Anda di halaman 1dari 10

LATIHAN SOAL

Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Kegawat Daruratan


Dosen Pengampu Ns. Reny Sulistyowati S.Kep., M.Kep

Disusun Oleh:
Zulfi Anan Winaldi
PO.62.20.1.16.169

POLTEKKES KEMENKES PALANGKA RAYA


PROGRAM STUDI DIV KEPERAWATAN
2018
1. Kata kunci :
Laki-laki umur 30 tahun,saat menonton sepakbola di keroyok oleh suporter kesebelasan
lawan. Pasien mengeluh nyeri terutama di bagian perut kanan atas ,dia merasa telah di
tusuk benda tajam 2 kali di bagian perut kanan atas dan sekali di punggung kiri saat di
keroyok ,keadaan sadar (compos mentis) tapi merasa lemas. TTV: Nadi 13x permenit,
Tekanan nadi kecil Respiration :32x ,Tekanan darah :80/40 mmhz,dan suhu 36,5.

Pembahasan :

Berdasarkan kasus diatas bahwa pasien mengeluh nyeri terutama di bagian perut kanan
atas ,dia merasa telah di tusuk benda tajam 2 kali di bagian perut kanan atas dan sekali
d punggung kiri saat di keroyok.
Trauma tumpul adalah cedera atau perlukaan pada abdomen tanpa penetrasi ke dalam
ronggaperitoneum, dapat diakibatkan oleh pukulan, benturan, ledakan, deselarasi
(perlambatan), ataukompresi. Trauma tumpul kadang tidak memberikan kelainan yang
jelas pada permukaan tubuh tetapidapat mengakibatkan kontusi atau laserasi jaringan
atau organ di bawahnya. Benturan pada traumatumpul abdomen dapat menimbulkan
cedera pada organ berongga berupa perforasi atau pada organpadat berupa perdarahan.

Refrensi:
https://www.scribd.com/doc/80609874/Trauma-Tumpul-Abdomen

2. Tujuan palpasi adalah untuk mendapatkan adanya nyeri lepas yang kadang-kadang
dalam. Palpasi adanya nyeri kurang dianjurkan karena mempalpasi derah yang terdapat
trauma dapat memparah pendarahan pada daerah trauma tersebut. Sebaiknya jika ingin
mengetahui adanya nyeri atau tidak dapat dilakukan dengan pengukuran skala nyeri yang
lebih efektif dan tanpa resiko memperparah trauma. Pengukuran sekala nyeri lebih aman
karena kita menanyakan pada pasien mengenai nyeri,skala,dan sensasi nyeri yang
dirasakan tanpa langsung bersentuhan dengan area trauma.

Refrensi:
(https://med.unhas.ac.id/fisioterapi/wp-content/uploads/2016/12/PENGUKURAN-
KUANTITAS-NYERI.pdf)
3. Penjelasan:
Pemeriksaan rontgen merupakan salah satu pemeriksaan penunjang dari penegakkan
diagnosis di samping pemeriksaan laboratorium. Rontgen dilakukan untuk melihat patah
atau retak tulang, memantau perkembangannya, dan menentukan jenis pengobatan yang
akan diberikan.

Kondisi penyakit yang membutuhkan pemeriksaan rontgen sebagai contoh adalah


arthritis, kanker tulang, penyakit paru-paru, masalah pencernaan, pembesaran jantung,
batu ginjal, batu saluran kemih, dan kejadian tertelan zat asing. Jadi, melakukan
pemeriksaan penunjang rontgen tidak sesuai dengan kasus di atas.

Refrensi:
https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/persiapan-sebelum-foto-rontgen/

4. Kata kunci :
Perdarahan hebat karena trauma abdomen. Pasien gelisah, kesadaran menurun, tampak
keringat dingin, kedua ekstremitas teraba dingin dan TTV: TD= 100/60 mmHg, Nadi =
140x/mnt, teraba lemah; resp: 26x/mnt, suhu= 36oC.
Pembahasan :
Tujuan pemasangan iv line dan memberikan cairan
a. Mempertahankan dan mengganti cairan tubuh yang hilang
b. Memperbakiki asam dan basa
c. Memperbaiki komponen darah
d. Tempat pemberian terapi obat intra vena
e. Rehidrasi cairan pada pasien shock

Pasang iv line dan berikan cairan merupakan tindakan yang menjadi perioritas,
pemesangan iv line dapat mempermudah pemberian cairan lebih cepat untuk mengganti
kebutuhan cairan yang hilang akibat pendarahan karena trauma abdomen, karena bila
tidak diberikan cairan dalam jangka waktu cepat pasien akan kehilangan kesadaran dan
menyebabkan terjadinya syok. Pemasangan iv line juga untuk mempermudah pemberian
terapi obat.

