Anda di halaman 1dari 2

PENGURUS PUSAT

IKATAN FISIOTERAPI INDONESIA ( IFI )


The Indonesian Physiotherapy Association
Sekertariat : Jl Raya Serengseng No 8 E, Kembangan, Jakarta Barat 11630
Telp/fax : 021 5847248, Email : pp_ifi@yahoo.co.id, Website : www.ifi.or.id,

No : 161/SUM/PP-IFI/VII/2018 Jakarta, 25 Juli 2018


Perihal : Instruksi Penghentian Pelayanan Fisioterapi
Bagi pasien dengan Jaminan BPJS Kes
Lamp : -

Kepada Yth,
Ketua Penguru Daerah IFI
Ketua Pengurus Cabang IFI
Seluruh Anggota IFI Se-Indonesia
Di-
Tempat

Dengan Hormat,

Teriring do’a Semoga Bapak/Ibu sejawat Fisioterapi yang budiman selalu mendapatkan
limpahan Rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada
masyarakat, bangsa dan negara.
Sehubungan dengan telah terbitnya Peraturan Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan, BPJS
Kesehatan Nomor 05 tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik dalam Program
Jaminan Kesehatan, yang dalam lampiran peraturan tersebut mengatur tindakan Fisioterapi, maka
dengan memperhatikan bahwa:
1. Surat Dirjen BUK Kementrian Kesehatan RI nomor: UK.02.15/I/2857/2015 tentang pelayanan
fisioterapi di fasyankes, yang menyatakan bahwa dengan terbitnya PMK no 65 tahun 2015
tentang standar pelayanan Fisioterapi, maka : (a) bagi rumah sakit yang tidak memiliki dokter
kedokteran fisik dan rehabilitasi medik ( SpKFR ) maka pelayanan fisioterapi dapat dilakukan
melalui rujukan DPJP, (b) bagi rumah sakit yang memiliki dokter kedokteran fisik dan
rehabilitasi medik ( SpKFR ), maka DPJP dapat merujuk langsung ke fisioterapi kasus tertentu,
dan untuk kasus pasien yang mempunyai masalah klinik yang kompleks dokter DPJP merujuk
terlebih dahulu ke SpKFR untuk selanjutnya SpKFR merujuk ke fisioterapi.
2. PMK nomor 65 tahun 2015 tentang standar Pelayanan Fisioterapi pasal 5 butir a; Keputusan
Menteri Kesehatan Nomor 378/Menkes/SK/IV/2008 tentang Pedoman Pelayanan Rehabilitasi
Medik di Rumah Sakit, sepanjang mengatur pelayanan fisioterapi; dicabut dan dinyatakan tidak
berlaku.
3. Peraturan Nomor 05 tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik dalam
Program Jaminan Kesehatan yang didalam lampiran mengatur tindakan fisioterapi tidak sesuai
dengan standar pelayanan fisioterapi, sehingga dapat berakibat pada tidak adanya
perlindungan hukum terhadap fisioterapis yang memberikan pelayanan (UU no 36 tahun 2014,
pasal 57 butir a), Kewajiban untuk memberikan pelayanan sesuai dengan standar profesi
diamanatkan dalam UU no 36 tahun 2009, UU no 36 tahun 2014 dan UU no 44 tahun 2009.
PENGURUS PUSAT
IKATAN FISIOTERAPI INDONESIA ( IFI )
The Indonesian Physiotherapy Association
Sekertariat : Jl Raya Serengseng No 8 E, Kembangan, Jakarta Barat 11630
Telp/fax : 021 5847248, Email : pp_ifi@yahoo.co.id, Website : www.ifi.or.id,

4. Peraturan Nomor 05 tahun 2018 tentang Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik dalam
Program Jaminan Kesehatan tersebut hanya mengakomodir dan membutuhkan peran dokter
SpKFR pada pelayanan Rehabilitasi Medik.
Berdasarkan pertimbangan tersebut diatas Pengurus Pusat Ikatan Fisioterapi
Indonesia (PP-IFI) menginstruksikan:
1. Tidak memberikan pelayanan fisioterapi bagi pasien dengan jaminan BPJS (dengan atau
tanpa dokter SpKFR) sampai batas adanya kejelasan pelayanan fisioterapi dapat diterapkan
sesuai standar profesi dan standar pelayanan fisioterapi.
2. Tetap memberikan pelayan fisioterapi terbaik sesuai standar profesi dan standar
pelayanan fisioterapi bagi pasien yang tanpa jaminan BPJS.
3. Ketua Pengurus Daerah dan Pengurus Cabang IFI untuk melakukan sosialisasi dan
pemantauan serta laporan ke PP-IFI selambat-lambatnya 2 minggu setelah surat ini
dilayangkan. sehubungan implementasi instruksi ini kepada seluruh Fisioterapis di wilayah
masing-masing yang akan menjadi dasar pertimbangan kebijakan PP-IFI di masa yang akan
datang.

Bersama instruksi ini pula, PP IFI menghimbau kepada seluruh Fisioterapis yang menjalankan
praktik fisioterapi di tengah masyarakat, sebagai profesi yang mulia untuk memberikan kesempatan
yang luas kepada masyarakat yang kehilangan akses untuk memperoleh hak-haknya terhadap
pelayanan Fisioterapi sebagai dampak dari terbitnya Peraturan Nomor 05 tahun 2018 tentang
Penjaminan Pelayanan Rehabilitasi Medik dalam Program Jaminan Kesehatan tersebut.
Demikian instruksi ini kami sampaikan sebagai bentuk ikhtiar untuk meningkatkan
profesionalitas dan kualitas pelayanan fisioterapi bagi masyarakat.
Atas Dukungan dan perhatian teman sejawat Fisioterapi terhadap kemajuan profesi Fisioterapi
kami sampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya.

PENGURUS PUSAT
IKATAN FISIOTERAPI INDONESIA

M Ali Imron, SMPh, S Sos, M Fis


Ketua Umum
Tembusan :
1. Menteri Kesehatan RI
2. Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional
3. Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia
4. Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia