Anda di halaman 1dari 4

TUGAS MODUL 3 KB 3.

1 ANALISIS VIDEO
KONSTRUKTIVITIK

Nama Peserta : PURYANTI, S.Pd


NUPTK : 6453764665230093
Nomor Peserta PPGJ : 18031420410136
Prodi PPGJ : Sejarah Indonesia UNS (204)
Sekolah / Tempat Tugas : SMKS Muhammadiyah 10 Masaran Kabupaten Sragen,
Jawa Tengah

Dalam video kali ini, teacher Toni mencoba menyelesaikan masalah di kelas
dengan menggunakan teori belajar Konstruktivistik.
Setelah Bapak/Ibu melihat video bagaimana teacher Toni menyelesaikan masalah
belajar dengan teori Konstruktivistik, cobalah Bapak/Ibu membuat simpulan
sebanyak 1 halaman tentang bagaimana cara teacher Toni menerapkan
teori Konstruktivistik dalam pembelajaran? Berikan pula komentar Bapak/Ibu
terhadap penerapan strategi tersebut.

ANALISIS VIDEO TENTANG PENERAPAN TEORI BELAJAR


KONTRUKTIVISTIK DALAM PEMBELAJARAN

Dalam video berjudul “Use a Learning Theory – Contructivism”. Teacher Tony ingin
menerapkan teori belajar kontruktivistik dalam pembelajaran. Terlihat bahwa teacher Tony ingin
menggali pengetahuan siswa mengenai bagaimana cara kita mengurangi limbah demi menopang
kelangsungan sumber daya bumi. Adapun strategi yang digunakan oleh Teacher Tony adalah
dengan mengedepankan topik mengenai 4R (Reduce, Reuse, Recycle, and Replace). Peserta didik
dihadapkan untuk memkontruksi pengetahuannya sendiri berdasarkan pengalamannya mengenai
cara mengurangi limbah untuk menopang kelangsungan sumber daya bumi. Pengetahuan ini
dikontruksi peserta didik melalui pembahasan topik mengenai recycle (daur ulang) limbah,
menggali informasi berkaitan dengan kegiatan daur ulang melalui proses membaca literasi buku,
internet maupun penggunaan media teknologi informasi dan komunikasi, serta melakukan
kegiatan kolaborasi untuk menemukan solusi pemecahan masalah. Adapaun tujuan dari
pembelajaran kontruksivistik ini antara lain berupa penyelesaian masalah, keterampilan berpikir
tingkat tinggi dan kerja kolaborasi.
Penyelesaian masalah akan problem atau topik pembelajaran yang dihadapi peserta didik
dengan mengaitkan antara permasalahan dengan pengalaman yang dimiliki peserta didik.
Keterampilan berpikir tingkat tinggi, peserta didik mampu untuk mengembangkan konsep-
konsep berpikir tingkat tinggi untuk menggali informasi sebanyak mungkin untuk memecahkan
permasalahan. Kerja kolaborasi untuk memadukan ide, gagasan maupun pengalaman antara
beberapa individu untuk mencapai penyelesaian masalah yang terbaik.
Menurut saya strategi yang digunakan dalam pembelajaran pengurangan limbah demi
menopang sumber daya bumi dengan mengangkat topik permasalahan berkaitan dengan
permasalahan daur ulang sampah sangat membantu siswa untuk mencari informasi secara lebih
komprehensif melalui media text book maupun media internet serta layanan interaktif skype.
Dengan teori kontruktivistik peserta didik dipandang memiliki pengalaman berkaitan dengan
kehidupan sehari-hari. Peserta didik belajar untuk mengaitkan atau mengkontruksi pengalaman
yang sudah ada dengan dengan pengetahuan baru yang diperoleh. Sehingga dengan belajar
mengkontruksi ini peserta didik belajar untuk menemukan penyelesaian masalah sendiri secara
lebih kompleks. Selain itu Menurut teori belajar kontruktivistik, pengetahuan bukanlah kumpulan
fakta dari suatu kenyataan yang sedang dipelajari, melainkan sebagai konstruksi kognitif seseorang
terhadap obyek, pengalaman, maupun lingkungannya. Pengetahuan bukanlah sesuatu yang sudah
ada dan tersedia dan sementara orang lain tinggal.
