Anda di halaman 1dari 54

1

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan salah satu bentuk usaha manusia dalam

meningkatkan kualitasnya sebagai manusia yang dapat dilakukan secara

individual ataupun secara berkelompok. Pendidikan pada hakekatnya adalah

usaha manusia untuk melestarikan hidup. Sehingga Misi pendidikan tidak

hanya menyajikan pengetahuan untuk keperluan sehari-hari, melainkan

mengembangkan intelektual dan emosional serta memberikan kemampuan

pada siswa untuk menyesuaikan diri dengan situasi mendatang yang belum

diketahui.

Tujuan Nasional Bangsa Indonesia sebagaimana tercantum pada

pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 alinia ke-4 antara lain untuk

mencerdaskan kehidupan bangsa. Dipertegas lagi dalam Undang-Undang No.

20 tahun 2003 Bab II Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang

menyatakan bahwa Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan

kemampuan dan membentuk watak peradaban bangsa yang bermartabat dalam

rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya

potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertaqwa

kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif,

mandiri dan menjadi warga negara yang demokrasi serta bertanggung jawab

(UU No. 20 Tahun 2003).

Tingkat pencapaian peserta didik dalam menguasai materi pembelajaran

mengacu kepada hasil belajar yang didapatkannya. Kamus Umum Bahasa

1
2

Indonesia (1990:300) menyatakan ”hasil belajar adalah hasil yang di capai

atau yang didapatkan dari usaha yang telah di lakukan untuk mencapai tujuan

yang telah ditentukan sebelumnya”. Sedangkan menurut Ahmadi (1992:2 )

adalah ”hasil yang di capai oleh subjek belajar itu sendiri, sebagai usaha

mengadakan perubahan situasi dalam perkembangan dirinya mencapai

tujuan”. Berdasarkan pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa hasil belajar

adalah hasil yang didapat atau dicapai dari kegiatan belajar yang telah

dilakukan berdasarkan pengalaman lingkungan, menuju ke arah perubahan

tingkah laku yang positif. Dalam mempelajari materi pelajaran, biasanya hasil

belajar seseorang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf, atau kata-kata baik,

sedang, kurang, buruk.

Rendahnya hasil belajar yang didapatkan peserta didik terhadap

penguasaan materi pembelajaran disebabkan karena kurangnya motivasi yang

diakibatkan oleh kurang tepatnya strategi mengajar yang dilakukan pendidik.

Terlihat dari fenomena yang tampak pada peserta didik di kelas tempat

pelaksanaan penelitian. Fenomena tersebut antara lain adalah:

1. Peserta didik tidak fokus dalam memperhatikan materi ajar yang diberikan

oleh pendidik. Hal ini dapat dilihat dari peserta didik tidak mampu

menjawab secara tepat dan benar pertanyaan yang diajukan oleh pendidik,

2. Peserta didik kurang aktif dalam proses pembelajaran.

3. Penjelasan pendidik terlampau abstrak, menyebabkan peserta didik

kesulitan mencerna materi pembelajaran.

Dari rendahnya hasil belajar yang diperoleh peserta didik sudah

seharusnya pendidik merubah strategi pembelajaran agar hasil belajar yang


3

diperoleh siswa pada mata pelajaran Makanan Kontinental meningkat. Salah

satu alternatif yang tepat dalam mengatasi masalah di atas adalah merubah

metode mengajar dan penggunaan media yang tepat. Media pembelajaran

yang menarik dan mengaktifkan peserta didik dalam proses pembelajaran

pada mata pelajaran Makanan Kontinental adalah media asli. Dengan

menggunakan media asli, peserta didik akan terangsang untuk ikut aktif

dalam pembelajaran dan pendidikpun lebih mudah menjelaskan materi ajar

kepada peserta didik karena peserta didik dapat melihat materi ajar secara

konkrit.

Penggunaan media yang tepat sungguh membantu dalam melaksanakan

pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat Eswendi, Putra (2004:4) yang

menjelaskan “keberadaan media dalam pembelajaran akan dapat

membangkitkan semangat serta motivasi peserta didik dalam belajar sehingga

pembelajaran yang diberikan pendidik lebih menarik, bermakna dan dapat

menghindari persepsi peserta didik yang beragam terhadap konsep”,

kemudian Sudjana (2001:4) juga menjelaskan bahwa “media pembelajaran

dapat mempertinggi proses pembelajaran peserta didik yang pada gilirannya

dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya”.

Berdasarkan pendapat diatas, untuk memaksimalkan proses

pembelajaran pada mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental media

pembelajaran yang tepat adalah menggunakan media asli. Hal ini bertujuan

untuk menghindari keberagaman persepsi yang dimaknai oleh peserta didik,

karena pada mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental materi yang

diberikan mencakup teori dan praktek.


4

Dari pendapat di atas dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan

media asli dalam pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental diharapkan

akan meningkatkan hasil belajar peserta didik, dan dapat memperjelas

berbagai peristiwa atau kejadian, karena materi pembelajaran disajikan secara

nyata (produk yang sebenarnya).

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas,

dapat diidentifikasi beberapa permasalahan dalam pembelajaran Pengolahan

Makanan Kontinental , antara lain:

1. Media pembelajaran yang digunakan guru belum bervariasi, sehingga

pelajaran tidak menarik bagi siswa.

2. Strategi yang digunakan guru tidak membuat siswa aktif dalam

pembelajaran.

3. Pemahaman siswa terhadap materi pelajaran sangat rendah.

4. Kurangnya partisipasi siswa dalam bertanya maupun ditanya selama

proses pembelajaran.

5. Minat siswa dalam belajar Pengolahan Makanan Kontinental sangat

kurang.

C. Pembatasan Masalah

Mengingat banyaknya masalah yang ditemukan seperti yang tercantum

pada identifikasi masalah, maka seluruh masalah tersebut tidak mungkin

diatasi dalam waktu singkat. Pada penelitian ini masalah penelitian dibatasi

atau difokuskan pada: Penggunaan media asli dalam meningkatkan minat


5

belajar peserta didik pada mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental

di Kelas X SMKN 9 Padang.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah dan

pembatasan masalah yang dikemukakan di atas, maka rumusan masalah yang

dikemukakan dalam penelitian ini adalah:

1. Apakah dengan menggunakan media asli dapat meningkatkan motivasi

belajar siswa pada mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental di

kelas X Jasa Boga 4 SMK N 9 Padang?

2. Apakah dengan menggunakan media asli dapat meningkatkan hasil

belajar siswa pada mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental di

kelas X Jasa Boga 4 SMK N 9 Padang?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan untuk

mengetahui peningkatan motivasi belajar siswa melalui penggunaan media

asli pada mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental I di kelas X Jasa

Boga 4 SMK N 9 Padang.

F. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat:

1. Bagi siswa : dapat saling memotivasi dan memberi semangat untuk bisa

menguasai materi pelajaran yang diberikan oleh guru, keberanian siswa

mengungkapkan ide, saran dan pendapat meningkat.

2. Bagi guru : sebagai bahan masukkan dalam mengembangkan media

pembelajaran terutama pada pembelajaran Pengolahan Makanan


6

Kontinental. Selanjutnya dapat memberikan pelayanan pembelajaran yang

lebih menarik kepada siswa, sehingga dapat meningkatkan motivasi dan

hasil belajar siswa.

3. Bagi sekolah dapat mengembangkan media pembelajaran yang inovatif,

sehingga dapat meningkatkan mutu pendidikan.

4. Bagi peneliti meningkatnya wawasan dan mengerti teknik penelitian

tindakan kelas serta manfaatnya.


7

BAB II
KAJIAN PUSTAKA

A. Landasan Teori

1. Minat Belajar

Meichati (Sandjaja, 2005) mengartikan minat adalah perhatian

yang kuat, intensif dan menguasai individu secara mendalam untuk tekun

melakukan suatu aktivitas. (www.unika.ac.id.02/05/05). Sedangkan

Hurlock (1993) mengemukakan bahwa minat merupakan hasil dari

pengalaman belajar, bukan hasil bawaan sejak lahir. Hurlock (1993) juga

menekankan pentingnya minat, bahwa minat menjadi sumber motivasi

kuat bagi seseorang untuk belajar, minat juga mempengaruhi bentuk dan

intensitas aspirasi seseorang dan minat juga menambah kegembiraan pada

setiap kegiatan yang ditekuni seseorang. Dan Crites (Sutjipto, 2001)

mengemukakan bahwa minat seseorang terhadap sesuatu akan lebih

terlihat apabila yang bersangkutan mempunyai rasa senang terhadap objek

tersebut. www.depdiknas.go.id/Jurnal/45/sutjipto.htm

Krapp, Hidi, dan Renninger (Pintrich dan Schunk, 1996) membagi

definisi minat secara umum menjadi tiga, yaitu: minat pribadi, minat

situasi dan minat dalam ciri psikologi.

a) Minat pribadi, diartikan sebagai karakteristik kepribadian seseorang

yang relatif stabil, yang cendrung menetap pada diri seseorang. Minat

pribadi biasanya dapat langsung membawa seseorang pada beberapa

aktifitas atau topik yang spesifik. Minat pribadi dapat dilihat ketika

seseorang menjadikan sebuah aktivitas atau topik sebagai pilihan untuk hal

yang pasti, secara umum menyukai topik atau aktivitas tersebut,

7
8

menimbulkan kesenangan pribadi serta topik atau aktivitas yang dijalani

memiliki arti penting bagi seseorang tersebut. b) Minat situasi

merupakan minat yang sebagian besar dibangkitkan oleh konsisi

lingkungan. c) Minat dalam ciri psikologi merupakan interaksi dari

minat pribadi seseorang dengan ciri-ciri minat lingkungan. Renninger

menjelaskan bahwa minat pada definisi ini tidak hanya pada karena

seseorang lebih menyukai sebuah aktivitas atau topik, tetapi karena

aktivitas atau topik tersebut memiliki nilai yang tinggi dan mengetahui

lebih banyak mengenai topik atau aktivitas tersebut.