Refrensi:
(https://www.scribd.com/doc/139415922/Pemberian-Cairan-Infus-Intravena)
5. Kata kunci :
Kecelakaan massal, 30 pasien diaeratersebut. 12 pasien tampak histeris berjalan mondar
mandir, 12 pasien terduduk mengerang kesakitan dan 6 orang terlihat diam terlentang
tidak bernapas.
Pembahasan :
Arahkan pasien yang bisa berjalan ke tempat yang aman, korban kecelakaan yang masih
bisa bejalan tanpa bantuan (luka ringan) diarahkan pada pada tempat yang lebih aman
bertujuan agar era evakuasi lebih leluasa dan mempermudah tenaga medis memberikan
pertolongan pada korban yang membutuhkan pertolongan dengan segera.

6. Kata Kunci :
Dosis yang diminta 10 mcg/kg/menit
Berat badan pasien 50 kg
Ketersediaan obat 1 ampul dopamin berisi 5 mL (1 mL = 40 mg dopamin)
Pembahasan :
Rumus
𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖𝑚𝑖𝑛𝑡𝑎 𝑥 𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑏𝑎𝑑𝑎𝑛
𝑥 𝑆𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑐𝑎𝑖𝑟𝑎𝑛
𝐷𝑜𝑠𝑖𝑠 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑎𝑑𝑎
10𝑚𝑐𝑔 / 𝑘𝑔 / 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 𝑥 50 𝑘𝑔
𝑥 5 𝑚𝑙
200 𝑚𝑔 / 𝑚𝑙
500𝑚𝑐𝑔 / 𝑘𝑔 / 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑥 5 𝑚𝑙
200 𝑚𝑔 / 𝑚𝑙
500𝑚𝑐𝑔 / 𝑘𝑔 / 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
𝑥 5 𝑚𝑙
200 𝑚𝑔 / 𝑚𝑙
2500𝑚𝑐𝑔 / 𝑘𝑔 / 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡
200 𝑚𝑔 / 𝑚𝑙
12,5𝑚𝑐𝑔 / 𝑚𝑙 /𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡

0,0125𝑚𝑔 / 𝑚𝑙

Refrensi:
(https://www.slideshare.net/kokodonkey/rumus-pemberian-obat-melalui-syringe-pump)
7. Kata kunci :
Menangani pasien dengan keluhan sesak nafas. Kesadaran pasien compos mentis, TD
110/70 mmHg, frekuensi nafas 20x/mnt, tampak sesak dan dalam. Saturasi oksigen saat
itu adalah 90%.
Pembahasan :
Non-rebreathing mask mengalirkan oksigen dengan konsentrasi oksigen sampai 80-
100% dengan kecepatan aliran 10-12 liter/menit. Prinsip alat ini yaitu udara inspirasi
tidak bercampur dengan udara ekspirasi karena mempunyai 2 katup, 1 katup terbuka
pada saat inspirasi dan tertutup pada saat ekspirasi, dan ada 1 katup lagi yang fungsinya
mencegah udara kamar masuk pada saat inspirasi dan akan membuka pada saat ekspirasi.

Refrensi:
(Ignatavicius. 2006. Medical Surgical Nursing. Critical Thinking for Collaborative Care.
5 Ed. United States of America: Elsevier Saunders)

8. Kata kunci :
Wanita usia 54 tahun diagnosa stroke. Kesadaran pasien somnolen ,TD 110/60 mmHg,
nadi 98x/mnt, terpasang mayo, IV line dan kateter. pasien terlihat tidak bernafas.
Pembahasan :
Pemeriksaan denyut nadi ini biasanya dilakukan untuk mengetahui apakah jantung
seseorang berfungsi dengan baik atau tidak, menemukan tanda-tanda penyakit,
memeriksa aliran darah setelah cedera atau ketika pembuluh darah diblokir, dan
memeriksa kebugaran serta kesehatan tubuh secara umum.

