Anda di halaman 1dari 24

LAPORAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN)

PT INDONESIA POWER UPJP PRIOK


Ketel, Kota tua, Ancol, Pademangan, Kota Jakarta Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta
14430

Laporan ini di ajukan sebagai salah satu untuk menempuh UAS/UN

Oleh :
Muhammad Ramdhani Nugraha
NISN 1617.10.0035/0001804538
LEMBAR PENGESAHAN

Nama : Muhammad Ramdhani Nugraha


NISN : 1617.10.0035/0001804538
Program Studi : Multimedia
Tempat Kerja Prakerin : PT. INDONESIA POWER UPJP PRIOK
Waktu Kerja Prakerin : 1 Januari s.d 29 Maret 2018
Divisi : Humas

LEMBAR PERSETUJUAN
Laporan Kegiatan Prakerin Telah Di Setujui

Pembimbing Industri Guru Pembimbing

FRISKA WIDIYANTI NANA SUPRIATNA Spd

Kepala Sekolah
SMK MULTICOMP DEPOK

Drs Hj Nurul Khomariah


KATA PENGANTAR

Assalamu`alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillahirabbil`alamin, puji dan syukur marilah kita panjatkan kehadirat


ALLAH SWT. Karna atas Ridha dan campur tangan nya sehingga penyusunan Laporan
Prakerin terselesaikan dengan baik dan lancar.

Penyusunan laporan prakerin ini adalah salah satu syarat untuk mengikuti Ujian Akhir
Sekolah (UAS) dan Ujian Nasional (UN) dan laporan ini sebagai bukti bahwa penulis telah
melaksanakan dan menyelesaikan Praktek Kerja Indusri di PT. INDONESIA POWER UPJP
PRIOK.

Maka dengan ini saya mengucapkan banyak terimakasih kepada :


1. Ibu Drs Hj Nurul Khomariah, selaku Kepala Sekolah SMK MULTICOMP DEPOK
2. Ibu Sulastri Spd, selaku ketua study pelaksanaan prakerin SMK MULTICOMP DEPOK
3. Bapak Drs. Indra Bumiyasari, selaku Supervisor Senior Keamanan & Humas
4. Ibu Friska Widiyanti, selaku pembimbing perusahaan PT INDONESIA POWER UPJP
PRIOK

Laporan ini di buat dan diselesaikan dengan ada nya dari pihak pembimbing dari
pihak sekolah maupun dari pihak perusahaan, oleh karena itu penulis mengucapkan
terimakasih kepada Supervisor Senior Keamanan & Humas, kepada Pembimbing Perusahaan,
Pembimbing Sekolah dan tidak lupa pula kepada Kepala Sekolah DRS. Hj Nurul Khomariah.
Akhir dari kesempatan ini menyampaikan banyak terimakasih kepada semua pihak
yang turut membantu dalam upaya penyelesaian laporan ini. Saya menyadari bahwa dalam
penyusunan Laporan ini masih jauh dari kata kesempurnaan, baik dalam pemilihan kata
ataupun kerapihan laporan. Maka dari itu saya mengharapkan saran dan kritik demi perbaikan
kesempurnaan laporan ini yang bersifat membangun. Dan akan saya jadikan bahan
pertimbangan untuk introspeksi diri sebagai pegangan lebih baik lagi di masa yang akan
datang.
Wassalamu`alaikum Wr Wb
Depok, 02 April 2018

Ramdhani Nugraha
DAFTAR ISI
Sampul depan / Halaman judul. ------------------------------------------------------------------------------
Lembar pengesehan. -------------------------------------------------------------------------------------------
Lembar persetujuan. --------------------------------------------------------------------------------------------
Kata pengantar. --------------------------------------------------------------------------------------------------
Daftar tabel. ------------------------------------------------------------------------------------------------------
Daftar isi. ---------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang Prakerin. -------------------------------------------------------------------------
1.2 Tujuan Prakerin. ----------------------------------------------------------------------------------
1.3 Tujuan Penulisan Prakerin. ---------------------------------------------------------------------
BAB 2 TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN
2.1 Sejarah PT INDONESIA POWER. -----------------------------------------------------
2.2 Unit-Unit Bisnis Pembangkit PT INDONESIA POWER. ---------------------------
2.3 Paradigma, Visi, Misi, Motto dan Tujuan Perusahaan. -------------------------------
2.4 Makna Bentuk dan Warna Logo. ---------------------------------------------------------
2.5 Budaya Perusahaan PT INDONESIA POWER. ---------------------------------------
2.6 Anak Perusahaan PT INDONESIA POWER. ------------------------------------------
2.7 Budaya Perusahaan, Lima Filosofi Perusahaan, dan Dua Belas Dimensi Perilaku
IP-HaPPPI. -----------------------------------------------------------------------------------
2.8 Kapasitas Daya PT.Indonesia Power. -----------------------------------------------------
BAB 3 URAIAN KERJA DAN POKOK BAHASAN
3.1 Struktur Organisasi. -------------------------------------------------------------------------
BAB 4 JURNAL KEGIATAN PRAKERIN
4.1 Lokasi Prakerin. -----------------------------------------------------------------------------------
4.2 Waktu kegiatan prakerin. ------------------------------------------------------------------------
4.3 Kegiatan prakerin.---------------------------------------------------------------------------------
4.4 Deskripsi dan contoh aktivitas selama prakerin. ----------------------------------------------
4.4 Manfaat prakerin. ----------------------------------------------------------------------------------
4.5 Rekapitulasi Kehadiran. --------------------------------------------------------------------------
BAB 5 PENUTUP
5.1 Kesimpulan. ----------------------------------------------------------------------------------------
5.2 Saran. ------------------------------------------------------------------------------------------------
LAMPIRAN
1. Kegiatan Harian. -------------------------------------------------------------------------------------
2. Absen Harian. ---------------------------------------------------------------------------------------
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang PRAKERIN

Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) adalah suatu bentuk penyelenggaraan program


study dari sekolah yang memadukan secara sistematik dan sinkron antara program
pendidikan di sekolah dan program perusahaan yang di peroleh melalui kegiatan kerja
langsung di dunia kerja untuk mencapai suatu tingkat keahlian professional dan siap untuk
terjun ke dunia kerja

PRAKERIN identik dengan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) karena hanya di


SMK menggunakan pendidikan sistem ganda yang tak lain bertujuan untuk mengasah
kemampuan Siswa/Siswi agar mempunyai keahlian lebih di bidang nya masing-masing

Dengan prakerin pula di harapkan akan mampu membuka dan meningkatkan


hubungan kerja sama antar lembaga pendidikan dengan lembaga industri.

1.2 Tujuan PRAKERIN

Tujuan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) adalah sebagai berikut :

a. Diharapkan dapat menambah wawasan dan pengetahuan yang berharga, dan


memperoleh masukan serta umpan balik guna memperbaiki dan mengembangkan
kesesuain pendidikan dan kenyataan yang ada di lapangan.
b. Meningkatkan pengetahuan siswa pada aspek-aspek usaha yang professional
dalam lapangan kerja antara lain struktur organisasi jenjang karir dan tekhnik.
c. Untuk mencapai misi dani visi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Multicomp
Depok.
d. Memantapkan keterampilan siswa yang telah di peroleh di sekolah melalui
langsung praktek di dunia kerja.
e. Memperluas wawasan siswa terhadap jenis-jenis pekerjaan yang ada di
perusahaan.
f. Membekali siswa dengan sebuah pengalaman kerja.
g. Meningkatkan kedisplinan.

1.3 Tujuan Penulisan Laporan PRAKERIN

A. Membuktikan hasil kegiatan prakerin.


B. Menuliskan hasil kegiatan prakerin.
C. Untuk memantapkan siswa dalam pengembangan atau penerapan pelajaran
sekolah dari hasil prakerin
D. Sebagai bukti bahwa penulis telah melaksanakan prakerin.
BAB 2
TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN

2.1 Sejarah PT Indonesia Power

Pada awal 1990-an, pemerintah Indonesia mempertimbangkan perlunya deregulasi


pada sektor ketenagalistrikan. Langkah kearah deregulasi tersebut diawali dengan berdirinya
Paiton Swasta I, yang dipertegas dengan dikeluarkannya Keputusan Presiden No. 37 tahun
1992 tentang pemanfaatan sumber dana swasta melalui pembangkit – pembangkit listrik
swasta. Kemudian pada akhir 1993, Menteri Pertambangan dan Energi (Mentamben)
menerbitkan kerangka dasar kebijakan (Sasaran dan Kebijakan Pengembangan Subsektor
Ketenagalistrikan) yang merupakan pedoman jangka panjang restrukturisasi sektor
ketenagalistrikan.

Sebagai penerapan tahap awal, pada tahun 1994 PLN diubah statusnya dari Perum
menjadi Persero. Setahun kemudian, tepatnya pada tanggal 3 Oktober 1995, PT PLN (Persero)
membentuk ua anak perusahaan yang tujuannya untuk memisahkan misi sosial dan misi
komersial yang diemban oleh badan usaha milik negara tersebut. Salah satu dari anak
perusahaan itu adalah PT Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa Bali I, atau lebih dikenal dengan
nama PLN PJB I. Anak perusahaan ini ditujukan untuk menjalankan usaha komersial pada
bidang pembangkitan tenaga listrik dan usaha – usaha lain yang terkait.

Pada tanggal 3 Oktober 2000, bertepatan dengan ulang tahunnya yang kelima,
manajemen perusahaan secara resmi mengumumkan perubahan nama PLN PJB I menjadi PT
Indonesia Power. Perubahan nama ini merupakan upaya untuk menyikapi persaingan yang
semakin ketat dalam bisnis ketenagalistrikan dan sebagai persiapan untuk privatisasi
perusahaan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Lebih dari sekedar perubahan nama,
langkah tersebut merupakan penegasan atas tujuan perusahaan untuk menjadi perusahaan
pembangkitan independen yang berorientasi murni bisnis sesuai dengan tuntutan dan
perubahan yang terjadi di pasar ketenagalistrikan Indonesia, termasuk meningkatnya
persaingan serta kebutuhan untuk melakukan privatisasi melalui sebuah IPO (Initial Public
Offering).

Walaupun sebagai perusahaan komersial di bidang pembangkitan baru didirikan pada


pertengahan 1990-an, Indonesia Power mewarisi berbagai jumlah aset berupa pembangkit dan
fasilitas – fasiltas pendukungnya. Pembangkit – pembangkit tersebut memanfaatkan teknologi
modern berbasis komputer dengan menggunakan beragam energi primer seperti air, batu bara,
solar, gas bumi, dan sebagainya. Namun demikian, dari pembangkit tersebut terdapat
pembangkit paling tua di Indonesia sepeerti PLTA Plengan, PLTA Ubrug, PLTA Ketenger dan
sejumlah PLTA lainnya yang dibangun pada tahun 1920-an dan sampai sekarang masih
beroprasi. Dari sini dapat dipandang bahwa secara kesejahteraan pada dasarnya usia PT
Indonesia Power sama dengan keberadaan listrik di Indonesia.