Pada dasarnya setiap individu mempunyai kecenderungan yang

kuat dalam berhubungan dengan lingkungan sekitarnya dengan cara

tertentu, yang nantinya dapat memberikan kesenangan dan kepuasan pada

dirinya, sehingga kemungkinan akan menimbulkan minat pada objek yang

dilihatnya. Tidak jarang terlihat seseorang berminat pada sesuatu objek

tetapi belum tentu minat pada objek lain. Dengan demikian minat akan

berbeda bagi setiap individu, tergantung pada bagaimana individu itu

memandang suatu objek yang dapat memberikan kesenangan. Dari

beberapa definisi minat di atas dapat ditarik kesimpulan mengenai minat,

bahwa minat merupakan sebuah motivasi intrinsik sebagai kekuatan

pembelajaran yang menjadi daya penggerak seseorang dalam melakukan

aktivitas dengan penuh ketekunan dan cendrung menetap, dimana aktivitas

tersebut merupakan proses pengalaman belajar yang dilakukan dengan

penuh kesadaran dan mendatangkan perasaan senang, suka dan gembira.


9

Belajar adalah suatu proses perubahan tingkah laku individu

melalui interaksi dengan lingkungan. (Hamalik Pemar : 2001), menurut

pengertian ini belajar merupakan suatu proses yakni suatu kegiatan dan

bukan suatu hasil atau tujuan. Yang menjadi hasil dari belajar bukan

penguasan hasil latihan melainkan perubahan tingkah laku. Karena belajar

merupakan suatu perubahan tingkah laku, maka diperlukan pembelajaran

yang bermutu yang langsung menyenangkan dan mencerdaskan siswa.

Dalam belajar diperlukan suatu pemusatan perhatian agar apa yang

dipelajari dapat dipahami, sehingga siswa dapat melakukan sesuatu yang

sebelumnya tidak dapat dilakukan. Dan terjadilah suatu perubahan

kelakuan.

2. Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin dan secara harfiah berarti

perantara atau pengantar. Media adalah perantara atau pengantar pesan

dari pengirim kepenerima pesan. Arif. S. Sadiman ( 6:1999 ) yang

mengutip pendapat Gagne menyebut media “ berbagai jenis komponen

dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar”.

http://www.martiningsih.co.cc/2008/04/penelitian-tindakan-kelas.html.

Media juga seringkali diartikan sebagai alat yang dapat dilihat dan

di dengar. Alat-alat ini dipakai dalam pengajaran dengan maksud untuk

membuat cara berkomunikasi lebih efektif dan efisien. Dengan

menggunakan alat-alat ini, guru dan siswa dapat berkomunikasi lebih

mantap, hidup dan interaksinya bersifat banyak arah. Seperti yang

dikemukakan oleh Hamalik (1986:4) dalam Arsyad (2006:4) bahwa


10

hubungan komunikasi akan berjalan lancar dengan hasil yang maksimal

apabila menggunakan alat bantu yang disebut dengan media komunikasi.

Sedangkan menurut Gagne dan Briggs (1975:4) dalam Arsyad (2006:4)

media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk

menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari: buku, tape

recorder, Benda Nyata, video camera, video recorder, film, slide (gambar

bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan computer. Dengan kata lain

media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang

mengandung materi instruksional dilingkungan siswa yang dapat

merangsang siswa untuk belajar.

Dari beberapa pendapat diatas tentang pengertian media dapat

diambil kesimpulan bahwa: (1) Media adalah alat yang dapat membantu

proses belajar mengajar yang berfungsi memperjelas makna pesan yang

disampaikan sehingga tujuan pengajaran dapat tercapai dengan sempurna,

(2) Media berperan sebagai perangsang belajar dan dapat menumbuhkan

motivasi belajar sehingga siswa tidak menjadi bosan dalam meraih tujuan-

tujuan belajar, (3) Adapun yang disampaikan oleh guru mesti

menggunakan media, paling tidak yang digunakan adalah media verbal

yaitu berupa kata-kata yang diucapkannya dihadapan siswa, (4) Segala

sesuatu yang terdapat dilingkungan sekolah, baik berupa manusia ataupun

bukan manusia yang pada permulaannya tidak dilibatkan dalam proses

belajar mengajar setelah dirancang dan di pakai dalam kegiatan tersebut.

Lingkungan itu berstatus media sebagai alat perangsang belajar.

a. Jenis-jenis media
Berbagai jenis media yang dapat digunakan dalam proses
11

komunikasi pembelajaran menurut Koyo Kartasurya (1991,140)

seperti yang dikutip oleh Wijaya (1991:140) digolongkan menjadi: (1)

Media visual meliputi gambar/tato, sketsa, diagram, charts, grafik,

kartun, poster, peta dan globe, (2) Media dengar meliputi radio,

magnetic, tape recorder, magnetic sheet recorder, laboratorium bahasa,

(3) Projected still media meliputi slide, film strip, over head projector,

opaque projector, techitoscope, micro projector, micro film, (4)

Projected motion media, meliputi film, film loop, televisi, closed

circuit television (CC TV), video tape recorder, computer. Sedangkan

menurut Suleiman (1981,140) ) seperti yang dikutip oleh Wijaya

(1991:140) jenis-jenis media dapat digolongkan sebagai berikut:

(1) Alat-alat visual dua dimensi pada bidang yang tidak

transparan yang meliputi gambar, gambar yang diproyeksikan dengan

opaque projector, lembaran balik, wayang beber, grafik, diagram,

bagan, peta, poster, gambar hasil cetak saring, foto dan gambar

sederhana dengan garis dan lingkaran, (2) Berbagai macam papan yang

meliputi papan tulis, papan flannel, papan magnet (white board) dan

papan peragaan, (3) Alat-alat visual tiga dimensi yaitu meliputi benda

asli, model, barang contoh atau specimen, alat tiruan sederhana atau

mock-up, diaroma, pameran, dan bak pasir, (4) Alat-alat audio yang

meliputi tape-recorder dan radio, (5) Alat-alat audio visual murni yang

meliputi film suara, (6) Demonstrasi dan widyawisata.

Dari berbagai penjelasan diatas tentang jenis-jenis media, maka dapat

disimpulkan bahwa pada dasarnya jenis-jenis media ini dapat


12

dikelompokkan menjadi dua yaitu: (1) Media Dua Dimensi, Media dua

dimensi merupakan media yang hanya dapat dipandang baik dengan

bantuan proyektor atau tanpa bantuan proyektor. Misalnya: Gambar,

sketsa, diagram, bagan, grafik, chart, lembaran balik, poster peta, dll, (2)

Media Benda Nyata, Media tiga dimensi merupakan media yang dapat

dipandang dari segala arah dan diraba bentuknya, dimana media tiga

dimensi mewujudkan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Misalnya:

benda asli, model, alat tiruan sederhana (mock-up), barang contoh

(specimen), diaroma. http://yudinugraha.co.cc/?p=9.Media. yang

digunakan pada masaalah ini adalah media Model dan Jobsheet sebagai

bahan panduan pegangan siswa.

3. Media Asli

Dalam proses pembelajaran, benda asli dapat digunakan sebagai

media. Tujuannya adalah agar peserta didik lebih mudah memahami

materi ajar yang diberikan. Ibrahim dan Nana Syahodih mengatakan

bahwa “media benda asli termasuk media atau sumber belajar yang secara

spesifik dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk

mempermudah radar belajar yang formal dan direncanakan”. Sedangkan

Mulyani Sumantri dan Johar Permana menyatakan “media benda asli

merupakan benda yang sebenarnya yang membantu pengalaman nyata

peserta didik dan menarik minat dan semangat belajar siswa”. Dengan

menggunakan media benda asli akan memberikan rangsangan yang amat

penting bagi siswa untuk mempelajari berbagai hal terutama menyangkut

pengembangan keterampilan tertentu.


13

Media benda asli memiliki kelebihan atau keunggulan. Kelebihan

tersebut antara lain:

a. Dapat membantu guru dalam menjelaskan materi ajar kepada peserta

didik;

b. Dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk mempelajari

situasi yang nyata;

c. Dapat melatih keterampilan siswa menggunakan alat indra.

Berdasarkan uraian di atas dipertegas kembali bahwa kelebihan

media benda asli dapat memberikan kesempatan kepada siswa untuk

mempelajari sesuatu menggunakan obyek-obyek nyata.

Media benda asli selain memiliki kelebihan juga memiliki

kelemahan-kelemahan. Kelemahan-kelemahan media benda asli yaitu :

a. Membawa siswa ke berbagai tempat di luar sekolah, kadang-kadang

mengandung resiko dalam bentuk kecelakaan dan sejenisnya;

b. Biaya yang diperlukan untuk mengadakan berbagai obyek nyata

kadang-kadang tidak sedikit apalagi kemungkinan kerusakan dalam

menggunakannya;

c. Tidak selalu memberikan gambaran dari obyek yang seharusnya.

Kelemahan-kelemahan yang diuraikan di atas hendaknya dapat

diatasi dengan cara menggunakan media benda asli yang ada di sekitar

lokasi sekolah yang dapat dijadikan penunjang dalam proses pembelajaran,

di sesuaikan dengan pelajaran dan berusaha membawa benda asli ke kelas

yang dapat digunakan untuk menjelaskan materi dalam lingkup kelas.


14

Salah satu komponen yang juga dapat menunjang keberhasilan

proses pembelajaran adalah media pembelajaran. Karena media

pembelajaran mampu menyampaikan pesan atau informasi, baik dari guru

kepada siswa maupun media itu sendiri kepada guru maupun siswa. Media

benda asli mempunyai kegunaan sebagai berikut :

a. Memperjelas perjanjian pesan agar tidak selalu bersifat verbalitas;

b. Mengawasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indra;

c. Dengan menggunakan media secara tepat mengatasi sikap positif anak

didik;

d. Media dapat memberikan perangsang yang sama, mempersamakan

pengalaman dan menimbulkan persepsi yang sama pada anak didik.