Refrensi:
(https://www.scribd.com/document/336319758/Makalah-Menghitung-Denyut-Nadi)

9. Kata kunci :
Mengalami kelemahan pada sisi kiri tubuh sejak semalam. Pemeriksaan fisik pasien
mengalami kelumpuhan nervus VII, X, XII, bicara pelo, tersedak saat screening
dysphagia sehingga dilakukan pemasangan NGT, CT scan: infark lobus parietal dextra.
Pembahasan :
Pasien stroke merupakan kelompok risiko tinggi terhadap kejadian aspirasi, baik akibat
penurunan kesadaran maupun gangguan menelan. Ha ini dikarenakan adanya kelemahan
otot menelan sehingga bisa terjadi pengumpulan sekret yang bisa mengakibatkan
penyumbatan saluran napas dan makan.

Refrensi:
(http://jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/view/455)

10. Kata kunci :


kelemahan mendadak pada tubuh sebelah kanan. Pasien didiagnosa SNH. Pengkajian
kekuatan otot pada ekstremitas kanan nilai 2 dan ekstremitas kiri nilai 5.
Pembahasan :
Pada pasien yang mengalami kelumpuhan, beresiko terkena kontraktur dan deformitas
sendi bila pasien tidak menggerakkan bagian tubuhnya yang lumpuh secara berkala.
Karena keterbatasan pergerakan. Perawat harus membantu pasien melatih rentang gerak
tubuhnya. Yang disebut latihan ROM pasif. ROM bertujuan untuk:
a. Mempertahankan atau memelihara kekuatan otot
b. Memelihara mobilitas persendian
c. Menstimulasi sirkulasi
d. Mempercepat rehabilitas
e. Mencegah terjadinya kecacatan
Waktu pelaksanaan : Pelaksanaan 3 x sehari secara teratur selama 15 menit

Refrensi:
(https://www.scribd.com/document/357012321/Asuhan-Keperawatan-Pada-Pasien-
Dengan-Gangguan-Mobilitas-Fisik)

11. Kata kunci :


Penurunan kesadaran yang terjadi mendadak. Observasi TTV: TD 180/90 mmHg, nadi
70x/mnt, suhu 38oC, pernafasan 20x/mnt. Pasien didiagnosa SH perdarahan luas di
ganglia basalis. Pengkajian GCS dan didapatkan mata tidak membuka walaupun
diberikan rangsangan nyeri, respon verbal tidak ada dan gerakan motorik menunjukkan
deselebrasi.
Pembahasan :
Dari pengkajian di atas, didapat perdarahan luas di ganglia basalis pasien. Hal ini
menyebabkan adanya tekanan yang menekan syaraf-syaraf di otak sehingga mengganggu
sistem persarafan tubuh. Hal ini ditandai dengan, pengkajian GCS didapatkan mata tidak
membuka walaupun diberikan rangsangan nyeri, respon verbal tidak ada dan gerakan
motorik menunjukkan deserebrasi. Deserebrasi sendiri adalah gangguan gangguan pada
anggota badan yang ditandai dengan terjadinya kekakuan otot pada satu atau kedua sisi
anggota badan yakni anggota bagian bawah berada dalam posisi kaku.

Refrensi:
o https://id.wikipedia.org/wiki/Dekortikasi
o https://www.scribd.com/doc/168253843/PENYEBAB-PENINGKATAN-TEKANAN-
INTRAKRANIAL-DAN-PENANGANANNYA-docx)

12. Kata kunci :


Pasien sudah 3x dirawat di RS dengan stroke non hemoragik. Pada pengkajian
ditemukan kontraktur pada ekstremitas kanan, IMT = 19, tampak terpasang NGT,
terpasang nasal kanul 3 liter/mnt, terpasang kateter. Observasi TTV: TD 150/90 mmHg,
nadi 70x/mnt, suhu 38oC, pernafasan 22x/mnt, GCS 12.
Pembahasan :
Pada pasien yang mengalami kelumpuhan, beresiko terkena kontraktur dan deformitas
sendi bila pasien tidak menggerakkan bagian tubuhnya yang lumpuh secara berkala.
Karena keterbatasan pergerakan. Perawat harus membantu pasien melatih rentang gerak
tubuhnya. Yang disebut latihan ROM pasif. ROM bertujuan untuk:
a. Mempertahankan atau memelihara kekuatan otot
b. Memelihara mobilitas persendian
c. Menstimulasi sirkulasi
d. Mempercepat rehabilitas
e. Mencegah terjadinya kecacatan

