Anda di halaman 1dari 39

Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul

Sektor Konstruksi Sub Sekioi Bangunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

4.2. Laporan Peralatan.


4.2.1. Penyusunan Laporan daftar rencana dan realisasi penggunaan peralatan.
Sebagai kelengkapan utama seorang juru ukur, peralatan ukur sangat perlu untuk
selalu diperhatikan dan diinventaris agar keberadaan, kondisi dan statusnya dapat
diketahui.

Keberadaan peralatan ukur serta personil yang bertanggung jawab perlu dimonitor,
hal ini dimaksudkan jika sewaktu-waktu peralatan tersebut akan dipergunakan
untuk pekerjaan lain dapat segera dimobilisasi. Disamping itu dengan terpantaunya
kondisi peralatan ukur maka akan mendukung pula kualitas data yang dihasilkan.

4.2.1.1. Daftar rencana penggunaan peralatan.


Dalam pelaksanaan pekerjaan pengukuran, seorang Juru Ukur tidak
tertepas dari penggunaan peralatan ukur. Keberadaan peralatan ukur
tersebut bisa dari instansi tempat kerja atau dari sewa pinjam dari pihak
ketiga. Oleh karena itu perencanaan penggunaan peralatan ukur
diperfukan dengan baik untuk keperfuan administrasi. Laporan daftar
rencana dan realisasi peralatan ukur pertu dibuat dan diketahui bersama ·
antara bagian logistik dan bagian pengukuran.
Kondisi peralatan yang digunakan dalam kurun waktu pekerjaan ·
konstruksi perfu dibuat laporannya, hal ini untuk pertanggung-jawaban
seorang Juru Ukur terhadap penggunaan peraiatan ukur seiama
pelaksanaan pekerjaan. Dalam kurun waktu pelaksanaan kemungkinan
akan terjadi perubahan-perubahan kondisi dari peralatan ukur, hai ini ·
akibat kecelakaan, goncangan�oncangan selama mobilisasi atau diwaktu
pengoperasiannya tidai< sesuai dengan standar.

Sebagai gambaran waktu pengoperasian aiat ukur dapat dilihat dalam


Daftar Rencana dan Realisasi Penggunaan Peralatan Ukur Pekerjaan
Pembangunan Gedung Sekolahan.

JuduJ ModuJ : Pembuatan laporan Pengukuran


Halaman: 16 dari 51
Buku lnfonnasi Edisi : 2011
I l
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

Table 4 1 Contoh Daftar Rencana dan Rea1Iisasi Penggunaan Aiat Ukur

Tabel 4.1 Contoh Oaftar Ren<:ala dan Realis.asi Peng�naan Alat Ukur
Olrftar- Rencana Dan Reeisasi Peng�naan Peralatan Ulcur Pekecjaan Panbangunan Gedmg Sekolah
WaktuPd*s-1 : 6.,....

�IV v

Bulil,I BobnH B..a-11 Be&.! Bu&.! 'lot

0
J@nis
PwrilUbn 119.
I
....
II
"9J
II
lllgJ
v
lllg.
I
lllg.
H
MgJ
H
MgJ
v
.... ....a
I
...J llgJ
v
Ilg.
I
"9.
u
... J
n
llgJ
v
Ilg.
I
Ilg.
II
llgJ
II
llgJ
v
Ilg.
I
Mg.
II
llgJ
u
"9J
v
"

1 Tot.

- . - - - -· - - - - - - -. - - - - - -. - - - . i- •

2 T�oli•

-· ... - - - -· - - - . - - - . - . - - - -· ,.. -. - -
l W�s

- .. - - - .- - i,... - . - - -· -- - .. - - - - -

' �
- ·- .. - ... - - - . - - . - - ·- - - . .. -- - - . - - - -- - -
... up
.,._
--
KC't8rang .. :

: RenQna

---. : R91ii.-i

Menyetuiui' llengeutltJi. .Jauta., Nopember 2004


Y-,g membuat

(Olief Juru Ulwr ) (Bagisl Gudang/�.....,, (Juru�

Dari waktu pelaksanaan tersebut di atas dapat disusun daftar rencana

penggunaan peralatan.

Tabel 4.2 Daftar rencana penggunaan peralatan

I No I Jenis Peralatan I Jumlah


I Penggunaan II
Waktu I Keterangan I
1. Total station 1 unit - pengukuran poligon. 1 bulan Layak pakai
- pengukuran stake out. 11 minggu
I

2. Theodolite 1 unit - pengukuran stake out. 1 bulan Layak pakai


- monitoring dan pengarahan. 12 minggu
" '\
o. Wate,pass 1 unit , - pengukuran ketinggian 1 bulan Layak pakai I I

- setting out, monitoring dan 3 bulan


pengarahan
I I I
4. Perlengkapan :
- meteran 2buah - melengkapi peralatan utama: 6 bulan Layak pakai
II
, - rambu ukur 4 buah I
Total station. theodolite dan , I I

-yalon 4buah waterpass


- statip 3buah
II
· - reflektor 2 unit I I I I

-HT 4buah
- tataan rambu ukur 2buah
I
I
Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran
Halaman: 17 dari 51
Buku lnformasi Edisi: 2011
Kode Modul
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung I INA.5230.223.23.06.07

4.2.1.2. Daftar realisasi penggunaan peralatan.

Dari jadwaVwaktu pelaksanaan tersebut di atas dapat disusun daftar


realisasi penggunaan peralatan.
Tabel 4.3 Daftar realisasi penggunaan peralatan.
I No j Jenis Peralatan I Jumlah I Penggunaan I Waktu I Keterangan I
1. Total station 1 unit - pengukuran poligon. 14 minggu Layak pakai
- pengukuran stake out
, - penqukuran profit memanianq
/melintang
- pengecekan

" 2. ' Theodolite 1 unit - pengukuran stake out 15 minggu Layak pakai
- monitoring dan pengarahan.

- marking.
3. Waterpass 1 unit - pengukuran ketinggian 15 minggu Layak pakai
- marking
- setting out, monitoring dan
pengarahan
4. Per1engkapan : I

- meteran 2buah - melengkapi peralatan utama: 6 bulan Layak pakai


- rambu ukur 4buah Total station, theodolite dan
- yaion 4 buah waterpass
- statip 3 buah
- reflektor 2 unit
,--HT 4buah
I tataan rambu ukur 2buah I
4.2.2. Laporan kondisi peralatan selama pekerjaan.
4.2.2.1. Pemeriksaan kondisi peralatan ukur.
Pemeriksaan kondisi peralatan ukur selama digunakan diproyek secara
rutin harus diperiksa sehingga kalau ada penyimpangan cepat diketahui
kalau ada penyimpangan dari peralatan ukur segera diadakan
perbalkanrkalibrasi atau diganti.
a) Pemeriksaan total station.
Persyaratan-persyaratan total station :
1. Sekrup-sekrup penyetel A, B dan C serta ukuran harus berfungsi
dengan baik.
2. Sumbu pertama dalam keadaan vertikal.
3. Sumbu kedua dalam keadaan mendatar.
4. Garis bidik tegak lurus sumbu kedua.

JuduJ ModuJ : Pembuatan laporan Pengukuran


Halaman: 18 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
I
I
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi KodeModul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

5. Sumbu kedua tegak lurus sumbu pertama.


6. Ketelitian bacaan sudut horizontal.
7. Ketelitian bacaan sudut vertikal.
8. Ketelitian bacaan jarak horizontal dan vertikal.
9. Kemampuan software untuk menghasilkan hitungan koordinat dan
beda tinggi.
10. Garis jurusan nivo dalam keadaan mendatar.
11. Kejemihan lensa atau kaca pada teropong harus benar-benar
dalam kondisi baik dan normal.
12. Tampilan bacaan (display) harus jelas.

b) Pemeriksaan theodolite.
Persyaratan-persyaratan theodolite :
1. Sekrup-sekrup penyetel A, 8, C dan klem harus berfungsi dengan '
baik.
2. Sumbu pertama dalam keadaan vertikal.
3. Sumbu kecfua dafam keadaan mendatar dan tegak lurus sumbu
pertama.
4. Garis bidik tegak lurus sumbu kedua.
5. Garis jurusan nivo dalam keadaan mendatar.
6. Index bacaan sudut vertikaf dan horizontal harus menunjukan 0.

c) Pemeriksaan waterpass.
Persyaratan-persyaratan waterpass :
1. Sumbu pertama dalam keadaaan vertikaf.
2. Sumbu kedua dalam keadaan mendatar dan tegak lurus sumbu ·
pertama.
3. garis bidik tegak iurus sumbu kedua.
4. Lensa-lensa dalam keadaan terang sehingga jelas pembacaannya.
5. Garis visir mendatar sejajar garis bidik.

d) Pertengkapan pendukung.
Peralatan pendukung lengkap dan dalam keadaan layak pakai sesuai
dengan standar pengukuran.