Dari uraian di atas dapat ditegaskan bahwa penggunaan media pada

saat proses pembelajaran berlangsung, akan lebih baik dari pada

berceramah saja karena media pendidikan/ pengajaran dapat membantu

untuk memperjelas pesan yang kita sampaikan, merangsang siswa untuk

memperoleh pengalaman yang sama dan dapat menarik minat siswa untuk

belajar. Sehingga dengan penggunaan media tersebut siswa menjadi lebih

giat belajar dan mempunyai pengalaman serta persepsi yang sama tentang

suatu konsep yang dipelajari.

B. Kerangka Pemikiran

Hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran Pengolahan

Makanan Kontinental belum sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini

disebabkan oleh peserta didik tidak memiliki minat dalam belajar. Salah satu

upaya untuk meningkatkan minat belajar peserta didik adalah dengan


15

menggunakan media asli, karena media asli dapat ditampilkan lebih menarik

dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda-beda pada peserta didik.

Dengan tumbuhnya minat peserta didik dalam belajar, maka diharapkan

dapat meningkatkan hasil belajarnya. Untuk menggunakan media ini

dilakukan dalam bentuk penelitian tindakan kelas, yakni dengan melalui

beberapa siklus. Pembelajaran dimulai dari orientasi terhadap pelaksanaan

pembelajaran selama ini. Kemudian direncanakan suatu tindakan perbaikan

(siklus I) dilaksanakan, dan diobservasi, kemudian diadakan refleksi apakah

dalam pelaksanaan siklus terdapat permasalahan yang mengakibatkan minat

belajar belum baik. Bila ada permasalahan, maka pada siklus berikutnya akan

diperbaiki dan begitu seterusnya sampai hasil belajar meningkat dan sudah

sesuai dengan yang diharapkan. Selanjutnya dapat dilihat pada gambar

berikut ini:

Orientasi

Rencana

Tindaka
Meningkatkan Refleksi n
Media Asli Hasil Belajar
Siklus I

Observasi
Siklus Berikutny

Gambar 1: Kerangka Pemikiran


16

BAB III
METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Sesuai dengan latar belakang masalah yang dikemukakan, rumusan

masalah serta tujuan penelitian, maka jenis penelitian yang dipakai adalah

Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Penelitian Tindakan

Kelas ini merupakan penelitian tindakan yang dilaksanakan pada tingkat

kelas yang berkaitan dengan penggunaan media asli untuk meningkatkan

minat dan hasil belajar siswa dalam mata pelajaran Pengolahan Makanan

Kontinental. Penelitian tindakan kelas merupakan pengkajian terhadap

masalah praktis dan bersifat situasional dan kontekstual, yang ditujukan untuk

menentukan tindakan yang tepat dalam rangka pemecahan masalah yang

dihadapi di kelas. Jadi tujuan dari Penelitian Tindakan Kelas (classroom

action research) ini adalah untuk memecahkan masalah-masalah praktis

yang dihadapi oleh guru sendiri dalam proses pembelajaran yang

dilaksanakan di kelas. Dalam jenis penelitian ini guru dan siswa

menginginkan terjadinya perbaikan, peningkatan dan perubahan

pembelajaran yang lebih baik agar tujuan pembelajaran dapat tercapai secara

optimal.

Penelitian tindakan kelas ini melalui empat tahap yaitu merencanakan

(planning), melakukan tindakan (action), mengamati (observation), dan

melakukan refleksi (reflection) (Kunandar,2008). Merencanakan (planning)

merupakan tahapan awal yang harus dilakukan oleh guru dan akan menjadi

acuan dalam melaksanakan tindakan. Diharapkan rencana tersebut

16
17

berpandangan ke depan, serta fleksibel untuk menerima efek-efek yang tak

terduga dan dengan rencana tersebut dapat mengatasi hambatan. Melakukan

tindakan (action) merupakan penerapan atau realisasi dari rencana yang telah

dibuat berupa suatu penerapan media pembelajaran tertentu yang bertujuan

untuk memperbaiki dan menyempurnakan strategi yang sedang dijalankan.

Selanjutnya agar tindakan yang kita lakukan dapat kita ketahui kualitasnya,

maka perlu dilakukan pengamatan (observation). Pengamatan ini untuk

melihat dan mendokumentasikan pengaruh-pengaruh yang diakibatkan oleh

tindakan. Hal yang perlu dicatat dalam pengamatan adalah proses dari

tindakan, efek-efek tindakan, lingkungan dan hambatan-hambatan yang

muncul. Tahap keempat adalah mengadakan refleksi (reflection), yakni

perenungan kembali terhadap apa yang telah kita lakukan dan apa dampaknya

bagi proses belajar siswa. Hasil dari refleksi diadakannya revisi terhadap

perencanaan, yang akan digunakan untuk diperbaiki pada pertemuan

selanjutnya.

B. Setting Penelitian

1. Subjek Penelitian

Dalam pelaksanaan penelitian ini, yang menjadi subjek penelitian

adalah siswa-siswi kelas X Jasa Boga 4 SMK Negeri 9 Padang yang

berjumlah 31 orang

2. Tempat Dan Waktu Penelitian

Tempat penelitian dilakukan di kelas X Jasa Boga 4 SMK Negeri

9 Padang. Waktu penelitian dilakukan pada jam pelajaran Pengolahan

Makanan Kontinental 1 yang terjadwal pada hari Selasa (12-5-2012) mulai


18

dari jam ke tiga sampai jam pelajaran ke 8 .

C. Siklus Penelitian

Penelitian tindakan kelas ini memiliki beberapa siklus, masing-

masing siklus memiliki empat langkah utama, yakni: Perencanaan

(plan), Tindakan (action), Pengamatan (observation), dan Refleksi

(reflection). Hubungan keempat komponen tersebut merupakan suatu siklus

yang dapat dilihat pada gambar 2 berikut:

PERENCANAN

REFLEKSI TINDAKAN

PENGAMATAN

Sumber: Wardhani, dkk,2007

Gambar 2 : Siklus Penelitian Tindakan Kelas.

Siklus penelitian ini dilakukan dengan ketentuan apabila

ketuntasan belajar yang diharapkan terpenuhi maka penelitian tidakan ini

dianggap telah menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.

Langkah atau siklus dalam action research adalah:

Siklus I

1. Perencanaan (Plan)

Kegiatan perencanaan merupakan persiapan yang dilakukan untuk

pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dalam PTK ini adalah kegiatan


19

pembelajaran dengan menggunakan media asli. Sesuai dengan pendapat

Wardani dkk (2004:2.4), kegiatan yang dilakukan dalam tahap

perencanaan ini adalah: (1) identifikasi masalah, disini peneliti

melakukan identifikasi masalah melalui fenomena kegiatan

pembelajaran di kelas, kemudian melakukan refleksi. (2) Analisis dan

rumusan masalah, peneliti menganalisis masalah berdasarkan data yang

muncul pada tahap identifikasi masalah, dan kemudian merumuskan

masalah penelitian yang akan dipecahkan. Selanjutnya dilakukan (3)

merencanakan tindakan/perbaikan, yaitu menerapkan penggunaan media

asli sebagai media pembelajaran.

Kegiatan yang direncanakan adalah sebagai berikut:

a. Persiapan seting kelas, alat dan bahan ajar

b. Persiapan metode ajar (ceramah dan tanya jawab)

2. Pelaksanaan (Action)

Kegiatan pelaksanaan (tindakan) merupakan pelaksanaan skenario

pembelajaran sesuai dengan yang disiapkan dalam RPP. Menurut

Wardani dkk. (2004:2.12), yang termasuk dalam kegiatan pelaksanaan

adalah: (1) menyiapkan pelaksanaan, dan (2) melaksanakan tindakan.

Dalam mempersiapkan pelaksanaan, kegiatan yang dilaksanakan

adalah membuat rencana dan skenario tindakan. Kegiatan tersebut

tergambar dalam RPP yang telah dipersiapkan. Kegiatan selanjutnya

adalah simulasi, disini peneliti sekaligus melakukan uji coba instrumen

pengumpul data. Selanjutnya dilaksanakan tindakan dengan mengacu

kepada RPP dan skenario tindakan. Dalam waktu yang bersamaan


20

peneliti merekam/ mencatat dan analisis data dengan menggunakan

panduan pengamatan untuk memperlihatkan kemajuan proses

pembelajaran peserta didik, dan asesmen kinerja untuk mengukur hasil

belajar yang dicapai peserta didik (instrumen terlampir).

3. Pengamatan (observe)

Pada kegiatan ini peneliti mengamati proses dan hasil

pembelajaran yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini, observasi

dimaksudkan untuk memantau kelancaran pelaksanaan pembelajaran,

dan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil

pengamatan berguna untuk melakukan perbaikan kegiatan pada siklus

berikutnya, sedangkan hasil pengukuran ketercapaian tujuan untuk

menguji hipotesis. Agar penelitian dilaksanakan secara objektif, maka

dalam pengamatan dilakukan kolaborasi dengan guru pamong.

Pada kegiatan ini peserta didik belum terlalu aktif dalam proses

pembelajaran. Pada saat diberi pertanyaan kepada kelas, siswa yang

mengangkat tangan dan menjawab masih siswa yang itu saja.

4. Refleksi

Berdasarkan analisis terhadap hasil pengukuran proses

pembelajaran dan ketercapaian tujuan pembelajaran pada siklus I, maka

ditemukan masalah sebagai berikut:

1) tingkat pemahaman peserta didik dalam menguasai materi

pembelajaran Pengolahan Makanan Kontinental 1 masih kurang.

2) dalam pengerjaan tugas, peserta didik masih belum mencapai batas

miksimum tingkat keberhasilan.


21

Hasil refleksi peneliti berdasarkan masalah yang muncul. Masalah

tersebut masih ada karena:

(a) Bahan yang diajarkan belum konkrit, peneliti hanya menggunakan

buku paket dan catatan.

(b) Penjelasan tentang bahan-bahan salad tidak terlalu mendetail,

karena seosening yang digunakan tidak begitu lengkap.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka pada siklus dua

dilaksanakan penggunaan media asli yang langsung dilihatkan kepada

siswa-siswi.