PT Indonesia Power merupakan perusahaan pembangkit tenaga listrik terbesar di


Indonesia (9040 MW) dengan delapan unit bisnis pembangkitan utama di beberapa lokasi
strategis di pulau Jawa dan Bali serta unit bisnis yang bergerak di bidang jasa pemeliharaan
yang disebut Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan (UBJP). Unit Bisnis Pembangkitan yang dikelola
PT Indonesia Power adalah Unit Bisnis Pembangkitan Suralaya, Priok, Saguling, Kamojang,
Merica, Semarang, Perak & Grati dan Bali serta Unit Bisnis Jasa Pemeliharaan.

Kiprah PT Indonesia Power dalam pengembangan usaha penunjang di bidang


pembangkit tenaga listrik juga dilakukan dengan membentuk anak perusahaan PT. COGINDO
DAYA PERKASA (saham 99,9 %) yang bergerak dalam bidang jasa pelayanan dan
manajemen energi dengan penerapan konsep cogeneration, juga PT. Indonesia Power
mempunyai saham 60 % di PT Arada Daya Coalindo yang bergerak dalam bidang usaha
perdagangan batubara. Aktivitas kedua anak perusahaan ini diharapkan dapat lebih menunjang
peningkatan pendapatan perusahaan di masa yang akan datang.

Sejarah Singkat PT. Indonesia Power UBP Perak – Grati

PT. Indonesia Power Unit Pembangkitan Perak – Grati (UBP Perak – Grati) merupakan
salah satu Unit Bisnis Pembangkitan yang dimiliki oleh PT. Indonesia Power. Unit bisnis ini
awalnya berkantor di dalam area Pelabuhan Tanjung Perak, di Jalan Nilam Barat nomor 2-4
Surabaya. Alasan pemilihan lokasi tersbut sebagai tempat PLTGU dan sebagai kantor adalah:

 Dekat dengan pusat pemakaian listrik.


 Kebutuhan air pendingin (air laut) cukup memadahi.
 Pengadaan spare part dan material pendukung mudah
 Penyaluran bahan bakar mudah.
 Tidak berdekatan dengan pemukiman penduduk

Pada tanggal 20 Mei 2000, kantor Unit Bisnis Pembangkitan Perak dan Grati menempati
lokasi baru di area unit PLTGU Grati yang beralamat di Jalan Raya Surabaya - Probolinggo
Km 73 desa Wates kecamatan Lekok Pasuruan. Menempati lahan seluas 73 hektar yang
terdiri dari 38 hektar lahan pantai dan 35 hektar lahan reklamasi. Alasan pemilihan lahan ini
adalah:

 Penanganan langsung pembangkit yang berkapasitas lebih besar.


 Lokasi milik sendiri.
 Lokasi yang terletak di Perak berstatus sewa dan memiliki biaya sewa yang mahal,
sehingga sebagian dikembalikan kepada PT Pelindo dan sebagian tetap disewa untuk
unit PLTU.

Unit Bisnis Pembangkitan ini menggunakan dua macam bahan bakar yaitu solar dan gas
alam. Karena gas alam belum masuk, unit ini sekarang menggunakan bahan bakar solar yang
dikirim dari fasilitas pantai kapal tanker (sekitar 4 Km dari lokasi) ke tangki PLTGU
berkapasitas 4 x 20.000 KL.

Daya yang dihasilkan kemudian disalurkan ke interkoneksi Jawa Bali melalui SUTT 150
Kv dan SUTET 500 KV. Saat ini PLTGU Grati memainkan peranan penting sebagai
pembangkit yang dibutuhkan untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali.
Unit Bisnis Pembangkitan Perak dan Grati sampai saat ini mempunyai pembangkit
dengan kapasitas terpasang total 950 MW walaupun dalam pengoperasiannya tdak mencapai
nilai tersebut, dengan rincian :

 Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Perak


 Unit 1 buatan Westing House USA n 25 MW sejak 1964 (sudah tidak beroperasi)
 Unit 2 buatan Westing House USA n 25 MW sejak 1964 (sudah tidak beroperasi)
 Unit 3 buatan Mitsubishi Japan beroprasi 50 MW sejak 1978
 Unit 4 buatan Mitsubishi Japan beroprasi 50 MW sejak 1978

Sub UBP Perak ini juga dilengkapi dengan fasilitas berikut:

 Desalination Plant untuk memproduksi air pengisian dari air laut


 Water Treatment Plant untuk mengolah air pengisi ketel
 Waste Water Treatment Plant untuk mengolah air limbah sebelum dibuang ke laut.

Sejak awal beroperasi, PLTU Perak telah mengalami beberapa kali proses perbaikan
untuk mengoreksi deefisiensi yang terjadi terhadap rancangan dari pabrik. Dalam kondisinya
sekarang, unit 3 mengalami penurunan kapasitas menjadi 45 MW, sedangkan unit 4
mengalami penurunan kapasitas menjadi 43 MW. Unit PLTU Perak berada di atas
permukaan tanah seluas 6 ha di kawasan industri dan bisnis dekat pelabuhan Tanjung Perak
di bagian utara Surabaya, Jawa Timur.

Unit pembangkitan ini terdiri dari 3 tahap pembangunan:

1. Tahap pertama adalah PLTU Perak I dan II berkapasitas 2x25 MW telah beroperasi
sejak 1964 sampai 1995. Karena situasi ekonomi yang kurang menguntungkan, unit
pembangkitan ini dikeluarkan dari sistem kelistrikan Jawa-Bali pada tahun 1996.
2. Tahap kedua adalah PLTG Perak yang berkapasitas 1x29 MW yang telah beroperasi
sejak 1975 sampai 1996. Sejak tahun 1996, PLTG Perak direlokasikan ke Cilacap,
Jawa Tengah dan masuk ke jajaran UBP Semarang.
3. Tahap ketiga adalah PLTU Perak III dan IV yang berkapasitas 2x50MW yang telah
beroperasi sejak tahun 1978 sampai sekarang. Tenaga listrik yang dihasilkan
kemudian disalurkan melalui trafo utama ke system jaringan SUTT 150KV. PLTU
Perak memanfaatkan bahan bakar MFO yang disuplai melalui pipa dari Pertamina ke
tangki PLTU dengan total kapasitas 17.570Klt dan BBM HSD untuk pengoperasian
selama proses start sampai berbeban 25%.

Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Grati Pasuruan

Blok 1 (Combine Cycle) dioperasikan sjak bulan Oktober 1997

3 x 100 MW Turbin Gas


1 x 160 MW Turbin Uap

3 Unit HRSG (Heat Recovery Steam Generator)

Blok 2 (Open Cycle)

3 x 100 MW Turbin Gas

Blok 1 beroprasi secara komersial ejak Oktober 1997. PLTU Grati dibangun oleh tiga
kontraktor, antara lain:

 Turbin Gas dan Turbin Uap oleh Mitsubishi HI Jepang


 Heat Recovery Steam Generator (HRSG) oleh Cockeril Mechanical Industries (CMI)
Belgia
 Generator dan perlengkapan listrik oleh Siemens Jerman

PLTGU Grati dilengkapi dengan alat bantu seperti:

 Auxiliary Boiler yang memproduksi uap untuk proses desalinasi bila HRSG tidak
bekerja.
 Desalination Plant untuk menyuling air laut menjadi raw water
 H2 Plant untuk memproduksi H2 guna mendinginkan generator di sistem pendinginan
air laut (kondensor).
 Waste Water Treatment Plant untuk mengontrol kualitas air limbah sebelum dibuang
ke laut.
 Water treatment plant untuk memproduksi air pengisi.

PLTGU Grati berada di atas lahan seluas 70 ha (35 ha lahan pantai dan 35 ha lahan
reklamasi) di Lekok, Grati, Pasuruan, Jawa Timur, 80 Km dari Surabaya. Pembangkitan ini
terdiri dari Blok I (Combined Cycle) dengan total daya terpasang 500 MW, Block II (Open
Cycle) dengan total daya terpasang 300 MW, mulai dibangun tahun 1995 dan selesai bulan
April 1997. Daya yang dihasilkan kemudian disalurkan ke interkoneksi Jawa-Bali melalui
SUTT 150 KV dan SUTET 500KV. Saat ini PLTGU Grati memainkan peranan penting
sebagai pembangkit yang dibutuhkan untuk sistem kelistrikan Jawa-Bali.

PLTU dan PLTG mempunyai perbedaan yang mengarah pada keuntungan dan kerugian
masing – masing. Berikut ini perbandingan antara PLTU dan PLTG mengenai faktor – faktor
yang penting seperti dalam Tabel 2.3.

Asal mula UBP Perak dan Grati adalah PLN sektor Perak, karena semua pembangkitan
berada di PLTU atau PLTG Perak Surabaya yang terdiri dari PLN Eksploitasi IX, PLN
Wilayah XII di Jawa Timur, PLN Distribusi dan Pembangkitan I Jawa Tengah, serta PLN
Pembangkitan dan Penyaluran Jawa bagian Timur dan Bali (KJT).

Sejak tanggal 3 Oktober 1995, Unit Pembangkitan ini mulai masuk dalam jajaran PT.
Indonesia Power dengan kantor induk di Jakarta. Tahun 1996, PLTG Perak Surabaya
direlokasikan ke Cilacap, Jawa Tengah dan menjadi bagian jajaran UBP Semarang. UBP
Perak dan Grati menggunakan bahan bakar berbeda yaitu PLTGU Grati menggunakan gas
dan HSD, HSD diperoleh dari fasilitas lepas pantai kapal tanker (sekitar 4 Km dari lokasi) ke
tangki PLTGU berkapasitas 4x20.000 kilo liter. Sedangkan PLTU Perak menggunakan bahan
bakar MFO.

Sejarah dari tahun ke tahun PT. Indonesia Power

1995

Pendirian PT PLN Pembangkitan Tenaga Listrik Jawa-Bali I (PT PLN PJB I)

1997

Pendirian Anak Perusahaan PT Artha Daya Coalindo

1998

Pendirian Anak Perusahaan PT Cogindo Daya Bersama

2000

Perubahan Nama PT PLN PJB I menjadi PT Indonesia Power dan Pencanangan Visi dan Misi

2000

Pendirian Anak Perusahan PT Rekadaya Elektrika

2004

Penajaman Misi Perusahaan Fokus pada Bidang Pembangkitan Tenaga Listrik

2005

Pendirian Anak Perusahaan PT Indo Pusaka Berau

2007

Pendirian anak perusahaan PT Indo Ridlatama Power

2009

Pengembangan usaha di bidang penyediaan Jasa Operation & Maintenance (O&M)

2010

Penetapan Target World Class Services (WCS ) 2015


2.2 Unit Bisnis Pembangkit PT.Indonesia Power

Indonesia power saat ini memiliki delapan unit bisnis pembangkitan


berkapasitas total 8.996MW, yang mencakup pembangkit Listrik Tenaga Uap(PLTU),
Pembangkit Listrik Tenaga Gas(PLTG), Pembangkit Listrik Tenaga Gas
Uap(PLTGU), Pembangkit Listrik Tenaga Diesel(PLTD), Pembangkit Listrik Tenaga
Air(PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi(GHEOTERMAL), serta
sebuah unit bisnis jasa pemeliharaan. Di tahun 2009 , IP mendapatkan kepercayaan
untuk melaksanakan

Pengoprasian dan pemeliharaan beberapa PLTU PDE 10.000MW yaitu PLTU


Priok, PLTU 2 Labuan, PLTU Banten, dan PLTU Jawa Barat 2 Pelabuhan Ratu

Memenuhi kebutuhan pasokan daya listrik yang terus meningkat, perusahaan


telah merancang pembangunan sejumlah unit pembangkit, termasuk di antaranya telah
memperoleh izin usaha untuk mengelola wilayah kerja panas bumi Tangkuban
Perahu-Jawa Barat.

