Anda di halaman 1dari 3

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Senyawa fenol meliputi aneka ragam senyawa yang berasal dari


tumbuhan, yang mempunyai ciri sama yaitu cincin aromatik yang mengandung
satu atau dua penyulih hidroksil. Senyawa fenol mudah larut dalam air karena
sering kali berikatan dengan gula sebagai glikosida dan biasanya terdapat dalam
vakuola sel. Salah satu contoh senyawa fenol yaitu asam galat (Gambar 1).
Flavonoid merupakan golongan terbesar dari senyawa fenol (Putri, 2008).

Fenol adalah senyawa dengan rumus umum: ArOH, dimana Ar adalah


fenil / fenil tersubtitusi. Rumus kimianya adalah C6H5OH dan strukturnya
memiliki gugus hidroksil (-OH) yang berikatan dengan cincin fenil. Fenol
memiliki kelarutan terbatas dalam air yakni 8,3 g/100 ml. Fenol memiliki sifat
yang cenderung asam artinya ia dapat melepaskan ion H+ dari gugus hidroksilnya.
Pengeluaran ion tersebut menjadikan anion fenoksida C6H5O- yang dapat
dilarutkan dalam air. Sifat-sifat fenol :

a. Sukar larut dalam air


b. Umumnya merupakan senyawa yang tidak berwarna tetapi mudah teroksidasi
terjadi senyawa yang berwarna
c. Bersifat sebagai asam lemah, dapat membentuk garam dengan alkali
hidroksida tetapi tidak dengan NaHCO3 (Respati, 1980).

Fenol adalah senyawa polar yang dalam tumbuhan biasanya terdapat


bersama senyawa flavonoid (Putri, 2008). Penggunaan Fenol sangat luas karena
setelah Fenol diolah, maka akan didapatkan produk yang bermacam - macam,
misalnya : asam pikrat, antiseptik, perekat kayu dan lain-lain. Diantara salah satu
aplikasi langsung dari senyawa fenol adalah sebagai pelarut dalam pembuatan
kayu cair (Kurimoto et al., 1999).
Novitrie dan Amelia dalam proposalnya menyatakan bahwa Senyawa
Fenol ini dapat dibuat dengan proses pirolisis menggunakan bahan tandan kosong
kelapa sawit. Proses pembuatan Fenol dari tandan kosong kelapa sawit ini
meliputi tiga tahap proses. Tahap pertama adalah tahap pengolahan bahan
(pretreatment). Tahap kedua adalah tahap pirolisis dengan tujuan memecah lignin
(C10H11O2)n menjadi tiga komponen yaitu gas yang dapat terkondensasi, gas
yang tidak dapat terkondensasi dan char dengan suhu 500oC. Tahap ketiga adalah
tahap pemisahan (ekstraksi dan distilasi).
Gugus OH pada fenol merupakan aktifator kuat dalam reaksi subtitusi
aromatik elektrofilik. Karena ikatan karbon sp2 lebih kuat dari pada ikatan karbon
sp3 maka ikatan C-O dari suatu fenol tidak mudah terputuskan. Fenol tidak
bereaksi SN1 atau SN2 atau reaksi-reaksi eliminasi seperti alkohol (Fessenden,
1988).
Dalam reaksi subtitusi terjadi penggantian gugus atom dari senyawa
organik dengan gugus fungsional yang lain. Reaksi subtitusi dibagi menjadi dua
kelompok besar yaitu subtitusi nukleofilik dan subtitusi elektrofilik. Reaksi
subtitusi nukleofilik ini terdiri atas dua macam reaksi yang dibedakan pada saat
pemutusan dan pembentukan ikatan barunya. Pada reaksi subtitusi dimana saat
pemutusan dan pembentukan ikatan tidak terjadi secara bersamaan disebut reaksi
nukleofilik unimolekular (SN-1), sedangkan saat pemutusan dan pembentukan
ikatan terjadi secara bersamaan (serempak) disebut reaksi subtitusi nukleofilik
bimolekular atau SN2 (Anwar, 1994).
DAFTAR PUSTAKA

Anwar, C., dkk, 1994, Pengantar Praktikum Kimia Organik.


FMIPA UGM, Ygyakarta.

Fessenden, 1988, Kimia Organik jilid 1, Erlangga, Jakarta.

Kurimoto, Y.; S. Dol; Y. Tamura, 1999, ’Species Effects on Wood-


Liquefaction in Polyhidric Alchohols’, Holzlorshung 53: 617-622.

Novitrie dan Nora Amelia, Proposal: Pabrik Phenol dari Tandan


Kosong Kelapa Sawit dengan Proses Pirolisis, http://digilib.its.ac.id

Prasetya, Bambang; Euis Hermiati dan Sudijomo, 2004, ’Pengaruh


Persentase Katalis pada Pembuatan Perekat kayu Cair terhadap Daya
Rekatnya sebagai Bahan Perekat Substitusi Fenol Formaldehida pada
Pembuatan Kayu Lapis’, Jurnal Ilmu & Teknologi Kayu Tropis Vol. 2,
No. 2.

Putri, Novika Auris Endah, 2008, Skripsi: Optimasi Pembuatan


Ekstrak Daun Dewandaru (Eugenia uniflora L.) Menggunakan Metode
Sokletasi dengan Parameter Kadar Total Senyawa Fenolik dan Flavonoid,
Fakulatas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Respati, 1980, Pengantar Kimia Organik, Aksara Baru, Jakarta