Siklus II

1. Perencanaan (Plan)

Kegiatan perencanaan merupakan persiapan yang dilakukan untuk

pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dalam PTK ini adalah kegiatan

pembelajaran dengan menggunakan media asli. Sesuai dengan pendapat

Wardani dkk (2004:2.4), kegiatan yang dilakukan dalam tahap

perencanaan ini adalah: (1) identifikasi masalah, disini peneliti melakukan

identifikasi masalah melalui fenomena kegiatan pembelajaran di kelas,

kemudian melakukan refleksi. (2) Analisis dan rumusan masalah, peneliti

menganalisis masalah berdasarkan data yang muncul pada tahap

identifikasi masalah, dan kemudian merumuskan masalah penelitian yang

akan dipecahkan. Selanjutnya dilakukan (3) merencanakan

tindakan/perbaikan, yaitu menerapkan penggunaan media asli sebagai

media pembelajaran.

Kegiatan yang direncanakan adalah sebagai berikut:


22

a. Persiapan seting kelas, alat dan bahan ajar

b. Persiapan metode ajar (diskusi dan tanya jawab)

2. Pelaksanaan (Action)

Kegiatan pelaksanaan (tindakan) merupakan pelaksanaan skenario

pembelajaran sesuai dengan yang disiapkan dalam RPP. Menurut Wardani

dkk. (2004:2.12), yang termasuk dalam kegiatan pelaksanaan adalah: (1)

menyiapkan pelaksanaan, dan (2) melaksanakan tindakan.

Dalam mempersiapkan pelaksanaan, kegiatan yang dilaksanakan

adalah membuat rencana dan skenario tindakan. Kegiatan tersebut

tergambar dalam RPP yang telah dipersiapkan. Kegiatan selanjutnya

adalah simulasi, disini peneliti sekaligus melakukan uji coba instrumen

pengumpul data. Selanjutnya dilaksanakan tindakan dengan mengacu

kepada RPP dan skenario tindakan. Dalam waktu yang bersamaan peneliti

merekam/ mencatat dan analisis data dengan menggunakan panduan

pengamatan untuk memperlihatkan kemajuan proses pembelajaran peserta

didik, dan asesmen kinerja untuk mengukur hasil belajar yang dicapai

peserta didik (instrumen terlampir).

Pada pelaksanaan di siklus II yang peneliti lakukan adalah membagi

waktu jam pelajaran menjadi dua. Satu jam pertama siswa mendapatkan

materi di dalam kelas dan satu jam selanjutnya siswa diajak berkumpul

bersama untuk dapat melihat langsung bahan sandwich yang di bawa oleh

peneliti, sehingga siswa dapat lebih jelas menganalisis bahan sandwich.

3. Pengamatan (observe)

Pada kegiatan ini peneliti mengamati proses dan hasil pembelajaran


23

yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini, observasi dimaksudkan

untuk memantau kelancaran pelaksanaan pembelajaran, dan untuk

mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil pengamatan berguna

untuk melakukan perbaikan kegiatan pada siklus berikutnya, sedangkan

hasil pengukuran ketercapaian tujuan untuk menguji hipotesis. Agar

penelitian dilaksanakan secara objektif, maka dalam pengamatan

dilakukan kolaborasi dengan guru pamong.

Pada kegiatan ini peserta didik sudah mulai aktif dalam proses

pembelajaran. Siswa sudah mulai banyak mengemukakan pertanyaan dan

mampu memahami pertanyaan yang diajukan kepada sisiwa.

4. Refleksi

Berdasarkan analisis terhadap hasil pengukuran proses pembelajaran

dan ketercapaian tujuan pembelajaran pada siklus II, maka ditemukan

masalah sebagai berikut:

1) tingkat pemahaman peserta didik dalam menguasai materi

pembelajaran Pengolahan Makanan Kontinental I sudah mulai

meningkat, namun pemanfaatan bahan Makanan Kontinental belum

difahami secara real.

2) sebagian besar siswa sudah mengerjakan tugas dengan baik, namun

nilai yang dicapai belum memuaskan.

Hasil refleksi peneliti berdasarkan masalah yang muncul. Masalah

tersebut masih ada karena:

a) Bahan Makanan Kontinental I selanjutnya diperlihatkan secara

konkrit pada produk sandwich


24

b) struktur penugasan untuk siswa diperbaiki

Berdasarkan hasil analisis tersebut, maka pada siklus tiga

dilaksanakan penggunaan media asli berupa produk sandwich

Siklus III

1. Perencanaan (Plan)

Kegiatan perencanaan merupakan persiapan yang dilakukan

untuk pelaksanaan kegiatan pembelajaran, dalam PTK ini adalah

kegiatan pembelajaran dengan menggunakan media asli. Sesuai dengan

pendapat Wardani dkk (2004:2.4), kegiatan yang dilakukan dalam tahap

perencanaan ini adalah: (1) identifikasi masalah, disini peneliti

melakukan identifikasi masalah melalui fenomena kegiatan

pembelajaran di kelas, kemudian melakukan refleksi. (2) Analisis dan

rumusan masalah, peneliti menganalisis masalah berdasarkan data yang

muncul pada tahap identifikasi masalah, dan kemudian merumuskan

masalah penelitian yang akan dipecahkan. Selanjutnya dilakukan (3)

merencanakan tindakan/perbaikan, yaitu menerapkan penggunaan media

asli sebagai media pembelajaran.

Kegiatan yang direncanakan adalah sebagai berikut:

a. Persiapan seting kelas, alat dan bahan ajar

b. Persiapan metode ajar (diskusi dan tanya jawab)

2. Pelaksanaan (Action)

Kegiatan pelaksanaan (tindakan) merupakan pelaksanaan

skenario pembelajaran sesuai dengan yang disiapkan dalam RPP.

Menurut Wardani dkk. (2004:2.12), yang termasuk dalam kegiatan


25

pelaksanaan adalah: (1) menyiapkan pelaksanaan, dan (2) melaksanakan

tindakan.

Dalam mempersiapkan pelaksanaan, kegiatan yang

dilaksanakan adalah membuat rencana dan skenario tindakan. Kegiatan

tersebut tergambar dalam RPP yang telah dipersiapkan. Kegiatan

selanjutnya adalah simulasi, disini peneliti sekaligus melakukan uji coba

instrumen pengumpul data. Selanjutnya dilaksanakan tindakan dengan

mengacu kepada RPP dan skenario tindakan. Dalam waktu yang

bersamaan peneliti merekam/ mencatat dan analisis data dengan

menggunakan panduan pengamatan untuk memperlihatkan kemajuan

proses pembelajaran peserta didik, dan asesmen kinerja untuk mengukur

hasil belajar yang dicapai peserta didik (instrumen terlampir).

Pada pelaksanaan di siklus III yang peneliti lakukan adalah

membagi siswa menjadi beberapa kelompok dan memberikan media asli

berupa bahan-bahan salad kepada setiap kelompok dan meminta siswa

untuk membuat analisi dari produk tersebut.

3. Pengamatan (observe)

Pada kegiatan ini peneliti mengamati proses dan hasil

pembelajaran yang sedang berlangsung. Dalam penelitian ini, observasi

dimaksudkan untuk memantau kelancaran pelaksanaan pembelajaran,

dan untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran. Hasil

pengamatan berguna untuk melakukan perbaikan kegiatan pada siklus

berikutnya, sedangkan hasil pengukuran ketercapaian tujuan untuk

menguji hipotesis. Agar penelitian dilaksanakan secara objektif, maka


26

dalam pengamatan dilakukan kolaborasi dengan guru pamong.

Pada kegiatan ini peserta didik mengikuti proses pembelajaran

dengan baik. Siswa dalam kelompoknya tekun memperhatikan media

yang diberikan dan berdiskusi dalam keadaan yang menyenangkan.

Hasil analisis yang dikemukakan dalam diskusipun sudah mulai tepat.

4. Refleksi

Berdasarkan analisis terhadap hasil pengukuran proses

pembelajaran dan ketercapaian tujuan pembelajaran pada siklus III siswa

sudah mulai focus pada materi ajar yang diberikan, keaktifan siswa

sudah meningkat dan tekun dalam pengerjaan tugas yang diberikan.

D. Pemecahan Masalah
Usaha yang dilakukan untuk mengatasi permasalah yang dihadapi

adalah dengan cara memperlihatkan bahan sandwich secara nyata baik dalam

bentuk bahan mentah maupun bahan yang subah dijadikan dalam bentuk

produk sandwich. Disamping itu juga sebaiknya guru menggunakan teknik

pengajaran dengan menggunakan metode demontrasi, diskusi dan tanya

jawab.

Penggunaan media asli dalam pembelajaran memegang peranan

penting sebagai alat bantu untuk menciptakan kegiatan pembelajaran yang

efektif, karena dapat mendorong minat siswa dan meningkatkan hasil prestasi

belajar siswa. Setiap proses pembelajaran dilandasi dengan adanya beberapa

unsur antara lain tujuan, bahan, metode, media, alat, serta evaluasi.

E. Metode dan Alat Pengumpulan Data

Metode yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian

ini dengan menggunakan (1) observasi dan (2) pemberian tes hasil belajar
27

untuk melihat peningkatan hasil belajar. Observasi dilakukan selama proses

pembelajaran dilakukan pada siklus I, siklus II dan siklus III. Sedangkan tes

hasil belajar diberikan pada akhir setiap siklus.

Alat pengumpulan data yang digunakan pada penelitian ini antara

lain: (1) panduan observasi dan (2) tes hasil belajar. Panduan observasi atau

panduan pengamatan berguna untuk mengetahui aktivitas siswa dan

kesesuaian pelaksanaan tindakan dengan rencana yang telah disusun

sebelumnya. Selain itu juga bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh

pelaksanaan tindakan yang sedang berlangsung dapat diharapkan akan

menghasilkan perubahan yang diharapkan. Sedangkan tes hasil belajar untuk

melihat pencapaian hasil belajar.

Tes hasil belajar disusun dan dikembangkan sendiri oleh peneliti.

