Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Rumah sakit sebagai salah satu sarana pelayanan kesehatan seperti yang di
sebutkan dalam Undang – Undang Nomor 23 tahun 1992 tentang Kesehatan merupakan
tempat bekerjanya para tenaga profesional yang melaksanakan kegiatannya berdasarkan pada
sumpah dan kode etik profesi. Salah satu tenaga profesional yang sangat menentukan kualitas
pelayanan kesehatan di rumah sakit adalah Dokter. Untuk menghasilkan seorang dokter yang
profesional, harus melawati dua tahap. Tahap pertama adalah tahapan akademik yang bisa
didapatkan melalui pendidikan di Fakultas Kedokteran yang lulusannya disebut sarjana
kedokteran, sedangkan tahap kedua adalah tahap pendidikan profesi ( Kepaniteraa Klinik)
yang dilaksanakan di Institusi Pelayanan Kesehatan baik di rumah sakit maupun di
puskesmas.
Tahap Kepaniteraan Klinik Madya Dokter Muda merupakan pendidikan
kedokteran yang dilaksanakan melalui proses belajar mengajar dalam bentuk pembelajaran
klinik dan pembelajaran komunitas yang menggunakan berbagai bentuk dan tingkat
pelayanan kesehatan yang memenuhi persyaratan sebagai tempat praktik kedokteran. Program
Kepaniteraan Klinik Madya merupakan program lanjutan yang tidak terpisahkan dari program
sarjana pendidikan kedokteran. Proses pembelajaran bagi mahasiswa tahap profesi dokter
berbasis kompetensi sesuai yang tercantum di Standar Kompetensi Dokter Indonesia yang
ditetapkan oleh KKI.
Pada tahap Kepaniteraan Klinik madya, rumah sakit tempat para sarjana
kedokteran belajar sangat berperan dalam menjaga mutu pelayanan pendidikan kedokteran.
RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan merupakan salah satu Rumah Sakit yang
menyelenggarakan pelayanan pendidikan kedokteran meskipun belum ditetapkan oleh
Menteri Kesehatan sebagai Rumah Sakit Pendidikan.
Oleh karena itu untuk meningkatkan mutu pelayanan pendidikan kedokteran,
dipandang perlu untuk membuat buku Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam
Kepaniteraan Klinik Madya di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

1.2. TUJUAN
1.2.1 Tujuan Umum
1
Pedoman ini disusun sebagai acuan bagi RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu
Bangkalan dalam membangun sistem manajemen pengelolaan sumber daya Manusia
dalam pendidikan Kepaniteraan Klinik Madya baik untuk penyelenggaraan rekrutmen
dosen pendidik Kepaniteraan Klinik Madya serta untuk penyelenggaraan pelayanan
klinis.
1.2.2 Tujuan Khusus
1.2.2.1 Terwujudnya tertib manajemen administrasi dalam pelaksanaan
pendidikan praktik klinik kedokteran di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu
Bangkalan.
1.2.2.2 Tercapainya pendidikan profesi kedokteran yang bermutu di RSUD
Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

BAB II
DEFINISI

Dalam Panduan ini yang dimaksud dengan :


1. Rekrutmen adalah Proses mencari, menemukan dan menetapkan sejumlah orang
dokter spesialis sebagai calon tenaga pengajar / pendidik klinik kedokteran.
2. Kelompok Staf Medik adalah dokter, dokter gigi, dokter spesialis dan dokter gigi
spesialis yang bekerja di unit pelayanan rumah sakit