JuduJ ModuJ : Pembuatan laporan Pengukuran


Halaman: 19 dari 51
Buku lnfonnasi Edisi : 2011
Kode Modul
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung I INA.5230.223.23.06.07

1. Meteran : index nol masih ada dan jelas terbaca, angka-angka


millimeter, centimeter dan meteran terbaca jelas. Meteran yang
digunakan jenis meteran baja atau sejenisnya yang tidak memuai
atau mengembang.
2. Rambu ukur : index nol rambu ukur masih lengkap.
3. Reflektor : Lensa-lensa terang dan memancarkan signal dengan
normal.
4. Handy talky berfungsi dengan baik.

4.2.2.2. Laporan kondisi peralatan.


Kondisi peralatan-peralatan yang digunakan dalam pekerjaan konstruksi
juga perlu dibuatkan laporannya, hal ini menyangkut pertanggungjawaban
seorang juru ukur terhadap penggunaan peralatan ukur. Selama kurun
waktu pelaksanaan pekerjaan, tidak tertutup kemungkinan akan terjadi '
perubahan-perubahan kondisi dari peralatan ukur yang digunakan. Hal ini
kemungkinan dikarenakan faktor kecelakaan ataupun faktor
pengoperasian yang tidak sesuai dengan standar. Laporan kondisi
peralatan segera mungkin, sehingga perlu antisipasi bila terjadi '
perubahan-perubahan kondisi peralatan agar pekerjaan pengukuran tidak
terganggu yang mengakibatkan hasil pengukuran tidak akurat. Kondisi dari
perafatan ukur tersebut yang mengetahui secara jelas adalah juru ukur
yang mengoperasikan, sehingga kejadian-kejadian yang dialami oleh
seorang juru ukur yang berkaitan dengan peralatan ukur perlu dicatat dan
dibuatkan laporannya. Laporan ini secara berkala atau sesuai dengan
tingkat kejadiannya secara bersama dengan bagian peralatan atau
gudang ditandatangani sebagai langkah legalisasi terhadap iaporan
tersebut serta dilaporkan kepada atasan langsung untuk mendapatkan
pengesahan dan tindak lanjut.

Denqan adanya laporan kondisi peralatan seiama pekerjaan berlanqsunq


maka dapat diketahui siapa yang bertanggung jawab terhadap perubahan•
perubahan kondisi peralatan-peralatan ukur tersebu1. Disamping itu
dengan laporan ini pula dapat dilakukan pengambilan keputusan untuk
menentukan apakah peralatan tersebut masih tayak untuk digunakan perlu
diganti agar peketjaan tidak mengalam, hambatan.

JuduJ Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


Halaman: 20 dari 51
Buku lnfonnasi Edisi : 2011
I
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi KodeModul
Sektor Konstrukst Sub Sektor Bangunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

Contoh Tabel Laporan Kondisi Peralatan Selama Pekerjaan dapat dilihat


pada Tabel 4.4 berikut:
Tllbd ,.4: Conwh Lap«an Kondi.e Per...-. Sdafflll �
N»ma PYt,ye< . �� � S.:olatl.rL

·�·
l.ousi :J--

Norn« Jan Mme No. Blunl 0tun• BlunlV BlunV Ket


Per.wan i Sen enn
'E oan
� �
• •
iMoJ Ilg. ""IIJ iM g.J

Mg.1 ""II- rlllU· i IIIQ.

• • •
.Ilg. Ilg.. IIIU•. IIIIU- IIIIU-' IIIIU- illlllJ. IIV- Mg.I IIIIU- ,"'la- 11111·
rv I rv I rv I IV I rv

S'tlition n ...... �
1
Toia,I T.,.,C., 1
1 B B B B B B B B B B B B B B B B 8 B B B B

1 5Zm RID R'[Jt( RID RIO RJ011


2 T�� LetQ B B B B B B B B B B B B 8 B 8 B

unit 1 K K K
1
unit Pl9 P/B PfB P1B PfB PfB l'tB PtB PfB P1B PfB

1
'
221,t5
3 w�, LeiQ B 8 B B 8 B B B RIO RIO R/1) RID RID RID RIO RIK Rn( Rn( Rn( RJt( RIK
T.,.,Cc,
n
umt
1
utNt
mu'
1 P1B P1B PfB PfB P1B P1B PIB Pf8 PfB P1B PfB Pl9 PIB

' ll«wr-� � .. lWi .......


l B B B B B B B B 1 R.I) 211 21! 21! 1 P1B B B B 1 R.I) 2B ZS 213 tB

.,_
2
B B
1
hilan l8 lB I
' R...i.uukul
'"' Jbh 8 B B B B B B B B B B B lB lB JB JS

... 3""
a a
lTB lTT lTB lTB lTB JTB

M.nyetujui

4.2.3. Laporan penyimpangan peralatan selama pekerjaan.


4.2.3.1. Pemeriksaan penyimpangan peralatan ukur.
Peralatan ukur tentu tidak selalu berfungsi dengan baik selama pemakaian
di proyek hal ini mungkin saja terjadi. Apakah itu disebabkan oleh suatu
benturan, jatuh, cara pengoperasian yang tidak sesuai standar atau
karena sudah aus. Dengan tidak berfungsinya dengan baik peralatan ukur,
maka akan mempengaruhi data-data yang dihasilkan pada saat peralatan
ukur yang menyimpang digunakan. Oleh sebab itu kejadian penyimpangan
peralatan tersebut selama pekerjaan per1u dicatat, karena dengan adanya
catatan ini dapat diketahui kejadian-kejadian yang ditimbulkan oleh karena
terjadinya penyimpangan peralatan yang digunakan, namun demikian
pada saat diketahui terjadi penyimpangan peralatan ukur tersebut perlu
segera diputuskan apakah pertu diperbaiki atau diganti.

Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


Halaman: 21 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

4.2.3.2. Laporan penyimpangan-penyimpangan alat ukur.


Selama kurun waktu penggunaan peralatan ukur kemungkinan terjadi
penyimpangan-penyimpangan diakibatkan oleh : goncangan-goncangan
diwaktu mobilisasi dari kantor ke lapangan atau perpindahan lokasi di
lapangan, terjadi kesalahan operasional, terjatuh dan sebab-sebab
lainnya.
Akibat penyimpangan-penyimpangan tersebut peralatan ukur tidak
memenuhi persyaratan-persyaratan sehingga tidak layak digunakan.
Tabel-tabel di bawah ini adalah contoh laporan penyimpangan peralatan
ukur.

Tabel 4.5 : Contoh laporan penyimpangan Pera Iatan Total station


Penyimpangan Peralatan Selama Pekerjaan
Wakw Pelaksanaan : 6 bulan.
Nomor Jenis Peralatan No.Seri
Total station 223067 Teropong tidak Kehujanan. 2 Agustus 2011
jelaslberembun.

Layar tampilan tidak Tldak diketahui. 2 Oktober 2011


muncul.
Keterangan :
Jakarta,Nope,nber2011
Menyetujui. Mengetahui, Yang Membuat

(Chief Juru Ukur) (Bagian Gudang/Peralatan) (Juru Ukur)

Tabel 4.6 : Contoh Laporan Penyimpangan Peralatan Theodolite

Penyimpangan Peralatan Selama Pekerjaan


Waktu Pelaksanaan : 6 bulan.

Nornor Jenis Peralatan No.Seri


Theodolite 527897 Teropong bacaan Kehujanan. 20 Agustus 2011
tidak jelas.

I Sekruo penooerak
A,B,C�.k•
berfungsa.
Alat ukur jatuh. 122 Agustus 2011
Keterangan :

Jakarta,Seplenlber2011
Menyetujui, Mengetahui, Yang Membuat

(Chief Juru Ukur) (Bagian Gudang/Peralatan) (Juru Ukur)

Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


Halaman: 22 dari 51
Buku lnfonnasi Edisi : 2011
I
I
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi KodeModul
Sektoi Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

Tabel 4.7: Contoh Laporan Penyimpangan Peralatan Waterpass

Penyimpangan Peralatan Selama Pekerjaan


Waktu Pelaksanaan : 6 bulan.

Nomor Jenls Peralatan No.Seri n p ebab Ta

Wate,pass 222456 Sekrup penggerak Tldak diketahui. 15 Nopember 2004


haius tidak iancar.

