Anda di halaman 1dari 11

RANGKUMAN MODUL PROFESIONAL PENERIMA TELEVISI

BIDANG KEAHLIAN TEKNIK AUDIO VIDEO

Nama : Firman Ardiansyah,S.Pd

Nomer Peserta : 17050853317093

NUPTK : 4949765666110052

1. Dasar-dasar Sinyal Video


A. Element Gambar

Elemen gambar merupakan kumpulan titik-titik yang membentuk gambar.


Pada televisi atau komputer, titik ini disebut pixel (picture element) dengan
ukuran jumlah titik horisontal x jumlah titik vertikal. Banyaknya pixel gambar
dalam piranti video menunjukkan kualitas gambar yang dihasilkan.
B. Ukuran layar
Ada 2 jenis ukuran dari sebuah layar yaitu :
1. Aspek ratio
TV pada umumnya mempunyai sebuah aspek rasio 4:3. Artinya
perbandingan dari lebar dan tinggi layar adalah 4:3
2. Ukuran layar (screen size).
Ukuran layar secara normal diukur dengan satuan inchi, dimulai dari satu sudut
sampai sudut seberang lain secara diagonal
Cara yang digunakan untuk mengukur layar (screen) Monitor LCD dan CRT
ternyata berbeda. Untuk layar CRT, ukuran layar diukur secara diagonal dari
tepi luar body layar. Untuk layar LCD, Untuk layar LCD, layar diukur secara
diagonal dari sisi dalam bingkainya.
C. Sistem Pembentukan Gambar
Dalam proses pembentukan gambar terbagi menjadi 2 proses (metode) yang
berbeda yaitu:
1. Interlaced, yaitu metode untuk menampilkan image/gambar dalam raster
yang ditampilkan bergantian antara garis ganjil dan genap secara cepat
untuk setiap framenya.
Interlace digunakan pada sistem televisi analog, meliputi 3 sistem bakuan
yaitu:
a. PAL (50 fields persecond, 625 lines, even field drawnfirst)
b. SECAM (50 fields persecond, 625 lines)
c. NTSC (59.94 fields per second, 525 lines, even field drawn first).
2. Progressive, yaitu metode untuk menampilkan, menyimpan, dan
memancarkan gambar dimana setiap baris untuk setiap framenya digambar
secara berurutan. Metode ini biasa digunakan pada CRT monitor komputer.
D. Metode Pengujian Sinyal Video
Terdapat dua cara untuk menguji sinyal video yaitu :
1. Menguji karakteristik dari spesifikasi sinyal untuk memastikan bahwa sinyal
telah sesuai dengan kebutuhan teknis atau artistik tertentu.
2. Menguji karakteristik dari setiap peralatan secara terpisah atau beberapa
peralatan sekaligus di dalam alur sinyal video untuk menentukan bahwa
penyimpangan sinyal terjadi pada peralatan tersebut.
Untuk menguji penguatan sinyal secara keseluruhan pada proses
record/playback.Caranya dengan memberikan sinyal video dengan amplitudo
sekitar, kemudian diamati pada bagian outputnya
selama playback. Untuk sinyal video positip, bentuk gambar tersebut
menunjukkan amplitudo tertinggi pada warna putih semakin gelap warna sinyal
video amplitudo semakin rendah.

Gambar 1. Sinyal Video komposite

Keterangan dari gambar di atas ada sebagai beriku ini :