2
3. Koordinator Pendidik adalah dokter koordinator KSM yang bertugas mengkoordinir
perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran Kepaniteraan Klinik
4. Dosen Pembimbing /Pendidik Prktik Klinik adalah dosen yang diangkat dan
diberikan tugas oleh institusi pelayanan atau pendidikan kesehatan kedokteran untuk
memberikan bimbingan kepada Dokter Muda yang sedang mengikuti kegiatan
Kepaniteraan klinik di rumah sakit
5. Dosen Penguji Praktik Klinik adalah dokter yang diusulkan oleh ketua KSM menjadi
penguji dan diangkat sebagai penguji praktik klinik oleh Fakultas Kedokteran terkait
dengan persetujuan Direktur RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
5. Tim Penilai adalah tim penilai yang dibentuk dan ditetapkan oleh pejabat yang
berwenang dan bertugas menilai prestasi kerja Dokter Pendidik Klinis yang berasal
dari Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran.
6. Presensi Dosen dan Mahasiswa adalah prosedur monitoring atau memantau
kehadiran dosen pengajar dan mahasiswa kepaniteraan klinik madya
7. Pengembangan diri Tenaga Pendidik adalah program peningkatan pengetahuan dan
keterampilan tenaga pendidik untuk meningkatkan mutu dosen pendidik Kepaniteraan
Klinik Madya melalui pendidikan dan pelatihan serta pendidikan keprofesian
berkelanjutan

3
BAB III
RUANG LINGKUP

Ruang Lingkup Pedoman Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Kepaniteraan


Klinik Madya di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan meliputi :
1. Tata Cara Rekrutmen Dosen Pendidik/Penguji/ Pembimbing Klinik
Sistem Rekrutmen dan Seleksi Dosen Pendidik Kedokteran di RSUD Syarifah
Ambami Rato Ebu Bangkalan diatur dalam Standar Prosedur Operasional (SPO) Tata
Cara Rekrutmen KSM yang Diangkat Sebagai Tenaga Pendidik Klinik. Proses
Rekrutmen dilakukan secara berkala sesuai dengan kebutuhan sebagai upaya untuk
mencapai rasio antara dosen dan mahasiswa kepaniteraan Klinik yaitu 1 : 5 agar dapat
mendukung proses belajar mengajar baik sehingga bisa mencetak calon dokter yang
profesional
2. Presensi Kehadiran Dosen Pendidik/Penguji/ Pembimbing Klinik serta Presensi
Mahasiwa Kepaniteraan Klinik Madya di RSUD Syarifah Ambami RatoEbu
Bangkalan.
3. Data dasar Pengembangan Diri Tenaga Pendidikan Kepaniteraan Klinik Madyadi
RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu meliputi Profil Kepegawaian, pendidikan dan
pelatihan dokter pendidik Kepaniteraan Klinik , rencana pengembangan Diri Dosen
Kepaniteraan Klinik Madya serta Rencana Anggaran dan Biaya ( RAB) pengembangan
diri Dosen Pendidik Kepaniteraan Klinik tahun 2018

BAB IV
4
TATA LAKSANA

4.1. Tata laksana Rekrutmen Dosen


Sumber Penerimaan Dosen Pendidik Kedokteran adalah dokter spesialis
PNS / dokter spesialis tenaga kontrak yang melakukan praktek pelayanan kesehtaan di
Lingkungan RSUD Syarifah Amami Rato Ebu Bangkalan.
4.1.1 Tata Laksana Rekrutmen Dosen Pembimbing/ supervisor Klinik
Prosedur Rekrutmen Dokter pembimbing / supervisor klinik dari unsur
RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan :
a) Komkordik membuat surat usulan nama – nama dokter pembimbing ke seluruh
Ketua KSM (sebagai syarat rekomendasi dari KSM).
b) Komkordik membuat rekapitulasi usulan nama – nama dari masing – masing
KSM dan diteruskan ke ketua komite medik untuk mendapatkan rekomendasi.
c) Nama – nama yang telah mendapatkan rekomendasi dari ketua KSM dan ketua
komite medik diberikan formulir isian tentang kesediaan melaksanakan proses
belajar mengajar / bimbingan kepaniteraan klinik FK UNISMA.
d) Komkordik memeriksa nama – nama yang telah diusulkan tentang persyaratan /
kriteria umum maupun kriteria khusus.
e) Nama – nama yang telah lulus secara administratif diusulkan ke FK UNISMA
untuk mendapatkan Diklat TOT Pembelajaran Modul Praktik Klinik
Kedokteran, OSCE, pekerti, AA+
f) RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan membuat usulan ke FK
UNISMA untuk mengangkat nama – nama yang telah memenuhi persyaratan /
kriteria umum maupun khusus untuk diangkat sebagai dokter pembimbing /
supervisor klinik mahasiswa FK UNISMA
g) Dekan membuat surat pengangkatan dokter – dokter yang telah diusulkan
tersebut sebagai dokter pembimbing / supervisor klinik kedokteran di RSUD
Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

