Anda di halaman 1dari 3

8 Langkah Dasar Advokasi

bimantorokushari Portofolio di Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Sosial Politik August 1, 20142
Minutes

Advokasi adalah hal yang identik dengan pemenangan kasus atau


pembelaan terhadap pihak yang diruguikan dalam suatu kondisi.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Advokasi diartikan
seagai pembelaan.

Tanpa kita sadari di dalam kehidupan sehari hari kita sering sekali
melihat praktik praktik Advokasi. Contoh , Badan Eksekutif Mahasiswa
di suatu kampus menuntut pihak kampus untuk mencabut skorsing yang
diberikan kepada Mahasiswa yg mengkritik kampus di media massa.
Contoh lainnya , serikat buruh suatu perusahaan meminta kenaikan gaji
kepada pihak perusahaan sebagai bentuk pemenuhan kesejahteraan
pegawai perusahaan.

Adovkasi harus dilakukan dengan rencana yang matang dan sistematis


agar tujuan adokasi itu sendiri dapat menarik perhatian masyarakat atau
media massa yang diharapkan perhatian itu akan berubah menjadi
sebuah dukungan. Adapun 8 langkah dasar Advokasi adalah:

1. Tentukan isu strategis dari sebuah masalah


Advokasi harus memiliki fokus yang jelas. Akan sangat sulit jika
Advokasi memiliki fokus masalah yang tidak memiliki skala prioritas.
Contoh, untuk masalah kesejahteraan petani para serikat tani di suatu
desa menuntut pemerintah untuk menurunkan harga pupuk. Karena
dengan tingginya harga pupuk, para petani hanya mampu membeli
sedikit pupuk yang berakibat pada buruknya kesuburan padi.

2. Pengumpulan Data
Data adalah elemen yang sangat penting karena data diyakini adalah
sebuah fakta yang nyata. Data yang diperolah pun harus menunjukan
komparasi atau perbandingan angka dari tahun ke tahun. Contoh,
serikat tani menunjukan data bahwa dalam 5 tahun terakhir harga
pupuk selalu naik setiap tahunnya. Tunjukan juga angka konsumsi
pupuk petani dalam 5 tahun terakhir.
3. Buatlah sekutu dengan organisasi yang memiliki kepentingan yang
sama
Sekutu atau aliansi adalah elemen advokasi yang mampu menamah
sumber daya massa dari advokasi. Tidak bisa dipungkiri,massa yang
banyak akan membuat media tertarik untuk meliput. Massa yang banyak
setidaknya juga akan membuat gentar lawan.

4. Lemparkan isu dan kampanye massa


Melemparkan isu bisa dilakukan dengan beberapa cara. Aksi
pencerdasan , membuat press confrence di media massa dan
menyebarkan selebaran yang berisi tuntutan advokasi , adalah beberapa
cara yang bisa digunakan untuk melempar isu ke masyarakat.

5. Lobi dan pendekatan dengan pengambil keputusan


Setelah power massa sudah sagat masiv dalam penyebaran isu, maka
sudah saatnya bangun komunikasi dengan pengambill keputusan di
pemerintahan/perusahaan. Komunikasi yang bersifat politis ini
diharapkan dapat merubah sistem/kebijakan yang pada akhir dapat
menuntaskan tujuan advokasi itu sendiri.

6. Kontak Media massa


Selalu jaga komunikasi yang baik dengan media massa. Karena media
massa adalah kunci utama bagi advokasi untuk dapat diinformasikan
secara mengakar kepada masyarakat.

7. Demonstrasi
Demo adalah jalan terakhir dari sebuah advokasi yang tidak juga dapat
merubah kebijakan. Seperti yang dikatakan diatas, dengan kekuatan
massa yang banyak media tidak akan segan segan untuk meliput dan
sang pengambil keputusan secara tidak langsung akan sedikit gentar. Ini
hukum alam.

8. Lakukan Evaluasi
Advokasi tidak selalu berhasil merubah suatu kebijakan. Jika gagal
dalam advokasi lakukan evaluasi untuk menentukan langkah apa lagi
yang akan diambil untuk merubah kebijakan. Jika advokasi berhasil ,
tetap lakukan evalusasi. Karena sesungguhnya evaluasi tidak hanya
bertujuan untuk membahas kekalahan, tapi juga untuk menjaga suhu
kemenangan.

Anda mungkin juga menyukai