TefOpoog TMiak diketahui. 16 Nopembef 2004


berembun/bacaan

HasiJ pengukuran Garis bidik tidak


stand I - Stand 11 > mendatar.
2 mm..
I I I I
Keterangan :

Jakarta,Oesember2004
I
Menyetujui, Mengetahui, Yang Membuat

(Chief Juru Ukur) (Bagian Gudang/Peralatan) (Juru Ukur)

4.3. Laporan Pengukuran.


Dalam setiap pekerjaan pengukuran pada akhir penugasan selalu disertai dengan
I

pembuatan laporan pengukuran. Meskipun pembuatan laporan pengukuran bukan


merupakan tugas pokok dari juru ukur akan tetapi informasi data yang diperlukan dari
kegiatan pengukuran tersebut bersumber dari hasil kegiatan juru ukur. Tugas pembuatan '
laporan pengukuran sendiri berada pada chief juru ukur atau survey engineer.

Dengan diperlukannya data ukur sebagai pendukung pembuatan laporan pengukuran,


maka juru ukur wajib menyiapkan data tersebut secara lengkap, jelas dan tersusun rapi.

4.3.1. Penyusunan Laporan yang menyangkut pekerjaan pengukuran selama


pekerjaan.
4.3.1.1. Kebutuhan tenaga local, peralatan dan perlengkapan.
Selama kegiatan pelaksanaan konstruksi, juru ukur harus mengumpulkan
dan menyusun semua data yang dihasilkannya, karena produk utama dari
juru ukur adalah data ukur tersebut. Selain itu juru ukur juga perlu untuk
membuat suatu laporan aktivitasnya selama masa penugasannya.
Laporan disajikan secara jelas dan memuat hal-hal sebagai berikut :
a. Daftar juru ukur dan tenaga lokal yang terlibat di dalam kegiatan
konstruksi.
JuduJ ModuJ : Pembuatan Laporan Pengukuran
Halaman: 23 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
i
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
SektOi Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedurig INA.5230.223.23.06.07

b. Jenis dan jumlah peralatan ukur yang digunakan beserta


kelengkapannya.
c. Lama penugasan juru ukur yang bersangkutan
d. Jenis aktivitas pengukuran
e. Jenis aktivitas konstruksi yang didukungnya
f. Tanggal aktivitas
g. Permasalahan yang dialami serta penyelesaiannya
h. Dan sebagainya.
Tabel 4.8 Oaftar kebutuhan tenaga, peralatan dan per1engkapan.
-·--------------------,---- I -

Kebutuhan
Pera Iatan
No Jenis Pekerjaan Juru Tenaga Periengkapan Keterangan
ukur
ukur mbantu ,
1. Pengukuranjaringan 2 orang 5 orang - Total station - statip
BM : polygon dan I theodolite - reflector
waterpass ,
- mete ran
- Waterpass
- rambu ukur
-
I I
ya Ion
- unting-unting
- patok, cat,
II I I I I paku dan I II

palu
- ATK
I I I
- HT I I

- Payung
2. Stake out tapak 1 orang I
3 orang I
- Total I
- statip
' I

bangunan. station I - reflector


theodolite.
- meteran
I I I - rambu ukur I

- ya Ion
- unting-unting
I
' - patok, cat,
I

paku dan
palu
I I I I I I I
- ATK
- HT
II I I I I
- Payung
3. Stake out posisi 1 orang 2 orang - Waterpass - statip
vertikal dan marking - rambu ukur
I I I
- ATK I I

- Tataan bak
ukur

14. I Dan lain-lainnya. i I I i I 11

JuduJ Modul : Pembuatan laporan Pengukuran


Halaman: 24 dari 51
Buku lnformasi Edisi: 2011

'
Kode Modul
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedunq
I INA.5230.223.23.06.07
i

4.3.1.2. Catatan-catatan penting.


Dalam kurun waktu pelaksanaan konstruksi fungsi dan peranan tim
pengukuran sangat diperlukan. Selama melaksanakan pengukuran juru
ukur akan menemui permasalahan-permasalahan yang penting.
Permasalahan-permasalahan tersebut kemudian dicatat secara rapi dan
berurutan yang kemudian dilaporkan kepada atasan langsung dan juga
akan bermanfaat jika diperlukan kembati.
Dengan adanya laporan pekerjaan pengukuran selama pekerjaan
konstruksi, maka akan tercatat langkah-langkah yang sudah dilaksanakan.
Catatan dibuat secara rapi dan berurutan berdasarkan tanggal dan jenis
pekerjaan : jika ada yang memertukan informasi yang ada hubungannya
dengan pekerjaan juru ukur maka yang bersangkutan dapat memberikan
penjelasan. Selain itu dengan memiliki catatan aktivitas juru ukur selama
pekerjaan konstruksi akan sangat berguna bagi juru ukur sendiri apabila
menghadapi permasalahan-permasalahan yang timbul pada proyek lain
tetapi mirip dengan apa yang sudah dialaminya di proyek sebelumnya.
Dengan kata lain catatan-catatan ini akan memperkaya pengetahuan juru
ukur itu sendiri dan menambah pengetahuannya di dalam menyelesaikan
masalah yang sama pada proyek selanjutnya.
Sebagai contoh daftar simak aktivitas pengukuran sebagaimana instruksi
kerja sebagai berikut :

JuduJ ModuJ : Pembuatan Laporan Pengukuran


Buku lnformasi Edisi : 2011
Halaman: 25 dari 51
I
KodeModul
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
INA.5230.223.23.06.07
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung

Tabel 4.9

INSTRUKSI KERJA Tgl. Edisi Pertama : 4-3 -1996 No.Kopi


Pembuatan Base Camp No. Edisi Tgl.Revisi
Kode Ookumen : IKP - 09 - AB.96.68.004 Hal Ke.

ALA'T BA HAN LOKASIPEKERJAAN

· - Waterpass, Theodolite.
-Bull Dozer.
-Alat-alat bantu.
1 I

'1-N-�_-+-G -tl.-f-�Q-E-:-:-:-:-�,-:-a----+-_-s-:-SR-�-:-Ey-:-�-!-:-:-R-:��- -�-M_A


f_b_a K_:J-:-�-� B_AI_K_S_T_A_,T1--U-S_TI_D_AK 1 ·

2 Hitung kebutuhan material dan diorder. \ - sesuai spesifikasi

3 Pengukuran lokasi Base Camp. - sesuai gambar kerja

4 ljin memulai pekerjaan. - disetujui direksi

5 Pembersihan lokasi Base Camp. - disaksikan direksi


-- •
, Penentuan
_._ .A.

6 �UUUt bangunan!iokasi , - ,jisetujui dire�:s,

bangunan.
7 Pasang profif gafian dan pasang pondasi. - disetujui direksi

8 Pekerjaan dinding, kosen dan atap. - sesuai gambar kerja

9 Pekerjaan lnstalasi listrik dan air. - sesuai spesifikasi

1O Pekerjaan lantai. - sesuai spesifikasi

·.1� --+-_P_e_�e _ _a_n_P_e_r_g_€1.-A_�


_ _Da :l_ta_, d F_r_l 1-
n_g + s_e ai__sP_t:-_s_w_�_
a_s_ --1r-------1,
I

Lampiran 1
2

I Jabatan I Tanda Tangan I Tanggal


I•
Dib•
uat ••I Suhamo Nama I Pengendali mutu i i i
I disetuiui I Sarwono I Keoala Proyek I I I

JuduJ ModuJ : Pembuatan laporan Pengukuran


Buku lnfonnasi Edisi : 2011
I
Halaman: 26 dari 51 I
I
Maten Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Se1"ior Konstn1kst Sub Sektor Banqunan Gectung
I tNA5230.223.23.06.07

Tabel 4.10

INSTRUKSI KERJA I Tgl. Edisi Pertama : 12-1 -1996 No.Kooi


Survey dan Pengukuran
! Ne·. Edis: TctR�i
·1 I Kode Ookumen : IKP - 09 - AB.95.80.002 Hal Ke. : 1 dari 1

u ALAT l BAH.Ari ! LO'°"';:,' Pcl'\Cf'\Jf'\Art l

- Wate,pass, Theodolite. - Patak-pat� kayu Pembangunan SA.BO DAM


- meter. bak ukur - Paku
n.-1 .. ;; 1:..-- L/'_.......__ ---L--
: : Ai:;�g;;;;�� ""SS� , - """"' s•u•u• I' ,

IL1 ---Ka��-u_� r�������������������-'-���������������������


STATUS

I
NO.
I LANGKAHPEKERJAAN KRITERIA BERTERIMA
! BAIK TIDAK

1 Cari fetak patok referensi (BM). - Sesuai petunjuk Direksi


II
2 Pembersihan semak beluk.ar. ' - Tidak menghalangi
pengukuran

3 , Buat patok as pada masing-masi!1g uju!1g Mair1 , - nic:e>tuJ• ti nire>lc.c:i


Crest dan Sub Crest - Patok berada pada tempat
yang aman
- Kuat tidak mudah

4 Buat patok. eievasi pembantu pada setiap - Disetujui Direksi


ujung Main Crest, masing-masing 1 buah - Patok berada pada tempat
yang aman
- Kuat tidak mudah
menggeser