4.1.2 Tata Laksana Rekrutmen Dokter pembimbing / supervisor klinik dari unsur FK
UNISMA
Proses Rekrutmen Dokter Pembimbing/ Supervisor Klinik sebagai berikut :
a) Fakultas mengusulkan Dosen FK UNISMA yang telah direkomendasikan oleh
Dekan diusulkan sebagai dokter pembimbing / supervisor klinik kedokteran FK
UNISMA di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

5
b) Direktur membuat surat pengangkatan dosen yang telah diusulkan oleh fakultas
sebagai dokter pembimbing / supervisor klinik kedokteran FK UNISMA di
RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

4.1.3 Tata Laksana Rekutmen Dokter Pendidik / Penguji Praktik Klinik


Dokter pendidik / penguji dari RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan :
a) Diusulkan oleh ketua KSM masing – masing ke Ketua Komkordik.
b) Ketua Komkordik memeriksa persyaratan administrasi nama – nama yang di
usulkan.
c) Apabila persyaratan administrasi telah dipenuhi, ketua Komkordik membuat
usulan pengangkatan nama – nama tersebut sebagai dokter pendidik / penguji
praktik klinik FK UNISMA ke FK UNISMA dengan persetujuan
DirekturRSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
d) Dekan FK UNISMA mengangkat nama – nama dokter tersebut sesuai usulan
DirekturRSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

4.1.4 Tata Laksana Rekutmen Dokter pendidik / penguji dari FK UNISMA


a) Dekan mengusulkan nama – nama dokter yang telah memenuhi persyaratan
sebagai dokter pendidik / penguji praktik klinik kedokteran ke DirekturRSUD
Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
b) DirekturRSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan mengangkat nama –
nama dokter yang telah diusulkan oleh Dekan FK UNISMA sebagai dokter
pendidik / penguji praktik klinik kedokteran di RSUD Syarifah Ambami Rato
Ebu Bangkalan.

4.1.5 Tata Laksana Rekrutmen Penilai Kinerja Dokter Pendidik / Penguji, Pembimbing
/ Supervisor Klinik
a) Dekan mengusulkan nama – nama dokter yang telah memenuhi persyaratan
sebagai dokter penilai kinerja dokter pendidik / penguji, pembimbing /
supervisor klinik ke DirekturRSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
b) DirekturRSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan mengangkat dan
menetapkannama – nama dokter yang telah diusulkan oleh Dekan FK UNISMA
sebagai dokter penilai kinerja dokter pendidik / penguji, pembimbing /
supervisor klinik di RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan

4.2. Kriteria Kompetensi Tenaga Pengajar


4.2.1 Klasifikasi Sumber Daya Manusia

6
Sumber daya manusia yang melaksanakan penyelenggaraan dan pengelolaan
kegiatan pendidikan kedokteran di rumah sakit terdiri dari :
a) Dokter umum / dokter spesialis sebagai tenaga manajerial
b) Dokter / dokter spesialis sebagai dokter luar biasa / sebagai dokter penilai,
pendidik dan pembimbing / supervisor klinik.
c) Tenaga non medis sebagai tenaga administrasi / sekretariat

