Anda di halaman 1dari 19

TUGAS STRUKTUR BAJA 1 1

Bangunan gedung dengan struktur atap dibuat dengan struktur rangka baja. Bentang struktur
bangunan, beban gravitasi, beban angin dan mutu bahan, dijelaskan pada data teknis berikut.

DATA TEKNIS
Tipe Rangka : Tipe 3
Panjang Bentang Rangka (B) : 16 m
Jarak Antar Kuda – kuda (L) : 5m
Sudut kemiringan rangka (α) : 23°
Mutu Baja : BJ41, Fy=2400 kg/cm2, Fu=4100 kg/cm2
Penutup Atap : Genteng beton
Sambungan : Las
Profil Rangka yang dipakai : Double Siku
Profil Gording : Light Lip Channel

``

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 2

BAB I
PERENCANAAN GORDING

1. DATA
Mutu baja : BJ41, Fy = 250 MPa
Jarak antar kuda – kuda (L) : 5m
Jarak antar Gording (B) : 1m
Kemiringan atap (α) : 23°
Profil Gording yang dipakai : C.150.75.20.4,5
Data gording dari Tabel : q = 11 kg/m
Ix = 4890000 mm4
Iy = 992000 mm4
Zx = 65200 mm3
Zy = 19800 mm3

Gambar 1.1 Penampang Gording

Gambar 1.1 Penampang Gording

2. PERHITUNGAN PEMBEBANAN
a. Data Pembebanan
- Beban Mati (DL)
2
Beban Genteng Jenis Beton 70 kg/m
Beban penutup atap genteng Beton = 70 kg/m
Berat sendiri Gording = 11 kg/m
q = 81 kg/m

- Beban Hidup (La)


Beban hidup terpusat sebesar p = 100 kg

- Beban Angin (Wind)


Besar beban tekanan angin
=
diperhitungkan sebesar 25 kg/m2
Koefisien angin tekan = 0.02 (α) - 0.4 = 0.06

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 3

Koefisien angin isap = - 0.4

Tekanan angin tekan W tekan = 1.5 kg/m


W hisap = 10 kg/m

3. MENCARI MOMEN YANG BEKERJA PADA GORDING


a. Akibat Beban Mati

Gambar 1.2 Pembebanan pada Groding akibat beban mati

q = 81 kg/m
qx = q x cos α = 74.5608931 kg/m
qy = q x sin α = 31.6492214 kg/m

Mx = 1/8 . qx . L2 = 233.00 kgm


My = 1/8 . qy . 1/2L2 = 24.73 kgm

b. Akibat Beban Hidup

Gambar 1.2 Pembebanan pada Groding


akibat beban hidup

P = 100 kg
Px = P.cos α = 92.05 kg/m
Py = P.sin α = 39.07 kg/m

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 4

Mx = 1/4 . Px . L = 115.06 kgm


My = 1/4 . Py . 0.5L = 24.42 kgm

c. Akibat Beban Angin


W tekan = = 1.5 kg/m
2
Wx = 1/8 . Wtekan . L = 4.6875 kgm
Catatan : Hanya tekanan angin tekan yang diperhitungkan

4. KOMBINASI PEMBEBANAN
Tabel 1.1 Kombinasi Pembebanan pada Gording
Kombinasi Pembebanan Arah X (kg.m) Arah Y (kg.m)
1 U = 1.4D 326.204 34.616
2 U = 1.2D + 0.5La 337.135 41.881
3 U = 1.2D + 1.6La 463.704 68.744
U = 1.2D + 1.6La + 0.8W 467.454 68.744
4 U = 1.2D + 1.3W + 0.5La 343.229 41.881
215.796 22.253
5 U = 0.9D ± 1.3W
203.609 22.253

Jadi, besar momen yang menentukan adalah :


Mx = 467.454 kg.m = 4674543.199 N.mm
My = 68.744 kg.m = 687442.579 N.mm

5. MENGHITUNG KAPASITAS PENAMPANG


Asumsi penampang kompak
Mnx = Zx . fy = 16300000 N.mm
Mny = Zy . fy = 4950000 N.mm

Untuk mengantisipasi puntir, maka besar momen y dapat dibagi 2 sehingga :


M ux M uy

 .M nx  .M ny / 2
Jika ф = 0.9
4674543.199 687442.579
  0.6273  1 OK
0.9  16300000 0.9  4950000 / 2