I I

5 Pengukuran potonqan memanjang pada as - Disetujui Direksi


Main Crest. Sub Crest dan pada bagian tengah - ketelitian ± 1 mm
apron

6 Pengukuran potongan melintang (Cross - Disetujui Direksi


section} dengan jarak 5 m - ketelitian ± 1 mm

7 Gambar hasii pernotonqan rnernanjanq can ' - Skaia 1 : 100


melintang - Ketelitian penggambaran
±1 mm
- Disetuiui Direksi

8 Hitung volume pekerjaan galian - Disetujui Direksi

II I

I I I I I I
Lampiran 1
2 I

Nama Jabatan Tanda Tangan Tanggal


I Dibuat i Suhamo Penoendali mutu
I disetuiui I Sarwono Keoala Provek

JuduJ ModuJ : Pembuatan Laporan Pengukuran


Buku lnformasi Edisi: 2011
Halaman: 27 dari 51 I
I
I
I
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub �-ktor Bd, tyu-nan Gedung

Tabel 4.11

INSTRUKSI KERJA I Tgl. Edisi Pertama :01-06-1995 I No.Kooi :08


I ..,� CAio.i
:2 : 01 -00- -1-995
'j Pengukuran sudut
j ��D�umen : IKP - 09 - AB.95.80.002 : 1 dari 1

.At.AT o.AHAri LV!"V\.)I rcK.C"-J.PiAl'I

- Theodolite - Patok-i)atok kayu


- Palu -Paku

II ... .,._,. �·'-.tl'-l""'LI •• ._,,._,,...,.'"""'"' ...


I Aa.u'-ll' AU DCll'CD IA.At.I
I . ,. , ...... ,.� .... �.' .
ll'DITCDIA DCDTCRlUA
._ ,,,.,,.....
STATUS

BAIK TIDAK
1 Pengecekan a lat ukur dan alat bantu yang - Sesuai manual operasi alat.
II
akan dig.unakan. baik kondisi maupun ketelitian I I I
nya.
2 Pengecekan alat ukur dengan cara:
I a. I PQmh�� sudu� hnricnnfaJ da!arn pos!S! - R - I R. = 1 SU\OM'nn. CV\•.
I I I

teropong biasa (8) dan luar biasa (LB) yang


mengarah k.e satu target £ang sama, bita
dikurangkan besamya 180 =dengan oo·oo.oo·
I toleransi r sid 2· sesuai tie jenisnya. I I

..
b. Pembacaan sudut vertikal dalam posrs, - B +LB= 360°00'00.0(Y.
teropong biasa (8) dan luar biasa (LB) yang
mengarah ke sa u arge yang sarna. biia '
dijumlahkan besamya = 360°00·00.oo· dengan
toleransi 1· s/d 2· sesuai tipe dan jenis alatnya.

3 Membuat rencana untuk menentukan titik


dimana alat ukur harus didirikan dan
menentukan satu arah sudut yang sudah
diketahui.

4 Menyetel a\at ukur diatas titik sesuai poin 3, - Sesuai manua\ operasi a\at.
kemudian mengarahkan pembacaan sudut
dibuat not oerajat ke arah trtik yang '
diketahui(ditentukan).

5 Berdasarkan poin 4 di atas maka titik vane - Sesuai rencana.


dicari dapat . ditentukan dengan memutar '
teropong sehingga diperoleh bacaan sudut
yang sebesar yang dikehendaki.

6 Khusus untuk membuat sudut 900 di lapangan


tanpa menggunakan aJat ukur theodolite dan
prisma, bisa dilakukan dengan menggunakan
rumus phytagoras (yaiiu sisi siku-siku •
panjang 3 bagian dan 4 bagian serta sisi
miringnya 5 bagian)

Lampiran 1
2
1llllllill�======�Nar�n a�======�========]j�a�ba�ta�n�======:=1:===-af!naa�T�a ga�n�=r====�T�a gg�a��=====1•
I Dibuat I Sudinnan Keoala laoanaan I 01 - 09 - 1995 I
I disetuiui 1 Karvono KUJM \ 01 - 09 - 1995 I

JuduJ ModuJ : Pembuatan laporan Pengukuran


Halaman: 28 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
I
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi KodeModul
Sekior Konstruksi Sub Sekior Bd, 'l:JuTiaTI Gect-u, 'l:J !
I
....... .... C!��- 'V'\." �"
tf't.f'\• .JLJV.£Lv. LJ.VU. V I
1'0 "�

Tabel 4.12

INSTRUKSI KERJA I Tgl. Edisi Pertama : 01 - 06 - 1995 No.KoPi :08


I l•� .n . C
'Jv Aio ..
.._ ...... ...,., : 1 Tg!.Re-.�i : 01-09-1995
I

i PemaloKan
I Kode Dokumen : IKP - 09 - AB.95.80.002 Hal Ke. : 1 dari 1

. . .........

·1--
I
AL.AT

I-
O l"I.n I\ !'I LOK� rcKi:RJAA"

i-
�n
r,•• u
I
Patok-,,atok l<ayu
- Paku
\
I
II
I I I I Ta.,-a I

NO. LANGKAH PEKERJAAN KRITERIA BERTERIMA


BAIK TIOAK

' Pengecekan kondisi alat sesuai fungsi dan ' - Sesuai rencana layak pakai '
bahan yang akan dipakai.

I M��-" t(f:>� dM �tifiµ..5ikM I - ��


titik referensi (BM) yang akan dipakai sebagai situasi
acuan dalam penentuan posisi mendatar
maupun vertikal.

3 Menyiapkan rencana dan perhitungan untuk


lokasi yang akan diukur meliputi jarak dan
sudut dari BM ke titik yang akan dibuat.

4 Di apangan ditentukan pematokan yang - Sesuai spesifikasi


menunjukan As. grid dan line dari bangunan
yang akan dibuat.

5 Mengidentifikasikan poin 4 sesuai gambar


rencana.

6 Pada waktu lokasi yang sudah dipatok akan - Sesuai rencana


diketjakan (pain 4) maka harus dibuat titik
simpanan dilokasi yang aman dengan
• konstruksi yang kuat dari oeton, dan titiknya •
dari besi beton dengan tanda di tengahnya.

7 Membuat gambar/peta sket lokasi patok-patok - Sesuai lapangan

,._��l. a_n_g�e-rpa�sa�n-g_de�n-g_a_n_t·
iti s_m_p_a_na�n_n_y_��-jL..-�����������_.._���� ._����-' •

Lampi ran 1
2

1
_0_s_e_ru_1�u_�_t\a�ry�o_n_o��������-�_u_J_M����������,L..-�������--J._
L . 0_i_-_oe -_i_99-_5���'

JuduJ ModuJ : Pembuatan Laporan Pengukuran


Halaman: 29 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
I
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
SBktor Konstruksi Suti Se'ictor Barrgurran Gedung fNA.5230.223.23.00.07

Tabel 4.13
I

INSTRUKSI KERJA I Tgl. Edisi Pertama : 01 - 06 - 1995 I No.Kooi :08


I ! No:. Edi� :2 ! TgtRe-.":$t : oi -09- 1995 I
Pengukuran eievasi
I Kode Dokumen : IKP - 09 - AB.95.80.002 I HalKe. : 1 dan 1

I .. .... I - . ...... N.
DJl\n JI\
I . ...... � . . ..... ..._ I

STATUS
NO. LANGKAH PEKERJAAN KRITERIA BERTERIMA
BAIK TIDAK
' Pengecekan kondisi alat ukur dan atat bantu ' - Sesuai manual operasi alat. '
yang akan dipergunakan termasuk
ketefrtiannya.

2 Pengecekan alat ukur dengan cara:


Mengukur beda tinggi 2 target yang tetap - Seda 1 = Beda 2 = Seda ke
sama, dengan posisi dan jarak alat ukur yang n.

hasil beda tinggi yang sama, dengan toleransi


:t 0.50 sld 1.00 mm sesuai tipe dan jenis
alatnya.