4.2.2 Sumber daya manusianya terdiri dari unsur RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu
Bangkalan dan FK UNISMA, yang terbagi menjadi kelompok :
a) Penilai kinerja dokter pembimbing klinik
b) Pendidik / penguji praktik klinik kedokteran
c) Pembimbing / supervisor klinik
d) Dosen luar biasa (DLB) FK UNISMA

4.2.3 Kriteria Kompetensi Tenaga Pengajar


4.2.3.1 Pembimbing/Supervisor Klinik
Kriteria Pembimbing / Supervisor Klinik
1) Kriteria Umum :
a) Dokter spesialis rumah sakit, PNS / Non PNS, pegawai tetap maupun pegawai
tidak tetap yang memiliki kontrak kerja resmi dengan RSUD Syarifah Ambami
Rato Ebu Bangkalan.
b) Berijazah paling rendah dokter spesialis.
c) Telah lulus sebagai dokter spesialis minimal 3 tahun.
2) Kriteria Khusus :
a) Direkomendasikan oleh ketua KSM dan Ketua Komite Medik.
b) Sesuai dengan formasi jabatan Dokter Pendidik Klinik.
c) Telah memiliki sertifikat Training of Trainer Pembelajaran Modul Praktik
Klinik Kedokteran, OSCE, pekerti, AA+
d) Membuat surat pernyataan kesediaan melaksanakan proses belajar mengajar.
e) Diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan dekan atas usulan direktur.

4.2.3.2 Pendidik / Penguji Praktik Klinik Kedokteran


Kriteria pendidik / penguji praktik klinik kedokteran
1) Telah memenuhi semua kriteria pembimbing / supervisor klinik.
2) Seorang pendidik / penguji praktik klinik kedokteran adalah seorang dokter
spesialis / sub spesialis yang telah melakukan pekerjaan professional minimal 3
tahun di rumah sakit (sebagai staf) atau di fakultas kedokteran (sebagai dosen
aktif).

4.2.3.3 Penilai Kinerja Dokter Pendidik / Penguji, Pembimbing / Supervisor Klinik

7
Kriteria penilai kinerja dokter pembimbing / penguji, pembimbing / supervisor
klinik :
1) Penilai kinerja dokter pembimbing klinik adalah seorang dokter / dokter gigi /
dokter spesialis yang tidak termasuk dokter pendidik / penguji, pembimbing /
supervisor klinik kedokteran FK UNISMA dan memiliki kinerja baik minimal
selama 3 (tiga) tahun berturut – turut.
2) Bersedia melaksanakan tugas dan tanggung jawab sesuai dengan standar yang
ditetapkan oleh RSUD Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan dan FK
UNISMA.
3) Dipilih, diangkat dan ditetapkan dengan surat keputusan Direktur RSUD
Syarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan atas usulan Dekan FK UNISMA.

4.2.3.4 Uraian Tugas Tim Penilai Kinerja Dokter Pendidik / Penguji,


Pembimbing / Supervisor Klinik
1) Pelindung : Menjain kerjasama dan berkoordinasi terhadap
pelaksanaan kepaniteraan klinik bagi Dokter Muda di RSUD Syarifah Ambami
Rato Ebu Bangkalan
2) KetuaTim Penilai : Mengkoordinir proses kepaniteraan klinik dari ketepatan
pembimbingan yang sesuai jadwal, silabus sampai dengan evaluasinya
3) Wakil KetuaBekerja sama dengan koordinator pendidikan untuk pemantauan dan
penilaian ketepatan jadwal pembimbingan serta melakukan evaluasi ympan balik
dari peserta didik setiap selesai proses kepaniteraan klinik
4) Sekretaris : Membuat berita acara hasil penilaian tenaga pendidik setiap 1
tahun sekali, merekap catatan kegiatan tenaga pendidik selama proes
kepaniteraan klinik
5) Anggota Tim Penilai :Bersama dengan koordinator pendidikan melakukan
pemantauan dan pengecekan secaraberkala proses kepaniteraan klinik