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 5

BAB II
PERENCANAAN RANGKA ATAP

1. DATA STRUKTUR
Jarak antar kuda – kuda (L) : 5m
Jarak antar Gording (B) : 1m
Kemiringan atap (α) : 23°

TAMPAK DEPAN RANGKA ATAP MODEL 3

Gambar 2.1 Rangka atap rencana

2. PERHITUNGAN PEMBEBANAN
a. Beban Mati (qDL)
Beban Penutup atap genteng beton sebesar (W) = 70 kg/m2
Beban penutup plafon diperhitungkan sebesar (P) = 18 kg/m2
=
Berat penutup atap genteng beton (B x L x W) = 350 kg
Berat sendiri gording (L x q) = 55 kg
405 kg

b. Beban Plafon = 0.93 x P x L = 0.93 x 18 x 5 = 83.7 kg


c. Beban Hidup
Pada atap gedung, yang dapat dicapai dan dibebani oleh orang, harus diambil minimum
sebesar 100 kg/m2 bidang datar.
d. Beban Angin (Wind)
Beban angin diperhitungkan sebesar (w) = 25 kg/m2
Koefisien angin tekan = 0.02 (α) - 0.4 = 0.06
Koefisien angin isap = - 0.4

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 6

Tekanan angin tekan 0.06 x B x L x w = 7.5 kg


Tekanan angin hisap 0.4 x B x L x w = 50 kg

3. PERENCANAAN BATANG TARIK


Nu  t.Fy.2. Ag

Nn  t  Fu  2  Ae
Pada perencanaan batang tarik, batang - batang yang ditinjau sesuai pada gambar 2.1 berikut.

TAMPAK DEPAN RANGKA ATAP MODEL 3

Gambar 2.1 Batang yang ditinjau untuk analisa batang tarik

a. Perencanaan Batang Tarik Pada Detail 1

Gambar 2.2 Detail 1 batang tarik pada P35

Tabel 2.1 Hasil Perhitungan Batang Tarik pada P35


Ae = Øt
No. Jumlah Ag
Pu (kg) Profil 0.85xAg Nu (kg) Nn (kg)
Batang Profil (cm2) Nu Nn
(cm2)
P35 6276.97 L.40.40.4 2 3.08 2.618 0.9 0.75 13860 16100.7
Diambil yang terkecil 13860
RASIO 0.45 < 1 OK

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 7

Penampang Siku Ganda L.40.40.4 kuat

b. Perencanaan Batang Tarik Pada Detail 2

Gambar 2.3 Detail 2 batang tarik pada P69

Tabel 2.2 Hasil Perhitungan Batang Tarik pada P69


Ae = Øt
No. Jumlah Ag
Pu (kg) Profil 0.85xAg Nu (kg) Nn (kg)
Batang Profil (cm2) Nu Nn
(cm2)
P69 1829.39 L.40.40.4 2 3.08 2.618 0.9 0.75 13860 16100.7
Diambil yang terkecil 13860
RASIO 0.13 < 1 OK
Penampang Siku Ganda L.40.40.4 kuat

4. PERENCANAAN BATANG TEKAN


Pada perencanaan batang tarik, batang - batang yang ditinjau sesuai pada gambar 2.4 berikut.

y1 Y y1

X1 X

10
ax

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 8

Gambar 2.4 Detail 1 batang tarik pada P17, P64 dan P65

y1 Y y1

X1 X

10
ax

Gambar 2.5 Detail 2 batang tarik pada P34 dan P70

a. Penampang menekuk terhadap sumbu bahan Sb (X-X)


Tabel 2.3 Hasil analisa penampang menekuk terhadap Sb X-X pada detail 1

No. Btg Profil k L (cm) k.L Ix1 (cm4) A (cm2) ay (berimpit) Ix (cm4) rx (cm) λx

P65 2L.50.50.5 1 92.75 92.75 11 4.8 0 22 1.51 61.27


P17 2L.40.40.4 1 105.88 105.88 4.48 3.08 0 8.96 1.21 87.79
P64 2L.40.40.4 1 92.75 92.75 4.48 3.08 0 8.96 1.21 76.90

Tabel 2.4 Hasil analisa penampang menekuk terhadap Sb X-X pada detail 2
No. Btg Profil k L (cm) k.L Ix1 (cm4) A (cm2) ay (berimpit) Ix (cm4) rx (cm) λx

