Anda di halaman 1dari 12

SUMBER BELAJAR PENUNJANG PLPG 2017

MATA PELAJARAN/PAKET KEAHLIAN


NAUTIKA KAPAL PENANGKAP IKAN

BAB 3
BANGUNAN KAPAL

Mudiyanto, S.AB.,M.M

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


DIREKTORAT JENDERAL GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
2017
Kompetensi Inti
Menguasai materi, konsep dan pola piker keilmuan tentang bangunan kapal.
Kompetensi Dasar
Mengintegrasikan prinsip prinsip dasar bangunan kapal.

3.1 Pengertian Bangunan Kapal


Ilmu Bangunan Kapal merupakan salah satu bagian dari ilmu Kecapan Pelaut (seamenship),
yang akhir-akhir ini makin berkembang sesuai dengan kemajuan teknologi. Perkembangan
kemajuan teknologi khususnya yang menyangkut teknologi perkapalan dan konstruksi kapal-
kapal yang dibangun menurut jenis dan sifat muatan yang diangkut, bentuk pengapalan
muatan, trayek-trayek yang akan dilalui.
Dalam materi Ilmu bangunan kapal ini akan ditampilkan beberapa bahasan pokok yang sesuai
dengan kompetensi dari seluruh materi yang ada di dalam Ilmu Bangunan Kapal.
Seperti pada bagian-bagian bangunan sebuah kapal, terutama yang menyangkut fungsi
bagian-bagian tersebut, sehingga dengan demikian dapat mengetahui apakah bagian-bagian
tersebut masih dalam kondisi baik dan berfungsi baik, apakah perlu diperbaiki atau diganti
yang sesuai dengan kebutuhan operasionalnya.
Mengenai jenis-jenis geladak, kekuatan geladak, letak bukaanbukaan di geladak maupun
dilambung. Ukuran-ukuran pokok kapal, baik secara membujur, melintang maupun tegak dan
bentuk-bentuk palkanya.
Mengenai konstruksi dasar berganda untuk dapat dimanfaatkan sebagai tempat untuk
muatan cair, ballast, bahan bakar, air tawar dan lain-lain sehingga dapat mengatur
keseimbangan (stabilitas) kapal bila diperlukan.
Mengenai tipe-tipe kapal dengan demikian dapat mengetahui jenis-jenis muatan yang
diangkut, bagaimana cara-cara penanganan muatan, sehingga di dalam pelayaran maupun
pada waktu pembongkaran di tempat tujuan tetap dapat dijalankan dengan aman dan baik.
Dengan demikian kapal selain dapat memenuhi fungsinya sebagai alat transportasi juga dapat
memberikan keuntungan bagi perusahaan pelayaran.

3.2 Jenis-jenis kapal


Pada hakekatnya fungsi sebuah kapal ialah sebagai alat pengangkut di air dari suatu tempat
ketempat lain, baik pengangkutan barang, penumpang maupun hewan. Selain sebagai alat

1
angkut, kapal digunakan untuk rekreasi, sebagai alat pertahanan dan keamanan, alat-alat
survey atau laboratorium maupun sebagai kapal kerja. Sehubungan dengan itu tipe-tipe kapal
dapat dibedakan atas :
1. Ditinjau dari tujuan pembuatannya :
a. Kapal komersial :
- kapal dagang
- Kapal supply
b. Kapal non komerdisl :
- kapal pesiar
- kapal pemerintah
- kapal Meteorologi
2. Ditinjau dari tenaga penggeraknya :
a. Kapal tanpa tenaga penggeraknya :
- tongkang-tongkang
- kapal suar
b. Kapal dengan tenaga penggerak :
- kapal layar
- kapal uap
- kapal motor
3. Ditinjau dari bahan bangunannya :
a. Kapal Kayu
b. Kapal baja
c. Kapal yang dibangun dengan bahan khusus/logam ringan
d. Kapal ferro cement
e. dan lain-lain
4. Ditinjau dari fungsinya :
a. Sebagai alat pengangkut :
1. Menurut bentuk pengapalannya :
a. Kapal barang umum
- Kapal barang serba guna
- Kapal peti kemas (container)
- Kapal Ro-Ro

2
- dan lain-lain
b. Kapal curah :
- curah kering, grain, ore dan lain-lain
- curah cair, oil, gas dan kimia
- kombinasi keduanya
c. Kapal Penumpang :
- khusus penumpang
- barang dan penumpang
2. Menurut daerah operasinya :
a Kapal dagang untuk pengangkutan barang diperairan pedalaman atau antar pulau dengan
jarak jelajah terbatas.
b. Kapal penumpang kecil atau ferry yang menghubungkan kota-kota pesisir atau antar
pulau.
b. Kapal-kapal dengan tugas khusus :
1. Kapal Hankam
2. Kapal Survey
3. Kapal Kerja
Pengertian-pengertian
1. Kapal layar : Kapal yang digerakan dengan layar
2. Kapal Uap : Lapal yang digerakan memakai mesin uap torak maupun turbin uap
3. Kapal motor : Kapal yang digerakan dengan mesin motor (mesin pembakaran dalam)
4. Kapal kayu : Kapal yang konstruksinya terbuat dari kayu, umumnya diperuntukan bagi
pelayaran di perairan pedalaman atau antar pulau dan kapal perikanan.
5. Kapal Baja : Kapal yang konstruksinya terbuat dari baja dipakai baik bagi pelayaran
interinsuler maupun samudera.
6. Kapal Dagang : Kapal yang dibangun dengan tujuan untuk mengangkut barang dagangan
untuk memperoleh keuntungan. Kapal dagang berfungsi sebagai alat
transportasi komersial di laut. Tidak dipersenjatai pada waktu digunakan
untuk perang , digunakan sebagai kapal pengangkut perbekalan, kapal rumah
sakit atau pembawa pasukan.
7. Kapal Penumpang : Kapal yang khusus dibangun untuk pengangkutan penumpang.