4.2.3.6 tugas, kewenangan, hak dan kewajiban tenaga pengajar/pendidik klinis


I. PEMBIMBING/SUPERVISOR KLINIK
A. Tugas dan tanggung jawab pembimbing / supervisor klinik :
1) Bertanggung jawab kepada Korpanit.
2) Melaksanakan bimbingan / bedside teaching sesuai dengan metode five step
microskills.
3) Melaksanakan pelaksanaan laporan kasus pada case report session.
8
4) Menilai pelaksanaan presentasi refrat pada Clinical Science Session.
5) Mengisi log book pembimbing dan mengingatkan peserta didik untuk mengisi
log book mahasiswa.
6) Melaksanakan koordinasi dengan Korpanit tentang jadwal pelaksanaan
bimbingan kepaniteraan klinik.
7) Bekerjasama dengan Korpanit untuk membuat jadwal kegiatan perperiodik
sesuai ruang lingkup kerjanya.
8) Bekerjasama dengan pendidik klinik untuk menyiapkan bahan ujian peserta
didik.
9) Melaporakan hasil bimbingan klinik kepada Korpanit.

B. Kewenangan dokter pembimbing / supervisor klinik :


1) Melaksanakan bimbingan secara langsung kepada peserta didik sesuai dengan
jadwal yang telah ditetapkan.
2) Memberikan teguran langsung kepada peserta didik apabila melanggar tata
tertib.
3) Melaksanakan monitoring dan evaluasi peserta didik dalam pelaksanaan modul
kepaniteraan klinik termasuk absensi peserta didik.

C. Hak dokter pembimbing / supervisor klinik :


1) Berhak melaksanakan bimbingan langsung kepada peserta didik sesuai ruang
lingkup kerjanya.
2) Berhak memberikan reward dan punishment kepada peserta didik sesuai dengan
peraturan yang berlaku di RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
3) Berhak menerima jasa bimbingan sesuai dengan peraturan yang berlaku di FK
UNISMA dan RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.

e. Kewajiban dokter pembimbing / supervisor klinik :


1) Memberikan bimbingan langsung kepada seluruh peserta didik di bawah ruang
lingkup tanggung jawabnya.
2) Melaksanakan monitoring dan evaluasi peserta didik selama proses bimbingan.
3) Mendokumentasikan hasil rencana dan pelaksanaan bimbingan klinik.

II. PENDIDIK / PENGUJI PRAKTIK KLINIK KEDOKTERAN


a. Tugas dan tanggung jawab pendidik / penguji praktik klinik kedokteran :
1) Bertanggung jawab kepada Korpanit yang terkait (KSM terkait).
2) Bekerja sebagai penguji modul kepaniteraan klinik.
3) Membantu pembimbing klinik untuk memeberikan bimbingan kepada peserta
didik apabila diperlukan atau atas permintaan pembimbing klinik.
4) Melaksanakan ujian dengan metode mini cex, OSCE, SOCA, MDE
5) Sebagai narasumber dalampertemuan ilmiah dan Journal reading.

9
b. Kewenangan pendidik / penguji praktik klinik kedokteran :
1) Menguji peserta didik kepaniteraan klinik sesuai bidang keilmuannya.
2) Menetapkan lulusa dan tidak lulusnya peserta didik.
3) Bekerjasama dengan Korpanit untuk memberikan sanksi bagi peserta didik
apabila terjadi pelanggaran selama menjalani proses kepaniteraan klinik.

c. Hak pendidik / penguji praktik klinik kedokteran :


1) Berhak mendapatkan jasa sesuai dengan peraturan yang berlaku.
2) Berhak menguji peserta didik.
3) Berhak menetapkan nilai modul kepaniteraan klinik.
4) Menetapkan kelulusan peserta didik, Her atau mengulang modul bekerjasama
dengan Korpanit.

d. Kewajiban pendidik / penguji praktik klinik kedokteran :


1) Berkewajiban untuk mengadakan pertemuan ilmiah / journal reading dengan
peserta didik sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.
2) Menguji modul kepaniteraan klinik sesuai dengan bidang keilmuannya.
3) Membuat laporan nilai kepada Korpanit terkait (KSM terkait).