3 Membuat rencana untuk menentukan titik - Sesuai rencana


referensi yang dipergunakan set>agai acuan

4 Alat ukur disetel diantara titik referensi dan titik - Sesuai manual operasi alat
yang akan dicari elevasinya.

5 , �ngan bantuan rambt..! uktP." yang mpa.� rn - �� � rru:ull�


------ ···-··--· n-rn- �-�·i �
P·r- -·-·
titik referensi dan titik yang akan diukur, maka
bacaan masing-masing rambu ukur dicatat

6 , Selisih baeaan di:11 i keoua rambu ukur tersebut ,


merupakan beda tinggi/beda elevasi kedua
titilc

7 Elevasi dari titik yang dicari dapat dihitung '


dengan rumus Tinggi titik referensi + beda
tinggi (poin 6) kedua titik tersebut.
I

��=� te::uk
8 Khusus untuk mengukur elevasi di lapangan - Selang air harus :
tanpa menggunakan waterpass maka dapat • Transparan
dipergunakan selang air clan meteran. Tldak bocor

gelembung I

udara \
Lampiran 1
2

Nama Jabatan Tanda Tanaan Tanaaal


I Dibuat I Sudwman Keoala. n 01 00 1995
I disetujui I Karyono KUJM 01-09-1995

Judul ModuJ : Pembuatan Laporan Pengukuran I


Buku lnformasi Edisi : 2011 l
Halaman: 30 dari 51
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
Sekior Korrstruksi Sub Sektor Bd, ,gunan Gedung
Ii KodeModul
�A.5230·.223.23.00. 07

Laporan kegiatan pengukuran bangunan gedung


Nama proyek
Lokasi
I

Waktu pelaksanaan Tabel 4.14


Peralatan ukur dan
.! No ! �JurullkYf' �� I Waktu Aktivitas
I
peggunaan pengukuran �
digunakan

1 Suharno - waterpass 1 bulan Pembuatan base Pelaksana lapangan


I I -u�itE I I c-dffip I

2 Suhamo - meteran 1 butan Pembuatan base Pelaksana tapangan


- kalkulator camp
I I I I
- bahan-bahan Survey dan
pengukuran
3 Sudannan - theodolite I
1 bulan I
Pengukuran Juru ukur I

-palu sudut

' ������ �����--���!


- bahan-bahan Pengukuran
- waterpass ketinggian
It I I - rambu I I I I

- meteran

4 Karyono - 1 bulan - Kepala Direksi

4.3.2. Penylapan data utcur dan hitungan selama pekerjaan beriangsung.


4.3.2.1. Pengambilan data.
Data ukur yang dmasi1kan oleh juru ukur selarna meniatankan tuqasnya
harus diinventaris atau dikumpulkan secara rapi dan lengkap. Dengan
..t-
disusunnya data ukur ;::,c'"'°' a , c21--1i, jde1., Udll tengkap rnaka akan

memudahkan pencarian terhadap data yang dipertukan. Data tersebut


dapat diseleksi sebogai berikut:
a. Data pengecekan titjk referensi, data ini memuat hasiJ pekerjaan
penge-�an titik ikat yang terdiri dari :
1. Data koordinat titik ikat {X, Y, Z)

3. Data waterpass
b. Data pengukuran harian, data ini mernuat hasil pekerjaan penqukuran
atau kegiatan pengukuran harian.
c. Data Stake out, data iru memuat hasH-has# pengukuran keg!atan- stake
out baik hasil pengukuran stake out horisontal maupun kegiatan stake
out vertika!.

JuduJ ModuJ : Pembuatan laporan Pengukuran


Halaman: 31 dari 51
Buku lnformasi Edisi: 2011
I
Sektoi Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung

kegiatan pekerjaan monitoring posisi baik posisi horisontal dan vertikal.

pengukuran dimensi yang pada akhimya akan digunakan untuk bahan


rnenchitunn volume
Conteh data koordinat titik ikat atau referensi, pengikatan poligon dan

Tabel 4.16. berikut:

contoh formulir (blanko) pengukuran poligon, pengukuran waterpass dan

j Tabel 4.15
ii DISKRIPSI BENCH MARK

Nama Lokasi : Rencana Pembangunan Apartemen .. 'J('


Oesa
: �r., ;-,, . ,.,; .-,,,

I! Kacupatcn : Maju Jaya j j

!II Dlr.lENSI BENCH MARK:


I1
11 Ben�h U3rk merupak ¥1 y a119 •lap dari l>ebn 11
II Hi'll�g 1 2 3. den;� \lturan (11 0.2, 0.2)m lI
11 ul�§ utHn;i • 10 mm d.n l>euge: • 6 mm. 11
11 Dims pa� daben pen level Clan nomenil;iu J I
II dengan c at 11
II 11
r-o.iJ
II
11
II
r T 11
11
11
II 11
ll -H=== Pcrr.ui.ian Tanah 11

III 11
11
11 8. Bekln t 2 3 11
II II
II 11
II 11
II 11
II 11
II 11
II 11
1 0.40
j1--������-r-�������--��������������-.-������--.-������---1
I
II PATOK NOMOR X (m) Y (m) Elevasi (m) I '

II KOORDINAT 11
p BENCH MARK BL2iBM.2 570.169,690 369.513,111 13,025.000 l \

{jamoar.4.1 Lemon r,oorcmat l itii< ncm .

. .. ' .. .
�:::��::: :·,..::::��::;
- ., ...._. - . - •-
: . :::::;::�;:;;;;: �
- ' - - ' - . - . - . � - . . . - - .
;:�;;�::::� : ... ;:�::�::;�::;.:;;� : :
! IO!C!! ! !C! ! . .._,£._
: �
tJC!! ! :.J t
Buku lnforrnasi Edisi : 2011
Kode Modul
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
INA.5230.223.23.06.07
Sektor Konstruksi Sub Sektoi Bangunan Gedung

4.3.2.2.. Penyiapan data ukur hitungan.


Data-data pengukuran selama pelaksanaan, konstruksi meliputi:
I
I • Data ukur dan hitungan koordinat.
I
I • Data ukur dan hitungan waterpass .
I
I • Data ukur dan hitungan stake out .
I
l • Data ukur dan hitungan pengecekan dan monitoring .
I
I • Data ukur dan hitungan dimensi. I
I Data-data tersebut sejak awal pekerjaan hingga selesai dicatat, disusun I
I secara berurutan dan rapi serta diarsipkan. Sebagai contoh dapat disimak
I
iI contoh data ukur dan hitungan poligon dan hitungan sipat datar berikut ini.
I
I
Tabel 4.16. Contoh Pengikatan Waterpass I
I HITUNGAN SIPAT DATAR l
Konsultan I PT : PT. Giat Tanggal : 21 April 2003 I
Dihitung Oleh
IProyek
:Eq
: Apartemen X
: Maju Jaya
Diperiksa Oleh
Mat Hitung
Ha la man
: Dannaji
: Excel
: 1
I
I
Lokasi
Jalur : CP MJT2 - P.71 - P.86
I
Dari
Notitik

Ke
Jarak
Beda

muka
nnggi

belakang
Rata-rala Koreksi
Elevasi
Tinggi No Tiiik I
I
Ket
I

I I
CP MJT2 94.742 GP MJT2 I
CP MJT2
HP
HP
P71
100.2
101.4
0.152
-0.194
0.152
-0.194
0.152
-0.194
0.000
0.000
94.894
94.700
HP
P 71
P 72
I
P7i P?:l 70.4 0.153 0.153 0.153 0.000 94.853
P72 P73 93.8 -O.o19 -0.019 -0.019 0.000 94.834 P73 I
i P 73 I P74 52.2 0.034 0.034 I 0.034 0.000 94.868 � 14 I I
P 74 P75 65 -0.561 -0.561 -0.561 0.000 94.307 P 75 I
! P 75
! P76
. --
60.2 -0.088 -0.�� _! _ _:0.088 0.000 94.220 P 76 I I
-- -· I
I P 76 P 77 67.6 0.885 0.885 0.885 0.000 95.105 P 77
;
I
P77 P78 16.4 -0.278 -0.279 -0.279 0.000 94.826 I P 78 I
I P 7R P7Q QQ? n..u� o..u� i
ous ·0000 95 271 I p 7Q I Ii
P 79 P80 76.6 -1.363 -1.363
I -1.363 0.000 93.908 P60
I
P80 P 81 83
->----
1.091 1.091
I 1.091 0.000 94.999 P 81
I
P82 P83 97 .4 0.000 0.000 0.000 0.000 95.109 P 83 I
ir P83 P84 82.8 l -0.112 ! -0.112 • -0.112 to.ooo 94.997 P84
!
P84
P es -r-- 79-- · t-0_068 i · o.068-i 0.068 i 0.000 95.065 no.::;
r

i
UJ

P85. P86 42.2 I -n


vn.v4
, -0.018 -0.018 I 0.000 95.047 P86 I

!
iJumlah (1247.200 jo.305 jo.305 jo.305 jo.ooo
lI•JLmt• an• j• arax• i247.200

I .n:1��! �
�u�_u_i _Pt:mbualan Laporan Pengukur<in
! ---: ;;: - ; ;: ::: ;: : ==--=--=
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Banqunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

Tabel 4 .17 Contoh pengikatan poligon.


