimbangan balita yaitu jumlah balita yang ditimbang dibagi dengan jumlah
balita yang ada di wilayah kerja posyandu sehingga perlu dilakukan penyuluhan kepada
masyarakat terutama posyandu. Sedangkan trend cakupan BGM/D sudah memenuhi target yang
ditentukan.

Dari hasil analisa cakupan pemberian ASI eksklusif ternyata belum mencapai target, tidak
tercapainya target disebabkan oleh persepsi masyarakat tentang susu formula lebih baik daripada
ASI padahal sebaliknya, ASI eksklusif lebih baik daripada susu formula.

Dari analisa di atas dapat diketahui pemberian tablet Fe dan vitamin A pada bayi, balita dan bufas
sudah memenuhi target yang ditentukan.

KESEHATAN LINGKUNGAN
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Sarana Air Minum 82% 89,86%
2 Jamban Sehat 73% 72,60%
3 Klinik Sanitasi 0% 25%
4 Tempat-tempat Umum 77% 87%
5 Tempat Pembuatan Makanan 77% 21,78%
6 STBM 12 desa 12 desa
7 Pestisida

Dari analisa tabel di atas dapat diketahui sarana air minum sudah mencapai target artinya
kebutuhan air bersih masyarakat sudah terpenuhi. Dari pemeriksaan jamban sehat ternyata belum
memenuhi target capaian, belum terpenuhinya target disebabkan oleh kurangnya pengetahuan
masyarakat, perilaku masyarakat yang masih suka BAB di sungai, masih banyak masyarakat
yang tidak memiliki septic tank. Masyarakat memiliki jamban yang bagus tetapi septic tank-nya
mengalir ke sungai, kurangnya dukungan lintas sektor. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi
jamban sehat kepada masyarakat.

Dari hasil cakupan klinik sanitasi tidak memenuhi target, hal itu dikarenakan pasien yang
berkunjung ke klinik sanitasi sangat sedikit.

Dari hasil analisa inspeksi tempat-tempat umum dapat diketahui sudah mencapai target yang
telah ditentukan. Sedangkan capaian pada inspeksi tempat pembuatan makanan belum mencapai
target yang ditentukan, belum tercapainya target disebabkan oleh semakin banyaknya tempat-
tempat pembuatan makanan terutama pedagang kaki lima dan kurangnya tenaga SDM. Oleh
karena itu, perlu dilakukan sosialisasi dan pemeriksaan setiap bulan pada satu desa.

Dari hasil capaian STBM yaitu semua desa melaksanakan STBM

PROGRAM P2
Analisa
No Program
Target Capaian
1 ISPA 100% 193%
2 DIARE 100% 135%
3 11 orang
TB 32 orang
(34,37%)
4 KUSTA 100% 100%
5 SURVEILANS 100% 100%
6 DBD 100% 100%
7 KESEHATAN HAJI 38 orang 38 orang

Dari analisa capaian program di atas ISPA dan diare telah mencapai target yang telah ditentukan,
sedangkan TB belum mencapai target. Tidak tercapainya target disebabkan oleh kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang TB Paru, rendahnya kesadaran masyarakat untuk periksa dahak,
kurangnya peran pemerintah desa yang mendukung program higiene sanitasi. Oleh sebab itu
perlu dilakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan dan koordinasi dengan lintas program dan
lintas sektor.
Pada analisa program kusta, DBD, surveilans dan kesehatan haji sudah mencapai target yang
telah ditentukan.

IMUNISASI
Analisa
Program
Target Capaian
Imunisasi dasar lengkap 91% 96%

Dari hasil analisa imunisasi dasar lengkap dapat diketahui bahwa telah mencapai target yang
ditentukan.

UKS
Analisa
Program
Target Capaian
Penjaringan SD 100% 100%
Penjaringan SLTA 90% 90%

Dari analisa di atas penjaringan SD dan SLTA telah mencapai target yang ditentukan

LANSIA
Analisa
Program
Target Capaian
a. Pra Lansia 65% 64%
b. Lansia 65% 68,15%

Dari analisa di atas program Pra lansia belum mencapai target yang ditentukan, hal tersebut
disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang kurang, jumlah kader posyandu lansia yang kurang
sehingga perlu dilakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan. Sedangkan capaian program lansia
sudah memenuhi target yang ditentukan.