III. PENILAI KINERJA DOKTER PENDIDIK / PENGUJI, PEMBIMBING /


SUPERVISOR KLINIK
a. Tugas penilai kinerja dokter pembimbing/penguji, pembimbing/supervisor klinik
:
1) Melakukan penilaian seluruh aktifitas dokter pendidik / pembimbing klinik
sesuai dengan standar penilaian yang telah ditentukan.
2) Menetapkan kriteria kinerja dokter pendidik klinik.
3) Meberikan masukan kepada ketua KSM dan Komite Medik tentang kinerja
dokter pendidik / pembimbing klinik melalui ketua Komkordik.
4) Penilaian dokter pembimbing klinik dilakukan sekali dalam setahun.

b. Tanggung jawab penilai kinerja dokter pembimbing/penguji,


pembimbing/supervisor klinik :
1) Tim penilai bertanggung jawab langsung kepada ketua Komkordik.
2) Bertanggung jawab kepada monitoring dan evaluasi kegiatan dokter
pembimbing klinik kedokteran di RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
3) Memberikan laporan secara periodik tentang monitoring dan evaluasi kepada
ketua Komkordik.

10
c. Kewenangan penilai kinerja dokter pembimbing /penguji,
pembimbing/supervisor klinik :
1) Berkewajiban melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses
pendidikan klinik FK UNISMA di lingkungan RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu
Bangkalan.
2) Mengusulkan mengenai reward dan punishment di ruang lingkup kerjanya.

d. Hak penilai kinerja dokter pembimbing / penguji, pembimbing / supervisor


klinik :
1) Berhak menilai dan menetapkan kriteria kinerja dokter pembimbing klinik di
ruang lingkup kerjanya.
2) Berhak memberikan reward dan punishment berdasarkan hasil monitoring dan
evaluasi selama menjalani proses penilaian dokter pembimbing klinik di ruang
lingkup kerjanya.
3) Berhak mendapatkan jasa sesuai dengan peraturan yang berlaku di
RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan dan FK UNISMA.

e. Kewajiban penilai kinerja dokter pembimbing/penguji, pembimbing/supervisor


klinik :
1) Berkewajiban melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses
pendidikan klinik FK UNISMA di lingkungan RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu
Bangkalan.
2) Berkewajiban memberikan teguran secara lisan atau tertulis kepada dokter
pembimbing klinik apabila ditemukan pelanggaran dalam proses pelaksanaan
bimbingan klinik.
3) Membuat laporan tertulis tentang hasil kinerja dokter pembimbing klinik
RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan sekali dalam setahun kepada
Komkordik.

4.2.3.5 Tugas, Tanggung Jawab, Kewenangan, Hak, Dan Kewajiban Tim Penilai
Kinerja Tenaga Pendidik
a. Tugas penilai kinerja dokter pembimbing/penguji, pembimbing/supervisor klinik :
1) Melakukan penilaian seluruh aktifitas dokter pendidik / pembimbing klinik
sesuai dengan standar penilaian yang telah ditentukan.
2) Menetapkan kriteria kinerja dokter pendidik klinik.
3) Meberikan masukan kepada ketua KSM dan Komite Medik tentang kinerja
dokter pendidik / pembimbing klinik melalui ketua Komkordik.
11
4) Penilaian dokter pembimbing klinik dilakukan sekali dalam setahun.

b. Tanggung jawab penilai kinerja dokter pembimbing/penguji, pembimbing/supervisor


klinik :
1) Tim penilai bertanggung jawab langsung kepada ketua Komkordik.
2) Bertanggung jawab kepada monitoring dan evaluasi kegiatan dokter
pembimbing klinik kedokteran di RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan.
3) Memberikan laporan secara periodik tentang monitoring dan evaluasi kepada
ketua Komkordik.