3
8. Kapal Barang dan :Kapal barang yang dapat menyediakan Penumpang akomodasi lebih dari
12 orang penumpang.
9. Kapal Curah :Kapal yang khusus dibangun untuk mengangkat muatan curah (tanpa)
kemasan, baik dalam bentuk cair seperti kapal-kapal tanker untuk pemuatan
minyak mentah atau yang sudah diolah, kapal tanker LNG atau LPG dan kapal
tanker yang mengangkut bahan-bahan kimia cair. Kapal curah kering seperti
kapal mengangkut bijibijian tambang atau biji-bijian aeteri Gandum (grain).
10. Kapal Container : Kapal yang dibangun khusus untuk mengangkut barang-barang di
dalam peti kemas (constrainer), ada yang full container ada yang semi
container
11. Kapal Ro-Ro : Kapal yang dibangun sedemikian rupa (Roll on Roll off) sehingga dapat
memuat dan membongkar muatannya dengan merool di atas roda-roda.
12. Kapal-kapal khusus : ialah kapal-kapal yang karena sifat pekerjaannya dibangun dan
dilengkapi sesuai dengan kebutuhan operasionalnya. Contoh : Kapal keruk
3.3 PENGERTIAN TONASE :

Kapal ialah sebuah benda terapung yang digunakan untuk sarana pengangkutan di atas air.
Besar kecilnya kapal dinyatakan dalam ukuran memanjang, membujur, melebar, melintang,
tegak, dalam dan ukuran isi maupun berat.

Guna dari ukuran – ukuran ini untuk mengetahui besar kecilnya sebuah kapal, besar kecilnya
daya angkut kapal tersebut dan besarnya bea yang akan dikeluarkan.

TONASE SEBUAH KAPAL DAPAT DIPERINCI Sbb :

1. Isi kotor ( Gross Tonnage) GT

2. Isi kotor besarnya tertera di sertifikat kapal itu, Isi kotor merupakan jumlah

3. Isi ruangan di bawah geladak ukur atau geladak tonase

4. Isi ruangan / tempat – tempat antara geladak kedua dan geladak atas

5. Isi ruangan – ruangan yang tertutup secara permanen pada geladak atas atau geladak di
atasnya

4
6. Isi dari ambang palka (1/2 % dari BRT kapal )

7. Isi atau volume ruangan di bawah geladak ukur mengandung pengertian volume dari
ruangan - ruangan yang dibatasi oleh :

8. Disebelah atas oleh geladak jalan terus paling atas

9. Di sebelah bawah oleh bagian atas dari lajur dasar dalam.

10. Di sebelah samping oleh bagian sebelah dalam gading – gading.

BENTUK2 BURITAN

1.buritan counter

2.buritan crulser

3.buritan cruiser

4.buritan ful cruiser

tangki dasar berganda (doubel bottom tank)kegunaanya;

1.bila kapal kandas ,masih ada dasar yang kedap air.

2.sebagai ruang muat cair,air tawar ,bahan bakarballast dan lainya.

3.dengan air balas dapat membantu stabilitasd dan baling baling kapal.

4.menambah kekuatan melintang kapal

5
Macam-macam bentuk haluan

1.Haluan lurus

2,Haluan miring 1

3.haluan miring 2

4.haluan gunting

5.haluan sendok

6.Haluan meler

7.haluan pemecah es

8.haluan barundi

6
3.4 Ukuran Pokok Sebuah Kapal

Ukuran Pokok Sebuah Kapal bangunan sebuah kapal lengkap nama dan kegunaanya. Ada
beberapa ukuran dalam membuat rancangan kapal yang harus di perhatikan supaya di
kemudian hari tidak ada kesalahan besar dalam kontruksinya.

UKURAN POKOK SEBUAH KAPAL

1. ukuran membujur

2. ukuran melintang

3. ukuran tegak

4. ukuran tonase (daya angkut kapal)

5. ukuran menurut class

Gambar 1 ukuran pokok kapal

UKURAN PANJANG KAPAL LOA (length over all)

Secara definisi LOA adalah panjang keseluruhan kapal yang diukur dari ujung haluan kapal
terdepan sampai pada ujung belakang buritan kapal.

