Anda di halaman 1dari 4

1.

Jelaskan perbedaan batubara dan gambut, lengkapi dengan


gambar gambut dan batubara berdasarkan peringkat.

2. Jelaskan perbedaan proses penggambutan dan pembatubaraan.

3. Tuliskan peringkat batubara dan karakteristik masing-masing


peringkat batubara tersebut.

4. Jelaskan komponen-komponen dalam batubara secara lengkap.

5. Jelaskan pengertian preparasi sampel batubara dan tujuan


preparasi tersebut.

PEMBAHASAN :

 Gambut adalah :

1. batuan sedimen organik yang dapat terbakar,

2. berasal dari tumpukan hancuran atau bagian dari tumbuhan yang


terhumifikasi dalam kondisi tertutup udara (dibawah air),

3. tidak padat,

4. kandungan air > 75 % (berat)

5. kandungan mineral < 50 % dalam kondisi kering.

 Batubara adalah:

1. batuan sedimen (padatan) yang dapat terbakar,

2. berasal dari tumbuhan,

3. berwarna coklat sampai hitam,

4. sejak pengendapannya terkena proses fisika dan kimia,

5. terjadi pengkayaan kandungan karbon.


Tahapan penggambutan

 Tumbuhan yang tumbang atau mati di permukaan tanah pada


umumnya akan mengalami proses pembusukan atau
penghancuran sempurna sehingga setelah beberapa waktu
kemudian tidak terlihat lagi bentuk asalnya.

 Pembusukan atau penghancuran tersebut pada dasarnya


merupakan proses oksidasi yang disebabkan oleh adanya oksigen
atau aktivitas mikroorganisme.

 Jika tumbuhan tumbang di suatu rawa yang dicirikan dengan


kandungan oksigen rendah sehingga hanya bakteri-bakteri
anaerob saja yang dapat melakukan proses dekomposisi yang
kemudian membentuk GAMBUT.

 Daerah ideal pembentukan gambut misalnya delta sungai dan


danau dangkal. Tahap penggambutan disebut juga sebagai
tahapan biokimia.

Tahapan pembatubaraan

 Proses penggambutan akan berhenti karena terjadi penurunan


cepat dasar cekungan. Jika lapisan gambut telah terbentuk,
kemudian ditutupi oleh lapisan sedimen maka tidak ada lagi
bakteri anaerob atau oksigen yang dapat mengoksidasi,
sehingga lapisan gambut akan mengalami tekanan oleh lapisan
sedimen.

 Tekanan terhadap lapisan gambut akan meningkat dengan


bertambah tebalnya lapisan sedimen. Tekanan yang bertambah
besar akan mengakibatkan peningkatan temperatur.
 Selain karena adanya lapisan sedimen, kenaikan temperatur dan
tekanan dapat juga disebabkan oleh aktivitas magma, proses
pembentukan gunung, serta aktivitas-aktivitas tektonik lainnya.

 Peningkatan tekanan dan temperatur pada lapisan gambut akan


mengkonversi GAMBUT menjadi BATUBARA yang dicirikan
oleh: pengurangan kandungan air, pelepasan gas-gas CO2, H2O,
CO dan CH4, peningkatan kepadatan, kekerasan dan nilai kalor.
Tahap ini disebut juga tahapan termodinamika.

Peringkat Batubara

1. Gambut (Peat)

 Ini terjadi pada tahapan permulaan pembentukan batubara.


Gambut terdapat banyak di berbagai tempat (negara) di dunia,
di antaranya terutama terdapat di Indonesia, Irlandia, Kanada,
Finlandia, Rusia, dll.

2. Lignit (Browncoal)

 Ini dihasilkan dari tahapan proses pertama dalam gambut yang


terkubur. Warnanya coklat tua, berserak-serakan dan terdiri
dari material tumbuhan yang telah mati membusuk. Sejumlah
besar endapan brown coal terdapat di Australia, Afrika
Selatan, German, Polandia, USSR, USA dan Indonesia. Lignit
kadang-kadang disebut brown coal, namun sebagian para peneliti
mempertimbangkan bahwa brown coal dan lignit berbeda
sejarah pembentukkannya.
3. Sub-bituminus

 Suatu peralihan perubahan dari lignit ke bituminus. Warnanya


mulai hitam tetapi belum begitu keras. Porositas lebih baik dari
pada lignit, namun tidak sekompak bituminus.

4. Bituminus

 Warnanya hitam dan keras, karenanya disebut hard coal, dapat


berupa steam coal dan coking coal. Tubuh batubara ini
berpenampilan hitam dengan pita-pita mengkilat seperti
keramik. Bituminus mudah retak sepanjang bidang cleavage-nya.

5. Antrasit

 Batubara ini terjadi pada tahap akhir dalam proses


pembatubaraan (coalification). Ini sangat keras, tidak
memperlihatkan pita-pita, dapat pecah menjadi blok-blok kecil
yang mengkilat. Antrasit terdapat dalam jumlah yang terbatas
di beberapa negara.