IMS
Analisa
Program
Target Capaian
IMS 99,7 0,3
Dari analisa di atas dapat diketahui bahwa capaian IMS belum memenuhi target, hal itu
disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang keluhan penyakit IMS, kurangnya
informasi dan sarana IMS, dan kurangnya peran dukungan lintas program dan lintas sektor. Oleh
karena itu perlu dilakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan, menambah sarana penyuluhan dan
koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor.

HIV/ AIDS
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Cakupan ARV yang kurang 5 5
2 Cakupan PMTCT yang masih
773 772
rendah pada IBU hamil

Pada analisa di atas dapat diketahui capaian program HIV/AIDS pada cakupan ARV yang kurang
sudah memenuhi target yang ditentukan. Sedangkan cakupan PMTCT pada ibu hamil hampir
memenuhi target, hal tersebut disebabkan oleh kurangnya pemahaman bumi tentang pentingnya
PMTCT pada kehamilannya. Oleh sebab itu perlu dilakukan sosiaslisasi tentang HIV/AIDS
kepada masyarakat, memberikan informasi pentingnya PMTCT pada saat pemeriksaan ANC.
PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KANDANGAN
Jl. Malang No. 109. Kandangan  :(0354) 326230
:pkmkandangan@gmail.com
KEDIRI

ANALISIS CAPAIAN KINERJA UKM TAHUN 2014

Analisa
No Program
Target Capaian
1 Rumah Tangga PHBS 70% 24 %
2 Posyandu Balita 100% 87.3%
Strata Pratama -
Strata Madya 6 Pos (96,7%)
Strata purnama 56 Pos (91,33%)
Strata Mandiri 0%
3 Posyandu Lansia
Strata Pratama -
Strata Madya -
Strata Purnama 9 Pos (100%)
Strata Mandiri -
4 Desa Siaga (12 desa) 40% 12 desa
Belum aktif -
Aktif Pratama 12 desa (100%)
Aktif Madya -
Aktif Purnama -
Aktif Mandiri -
5 Kemitraan dengan 50% 9%
Organisasi masyarakat
6 Poskestren 25% 0%
7 Saka Bakti Husada 30% 0%

Dari hasil pencapaian kegiatan Promkes dapat diketahui cakupan program rumah tangga PHBS
belum mencapai target yang ditentukan, tidak tercapainya target disebakan oleh petugas kurang
aktif, tingkat pengetahuan mengenai kesehatan khususnya PHBS, dan jumlah kader PHBS yang
kurang oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan kesehatan. Sedangkan untuk posyandu balita
hampir memenuhi target capaian yang telah ditentukan.
Dari kegiatan posyandu lansia sudah memenuhi target capaian dan dilakukan setiap bulan.
Pelaksanaan desa siaga terdiri atas 12 desa dan semua desa melaksanakan desa siaga sehingga
dapat mencapai target yang ditentukan.
Pada kemitraan dengan organisasi masih belum mencapai target yang ditentukan, hal tersebut
disebabkan oleh kurangnya komunikasi dengan masyarakat, kesadaran berorganisasi kurang,
aparat desa kurang peduli terhadap kegiatan, kurangnya koordinasi dengan lintas sektor belum
maksimal sehingga perlu dilakukan pertemuan lintas sektor dan melakukan sosialisasi tentang
program. Sedangkan untuk Poskestren dan Saka Bhakti Husada tidak mencapai target karena
belum dibentuk, oleh sebab itu perlu dilakukan penyuluhan tentang program dan manfaatnya.