7
L0WL (length water line)

LWL adalah panjang kapal yang diukur dari perpotongan garis air pada haluan kapal sampai
buritan kapal pada garis air, atau dengan kata lain adalah panjang bagian kapal yang berada
di bawah garis air.

LBP (length between perpendicular)

LBP adalah panjang antara 2 (dua) garis tegak kapal yang diukur dari tinggi haluan kapal pada
garis air sampai tinggi kemudi.

Registered leghth

Panjang yang tertera di dalam sertifikat itu,yang dihitung dari geladak jalan terus keatas
sampai garis tegak belakang diukur sejajar lunas.

UKURAN LEBAR KAPAL

Lebar Lebar dan kedalaman kapal merupakan ukuran utama lainnya dalam menentukan
ukuran-ukuran kapal. Ada beberapa ukuran lebar yang biasa digunakan dalam pengukuran
dimensi lebar kapal yaitu Breadth Extreme/maximum breadth dan Breadth Moulded.

Gambar 2 lebar kapal

8
breadth extreme

Lebar kapal merupakan besaran yang diukur dari kulit kapal bagian terluar (starboard=sisi kiri)
sampai kulit kapal bagian luar sisi lainnya (port=sisi kanan) termasuk jika ada bagian geladak
yang menonjol keluar melampaui lambung kapal.

moulded breadth

Lebar menurut mal ialah lebar yang diukur dari bagian luar gading-gading pada satu sisi ke
gading-gading sisi yang lainya

lebar tonase(tonnage breadth)

lebar sebuah kapal diukur dari bagian dalamnya dari dinding sat ke dinding lainya,mdi ukur
dari lebar terbesar dan sejajar lunas.

UKURAN TTINGGI (VERTIKIAL) Moulded

ialah jarak tegak yang di ukur dari titik terendah badan kapal sampai garis air.jarak ini sering
dioistilahkan dengan syarat.

free board

jarak tegak dari garis air sampai geladak lambung bebas atau garis deck

WATERTIGHT BULKHEAD (SEKAT KEDAP AIR) KEGUNAANYA :

1. Membagi kapal atas kompartemen-kompartemen dengan sendirinya

2. membagi tekanan kebidang yang lebih luas

3. Mempertinggi keselamatan kapal terutama ketika kapal mendapat kerusakan dibawah


permukaan air atau didekatnya, misalnya karena kandas, tubrukan, dll.

4. Mempertinggi keselamatan dan kekuatan melintang kapal.

5. Membatasi/melokalisir bahaya kebakaran pada suatu kompartemen.

9
SYARAT SYARATNYA PINTU KEDAP AIR

1. harus dapat dibuka atau ditutup pada saat kapal miring 15° kekiri dan kanan

2. harus dapat di buka tutup atau di kedua sisi sekat

3. harus tertututp pada saat pelayaran kecuali kalau ada pekerjaan

4. jumlah pintu air sedikit mungkin

5. saat dibuka ditutup harus di tulis dalam buku jurnal

6. Sesuai ukuran Panjang kapal

3.5 DASAR BERGANDA

Konstruksi Alas Tunggal (single bottom) KAPAL dan Konstruksi Alas Ganda (double bottom)
KAPAL

Konstruksi Alas Tunggal (single bottom) KAPAL dan Konstruksi Alas Ganda (double bottom)
KAPAL yaitu sebagai berikut :

1.Konstruksi alas tunggal (single bottom) kapal

Rangka dasar dari konstruksi alas tunggal terdiri dari balok melintang kapal dan balok-balok
memanjang yaitu : Lunas pada tengah yang terletak pada bidang memanjang tengah kapal
dan lunas dalam samping yang terletak antara lambung kiri dan lunas dalam tengah.

2. Konstruksi alas ganda (double bottom) kapal

Konstruksi alas ganda (double bottom) kapal Pada pengoperasian kapal dengan sistem
konstruksi alas tunggal ternyata mengalami kesulitan. Untuk mencukupi kemampuan
manuver kapal pada pelayaran tanpa muatan, kapal harus diisi dengan ballst padat. Pada abad
ke-19 ballast padat diganti dengan ballast cair, untuk menyimpan ballast cair tersebut di atas
ruang dibuat tangki-tangki yanh dihubungkan satu sama lain dengan pipa – pipa. Untuk
mengurangi kejelekan-kejelekan di atas maka konstruksi tangki diubah yang mana di atas
wrang diletakkan balok-balok memanjang. Di atas balok-balok tadi diletakkan pelat yang
selanjutnya dinamai pelat dasar ganda. Pada sistem dasar ganda bentuk pertama ini dimana
balok-balok memanjang biasanya 1,5 kali jarak antara wrang.

10
Bentuk kedua dari sistem dasar ganda adalah terdiri dari pelat vertikal memanjang setinggi
ruang dasar ganda kapal (double bottom), memotong wrang kapal dan dihubungkan sisi
atasnya dengan pelat dasr ganda. Sistem dasar ganda ini memberikan kemungkinan
memperkecil tingginya sampai ukuran yang efisien dan bersamaan dengan itu menghilangkan
kerugian yang berlebihan dari volume yang berguna di ruang palak dengan adanya dasar
ganda.

11

Anda mungkin juga menyukai