Anda di halaman 1dari 8

VERSION [0.

0]
2018

RUMAH SAKIT WAVA HUSADA KESAMBEN


JL. RAYA KESAMBEN JUGO NO. 1
KESAMBEN-BLITAR
0342-331999

0
PROGRAM MANAJEMEN RISIKO

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.........................................................................................................................................1
DAFTAR ISI....................................................................................................................................................2
A. PENDAHULUAN.................................................................................................................................3
B. LATAR BELAKANG..............................................................................................................................3
C. TUJUAN.............................................................................................................................................3
D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN:......................................................................................3
E. CARA PELAKSANAAN:.......................................................................................................................4
F. SASARAN:.........................................................................................................................................4
G. JADUAL KEGIATAN:............................................................................................................................4
H. EVALUASI..........................................................................................................................................5
I. PENCATATAN DAN PELAPORAN.........................................................................................................5

2
A. PENDAHULUAN
Risiko berhubungan dengan ketidakpastian ini terjadi oleh karena kurang atau tidak tersedianya
cukup informasi tentang apa yang akan terjadi.
Sesuatu yang tidak pasti (uncertain) dapat berakibat menguntungkan atau merugikan. Ketidak pastian
yang menimbulkan kemungkinan menguntungkan dikenal dengan istilah peluang (opportunity),
sedangkan ketidak pastian yang menimbulkan akibat yang merugikan dikenal dengan istilah risiko
(risk). Selama mengalami kerugian walau sekecil apapun hal itu dianggap risiko.
Manajemen risiko merupakan disiplin ilmu yang luas. Seluruh bidang pekerjaan di dunia ini pasti
membutuhkan. Makin besar risiko suatu pekerjaan, maka main besar perhatiannya pada aspek
manajemen risiko ini. Rumah sakit adalah sebuah institusi dimana aktifitasnya meliputi beberapa
bidang yang kompleks, menyangkut berbagai personil yang terlibat dan penuh dengan berbagai
risiko, sudah selayaknya menerapkan hal ini.

B. LATAR BELAKANG
Manajemen risiko di rumah sakit meliputi kegiatan klinis dan administratif yang dilakukan untuk
mengidentifikasi, evaluasi, dan mengurangi risiko cedera pada pasien, staf, pengunjung, dan risiko
kerugian untuk organisasi itu sendiri.Unsur penting dari manajemen risiko adalah analisis dari risiko,
seperti sebuah proses untuk melakukan evaluasi terhadap kejadian nyaris cedera dan proses risiko
tinggi lainnya, yang kegagalannya dapat berakibat terjadinya kejadian sentinel.
Dalam melakukan pelayanan di rumah sakit, diperlukan kerja sama dengan beberapa aktifitas yaitu
mulai melibatkan para klinisi, perawat, tenaga medis, tenaga administrasi, pasien, pengunjung yang
harus menggunakan fasilitas peralatan kesehatan, peralatan penunjang listrik, fisik bangunan dan
lainnya. Oleh sebab itu rumah sakit perlu melakukan identifikasi untuk mengurangi risiko termasuk
analisis terhadap kelemahan yang mengandung bahayadengan memperhatikan proses-proses risiko
tinggi, demi keselamatan pasien dan staf.

C. TUJUAN
1. Tujuan Umum :
Mencegah adanya kejadian yang berakibat buruk bagi rumah sakit yang pada dasarnya bisa
dilakukan pencegahan secara proaktif.
2. Tujuan Khusus:
Risiko-risiko spesifik yang berdampak selama pelayanan di rumah sakit dapat diturunkan untuk
mengurangi risiko selama pelaksanaan kegiatan pelayanan kepada pasien dan difokuskan pada
koodinasi dan kesinambungan sistem secara menyeluruh sehingga dapat mendorong perbaikan
dalam pelayanan kepada pasien dan memuaskan pelanggan.

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN:


1. Rapat Tim Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit untuk diskusi tentang manajemen risiko
dan menyusun kegiatan secara proaktif.
2. Pengumpulan data tentang risiko:
a. Masing-masing pimpinan klinis melakukan pengumpulan risiko-risiko di jajaran klinis
b. Masing-masing pimpinan manajerial melakukan pengumpulan risiko-risiko di jajaran non
klinis
c. Tim Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit mengkoordinir pengumpulan semua risiko
3. Identifikasi risikosituasi yang dapat menyebabkan cedera, tuntutan atau kerugian secara finansial
dan menilai tentang luasnya risiko yg dihadapi,kemampuan mengontrol frekuensi dan dampak
risiko.
4. Evaluasi risiko berdasarkan ranking risiko dan Cost Benefit Analysis,
5. Menetapkan prioritas risiko
a. Risiko Klinis dapat berdampak pada pasien dan staf, risiko yang dapat dipilih adalah:
1) Manajemen risiko di Intensive Care Unit.

