Anda di halaman 1dari 39

MATERI I

PENDAHULUAN

PENGANTAR
EKONOMI
TEKNIK

KULSUM, ST., MT
PENILAIAN
• Absen : 10 %
• Tugas-tugas : % (15%-20%)
• Kuis : % (10%-20%)
• Ujian Tengah Semester : %
• Ujian Akhir Semester : %

• Min-max= 20%-35% (UTS dan UAS)

PERSENTASE PENILAIAN
MATERI
• Pendahuluan : pengantar ekonomi teknik
• Bunga
• Bunga -Pemilihan alternatif-alternatif ekonomi
• UTS______________________________________________
• IRR,
• Analisa titik impas
• Depresiasi
• Pajak
• UAS______________________________________________
Buku Utama
1. Engineering Economy oleh Gerald J. Thuesen dan
W.J. Fabrycky
2. Dasar-dasar Ekonomi Teknik oleh Eugene L. Grant.,
et.al
3. Ekonomi Teknik oleh Ferianto Raharjo
4. Analisis Ekonomi Teknik oleh Robert J. Kodoatie

REFERENSI
PENGERTIAN EKOTEK (1)
Insinyur mempertemukan dua bidang yang berlawanan, teknik
dan ekonomi. Bidang teknik fokus pada produksi dan
pelayanan berdasarkan hukum-hukum teknis. Sedangkan nilai
kekayaan dari produk dan layanan diukur berdasarkan kreteria
ekonomis.
Gerald J. Thuesen & W.J. Fabrycky
PENGERTIAN EKOTEK (2)
Penentuan kelayakan alternatif
investasi berdasarkan kreteria
ekonomis yang fokus pada aspek
finansial dengan mempertimbangkan
faktor-faktor teknis
(evaluasi investasi proyek)
Eugene L. Grant, et.al
PENGERTIAN DAN RUANG LINGKUP EKONOMI TEKNIK

• EKONOMI TEKNIK ADALAH SUATU TEKNIK ANALISA DALAM PENGAMBILAN


KEPUTUSAN, DIMANA ADA BEBERAPA ALTERNATIF RANCANGAN TEKNIS ATAU
RENCANA INVESTASI YANG SECARA TEKNIS DIANGGAP SAMA-SAMA MEMENUHI
PERSYARATAN, DAN HENDAK DIPILIH SALAH SATUNYA YANG PALING EKONOMIS.

• APABILA HANYA ADA SATU ALTERNATIF RANCANGAN TEKNIS ATAU RENCANA


INVESTASI YANG MEMENUHI PERSYARATAN TEKNIS, MAKA HENDAK DITENTUKAN
APAKAH ALTERNATIF TERSEBUT LAYAK EKONOMIS ATAU TIDAK

• PADA UMUMNYA ALTERNATIF-ALTERNATIF RANCANGAN TEKNIS TERSEBUT


BERJANGKA WAKTU BEBERAPA TAHUN DAN MENYANGKUT BIAYA RELATIF BESAR,
SEHINGGA TIMBUL MASALAH NILAI WAKTU DARI UANG
ASPEK YANG HARUS DI
PENUHI
1.ASPEK TEKNIS
2.ASPEK EKONOMI
Proses Pengambilan Keputusan

• Suatu masalah menjadi kompleks apabila:


• Terdapat banyak faktor yang saling memengaruhi yang
harus dipertimbangkan seperti faktor teknis, faktor ekonomi
dan finansial, faktor sosial budaya, dll.
• Dampak teknis, ekonomi, ataupun sosial yang akan
ditimbulkan dari ketepatan maupun kesalahan keputusan
yang diambil sangat besar.
• Outcome dari keputusan yang diambil sangat tergantung
pada akurasi dari data dan informasi yang digunakan
sebagai dasar dalam proses pengambilan keputusan.
Semakin banyak data dasar yang harus diasumsikan karena
tidak tersedia maka semakin tinggi ketidakpastian
(uncertainty) tercapainya outcome yang dikehendaki dari
keputusan yang diambil.
Proses Pengambilan Keputusan

step rational decision making proses:


1. Mengenal Permasalahan
2. Definisikan Tujuan
3. Kumpulkan Data yang Relevan
4. Identifikasi alternatif yang memungkinkan
(feasible)
5. Seleksi kriteria untuk pertimbangan alternatif
terbaik
6. Modelkan hubungan antara kriteria, data dan
alternatif
7. Prediksi hasil dari semua alternatif
8. Pilih alternatif terbaik
LANGKAH 1 : MEMBUAT ALTERNATIF-ALTERNATIF
Pemilihan keputusan diantara alternatif-
alternatif. Alternatif-alternatif
tersebut perlu diidentifikasi dan kemudian dicari analisi
snya secara berurutan
LANGKAH 2 : FOKUSKAN PADA PERBEDAAN-
PERBEDAAN
Hanya perbedaan yang berarti dari hasil diantara
alternatif-alternatif yang
relevan dengan perbandingan yang harus dipertimbang
kan dalam keputusan itu.
LANGKAH 3 : GUNAKAN SUATU TITIK PANDANG
YANG KONSISTEN
Hasil dari alternatif, aspek ekonomi dan lainnya harus
dikembangkan secara konsisten dari suatu titik pandang
yang ditetapkan.

