Anda di halaman 1dari 15

PENELITIAN ARKEOLOGIS DI SITUS

SANGIRAN:
GROGOLAN WETAN (SANGIRAN):
Rekam-jejak Peradaban & Sejarah Lingkungan
Sejak 700.000 Tahun Yang Lalu

Mirza Anyori
Ruly Fauzi
Dyah Prastiningtyas
Budiman

Kementerian Pendidikan & Kebudayaan RI Center forPrehistory and Austronesian Studies


Pusat Arkeologi Nasional (CPAS) Indonesia
ARKEOLOGI?
WUJUD BUDAYA

LINGKUNGAN

IDE AKTIVITAS ARTEFAK

FORM/Bentuk ARTEFAK ASOSIASI


TIME/Waktu + EKOFAK + KONTEKS
SPACE/Tempat FITUR MATRIKS
FOSIL MEGAFAUNA DI MASA LALU
& MITOS PERANG BESAR

Menurut mitos dalam dunia perwayangan, konon terjadi


perang besar antara manusia dan raksasa. Dahulu kala
masyarakat sekitar situs Sangiran menyebut tulang
belulang besar yang tersebar di situs Sangiran sebagai
tulang rakhsasa atau “balung buto”.
R. Saleh, salah satu maestro seni Indonesia yang tertarik
dengan mitologi jawa tersebut sempat tertarik dalam
dunia paleontologi, bahkan melakukan ekskavasi di
daerah Kedung Brubus, Jawa Timur (1867). Koleksinya
meliputi banyak tulang fauna besar (megafauna) dan kini
telah dipelajari secara sistematis oleh para mahasiswa
dan ahli paleontologi.
Ekskavasi
Kemeterian Pendidikan & Kebudayaan
Pusat Arkeologi Nasional

Arkeologi
Ekskavasi merupakan salah satu metode
pengumpulan data arkeologi di
lapangan. Ekskavasi dilakukan dengan
kecermatan dalam pengupasan tanah
lapis demi lapis sehingga kerusakan
benda maupun konteks temuan dapat
diminimalisir. Meskipun ekskavasi pada
hakikatnya ‘merusak’ situs, perekaman
data yang optimal memungkinkan
untuk merekonstruksi bentuk, ruang
dan bahkan waktu dari suatu benda
arkeologi (artefak, ekofak dan fitur).
Oleh sebab itu hanya sedikit pihak yang
diberikan kewenangan untuk melakukan
ekskavasi di suatu situs arkeologi. Salah
satunya yaitu Pusat Arkeologi Nasional
dibawah Kemetrian Pendidikan &
Kebudayaan RI
LOKASI SITUS
Sebaran situs
Hominid di
¨Pulau Jawa
KUBAH SANGIRAN

Situs Sangiran merupakan hasil pengendapan


sedimen selama lebih dari 2 juta tahun yang
lalu. Situs ini kemudian mengalami perlipatan
dan pengangkatan sekitar 300.000 tahun yang
lalu. Erosi vertikal akibat aliran air Kali Cemoro
yang terjadi selama ratusan ribu tahun
lamanya mengakibatkan tersingkapnya
sejumlah lapisan tanah di Situs Sangiran. Studi
multidisipliner terhadap lapisan-lapisan
tersebut menghasilkan suatu rangkaian sejarah
lengkap dari evolusi lingkungan purba yang
ternyata berkaitan erat dengan budaya dan
manusia purba. Kemeterian Pendidikan & Kebudayaan
Pusat Arkeologi Nasional
Perlapisan Tanah di Situs Sangiran &
Lokasi Penelitian
Space (Tempat)

Archaeological layer
Asosiasi dan Konteks
Permukaan Lapisan Arkeologi
TINGGALAN SISA-SISA FAUNA
ARTEFAK LITIK
ANALISIS HASIL TEMUAN
REKONSTRUKSI LINGKUNGAN ALAM
TERIMA KASIH