1. Sinyal video merupakan sinyal informasi yang diproses nantinya akan
ditampilkan dalam monitor.
2. Sinyal burst merupakan sinyal sinkronisasi warna yang akan memicu
osilator warna pada bagian keominansi ketika sinyal yang diterima berupa
sinyal video yang mengandung sinyal krominansi (warna).
3. Sinyal sinkronisasi berfungsi untuk menyinkronkan sinyal video yang
dipancarkan agar dapat diproses serentak dalam penerima TV.
4. Sinyal blanking berfungsi untuk memadamkan sinyal video ketika
melakukan retrace, yaitu pelacakan gambar dari sisi kanan kembali
ke sisi kiri agar tidak tampak.
E. Monitor
Ada tiga jenis monitor yang digunakan dalam penerima TV yaitu tabung,
plasma dan LCD.
1. Tabung Gambar CRT (Cathoda Ray Tube) Sinar katode merupakan suatu
berkas elektron yang keluar dari suatu pemanas katode (heater) yang
berada di dalam tabung ruang hampa, dimana berkas elektron ini akan
ditarik ke anoda disebabkan adanya beda potensial yang cukup tinggi antar
katode dan anoda. Tabung sinar katode (CRT) adalah suatu tabung ruang
hampa yang berisi suatu senapan elektron (Electron guns) dan suatu elemen
pemanas (heater), yang berfungsi untuk mempercepat dan membelokkan
berkas elektron (Electron beams).

Gambar 2. Bagian-bagian tabung CRT


Bagian-bagian CRT berwarna:
a. Electron guns
b. Electron beams
c. Focusing coils
d. Deflection coils
e. Anode
f. Mask
g. Phosphor layers
h. Close-up of the phosphor.
Pada layar terdapat fosfor yang akan berpendar ketika terkena
tembakan elektron yang dihasilkan oleh senapan elektron. Berkas elektron
ini akan dibelokkan oleh medan magnet yang dikendalikan oleh kumparan
vertikal dan horisontal (kumparan yoke). Elektron yang ditembakkan dan
mengenai titik pospor akan menghasilkan cahaya yang terang yang dapat
terlihat pada layar. Pada tabung juga terdapat mask color, semacam masker
untuk menempatkan titik-titik pospor sehingga berkas elektron tepat
mengenai pospor tersebut. Ada 3 bulatan pospor yaitu merah, biru dan
hijau.
2. Monitor Plasma
Teknologi TV Plasma untuk menampilkan gambar warna,
teknologi plasma menggunakan kombinasi pospor merah, hijau, dan biru,
pada plasma memberi muatan kepada kantung-kantung yang berisi gas
neon dan xeon yang berada di antara dua panel gelas. Plasma terdiri dari
satu juta tabung fluorescent berukuran sangat kecil. Ketika tabung
fluorescent tersebut diberi muatan, gas neon dan xeon akan
mengeluarkan foton ultraviolet. Kemudian foton menumbuk pospor yang
akan memendarkan cahaya warna. Kombinasi cahaya ini akan
menghasilkan gambar di televisi sebagaimana yang kita lihat.
3. Monitor TV LCD
Rata-rata TV LCD memiliki rasio kontras mulai dari 400:1 hingga
800:1. TV plasma mulai dari 600:1 sampai yang tercanggih memiliki
kemampuan 1.500:1. Pada TV LCD, layar diterangi oleh lampu belakang
sehingga relatif tidak terpengaruh silau karena pantulan cahaya dan
memberikan gambar-gambar modulasi yang halus dan terang bahkan
dalam ruangan yang bercahaya terang atau dekat jendela dimana sinar
matahari masuk.
F. Penerima Televisi
Pada penerima TV hitam putih ketepatan gambar pada penerima dengan
gambar yang ada di pemancar dikendalikan dengan sinyal sinkronisasi.
Ketepatan gambar arah horizontal dikendalikan dengan sinyal sinkronisasi
horizontal dengan frekuensi 15,625 Hz untuk system PAL. Sinkronisasi arah
vertical dikendalikan oleh sinyal sinkronisasi vertical dengan frekuensi 50 Hz.
Ada dua pembawa, masing- masing untuk gambar dan suara.
Pengiriman sinyal suara menggunakan sistem modulasi frekuensi. Video
Signal. Informasi gambar ditransmisikan pada pembawa terpisah yang terletak
4,5 MHz lebih rendah dari frekuensi dari pembawa suara. Sinyal video yang
berasal dari kamera digunakan untuk memodulasi amplitudo pembawa
gambar. Metode modulasi yang digunakan untuk informasi gambar dan suara
berbeda sehingga tidak ada interferensi antara sinyal gambar dan sinyal suara.
Dua sinyal warna berasal dari kamera yang digunakan untuk
memodulasi sub pembawa 3,85-MHz, memodulasi pembawa gambar bersama
dengan informasi utama video. Sinyal sub pembawa warna menggunakan
double-sideband pembawa ditekan (suppressed carrier) AM.Sinyal Video
berisi komponen frekuensi hingga sekitar 4,2 MHz.
1. Spektrum Televisi (TV)
Karena sinyal TV menempati begitu banyak bandwidth, itu harus
ditransmisikan dalam porsi spektrum frekuensi sangat tinggi. Sinyal TV
berada dalam cakupan frekuensi VHF dan UHF. Di Amerika Serikat,
stasiun TV menggunakan frekuensi berkisar antara 54 dan 806 MHz.
2. Bakuan Sistem
Ada 3 sistem dalam televesi warna antara lain PAL (Phase
Alternating Line), digunakan di seluruh dunia kecuali di kebanyakan
Amerika, beberapa di Asia Timur menggunakan NTSC, sebagian Timur
Tengah dan Eropa Timur, dan Prancis (menggunakan SECAM.
Perbedaan ketiganya ditunjukkan dalam tabel berikut.
Tabel 1. Bakuan Sistem Penerima TV
a. Prinsip Kerja Televisi
Pesawat televisi akan mengubah sinyal listrik yang di terima menjadi
objek gambar utuh sesuai dengan objek yang ditranmisikan. Pada
televisi hitam putih (monochrome), gambar yang di produksi akan