2.3 Paradigma, Visi, Misi, Motto dan Tujuan Perusahaan

PT. Indonesia Power sebagai perusahaan memiliki paradigma, visi, misi, dan motto serta
simbol perusahaan yang memiliki makna tersendiri.
§ Paradigma
Hari ini lebih baik dari hari kemarin, hari esok lebih baik dari hari ini.

§ Visi
Menjadi perusahaan publik dengan kinerja kelas dunia dan bersahabat dengan lingkungan.

§ Misi
Melakukan usaha dalam bidang ketenagalistrikan dan mengembangkan usaha lainnya yang
berkaitan berdasarkan kaidah indutri dan niaga yang sehat guna menjamin keberadaan dan
pengembangan perusahaan dalam jangka panjang.

§ Motto
Bersama kita maju (Together for a better tomorrow)

§ Tujuan PT Indonesia Power

 Menciptakan mekanisme peningkatan efisiensi yang terus menerus dalam penggunaan


sumber daya perusahaan.
 Meningkatkan pertumbuhan perusahaan secara berkesinambungan dengan bertumpu
pada usaha penyediaan tenaga listrik dan sarana penunjang yang berorientasi pada
permintaan pasar yang berwawasan lingkungan.
 Menciptakan kemampuan dan peluang untuk memperoleh pendanaan dari berbagai
sumber yang saling menguntungkan.
 Mengoperasikan pembangkit tenaga listrik secara kompetitif serta mencapai standar
kelas dunia dalam hal keamanan, keandalan, efisiensi, maupun kelestarian
lingkungan.
 Mengembangkan budaya perusahaan yang sehat di atas saling menghargai antar
karyawan dan mitra serta mendorong terus kekokohan integritas pribadi dan
profesionalisme.

2.4 Makna Bentuk dan Warna Logo

Makna bentuk dan warna logo perusahaan PT. Indonesia Power merupakan cerminan
identitas dan lingkup usaha yang dimilikinya.

Secara keseluruhan nama Indonesi Power merupakan nama yang kuat untuk
melambangkan lingkup usaha perusahaan sebagai power utilty company di Indonesia.
Walaupun bukan merupakan satu-satunya power utility company di Indonesia, namun
karena perusahaan memiliki kapasitas terbesar di Indonesia bahkan di kawasannya,
maka nama Indonesia Power dapat dijadikan brand name.

Bentuk

Karena nama yang kuat INDONESIA dan POWER ditampilkan dengan


menggunakan jenis huruf (font) yang tegas dan kuat, yaitu futura book/regular dan
futura bold.

Aplikasi bentuk kilatan petir pada huruf “O” melambangkan tenaga listrik yang
merupakan lingkup usaha utama perusahaan.

Titik atau bulatan merah (red dot) di ujung kilatan petir merupakan simbol perusahaan
yang telah digunakan sejak masih bernama PT PLN PJB I. Titik ini merupakan simbol
yang digunakan di sebagian besar materi komunikasi perusahaan. Dengan simbol
yang kecil ini diharapkan identitas perusahaan dapat langsung terwakili.

Warna

1. Merah

Diaplikasikan pada kata INDONESIA, menunjukkan identitas yang kuat dan kokoh
sebagai pemilik sumber daya untuk memproduksi tenaga listrik, guna dimanfaatkan di
Indonesia, dan juga di luar negeri.

2. Biru

Diaplikasikan pada kata POWER. Pada dasarnya warna biru menggambarkan sifat
pintar dan bijaksana. Dengan aplikasi pada kata power, maka warna ini menunjukkan
produksi tenaga listrik yang dihasilkan perusahaan memiliki ciri-ciri:
 Berteknologi tinggi
 Efisien
 Aman
 Ramah lingkungan

2.5 Budaya Perusahaan PT.Indonesia Power

INDONESIA POWER PAY adalah Budaya Perusahaan yang mengandung panduan


dalam keseharian INDONESIA POWER dalam Berbisnis. INDONESIA POWER WAY
yang telah di luncurkan pada tanggal 3 oktober 2011 memuat cara berpikir dan bertindak
insan INDONESIA POWER. Serta penerapannya dalam berbagai aspek kehidupan berbisnis
INDONESIA POWER.

2.6 Anak Perusahaan PT Indonesia Power

PLN SC

PT ARTHA DAYA COALINDO

PT COGINDO DAYA BERSAMA


PT GCL Indotenaga

PT INDO PUSAKA BERAU

PT INDO RAYA TENAGA

 PT INDO RIDLATAMA POWER


2.7 Budaya Perusahaan, Lima Filosofi Perusahaan, dan Dua Belas Dimensi Perilaku
IP-HaPPPI

§ Budaya Perusahaan

Salah satu aspek dari pengembangan sumber daya manusia perusahaan adalah
pembentukan budaya perusahaan.

Unsur – unsur budaya perusahaan :

1. Perilaku akan ditunjukan seseorang akibat adanya suatu keyakinan akan nilai – nilai
atau filosofi.
2. Nilai adalah bagian dari budaya / culture perusahaan yang dirumuskan untuk
membantu upaya mewujudkan budaya perusahaan tersebut. Di PT PLN PJB I nilai ini
diebut “Filosofi Perusahaan”.
3. Paradigma adalah suatu kerangka berpikir yang melandasi cara seseorang menilai
sesuatu.

Budaya perusahaan diarahkan untuk membentuk sikap dan perilaku yang didasarkan pada
5 filosofi dasar dan lebih lanjut, filosofi dasar ini diwujudkan dalam 12 dimensi perilaku.

§ Lima filosofi perusahaan

1. Mengutamakan pasar dan pelanggan.

Berorientasi kepada pasar serta memberikan pelayanan yang terbaik dan nilai tambah kepada
pelanggan.

2. Menciptakan keunggulan untuk memenangkan persaingan.

Menciptakan keunggukan melalui sumber daya manusia, teknologi finansial, dan


proses bisnis yang andal dengan semangat untuk memenangkan persaingan.

3. Mempelopori pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Terdepan dalam pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara optimal.

4. Menjunjung tinggi etika bisnis.

Menerapkan etika bisnis sesuai standar etika bisnis internasional.

5. Memberi penghargaan ata prestasi.

Memberi penghargaan atas prestasi untuk mencapai kinerja perusahaan yang maksimal.

Filosofi perusahaan dibuat karena :


 Memberkan acuan bagi seluruh anggota organisasi tentang bagaimana cara
merealisasikan budaya perusahaan.
 Merumuskan apa yang dianggap penting tentang bagaimana berhasil dalam berbisnis.
 Memberikan motivasi, memacu prestasi, dan produktivitas perusahaan.
 Memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai identitas dan cerita perusahaan

§ Tujuh Nilai Perusahaan IP-HaPPPI

1. Integritas

Sikap moral yang mewujudkan tekad untuk memberikan yang terbaik kepada perusahaan.

2. Profesional

Menguasai pengetahuan, ketrampilan dan kode etik sesuai bidang pekerjaanya.

3. Harmoni, Serasi, selaras, seimbang dalam :

 Pengembangan kualitas pribadi,


 Hubungan dengan stakeholder (pihak terkait),
 Hubungan dengan lingkungan hidup.

4. Pelayanan Prima

Memberi pelayanan yang memenuhi kepuasan melebihi harapan stakeholder.

5. Peduli

Peka tanggap dan bertindak untuk melayani stakeholder serta memelihara lingkungan sekitar.

6. Pembelajar

Terus-menerus meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan serta kualitas diri yang


mencakup fisik, mental, sosial, agama, dan kemudian berbagi dengan orang lain.

7. Inovatif

Terus-menerus dan berkesinambungan menghasilkan gagasan baru dalam usaha melakukan


pembaharuan untuk penyempurnaan baik proses maupun produk dengan tujuan peningkatan
kinerja.
§ Dua belas dimensi perilaku;

1. Integritas, berpikir benar, bersikap jujur, dapat dipercaya, dan bertindak profesional.
2. Sikap melayani, berupa memenuhi komitmen terhadap kualitas pelayanan yang
terbaik kepada pelanggan.
3. Komunikasi, melakukan komunikasi yang terbuka, efektif, dan bertanggung jawab
serta mengikuti etika yang berlaku.
4. Kerjasama, melakukan kerjasama yang harmonis dan efektif untuk mencapai tujuan
bersama dengan mengutamakan kepentingan perusahaan.
5. Tanggung jawab, bertanggung jawab dalam menyelesaikan tugas dan kewajiban
hingga tuntas, tepat waktu, untuk mencapai hasil terbaik bagi perusahaan.
6. Kepemimpinan, memberikan arahan yang jelas, mau menerima umpan balik, dan
menjadi contoh bagi lingkungan kerjanya.
7. Pengambilan resiko, melaksanakan pengambilan keputusan dengan resiko yang sudah
diperhitungkan dan dapat dipertanggungjawabkan.
8. Pemberdayaan, memberdayakan potensi SDM dengan memberikan kepercayaan dan
kewenangan yang memadahi.
9. Peduli biaya dan kualitas, melaksanakan setiap kegiatan usaha dengan mengutamakan
efektifitas biaya untuk mencapai kualitas yang terbaik.
10. Adaptif, menyesuaikan diri dengan cepat terhadap perubahan, menyumbangkan
gagasan dan menjadi agen perusahaan.
11. Keselarasan tujuan, menyelaraskan tujuan SDM dengan tujuan perusahaan melalui
pemahaman visi dan misi.
12. Keseimbangan antara tugas dan hubungan sosial, menyeimbangkan usaha mncapai
hasil kerja yang optimal dengan terciptanya suasana kerja yang harmonis.

2.8 Kapasitas Daya PT.Indonesia Power

Sesuai dengan tujuan pembentukannya, Indonesia Power menjalankan bisnis


pembangkitan tenaga listrik sebagai bisnis utama di Jawa dan Bali. Saat ini Indonesia Power
memasok lebih dari separuh atau sekitar 54% kebutuhan pangsa pasar tenaga listrik Jawa –
Bali. Kemampuan tersebut didukung oleh kenyataan bahwa Indonesia Power merupakan
pembangkit yang memiliki jumlah pembangkit yang terdiri dari 132 unit pembangkit dan
fasilitas pendukung lainnya dengan kapasitas terpasang total 9040 MW. Ini merupakan
kapasitas terbesar yang dimiliki perusahaan di Indonesia atau yang ketiga terbesar di dunia.
PT Indonesia Power sendiri mempunyai kapasitas yang terpasang per – unit bisnis
pembangkitan
BAB 3
URAIAN KERJA DAN POKOK BAHASAN