Cakupan isi tes yang digunakan untuk hasil belajar tidak keluar dari lingkup

materi ordering food, dan giving direction, yang ada dalam silabus mata

pelajaran Memilih Bahan Baku Makana Kontinental I di SMK Negeri 9

Padang. Jenis tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar ini adalah

tes tulisan.

Tes yang digunakan untuk mengukur kemampuan siswa adalah

berbentuk tes esay dan objektif. Konsep yang digunakan sebagai dasar

penyusunan instrumen ini berawal dari Kompetensi Dasar (KD) dan

indikator.

Instrumen ini dikembangkan dengan dua pendekatan, yaitu

pendekatan rasional dan pendekatan empiris. Pendekatan rasional digunakan


28

untuk menganalisis kesahihan isi (content validity) dan kesahihan konstruksi

(construct validity).

Dalam mengembangkan instrumen hasil belajar ini konsep validitas

yang dikembangkan adalah validitas rasional (logis) dengan pendekatan

validitas isi dan validitas konstruk. Disamping itu dalam penyusunan tes hasil

belajar ini selalu dikonsultasikan dengan guru pamong, begitu juga dengan

teman sejawat yang PLK di SMK Negeri 9 Padang.

Untuk mendapatkan suatu tes yang betul-betul valid, peneliti

menyusun instrumen berdasarkan kompetensi dasar (KD). Kompetensi dasar

diurai lagi menjadi indikator, kemudian dari indikator tersebut dikembangkan

menjadi tes.

F. Analisis Data

Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan, yaitu (1) reduksi data,

(2) paparan data, dan (3) penyimpulan. Data yang diperoleh selama proses

penelitian dianalisa secara kualitatif dan kuantitatif. Data yang dianalisis

secara kuantitatif menggunakan statistik dengan rumus persentase.

Untuk melihat persentase ketuntasan belajar secara

keseluruhan pada tiap siklus digunakan rumus persentase sebagai berikut:

f
P=  100 %
N

Keterangan:
P : Persentase N : Jumlah sample
F : Frekuensi

Untuk melihat peningkatan persentase digunakan rumus :


Skor Akhir – Skor Awal
PP = X 100%
Skor Awal
29

G. Instrument
Instrument yang penulis gunakan adalah observasi langsung. Pada

tahap pengumpulan data, penulis menggunakan pengamatan langsung

terhadap siswa.

Table 1. Kisi-Kisi Instrument Penelitian


Variable Indikator Sub indicator
Minat  Perhatian yang  Fokus pada materi ajar
belajar kuat  Tidak membicarakan hal lain
siswa dalam proses pembelajaran
 Mencatat penjelasan yang
diberikan
 Siswa aktif bertanya tentang
materi ajar yang diberikan
 Siswa memperhatikan media
lebih dekat

 Intensif dan  Siswa yang aktif menjawab


menguasi secara pertanyaan kurang lebih 75%
mendalam dari seluruh siswa
 Siswa menjawab pertanyaan
secara benar
 Menjawab soal tes dengan tepat
dan benar

 Tekun melakukan  Mengumpulkan tugas tepat


suatu aktivitas waktu
 Tugas dibuat secara tepat
30

BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Pada bagian ini akan disampaikan hasil penelitian dari tindakan yang

diberikan pada tiap kegiatan per siklus dan pembahasan terhadap hasil tersebut.

Pada bab ini akan dibahas hasil temuan, hasil tindakan sebanyak 3 siklus dan

pembahasan sesuai dengan hasil temuan di lapangan.

A. Hasil Penelitian

1. Orientasi

Hasil orientasi yang dilakukan di kelas X Jasa Boga 4 SMK Negeri

9 Padang sebelum peneliti melakukan tindakan pada siklus pertama,

ditemui beberapa permasalahan yang dirasakan oleh pendidik dan peserta

didik selama proses pembelajaran. Permasalahan tersebut berdasarkan

pengamatan yang dilakukan antara lain:

a. Kemampuan peserta didik menguasai materi pelajaran tekstil sangat

rendah

b. Peserta didik tidak mau bertanya selama proses pembelajaran.

c. Minat peserta didik dalam belajar sandwich sangat kurang, akibatnya

pada waktu belajar peserta didik banyak melakukan kegiatan lain,

keluar kelas, ribut dan sebagainya.

Permasalahan-permasalahan di atas sangat mengganggu proses

pembelajaran, sehingga berdampak pada rendahnya nilai hasil belajar

peserta didik selama ini. Untuk memecahkan masalah tersebut peneliti

sebagai guru junior berkerjasama dengan guru pamong memecahkan

30
31

masalah ini dengan pelaksanaan pembelajaran yang menggunakan media

asli. Upaya tersebut peneliti lakukan dalam bentuk penelitian tindakan

kelas. Dalam penelitian tindakan kelas ini dilakukan tiga siklus. Masing-

masing siklus dilakukan 1 kali pertemuan. Kegiatan persiklus yang terdiri

dari perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi akan dibahas secara

rinci pada bagian berikut ini.

2. Siklus I

Kegiatan awal dari siklus I ini dilaksanakan berdasarkan

pengamatan yang dilakukan pada awal semester yang menujukkan

beberapa kendala yang sangat mengganggu ketercapaian penguasaan

peserta didik terhadap materi-materi dalam mata pelajaran Sandwich.

Berdasarkan persoalan- persoalan yang timbul maka direncanakan suatu

tindakan yang menekankan pada peningkatan minat dan hasil belajar

peserta didik. Tindakan yang diberikan mampu meningkatkan hasil belajar

peserta didik.

a. Perencanaan

Pada kegiatan ini disusun beberapa kegiatan pembelajaran yang

tetap menitik beratkan proses pembelajaran yang bisa meningkatkan

hasil belajar dengan menggunakan media asli. Perencanaan pada

siklus I dilatar belakangi oleh persoalan-persoalan yang ditemui pada

pengamatan awal. Beberapa rencana yang telah disusun antara lain:

1) Mempersiapkan RPP.

2) Mempersiapkan Panduan Pengamatan


32

3) Mempersiapkan dan memperbanyak tes hasil belajar peserta didik

untuk melihat tingkat hasil belajar.

4) Mempersiapkan media yang dijadikan sebagai media pembelajaran

yang disesuaikan dengan materi yang diajarkan.

b. Pelaksanaan Tindakan

Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 28 April 2012.

Proses pembelajaran bertujuan untuk meningkatkan minat dan hasil

belajar peserta didik. Dalam upaya tersebut pendidik menggunakan

media asli dalam menyampaikan materi.

Di awal pembelajaran pendidik menjelaskan cakupan materi

pelajaran, menjelaskan manfaat mempelajari materi tersebut serta

menjelaskan kompetensi yang diharapkan dalam mempelajari materi

pelajaran.

Pada kegiatan inti pembelajaran, pendidik menyajikan

pelajaran dengan cara diskusi dan Tanya jawab. Dalam penjelasan

materi ini pendidik menggunakan media asli, seperti macam-macam

bahan utama dan bahan pelapis.

Selama proses pembelajaran berlangsung peneliti bersama

dengan guru pamong mengamati tingkah laku dan aktivitas setiap

peserta didik. Kegiatan ini bertujuan untuk melihat pelaksanaan

pembelajaran dengan menggunakan media asli, serta apakah dengan

media asli ini peserta didik lebih berminat dan aktif dalam belajar.

Pada akhir kegiatan atau tahap penutup pendidik memberikan

kesimpulan dan beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang


33

telah dibahas. Setelah semua pertemuan dilaksanakan (akhir siklus I),

pendidik memberikan tes hasil belajar.

c. Observasi

Berdasarkan tindakan yang telah diberikan, diperoleh data

penelitian dari siklus I berupa data yang berasal dari hasil

pengamatan, dan tes hasil belajar. Data yang berasal dari hasil

pengamatan merupakan hasil analisis dari pengamatan aktivitas

peserta didik selama pembelajaran.

1) Hasil Pengamatan

Ada beberapa hal yang diamati selama proses pembelajaran

berlangsung, antara lain; berkenaan dengan kesiapan peserta didik

dalam menghadapi pelajaran, penuh perhatian, mencatat penjelasan

pendidik, menjawab pertanyaan, dan aktif bertanya, dan

mengerjakan tugas

Berdasarkan tindakan yang telah diberikan diperoleh hasil

pengamatan yang berkenaan dengan kesiapan peserta didik dalam

menghadapi pelajaran pada siklus I belum maksimal. Masih banyak

peserta didik yang tidak mempersiapkan diri dalam menghadapi

pelajaran. Hal ini terlihat masih banyak peserta didik yang tidak

membawa buku, baik buku pelajaran maupun buku catatan pada hal

sudah diberitahu oleh pendidik sebelumnya.

Selama proses pembelajaran masih banyak peserta didik

yang tidak memperhatikan pelajaran. Ada yang mengobrol dengan

dengan temannya, memainkan HP, mengganggu teman, keluar


34

masuk kelas. Pada waktu pendidik menjelaskan pelajaran atau

menerangkan tugas yang akan dikerjakannya, sebagian peserta

didik tidak mencatatnya.

Belum banyak peserta didik yang menjawab pertanyaan dari

pendidik. Walaupun ada yang aktif menjawab, tapi jawaban yang

diberikan peserta didik masih mengambang atau tidak terfokus,

tidak relevan, dan bahkan ada yang asal jawab saja. Apalagi dalam

hal bertanya, masih banyak peserta didik yang tidak mau

bertanya. Bila ada tugas yang diberikan, masih banyak yang tidak

mengerjakannya. Kalaupun ada yang mengerjakan tugas, tapi

dibuat secara tidak serius atau asal-asalan saja.

2) Hasil Minat Belajar

Data yang akan ditampilkan pada bagian ini adalah data

dari pengisisan panduan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti,

guru pamong dan partner dalam mata pelajaran yang bersangkutan

sebelum pelaksanaan siklus dan sesudah siklus I.