membentuk warna gambar hitam dan putih dengan bayangan abu-
abu. Pada pesawat televisi warna, semua warna alamiah yang telah
dipisah ke dalam warna dasar R (red), G (green), dan B (blue) akan
dicampur kembali pada rangkaian matriks warna untuk menghasilkan
sinyal luminasi.
Selain gambar, pemancar televisi juga membawa sinyal suara yang di
tranmisikan bersama sinyal gambar. Penyiaran televisi sebenarnya
menyerupai suara sistem radio tetapi mencakup gambar dan suara.
Sinyal suara di pancarkan dengan modulasi frekuensi (FM) pada
suatu gelombang terpisah dalam satu saluran pemancar yang sama
dengan sinyal gambar
Modulasi frekuensi (FM) digunakan pada sinyal suara untuk
meminimalisasi atau menghindari derau (noise) dan interferensi.
Saluran dan standar pemancar televisi kelompok frekuensi telah di
tetapkan bagi sebuah stasiun pemancar untuk tranmisi sinyalnya
disebut saluran (kanal). Masing-masing mempunyai lebar saluran
6 Mhz, dalam salah satu bidang frekuensi yang dialokasikan untuk
penyiaran televisi komersial. VHF bidang frekuensi rendah saluran 2
sampai 6 dari 54 MHZ sampai 88 MHZ. VHF bidang frekuensi
tinggi saluran 7 sampai 13 dari 174 MHZ sampai 216 MHZ. UHF
saluran 14 sampai 83 dari 470 MHZ sampai 890 MHZ.
b. Bagian – bagian Televisi dan Fungsinya
1) Rangkaian Penala (Tuner)
Tuner mempunyai tiga bagian utama sebagai berikut: (1) RF
Amplifier, berfungsi untuk memperkuat sinyal yang diterima
antena; (2) lokal Osilator, berfungsi untuk membangkitkan
sinyal frekuensi tinggi.
2) Mixer
Berfungsi sebagai pencampur frekuensi tinggi dari pemancar dan
osilator lokal menjadi frekuensi menengah (Intermediet
Frequency /IF). Frekuensi pembawa sinyal IF gambar adalah
38,9 Mhz dan frekuensi pembawa sinyal suara adalah 33,4MHz.
Berfungsi untuk memisahkan sinyal informasi suara dari signal
pembawa frekuensi menengah suara sehingga menjadi sinyal
audio dan dapat didengar oleh manusia.
3) Sound IF (Intermediate Frequency) Amplifier
Berfungsi sebagai penguat sinyal suara yang ter-modulasi
gelombang FM 5,5 MHz yang kemudian diumpankan ke
detector sehingga selain frekuensi gelombang 5,5 FM, maka
akan ditahan dan melewatkan sinyal suara saja.
4) FM (Frequency Modulation) Detector
Berfungsi sebagai pemisah frekuensi suara dari pembawanya
(carrier frequency) yang termodulasi FM.
5) Penguat Suara
Berfungsi Menguat frekuensi suara dari FM detektor yang masih
lemah
6) Loudspeaker
Berfungsi mengubah sinyal suara menjadi suara.
G. Pemrosesan Video
1. Penguat IF (Intermediate Frequency)
Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal output yang
dihasilkan Tuner dan berfungsi untuk membuang gelombang lain yang
tidak dibutuhkan dan meredam interferensi pelayangan gelombang
pembawa suara yang mengganggu gambar.
2. Rangkaian Detektor Video
Sinyal video komposit dideteksi oleh detektor video dari sinyal IF
gambar dan rangkaian detektor video menggunakan detector dioda.
Rangkaian ini berfungsi sebagai pendeteksi sinyal video komposit
yang keluar dari penguat IF gambar. Selain itu, rangkaian ini berfungsi
pula sebagai peredam dari sinyal yang mengganggu karena apabila ada
sinyal lain yang masuk akan mengakibatkan buruknya kualitas gambar.
Salah satu sinyal yang diredam adalah sinyal suara. Ada dua
macam metode deteksi :
a. Detektor dioda
b. Detector pulsa sinkronisasi.
Pada metode detektor sinkronisasi, pulsa sinkronisasi diambil dari
pembawa IF gambar dan diberikan ke detector sinkronisasi. Sinyal output
hasil deteksi akan keluar hanya bila diberikan pulsa sinkronisasi.
3. Video Amplifier
Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal luminan yang
berasal dari detektor video. Di dalam rangkaian penguat video terdapat
pula rangkaian ABL (automatic brightnees level) atau pengatur kuat
cahaya otomatis yang berfungsi untuk melindungi rangkaian tegangan
tinggi dari tegangan muatan lebih yang disebabkan oleh kuat cahaya pada
layar kaca.