P34 2L.40.40.4 1 92.75 92.75 4.48 3.08 0 8.96 1.21 76.90


P70 2L.40.40.4 1 105.88 105.88 4.48 3.08 0 8.96 1.21 87.79

b. Penampang menekuk terhadap sumbu bahan Sb (Y-Y)


 Seluruh Penampang
Tabel 2.5 Hasil analisa penampang menekuk terhadap Sb Y-Y pada detail 1
No. Btg Profil k L (cm) k.L Iy1 (cm4) A (cm2) ax Ix (cm4) ry (cm) λy
P65 2L.50.50.5 1 92.75 92.75 11 4.8 1.9 56.66 2.43 38.18
P17 2L.40.40.4 1 105.88 105.88 4.48 3.08 1.62 25.13 2.02 52.43
P64 2L.40.40.4 1 92.75 92.75 4.48 3.08 1.62 25.13 2.02 45.92

Tabel 2.6 Hasil analisa penampang menekuk terhadap Sb Y-Y pada detail 2
No. Btg Profil k L (cm) k.L Iy1 (cm4) A (cm2) ax Ix (cm4) ry (cm) λy
P34 2L.40.40.4 1 92.75 92.75 4.48 3.08 1.62 25.13 2.02 45.92
P70 2L.40.40.4 1 105.88 105.88 4.48 3.08 1.62 25.13 2.02 52.43

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 9

 Satu Penampang
Tabel 2.7 Kelangsingan (λ1) pada detail 1
No. Btg Profil Lk1 (cm) λ1
P65 2L.50.50.5 46.37 47.32
P17 2L.40.40.4 52.94 67.87
P64 2L.40.40.4 46.37 59.45

Tabel 2.8 Kelangsingan (λ1) pada detail 2


No. Btg Profil Lk1 (cm) λ1
P34 2L.40.40.4 46.37 59.45
P70 2L.40.40.4 52.94 67.87

c. Kelangsingan Sumbu Bebas Bahan

m
yi  y 2   y1
2

2
Tabel 2.9 Kelangsingan Sumbu Bebas Bahan pada detail 1
No. Btg Profil m λy λ1 λyi
P65 2L.50.50.5 2 38.18 47.32 60.80
P17 2L.40.40.4 2 52.43 67.87 85.76
P64 2L.40.40.4 2 45.92 59.45 75.12

Tabel 2.9 Kelangsingan Sumbu Bebas Bahan pada detail 2


No. Btg Profil m λy λ1 λyi
P34 2L.40.40.4 2 45.92 59.45 75.12
P70 2L.40.40.4 2 52.43 67.87 85.76

d. Kelangsingan Kritis (λc)


Kelangsingan kritis terjadi pada sumbu x

kL Fy
c  
 r E
Tabel 2.10 Kelangsingan Kritis (λc) pada detail 1
No. Btg Profil k.L r λc
P65 2L.50.50.5 92.75 1.51 0.024
P17 2L.40.40.4 105.88 1.21 0.035
P64 2L.40.40.4 92.75 1.21 0.031

Tabel 2.11 Kelangsingan Kritis (λc) pada detail 2


No. Btg Profil k.L r λc
P34 2L.40.40.4 92.75 1.21 0.031

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 10

P70 2L.40.40.4 105.88 1.21 0.035

c  0.25    1.0
1.43
0.25  c  1.2   
1.6  0.67c

c  1.2    1.25c 2

e. Kuat Tekan Rencana (Nu)


Tabel 2.11 Kuat tekan rencana (Nu) dan Rasio kapasitas pada detail 1
No. Btg Profil ω Ag (cm2) Nn (kg) Nu (kg) Pu (kg) Rasio Ket Status
P65 2L.50.50.5 1 9.6 24000 20400 9953.8 0.49 < 1.0 OK
P17 2L.40.40.4 1 6.16 15400 13090 4202.11 0.32 < 1.0 OK
P64 2L.40.40.4 1 6.16 15400 13090 4974.1 0.38 < 1.0 OK

