Anda di halaman 1dari 6

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Tekanan darah tinggi dianggap sebagai faktor resiko utama bagi
berkembangnya penyakit jantung dan berbagai penyakit vaskuler pada orang-
orang yang telah lanjut usia, hal ini disebabkan ketegangan yang lebih tinggi
dalam arteri sehingga menyebabkan hipertensi. Lansia sering terkena hipertensi
disebabkan oleh kekakuan pada arteri sehingga tekanan darah cenderung
meningkat. Selain itu penyebab hipertensi pada lansia juga disebabkan oleh
perubahan gaya hidup dan yang lebih penting lagi kemungkinan terjadinya
peningkatan tekanan darah tinggi karena bertambahnya usia lebih besar pada
orang yang banyak mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung garam
(Ritu Jain, 2011).
Badan kesehatan dunia atau WHO (world health organization) juga
memberikan batasan bahwa seseorang, dengan beragam usia dan jenis kelamin,
apabila tekanan darahnya berada pada satuan 140/90 mmHg atau diatas 160/90
mmHg, maka ia sudah dapat dikatagorikan sebagai penderita hipertensi (Rusdi
dan Nurlaena Isnawati, 2009).
Hipertensi lansia di dunia didapatkan pada tahun 2010 di Amerika
menunjukkan penderita hipertensi di seluruh dunia berkisar satu miliar. Di bagian
Asia tercatat 38,4 juta penderita hipertensi pada tahun 2000 dan diprediksi akan
menjadi 67,4 juta orang pada tahun 2025 (Muhammadun, 2010). Menurut
penelitian yang dilakukan Boedi Darmojo pada tahun 2011 di Indonesia diperoleh
terjadi peningkatan lansia yang menderita hipertensi sekitar 50% di jawa sekitar
42,6%. Dari data diatas dapat disimpulkan tahun ke tahun terdapat meningkatan
lansia yang menderita hipertensi dan ini perlu menangganan yang serius.
Sedangkan data yang diperoleh dari Rt.003 Rw.003 Kelurahan Cibeureum Hilir
Kecamatan Cibeureum terdapat 49 orang penderita hipertensi, dari 243 jumlah
lansia.

1
2

Menurut Wahdah (2011) ada beberapa gejala yang berguna untuk


menentukan diagnosa bahwa seseorang menderita hipertensi. Gejala-gejala
tersebut antar lain pusing, muka merah,sakit kepala, keluar darh dari hidung
secara tiba-tiba dan tengkuk terasa pegal.
Salah satu gejala hipertensi adalah nyeri kepala. Nyeri secara umum
diartikan sebagai suatu keadaan yang tidak menyenangkan akibat terjadinya
rangsangan fisik atau mental yang terjadi secara alami yang bersifat subyektif dan
personal (Potter & Perry,2009). Nyeri kepala atau cephalgia adalah salah satu
keluhan fisik paling utama pada manusia. Nyeri kepala pada kenyataanya adalah
gejala, bukan penyakit dan dapat menunjukan penyakit organic (neurologic atau
penyakit lain), respon stress, vasodilatasi (migren), tegang otot rangka (nyeri
kepala tegang) (Smeltzer & Bare, 2002).
Pengobatan hipertensi ada 2 cara pengobatan secara farmakologis dan non
farmakologis. Pemberian terapi non farmakologis relatif praktis dan efisien yaitu
dengan cara pemberian aromaterapi. Menurut (Jaelani, 2009) aromaterapi berasal
dari kata aroma yang berarti harum atau wangi, dan therapy yang dapat diartikan
sebagai cara pengobatan atau penyembuhan, sehingga aromaterapi dapat
diartikan sebagai “suatu cara perawatan tubuh dan atau penyembuhan penyakit
dengan menggunakan minyak essential (essential oil)”. Masalah-masalah yang
berhubungan dengan stress seperti hipertensi, sakit kepala, insomnia dapat
dikurangi atau diobati dengan relaksasi, relaksasi dapat menurunkan tekanan
darah sistolik dan diastolik pada penderita hipertensi (Subandi, 2003). Banyak
terapi alternatif untuk penyakit tekanan darah tinggi berfokus pada teknik
relaksasi. Maka dari itu peneliti menggunakan terapi non farmakologis yaitu
terapi relaksasi (aromaterapi mawar) dalam menurunan tekanan darah. Manfaat
dari aromaterapi dapat menumbuhkan perasaan tenang (rileks) pada jasmani,
pikiran, dan rohani (soothing the physical, mind and spiritual), dapat menciptakan
suasana yang damai, serta dapat menjauhkan dari perasaan cemas dan gelisah
(Jaelani, 2009). Sedangkan efek farmakologis mawar diantaranya melancarkan
sirkulasi darah, anti radang, menghilangkan bengkak, dan menetralisir racun
(Arief Hariana, 2009).
3

Banyaknya lansia yang mengalami hipertensi dan sebagian besar keluarga


maupun lansia tidak mengetahui terapi relaksasi dengan pemberian aromaterapi
sebagai salah satu cara penurunan tekanan darah, cara ini juga efektif selain obat
yang terus-terusan diminum oleh penderita bahkan bisa bertahun-tahun.
Berdasarkan penelitian Ni Made Kenia dan Dian Taviyanda (2012), dengan
Judul Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi Mawar) Terhadap Perubahan Tekanan
Darah Pada Lansia Hipertensi, menunjukan bahwa ada pengaruh relaksasi
aromaterapi mawar pada penderita hipertensi.
Dari uraian diatas, bahwa nyeri kepala dapat disebabkan karena hipertensi.
Keluarga memegang peranan penting dalam meningkatkan derajat kesehatan usia
lanjut yang menderita hipertensi. Oleh karena itu perlu dikenalkan dan diajarkan
terapi alternatif untuk penyakit tekanan darah tinggi berfokus pada teknik
relaksasi yaitu dengan aromaterapi mawar. Hal inilah yang melatarbelakangi
penulis untuk mengetahui “ PENGARUH RELAKSASI (AROMATERAPI
MAWAR) TERHADAP PERUBAHAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA
HIPERTENSI DI RT.003 RW.003 KELURAHAN CIBEUREUM HILIR
KECAMATAN CIBEUREUM KOTA SUKABUMI.”

