Anda di halaman 1dari 2

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Keperawatan ortopedi merupakan salah satu bentuk pelayanan keperawatan

yang dikhususnya pada asuhan keperawatan sistem musculoskeletal. Sebagian besar

kasus muscukuloskeletal yang ditangani adalah kasus fraktur yang disebabkan oleh

trauma atau kecelakaan.

Fraktur adalah patah tulang, biasanya disebabkan oleh trauma atau tenaga

fisik. Kekuatan dan sudut dari tenaga tersebut, keadaan tulang, dan jaringan lunak

sekitar tulang akan menentukan apakah fraktur yang terjadi itu lengkap atau tidak

lengkap. Fraktur lengkap terjadi apabila tulang patah, sedangkan pada fraktur tidak

lengkap tidak melibatkan seluruh ketebalan tulang ( price, Wilson 2005).

Kasus fraktur memerlukan waktu penyembuhan yang cukup lama ( 8 – 12

minggu), karena selain anggota bagian yang fraktur, maka bagian lainpun juga akan

terganggu baik bersifat lokal maupun sistemik, selain itu untuk mengoptimalkan

fungsi tulang dengan adanya pertumbuhan tulang baru yang fisiologis (Teodore

Shrock, 2009). Fraktur klavikula (tulang kolar) merupakan cedera yang sering

terjadi akibat jatuh atau hantaman langsung ke bahu. Lebih dari 80% fraktur ini

terjadi pada sepertiga tengah atau proksimal klavikula.

Maka dalam hal ini kami merasa tertarik untuk menulis asuhan keperawatan

secara profesional kepada klien yang mengalami gangguan sistem Musculoskeletal


2

dengan mengambil judul “Asuhan Keperawatan Pada Tn. K Dengan Gangguan

Sistem Musculoskeletal Akibat Fraktur Clavikula Di Ruang Perawatan CVE Rumah

Sakit Umum Daerah Kota Bogor“.

B. Tujuan Penulisan

1. Tujuan Umum

Mampu memberikan asuhan keperawatan secara komprehensif yang

meliputi aspek bio-psiko-sosial dan spiritual dengan ilmu dan kiat keperawatan

pada klien dengan gangguan sistem musculoskeletal akibat fraktur clavikula.

2. Tujuan Khusus

a. Mampu melaksanakan pengkajian pada klien fraktur.

b. Mampu menentukan masalah-masalah keperawatan yang ditemukan pada

klien fraktur.

c. Mampu menyusun rencana keperawatan yang telah ditetapkan.

d. Mampu melaksanakan tindakan keperawatan sesuai perencanaan yang

ditetapkan.

e. Mampu mengevaluasi atau mengukur keberhasilan dari setiap tindakan

yang telah dilaksanakan.

f. Mampu mendokumentasikan hasil asuhan keperawatan