PRINSIP EKONOMI TEKNIK


LANGKAH 4 : GUNAKAN SATUAN UKURAN UMUM
Menggunakan satuan yang umum dalam menghitun
g hasil untuk mempermudah analisis dan
perbandingan dari alternatif.
LANGKAH 5 : PERTIMBANGKAN SEMUA KRITERIA
YANG RELEVAN
Pemilihan suatu alternatif yang dikehendaki (penga
mbilan keputusan)
memerlukan penggunaan suatu kriteria (atau beber
apa kriteria). Proses
keputusan harus mempertimbangkan baik hasil dala
m satuan moneter dan pernyataan lain.

PRINSIP EKONOMI TEKNIK


LANGKAH 6 : MEMBUAT TEGAS SUATU
KETIDAKPASTIAN
Ketidakpastian berkaitan dengan pemroyeksian (ata
u perkiraan) hasil-
hasil alternatif saat mendatang dan harus dikenal d
alam analisis dan perbandingan mereka
LANGKAH 7 : TINJAU KEMBALI KEPUTUSAN
SAUDARA
Perbaiki hasil keputusan terhadap hasil dari suatu
proses penyesuaian diri (adaptive); terhadap yang
dapat dipraktekkan secara luas, hasil yang
diproyeksikan semula dari alternatif terpilih secara
berturut-turut harus dibandingkan dengan hasil
sebenarnya yang dicapai.

PRINSIP EKONOMI TEKNIK


KONSEP NILAI WAKTU DARI UANG

• NILAI UANG MENGALAMI PERUBAHAN DARI WAKTU KEWAKTU

• Rp 10.000.000 PADA WAKTU SEKARANG TIDAK SAMA DENGAN Rp 10.000.000 PADA


WAKTU 10 TAHUN YANG LALU, DAN TIDAK SAMA PULA DENGAN Rp 10.000.000 PADA
WAKTU YANG AKAN DATANG

• NILAI NOMINALNYA SAMA, SEDANGKAN NILAI EFEKTIPNYA ( KEMAMPUANNYA


UNTUK DITUKAR DENGAN BARANG DAN JASA) TIDAK SAMA,TETAPI BERUBAH-UBAH
SESUAI DENGAN PERJALANAN WAKTU.
PENGERTIAN EKIVALENSI

• SEJUMLAH UANG PADA WAKTU TERTENTU DIKATAKAN EKIVALEN DENGAN


SEJUMLAH UANG YANG LAIN PADA WAKTU YANG LAIN PULA,BILA NILAI
NOMINALNYA BERBEDA, TETAPI NILAI EFEKTIFNYA SAMA

• MISAL: UNTUK HARGA SEBUAH SEDAN BARU, MAKA Rp 5.000.000 PADA TAHUN 1970
EKIVALEN DENGAN Rp.15.000.000 PADA TAHUN 1980, DAN EKIVALEN PULA DENGAN
Rp 50.000.000 PADA 1990.
Biaya ?
• Biaya Historis
• Biaya mendatang (Future Cost)
• Biaya Kesempatan (Opportunity Cost)
• Biaya siklus hidup (penelitian, pengembangan, perancangan,
pembuatan, pengetesan, operasional, perawatan
Biaya ?
• Biaya Modal (Kuiper,1971): jumlah semua
pengeluaran yang dibutuhkan mulai dari
prastudi sampai proyek selesai dibangun.
Biaya modal terdiri dari:
1. Biaya langsung (direct cost)
ex: pembangunan jembatan: biaya
pembebasan tanah, biaya galian dan
timbunan, biaya beton bertulang, biaya
konstruksi baja
Biaya ?
2. Biaya tidak langsung (indirect cost)
 biaya yang tidak diduga dari biaya langsung
(5 %, 10%, 15%, tergantung pada perencana
atau pemilik)
 biaya teknik (engineering cost): biaya
pembuatan desain, studi kelayakan, biaya
pengawasan
Biaya ?
• Biaya tahunan (annual cost)
biaya selama proyek berlangsung, terdiri:
bunga
depresiasi
biaya operasi pemeliharaan
Biaya ?
Biaya tetap (fixed cost)
Biaya yang besarnya tidak dipengaruhi oleh volume produksi
ex: biaya gedung, biaya tanah, biaya mesin, peralatan
Biaya variabel (variable cost)
Biaya yang besarnya tergantung pada volume produksi
ex: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja langsung
1. Biaya Tetap Total (Total
Fixed Cost), Biaya Produksi
TC
TFC = f (Konstan).
2. Biaya Variabel Total TVC
(Total Variabel Cost), TVC
= f (output atau Q).
3. Total Cost (Total Cost),
TFC
TC = TFC + TVC

Q
BUNGA KONVENSIONAL
Definisi :
• Pengembalian modal investasi produktif
• Uang yang dibayarkan untuk penggunaan yang
dipinjam
Suku bunga merupakan rasio antara bunga yang
dibayarkan berbanding total pinjaman

Bunga_ dibayar
Tk _ Bunga 
Total _ Pinjaman
BUNGA KONVENSIONAL (Cont’)

Example
Jika perusahaan meminjam Rp. 60 juta di BCA dan
harus membayar bunga pinjaman Rp. 6 juta
pertahun, maka :

6.000.000
 0.1  10%
60.000.000
BUNGA KONVENSIONAL
(Cont’)
Meskipun bunga sering dibayar lebih dari sekali
dalam setahun, namun umumnya tetap
dinyatakan sebagai tingkat bunga pertahun.
Example
Suku bunga 6 % dapat berarti :
0,5 % perbulan
1,5 % pertriwulan
3 % persemester
6 % pertahun
Bunga Tunggal
Pembayaran kembali suatu pinjaman dengan metode penjumlahan
proporsional terhadap pinjaman sepanjang waktu yang telah
ditentukan (Thuesen, 2001)
Example.
Pokok Pinjaman : Rp. 100.000
Bunga (interest) : 10 %
Maka,

Periode Pokok Bunga Total Bayar


0 100.000 10.000 110.000
1 100.000 10.000 120.000
2 100.000 10.000 130.000
Bunga Majemuk
Suatu pinjaman dibuat untuk beberapa periode bunga, dimana bunga
dihitung dan dibayar untuk periode satu tahun atau pecahannya
(Thuesen, 2001)
Example.
Pokok Pinjaman : Rp. 100.000
Bunga (interest) : 10 %
Maka,

Periode Pokok Bunga Total Bayar


0 100.000 10.000 110.000
1 110.000 11.000 121.000
2 121.000 12.100 133.100
KELEBIHAN & KELEMAHAN
No. URAIAN BUNGA TUNGGAL BUNGA MAJEMUK

1 Kelebihan Jika pembayaran Pokok pinjaman akan


ditunda pada akhir berkurang jika
periode pinjaman, pembayaran lebih
maka secara besar dari bunga
akumulasi lebih
murah
2. Kelemahan Jumlah pokok Jika pembayaran
pinjaman tidak ditunda pada akhir
berkurang walaupun periode pinjaman,
pembayaran lebih maka secara
besar daripada beban akumulasi lebih mahal
BUNGA NOMINAL & EFEKTIF
• Bunga Nominal adalah bunga yang dinyatakan
• Bunga efektif adalah bunga yang berlaku

Seringkali bunga dinyatakan untuk periode tahunan tetapi


dimajemukkan tiap bulannya

Example :
Sebuah bank menyatakan bahwa bunga pinjaman
12 %, namun pada prakteknya bank menerapkan
bunga 1 % perbulan.
Formulasi Bunga Nominal

 r 
Bunga Nominal m
m rr
 m
Dimana,
m : periode pengulangan yang dimajemukkan
r : bunga nominal pertahun
Formulasi Bunga Efektif
l .m
 r
Bunga Efektif (i )  1   1
 m
Dimana,
m : periode pengulangan yang dimajemukkan
r : bunga nominal pertahun
i : bunga efektif
l : panjang interval waktu (dalam tahun)
c=l.m
Formulasi Bunga Efektif (Cont’)

Sebuah bank menyatakan bahwa bunga pinjaman 12 % maka bunga


efektif bila dimajemukkan tiap bulan adalah
1.12
 0.12 
i  1   1  0.1268  12.68%
 12 
12 % adalah bunga nominal dan 12,68 % adalah bunga efektif
Jika l . m = 1, maka
1
 0.12 
i  1   1  0.12  12%
 12 
Semakin sering jumlah pemajemukan maka semakin
besar perbedaan antara tingkat bunga nominal dan efektif
Perhitungan Bagi Hasil Tabungan
Perhitungan Bagi Hasil Tabungan