3
2) Manajemen risiko keselamatan pasien Perinatal
3) Manajemen risiko perawatan anak
4) Manajemen risiko di kamar operasi
5) Manajemen risiko di Laboratorium
6) Manajemen risiko di Radiologi
7) Manajemen risiko di IGD
b. Risiko Nonklinis yang dapat dipilih adalah:
1) Risiko keuangan
2) Risiko hukum
3) Risiko reputasi
4) Risiko bahan berbahaya
Keputusan untuk menerima risiko dan pengelolaannya berdasarkan pertimbangan :
a. kriteria klinis, operasional, teknis, kemanusian,
b. kebijakan, tujuan,
c. sasaran dan kepentingan stakeholder,
d. keuangan, hukum, sosial
6. Penyusunan pelaporan risiko
7. Melakukan tindak lanjut untuk menanggulangi risiko yang dipilih
a. Tetapkan alternatif / pilihan
b. analisa untung rugi
c. pilih tindakan yeng paling sesuai
d. perencanaan tindakan & implementasi
8. Melakukan evaluasi pelaksanaan tindak lanjut setiap 3 bulan dengan:
a. Audit laporan insiden
b. Review kebijakan dan strategi Risk manajemen

E. CARA PELAKSANAAN:
1. Seleksi Prioritas Risiko berdasarkan pengkajian data-data:
a. Laporan insiden
b. Komplain dan litigasi
c. Survei
2. Melakukan matrix risiko berdasarkan dari probabilitas dan dampak yang ditimbulkan.
3. Rapat/Pertemuan:
a. Rapat Tim Mutu& Keselamatan Pasien RS dengan direksi dilakukan setiap 3 bulan sekali.
b. Rapat koordinasi dengan kepala unit terkait Komite Medik, Tim Farmasi dan Terapi Rumah
Sakit, Tim PPI Rumah Sakit minimal dilakukan setiap 2 bulan.

F. SASARAN:
Pengelolaan 1 (satu) risiko yang dipilih dapat terlaksana dengan baik dan pada akhir tahun dapat
dilakukan evaluasi dari tindak lanjut yang telah dikerjakan

4
G. JADUAL KEGIATAN:
BULAN
No Kegiatan
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12
Rapat Tim Mutu dan Keselamatan Pasien
1 Rumah Sakit X
2 Pengumpulan data tentang risiko X X X
3 Identifikasi risiko X
4 Evaluasi risiko X
5 Menetapkan prioritas risiko X
6 Penyusunan pelaporan risiko X
Melakukan tindak lanjut untuk menanggulangi
7 risiko yang dipilih X
Melakukan evaluasi pelaksanaan tindak lanjut
8 setiap 3 bulan X X
9 Melakukan evaluasi program
10 Pelaporan ke Pimpinan RS

H. EVALUASI
1. Evaluasi pelaksanaan kegiatan adalah evaluasi dari skedul (jadwal ) kegiatan,dilakukan setiap 3
bulan sekali oleh Tim Mutu dan Keselamatan Pasien Rumah Sakit, sehingga bila dari evaluasi
diketahui ada pergeseran jadwal atau penyimpangan jadwal maka dapat segera diperbaiki
sehingga tidak mengganggu program secara keseluruhan.
2. Evaluasi pelaksanaan program dipakai sebagai data untuk perencanaan tahun berikutnya.

I. PENCATATAN DAN PELAPORAN


1. Pencatatan pengumpulan data tentang risiko menggunakan form sebagai berikut:

TINDAKAN
KATEGORI PROBABILITA PERINGKAT
DAMPAK SKOR PENCEGAHA BIAYA
RISIKO S RISIKO
N MITIGASI
A. UNIT
……
1
2
B. UNIT
…..
1

2. Pencatatan monitoring pelaksanaan menggunakan form sebagai berikut:

TINDAK REKOMEN
IDENTIFI
AN DASI TANGG REVIE
N KASI DAM PROBA SKO
YANG TINDAKAN BIAYA UNG W
O RISIKO PAK BILITAS R
SUDAH LAIN JAWAB TGL
KORBAN
ADA Tgl MULAI

5
3. Pelaporan pelaksanaan manajemen risiko dilaporkan ke Direktur pada akhir bulan program oleh
Tim Mutu dan Keselamatan Pasien RS.
4. Umpan balik dari Pimpinan Rumah Sakit disampaikan ke jajaran struktural di bawahnya untuk
diketahui sampai unit keperawatan.