c. Kewenangan penilai kinerja dokter pembimbing /penguji, pembimbing/supervisor


klinik :
1) Berkewajiban melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses
pendidikan klinik FK UNISMA di lingkungan RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu
Bangkalan.
2) Mengusulkan mengenai reward dan punishment di ruang lingkup kerjanya.

d. Hak penilai kinerja dokter pembimbing / penguji, pembimbing / supervisor klinik :


1) Berhak menilai dan menetapkan kriteria kinerja dokter pembimbing klinik di
ruang lingkup kerjanya.
2) Berhak memberikan reward dan punishment berdasarkan hasil monitoring dan
evaluasi selama menjalani proses penilaian dokter pembimbing klinik di ruang
lingkup kerjanya.
3) Berhak mendapatkan jasa sesuai dengan peraturan yang berlaku di
RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan dan FK UNISMA.

e. Kewajiban penilai kinerja dokter pembimbing/penguji, pembimbing/supervisor


klinik :
1) Berkewajiban melaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan proses
pendidikan klinik FK UNISMA di lingkungan RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu
Bangkalan.
2) Berkewajiban memberikan teguran secara lisan atau tertulis kepada dokter
pembimbing klinik apabila ditemukan pelanggaran dalam proses pelaksanaan
bimbingan klinik.
3) Membuat laporan tertulis tentang hasil kinerja dokter pembimbing klinik
RSUDSyarifah Ambami Rato Ebu Bangkalan sekali dalam setahun kepada
Komkordik

12
4.3 Presensi Mahasiswa dan Dosen Kepaniteraan Klinik Madya
1. Presensi mahasiswa terbagi atas 3 bagian yaitu Presensi Kehadiran, Presensi
Praktik Klinis dan Presensi Ilmiah ( contoh : tutorial, Morning report, tertiran)
2. Presensi untuk mahasiswa dilakukan 2 (dua) kali yaitu pada saat masuk dan
keluar praktik Kepaniteraan Klinik
3. Mahasiswa diwajibkan melakukan presensi kehadiran sesuai yang tertera pada
jurnal pendidikan
4. Setiap dosen kepaniteraan klinik madya wajib melakukan presensi saat check
in dan check out setiap pemberian materi ( tutorial, bedsite teaching, laporan
kasus dan tertiran) menggunakan form presensi kehadiran dosen.
5. Presensi kehadiran mahasiswa di akumulasi setiap minggu dengan rekapitulasi
form kehadiran mahasiswa
6. Jumlah persentase kehadiran setiap mahasiswa kepaniteraan klinik madya
dihitung dengan memandingkan jadwal rencana tatap buka ( presensi ilmiah,
tutorial,morning report dan tertiran), jadwal rencana praktek klinis dengan
realisasi kehadiran mahasiswa
7. Jumlah persentase kehadiran dosen dihitung dengan membandingkan rencana
presensi ilmiah dengan realisasi kehadiran dosen.

4.4 Pengembangan Diri Pembimbing/ Penguji


Program Pengembangan diri Pembimbing / Penguji praktik klinis
kedokteran direncanakan sesuai dengan kebutuhan keilmuan sesuai dengan profesi
dan KSM masing-masing dengan menggunakan Rencana Anggaran dan Biaya
Pengembangan Diri Dosen
Pengembangan profesi dosen meliputi empat kompetensi, yaitu:
1. Kompetensi pedagogis atau kemampuan dosen mengelola pembelajaran
2. Kompetensi kepribadian atau standar kewibawaan, kedewasaan, dan
keteladanan