Refrensi:
https://www.scribd.com/document/357012321/Asuhan-Keperawatan-Pada-Pasien-
Dengan-Gangguan-Mobilitas-Fisik
13. Kata kunci :
Seorang wanita berusia 40 tahun dirawat di bangsal saraf dengan SOL metastase ca
mammae. Pasien masuk dengan keluhaan kejang. Saat ini pasien masih gelisah, kontak
(+), hemiparese sinistra, batuk, terpasang O2 nasal kanul 3 liter/mnt, mukosa bibir
kering, nafsu makan menurun, edema pada tibia, refleks fisiologis +2/+3, pasien
terpasang kateter, BAB di pampers konsistensi lunak kecoklatan.
Pembahasan :
Tanda dan gejala nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh antara lain :
a. Berat badan dibawah ideal lebih dari 20%
b. Melaporkan intake makanan kurang dari kebutuhantubuh yang dianjurkan
c. Konjungtiva dan membran mukus pucat
d. Lemah otot untuk menelan dan mengunyah
e. Luka, inflamasi pada rongga mulut
f. Mudah merasa kenyang sesaat setelah mengunyahmakanan
g. Melaporkan kurang makan
h. Melaporkan perubahan sensasi rasa
i. Tidak mampu mengunyah makanan
j. Miskonsepsi
k. Penurunan berat badan dengan intake makanantidak adekuat
l. Enggan makan
m. Kram abdominal
n. Tonus otot buruk
o. Nyeri abdomen patologi atau bukan
p. Kerusakan minat terhadap makanan
q. Pembuluh kapiler rapuh
r. Diare atau steatorea
s. Suara usus hiperaktif

Refrensi:
(https://www.scribd.com/document/331766475/LP-Nutrisi-Kurang-Dari-Kebutuhan-
Tubuh)
14. Kata kunci :
kesadaran menurun,pemeriksaan fisik menunjukkan mengalami trauma kapitis berat
dan mengalami peningkatan tekanan intrakranial.
Pembahasan :
Obat monitol ini dapat digunakan untuk mengatasi berbagai kondisi kesehatan.
Contohnya adalah:
a) Mencegah dan/atau mengobati fase oliguria (produksi urine sedikit) pada gagal
ginjal akut.
b) Menurunkan tekanan dalam tempurung kepala ketika meningkat akibat tumor otak,
perdarahan di dalam tempurung kepala, dan lain-lain.
c) Memicu pembuangan substansi berbahaya dari ginjal akibat keracunan.
d) Menurunkan tekanan pada bola mata ketika obat lain gagal.
e) Manitol tersedia dalam bentuk infus dan hanya boleh digunakan berdasarkan resep
dan anjuran dokter.

Refrensi:
(https://www.alodokter.com/manitol)

15. Kata kunci :


keadaan lemah dan demam tinggi, juga mengalami nyeri hebat pada bagian abdomen
yang disertai dengan mual muntah. Setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium,
didiagnosa dengan typhoid abdominalis.
Pembahasan :
Ringer laktat adalah larutan steril yang digunakan sebagai penambah cairan dan elektrolit
tubuh untuk mengembalikan keseimbangannya. Obat ini juga dapat bertindak sebagai
alkalisator yang mengurangi keasaman. Di Indonesia ringer laktat lebih dikenal sebagai
cairan infus. Tersedia dalam kemasan botol plastik dan biasanya digunakan pada pasien
rawat inap di rumah sakit.
Mekanisme Kerja Ringer Lakat bekerja sebagai sumber air dan elektrolit tubuh serta
untuk meningkatkan diuresis (penambah cairan kencing). Obat ini juga memiliki efek
alkalis, dimana ion laktat dimetabolisasi menjadi karbon dioksida dan air yang
menggunakan hidrogen kation sehingga menyebabkan turunnya keasaman. Indikasi atau
Kegunaan Ringer Laktat Ringer laktat umumnya digunakan sebagai cairan hidrasi dan
elektrolit serta sebagai agen alkalisator. Obat ini juga diberikan untuk meringankan
beberapa kondisi, diantaranya adalah: Tetani hipokalsemik. Ketidakseimbangan
elektrolit tubuh. Diare. Luka bakar. Gagal ginjal akut. Kadar natrium rendah.
Kekurangan kalium. Kekurangan kalsium. Kehilangan banyak darah dan cairan.
Hipertensi. Aritmia (gangguan irama jantung).

Refrensi:
(Ringer Laktat : Kegunaan, Dosis, Efek Samping – Mediskus.com)