Hitungan Koordinat

_,_ : BM IIUT1 -8M.ll.lT2

-llJTJ

81tllJT t
.I .
i,11}• 0.- 0.000

c-{8f

..... -
.......
11.o,. Absi$lxJ
(Ml
476299. )6)
Koordlnat
0.-M
lml
91471162.SO'i 8M IIUTl

ula
o.ooc t--4::=c:-628:c-.'7363.,. ,--+-tt47-M2.--S09---t BM UJT 1
1.51 15.1197 11.141 -0.001
Pia n •. JOI

:I:
476303. .io.. 91471168. 516

» .. .5
.__
··-

U6 .0.001 .20.u, 476J16."9CI ,147�.509 p 11


,.,, ll.1:ll 1l.71l
.0002

._ _
.
-0.001 -T.3111
p 12
>1.1ll n.1�
, 17.5 .__. 2A-'1Z 21-nl ·0002
P1:J

,. 1J 476364.548 9147112.014
a.t .__ 0.000 ...oa

.... ·K.011
.0..001

.0.004
476424.5311

476430.031
914TT9J.32J

9147TM.247
Sl.914 49.Ul
MT tlJ 4S.M

47647'9.490 9147761.225
p 17 ,. l.5

·. -. 51."6 ,,.111 .()002

-0.00I -61.7'4
.0004

.0.01�
47652'.246 91477S6.317 p l7

...
- l2 64.S1 471724.591 91476$4.606 p 21

·-
171

p 2l

24 . ,. toe 11.N ... s:t1 -0002 ·15.IOl


47677J.11g 91417671.799
p 26

P1' Vt ,, ._ _ 476822.586

476965.803
91417665.430

9147637.475
ra 11 S&.I .__ ,u u -0002
476959.073 9147595.6"
P77
·-- 114 24.lt .().1)()4 -41.802

477004.101 9147571.258
P'2' sz . ,. ._ _ 111 71 2D.41 11211 .0.002 ·24.604 .0.004

477095.016 9147523.740
p l1

117 l6 21,52 .OOIM .0.007


I
r>o .__ 39.Stt -0002
.O.OOJI
47713".562 9141S00.47J ,. ,0

sa.1,
a .__ ,,. s.i
.0.004

"" t71
114 u a.u 102.111 -0.0CM -4Z.71J .0.001
477184.903 9147474.947 p )1

r» 1n 477277.658 9147432.2211

121 31.95 51.2511 .O.OG:i


5&.S e.1os
471317.942 9147.00.531

P'JS $1 Ii.JI &.- Jl.H1 -0002


477351 .101 9147361.:MS

,.,. UJ SJ 20.17 111S.t4' 47.01 .()004 .e1.a1 .()007

. e.1•
o.,oa
4..21 51.507 10711 -0.002 .().OIM
471391.528 9147:z69. 746 p l8

19.1

,._ ..,.. 157 21.215 '-"1 .0.001 .rr.,w .0.002


477414.997 914Tl20. 940

. .. "
.... 131 41 1.tt ff.1113 JT.10! .O.CY.12 .()()04

.()J)OE
471421.3321

477458..'39 9147150 37S


P'lM

P40

·-
417522.4241 9147115.740 P Cl
.0.004
477566.167 9141088.133
1 .w e t2t >S J0.71
.0.004
St.:JK .0.002 477610.726 9147062.765
.;J:JJJ1 -0.00II
477585.605 9141029.028 a> IU1 Z
12, S3 Ja.'41 71.0U .0.001
.0.014
ru 477750.369 9147214.352 PU
10.K1 -0.0ll

0 4171117.000 9141334.000 ... Cl. ...


111.- .0.023
120 tS IJ.-2 '4..K1 .0.002
P64 f7l 41752$.203 9147501.$24 f' ll
112.n, .0.937
" 2'.5 ··- 114 ST.U 1:2.1:n 477053.0&9 91476114.266
76.Al .0.00] P'fT
CP IUT 2 0.10a
476473.276 9147!11S.4JS p '3
"-&1C

. ..
.0.-
1K.:Jl1 �.TTt .0.009 416354.7" !1147"'2.0JE
,0 IO 0.109

476321.441 91478'5.961

r 12

a
r
. -12.'55 .0001

-0.0CIJ
416322. 112 914711&3.305 - Ill.IT 2
,._. •·-

lllll
UT r n
2 1
l.S

-
21 K 11.�

·- .;no.n.,
.()007

0012

�.17C

o.s ··-
.__
2'.'7 1'2l6.1'1

·-
ai 29 13.51 127.34l .0.00!
·111.al

.__ n.H'I .O.OGJ

1un -0.001
1$71
.o.oaz

U1 )$ 11.'!lt

·1 59
-4.J>O-
....
I l77�
- J -...0.14'!--..·_,.,, _- ...0_.211) -II«.e.. vaj
i• .c.o• - I
KOIIIIEK51

R.= 1: ttt@

Judut Modul: Pembuatan Laporan Pengukuran


Buku lnformasi Edisi : 2011 Halaman: 34 dari 51
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Banqunan Gedung
I INA.5230.223.23.06.07

4.3.3. Penyiapan dokumentasi yang diperlukan.


4.3.3.1. Pengambilan dokumentasi.

Selain data ukur, data dokumentasi juga per1u dimiliki oleh juru ukur.
Dokumentasi tersebut baik dokumentasi aktivitas dari juru ukur maupun
dokumentasi kondisi sebelum dan sesudah dilaksanakannya konstruksi,
agar secara visual dapat mendukung data-data yang disajikan oleh juru
ukur. Dokumentasi yang per1u disusun antara lain:
a. Foto Titik referensi atau BM ( Bech Mark)
b. Foto peralatan-peralatan yang digunakan
c. Foto pelaksanaan pengukuran MC-0
d. Foto pelaksanaan pengukuran untuk stake out.
e. Foto pelaksanaan monitoring posisi.
f. Foto penandaan hasil stake out maupun peil-peil yang dipasang.
g. Fote pengukuran dimensi.
h. Dan sebagainya.
Contoh dari titik referensi atau BM dapat dilihat pada dokumentasi berikut ·
ma:

Gambar 4.2. Contoh titik refrensi atau BM (Bench Mark)

4.3.4. Penyusunan data yang diperlukan untuk pembuatan laporan akhir


pengukuran.
4.3.4.1. Seleksi dan pengelompokan data.
Data yang per1u disusun lainnya adatah data yang akan digunakan untuk
pembuatan laporan akhir. Data untuk pendukung pembuatan laporan akhir
ini biasanya lebih sederhana tetapi mencakup seturuh kegiatan yang
dHakukan oleh juru ukur, karena pekerjaan pengukuran merupak.an
sebaqian dari keseluruhan kegiatan pelaksanaan konstruksi, sehingga

Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


I Buku lnfonnasi Edisi: 2011
Halaman: 35 dari 51
Kode Modul
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung I INA.5230.223.23.06.07

dipertukan masukan atau keterlibatan di dalam penyusunan Laporan akhir.


Data yang diperlukan antara lain :
a. Titik lkat
b. Jumiah dan jenis peralatan yang digunakan
c. Personil pengukuran
d. Data ukur
berikut adalah contoh formulir/blangko pengukuran :
Form 1 : Pengukuran waterpass.
Form 2 : Pengukuran poligon.
Form 3 : Pengukuran tachymetri (crossection/detii situasi).
Form 1 a : Hitungan waterpass
Form 2a : Hitungan koordinat.

JuduJ Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


Halaman: 36 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
I
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
I Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung INA.5230.223.23.06.07 I
Form 1
·��������������-P-E_N_G_U_K_U_RA�N-W_A_T_E_R_P_A_S_S�������������--,,�
II I

PROYEK TANGGAL
LO KASI CUACA
SEKSI OIPERIKSA
II JURU UKUR I HP.LAJ.A.,A,M I

STAND I STAND ti JAR.AK

B I�
I
II NO
I
I
TARGET
BACAAN BENANG

TENGAH
ATAS ! L\ h
BACAAN BENANG

ATAS ! 6. h
I
L
K
I

K.
6.h
rats-
rata
ELEVASV
KETINGGIAN KETERANGAN
BAWAH BAWAH
TENGAH A

m m m m m m m m m m
II I I I I I I

II

II I I I I I I I I I I

I I

.II 1---- +----+-----i --- ===I I I II-----1

I I I

Sketsa:

II OIREKSI: KONSULTAN: KONTRAKTOR :

., ( ) ( ) ( )

Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


Halaman: 37 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
Kode Modul
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
INA.5230.223.23.06.07
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung

Form 2
���������������P-E_N_G_U_K_U_RA�N-PO�U-G-O��������������---,1

I PELAKSANA
v
I ALAT/NO
/"\I U\.:11"\ I
I
LOKASI CUACA
SEKSI DIPERIKSA
JURU UKUR
I I
BACAAN SUDUT BESARSUOUT I
I
JARAK
... ... HORISONTAL HORISONTAL \
I! I
I
< i- :.u

a:
!
I BIASA ! SUOUT ! ! KETERANGAN
0.. j TPITA C)
LUAR VERTIKAL

.�..<
BIASA RATA-RATA MIRING DATAR
.-.e. BIASA

I I I e : • •• 1 e � •
LUAR-BIASA

I _. , e l
I -.. .
: : ...
'' I I

-, I

I-�
\skmsa J
ll��
l�l�---�1��---��I

'I DIREKSI: KONSULTAN: KONTRAKTOR :