13
3. Kompetensi profesional atau kemampuan dosen untuk menguasai content dan
metodologi pembelajaran
Kompetensi sosial atau kemampuan dosen untuk melakukan komunikasi sosial,
baik dengan mahasiswa maupun masyarakat luas
4.4.1 Pengembangan Kompetensi Pedagogis
Kompetensi pedagogis atau kemampuan dosen mengelola pembelajaran
kepaniteraan klinik madya di Rumah Sakit seperti pelatihan AA Pekerti dan OSCE.
Kompetensi pedagogis ini terkait dengan cara mengajar yang baik dan tepat,
sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan efektif. Seorang
dosen, selain harus memiliki kepakaran di bidang keilmuannya, juga harus
menguasai teori-teori dan teknik pengajaran serta aplikasinya dalam proses
pembelajaran di perguruan tinggi. Sebab itu, peningkatan kemampuan di bidang ini
merupakan hal utama dalam pengembangan profesionalisme dosen
Untuk meningkatkan kemampuan pedagogis ini, para tenaga dosen perlu
diberikan pelatihan yang terkait dengan metode pengajaran di perguruan tinggi
yang meliputi:
a. Metode Diskusi (Discussion Method). Metode ini lebih efektif dari metode
ceramah, karena diskusi menuntut mental dan pikiran serta tukar menukar
pendapat. Selain itu, diskusi juga lebih komunikatif, mampu menjelaskan hal-
hal yang masih semu, dan mampu mengungkap tingkat keaktifan setiap
mahasiswa.
b. Metode Studi Kasus (The Case Method) untuk setiap kasus yang ada di setiap
stase kepaniteraan klinik madya
c. Metode Tutorial (Tutorial Method). Metode ini berupa penugasan kepada
beberapa mahasiswa kepaniteraan klinik dan mendiskusikannya dengan dokter
pembimbing kepaniteraan klinik
d. Metode Ceramah. Metode ini muncul paling awal dan banyak digunakan
terutama jika mahasiswa dalam satu kelas sangat banyak

4.4.2 Pengembangan Kompetensi Ilmiah (Riset dan Publikasi)


Salah satu tugas pokok perguruan tinggi adalah mengembangkan ilmu
pengetahuan. Tugas tersebut direalisasikan melalui pengkajian dan riset-riset ilmiah

14
yang dilakukan oleh komunitas akademik yang terdapat di dalamnya, terutama para
dosen

4.4.3 Pengembangan Kompetensi


Sebenarnya tidak ada program khusus untuk mengembangkan kompetensi
dokter pembimbing kepaniteraan klinik. Setiap dosen berhak menentukan program
apa yang dibutuhkan untuk mengembangkan profesionalismenya. Semua program
pengembangan yang telah dijelaskan sebelum ini misalnya, pada dasarnya
merupakan program-program yang mengacu pada pengembangan integritas
personal dosen sesuai dengan bidang kerja dan profesionalismenya. Seorang dosen
dapat memilih salah satunya atau menambahkan program lain yang dipandangnya
relevan untuk dirinya diantaranya :
a. Sesering mungkin berpartisipasi dalam seminar atau konferensi yang terkait
displin keilmuannya dan profesi nya, baik di tingkat nasional maupun
internasional.
b. Melakukan studi komparatif ke perguruan tinggi atau lembaga pendidikan lainnya
di dalam dan luar negeri untuk mengetahui serta belajar dari pengalaman lembaga-
lembaga pendidikan lain tersebut
c. Berusaha membentuk semacam asosiasi para pakar atau organisasi profesi di
bidang keilmuannya untuk kemudian menggelar kegiatan-kegiatan ilmiah serta
menerbitkan jurnal-jurnal ilmiah
d. Menyusun program-program pelatihan dan proyek-proyek penelitian berskala
nasional dan internasional bekerjasama dengan lembaga-lembaga ilmiah di dalam
atau di luar negeri.
e. Memanfaatkan kerjasama yang sudah terjalin dengan lembaga-lembaga nasional
maupun internasional dalam rangka internasionalisasi perguruan tinggi dan
pengabdian terhadap kemanusiaan secara umum.

15