Tabel 2.11 Kuat tekan rencana (Nu) dan Rasio kapasitas pada detail 2
No. Btg Profil ω Ag (cm2) Nn (kg) Nu (kg) Pu (kg) Rasio Ket Status
P34 2L.40.40.4 1 6.16 15400 13090 6509.35 0.50 < 1.0 OK
P70 2L.40.40.4 1 6.16 15400 13090 3691.78 0.28 < 1.0 OK

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 11

BAB III
PERENCANAAN SAMBUNGAN LAS

1. DATA PERENCANAAN
Las yang dipakai yaitu las sudut (fillet) dengan data – data sebagai berikut.
Tebal las yang digunakan : 0.4 cm
Mutu bahan : BJ41
Fy : 2500 kg/cm2
Fu : 4100 kg/cm2

2. MENGHITUNG KEKUATAN LAS


a. Bahan Las
ØRnw = 0.75 x tt x (0.6 x Fuw)
= 521.77 kg

b. Bahan dasar
ØRnw = 0.75 x t x (0.6 x Fu)
= 738 kg

Diambil nilai terkecil = 521.77 kg


3. MENENTUKAN PANJANG LAS YANG DIGUNAKAN
Sambungan yang digunakan yaitu sambungan las tipe B.

Gambar 3.1 Sambungan las pada detail 1

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 12

Gambar 3.2 Sambungan las pada detail 2

Tabel 3.1 Hasil perhitungan panjang las yang diperlukan untuk detail 1
Gaya yang dipikul (kg) Panjang Las (cm)
Kode Batang Profil Pu (kg) e (cm) h (cm)
F1 F2 Lw1 Lw2
P64 2L.40.40.4 4416.79 1.12 4 1236.70 3180.09 2 6
P17 2L.40.40.4 4242.68 1.12 4 1187.95 3054.73 2 6
P35 2L.40.40.4 6333.85 1.12 4 1773.48 4560.37 3 9
P65 2L.50.50.5 9442.88 1.4 5 2644.01 6798.87 5 13

Tabel 3.1 Hasil perhitungan panjang las yang diperlukan untuk detail 2
Gaya yang dipikul (kg) Panjang Las (cm)
Kode Batang Profil Pu (kg) e (cm) h (cm)
F1 F2 Lw1 Lw2
P69 40.40.4 1829.39 1.4 4 640.29 1189.10 1 2
P34 50.50.5 6562.3 1.69 5 2218.06 4344.24 4 8
P35 40.40.4 6333.85 1.4 4 2216.85 4117.00 4 8
P70 40.40.4 3741.79 1.4 4 1309.63 2432.16 3 5

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 13

BAB IV
PERENCANAAN PELAT DASAR (BASE PLATE)

1. DATA PERENCANAAN
Penampang Kolom = 2L.40.40.4
d = 130 mm
bf = 60 mm
Mutu Baja = BJ41
Fy = 240 MPa
E = 200000 MPa
Mutu Beton (f'c) = 20 MPa
фc = 0.6
Gaya Aksial Kolom = 6562.3 kg = 65623 N

2. MENENTUKAN LUAS PELAT DASAR YANG DIPERLUKAN


Jika luas beton menumpu pelat dasar,
Pu
A1 
C .(0.85  f ' c)

A1 = 6433.63 mm2
kalau luas pelat dasar sebesar ukuran kolom
A1 = 3600 mm2

Optimasi ukuran pelat dasar


0.95d  0.85bf 
2
Δ = 26.75 mm

N  A1 

N = 86.75 mm
A1
B
N
B = 41.50 mm

dicoba B = 60 mm
N = 100 mm
A1 = 6000 mm2

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 14

3. MENENTUKAN TEBAL PELAT DASAR


N  0.95d
m
B  02.8bf
n
2
m = 7.25 mm
n = 14 mm

jika luas beton menumpu seluruh pelat dasar


Øc Pp = Øc (0.85 x f'c x A1) = 61200 N

 4d .bf  Pu
X  2
 (d  bf )  c.Pp
X = 0.914

2 X

1 1 X

λ = 1.48 > 1 Diambil 1

 d .bf
n' 
4

λn' = 15.00 mm

l = 17.25 mm (Diambil nilai terbesar antara m, n dan λn')

Tebal pelat dasar (t)