1�_
···_
··_
···_
··_
···_··_
··_
···_
··_
>������-·_
··_
···_
··_
···_
··_
···_
··_
···_
·-_
--·_
-->����-<_
··_
···_
·-_
···_
··_
···_
··_
···_
-·_
-) .·

JuduJ ModuJ : Pembuatan Laporan Pengukuran


Buku lnformasi Edisi : 2011
Halaman: 38 dari 51
I
l.I - ��������������� �������-��'_
SektorMateri
KonstrPelatihan
uksi Sub Berbasis
Sektor BaKompetensi INA � ...Kode
ngunan Gedung Modul
30 223 ,..,.., 06 o-r

F_��3---,I
PENGUKURAN TACHYMETRl
(CROSSECTION/DETAIL SITUASI) I'
PROYEK
LOKASI
SEKSI

I �URI UKUIR I.
BACAAN
SU OUT
HORJSONTAL
I
BACAAN RAMBU
ATAS SUDUT
TENGAH 1------ VERTIKAL
JARAK
I K.ETINGGIAN
I z
-e
aw::z
c(

BAWAH MIRING DATAR AH ELEVASI .... (!)


w
0
m m 0 m m m m

I I I
I

Sketsa:

I DIREKSI: KONSULTAN: KONTRAKTOR :

.i�_·_·_·_··_·_··_·_··_·_·_··_·_··_-'_��������-·_·_··_·_··_·_··_·_·_
I ··_··_·_·_··_·_··_·_������-··_·_··_·_··_·_··_·_··_·_·_··_·_>�_, I

Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


Halaman: 39 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
I i
I Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
Sektor Konstruksi Sub Sek1or Bangunan Gedung
Kode Modul
INA.5230.223.23.06.07 I

.I��= KSI
��R
I !:EL
DHP
A LARMIKASNA
I

� BED.A T•-·�
·- G•. (A-H.,\ KETrl''IU
""U'IA
II
er: a: I Cl I I

o::.i::: NAMA
0
:E :1.: PERGI PU LANG RATA-RATA JARAK KOREKSI DEFFINmF N (ELEVASI)
TITIK
0 OJ=
z z m m m m m m m
I

II I I I I

I I I

I I I

II I I .

II I I

I I I I I

I:::� I I I I I I I I I --
I

I
II

DIREKSI: KONSULTAN: KONTRAKTOR :

{ ................................ ) { ........................................ ) { ................................. )

Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


Halaman: 40 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
Maten Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Banqunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

Form 2a
HiTUNGAN KOORDiNAT
I OIHITUNG

I
PELAKSANA
PROYEK TANGGAL
ALAT HiTUNG

I
: LOKASI

SEKSI
JURUUKUR �
I I I

I I I

ii
� SUOUT � KOOROINAT
i ABStS OROtNAT

,lgl TITIK I I�'


NOMOR HORISONT � AZIMUTH JARAK (rue) (&y) NOMOR
ITTIK

AL I

· · · 1 · I · I·I · I · I m
I
m m

11 11 I I I I I I I I I I -- -1----11
I
l

II� 1-
11 I\ I \ I I I I I I I I I \ I
:I I 11111 I 11 I I I

---+----+

I TOTAL I

DIREKSI: KONSULTAN: KONTRAKTOR :

( ········· ) ( ) ( )
Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran
Buku lnformasi Edisi: 2011
Halaman: 41 dari 51 I
Kode Modul
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung
II INA.5230.223.23.06.07

4.3.4.2. Penyusunan data ukur.


Data yang diperlukan untu pembuatan laporan akhir pengukuran disusun
secara rapi sesuai dengan jenis pengukuran. Data pendukung ini diseleksi
sesuai dengan seturuh kegiatan pekerjaan yang dilakukan oleh juru ukur
selama proyek berlangsung mulai dar awal hingga selesai (MC O sampai
dengan MC 100). Data-data yang diperlakukan untuk laporan akhir
pengukuran meliputi :
a. Titik referensi (BM).
b. Jumlah dan jenis peralatan yang digunakan termasuk waktu
penggunaannya.
c. Jumlah personil pengukuran.
d. Data ukuran :
• Poligon dan hitungannya.
• Waterpass dan hitungannya.
• Stake out.
• Pengarahan dan monitoring.
• Pengukuran dimensi dan perhitungan volume.

4.4. Data pendukung untuk pembuatan Laporan Volume.


Salah satu tugas dari seorang juru ukur pada pelaksanaan suatu pekerjaan konstruksi
adalah menyajikan data ukur dan hasil kegiatan-kegiatan di lapangan seperti menentukan
arah serta posisi dari suatu detil konstruksi dan dimensi-dimensi yang diperlukan untuk
menghitung volume Dengan demikian seorang juru ukur harus melakukan pengumpulan
dan penyusunan data ukur yang dihasilkan selama melaksanakan tugasnya.

Data-data hasil pelaksanaan pengukuran perlu disusun secara iengkap dan rapi agar
selalu siap apabila diperlukan, baik untuk kepentingan juru ukur sendiri maupun pihak lain
semisal untuk menghitung volume. Disamping itu data juga perlu dirawat dan disimpan '
ditempat yag aman agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
Data yang merupakan hasii dari kegiatan juru ukur ini nantinya akan menjadi salah satu '
dasar untuk melakukan perhitungan volume yang dilakukan oleh quantity surveyor atau
quantity engineer. Jadi perlu ditegaskan bahwa juru ukur hanya menyediakan data ukur
pendukung perhitungan volume, yang kemudian oleh atasannya secara langsung
dikoordinasikan dengan bag1an lain untuk keperluan selanjutnya.
I
I
Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran
Buku lnformasi Edisi : 2011
Halaman: 42 dari 51 I
Kode Modul
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

4.4.1. Penyusunan data pendukung untuk pembuatan Laporan Volume.


Untuk mendukung pembuatan laporan volume, juru ukur mempunyai tugas untuk
menyediakan dan menyususn data-data hasil pengukuran dimensi detil-detil
konstruksi. Data-data dari juru ukur tersebut oleh personil yang bertanggungjawab
untuk membuat laporan volume akan dikompilasi sesuai dengan keperluannya,
sehingga pengelompokan data pendukung untuk penghitungan volume masing•
masing bagian konstruksi perlu disusun secara jelas, lengkap dan sistimatis.

Data yang dihasilkan oleh juru ukur selatu harus disahkan oleh atasannya langsung
yaitu chief juru ukur atau survei engineer. Data yang sudah sah atau valid inilah
yang disiapkan untuk dijadtkan bahan untuk menyusun laporan volume. termasuk
juga di dalamnya data hasil pengukuran bersama atau joint survei.
Data-data yang perlu untuk disusun guna mendukung pembuatan laporan volume
adalah :
a. Data awal untuk pembuatan Mutual Check-0 (MC-0)
b. Data ukur untuk tiap-tiap progress penagihan
c. Data akhir untuk pembuatan Mutual Check -100 (MC-100)

4.4.1.1. Penyeleksian data.


Selama pelaksanaan konstruksi, juru ukur bangunan gedung harus
rnengurnpulkan dan rnenyusun sernua data yang dihasiikan. Produk utarna '
juru ukur bangunan gedung adalah data ukur dan hitungannya, selain itu
juru ukur bangunan gedung juga periu membuat iaporan aktivitasnya
selama masa penugasannya. Data ukur dari hitungannya sejak awal
sampai dengan akhir pengukuran harus dipisah-pisahkan dan diarsipkan
secara berurutan dan rapi sesuai dengan jenis pekerjaannya seperti :
a. Data pengukuran dan hitungan pengecekan titik referensi (BM) terdiri
dari:
Pengukuran dan hitungan koordinat.
Pengukuran dan hitungan ketinggian.
b. Data pengukuran stake out:
Titik utama dan titik-titik detil.
Tiang pancanq.
Tapak bangunan lantai I sampai dengan berikutnya.

Judul Modul : Pembuatan laporan Pengukuran


Halaman: 43 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
I
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Banqunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

Dan lain-lainnya.
c. Data pengecekan, pengarahan dan monitoring horizontal.
d. Data pengecekan, pengarahan dan monitoring vertikal.
e. Data pengukuran dan hitungan dimensi awal.
f. Data pengukuran dan hitungan dimensi akhir.
Sesuai dengan perkembangan/kemajuan pekerjaan konstruksi, maka
pekerjaan pengukuran terus mengikuti, sehingga data ukur yang
dihasilkan akan bertambah, sehingga perlu pengarsipan yang teliti, cermat
dan rapi sehingga memudahkan untuk mencari bila diperlukan. Terutama
data-data untuk perhitungan volume harus diarsipkan dan disimpan baik- '
baik.

