Anda di halaman 1dari 30

KEGIATAN BELAJAR 1

PENGERTISN DAN KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Kegiatan belajar 1 ( KB 1) ini mengajak anda untuk mengkaji pengertian


dan karakteristik penelitian tindakan kelas (PTK). Setelah menyelesaikan KB
ini diharapkan mampu menjelaskan pengertian PTK, menjelaskan
karakteristik PTK, membedakan PTK dengan jenis penelitian lain

A. PENGERTIAN PTK

Penelitian bmerupakan terjemahan dari bahasa inggris:research. Bagi


mahasiswa atau yg mengambil program sarjana, merupakan puncak dri studi.
Mahasiswa dituntut mengembagkan wawasanya dengan cara penelitian atau
eksplorasi untuk memecahkan masalah dari bidang kajianny berdasarkan lagkah
atau aturan yg telah di tentukan.

Penelitian tindakan kelas merupakan terjemahan dari Classroom Action


Research, atau Action Research yang di lakakukan di kelas. Makna PTK dari segi
simetik ( arti kata) .Action research, sesuiai dengan arti katanya, diterjemahkan
menjadi penelitian tindakan; oleh Carr &kammis ( McNiff, 1991,p,2) didefinisikan
sebagai berikut. Action rechers is a from of selft-reflective
equiry andertaken by participants (teachers, students, or principals, for example) in
social ( including education ) situation in urder to improve the reationality and
jastice of (1) their own sosial or educational SSpractices, (2) their anderstending of
theses practices, and (3) the situation ( and institutions) in whichthe practicesare
cerrie out.

Pengertian tersebut mempunyai ide pokok sebagai berikut.

1. Penelitian tindakan adalah suatu bentuk inkuiri atau penyelidikan yang


dilakuan melalui refleksi diri.

2. Penelitian tindakan di lakukan oleh peserta yang terlibat dalam situasi yang
di teliti ,seperti guru, siswa , atau kepala sekolah.
3. Penelitian tindakan di lakukan dalam situasi sosial, termasuk situasi
pendidikan.

Tujuanpenelitian tindakan adalah: memperbaiki dasar pemikiran dan kepantasan


dari praktik praktik

B . KARAKTERISTIK PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Dri pengertian di atas kita dapat menemukan karakteristik PTK, yang


menbedakannya dari penelitian lain. Ciri cirinya sebagai bwrikut.

1. permasalahan PTK dipicu oleh munculnya kesadaran pada guru bahwa


praktik yang di adakan di kelas mempunyai masalah yang harus di
selesaikan, tegasnya kepedulian guru terhadap kualitas pembelajaran yg di
kelolanya muncul masalah yang harus di selesaikan.

2. seft-refctive inquiry, atau penelitian refleksi diri, merupakan ciri yang paling
esensual.

Untuk melakukan refleksi guru berusaha bertanya kepada diri sendiri,


misalnya mengajukan pertanyaan sebagai berikut.

a) Apakah pertanyaan saya jelas?

b) Apakah saya sudah memberikan contoh yang memadahi?

c) Apkah saya sudah memberi hasil yang memadai? Dan lain


sebagainya.

Dari pertanyaan tersebut guru dapat memahami penyebab masalah sisw

3. penelitian tindakan kelas di lakukan di dalam kelas, sehingga fokus


penelitian ini ditunjukkan interaksi antara siswa dan guru.
3. penelitian tindakan kelas bertujuan memperbaiki pembelajaran.

C. PENELITIAN TINDAKAN KELAS DAN PENELITIAN KELA

Penelitian tindakan kelas ( PTK) tentu berbeda dengan penelitian( cllassroom


research) yang masih di temukan bahwa guru selallu mendominasi pembicaraan di
kelas,

Tabel 1.1

Perbandingan PTK dan penelitian kelas non PTK

no Aspek Penelitian Penelitian kelas


tindakankelas non PTK

1. Peneliti Guru Orang luar

2. Rencana penelitian Oleh guru Oleh peneliti


(mungkin di bantu
orang lain)

3. Munculnya Dirasakan oleh Belum tentu aa


masalah guru ( mugkin tindakan
dengan dorongan perbaikan sebagai
orang luar) guru

4. Ciri utama Ada perbaikan Belum tentu adda


yang tidak untuk
berulang
5. Peran guru Sebagai guru dan Tindakan
peneliti perbaikan sebagai
guru ( objek
penelitian)

