Anda di halaman 1dari 2

Tugas M3 KB3.

1: Analisis Video Konstruktivistik


RIDWAN EFFENDI – PPG UM- KELAS Q

Teacher Tony mengalami kesulitan dalam proses pembelajaran dengan siswa yaitu tentang
1. bagaimana komunikasi, kolaborasi, critical tingking dan problem solving
2. Siswa terlihat pasif dalam mengikuti proses pembelajaran.

Teacher Tony membutuhkan bantuan untuk menyelesaikan masalah tersebut dan salah
satunya dengan Teori Kontruktivisme.
Kontruktivisme adalah sebuah teory pembelajaran bahwa menyamakan pembelajaran dengan
menciptakan maknadari pengalaman. Belajar adalah lebih bermakna ketika mereka mampu
berinteraksi dengan masalah atau konsep. Konstruktivisme dapat membantu melibatkan dan
memotivasi siswa dengan membuat mereka mengambil peran yang lebih aktif dalam proses
pembelajaran. Kontruktivisme memanfaatkan strategi teknik interaktif untuk menciptakan
konteks yang berarti yang membantu siswa membangun pengetahuan berdasarkan
pengalaman mereka sendiri. Kontruktivisme dapat digunakan untuk mengajar kemampuan
berpikir tingkat tinggi dan pemecahan masalah menambah pengetahuan baru siswa dalam
situasi yang berbeda.

Aplikasi teori Kontructivisme


Teacher Tony mempunyai ide menerapkan strategi problem based learning untuk mengatasi
permasalahan pembelajaran, Misalnya tentang bagaimana kita bisa mengurangi limbah untuk
membantu mempertahankan sumber daya bumi :
Siswa dapat menerapkan strategi daur ulang terhadap sampah atau sisa makanan dengan cara
mencari tahu melalui buku, internet, grup diskusi, kemudian siswa diharapkan dapat
merangkum dan menjelaskan kembali kepada teman sekelas dengan membuat slide power
point,tujuan akhirnya yaitu siswa dapat menerapkan daur ulang sampah di dalam keluarga.

Jadi tujuan dari mempelajari teori belajar kontruktivisme, mengkonstruksikan


pengetahuannya sendiri, kegiatan pembelajaran yang dilakukannya akan diarahkan agar
terjadi aktivitas konstruksi pengetahuan oleh siswa secara optimal, siswa dapat memecahkan
permasalahan yang dihadapinya, siswa dituntut untuk memiliki kemampuan berpikir tingkat
tinggi.
Komentar terhadap teori konstruktivisme dimana proses belajar dari pandangan
kontruktivistik dari aspek-aspek si belajar, peranan guru, sarana belajar, dan evaluasi belajar.
1. Proses belajar kontruktivistik secara konseptual proses belajar jika dipandang dari
pendekatan kognitif, bukan sebagai perolehan informasi yang berlangsung satu arah
dari luar kedalam diri siswa kepada pengalamannya melalui proses asimilasi dan
akomodasi yang bermuara pada pemuktahiran struktur kognitifnya. Kegiatan belajar
lebih dipandang dari segi rosesnya dari pada segi perolehan pengetahuan dari pada
fakta-fakta yang terlepas-lepas.

2. Peranan siswa. Menurut pandangan ini belajar merupakan suatu proses pembentukan
pengetahuan. Pembentukan ini harus dilakukan oleh si belajar. Ia harus aktif
melakukan kegiatan, aktif berfikir, menyusun konsep, dan memberi makna tentang
hal-hal yang sedang dipelajari. Guru memang dapat dan harus mengambil prakarsa
untuk menata lingkungan yang memberi peluang optimal bagi terjadinya belajar.
Namun yang akhirnya paling menentukan adalah terwujudnya gejala belajar adalah
niat belajar siswa itu sendiri.

3. Peranan guru. Dalam pendekatan ini guru atau pendidik berperan membantu agar
proses pengkontruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar. Guru tidak
mentransferkan pengetahuan yang telah dimilikinya, melainkan membantu siswa
untuk membentuk pengetahuannya sendiri.

4. Sarana belajar. Pendekatan ini menekankan bahwa peranan utama dalam kegiatan
belajar adalah aktifitas siswa dalam mengkontruksi pengetahuannya sendiri. Segala
sesuatu seperti bahan, media, peralatan, lingkungan, dan fasilitas lainnya disediakan
untuk membantu pembentukan tersebut.

5. Evaluasi. Pandangan ini mengemukakan bahwa lingkungan belajar sangat mendukung


munculnya berbagai pandangan dan interpretasi terhadap realitas, kontruksi
pengetahuan, serta aktifitas-aktifitas lain yang didasarkan pada pengalaman.