Anda di halaman 1dari 14

19.

Concrete (Beton)

Beton adalah material teknik yang umum digunakan untuk konstruksi


struktur seperti desain dan konstruksi jembatan, bangunan, dam,
dinding penahan, dudukan mesin/konstruksi baja dan jalan trotoar.

Keuntungan dari beton adalah:


- Fleksibilitas dalam desain karena dapat dicor, ekonomis,tahan lama,
tahan api, mampu dibuat ditempat dan memiliki nilai seni.

Kekurangannya adalah:
- Kekuatan tarik yang rendah, keuletan yang rendah dan beberapa
penyusutan.

Beton adalah komposit material keramik yang terdiri atas material


granular (batuan bulat) kasar (agregat) yang diikat dalam matrik keras
yang terbuat dari pasta semen (the binder) yang biasanya terbuat dari
semen dan air.

YudySuryaIrawan 1 Material Teknik


Beton bervariasi dalam komposisinya yang biasanya memiliki
komposisi % volume sebagai berikut:
7 – 15% semen portland, 14-21% air, ½-8% air, 24-30% agregat
halus dan 31 – 51% agregat kasar.

Gambar 19.1 Penampang melintang dari


beton yang dikeraskan. Semen dan pasta
air secara menyeluruh meliputi setiap
partikel agregat dan mengisi spasi di
antara partikel untuk membuat material
komposit keramik

Dalam beton, pasta semen berfungsi sebagai lem untuk mengikat


partikel agregat bersamaan dalam material komposit.

YudySuryaIrawan 2 Material Teknik


Semen Portland*
(* nama semenanjung kecil di pantai selatan inggris yang batu kapurnya mirip
dengan semen portland)
Bahan dasar dari semen ini adalah:
Batu gamping/kapur (CaO), Silika (SiO2), Alumina (Al2O3), dan Besi Oksida
(Fe2O3).
Komposisi tertentu dari kandungan ini dibuat untuk membuat berbagai macam tipe
semen.
Dalam pembuatannya material dasar dihancurkan, ditampung dan kemudian
dicampur dalam komposisi tertentu.
Campuran ini kemudian diumpankan ke dalam alat pembakar berputar (rotary
kiln) yang mana dipanaskan dari suhu 1400 hingga 1650°°C.
Dalam proses ini campuran diubah secara kimiawi menjadi semen kerak besi
(cement clinker) yang secara berurutan didinginkan dan dihancurkan lembut.
Sejumlah kecil dari gypsum (CaSO4•2H2O) ditambahkan ke dalam semen untuk
mengontrol waktu pengerasan dari beton.

YudySuryaIrawan 3 Material Teknik


Komposisi Kimia dari Semen Portland:
Secara praktis, semen portland memiliki empat komponen utama sebagai berikut:

Jenis-jenis Semen Portland dalam bentuk tipe I hingga V dengan komposisi sebagai
berikut:

YudySuryaIrawan 4 Material Teknik


Jenis-jenis semen Portland:
1. Tipe I adalah semen Portland normal untuk penggunaan umum. Semen ini digunakan
tidak untuk beton yang tidak terkontak dengan serangan sulfat yang tinggi dari tanah atau air
atau dimana tidak ada peningkatan suhu yang tidak dinginkan karena adanya panas yang
disebabkan oleh hidrasi (persenyawaan kimia dengan air) dari semen.
Biasa digunakan untuk jalan trotoar, beton bangunan diperkuat, jembatan, tanki, bak
penampung.
2. Tipe II ini digunakan yang mana serangan Sulfat (SO4) sedang menjadi hal yang penting
seperti pada struktur drainase/aliran air yang mana konsentrasi sulfat dalam air bawah tanah
lebih tinggi dari normal. Biasa digunakan untuk struktur dermaga yang besar, dinding-dinding
penompang yang kuat.
3. Tipe III merupakan semen jenis kekuatan awal yang menunjukkan kekuatan yang tinggi
pada awal periode. Ini digunakan saat bentuk beton dipindah lebih awal untuk suatu struktur
yang harus segera dipakai karena semen ini cepat mengering.
4. Tipe IV adalah semen portland dengan panas hidrasi yang rendah yang digunakan untuk
struktur beton yang banyak seperti pada bendungan dimana panas yang dihasilkan oleh
semen merupakan faktor yang kritis.
5. Tipe V adalah semen tahan sulfat yang digunakan saat beton kontak dengan serangan
sulfat yang berat seperti beton yang kontak dengan tanah dan air bawah tanah yang
memiliki kandungan sulfat tinggi.