KIA
Analisa
NO Program
Target Capaian
1 K1 Ibu Hamil 95% 95%
2 K4 Ibu Hamil 90% 93%
3 Deteksi Resiko Tinggi Oleh Masyarakat 20% 29%
4 Bumil Risti/ Kompikasi yang ditangani 80% 121%
5 Komplikasi Kebidanan yang ditangani 80% 115%
6 Persalinan oleh Nakes 85% 88%
7 Persalinan Nakes di Fasilitas Kesehatan 85% 88%
8 Pelayanan Ibu Nifas 80% 87%

Indikator Kesehatan Anak


1 Neonatus KN Murni 80% 94%
2 Neonatus KN Lengkap 80% 91%
3 Neonatal Komplikasi yang ditangani 20% 80%
4 Cakupan kunjungan bayi (paripurna) 80% 85%
5 Cakupan anak balita (paripurna) 80% 54%
6 Cakupan anak pra sekolah (paripurna) 80% 65%
7 Pelayanan balita sakit 63%

Dari hasil pencapaian kegiatan ANC, ternyata cakupan K1, K4 Deteksi resiko tinggi ibu hamil,
bumil risti/ komplikasi yang ditangani, komplikasi kebidanan yang ditangani, persalinan oleh
nakes dan pelayanan ibu nifas sudah memenuhi target yang ditentukan.

Dari hasil analisa indikator kesehatan anak dapat diketahui bahwa pelayanan neonatus KB murni,
neonatus KN lengkap, neonatal komplikasi, cakupan kunjungan bayi, dan cakupan anak balita
telah memenuhi target yang ditentukan. Sedangkan cakupan anak pra sekolah dna pelayanan
balita sakit masih belum mencapai target yang ditentukan, hal tersebut disebabkan oleh
kurangnya tenaga kesehatan, kurangnya pengetahuan orang tua dan keluarga, oleh sebab itu perlu
dilakukan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat.

KELUARGA BERENCANA
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Akseptor Baru 10% - 15% 17%
2 KB Aktif <65% 80%
3 KB Aktif Dibina <70% 64%
4 Efek samping 5%
5 Kegagalan 0%
6 Komplikasi 0%
7 DO 2%
8 KB Pasca Salin 52%
9 KB Pusgakin 0%
10 KB 4T 32%
11 Penyakit Kronis 96%

Dari tabel hasil pencapaian kegiatan di atas dapat diketahui target akseptor baru KB sudah
mencapai target yang ditentukan, peserta KB aktif dan peserta KB aktif dibina juga sudah
mencapai target yang ditentukan. Sedangkan efek samping hanya 5%. Tidak ada kegagalan dan
komplikasi tetapi ada DO, oleh karena itu perlu dilakukan analisa yang benar-benar teliti saat
akan memberikan DO.
Dari analisa KB Pasca salin dan KB 4T, capaiannya masih rendah, hal tersebut disebabkan oleh
pengetahuan dan kesadaran masyarakat yang kurang, peran serta kader ppkbd kurang. Oleh sebab
itu perlu dilakukan sosialisasi oleh tenaga kesehatan dan koordinasi dengan lintas program dan
lintas sektor. KB Pusgakin tidak dilaksanakan karena tingkat ekonomi masyarakat yang rendah,
oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi tentang pentingnya KB. Sedangkan Penyakit kronis
sudah mencapai target yang ditentukan.

GIZI
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Trend capaian D/S 80% 59%
2 Trend capaian N/D 80% 75%
3 Trend cakupan BGM/D <5% 1%
4 ASI Ekslusif 80% 18%
5 Cakupan Fe 1 90% 85%
6 Cakupan Fe 3 90% 84%
7 Cakupan vitamin A bayi 80% 95%
8 Cakupan vitamin A balita 80% 95%
9 Cakupan vitamin A bufas 80% 81%

Pada tabel di atas dapat diketahui analisa capaian kegiatan program gizi yaitu trend capaian D/S
dan capaian N/D belum mencapai target, tidak tercapainya target dikarenakan tingkat partisipasi
masyarakat dalam penimbangan balita yaitu jumlah balita yang ditimbang dibagi dengan jumlah
balita yang ada di wilayah kerja posyandu sehingga perlu dilakukan penyuluhan kepada
masyarakat terutama posyandu. Sedangkan trend cakupan BGM/D sudah memenuhi target yang
ditentukan.