Minat belajar pada pra siklus maupun pada siklus I yang

diperoleh tiap peserta didik, dapat dilihat pada table berikut ini:

Tabel 2: Hasil Data Minat Belajar pada Pra Siklus dan Siklus I
Persentase
No Pengamat Pra Siklus Siklus I
Peningkatan
1 A 66 72 9.09
2 B 50 50 0.00
3 C 53 59 11.32
Jumlah 169 181
Rata-rata 56.33 60.33 6.80
35

Berdasarkan analisis data yang diperoleh dari hasil

pengamatan, rata-rata minat belajar peserta sebelum tindakan (pra

siklus) sebesar 56.33. Sedangkan minat belajar peserta didik setelah

tindakan (siklus I) sebesar 60.33. Artinya terjadi peningkatan minat

belajar peserta didik pada siklus I. Data ini dapat disimpulkan bahwa

dengan penggunaan media asli dapat meningkatkan minat belajar

peserta didik dalam belajar sandwich sebesar 6.80%.

3) Analisis Hasil Belajar

Sebelum menganalisis hasil belajar pada siklus I peneliti

mengambil nilai atau hasil belajar yang diperoleh peserta didik

sebelum tindakan atau yang disebut dengan nilai pra siklus. Tujuannya

adalah untuk membandingkannya dengan nilai atau hasil belajar

setelah diberikan tindakan. Setelah menjalani proses pembelajaran,

diberikan tes hasil belajar pada peserta didik dengan tujuan untuk

melihat tingkat penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah

dipelajari (nilai akhir peserta didik setelah pelaksanaan siklus). Hasil

belajar baik pada pra siklus maupun hasil belajar pada siklus I yang

diperoleh tiap peserta didik, dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3: Hasil Belajar Peserta Didik pada Pra Siklus dan Siklus I
No. Peserta didik Pra Siklus Siklus I
5 Dewi Sri Ayu 78 82
6 Dewi Dwi Fani 65 76
7 Dheana Yolanda 82 90
8 Fhatir Parezi 68 72
9 Feren Pramesti 53 77
10 Irfan Iskandar Gusniel 50 55
11 Mega Suci Maya Sari 72 80
12 Nadea Putri Kusuma Atmaja 58 78
13 Nissau Aqniah 58 62
14 Rapha Karunia Saramaha 50 55
36

15 Reska Vafico 80 78
16 Rahmawati 80 86
17 Rori Derizal 50 60
18 Rio Sepri Susanto 50 65
19 Sari Rahma Putri Batu Bara 78 80
20 Sasi Rahayu 53 50
21 Siska 78 80
22 Siska Fitriana 70 76
23 Surya Heriyanto 50 55
24 Suci Ramadhani 58 72
25 Sri Dewi Fitri 50 58
26 Trio Fandy Oktafian 84 90
27 Tessa Handayani 80 85
28 Tika Elsa Pitri 72 80
29 Vieca Effiana Putri 84 90
30 Via Permata Sari 50 60
31 Zoelyan Syakban 60 65
RATA-RATA 66.54 73.32

Dari analisis terhadap tingkat penguasaan peserta didik

terhadap materi yang diperoleh melalui tes hasil belajar maka

diketahui bahwa pada pra siklus jumlah peserta didik belum

mengalami ketuntasan sebanyak 12 orang. Hal ini menujukan bahwa

secara klasikal penguasaan peserta didik terhadap materi sebelum

tindakan (pra siklus) masih sangat rendah. Sedangkan setelah

diadakan tindakan atau pada siklus I jumlah peserta didik yang tidak

tuntas menurun yakni sebanyak 9 orang. Hal ini menunjukan bahwa

secara klasikal penguasaan peserta didik terhadap materi pada siklus

I sudah mulai menigkat. Begitu juga nilai rata-rata yang didapatkan

pada siklus I sudah agak meningkat dibandingkan dengan nilai rata-

rata pada pra siklus.

d. Refleksi
37

Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan pada sikulus I dan

perolehan data yang telah dianalisis ternyata aktifitas dan hasil belajar

peserta didik belum mencapai target yang diharapkan. Hal ini disebabkan

masih ditemui beberapa permasalahan dalam pelaksanaan pada siklus I,

diantaranya:

1) Selama proses pembelajaran peserta didik agak takut untuk

menjawab pertanyaan apalagi mengajukan pertanyaan, begitu juga

menanggapi pertanyaan/jawaban atau menyampaikan pendapat atau

gagasan.

2) Selama proses pembelajaran peserta didik masih cenderung pasif

dalam menanggapi pelajaran.

3) Sebagian besar peserta didik belum bisa memahami materi pelajaran

yang diberikan pendidik, karena pendidik belum bisa menjelaskan

pelajaran dengan menggunakan media asli secara baik, dan interaksi

pendidik dan peserta didik masih kaku

4) Perhatian peserta didik terhadap pelajaran masih rendah. Hal ini

terlihat masih banyak peserta didik yang tidak berkonsentrasi pada

pembelajaran. Sebagai indikasinya masih banyak peserta didik

mengerjakan kegiatan lain selama proses pembelajaran, seperti

menggunakan HP, bercengkrama dengan temannya, mengganggu

teman, mengantuk dan keluar kelas. Hal ini disebabkan karena

pembelajaran tidak menarik, apalagi media gambar yang ditampilkan

kurang menarik pula, seperti gambar yang sederhana, tidak berwarna,

ukuran kecil, dan jumlahnya terbatas.


38

5) Waktu yang disediakan banyak terpakai untuk menata media. Hal ini

disebabkan oleh kemampuan pendidik dalam menampilkan media

masih kurang, akibatnya materi yang disajikan tidak tuntas.

Berdasarkan hasil refleksi maka perlu dilakukan beberapa

perubahan untuk peningkatan hasil belajar peserta didik pada siklus II.

Dengan mempertimbangkan pencapaian tujuan yang maksimal maka

beberapa hal yang akan dilakukan pada siklus II antara lain:

1) Memperbaiki tampilan media menjadi lebih menarik, seperti menata

media menjadi lebih menarik.

2) Sebelum pelajaran dimulai media sudah tertata dan siap digunakan,

sehingga waktu tidak terbuang untuk mempersiapkan media.

3) Peserta didik didorong untuk bertanya dan menjawab pertanyaan.

Disamping itu diberi tuntunan . Pemberian tuntunan ini tidak hanya

dengan pengarahan tapi juga dengan menggunakan media, contoh-

contoh dan ilustrasi

3. Siklus II

Penerapan media asli sebagai usaha meningkatkan hasil belajar peserta

didik pada siklus I masih belum menunjukkan hasil yang maksimal. Hal ini

ditunjukkan dengan masih rendahnya hasil belajar peserta didik terhadap

materi pelajaran tekstil. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan-perbaikan dari

hasil refleksi pada siklus I untuk dilaksanakan pada siklus II.

a. Perencanaan

Beberapa perencanaan yang dilakukan untuk pelaksanaan siklus II

ini berdasarkan refleksi yang dilakukan pada siklus I diantaranya adalah:


39

memperbaiki tampilan media dan sebelum pelajaran dimulai media sudah

ditata sedemikian rupa dan siap digunakan, sehingga waktu tidak terbuang

untuk menatanya.

Selain beberapa hal yang telah direncanakan maka pelaksanaan

dari siklus II ini tak jauh berbeda dengan siklus sebelumnya yakni

menyiapkan RPP, menyiapkan lembaran pengamatan untuk guru pamong,

menyiapkan dan memperbanyak tes hasil belajar yang akan diberikan pada

akhir siklus, serta menyiapkan fasilitas yang digunakan selama

pembelajaran.

b. Pelaksanaan Tindakan

Siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 1 Mei 2012. Pada

dasarnya pelaksanaan siklus II ini tidak jauh berbeda dengan siklus

sebelumnya. Di awal pembelajaran pendidik memberikan motivasi dan

menghubungkan dengan materi pembelajaran, kemudian menjelaskan

cakupan materi pelajaran, menjelaskan manfaat mempelajari materi

tersebut serta menjelaskan kompetensi yang diharapkan dalam

mempelajari materi pelajaran.

Pada tahap penyajian, pendidik menyampaikan materi pelajaran

dengan menggunakan media asli. Pada akhir kegiatan, pendidik

menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Kemudian pendidik memberi

beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dibahas.

Selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan pengamatan

oleh guru pamong dan partner mata pelajaran bersangkutan tentang


40

tingkah laku dan aktivitas peserta didik selama pembelajaran. Kegiatan ini

bertujuan untuk melihat pelaksanaan pembelajaran dengan media asli,

serta apakah dengan penggunaan media asli ini peserta didik lebih

termotivasi dan hasil belajar yang diproleh lebih baik.

Diakhir pertemuan pada siklus II, pendidik memberikan tes hasil

belajar. Hasilnya dibandingkan dengan hasil belajar pada siklus I. Apakah

hasil belajar yang diperoleh peserta didik mengalami peningkatan atau

tidak.

c. Observasi

Data yang diamati pada siklus II ini adalah data tentang hasil

pengamatan dan data hasil belajar peserta didik. Data yang berasal dari

hasil pengamatan merupakan hasil analisis dari pengamatan aktivitas

peserta didik selama pembelajaran. sedangkan data yang berasal dari tes

merupakan hasil belajar peserta didik terhadap materi yang telah diberikan

pada siklus II.

1) Hasil Pengamatan

Unsur-unsur yang diamati terhadap aktivitas peserta didik sama

dengan unsur-unsur aktivitas yang ada pada siklus I yakni: berkenaan

dengan kesiapan peserta didik dalam menghadapi pelajaran, penuh

perhatian, mencatat penjelasan pendidik, aktif bertanya, dalam

pengerjaan tugas

Berdasarkan hasil pengamatan, tampaknya sudah ada perubahan

sikap dari peserta didik dari siklus I. Peserta didik sudah banyak yang
41

mempersiapkan diri dalam menghadapi pelajaran, seperti membawa

peralatan, buku pelajaran, dan buku catatan.

Selama proses pembelajaran sudah banyak peserta didik yang

memperhatikan pelajaran. Peserta didik tidak banyak yang mengobrol

dengan temannya, memainkan HP, mengganggu teman ataupun keluar

masuk kelas. Pada waktu pendidik menjelaskan pelajaran atau

menerangkan tugas yang akan dikerjakannya, peserta didik sudah

banyak yang mencatat pada buku tulis khusus. Sudah banyak dari

peserta didik yang berani bertanya bahkan menjawab pertanyaan dari

pendidik. Umumnya tugas yang diberikan sudah dikerjakan dengan

sungguh-sungguh.

2) Hasil Motivasi Belajar

Data yang akan ditampilkan pada bagian ini adalah data dari

pengisisan panduan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, guru

pamong dan partner dalam mata pelajaran yang bersangkutan.

Minat belajar pada siklus I maupun pada siklus II yang

diperoleh tiap peserta didik, dapat dilihat pada table berikut ini:

Tabel 4: Hasil Data Minat Belajar Peserta didik pada Siklus I dan
Siklus II
No Pengamat Sikkus I Siklus II
1 A 72 79
2 B 50 59
3 C 59 66
Jumlah 181 204
Rata-rata 60.33 68.00

Rata-rata nilai minat pada siklus II sudah lebih tinggi

dibandingkan dengan nilai minat pada siklus I. Secara keseluruhan


42

rata-rata persentase peningkatan minat belajar peserta didik sebesar

13.19%. Rata-rata hampir semua peserta didik sudah mengalami

peningkatan minat belajar, walaupun persentase peningkatan tersebut

bervariasi.

3) Analisis Hasil Belajar

Setelah menjalani proses pembelajaran pada siklus II, diberikan tes

hasil belajar pada peserta didik dengan tujuan untuk melihat tingkat

penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari.

Sebelum menganalisis hasil belajar pada siklus II peneliti mengambil

nilai atau hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada siklus I.

Tujuannya adalah untuk membandingkannya dengan nilai atau hasil

belajar pada siklus II. Hasil belajar baik pada siklus I maupun hasil

belajar pada siklus II yang diperoleh tiap peserta didik, dapat dilihat

pada Tabel berikut ini:

Tabel 5: Hasil Belajar Peserta didik pada Siklus I dan Siklus II


No. Peserta didik Siklus I Siklus II
1 Alia Nanisha 72 100
2 Amelia Shadrina 72 75
3 Aziz Abdul Malik 72 100
4 Cindy Prisilia 80 80
5 Dewi Sri Ayu 78 80
6 Dewi Dwi Fani 65 80
7 Dheana Yolanda 82 80
8 Fhatir Parezi 68 95
9 Feren Pramesti 53 100
10 Irfan Iskandar Gusniel 50 80
11 Mega Suci Maya Sari 72 80
12 Nadea Putri Kusuma Atmaja 58 80
13 Nissau Aqniah 58 60
14 Rapha Karunia Saramaha 50 90
15 Reska Vafico 80 70
16 Rahmawati 80 90
17 Rori Derizal 50 60
43

18 Rio Sepri Susanto 50 60


19 Sari Rahma Putri Batu Bara 78 100
20 Sasi Rahayu 53 100
21 Siska 78 80
22 Siska Fitriana 70 90
23 Surya Heriyanto 50 80
24 Suci Ramadhani 58 100
25 Sri Dewi Fitri 50 60
26 Trio Fandy Oktafian 84 50
27 Tessa Handayani 80 80
28 Tika Elsa Pitri 72 86
29 Vieca Effiana Putri 84 100
30 Via Permata Sari 50 75
31 Zoelyan Syakban 60 90
Rata-Rata 73.32 82.61

Dari analisis terhadap tingkat penguasaan peserta didik terhadap

materi yang diperoleh melalui tes hasil belajar maka diketahui bahwa

pada siklus I jumlah peserta didik yang belum tuntas yakni sebanyak 9

orang. Hal ini menujukan bahwa secara klasikal penguasaan peserta

didik terhadap materi pada siklus I sudah agak meningkat, tapi belum

mencapai standar ketuntasan belajar. Sedangkan setelah diadakan

tindakan pada siklus II jumlah peserta didik yang belum mengalami

ketuntasan sudah berkurang menjadi 5 orang. Hal ini menujukan

bahwa secara klasikal penguasaan peserta didik terhadap materi pada

siklus II sudah mengalami peningkatan. Begitu juga nilai rata-rata

yang didapatkan pada siklus II sudah meningkat, menjadi 82.61 dari

73.32 pada siklus I.

Bila dilihat hasil belajar masing-masing peserta didik dari siklus I

ke siklus II sudah mengalami peningkatan. Hal ini menujukan bahwa

peningkatan hasil belajar masing-masing peserta didik sudah

mendekati hasil yang diharapkan.


44

d. Refleksi

Berdasarkan tindakan yang telah diberikan mulai dari siklus I

sampai pada siklus II ini dapat dinyatakan sebagai berikut:

1) Terjadi peningkatan aktivitas peserta didik dalam proses

pembelajaran dengan menggunakan media asli. Walaupun

peningkatannya belum cukup tinggi, tapi secara keseluruhan sudah

jauh meningkat dari siklus I ke siklus II.

2) Pada umumnya peserta didik telah mencapai standar ketuntasan

belajar dan hasil belajar mereka sudah mengalami peningkatan

yang signifikan. Peningkatan hasil belajar tersebut merupakan

dampak dari penggunaan media asli pada proses pembelajaran

tekstil

4. Siklus III

Penerapan media asli sebagai usaha meningkatkan hasil belajar peserta

didik pada siklus II sudah baik, namun belum menunjukkan hasil yang

maksimal. Hal ini ditunjukkan dengan masih rendahnya hasil belajar peserta

didik terhadap materi pelajaran tekstil. Untuk itu perlu dilakukan perbaikan-

perbaikan dari hasil refleksi pada siklus II untuk dilaksanakan pada siklus III.

a. Perencanaan

Beberapa perencanaan yang dilakukan untuk pelaksanaan siklus

III ini berdasarkan refleksi yang dilakukan pada siklus II diantaranya

adalah: memperbaiki tampilan media dan sebelum pelajaran dimulai media

sudah ditata sedemikian rupa dan siap digunakan, sehingga penggunaan

waktu lebih efektif


45

Selain beberapa hal yang telah direncanakan maka pelaksanaan

dari siklus III ini tak jauh berbeda dengan siklus sebelumnya yakni

menyiapkan RPP, menyiapkan lembaran pengamatan untuk guru pamong,

menyiapkan dan memperbanyak tes hasil belajar yang akan diberikan pada

akhir siklus, serta menyiapkan fasilitas yang digunakan selama

pembelajaran.

b. Pelaksanaan Tindakan

Siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2011. Pada

dasarnya pelaksanaan siklus III ini tidak jauh berbeda dengan siklus

sebelumnya. Di awal pembelajaran pendidik memberikan motivasi dan

menghubungkan dengan materi pembelajaran, kemudian menjelaskan

cakupan materi pelajaran, menjelaskan manfaat mempelajari materi

tersebut serta menjelaskan kompetensi yang diharapkan dalam

mempelajari materi pelajaran.

Pada tahap penyajian, pendidik menyampaikan materi pelajaran

dengan menggunakan media asli. Pada akhir kegiatan, pendidik

menyimpulkan materi yang telah dipelajari. Kemudian pendidik memberi

beberapa pertanyaan secara lisan tentang materi yang telah dibahas.

Selama proses pembelajaran berlangsung dilakukan pengamatan

oleh guru pamong dan partner mata pelajaran bersangkutan tentang

tingkah laku dan aktivitas peserta didik selama pembelajaran. Kegiatan ini

bertujuan untuk melihat pelaksanaan pembelajaran dengan media asli,

serta apakah dengan penggunaan media asli ini minat peserta didik lebih

meningkat dan hasil belajar yang diproleh lebih baik.


46

Diakhir pertemuan pada siklus II, pendidik memberikan tes hasil

belajar. Hasilnya dibandingkan dengan hasil belajar pada siklus II.

Apakah hasil belajar yang diperoleh peserta didik mengalami peningkatan

atau tidak.

c. Observasi

Data yang diamati pada siklus III ini adalah data tentang hasil

pengamatan dan data hasil belajar peserta didik. Data yang berasal dari

hasil pengamatan merupakan hasil analisis dari pengamatan aktivitas

peserta didik selama pembelajaran. sedangkan data yang berasal dari tes

merupakan hasil belajar peserta didik terhadap materi yang telah diberikan

pada siklus II.

1) Hasil Pengamatan

Unsur-unsur yang diamati terhadap aktivitas peserta didik sama

dengan unsur-unsur aktivitas yang ada pada siklus I yakni: berkenaan

dengan kesiapan peserta didik dalam menghadapi pelajaran, penuh

perhatian, mencatat penjelasan pendidik, aktif bertanya, dalam

pengerjaan tugas

Berdasarkan hasil pengamatan, tampaknya sudah ada perubahan

sikap dari peserta didik dari siklus sebelumnya. Peserta didik sudah

banyak yang mempersiapkan diri dalam menghadapi pelajaran, seperti

membawa peralatan, buku pelajaran, dan buku catatan.

Selama proses pembelajaran sudah banyak peserta didik yang

memperhatikan pelajaran. Peserta didik tidak banyak yang mengobrol

dengan temannya, memainkan HP, mengganggu teman ataupun keluar


47

masuk kelas. Pada waktu pendidik menjelaskan pelajaran atau

menerangkan tugas yang akan dikerjakannya, peserta didik

mencatatnya pada buku tulis khusus. Sudah banyak dari peserta didik

yang berani bertanya bahkan menjawab pertanyaan dari pendidik.

Umumnya tugas yang diberikan sudah dikerjakan dengan sungguh-

sungguh.

2) Hasil Motivasi Belajar

Data yang akan ditampilkan pada bagian ini adalah data dari

pengisisan panduan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti, guru

pamong dan partner dalam mata pelajaran yang bersangkutan.