3.1 Struktur Organisasi Perusahaan

Indonesia Power telah melakukan restrukturisasi organisasi yang selaras serta fokus
pada eksekusi ekselen dan dapat memenuhi tantangan pengembangan Perusahaan yang
berkelanjutan dengan dikeluarkannya Keputusan Direksi No.239.K/010/IP/2016 tentang
Struktur Organisasi Indonesia Power tanggal 6 Desember 2016 sebagai berikut:
BAB 4
Jurnal Kegiatan Praktek Kerja Industri(PRAKERIN)

5.2 Lokasi PRAKERIN

PT. Indonesia Power Upjp Priok. Alamat: Jl. RE. Martadinata, Ancol,
Pademangan, Ancol, Pademangan, Kota Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota
Jakarta 14310

5.3 Waktu Kegiatan PRAKERIN

Mulai Prakerin Tanggal 01 Januari s/d 29 Maret 2018 Pada PT. Indonesia
Power Upjp Priok. Penerapan hari kerja yaitu 5 hari pada Hari Senin s/d Hari
Jumat mulai masuk pekerjaan pada pukul 07.00 s/d 16.00

5.4 Kegiatan Praktek Kerja Industri(PRAKERIN)

4.1 Kegiatan Selama PKL di Humas dan Sdm PT. INDONESIA POWER
PRIOK

Hari Jam Kegiatan


Senin s/d Jumat 07.00-16.00 Masuk dan Mulai PRAKERIN
Senin s/d Jumat 16.00 Jam Pulang
Senin s/d Jumat 12.00-13.00 Waktu makan siang dan istirahat
(shalat)
Jumat 07.15-09.00 Senam Pagi
Sabtu s/d Minggu - Libur

4.2 Table kegiatan PRAKERIN sehari hari

No Kegiatan
1 Observasi pengenalan DU/DI
2 Memahami budaya PT. INONESIA POWER
3 Belajar photoshop dan corel draw
4 Membuat ID-Card PRAKERIN
5 Membuat ID-Card PRAKERIN
6 Mendokumentasikan foto tentang kegiatan rapat dan hasil rapat santunan anak yatim
7 Mendokumentasikan foto/vidio tentang kegiatan acara santunan anak yatim
8 Mengedit vidio kegiatan acara santunan anak yatim
9 Mengedit vidio kegiatan acara santunan anak yatim
10 Mengedit foto kegiatan acara santunan anak yatim
11 Mengedit foto kegiatan acara santunan anak yatim
12 Membuat poster kegiatan acara sariater (corel draw)
13 Membuat poster kegiatan acara sariater (corel draw)
14 Mendokumentasi kan vidio tentang kegiatan acara donor darah
15 Mengedit vidio tentang kegiatan acara donor darah
16 Mendokumentasikan foto hasil kegiatan acara seminar luar negeri di PT.
INDONESIA POWER
17 Mendokumentasi kan foto hasil kegiatan acara seminar kepegawaian PT.
INDONESIA POWER
18 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
19 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
20 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
21 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
22 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
23 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
24 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
25 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
26 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
27 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
28 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
29 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
30 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan pembelajaran kepegawain PT. INDONESIA
POWER UPJP PRIOK
31 Mendokumentasi kan vidio hasil kegiatan simulasi gempa
32 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan k3 simulasi mengevakuasi korban gempa
33 Mendokumentasikan hasil kegiatan pelaksanaan bulan k3
34 Mendokumentasi kan vidio hasil mengsosialisasi mengenai APLIKASI UNIT DEMO
P3K
35 Mendokumentasikan vidio hasil kegiatan lomba simulasi pemadam kebakaran
36 Mengedit hasil vidio lomba simulasi kegiatan pemadam kebakaran
37 Membuat ID-Card PRAKERIN divisi listrik
38 Membuat ID-Card PRAKERIN divisi listrik
39 Membuat dokumentasi foto kegiatan pengecekan ID-Card
40 Merapihkan atau mengcut foto kepegawaian di divisi SDM
41 Membimbing / membantu rekan – rekan PRAKERIN membuat ID-Card
42 Mengarsipkan sertifikat kepegawaian
4.3 Deskripsi dan Contoh Aktivitas Selama PKL
a. Distribusi Kliping
Kegiatan dilakukan setelah kliping di periksa dan di tandatangani oleh HUMAS,
kliping didistribusikan kepada SDM dan Keuangan , Kepada manager IP priok

b. Photo Copy
Kegiatan photo copy adalah kegiatan penggandaan file-file penting untuk
dijadikan arsip bagian HUMAS, dimana setelah penulis mendapatkan seputar listrik dan pln
yang kemudian berita tersebut dipisahkan untuk di photo copy.

4.5 Manfaat PRAKERIN


Saya jadi tahu bagaimana susah nya orang tua mencari uang. Capek nya kerja
di dalam kedisplinan dan kesopanan yang baik. Semoga adanya kegiatan PRAKERIN
ini saya lebih sangat menghargai lagi kepada orang tua yang berkerja keras untuk
membiayai saya sekolah.