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan maka penulis menetapkan
masalah yaitu apakah ada Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi Mawar) Terhadap
Perubahan Tekanan Darah Pada Ny.J dengan Hipertensi di Rt.003 Rw.003
Kelurahan Cibeureum Hilir Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi ?.

C. Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi
Mawar) Terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Ny,J dengan Hipertensi di
Rt.003 Rw.003 Kelurahan Cibeureum Hilir Kecamatan Cibeureum Kota
Sukabumi.
4

D. Kegunaan Penelitian
1. Bagi Aplikator
Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan untuk
mengembangkan ilmu pengetahuan, pengalaman sehingga dapat meningkatkan
kompetensi perawat untuk mengaplikasikan segala ilmu yang dimiliki agar
memberikan kenyamanan pada klien
2. Bagi Ny.J dan Lahan Aplikasi
Bagi Ny. J penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan derajat kesehatan
serta alternative solusi untuk pengobatan hipertensi tanpa efek samping di
Kelurahan Cibeureum Hilir
3. Bagi Institusi Pendidikan Stikes Sukabumi
Sebagai bahan masukan atau data dasar untuk penelitian selanjutnya tentang
teknik relaksasi aromaterapi mawar

E. Kerangka Pemikiran
Kerangka berpikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori
berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai hal yang
penting, jadi dengan demikian maka kerangka berpikir adalah sebuah pemahaman
yang melandasi pemahaman-pemahaman yang lainnya, sebuah pemahaman yang
paling mendasar dan menjadi pondasi bagi setiap pemikiran atau suatu bentuk
proses dari keseluruhan dari penelitian yang akan dilakukan (Sugiyono, 2011).
Kerangka penelitian adalah suatu uraian dan visualisasi hubungan atau kaitan
antara konsep satu terhadap konsep lainnya, atau antara variabel yang satu dengan
variabel yang lain dari masalah yang ingin diteliti. (Notoatmodjo, 2012).
Teknik relaksasi adalah merupakan salah satu teknik pengelolaan diri yang
didasarkan pada cara kerja system saraf simpatis dan parasimpatis
(Ramadhani,2006). Bentuk terapi yang menekankan keadaan otot yang rilex untuk
membantu mengurangi ketegangan jiwa (Arasmunandar:2014).
Aromaterapi adalah suatu cara perawatan tubuh dan atau penyembuhan
penyakit dengan menggunakan minyak essensial (essensial oil) (Jaelani, 2009).
5

Dalam aplikasi ini yang diberikan perlakuan adalah warga yang menderita
hipertensi di RT.003 Rw.003 Kelurahan Cibeureum Hilir Kecamatan Cibeureum
Kota Sukabumi.
Berdasarkan uraian tersebut dapat dibuat bagan kerangka pemikiran tentang
“mengetahui Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi Mawar) Terhadap Perubahan
Tekanan Darah Pada Ny,J dengan Hipertensi di Rt.003 Rw.003 Kelurahan
Cibeureum Hilir Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi tahun 2017,” adalah
sebagai berikut :
Gambar 1.1 Kerangka Pemikiran Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi
Mawar) terhadap Perubahan Tekanan Darah Pada Ny.J
dengan Hipertensi di Rt. 003 Rw.003 Kelurahan Cibeureum
Hilir Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi Tahun 2017.
Perlakuan

Tehnik Relaksasi Aromaterapi


Mawar
Pre test Post test

Nyeri sebelum dilakukan Nyeri sesudah dilakukan


relaksasi aromaterapi relaksasi aromaterapi
Keterangan :
mawar mawar

= Variabel yang akan diteliti


= Pengaruh Variabel
= Perlakuan

Diagram tersebut menyatakan bahwa peneliti ingin mengetahui bagaimana


pengaruh teknik relaksasi aromaterapi mawar terhadap penurunan rasa nyeri
sebelum dan sesudah pakai teknik relaksasi aromaterapi mawar.
6

F. Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan suatu jawaban sementara penelitian, patokan duga,
atau dalil sementara yang mana kebenarannya akan dibuktikan pada penelitian
tersebut. Adapun hasil kelak dapat ditolak atau diterima ( Notoatmodjo,2012).
Hipotesis adalah jawaban sementara dari rumusan masalah atau pertanyaan
penelitian (Nursalam, 2013).
Adapun suatu hipotesa yang merupakan jawaban sementara dari penelitian
ini adalah sebagai berikut :
H0 : Tidak ada Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi Mawar) Terhadap
Perubahan Tekanan Darah Pada Ny,J dengan Hipertensi di Rt.003
Rw.003 Kelurahan Cibeureum Hilir Kecamatan Cibeureum Kota
Sukabumi
H1 : ada Pengaruh Relaksasi (Aromaterapi Mawar) Terhadap Perubahan
Tekanan Darah Pada Ny,J dengan Hipertensi di Rt.003 Rw.003
Kelurahan Cibeureum Hilir Kecamatan Cibeureum Kota Sukabumi