YudySuryaIrawan 5 Material Teknik


Pengerasan Semen Portland
Semen portland mengeras karena adanya reaksi hidrasi (hydration).
Reaksi-reaksi ini kompleks dan tidak seluruhnya dapat dimengerti.
Tricalcium silicate (C3S) dan dicalcium silicate (C2S) sekitar 75% dari semen portland
dengan berat dan ketika senyawa ini bereaksi dengan air selama pengerasan semen. Hasil
reaksi utama dari hidrasi adalah tricalcium silicate hydrate.
Material ini dibentuk dalam partikel yang kecil (kurang dari 1 µm) dan gel colloida. Calcium
hydroxide juga diproduksi dengan hidrasi dari C3S dan C2S dan ini merupakan sebuah
material kristal.
Reaksinya adalah sebagai berikut:

C3S berperan dalam penguatan awal semen sekitar 2 hari


C2S berperan dalam penguatan setelah 1 minggu

YudySuryaIrawan 6 Material Teknik


Kekuatan tekan dari campuran semen murni yang dihubungkan dengan waktu pengerasan
(curing time). Dengan catatan: CSH2 adalah sehingkatan dari CaSO4•2H2O.

YudySuryaIrawan 7 Material Teknik


Kekuatan tekan dari beton yang dibuat dengan semen portland berbagai jenis ASTM yang
berbeda sebagai fungsi dari waktu pengerasan (curing time)

YudySuryaIrawan 8 Material Teknik


Reinforced and Prestressed Concrete
(Beton diperkuat dan diprategang)
Mengingat kekuatan tarik dari beton sekitar 10 hingga 15 kali lebih rendah dari kekuatan
tekannya, beton biasa digunakan dalam desain rekayasa yang pada umumnya untuk
bagian tertekan.
Akan tetapi, sesaat bagian beton dikenakan gaya tarik seperti yang terjadi pada sebuah
balok.
Beton biasanya dicor mengandung batang-batang baja penguat seperti pada Gambar
berikut.
Dalam beton diperkuat ini, gaya tarik ditransfer dari beton ke penguatan baja melalui
pengikatan (bonding).
Beton mengandung penguatan baja dalam bentuk batang bulat, kawat, saringan kawat
yang dikenal dengan Reinforced concrete.
Gambar 19.2 Efek berlebihan dari
beban berat pada balok beton yang
dikuatkan. Di sini batang-batang baja
yang sedang menguatkan
ditempatkan dalam bagian tertarik
untuk menyerap tegangan tarik.
YudySuryaIrawan 9 Material Teknik
Prestressed Concrete (Beton diprategang)
Kekuatan tarik dari beton diperkuat dapat lebih jauh diperbaiki dengan memberikan
tegangan tekan dalam beton dengan pretensioning atau postensioning menggunakan
penguat-penguat baja yang disebut dengan tendon (urat).
Tendon dapat berupa batang bulat baja atau kabel.
Keuntungan dari beton prestressed adalah tegangan tekan pada tendon baja harus di atasi
dahulu sebelum beton dikenai tegangan tarik, sehingga kekuatan tariknya menjadi lebih
kuat.

Pretensioned (prestressed)
Di US. kebanyakan beton diperlakukan pretensioned (dipra tarik).
Dalam metode ini, tendon yang biasanya dalam bentuk banyak kawat kabel ditarik di
antara sebuah tendon terpasang tetap dan sebuah dongkrak jack untuk menerapkan
tegangan tarik.

Gambar 19.3 Skema pembuatan


balok beton yang pretensioned.

YudySuryaIrawan 10 Material Teknik


Pretensioned (prestressed)
Setelah itu beton dituangkan di atas tendon yang dalam kondisi tertarik.
Setelah beton mencapai kekuatan yang diinginkan, tekanan dari dongkrak
dihilangkan.
Kawat baja akan cenderung akan memendek secara elastis tetapi tidak
mampu karena kawat ini terikat dengan beton.
Dalam kondisi inilah tegangan tekan bekerja pada beton.

Gambar 19.3 Skema pembuatan


balok beton yang pretensioned.

YudySuryaIrawan 11 Material Teknik


Posttensioned (prestressed) concrete
Seperti ditunjukkan dalam gambar berikut ini

Gambar 19.4 Skema pembuatan


balok beton yang post tensioned

Biasanya pipa penyalur berlubang yang di dalamnya terdapat tendon baja di tempatkan di
dalam beton. Bentuk dan posisinya sebelum dituang beton seperti pada gambar di atas.
Tendon dapat berupa kabel kawat, kumpulan dari kawat yang paralel atau batang bulat baja
padat.
Beton kemudian dituang dan saat memiliki kekuatan yang cukup, setiap tendon dipasang
tetap pada satu ujung beton cor, sedangkan pada ujung yang lain diberikan tegangan tarik
melalui jack sekrup. Saat tekanan jack/dongkrak sekrup cukup tinggi, sebuah fitting digunakan
untuk menggantikan dongkrak sekrup agar tendon tetap mengalami tegangan tarik. Spasi di
antara tendon dan pipa berlubang diisi dengan semen dengan menekannya sebagai pasta pada
ujung satunya di bawah tekanan yang tinggi.
Kondisi ini memperbaiki pula kapasitas tegangan lentur/bending dari balok beton.

YudySuryaIrawan 12 Material Teknik


Terima kasih kepada Para Penulis Buku
yang menjadi acuan mata kuliah ini:

William F. Smith, Foundations of Materials


Science and Engineering, McGraw-Hill
International Editions

YudySuryaIrawan Material Teknik


Thank you for your kind attention
Have a nice learning and day

YudySuryaIrawan Material Teknik