Gambar 3 . Video Amplifier

4. Diagram blok penguat video


Sebuah jaringan penunda (delay line) dipasang pada kedua penguat
depan untuk menunda memperlambat sinyal luminan. Pada penguat
tingkat kedua dan tingkat ketiga, penguatan atau kontras gambar dapat
diatur. Dan untuk menghilangkan komponen krominan sub pembawa,
dipasang penjebak 4,43 MHz. Lebih lanjut sebuah rangkaian pengoreksi
respon frekuensi tinggi gambar juga dipasang. Pada tingkat akhir penguat,
dipasang rangkaian rangkaian penyetel kuat cahaya, rangkaian
penghilang garis flyback, ABL (Automatic Brightness Limiter) dan
rangkaian pembangkit komponen DC untuk gambar.
5. AGC (Automatic Gain Control)
Penguatan penerima TV warna dikontrol secara otomatis dengan
rangkain AGC yang tergantung pada kuat medang gelombang TV yang
diterima, sehingga output detector video dapat dibuat selalu konstan..
Gambar 4. Diagram blok rangkaian AGC
6. Rangkaian Defleksi Sinkronisasi
Rangkaian ini terdiri dari empat blok, yaitu: rangkaian
sinkronisasi, rangkaian defleksi vertikal, rangkaian defleksi horizontal,
dan rangkaian pembangkit tegangan tinggi. Bagian-bagian dari
rangkaian horisontal meliputi :
a. Osilator Horisontal, Sebagai pembangkit pulsa frekuensi horisontal.
b. Horisontal Driver, berfungsi untuk memperkuat frekuensi
horisontal.
c. Horisontal Output (HOT), output berfungsi untuk menyediakan power
arus gigi gergaji untuk diumpankan ke kumparan defleksi horisontal.
7. Defleksi Yoke Horizontal,
Defleksi Yoke Horisontal mempunyai fungsi berikut :
a. Menghasilkan arus defleksi untuk Deflection Yoke untuk scanning
electric beam ke arah horizontal.
b. Membangkitkan tegangan tinggi yang diumpankan ke elektroda anoda
CRT dan elektroda fokus.
8. High Voltage Supply (Fly Back)
Berfungsi sebagai penghasil tegangan tinggi untuk dapat mencatu
(mengaktifkan) layer CRT agar dapat menghasilkan elektron-elektron
yang dapat menampilkan gambar.
9. Rangkaian Catu Daya (Power Supply)
Rangkaian ini berfungsi untuk mengubah tegangan AC menjadi DC yang
selanjutnya didistribusikan ke seluruh rangkaian.
H. Perkembangan Penerima TV
1. TV Satelit
Satelit digunakan pada transmisi sinyal televisi, yang berbentuk
elliptical (lonjong, dengan kemiringan +/- 63.4 derajat dengan periode
orbit sekitar 12 jam) atau orbit geostationary 37,000 km di atas katulistiwa.
2. TV Kabel (CATV)
Merupakan sebuah sistem jaringan yang terhubung langsung dari pusat
penyedia jasa layanan Audio dan Video. TV Kabel ini biasanya
digunakan untuk kebutuhan layanan Hotel atau bahkan masyarakat umum.
Booster, fungsi sebenarnya menerima dan menyaring noise sinyal Audio
dan Video yang berasal dari sinyal RF (radio frekuency) Receiver,Video
Beta,VCD, DVD player dll kemudian mentransfer kembali hasil olahanya
ke sebuah Tuner TV.
3. TV Digital
Siaran Televisi digital terestrial menawarkan citra gambar Hi-
Vision (standar definisi tinggi dari Jepang) yang dapat dinikmati
pemirsanya di dalam lingkungan yang bergerak. Televisi digital atau
penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi
digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio, dan
data ke pesawat televisi.
4. IPTV
IPTV atau Internet Protocol TV adalah sistem dimana televisi digital
layanan digital televisi dikirimkan menggunakan Internet Protocol melalui
jaringan infrastruktur diantaranya termasuk koneksi yang berkecepatan
tinggi.
I. Perawatan Televisi
1. Tempatkan kira-kira 3 meter sampai 7.5 meter dan sejauh mungkin
langsung didepan televisi.
2. Selalu putuskan aliran listrik sebelum membersihkan, jangan menggunakan
pembersih cair.
3. Jangan menumpahkan atau memasukkan benda-benda apapun kedalam
kotak televisi,
4. Jika temperatur udara meningkat tiba-tiba, kondensasi bisa terjadi pada
layar. Hal ini membuat gambar terdistorsi atau warna tampak buram. Jika
ini terjadi matikan televisi selama enam sampai tujuh jam agar kondensasi
menguap.
5. Untuk perlindungan tambahan dari petir atau lonjakan listrik cabutlah
steker dan putuskan antenna dari televisi
6. Jangan pernah mengatur konstras hingga 100%.
J. Pelacakan Kerusakan (Trouble Shooting)
Di bawah ini tabel bermacam-macam gejala kerusakan pada TV warna dan
perkiraan ketidakfungsian rangkaian penyebab kerusakan. Tabel 2 di bawah
ini dapat digunakan untuk melakukan trouble shooting.

Tabel 2. Trouble shooting