Manfaat PRAKERIN adalah sebagai berikut :


Manfaat Bagi Siswa
Jika ditinjau dari tujuan prakerin seperti yang telah dibuat daftarnya diatas, maka prakerin ini
memiliki manfaat besar bagi siswa itu sendiri, diantaranya:
1. Menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki keahlian profesional, dengan
keterampilan, pengetahuan, serta etos kerja yang sesuai dengan tuntutan zaman.
2. Mengasah keterampilan yang di berikan sekolah menengah kejuruan ( SMK ).
3. Menambah keterampilan, pengetahuan, gagasan – gagasan seputar dunia usaha serta
industri yang professional dan handal.
4. Membentuk pola pikir siswa -siswi agar terkonstruktif baik serta memberikan
pengalaman dalam dunia Industri maupun dunia kerja.
5. Menjalin kerja sama yang baik antara sekolah dan perusahaan terkait, baik dalam dunia
usaha maupun dunia Industri.
6. Mengenalkan siswa – siswi pada pekerjaan lapangan di dunia industri dan usaha
sehingga pada saatnya mereka terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya dapat
beradaptasi dengan cepat.
7. Meningkatkan efisiensi waktu dan tenaga dalam mendidik dan melatih tenaga kerja
yang berkualitas.
8. Sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan bahwa pengalaman kerja sebagai bagian
dari proses pendidikan.
9. Mempersiapkan sumber daya manusia berkualitas yang sesuai dengan kebutuhan di era
teknologi informasi dan komunikasi terkini.
10. Memberikan keuntungan pada pihak sekolah dan siswa – siswi itu sendiri, karena
keahlian yang tidak diajarkan di sekolah didapat didunia usaha/industri.
Manfaat Bagi Sekolah
Manfaat prakerin bagi sekolah sendiri sebenarnya tidak kalah banyaknya, berikut adalah
beberapa manfaatnya.
1. Menjalankan kewajiban undang undang
2. Meningkatkan citra sekolah
3. Meningkatkan hubungan sekolah dengan masyarakat.
4. Meningkatkan popularitas sekolah di mata masyarakat.
5. Memberikan kontribusi dan tenaga kerja bagi perusahaan.
Manfaat prakerin bagi perusahaan
Perusahaan sendiri mendapat manfaat yang cukup banyak, yaitu :
1. Mendapatkan tenaga kerja sementara dengan “upah seikhlasnya”
2. Mendukung program pendidikan pemerintah
3. Meningkatkan citra perusahaan.

5.5Rekapitulasi Kehadiran
No Bulan Hadir Tidak Hadir Keterangan
1 Januari - - -
2 Februari - 1 Sakit
3 Maret - 2 Sakit
BAB 4
Penutup

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan penerapan dari bab-bab sebelumnya selama melaksanakan
kegiatan Praktik Kerja Industri(PRAKERIN) di divisi Humas PT. Indonesia Power Upjp
Priok, maka pada hal ini penulis memberi kesimpulan sebagai berikut:
1. Kegiatan PRAKERIN diselenggarakan sebagai sarana untuk menambah
wawasan pengetahuan bagaimana hal nya dunia profesi kehumasan dan kerja
yang akan di hadapi sesuai dengan disiplin ilmu ke humasa.
2. Penulis mengetahui dan melakukan kegiatan kegiatan internal yang selalu
dilakukan Humas PT. Indonesia Power Upjp Priok , seperti menulis jadwal
kegiatan donor darah di papan white board, menyebarkan media cetak dan
elektronik
3. Dengan adanya PRAKERIN, maka siswa dapat menyadari dan mengukur
yang di dapat di sekolah dan penerapan nya dalam dunia usaha, dengan
demikian siswa dapat mempunyai kepercayaan terhadap diri sendiri
4. Kegiatan PRAKERIN sangat bermanfaat bagi para siswa dan siswi khusus nya
siswa siswi Smk Multicomp Depok. Dengan adanya kegiatan PRAKERIN
siswa di tuntut untuk mempunyai sikap mandiri dan mampu berinteraksi
dengan orang lain sehingga siswa di harapkan dapat memiliki keterampilan
serta wawasan yang tinggi
5. Kegiatan PRAKERIN juga bermanfaat khusus nya cara berorganisasi dengan
baik untuk menyelesaikan proses pemecahan masalah

4.2 Saran
Dengan segala kerendahan hati, penulis meyampaikan saran saran kepada
pihak perusahaan dan siswa-siswi yang akan melaksanakan Praktek Kerja Industri,
semoga saran saran di jadikan pertimbangan dari kedua belah pihak dalam rangka
perbaikan kerja sama di masa mendatang.

Saran Kepada Perusahaan:


1. Pelaksanaan dokumentasi pada setiap hari kegiatan sudah terlaksana dengan
baik, namun sebaiknya penyimpanan dokumentasi dilakukan dengan cara
komputerisasi dan mempunyai tempat khusus penyimpanan dokumentasi agar
terlihat rapih dan apabila sewaktu waktu di perlukan mudah untuk mencari
nya.

Saran Kepada Pihak Sekolah:


1. Sekolah perlu memberikan penekanan pada penguasaan keterampilan
yang relevan dengan perkembangan teknologi di dunia kerja. Dengan
demikian peserta PRAKERIN dapat mengaplikasikan ilmu dan
keterampilan yang di peroleh secara maksimal.
2. Dalam penerimaan dan penempatan para siswa yang melaksanakan
kerja praktek, hendak nya mempertimbangkan bidang yang sesuai
dengan jurusan siswa, sehingga siswa dapat mengembangkan ilmu yang
dimiliki juga dapat menambah pengetahuan.
3. Hendaknya guru pembimbing harus lebih sering memonitoring
keperusahaan dimana siswa siswi sedang melaksanakan Praktek Kerja
Industri(PRAKERIN) agar lebih sering di perhatikan.
4. Diharapkan bagi siswa siswi yang akan Praktek Kerja
Industri(PRAKERIN) di PT. Indonesia Power Upjp Priok lebih
interaktif dalam menyelesaikan tugas yang di berikan
5. Siswa-Siswi PRAKERIN harus mempersiapkan diri dalam segala hal
karena akan berada dalam dunia kerja yang sesungguh nya

Demikian laporan PRAKERIN yang saya buat, mohon maaf apabila dalam
penulisan masih terdapat kata kata yang kurang sopan, saya berharap semoga laporan
ini dapat bermanfaat bagi saya, khusus nya untuk rekan rekan , dan umum nya bagi
semua pihak.