Dari hasil analisa cakupan pemberian ASI eksklusif ternyata belum mencapai target, tidak
tercapainya target disebabkan oleh persepsi masyarakat tentang susu formula lebih baik daripada
ASI padahal sebaliknya, ASI eksklusif lebih baik daripada susu formula.

Dari analisa di atas dapat diketahui pemberian tablet Fe dan vitamin A pada bayi, balita dan bufas
sudah memenuhi target yang ditentukan.

KESEHATAN LINGKUNGAN
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Sarana Air Minum 80% 79,20%
2 Jamban Sehat 70% 37%
3 Klinik Sanitasi 0% 0%
4 Tempat-tempat Umum 75% 100%
5 Tempat Pembuatan Makanan 73% 61,54%
6 STBM 12 desa 12 desa
7 Pestisida

Dari analisa tabel di atas dapat diketahui sarana air minum sudah mencapai target artinya
kebutuhan air bersih masyarakat sudah terpenuhi. Dari pemeriksaan jamban sehat ternyata belum
memenuhi target capaian, belum terpenuhinya target disebabkan oleh kurangnya pengetahuan
masyarakat, perilaku masyarakat yang masih suka BAB di sungai, masih banyak masyarakat
yang tidak memiliki septic tank. Masyarakat memiliki jamban yang bagus tetapi septic tank-nya
mengalir ke sungai, kurangnya dukungan lintas sektor. Oleh karena itu perlu dilakukan sosialisasi
jamban sehat kepada masyarakat.
Dari hasil cakupan klinik sanitasi tidak memenuhi target, hal itu dikarenakan pasien yang
berkunjung ke klinik sanitasi tidak ada. Oleh karena itu, perlu dilakukan penyuluhan agar
masyarakat sadar akan pentingnya klinik sanitasi.

Dari hasil analisa inspeksi tempat-tempat umum dapat diketahui sudah mencapai target yang
telah ditentukan. Sedangkan capaian pada inspeksi tempat pembuatan makanan belum mencapai
target yang ditentukan, belum tercapainya target disebabkan oleh semakin banyaknya tempat-
tempat pembuatan makanan terutama pedagang kaki lima dan kurangnya tenaga SDM. Oleh
karena itu, perlu dilakukan sosialisasi dan pemeriksaan setiap bulan pada satu desa.

Dari hasil capaian STBM yaitu semua desa melaksanakan STBM

PROGRAM P2
Analisa
No Program
Target Capaian
1 ISPA 100% 98%
2 DIARE 100% 95%
3 TB 32 orang 9 orang (28,12%)
4 KUSTA 100% 100%
5 SURVEILANS 100% 100%
6 DBD 100% 100%
7 KESEHATAN HAJI 20 orang 20 orang

Dari analisa capaian program di atas ISPA dan diare belum mencapai target yang telah
ditentukan, hal itu disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang ISPA, oleh sebab
itu perlu dilakukan sosialisasi tentang ISPA. Pada analisa TB belum mencapai target. Tidak
tercapainya target disebabkan oleh kurangnya pengetahuan masyarakat tentang TB Paru,
rendahnya kesadaran masyarakat untuk periksa dahak, kurangnya peran pemerintah desa yang
mendukung program higiene sanitasi. Oleh sebab itu perlu dilakukan penyuluhan oleh tenaga
kesehatan dan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor.
Pada analisa program kusta, DBD, surveilans dan kesehatan haji sudah mencapai target yang
telah ditentukan.

IMUNISASI
Analisa
Program
Target Capaian
Imunisasi dasar lengkap 90% 99%

Dari hasil analisa imunisasi dasar lengkap dapat diketahui bahwa telah mencapai target yang
ditentukan.
UKS
Analisa
Program
Target Capaian
Penjaringan SD 100% 100%
Penjaringan SLTA 80% 0%

Dari analisa di atas penjaringan SD sudah mencapai target yang ditentukan. Sedangkan SLTA
tidak dilakukan karena dana kegiatan rendah.