6. Proses Kelas
pengumpulan data

7. Pross pengumpulan Oleh guru sendiri Oleh peneliti


data atau bantuan
orang lain

8. Hasil penelitian Langsung di Menjadi milik


manfaatkan oleh peneliti
guru

Tabel 1.2

Perbedaan karakteristik PTK dengan peendidikan formal

No Dimensi PTK Penelitian formal

1. Motifasi Diagnosis setatu Kebenaran

2. Sumber masalah Diagnosis setatus Induktif-


deduktitif

Veriikasi &
3. Tujuan Memperbaiki menemukan
prakt pengetahuan yang
dapt di
generesasikan

Pelaku dari dalam Orang luar yang


4. Pelaku ( Guru ) berminat
yang terliba
5. Kasus khusus Sempel yang
representat

Metodologi Ketidak
6. objektif
berperilaku jujur memihakan yang
tidak memihak intergrasi
Penafsiran
7. untuk memahami Mendekskripsikan
hasilpenelitia
praktik melalui
refleksi

Hasil
akhir siswa belajar Pengetahuan yang
8.
lebih baik teruji

Dari tabel di atas dapat di bedakan antara penelitian formal dengan PTK

D . MENGAPA PTK PERLU DI LAKUKAN OLEH GURU

Seperti yang di ugkapakan oleh raka joni ,kardiawaraman,,& hardi subroto


( 1990). Penelitian dilakukan oleh para pakar dan peneliti dari LPK. Sehingga
masalah yang di teliti kurang di teliti oleh guru meski di lkukan dalam kelas,
Guruyang menjadi objek kajian tidak terlibat dalam pembentukan pengetahuan..
KEGIATAN BELAJAR 2

MANFAAT, KETERBATASAN,, DAN PERNYATAAN PENELITIAN


TINDAKAN KELAS ( LPK)

A . manfaat penelitian tindakan kelas

1. Manfaat ptk bagi guru

a) PTK dapat di lakukan oleh guru untuk memperbaiki pembelajaran yang


di kelolanya karna sebagai sasaran akhir PTK adalah perbaikan
pembelajaran.

b) Dengan melakukan ptk guru dapat berkembang secara profeional.


Karena menunjukkan bahwa dia mampu menilai dan memperbaiki
pembelajaran yang di kelolanya.

c) PTK membuat guru semakin percaya dirijika PTK mampu membuat


guru berkembang secara profesional, maka sebagai konsekwensinya,
ptk mampu membuat guru semakin percaya diri.

d) Melalui PTK , gugu mendapat kesempatan untuk berperan aktif


mengembangkab pengetahuan dan keterampilan sendiri.

2. MANFAAT PTK BAGAI PEMBELAJARAN/SISWA


PTK mempunyai manfaat besar bagi pembelajaran karena PTK bertujuan
memperbaiki praktek pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki praktik
pembelajaran dengan sasaran akhir memperbaiki belajar siswa ( Raka joni
kardiawarman ,& Hadi subroto,1998).

3. MANFAAT PTK BAGI SEKOLAH

Sebagaimana yang di argumentasikan oleh Hargreaves ( dalam hopkins,


1993) , sekolah yang berhasil mendorong terjadinya inovasi pada diri paara guru
telah berhasil pula menigkatkan kualitas pendidikan untuk para siswa. Preposisinya
yang menyebutkan: there is little school development withhout teacher
developmente; and there is little teacer development without school development
(dalam hopkins , 1993,hal. 218 ); menunjukan betapa eratnya hubungan
perkembangan sekolah dengan perkembangan kemampuan guru .

B. KETERBATASAN PENELITIAN TINDAKAN KELAS

Ada dua keterbatasan yang perlu kita bahas, yaitu masalah validitas dan
generalisasi .

1. VALIDITAS PTK

Validitas atau kesasihan PTK sebagai penelitian ilmiah masih sering di


pertanyakan. Metodologi yang agak longar yang lebih bersifat informal meskipun
di jaga keobjektifannya masih menimbulkan keraguan. Guru hanya ingin
melakukan sesuatu untuk memperbaiki hasil belajar siswa.

2. GENERALISASI

Sejalan dengan masalah validitas hasil PTK tidak dapat di generalisasikan


karena memang hasil tersebut hanya terkait dengan siswa tertentu.
Meskipun demikian hasil penelitian tersebut tentu dapat di uji dengan guru
lain dengan mempertimbangkan berbagai modifikasi dengan kondisi
kelasnya
C. KONDISI YANG DIPERSYARATKAN DALAM PTK

Kondisi tersebut antara lain sebagai berikut:

1. Sekolah harus memberikan kebebasan yang memadai bagi guru untuk


melakukan ptk.

2. Birokrasi dan Hierarki organisasi hendaknya di minimalkan.

3. PTK sebagai satu bentuk inovasi di sekolah, sehingga akan dapat tumbuh
subur

4. PTK mempersyaratkan keterbukaan dari semua staf sekolah untuk


membahas semua masalah,

5. Sikap kepala sekolah dan staf administrasi harus menunjang terjadinya


pembaharuan

6. Guru dan siswa harus mempunyai rasa percaya diri dalam pembaharuan
yang di dukung oleh kepala sekolah dan orang tua.

7. Guru harus siap meghadapi berbagai konflik

KEGIATAN BELAJAR 1

RENCANA DAN PELAKSANAAN TINDAKAN KELAS


( PTK)

Merencanakan suatu kegiatan merupakan aktivitas sehari hari bagi setiap


orang yang hidup secara teratur, dalam kegiatan rencana dan pelaksanaan
penelitian tindakan kelas (PTK) kita akan mengkaji dua tahap, yaitu
merencanakan dan melakukan tindakan dengan empat langkah utama yaitu :

1. Mengientifikasi masalah,

2. Menganalisis dan merumuskan masalah,

3. Merencanakan PTK, serta

4. Melaksanakan PTK.

A.MENGIDENTIFIKASI MASALAH

Suatu rencana PTK diawali dengan adanya masalah yang dirasakan atau
disadari oleh guru. Oleh karena itu, guru tidak selalu harus mulai dengan masalah.
Guru dapat mulai dengan suatu gagasan untuk melakukan perbaikan, kemudian
mencoba menfokuskan gagasan tersebut.

Bidang yang layak dijadikan fokus PTK adalah yang :

A. Melibatkan kegiatan belajar dan mengajar,

B. Mungkin ditangani oleh guru

C. Sangat minat oleh guru,serta

D. Ingin diubah/diperbaiki oleh guru

Berdasarkan rambu-rambu tersebut, anda dapat menetapakan masalah yang akan


anda jadikan fokus PTK.

B.MENGANALISIS DAN MERUMUSKAN MASALAH

Setelah masalah teridifentikasi, kita perlu melakukan analisis sehingga


dapat merumuskan masalah dengan jelas. Hal yang dilakukan untuk menganalisis
masalah yaitu, kita mengumpulkan data yang terkait dengan masalah tersebut
meliputi pengajuan pertanyaan dan mengkaji ulang berbagai dokumen.
C.MERENCANAKAN PERBAIKAN

Langkah-langkah dalam menyusun rencana adalah sebagai berikut.

1. Rumuskan cara perbaikan yang akan ditempuh dalam bentuk hipotesis


tindakan. Hipotesis tindakan adalah dugaan guru tentang cara yang terbaik
untuk mengatasi masalah.

2. Analisis kelayakan hipotesis tindakan

Hal yang terkait dalam hal analisis tersebut adalah ;

a. Kemampuan dan komitmen guru

b. Kemampuan dan kondii fisik siswa

c. Ketersediaan sarana/fasilitas yang diperlukan

d. Iklim belajar dan iklim kerja di sekolah

D.MELAKSANAKAN PTK

Setelah meyakini hipotesis tindakan atau rencana perbaikan sudah cukup


layak, kini guru perlu mempersiapkan diri untuk melaksanakan perbaikan.
Langkah-langkah melaksanakan PTK:

1.MENYIAPKAN PELAKSANAAN

Ada beberapa langkah yang perlu kita siapkan sebelum merealisasikan


rencana tindakan kita.

a. Membuat rencana pembelajaran beserta skenario tindakan yang akan


dilaksanakan.

b. Menyiapakan fasilitas atau sarana pendukung yang diperlukan

c. Menyiapkan cara merekam dan menganalisis data


d. Memantapkan keyakinan diri.

2.MELAKSANAKAN TINDAKAN

Pelaksanaan tindakan yang harus diperhatikan oleh guru yang diterapkan


oleh Hopkin(1993 . Prinsip PTK sebagai berikut:

a. Pekerjaan utama guru adalah mengajar

b. Cara pengumpulan atau perekaman data yang tidak terlalu banyak


menyita waktu

c. Metodologi yng diterapkan haruslah reliabel atau handal

d. Masalah yang ditangani guru haruslah sesuai dengan kemampuan dan


komitmen guru

e. Guru harus memperhatikan berbagai aturan atau etika yang terkait


dengan tugasnya

f. PTK harus mendapat dukungan dari seluruh personil sekolah.


