Anda di halaman 1dari 2

8 Standar Nasional Pendidikan Menurut BSNP

Standar Nasional Pendidikan merupakan kriteria minimal tentang Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 23 Tahun 2006
sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Tentang Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan
Republik Indonesia. Standar Nasional Pendidikan itu sendiri terdiri Dasar dan Menengah.
dari 8 poin yang harus dimiliki dan dipenuhi oleh penyelenggara Nomor 14 Tahun 2007 Standar Isi Program Paket A, Program
dan/atau satuan pendidikan yang ada di Indonesia: Paket B, dan Program Paket C
Berikut 8 Standar Nasional Pendidikan Menurut BSNP: Permendikbud no 64 tahun 2013 tentang standar isi, [Download
premendikbud no 64th 2013]
Standar Kompetensi Lulusan Update terbaru Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Standar Isi Nomor 21 Tahun 2016 tentang Standar Isi .
Standar Proses
Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan 3. Standar Proses
Standar Sarana dan Prasarana
Standar Pengelolaan Proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara
Standar Pembiayaan Pendidikan interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta
Standar Penilaian Pendidikan didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup
bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat,
minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Selain
Fungsi dan Tujuan Standar Nasional Pendidikan: itu, dalam proses pembelajaran pendidik memberikan keteladanan.
Standar Nasional Pendidikan berfungsi sebagai dasar dalam Setiap satuan pendidikan melakukan perencanaan proses
perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan pendidikan dalam pembelajaran, pelaksanaan proses pembelajaran, penilaian hasil
rangka mewujudkan pendidikan nasional yang bermutu pembelajaran, dan pengawasan proses pembelajaran untuk
Standar Nasional Pendidikan bertujuan menjamin mutu pendidikan terlaksananya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.
nasional dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa dan
membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat. Peraturan menteri yang berkaitan dengan standar proses adalah:
Standar Nasional Pendidikan disempurnakan secara terencana, Permen Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk
terarah, dan berkelanjutan sesuai dengan tuntutan perubahan Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
kehidupan lokal, nasional, dan global. Permen Nomor 1 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan
Baca juga: > Penjelasan 4 Kompetensi Guru. Khusus
Permen Nomor 3 Tahun 2008 tentang Standar Proses Pendidikan
1. Standar Kompetensi Lulusan Kesetaraan Program Paket A, Paket B, dan Paket C .
Update Terbaru Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
Standar Kompetensi Lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan Nomor 22 Tahun 2016 tentang Standar Proses.
menengah digunakan sebagai pedoman penilaian dalam
menentukan kelulusan peserta didik. 4. Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
Standar Kompetensi Lulusan (SKL) tersebut meliputi standar
kompetensi lulusan minimal satuan pendidikan dasar dan Pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi
menengah, standar kompetensi lulusan minimal kelompok mata sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta memiliki
pelajaran, dan standar kompetensi lulusan minimal mata pelajaran. kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional.
Kualifikasi akademik yang dimaksudkan di atas adalah tingkat
Peraturan menteri yang berkaitan dengan standar kompetensi pendidikan minimal yang harus dipenuhi oleh seorang pendidik
lulusan adalah: yang dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 23 relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Tahun 2006 menetapkan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) Kompetensi sebagai agen pembelajaran pada jenjang pendidikan
untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. [Permendiknas dasar dan menengah serta pendidikan anak usia dini meliputi:
No 23 Tahun 2006] Kompetensi pedagogik;
Permen Nomor 24 tahun 2006 - Tentang Pelaksanaan Peraturan Kompetensi kepribadian;
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Kompetensi profesional; dan
standar Isi untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah. Kompetensi sosial.
Permendiknas No 24 Tahun 2006] Pendidik meliputi pendidik pada TK/RA, SD/MI, SMP/MTs,
Update Permendikbud No 20 Tahun 2016 Tentang Standar SMA/MA, SDLB/SMPLB/SMALB, SMK/MAK, satuan
Kompetensi Lulusan pendidikan Paket A, Paket B dan Paket C, dan pendidik pada
lembaga kursus dan pelatihan.
2. Standar Isi Tenaga kependidikan meliputi kepala sekolah/madrasah, pengawas
satuan pendidikan, tenaga administrasi, tenaga perpustakaan, tenaga
Standar Isi mencakup lingkup materi minimal dan tingkat laboratorium, teknisi, pengelola kelompok belajar, pamong belajar,
kompetensi minimal untuk mencapai kompetensi lulusan minimal dan tenaga kebersihan.
pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu.
Standar isi tersebut memuat kerangka dasar dan struktur kurikulum, Peraturan menteri yang berkaitan dengan standar pendidik dan
beban belajar, kurikulum tingkat satuan pendidikan, dan kalender tenaga kependidikan adalah:
pendidikan. Nomor 12 Tahun 2007 tentang Standar pengawas
Sekolah/Madrasah.
Peraturan menteri yang berkaitan dengan standar isi adalah: Nomor 13 tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah .
Permen nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Nomor 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan
Pendidikan Dasar dan Menengah Kompetensi Guru.
Permen nomor 24 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Peraturan Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administrasi
Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22 tahun 2006 tentang Sekolah/Madrasah.
standar Isi untuk satuan pendidikan Dasar dan Menengah dan
Nomor 25 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan Peraturan menteri yang berkaitan dengan standar pembiayaan
Sekolah/Madrasah. pendidikan adalah permen nomor 69 Tahun 2009 Tentang Standar
Nomor 26 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Laboratorium Biaya Operasi Nonpersonalia Untuk Sekolah Dasar/Madrasah
Sekolah/Madrasah. Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah
Nomor 27 Tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Tsanawiyah (SMP/MTs), Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah
Kompetensi Konselor. (SMA/MA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Dasar
Nomor 40 Tahun 2009 tentang Standar Penguji Pada Kursus dan Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa
Pelatihan. (SMPLB), dan Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB)
Nomor 41 Tahun 2009 tentang Standar Pembimbing Pada Kursus
& Pelatihan.
Nomor 43 Tahun 2009 tentang Standar Tenaga Administrasi 8. Standar Penilaian Pendidikan
Program paket A , Paket B, dan Paket C.
Nomor 42 Tahun 2009 tentang Standar Pengelola Kursus. Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah
Nomor 44 Tahun 2009 tentang Standar Pengelola Pendidikan pada terdiri atas:
Program Paket A, Paket B dan Paket C. Penilaian hasil belajar oleh pendidik;
Nomor 45 Tahun 2009 tentang standar Teknisi Sumber Belajar Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan; dan
Pada Kursus dan Pelatihan. Penilaian hasil belajar oleh Pemerintah.
Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi terdiri atas:
5. Standar Sarana dan Prasarana Penilaian hasil belajar oleh pendidik; dan
Penilaian hasil belajar oleh satuan pendidikan tinggi.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi Penilaian pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi sebagaimana
perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan dimaksud di atas diatur oleh masing-masing perguruan tinggi sesuai
sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain peraturan perundang-undangan yang berlaku. Peraturan Menteri
yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur Pendidikan Nasional Republik Indonesia No 20 Tahun 2007
dan berkelanjutan. tentang Standar Penilaian Pendidikan . Update terbaru Peraturan
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2016
lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang tentang Standar Penilaian.
pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium,
ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi Sedikit perubahan pada Daftar Standar Nasional Pendidikan yang
daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat telah menjadi Permendiknas urutanya adalah sebagai berikut:
bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan Standar Isi
untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan Standar Kompetensi Lulusan
berkelanjutan. Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Standar Pengelolaan
Peraturan menteri yang berkaitan dengan standar sarana dan Standar Penilaian
prasarana adalah: Standar Sarana Prasaran
Nomor 24 Tahun 2007 Standar Sarana dan Prasarana untuk Standar Proses
SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA. Standar Biaya
Nomor 33 Tahun 2008 Standar Sarana dan Prasarana untuk SDLB, Standar Pendidikan Anak Usia Dini
SMPLB, dan SMALB.
Nomor 40 Tahun 2008 Standar Sarana dan Prasarana untuk
SMK/MAK .

6. Standar Pengelolaan

Standar Pengelolaan terdiri dari 3 (tiga) bagian, yakni standar


pengelolaan oleh satuan pendidikan, standar pengelolaan oleh
Pemerintah Daerah dan standar pengelolaan oleh Pemerintah.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia yang


berkaitan dengan Standar Pengelolaan adalah permen No 19 Tahun
2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan
Pendidikan Dasar dan Menengah.

7. Standar Pembiayaan Pendidikan

Pembiayaan pendidikan terdiri atas biaya investasi, biaya operasi,


dan biaya personal. Biaya investasi satuan pendidikan sebagaimana
dimaksud di atas meliputi biaya penyediaan sarana dan prasarana,
pengembangan sumberdaya manusia, dan modal kerja tetap.
Biaya personal sebagaimana dimaksud pada di atas meliputi biaya
pendidikan yang harus dikeluarkan oleh peserta didik untuk bisa
mengikuti proses pembelajaran secara teratur dan berkelanjutan.
Biaya operasi satuan pendidikan sebagaimana dimaksud di atas
meliputi:
Gaji pendidik dan tenaga kependidikan serta segala tunjangan yang
melekat pada gaji,
Bahan atau peralatan pendidikan habis pakai, dan
Biaya operasi pendidikan tak langsung berupa daya, air, jasa
telekomunikasi, pemeliharaan sarana dan prasarana, uang lembur,
transportasi, konsumsi, pajak, asuransi, dan lain sebagainya