2 Pu
t 
0.9. fy.B.N

t = 2 mm

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 15

MENCARI REAKSI PERLETAKAN PADA RANGKA ATAP AKIBAT


PENGARUH BEBAN ANGIN
10:02 PM 86ENGINEERING NO COMMENTS

Sedikit tentang Usaha yang dicoba untuk memecahkan persoalan akibat beban angin (tekan dan hisap) pada
suatu rangka atap panjang bentang 20 M jarak per section 2 M dengan jarak antar gording adalah 3 M serta
mempunyai sudut kemiringannya 30 derajat.sedangkan angin tekan dan hisap yang bekerja adalah 86 kg.
Ada niat dan ada usaha itulah kuncinya.awalnya sulit dan awalnya memang tidak menemukan titik akhir Tetapi
Niat telah mengalahkan semuanya.mbah google telah membantu dalam masa2 sulit,terima kasih mbah
google.rasanya tidak akan mungkin kami berpaling dari mbah.
eeeiiit....perjalanan unutk menuju akhir belum seberapa,ini baru langkah dasar unutk tujuan yang di
inginkan,masih ada proses2 selanjutnya untuk menghasil yang dianjurkan.
Tetapi,hanya unutk berhenti sejenak.bernapas sejenak,unutk merayakan apa yang telah dicapai,kan tidak ada
masalah.bukankah sebuah pencapaian harus kita rayakan,besar atau kecil,reward harus diberikan,untuk pemicu
penyelesaian permasalahan2 selanjutny.
Terakhir terima kasih Wifi Gratisan di jalan dagang no.15 pekanbaru,
Dibawah adalah lampiran perhitungan reaksi perletakan rangka atap,yang selanjutnya (belum ada ditulisan ini)
akan mencari gaya2 batang yang bekerja mengunakan metode cremona..

Salam cremona,tunggu kami di ujung jalan sana.kita arungi bersama2 pergumulan ini.

Nilai Fy = ?
Cos 30 = Fy / 86
Fy = Cos 30 . 86
= 74.48 Kg / M2
Nilai Fx = ?
Sin 30 = Fy / 86
Fx = Sin 30 . 86
= 43 Kg / M2
Panjang Bentang 3 dan 35 (x)?

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 16

Tan A = x / 2
x = Tan 30 . 2
= 1.15 M
Bentang 3 dan 35 adalah 1.15 M
Panjang Bentang 7 dan 31 (x)?
Tan A = x / 4
x = Tan 30 . 4
= 2.31 M
Bentang 7 dan 31 adalah 2.31 M
Panjang Bentang 11 dan 27 (x)?
Tan A = x / 6
x = Tan 30 . 6
= 3.46 M
Bentang 11 dan 27 adalah 3.46 M
Panjang Bentang 15 dan 23 (x)?
Tan A = x / 8
x = Tan 30 . 8
= 4.62 M
Bentang 11 dan 23 adalah 4.62 M
Panjang Bentang 19 (x)?
Tan A = x / 10
x = Tan 30 . 10
= 5.77 M
Bentang 19 adalah 5.77 M

Σ MA = 0
-RBVX20-74.48X20-74.48X18-74.48X16-74.48X14-74.48X12-74.48X10+74.48X10+74.48X8+74.48X6+74.48X4
+74.48X2+74.48X0+43x1.15+43x2.31+43x3.46+43x4.62+43x5.77+43x5.77+43x4.62+43x3.46+43x2.31+43x1.15
=0
RBV = 2980.14 / -20
= -149.007

Σ MB = 0
RAVX20-74.48X20-74.48X18-74.48X16-74.48X14-74.48X12-74.48X10+74.48X10+74.48X8+74.48X6+74.48X4
+74.48X2+74.48X0+43x1.15+43x2.31+43x3.46+43x4.62+43x5.77+43x5.77+43x4.62+43x3.46+43x2.31+43x1.15
=0
RBV = 2980.14 / 20
= 149.007
Chek !
Σ KV = 0
2980.14-2980.14-74.48-74.48-74.48-74.48-74.48-74.48+74.48+74.48+74.48+74.48+74.48+74.48=O
0=0
OKE!!

Sory kawan ya, ada kesalahan di dalam perhitungan beban angin yang berkerja. Beban angin yang yang semula
sebesar 86 Kg/M2 Belum di kalikan dengan koefisien angin Hisap dan juga Koefisien Angin Tekannya. Gw

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 17

sedikit akan memberikan Koefisien yang digunakan unutk menghitung Beban angin yang bekerja baik itu yang
tekan atau yang hisap.

