Anda di halaman 1dari 1

Proyeksi pemeriksaan ANKLE JOINT ada 2 yaitu :

1. AP
2. Lateral

Proyeksi pemeriksaan AP :

 Body posisi pasien duduk atau supine di atas meja pemeriksaan, kedua tungkai lurus.
 Obyek posis tungkai kaki yang difoto Vertikal, Tumit menempel ke kaset. Untuk fiksasi
diletakkan penyangga di depan telapak kaki. Ankle joint diatur true AP dengan maleolus
lateralis dan medialis berjarak sama terhadap kaset. Dibawah Ankle joint diletakkan spon
kecil untuk mencegah terjadinya gerakan.
 Ukuran kaset = 18x24 cm
 CR = Tegak lurus Vertikal
 CP = Pada Pertengahan Maleolus Lateral dan Medial.
 FFD = 100cm
 Luas lapangan Kolimasi = dari 1/3 Distal Cruris sampai Talus.
 Marker = R/L Orientasi AP

Kriteria :

 Tampak AP Ankle joint


 Celah sendi talotibia tampak
 Daerah distal tibia sampai ke talus harus terlihat
 Superposisinya bagian distal tibia dan Fibula menandakan tulang normal
 Maleolus lateral dan medial tampak

Proyeksi pemeriksaan LATERAL :

 PP (Posisi Pasien) = Pasien tidur miring di atas meja pemeriksaan dengan tungkai yang akan
difoto dekat meja pemeriksaan, Tungkai yang akan difoto fleksi dan tungkai yang lain lurus
diarahkan ke belakang pasien dan genu dari ankle yang akan difoto diganjal dengan spon.
 PO (Posisi Objek) = Ankle joint diatur true Lateral dengan cara mengatur maleolus lateralis
dan medialis dalam satu garis vertikal. dan Maleolus lateralis menempel pada kaset.
 Ukuran kaset = 18x24 Vertikal atau Horizontal untuk 2 gambaran
 CR = Tegak lurus Vertikal
 CP = Pada Maleolus Medialis
 FFD = 90 cm
 Luas lapangan kolimasi = Dari Distal Ossa Tibia Fibula sampai talus
 Marker = R/L Orientasi AP

Kriteria :

 Ujung distal tibia fibula overlaping pada bagian posterior.


 Sendi tibia fibula terlihat jelas.
 Tibia, fibula bagian distal dan talus harus tampak