Minat belajar pada siklus II maupun pada siklus III yang

diperoleh tiap peserta didik, dapat dilihat pada table berikut ini:

Tabel 6: Hasil Data Minat Belajar Peserta didik pada Siklus I dan
Siklus II
Persentase
No Pengamat Sikkus II Siklus III
Peningkatan
1 A 79 85 7.59
2 B 59 78 32.20
3 C 66 78 18.18
Jumlah 204 241
Rata-rata 68.00 80.33 19.32

Rata-rata nilai minat pada siklus III sudah lebih tinggi

dibandingkan dengan nilai minat pada siklus sebelumnya. Secara

keseluruhan rata-rata persentase peningkatan minat belajar peserta

didik sebesar 19.32%. Semua peserta didik sudah mengalami

peningkatan minat belajar, walaupun persentase peningkatan tersebut

bervariasi.

3) Analisis Hasil Belajar


48

Setelah menjalani proses pembelajaran pada siklus III, diberikan

tes hasil belajar pada peserta didik dengan tujuan untuk melihat tingkat

penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah dipelajari.

Sebelum menganalisis hasil belajar pada siklus III peneliti mengambil

nilai atau hasil belajar yang diperoleh peserta didik pada siklus II.

Tujuannya adalah untuk membandingkannya dengan nilai atau hasil

belajar pada siklus III. Hasil belajar baik pada siklus II maupun hasil

belajar pada siklus III yang diperoleh tiap peserta didik, dapat dilihat

pada Tabel berikut ini:

Tabel 7: Hasil Belajar Peserta didik pada Siklus II dan Siklus III
No. Peserta didik Siklus II Siklus III
1 Alia Nanisha 100 75
2 Amelia Shadrina 75 100
3 Aziz Abdul Malik 100 85
4 Cindy Prisilia 80 90
5 Dewi Sri Ayu 80 100
6 Dewi Dwi Fani 80 90
7 Dheana Yolanda 80 90
8 Fhatir Parezi 95 100
9 Feren Pramesti 100 100
10 Irfan Iskandar Gusniel 80 90
11 Mega Suci Maya Sari 80 100
12 Nadea Putri Kusuma Atmaja 80 90
13 Nissau Aqniah 60 85
14 Rapha Karunia Saramaha 90 64
15 Reska Vafico 70 95
16 Rahmawati 90 100
17 Rori Derizal 60 90
18 Rio Sepri Susanto 60 100
19 Sari Rahma Putri Batu Bara 100 95
20 Sasi Rahayu 100 75
21 Siska 80 90
22 Siska Fitriana 90 95
23 Surya Heriyanto 80 65
24 Suci Ramadhani 100 100
25 Sri Dewi Fitri 60 85
26 Trio Fandy Oktafian 50 85
27 Tessa Handayani 80 90
49

28 Tika Elsa Pitri 86 95


29 Vieca Effiana Putri 100 100
30 Via Permata Sari 75 100
31 Zoelyan Syakban 90 85
Rata-Rata 82.61 90.45

Dari analisis terhadap tingkat penguasaan peserta didik

terhadap materi yang diperoleh melalui tes hasil belajar maka

diketahui bahwa pada siklus II jumlah peserta didik yang belum tuntas

yakni sebanyak 5 orang. Hal ini menujukan bahwa secara klasikal

penguasaan peserta didik terhadap materi pada siklus II sudah agak

meningkat, tapi belum mencapai standar ketuntasan belajar.

Sedangkan setelah diadakan tindakan pada siklus III jumlah peserta

didik yang belum mengalami ketuntasan sudah berkurang menjadi 2

orang. Hal ini menujukan bahwa secara klasikal penguasaan peserta

didik terhadap materi pada siklus III mengalami peningkatan. Begitu

juga nilai rata-rata yang didapatkan pada siklus III sudah meningkat,

menjadi 90.45 dari 82.61 pada siklus II.

Bila dilihat hasil belajar masing-masing peserta didik dari pra

siklus, siklus I, II ke siklus III mengalami peningkatan. . Setelah

dilakukan 3 kali siklus nilai rata-rata siswa mengalami peningkatan

29.60%. Hal ini menujukan bahwa peningkatan hasil belajar masing-

masing peserta didik sudah seperti yang diharapkan.

d. Refleksi

Berdasarkan tindakan yang telah diberikan mulai dari siklus I

sampai pada siklus III ini dapat dinyatakan sebagai berikut:


50

1) Terjadi peningkatan aktivitas peserta didik dalam proses

pembelajaran dengan menggunakan media asli.

2) Pada umumnya peserta didik telah mencapai standar ketuntasan

belajar dan hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan yang

signifikan. Peningkatan hasil belajar tersebut merupakan dampak

dari penggunaan media asli pada proses pembelajaran Sandwich

Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penggunaan media

asli dapat meningkatkan aktifitas dan hasil belajar peserta didik dalam

mata pelajaran Sandwich.

B. Pembahasan

Penelitian ini diarahkan pada penggunaan media asli dalam

pembelajaran tekstil. Penggunaan media asli dalam pembelajaran Sandwich

ini dilakukan sebanyak tiga siklus dan masing-masing siklus terdiri dari satu

kali pertemuan. Berdasarkan hasil analisis data terlihat bahwa penggunaan

media gambar dalam pembelajaran Sandwich telah memberikan dampak yang

positif terhadap peningkatan minat dan hasil belajar peserta didik.

Hasil analisis data yang diperoleh melalui pengujian hipotesis,

menunjukkan bahwa dengan menggunakan media asli, maka minat belajar

peserta didik lebih meningkat. Untuk melihat peningkatan minat belajar yang

dialami peserta didik dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 8: Peningkatan Minat Belajar Peserta didik dari Pra Siklus,


Siklus I, Siklus II, Siklus III
Peserta Pra
No Sikkus I Siklus II Siklus III
didik Siklus
1 A 66 72 79 85
2 B 50 50 59 78
3 C 53 59 66 78
Jumlah 169 181 204 241
51

Rata-rata 56.33 60.33 68.00 80.33

Tabel di atas memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata

minat belajar pada pra siklus menuju siklus I. Demikian juga antara siklus I

jika dibandingkan dengan siklus II dan siklus III mengalami peningkatan.

Apalagi bila dibandingkan rata-rata minat belajar pada pra siklus dengan

siklus III mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini karena media asli

digunakan pendidik lebih menarik. Menurut Sudjana (1990) ”bila peragaan

yang menarik dapat memperbesar minat dan perhatian peserta didik untuk

belajar”.

Untuk melihat rata-rata peningkatan hasil belajar peserta didik

selama pelaksanaan tindakan dengan penerapan media asli pada siklus I, II

dan III, dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 9: Peningkatan Hasil Belajar Peserta didik dan Ketuntasan


Belajar Setiap Siklus

Siklus Jumlah Peserta didik Rata-Rata

Pra Siklus 31 66.54


Siklus I 31 73.32

Siklus II 31 82.61

Siklus III 31 90.45

Tabel di atas terlihat, bahwa mulai dari pra siklus sampai siklus

terakhir hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan.

Temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa dengan

menggunakan media asli hasil belajar peserta didik dalam mata pelajaran

Pengolahan Makanan Kontinental (Sandwich) dapat ditingkatkan. Hal ini


52

sesuai pula dengan yang dikemukakan Sudjana (1991:4) bahwa “ media

pembelajaran dapat mempertinggi proses pembelajaran peserta didik yang

pada gilirannya dapat mempertinggi hasil belajar yang dicapainya”.

Alasannya adalah karena keberadaan media dalam pembelajaran dapat

membangkitkan semangat serta motivasi peserta didik dalam belajar sehingga

pembelajaran yang diberikan pendidik lebih menarik, bermakna dan dapat

menghindari persepsi peserta didik yang beragam terhadap konsep (Putra,

2004:4).
53

BAB V
KESIMPULAN IMPLIKASI DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian tindakan yang telah diberikan, maka

dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Penggunaan media asli dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik

dalam mata pelajaran tekstil. Hal ini terlihat adanya peningkatan hasil

belajar peserta didik dari setiap siklus yang dilaksanakan.

2. Penggunaan media asli dapat meningkatkan minat belajar peserta didik

dalam mata pelajaran Sandwich. Hal ini terlihat adanya peningkatan

minat belajar peserta didik dari setiap siklus yang dilaksanakan.

3. Penggunaan media asli dalam pembelajaran dapat meningkatkan aktifitas

belajar peserta didik.

B. Implikasi

Data empiris telah membuktikan bahwa penerapan media asli dalam

pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata

pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental (Sandwich). Hal ini dapat dilihat

dari peningkatan hasil belajar peserta didik pada semua siklus yang

dilaksanakan. Dengan demikian media asli dapat menjadi salah satu alternatif

untuk meningkatkan hasil belajar dan memperbaiki hasil belajar peserta didik

dalam mata pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental. Untuk itu pendidik

hendaknya bisa menggunakan media asli tersebut guna meningkatkan hasil

belajar peserta didik dalam pelajaran Pengolahan Makanan Kontinental

terutama di SMK Negeri 9 Padang.

53
54

Secara umum penggunaan media asli ini memang terbukti efektif

dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Namun masih belum

mencapai hasil yang optimal. Hal ini berimplikasi kepada perlunya

meningkatkan penggunaan media asli, sehingga minat belajar peserta didik

lebih meningkat dan pada akhirnya hasil belajar peserta didik dapat

ditingkatkan lagi.

C. Saran

Berdasarkan kesimpulan dan implikasi yang telah dikemukakan, maka

peneliti ingin menyarankan beberapa hal sebagai berikut:

1. Bagi peserta didik agar selalu memelihara minat yang sudah tumbuh,

sebab dengan tertanamnya minat akan memudahkan dalam pencapaian

tujuan pembelajaran.

2. Bagi pendidik hendaknya dapat menggunakan media asli secara lebih

baik dalam proses pembelajaran, karena penggunaan yang lebih baik

akan dapat meningkatkan minat maupun hasil belajar peserta didik.

3. Bagi sekolah hendaknya bisa mensosialisasikan penggunaan media asli

dan memberikan sarana belajar yang memadai sehingga pembelajaran

dengan media dapat direalisasikan.