Pandangan konstruktivistik memandang siswa sebagai pribadi yang sudah memiliki
kemampuan awal sebelum mempelajari sesuatu. Kamampuan awal tersebut akan menjadi dasar
dalam mengkonstruksi pengetahuan yang baru. Oleh sebab itu meskipun kemampuan awal
tersebut masih sangat sederhana atau tidak sesuai dengan pendapat guru, sebaiknya diterima dan
dijadikan dasar pembelajaran dan pembimbingan.
Dalam belajar konstruktivistik guru atau pendidik berperan membantu agar proses
pengkonstruksian belajar oleh siswa berjalan lancar. Guru tidak menstransferkan pengetahuan
yang telah dimilikinya, melainkan membantu siswa untuk membentuk pengetahuannya sendiri.
Guru dituntut untuk lebih memahami jalan pikiran atau cara pandang siswa dalam belajar. Guru
tidak dapat mengklaim bahwa satu-satunya cara yang tepat adalah yang sama dan sesuai dengan
kemauannya.
Kelebihan Teori Belajar Kontruktivistik
Dalam teknik pembelajaran yang merujuk ke teori kontruktivistik terdapat beberapa
kelebihan di antaranya :
1. Pembelajaran berdasarkan konstruktivistik memberikan kesempatan kepada siswa untuk
mengungkapkan gagasan secara eksplisit dengan menggunakan bahasa siswa sendiri, berbagi
gagasan dengan temannya, dan mendorong siswa memberikan penjelasan tentang
gagasannya.
2. pembelajaran berdasarkan konstruktivistik memberi pengalaman yang berhubungan dengan
gagasan yang telah dimiliki siswa atau rancangan kegiatan disesuaikan dengan gagasan awal
siswa agar siswa memperluas pengetahuan mereka tentang fenomena dan memiliki
kesempatan untuk merangkai fenomena, sehingga siswa terdorong untuk membedakan dan
memadukan gagasan tentang fenomena yang menantang siswa.
3. Pembelajaran berdasarkan konstruktivistik memberi kesempatan kepada siswa untuk
mencoba gagasan baru agar siswa terdorong untuk memperoleh kepercayaan diri dengan
menggunakan berbagai konteks, baik yang telah dikenal maupun yang baru dan akhirnya
memotivasi siswa untuk menggunakan berbagai strategi belajar.
4. Pembelajaran Konstruktivistik mendorong siswa untuk memikirkan perubahan gagasan
mereka setelah menyadari kemajuan mereka serta memberi kesempatan siswa untuk
mengidentifikasi perubahan gagasan mereka.
5. Pembelajaran Konstruktivistik memberikan lingkungan belajar yang kondusif yang
mendukung siswa mengungkapkan gagasan, saling menyimak, dan menghindari kesan selalu
ada satu jawaban yang benar.
6. Peserta didik yang berkemahiran sosial boleh bekerjasama dengan orang lain dalam
menghadapi sebarang cabaran dan masalah. Kemahiran sosial ini diperoleh apabila murid
berinteraksi dengan rakan-rakan dan guru dalam membina pengetahuan mereka.

Kekurangan Teori Belajar Kontruktivistik


Model pembelajaran konstruktivisme memiliki beberapa kendala pada pengaplikasiannya.
Ada beberapa kendala yang mungkin timbul dalam penerapan teori belajar dengan pendekatan
konstruktivis yaitu:
1. Guru merasa kesulitan memberikan contoh-contoh konkrit dan realistik dalam proses
pembelajaran.
2. Guru tidak ingin berubah dalam menggunakan model pembelajaran. Guru merasa nyaman
dengan model pembelajaran tradisional, yaitu model ceramah.
3. Guru berpikir bahwa pembelajaran konstruktivistik memerlukan lebih banyak waktu.
4. Belum adanya alat-alat laboratorium yang cukup memadai untuk jumlah siswa yang besar.

Terlalu banyak bidang studi yang harus dipelajari dalam kurikulum. Masih ada banyak guru yang
mengajar diluar bidang studi sesuai kualifikasinya. Sehingga penguasaan materi oleh guru kurang
memadai.