KEGIATAN BELAJAR 2

PENGUMPULAN DAN ANALISIS DATA, SERTA

TINDAK LANJUT

A.PENGUMPULAN DATA

Data dapat dikumpulkan dengan berbagai teknik, seperti observasi,


wawancara, catatan harian, angket, dsb. Observasi adalah teknik pengumpulan data
yang sangat menentukan oleh PTK. Pembahasan observasi sebagai berikut

1.OBSERVASI DAN INTERPRESTASI

Pelaksanaan tindakan disertai dengan observasi atau pengamatandan


sekaligus interprestasi terhadap data tentang proses dan hasil tindakan, sehingga
dapat dikatakan pelaksanaan tindakan dan observasi/interprestasi berlangsung
simultan. Antara, data yang diamati tersebut langsung diinterprestasikan, tidak
sekedar direkam.
Selanjutnya, dalam langkah persiapan pelaksanaan disebutkan bahwa salah
satu hal yang harus dipersiapkan dalah cara perekaman data. Aspek-aspek observasi
:

a.Prinsip dan jenis observasi

1. Perencanaan bersama

2. fokus

3. Membangun kriteria

4. Keterampilan observasi

5. Balikan (feedback )

Dilihat dari cara melakukannya, observasi dibedakan sebagai berikut

1. Observsi terbuka

Pengamat tidak menggunakan lembar observasi, melainkan


menggunakan kertas kosong untuk merekam pelajaran yang diamati

2. Observasi terfokus

Secara khusus ditujukan untuk mengamati aspek-aspek tertentu dalam


pembelajaran

3. Observasi terstruktur

Observasi terstruktur menggunakan instrumen yang terstruktur dan siap


pakai

4. Observasi sistematik

Observasi yang terstruktur dalam kategori yang diamati

b.Tujuan/sasaran observasi
Secara umum, observasi bertujuan untuk mengumpulkan data yang
diperlukan untuk menjawab masalah tertentu

C.Prosedur observasi

Prosedur atau langkah-langkah observasi terdiri dari tiga tahap yaitu;

1. Pertemuan pendahuluan

Pertemuan pendahuluan yang sering disebut sebagai pertemuan perencanaan


dilakukan sebelum observasi berlangsung.

2. Pelaksanaan observasi

Yaitu observasi yang dilakukan terhadap proses dan hasil tindakan


perbaikan

3. Diskusi balikan

Pertemuan balikan, yang dilakukan segera setelah tindakan perbaikan yang


diamati berakhir.

2.CATATAN HARIAN, REKAMAN, ANGKET, DAN WAWANCARA

Disamping data yang dikumpulkan dengan observasi, Maih banyak data


pembelajaran yang dapat dikumpulkan dengan berbagai teknik lain diantaranya,

Catatan harian guru yang disebut Field note, dibuat oleh guru segera setelah
pembelajaran selesai.

Catatan harian siswa merupakan catatan harian yang dibuat oleh siswa
secara bebas tentang pelajaran tertentu.

Rekaman dengan Tape-recorder merupakan salah satu cara untuk


mendapatkan data penting yang berkaitan dengan interaksi didalam kelas.
Angket atau kuesionir dapat digunakan untuk menjaring pendapat siswa
tentang pembelajaran.

Wawancara dapat dilakukan untuk mengungkap pendapat siswa tentang


pembelajaran.

B. ANALISIS DATA DAN REFLEKSI

1. Analisis data

Salah satu ciri guru profesional adalah mampu mengambil keputusan, baik
sebelum,selama, maupun setelah pembelajaran berlangsung. Analisis data dapat
dilakukan secara bertahap, Pertama dengan menyeleksi dan mengelompokkan,
kedua dengan memaparkan atau mendeskripsikan data, dan terakhir menyimpulkan
atau memberi makna.

2.Refleksi

Melakukan refleksi tidak ubahnya seperti berdiri di depan cermin untuk


melihat kembali kejadian yang perlu kita kaji. Refleksi sendiri dapat dilakukan
melalui analisis dan sintesis, serta induksi dan deduksi.

C.PERENCANAAN TINDAK LANJUT

Tahap analisis data dan refleksi digunakan untuk membuat rencana tindak
lanjut. Jika ternyata perbaikan belum berhasil menjawab masalah kerisauan guru
maka dilakukan perbaikan bahkan bila perlu dibuat rencana baru .

KEGIATAN BELAJAR 1
LANGKAH-LANGKAH PERENCANAAN PENELITIAN

TINDAKAN KELAS

A.LANGKAH-LANGKAH UNTUK MENEMUKAN DAN MERUMUSKAN


MASALAH

Menemukan masalah merupakan hal yang gampang-gampang susah, namun


tidak sedikit yang tidak sadar bahwa ia sedang menghadapi masalah . Beberapa
contoh masalah yang mungkin anda hadapi sehari-hari antara lain seperti berikut.

1. Dalam interaksi pembelajaran

2. Berkaitan dengan prestasi belajar

3. Disiplin belajar

1.IDENTIFIKASI MASALAH

Dalam mengidentifikasi masalah anda harus menfokuskan masalah tersebut


pada aspek tertentu .Untuk mengidentifikasi masalah, anda perlu melakukan
diagnosissecara umum tentang proses pembelajaran yang anda kelola. Jika masalah
anda temukan, gunakan kriteria berikut untuk menguji apakah masalah yang anda
temukan layak untuk diatasi melalui PTK (Abimanyu, Tim Pelatih Proyek PGSM,
1999).

a. Jangan memilih masalah yang tidak anda kuasai

b. Ambillah topik yang skalanya kecil dan relatif terbatas

c. Pilih masalah yang dirasakan paling penting bagi anda dan siswa anda

d. Usahakan dapat dikerjakan secara kolaboratif

e. Kaitkan masalah PTK dengan prioritas rencana pengembangan sekolah.


2.MENGANALISIS MASALAH

Masalah yang kita hadapi dalam pembelajaran tentu harus segera kita
atasi,namun sebelum kita memikirkan cara mengatasinya, kita terlebih dulu harus
tahu apa yang menjadi penyebab munculnya masalah tersebut. Untuk melalukan
analisis tersebut, Pertama, merenungkan kembali masalah tersebut,dengan cara
mengajukan sejumlah pertanyaan yang harus anda jawab sendiri. Renungan dengan
tujuan untuk melihat pada diri kita sendiri disebut intropeksi.

Kedua,anda juga dapat bertanya kepada siswa anda, apa yang terjadi
sehingga terjadi kendala atau masalah tersebut. Wawancara mungkin akan lebih
efisien dan efektif jika dibandingkan dengan kuesioner karena kuesioner
memerlukan persiapan yang lama, serta perlu dilakukan pengolahan data.

3.MERUMUSKAN MASALAH

Dalam hal ini perlu kita cermati bahawa masalah yang akan dirumuskan
tersebut merupakan masalah yang akan dicari jawabannya melalui penelitian
sebuah tindakan. Oleh karena itu rumusan masalah harus memandu guru untuk
mengatasi masalah tersebut. Sehubungan dengan itu, rumusan masalah selalu
dibuat dalam bentuk kalimat tanya serta mengandung aspek yang akan diperbaiki
dan upaya memperbaikinya.

B.MENGEMBANGKAN ALTERNATIF TINDAKAN

Anda pasti ingat bahwa dalam mengembangkan alternatif tindakan, kita


dapat melakukan hal-hal berikut.

1. Mengkaji berbagai teori dan hasil penelktian yang terkait dengan masalah
yang kita hadapi.

2. Berdiskusi dengan teman sejawat dan pakar bidang ilmu yang relevan.

3. Mengingat kembali pengalaman kita dalam menangani serupa.


Tindakan di lakukan dengan cara mengintervensi kegiatan agar dapat
memperbaiki proses pembelajaran artinya mengubah kegiatan atau tindakan yang
biasa di lakukan yang diduga dapat memperbaiki keadaan. Biasanya dari teori
keterampilan menjelaskan bahwa penjelasan akan lebih menjadi efektif, jika guru
1) mengunakan bahasa yang lugas, ucapan yang jelas, kata atau istilah yang dapat
di pahami siswa, 2) mengunakan contoh dan ilustrasi, serta 3) memberikan tekanan
pada kata atau istilah kunci

Tindakan alternatif yang perlu kita kaji ulang dengan mencermati apakah
alternatif tersebut sesuai dengan :

a. Teori pembelajaran dan teori pendidikan

b. Hasil penelitian yang relevan

c. Hasil diskusi dengan teman sejawat, para pakar,dan peneliti lainnya

d. Pendapat dan saran pakar pendidikan, serta

e. Pengalaman guru sendiri dalam melakukan pembelajaran ( tim pelatih,


1999).

Kembali ke alternatif tindakan yang telah anda rumuskan, dalam alternatif


tersebut terdapat beberapa tindakan yang di lakukan guru dalam proses
pembelajaran yaitu sebagai berikut

1. Guru menjelaskan materi pelajaran dengan mengunakan contoh contoh


konkret

2. Guru tidak mengunakan istilah yang sulit di pahami siswa

3. Guru menjelaskan istilah asing secara induktif

4. Guru memberi kesempatan bertanya pada siswa


5. Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk mendiskusikan
masalah yang sedang di ba

KEGIATAN BELAJAR 2

RENCANA DAN PROPOSAL PTK

A. RENCANA PERBAIKAN

Menuagkan alternatif perbaiakan menjadi sebuah rencana yang siap untuk


di laksanakan menuntut guru mempersiapkan segala sesuatu dengan cermat,
rencana perlu kita tuangkan dalam sebuah format, yang memungkinkan kita
membuat cermat secara otomatis format rencana perbaikan pembelajaran
( RPP) pada dasarnya sama dengan format rencana pembelajaran sehari
hari, dengan tambahan komponen- komponen yang terkait dengan
perbaikan. Agar mampu mengembangkan RPP dengan akurat anda perlu
menempuh sejumlah lagkah berikut:

1. Membuat sekenerio pembelajaran

2. Mempersiapkan fasilitas, sarana, dan prasarana

3. Menyusun RPP yang lengkap

4. Melakukan simulasi perbaikan

1. Sekenario pembelajaran

Langkah- langkah perbaikan yang di tempuh diharapkan mampu


menghasilkan perbaikan yang di rancang oleh guru misalnya seperti yang
terdapat pada RPP di atas,perbaikan yang dirancang berupa peningkatan,
pemahaman dan keaktifan siswa.
Skenario pembelajaran untuk ips (kelas 5 sd : dengan topik: sumber daya
alam)(alternatif tindakan : guru menjelaskan dengan bahasa yang lugas,
menggunakan contoh, memberikan kesempatan kepada siswa untuk
bertanya dan berdiskusi)

a. Guru memberi salam, menanyakan kepada siswa, dan mengajukan


pertanyaan

b. Berdasarkan jawaban anak-anak guru menyampaikan tujuan


pembelajaran .

c. Guru memajang dua buah gambar dan anak-anak diminta


memperhatikan pohon apa saja yang terlihat pada gambar 1 dan 2

d. Guru mengajukan pertanyaan, misal pohon apa yang terdapat pada


gambar 1 ? dll

e. Berdasarkan jawaban siswa, guru memperkenalkan istilah homogen


dan heterogen .

f. Anak-anak diminta mengucapkan homogen dan heterogen secara


individual dan kelompok

g. Secara berpasangan anak-anak diminta merumuskan apa yang disebut


hutan homogen dan heterogen

h. Anak-anak diminta memperhatikan gambar hutan gundul, hutan lebat,


dan orang yang sedang menebang kayu kemudian anak-anak diminta
bertanya tentang gambar tersebut

i. Berdasarkan pertanyaan anak-anak guru menjelaskan tentang manfaat


hutan bagi kehidupan

j. Guru mengajak siswa merangkum jenis dan manfaat hutan


k. Guru memberikan latihan lisan, yang dijawab secara tertulis oleh
seluruh siswa

l. Guru meminta siswa memeriksa silang pekerjaannya setelah


mendengar jawaban yang benar dari siswa.

A. MEMPERSIAPKAN SARANA DAN PRASARANA


PEMBELAJARAN

Dalam tindakan pelajaran IPS di kelas lima sd alat peraga yang harus
dipersiapkan terdiri dari:

a. Gambar hutan pinus ( hutan homogen )

b. Gambar hutan belantara ( hutan heterogen )

c. Gambar daerah dengan hutan lebat

d. Gambar daerah dengan hutan yang mulai gundul

e. Gambar orang yang sedang menebang kayu dihutan

3 . MENYUSUN RPP YANG LENGKAP

Setelah mengembangkan skenario pembelajaran dan menyiapkan sarana dan


prasarana pembelajaran, kini anda siap menuangkan semua itu kedalam
format RPP

RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN

Mata pelajaran : IPS

Pokok bahasan : sumber daya alam

Sub pokok bahasan : jenis, persebaran, dan pemanfaatan SDA

Kelas/semester : V/II
Waktu : 40 menit

1. Tujuan

A. Tujuan umum :

Siswa mampu menunjukkan jenis, persebaran, dan pemanfaatan


sumber daya alam untuk kegiatan ekonomi.

B. Tujuan khusus :

1. Dapat membedakan hutan homogen dan heterogen

2. Dapat menjelaskan hutan bagi kehidupan

C. Tujuan perbaikan :

1. Meningkatkan pemahaman siswa melalui peragakan berupa


gambar dan contoh

2. Mengaktifkan siswa dan memberi kesempatan memberi


pertanyaan, mengajukan pertanyaan, dan berdiskusi

II. Materi media dan sumber

A. Materi :

1. Jenis-jenis sumber daya alam

2. Hutan sebagai sumber daya alam

3. Hutan homogen dan heterogen

4. Manfaat hutan bagi kehidupan ekonomi

B. Media :
1. Gambar-gambar : Hutan homogen, hutan heterogen,hutan lebat,
hutan gundul, orang menebang kayu dihutan

2. Gambar orang menebang pohon dihutan

C. Sumber : Buku IPS kelas V dan koran kompas III. Kegiatan


pembelajaran :

A. Kegiatan awal : ( 5 menit )

1. Memberi salam dan menannyakan keadaan anak-anak.

2. Mengajukan pertanyaan berikut.

a. Bagaimana anak-anak pergi ke sekolah ?

b. Sumber daya alam apa yang diperlukan mobil agar bisa


berjalan ?

c. Coba sebutkan sumber daya alam yang kita bahas minggu


lalu ?

d. Apa saja yang ada dihutan ?

3. Menyampaikan tujuan dan kegiatan pembelajaran

B. Kegiatan inti :

1. Guru memajang hutan pinus dan gambar hutan belantara

2. Siswa diminta memperhatikan dua gambar tersebut

3. Siswa diminta menyebutkan apa yang dilihatnya pada gambar

4. Guru memperkenalkan istilah hutan homogen dan hutan


heterogen
5. Secara berpasangan siswa diminta menyimpulkan apa yang
disebut dengan hutan homogen dan hutan heterogen

6. Guru memajang hutan lebat, hutan gundul, dan gambar orang


yang menebang kayu dihutan

7. Siswa diminta mengamati gambar,dan menceritakan apa yang


dilihat dalam gambar

8. Berdasarkan jawaban siswa guru menjelaskan manfaat hutan


bagi kehidupan

C. Kegiatan penutup

1. Melalui tanya jawab, guru mengajak siswa merangkum manfaat


hutan bagi kehidupan

2. Guru memberikan latihan tulis dan menuliskan pertanyaan di


papan tulis

3. Siswa memeriksa hasil latihan secara silang dan bersama-sama


menentukan jawaban yang benar

IV. EVALUASI

A. Prosedur : evaluasi dilakukan selama proses pembelajaran melalui tanya


jawab dan pada akhir pelajaran melalui tes.

B. Alat evaluasi : Tes tertulis

1. Jelaskan dengan singkat apa yang disebut dengan hutan homogen


dan hutan heterogen !

2. Sebutkan empat manfaat hutan bagi kehidupan

3. Apa yang terjadi jika semua hutan gundul?


C. Kunci jawaban

1. Hutan homogen: hutan yang hanya terdiri dari satu jenis tumbuhan.
Hutan heterogen : hutan yang terdiri dari berbagai jenis tumbuhan

2. Empat manfaat hutan : (1) sebagai bahan bangunan, (2) menyimpan


air tanah, (3) untuk alat bahan rumah tangga, (4) untuk kayu api.

3. Jika semua hutan gundul, mungkin akan terjadi banjir atau


kekeringan air tanah tidak tersimpan.

4 MENSIMULASI RENCANA PERBAIKAN

Agar anda merasa lebih mantap dalam melaksanakan tindakan perbaikan,


anda perlu mencobakan terlebih dahulu rencana yang anda susun dalam
bentuk simulasi

B, MENENTUKAN DAN MEMPERSIAPKAN PROSEDUR DAN


INSTRUMEN PENGUMPUL DATA

Jika guru terlalusibuk untuk mengumpulkan data tersendiri , ia dapat


meminta teman sejawat mereka tuk menjadi pengamat, bahkan dapat mengunakan
alat perekam seperti taepe-recorder atau vidio camera . jika PTK ini anda lakukan
dalam bentuk kolaborasi , yaitu bersana rekan guru lain atau dosen LPTK,

Prosedur dan instrumen pengumpul data prosedur :

1. Observasi dengan teman sejawat : untuk merekam cara guru


menjelaskan dan keaktifan siswa.

2. Wawancara dengan siswa setelah pelajaran selesai

3. Analisis dokumen hasil latihan siswa(hasil latihan siswa)

C . PROPOSAL PTK
1. Hikat proposal PTK

Terkait dendan proposal PTK, hakikatnya tidak jauh berbeda dari


proposal dalam bidang penelitian lainnya. Proposal ini di ajukan oleh guru
untuk memenuhi persyaratan yang dikeluarkann oleh seponsor

2. Format Proposal PTK

Suptansi proposal penelitian paada dasarnya terdiri dari komponen berikut

a. Pendahuluan, yang berisi latar belakang masalah.

b. Masalah, tujuan, dan manfaat penelitian.

c. Kerangka teoretis

d. Metodologi penelitian.

Proposal PTK tentu mempunyai ciri khas yang membedakannya dari


proposal penelitian biasa. Meskipun demikian, substansi, proposal PTK
tidak jauh berbeda dari substansi penelitian non PTK.

SISTEMATIKA USULAN PTK

A. JUDUL PENELITIAN

B. BIDANG KAJIAN

C. PENDAHULUAN

D. PERUMUSAN DAN PEMECAHAN MASALAH


E. TUJUAN PENELITIAN

F. MANFAAT HASIL PENELITIAN

G. KAJIAN PUSTAKA

H. RENCANA DAN PROSEDUR PENELITIAN

I. JADWAL PENELITIAN

J. BIAYA PENELITIAN

K. PERSONALIA PENELITIAN

L. DAFTAR PUSTAKA

M. LAMPIRAN- LAMPIRAN:

1. Instrumen penelitian

2. Curriculum vitae semua peneliti

3. Surat keterangan ketua Lemlit

4. Surat keterangan dekan

Jika anda ingin ikut lomba untuk mendapatkan dana bagi PTK yang akan
anda laksanakan, anda harus menyusun proposal dengan mengunakan
format tersebut.

1 . Judul

Judul PTK haruslah singkat dan jelas namun mampu


mengambarkan masalah yang di teliti, tindakan perbaikan, hasil yang di
harapkan, dan tempat penelitian.

2 . Bidang Kajian
Bidang kajian berkaitan dengan masalah pembelajaran yang menjadi
fokus PTK yang anda usulkan, misalnya: desain dan setrategi
pembelajaran, alat bantu, penilaian, atau motifasi yang rendah

3 . Pendahuluan

Pendahuluan mencakub deskripsi tentang masalah pembelajaran, proses


identifikasi dan analisis masalah, penyebab atau akar terjadinya masalah,
serta alasan mengapa masalah penting untuk di atasi.

4 . Perumusan dan Pemecahan masalah

Rumusan masalah sebaiknya dibuat dalam bentuk kalimat tanya dan


memang merupakan masalah penelitian. Pemecahan masalah di sajikan
dalam bentuk alternatif tindakan, lengkap dengan argumentasi tindakan itu
yang di pilih untuk mengatasi masalah

5 . Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian harus sesuai dengan rumusan masalah dan tindakan


perbaikan. Tujuan penelitian pada umumnya berkisar pada
mendeskripsikan atau mengumpulkan informasi atau menguji hipotesis.

Sebagai contoh, tujuan penelitian yang terkait dengan perbaikan


pembelajaran IPS di kelas V SD , dapat disusun sebagai berikut.

1) Mendeskripsikan cara mengunakan contoh konkret dalam


menjelaskan.

2) Mendeskripsikan cara mengaktifkan siswa melalui tanya jawab


dan diskusi.

3) Menganalisis dampak pengnaan contoh konkret dan


mengaktifkan siswa terhadap pemahaman siswa.

6 . MANFAAT PENELITIAN
Jelaskan manfaat penelitian ini bagi guru, siswa, dan institusi ( sekolah
atau LPTK )

7 . Kajian Pustaka

Dalam bagian ini di cantumkan kajian konsep, teori, atau penelitian lain
yang relevan dengan permasalahan dan tindakan yang di rancang,
sehingga jelas kerangka pikir yang di gunakan dalam penelitian ini .

8 . Rencana dan prosedur Penelitian

Bagian ini memuat:

a. Subjek penelitian, tempat, waktu dan lama tindakan.

b. Prosedur atau langkah- langkah PTK yang akan di laksanakan, yang


terdiri dari (1) perencanaan, (2) pelaksanan tindakan, (3)
obserfasi,evaluasi-refleksi, yang semuanya bersifat siklis ( berulang
sesuai jumlah daur / siklus yang di rencanakan).

9 . Jadwal Penelitian

Jadwal penelitisn memuat semua kegiatan penelitian, mulai dari


perencanan , persiapan, pelaksanaan, sampai dengan penulisan laporan,
lengkap dengan waktu pelaksanan

10 . Biaya Penelitian

Bagian ini mencantumkan secara rinci biaya yang di perlukan dalam


penelitian ini

11. Personalia Penelitian

Memuat identitas tim peneliti serta perannya dalam penelitian.

12. Daftar pustaka


Memuat semua sumber yang digunakan sebagai acuan dalam
penelitian ini.

13. Lampiran

Lampiran dibuat sesuai dengan prmintaan sponsor. Pada umumnya


yang dilampirkan adalah : (1) instrumen penelitian, (2) riwayat hidup tim
peneliti, dan (3) surat keterangan lain yang diperlukan.