Ini dia...te te reng....


Koefisien angin tekan (c) = (0,02α – 0.4)
Koefisien angin hisap = – 0,4

Untuk mencari tekanan anginnya????

Tekanan angin: Qt = Lg.B.[(0,02.α - 0,4).qw]


Hisapan angin : Qi = Lg.B.[( - 0,4).qw]

Permintaan maaf Gw udah diteriam kan breew, Maklum masih belajar..entar kalo hitungan yang benar
sudah jadi akan akan Gw Posting lagi dech.

Malam ini Gw Belum bisa menghitung, Karena Kalkulator Andalan Gw sedang tidak berada
ditempat.
Hari sabtu tanggal 07/april/2012,Pekanbaru.

>>>>Ini janji gw bro..perhitungan raksinya ada dibawah yak.


Pekanbaru 09/April/2012

Perhitungan Pembebanan Angin,jika jarak gording 3 M


Akibat Angin Kiri
Angin Tekan (Ct) Ct = (0,02 . α - 0,4) = (0,02 . 30 - 0,4) = 0,2
Angin Hisap (Ch) Ch = -0,4
W Tekan = Ct . L . a . W
= 0.2 . 3 . 2 . 86 = 103 Kg/M2
W Hisap = Ch . L . a . W
= -0,4 . 3 . 2 . 86 = -206 Kg/M2
Beban angin tekan
Nilai Fy = ?
Cos 30 = Fy / 103
Fy = Cos 30 . 103
= 89.2 Kg / M2

Nilai Fx = ?
Sin 30 = Fy / 103
Fx = Sin 30 . 103
= 51.5 Kg / M2
Beban angin Hisap
Nilai Fy = ?
Cos 30 = Fy / -206

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 18

Fy = Cos 30 . -206
= -178,4 Kg / M2

Nilai Fx = ?
Sin 30 = Fy / -206
Fx = Sin 30 . -206
= -103 Kg / M2
Panjang Bentang 3 dan 35 (x)?
Tan A = x / 2
x = Tan 30 . 2
= 1.15 M
Bentang 3 dan 35 adalah 1.15 M
Panjang Bentang 7 dan 31 (x)?
Tan A = x / 4
x = Tan 30 . 4
= 2.31 M
Bentang 7 dan 31 adalah 2.31 M
Panjang Bentang 11 dan 27 (x)?
Tan A = x / 6
x = Tan 30 . 6
= 3.46 M
Bentang 11 dan 27 adalah 3.46 M
Panjang Bentang 15 dan 23 (x)?
Tan A = x / 8
x = Tan 30 . 8
= 4.62 M
Bentang 11 dan 23 adalah 4.62 M
Panjang Bentang 19 (x)?
Tan A = x / 10
x = Tan 30 . 10
= 5.77 M
Bentang 19 adalah 5.77 M
Σ MA = 0
-RBVX20-178,4X20-178,4X18-178,4X16-178,4X14-178,4X12-
178,4X10+89,2X10+89,2X8+89,2X6+89,2X4
+89,2X2+89,2X0+51,5x1.15+51,5x2.31+51,5x3.46+51,5x4.62+51,5x5.77+103x5.77+103x4.
62+103x3.46+103x2.31+103x1.15=0
RBV = 10705.6 / -20
= -535.28
Σ MB = 0
RAVX20-89.2X20-89.2X18-89.2X16-89.2X14-89.2X12-
89.2X10+178.4X10+178.4X8+178.4X6+178.4X4+178.4X2
+178.4X0+103x1.15+103x2.31+103x3.46+103x4.62+103x5.77+51.5x5.77+51.5x4.62+51.5x
3.46+51.5x2.31+51.5x1.15=0
RAV = 1.605 / 20
= 0.08

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009


TUGAS STRUKTUR BAJA 1 19

Chek !
Σ KV = 0
0.08-535.28-89.2-89.2-89.2-89.2-89.2-89.2+178.4+178.4+178.4+178.4+178.4+178.4=O
0=0
OKE!!

Dipositngan selanjutnya akan gw posting Reaksi Gaya2 batang dengan mengunakan metode Cremona.

UNIVERSITAS ACHMAD YANI 2009