LANSIA
Analisa
Program
Target Capaian
a. Pra Lansia 65% 63%
b. Lansia 65% 79,90%

Dari analisa di atas program Pra lansia belum mencapai target yang ditentukan, hal tersebut
disebabkan oleh kesadaran masyarakat yang kurang, jumlah kader posyandu lansia yang kurang
sehingga perlu dilakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan. Sedangkan capaian program lansia
sudah memenuhi target yang ditentukan.

IMS
Analisa
Program
Target Capaian
IMS 100 99,7

Dari analisa di atas dapat diketahui bahwa capaian IMS hampir memenuhi target, hal itu
disebabkan oleh kurangnya informasi dan sarana IMS, dan kurangnya peran dukungan lintas
program dan lintas sektor. Oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan,
menambah sarana penyuluhan dan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor.

HIV/ AIDS
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Cakupan ARV yang kurang 6 5
2 Cakupan PMTCT yang masih
841 840
rendah pada IBU hamil
Pada analisa di atas dapat diketahui capaian program HIV/AIDS pada cakupan ARV yang kurang
sudah memenuhi target yang ditentukan. Sedangkan cakupan PMTCT pada ibu hamil hampir
memenuhi target, hal tersebut disebabkan oleh kurangnya pemahaman bumi tentang pentingnya
PMTCT pada kehamilannya. Oleh sebab itu perlu dilakukan sosiaslisasi tentang HIV/AIDS
kepada masyarakat, memberikan informasi pentingnya PMTCT pada saat pemeriksaan ANC.
PEMERINTAH KABUPATEN KEDIRI
DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS KANDANGAN
Jl. Malang No. 109. Kandangan  :(0354) 326230
:pkmkandangan@gmail.com
KEDIRI

ANALISIS CAPAIAN KINERJA UKM TAHUN 2013

Analisa
No Program
Target Capaian
1 Rumah Tangga PHBS 65% 52%
2 Posyandu Balita 60% 62 Pos
Strata Pratama -
Strata Madya 58 Pos (93,55%)
Strata purnama 4 Pos (6,45%)
Strata Mandiri 0,00%
3 Posyandu Lansia 9 Pos (100%)
Strata Pratama -
Strata Madya -
Strata Purnama -
Strata Mandiri -
4 Desa Siaga (12 desa) 35% 12 desa
Belum aktif 4 desa (33,33%)
Aktif Pratama 2 desa (16,67%)
Aktif Madya 2 desa (16,67%)
Aktif Purnama -
Aktif Mandiri -
5 Kemitraan dengan
Organisasi masyarakat
6 Poskestren 20% 0%
7 Saka Bakti Husada 25% 0%

Dari hasil pencapaian kegiatan Promkes dapat diketahui cakupan program rumah tangga PHBS
belum mencapai target yang ditentukan, tidak tercapainya target disebakan oleh petugas kurang
aktif, tingkat pengetahuan mengenai kesehatan khususnya PHBS, dan jumlah kader PHBS yang
kurang oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan kesehatan. Sedangkan untuk posyandu balita
sudah memenuhi target capaian yang telah ditentukan.
Dari kegiatan posyandu lansia sudah memenuhi target capaian dan dilakukan setiap bulan.
Pelaksanaan desa siaga terdiri atas 12 desa dan semua desa melaksanakan desa siaga sehingga
dapat mencapai target yang ditentukan.
Pada kemitraan dengan organisasi masih belum dilakukan, hal tersebut disebabkan oleh
kurangnya komunikasi dengan masyarakat, kesadaran berorganisasi kurang, aparat desa kurang
peduli terhadap kegiatan, kurangnya koordinasi dengan lintas sektor belum maksimal sehingga
perlu dilakukan pertemuan lintas sektor dan melakukan sosialisasi tentang program. Sedangkan
untuk Poskestren dan Saka Bhakti Husada tidak mencapai target karena belum dibentuk, oleh
sebab itu perlu dilakukan penyuluhan tentang program dan manfaatnya.