4.4.1.2. Penyusunan data.


Data ukur dan hitungan yang dihasilkan oleh juru ukur selama
menjalankan tugasnya harus diinvetaris atau dikumpulkan secara rapi,
lengkap dan berurutan, untuk memudahkan pencariannya bila diperlukan.
Data dan hitungan tersebut meliputi :
a. Data pengecekan titik referensi (BM) :
Data koordinat {X, Y)
Data waterpass atau ketinggian {E).
b. Data pengukuran stake out horizontal dan vertikal.
c. Data pengecekan, pengarahan dan monitoring.
d. Data pengukuran dimensi awal dan akhir.
e. Sketsa-sketsa iapangan.
Contoh data hitungan koordinat dan waterpass dapat dilihat pada butir
4.3.2.2 dan contoh data ukur (formuiir) pada butir 4.3.4.1.

4.4.2. Penyusunan data untuk perhitungan volume awal.


4.4.2.1. Penyeleksian data pendukung untuk perhitungan volume awal.
Meskipun secara tanggung jawab perhitungan volume bukan berada pada
juru ukur, akan tetapi sumber data yang diperlukan untuk menghitung
volume salah satunya berasal dari kegiatan yang dilakukan oteh juru ukur.
Data-data tersebut mulai dari awal perlu disusun secara rapi oleh juru ukur
agar pada saat dipertukan untuk menghitung volume dapat segera
disajikan.

Judul Modul : Pembuat.an Laporan Pengukuran


Halaman: 44 dari 51 I
Buku lnformasi Edisi : 2011
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektoi Konstruksi Sub Sektor Banqunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

Data-data yang diper1ukan untuk menghitung volume awal atau


menghitung MC-0 tersebut antara lain :
a. Data original ground line atau permukaan tanah asli dari suatu tapak
bangunan, data ini diperlukan untuk mengitung volume pekerjaan
galian dan timbunan.
b. Data mengenai dimensi awal sebelum suatu konstruksi dilaksanakan,
sehingga perkiraan volume dapat diketahui. Data ini diperlukan untuk
rnengetahui volume-volume seperti rencana pengecoran pondasi,
kolom, balok, lantai, saluran drainase dan sebagainya.
Data awal untuk pekerjaan didapat dari pengukuran langsung, sedang
untuk pekerjaan konstruksi didapat dari gambar kerja.

4.4.2.2. Penyusunan data untuk perhitungan volume awal.


Data-data yang dimaksudkan pada butir 4.4.2.1 a dan 4.4.2.1.b disusun '
dan dikelompokan sesuai dengan pelaksanaan konstruksi masing-masing
detil bangunan dan masing-masing kelompok ditempatkan pada ordner
atau stop map sendiri-sendiri.
a. Map 1 berisi data ukur dan hitungan original ground line meliputi:
• Data dan hitungan koordinat (polygon).
• Data dan hitungan ketinggian (waterpass).
• Data dan hitungan profil memanjang.
• Data dan hitungan profil melintang.
• Sketsa-sketsa lapangan.
• Data dan hitungan galian tanah.
• Data dan hitungan timbunan tanah.
b. Map 2 berisi data dan hitungan dimensi awal meliputi :
• Data dan hitungan volume rencana pengecoran :
- Pondasi.
- Kolom.
- Balok.
- Lantai.
- Saluran drainase.
- Dan sebagainya.
• Dan lain-lainnya.

I
Judul Modul : Pembuatan laporan Pengukuran
Buku lnformasi Edisi : 2011 Halaman: 45 dari 51 I
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Konstruksi Sub Sektor Bangunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

4.4.3. Penyusunan data untuk perhitungan volume akhir.


4.4.3.1. Penyeleksian data pendukung untuk perhitungan volume akhir.
Selain data awal, diper1ukan juga tersusunnya data paling uptodate atau
terkini maupun data akhir. Data ini diperoleh dari pengukuran setelah
dilaksanakan pekerjaan konstruksi. Data yang dihasilkan diper1ukan dalam
hubungannya dengan perhrtungan volume untuk pembayaran tagihan dari
pihak kontraktor pelaksana kepada pemilik pekerjaan pada progres
tertentu atau pada akhir pelaksanaan suatu pekerjaan.
Data-data ini secara otentik dihasilkan melalui pelaksanaan pengukuran
atau joint survei, karena penggunaannya untuk kepentingan bagi semua
pihak yang ter1ibat di dalam pelaksanaan konstruksi. Data hasil
pengukuran bersama dan yang sudah disepakati inilah yang perlu disusun
secara rapi, lengkap, jelas dan akurat.
Data-data yang diperiukan untuk menghitung volume akhir tersebut antara
lain:
a. Data ukur aktual permukaan hasil galian.
b. Data ukur aktual permukaan hasil timbunan.
c. Data ukur aktual permukaan hasil pengecoran seperti pengecoran '
lantai, pondasi dan sebagainya.
d. Data dimensi aktual hasil pengukuran detil bangunan setelah
pelaksanaan konstruksi.
Data-data di atas baik secara berkala atau per-progres maupun data akhir
setelah pelaksanaan konstruksi dipilah-pilah, data yang secara berkala
atau per progres digunakan untuk penarikan tagihan tiap kala ulang waktu
tertentu atau per-progres, sedangkan data akhir digunakan untuk
menghitung voiume akhir atau untuk keperiuan MC-100 (Mutuai Check ·
100) dan jug a nantinya akan digunakan untuk dasar pembuatan gambar
puma bangun atau as buiit drawing.

4.4.3.2. Penyusunan data untuk perhitungan volume akhir.


Data-data untuk perhitungan volume akhir disusun secara rapi dan
berurutan meliputi :
• Data hasil Mutual check 100 (MC 100) pekerjaan selesai meliputi :
- Data dan hitungan koordinat.
- Data dan hitungan ketinggian.

Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


Buku lnformasi Edisi : 2011
Halaman: 46 dari 51 I
.. -------------------------�--------------�
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi Kode Modul
Sektor Korsuuksi Sub Sektor Banqunan Gedung INA.5230.223.23.06.07

- Data dan hitungan dimensi.


- Sketsa-sketsa lapangan.
- Ploting hasil pengukuran dalam gambar kerja.
- Catatan-catatan/gambar kalau ada perubahan gambar.
- Dan lain-lainnya.

JuduJ Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


Halaman: 47 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
I
Kode Modul
Materi Pelatihan Berbasis Kompetensi
Sektor Konstruksi Sub Sektor Banqunan Gedunq
! INA.5230.223.23.06.07
I

RANGKUMAN

Di dalam melaksanakan pekerjaan pengukuran, keberadaan peralatan ukur serta personil yang
bertanggung jawab perlu untuk dimonitor. Laporan daftar rencana dan realisasi peralatan ukur
perlu dibuat dan diketahui bersama antara bagian perlengkapan serta bagian pengukuran agar
memudahkan pemantauan posisi dan kondisi peralatan ukur.

Laporan kondisi peralatan ukur yang digunakan juga pertu dibuatkan laporannya, karena selama
kurun waktu pelaksanaan juru ukur peralatan tersebut tidak tertutup kemungkinan akan
· mengalami perubahan oleh karena faktor kecelakaan, cara pengoperasian yang tidak sesuai
prosedur maupun karena memang sudah aus. Tindakan yang tepat perlu segera dilakukan
apabila ditemukan adanya penyimpangan pada peralatan tersebut apakah berupa perbaikan
maupun penggantian.

Dengan diperlukannya data ukur sebagai pendukung pembuatan laporan pengukuran, maka juru
· ukur wajib menyiapkan data tersebut secara lengkap, jelas dan tersusun rapi Selain data
pengukuran seorang juru ukur juga perlu untuk menyusun laporan yang menyangkut pekerjaan
pengukuran selama melaksanakan tugas pada pekerjaan konstruksi. Catatan dibuat secara rapi '
dan urut berdasarkan tanggalnya, agar jika pihak lain memer1ukan informasi yang ada
· hubungannya dengan pekerjaan juru ukur maka yang bersangkutan dapat mernberikan informasi '
yang dibutuhkan tersebut
· Dokumen selama menjaiankan tugas sebagai juru ukur juga perlu dibuat dan disusun, karena
dokumentasi ini akan mendukung hasil dari pekerjaan pengukuran. Di dalam rangka penyusunan
pembuatan laporan akhir. karena juru ukur merupakan tim dari tim secara keseluruhan, maka
juru ukur juga perlu menyiapkan data pendukung yang mungkin diperlukan pada pembuatan
iaporan akhir.

Judul Modul : Pembuatan Laporan Pengukuran


Halaman: 48 dari 51
Buku lnformasi Edisi : 2011
I