KIA
Analisa
NO Program
Target Capaian
1 K1 Ibu Hamil 90% 95%
2 K4 Ibu Hamil 85% 93%
3 Deteksi Resiko Tinggi Oleh Masyarakat 20% 28%
4 Bumil Risti/ Kompikasi yang ditangani 80% 91%
5 Komplikasi Kebidanan yang ditangani 80% 100%
6 Persalinan oleh Nakes 80% 85%
7 Persalinan Nakes di Fasilitas Kesehatan 80% 85%
8 Pelayanan Ibu Nifas 80% 83%

Indikator Kesehatan Anak


1 Neonatus KN Murni 80% 90%
2 Neonatus KN Lengkap 80% 89%
3 Neonatal Komplikasi yang ditangani 20% 80%
4 Cakupan kunjungan bayi (paripurna) 80% 86%
5 Cakupan anak balita (paripurna) 80% 61%
6 Cakupan anak pra sekolah (paripurna) 80% 63%
7 Pelayanan balita sakit 32%

Dari hasil pencapaian kegiatan ANC, ternyata cakupan K1 Ibu hamil, K4 ibu hamil, deteksi
resiko tinggi oleh masyarakat, bumil risti/ komplikasi yang ditangani, persalinan oleh nakes dan
pelayanan ibu nifas sudah mencapai target yang ditentukan.
Pada analisa indikator kesehatan anak dapat diketahui bahwa cakupan neonatus KN murni,
neonatus KN lengkap sudah mencapai target yang ditentukan. Untuk cakupan komplikasi yang
ditangani dan cakupan kunjungan bayi juga sudah memenuhi target yang ditentukan.
Sedangkan untuk cakupan anak balita, anak pra sekolah dan pelayanan balita sakit tidak
mencapai target yang ditentukan. Penyebab tidak tercapainya target dikarenakan oleh kehadiran
sasaran posyandu yang kurang, kurangnya tenaga kesehatan, sosialisasi dan penyuluhan petugas
kurang. Oleh sebab itu perlu dilakukan penambahan tenaga dan penyuluhan kesehatan kepada
msayarakat.

KELUARGA BERENCANA
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Akseptor Baru 10% - 15%
2 KB Aktif <65%
3 KB Aktif Dibina <70%
4 Efek samping
5 Kegagalan
6 Komplikasi
7 DO
8 KB Pasca Salin
9 KB Pusgakin
10 KB 4T
11 Penyakit Kronis

??????????????????

GIZI
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Trend capaian D/S 80% 60%
2 Trend capaian N/D 80% 76%
3 Trend cakupan BGM/D <5% 1%
4 ASI Ekslusif 80% 24%
5 Cakupan Fe 1 90% 88%
6 Cakupan Fe 3 90% 86%
7 Cakupan vitamin A bayi 80% 86%
8 Cakupan vitamin A balita 80% 96%
9 Cakupan vitamin A bufas 80% 79%

Pada tabel di atas dapat diketahui analisa capaian kegiatan program gizi yaitu trend capaian D/S
dan capaian N/D belum mencapai target, tidak tercapainya target dikarenakan tingkat partisipasi
masyarakat dalam penimbangan balita yaitu jumlah balita yang ditimbang dibagi dengan jumlah
balita yang ada di wilayah kerja posyandu sehingga perlu dilakukan penyuluhan kepada
masyarakat terutama posyandu. Sedangkan trend cakupan BGM/D sudah memenuhi target yang
ditentukan.

Dari hasil analisa cakupan pemberian ASI eksklusif ternyata belum mencapai target, tidak
tercapainya target disebabkan oleh persepsi masyarakat tentang susu formula lebih baik daripada
ASI padahal sebaliknya, ASI eksklusif lebih baik daripada susu formula.

Dari analisa di atas dapat diketahui pemberian tablet Fe dan vitamin A pada bayi, balita dan bufas
sudah memenuhi target yang ditentukan.

KESEHATAN LINGKUNGAN
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Sarana Air Minum 77% 488,6%
2 Jamban Sehat 68% 73,60%
3 Klinik Sanitasi 0% 0%
4 Tempat-tempat Umum 73% 76,92%
5 Tempat Pembuatan Makanan 70% 77%
6 STBM 12 desa 12 desa
7 Pestisida

Dari analisa tabel di atas dapat diketahui sarana air minum sudah mencapai target artinya
kebutuhan air bersih masyarakat sudah terpenuhi. Dari pemeriksaan jamban sehat ternyata juga
sudah memenuhi target yang ditentukan.

Dari hasil cakupan klinik sanitasi tidak memenuhi target, hal itu disebabkan oleh kurangnya
tenaga kesehatan sehingga klinik sanitasi tidak dijalankan. Oleh sebab itu diperlukan
penambahan tenaga.

Dari hasil analisa inspeksi tempat-tempat umum dan tempat pembuatan makanan sudah mencapai
target yang ditentukan. Begitu pula hasil capaian STBM yaitu semua desa melaksanakan STBM.

PROGRAM P2
Analisa
No Program
Target Capaian
1 ISPA 100% 104%
2 DIARE 100% 94%
3 TB 34 orang 11 orang (32,35%)
4 KUSTA 100% 100%
5 SURVEILANS 100% 100%
6 DBD 100% 100%
7 KESEHATAN HAJI 20 orang 20 orang

Dari analisa capaian program di atas ISPA sudah mencapai target yang ditentukan. Sedangkan
diare belum mencapai target yang ditentukan. Tidak tercapainya target diare disebabkan oleh
kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya kebersihan, kebiasaan hidup yang kurang
sehat. Oleh sebab itu perlu dilakukan penyuluhan kesehatan. Pada TB paru hasil capaian masih
belum mencapai target yang ditentukan. Tidak tercapainya target TB Paru disebabkan oleh
kurangnya pengetahuan masyarakat tentang TB paru, rendahnya kesadaran masyarakat untuk
periksa dahak, dan kurangnya peran dan program pemerintah desa yang mendukung program
higiene sanitasi. Oleh sebab itu perlu dilakukan sosialisasi tentang kesehatan oleh tenaga
kesehatan.

IMUNISASI
Analisa
Program
Target Capaian
Imunisasi dasar lengkap 90% 89%

Dari hasil analisa imunisasi dasar lengkap dapat diketahui bahwa belum mencapai target yang
ditentukan. Tidak tercapainya target imunisasi dasar lengkap disebabkan oleh kurangnya
pengetahuan masyarakat tentang pentingnya imunisasi bagi balita. Oleh sebab itu perlu dilakukan
penyuluhan oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat.

UKS
Analisa
Program
Target Capaian
Penjaringan SD 100% 100%
Penjaringan SLTA 80% 100%

Dari analisa di atas penjaringan SD dan SLTA sudah mencapai target yang ditentukan.

LANSIA
Analisa
Program
Target Capaian
a. Pra Lansia 60% 97,60%
b. Lansia 157,77%

Dari analisa di atas program Pra lansia dan lansia sudah mencapai target yang ditentukan.
IMS
Analisa
Program
Target Capaian
IMS 100 99,7

Dari analisa di atas dapat diketahui bahwa capaian IMS hampir memenuhi target, hal itu
disebabkan oleh kurangnya informasi dan sarana IMS, dan kurangnya peran dukungan lintas
program dan lintas sektor. Oleh karena itu perlu dilakukan penyuluhan oleh tenaga kesehatan,
menambah sarana penyuluhan dan koordinasi dengan lintas program dan lintas sektor.

HIV/ AIDS
Analisa
No Program
Target Capaian
1 Cakupan ARV yang kurang 2 2
2 Cakupan PMTCT yang masih
914 914
rendah pada IBU hamil

Pada analisa di atas dapat diketahui capaian program HIV/AIDS pada cakupan ARV dan cakupa
PMTCT pada ibu hamil sudah memenuhi target yang ditentukan.

Anda mungkin juga menyukai