Anda di halaman 1dari 33

PERUMUSAN KARAKTER SEDIAAN

1. Nama Mahasiswa : Kelompok 10


2. No. Produk :
3. Nama Produk : Emulsi Castor Oil
4. Jenis Sediaan : Emulsi
Syarat Sediaan Jadi
No. Parameter Satuan Spesifikasi Sediaan Yang Akan Dibuat Syarat Farmakope Syarat Lain
1. Kadar bahan aktif % 30 % 30 %
2. Pemerian Sesuai Farmakope III
Warna Kuning Pucat
Bau Lemah
Rasa Manis pedas
Bentuk Cairan kental jernih
3. Stabilitas Stabil dan tidak berubah tengik kecuali
mengalami panas yang berlebihan
4. Kelarutan - Larut dalam 2,5 bagian etanol 90%
- Mudah larut dalam etanol mutlak P dan
asam asetat glasial P.
Warna produk, tanggal kadaluarsa, kocok
5. Penandaan
dahulu
Kekentalan
6. Viskositas
5
7. pH
Botol Warna Coklat
8. Wadah
FORMULIR PEMECAHAN MASALAH

Alternatif Pemecahan Masalah


No. Rumusan Masalah Keputusan
Komponen Proses Pengawasan Mutu
1. Bentuk sediaan yang akan • Larutan • Emulsi Karena bahan aktif tidak
dibuat • Suspensi dapat larut dalam air
• Emulsi
2. Pembawa yang akan • Aquadest • Aquadest Karena pelarut cocok
digunakan • Minyak untuk pembuatan emulsi
3. Tegangan Permukaan • Gom Arab • Gom Arab Untuk memperkecil
• Surfaktan tegangan permukaan
4. Metode Pembuatan • Sterilisasi Akhir • Sterilisasi Akhir Agar tidak ada
• Aseptik • Aseptik mikroorganisme dalam
• Uap air mengalir sediaan emulsi tersebut
5. Oleum Ricini (mudah • Dilakukan pengujian • Ditambahkan Agar tidak teroksidasi
teroksidasi) • Dialiri N2 antioksidan (BHT) dengan adanya O2
• Ditambahkan antioksidan
6. Rute pemberian obat • Intravena • Oral Agar mudah diberkan
• Oral kepada pasien, dalam
• Intramuskular bentuk minyak dalam air
7. Bahan aktif harus • Botol coklat • Botol coklat Karena cahaya tidak akan
terlindungi cahaya • Botol bening tembus langsung
kedalam botol coklat.
8. Warna sediaan kurang • Sunset Yellow • Sunset Yellow Agar warna sediaan lebih
menarik • Essense menarik
9. Mikroorganisme mudah • Methyl Parabean • Methyl Parabean Agar dalam sediaan tidak
berkembangbiak • Propil Parabean • Propil Parabean terjadi pertumbuhan
• Na Benzoat mikroorganisme
10. Rasa sediaan yang tidak • Penambahan pemanis • Sirupus simplex Agar dapat menutup rasa
enak minyak yang tidak enak
11. Terjadinya pengkristalan • Penambahan
KOMPONEN UMUM SEDIAAN

No. Nama Bahan Fungsi (UntukFarmakologis / Pemakaian Lazim % Penimbangan Bahan


Unit Batch
Farmasetik)
1. Oleum Ricini Bahan aktif 30 % 41,25 gram 123,75 gram
2. PGA (Gom Arab) Emulgator 15 % 20,625 gram 61,875 gram
3. Metil Paraben Pengawet 0,18 % 0,2475 gram 0,7425 gram
4. Propil Paraben Pengawet 0,02 % 0,0275 gram 0,0825 gram
5. Butyl Hidroxytoluene Antioksidan 0,01 % 0,0137 gram 0,0411 gram
6. Sunset Yellow Pewarna q.s q.s q.s
7. Oleum Citrus Pengaroma 10 tetes 10 tetes 30 ml
8. Sirupus Simplex Pemanis 30 % 41,25 gram 123,75 tetes
9. Sorbitol Caplocking agent 15 % 20,625 gram 61,875 gram
10. Aquadest Pelarut dan pembawa Ad 100 % Ad 137,5 ml Ad 412,5 ml
I. R / Oleum Ricini
PGA (Gom Arab) 15 %
Metil Paraben 0,18 %
Propil Paraben 0,02 %
Butyl Hidroxytoluene 0,01 %
Sunset Yellow q.s
Oleum Citrus 10 tetes
Sirupus Simplex 30 %
Sorbitol 15 %
Aquadest ad 100 %

II. Penimbangan bahan


• Jumlah sediaan per unit : 125 ml / botol
• Jumlah batch : 3 botol
• Penimbangan dilebihkan 10% maka :

• Perhitungan Bahan :
a. Oleum Ricini
b. PGA

c. Metil Paraben

d. Propil Paraben

e. BHT

f. Sirupus simplex

g. Sorbitol
DATA PRAFORMULASI BAHAN AKTIF
Nama Bahan Aktif : Oleum Ricini (Castor Oil)

No. Parameter Data


Warna : Kuning pucat, atau hampir tidak berwarna
Bau : Lemah, bebas dari bau asing dan tengik
1. Pemerian
Rasa : Khas
Bentuk : Cairan Kental, transparant
Larut dalam 2,5 bagian etanol 90%
2. Kelarutan
Mudah larut dalam etanol mutlak P dan asam asetat glasial P.
3. pH
4. OTT Agen oksidasi kuat
Filtrasi
5. Cara Sterilisasi
Autoclaf
6. Indikasi Laksatif (Pencahar)
7. Dosis Lazim 5 – 12,5 %
Penggunaan Lazim / Cara
8. Oral
Pemakaian
9. Sediaan lazim dan kadar 5 – 12,5 %
10. Wadah penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat dan hindarkan dari panas berlebihan
DATA PRAFORMULASI BAHAN TAMBAHAN
Nama Bahan Tambahan : Propil Paraben / Nipasol

No. Parameter Data


Bentuk : Serbuk, hablur kecil
1. Pemerian
Warna : Tidak berwarna
Sangat sukar larut dalam air, sukar larut dalam air mendidih, mudah larut dalam etanol dan
2. Kelarutan
dalam eter.
3. pH 4-8
4. OTT Magnesium aluminium, Magnesium trisiklat
5. Cara Sterilisasi Autoklaf
6. Indikasi Antibakteri, pengawet pada kosmetik dan makanan
7. Dosis Lazim 0,01 – 0,6
Penggunaan Lazim / Cara
8. Oral dan Topikal
Pemakaian
9. Sediaan lazim dan kadar 0,01 – 0,6
10. Wadah penyimpanan Dalam wadah tertutup
DATA PRAFORMULASI BAHAN TAMBAHAN
Nama Bahan Tambahan : Propil Paraben / Nipasol

No. Parameter Data


Bentuk : Hablur kecil
Warna : Tidak berwarna
1. Pemerian
Bau : Tidak berbau atau berbau khas lemah
Rasa : Sedikit rasa terbakar
Sangat sukar larut dalam air dalam benzen dan dalam karbon tetraklorida; mudah larut
2. Kelarutan
dalam etanol dan dalam eter.
3. pH 6-9
4. OTT Magnesium, Tragakan, Sorbitol
5. Cara Sterilisasi Autoklaf
6. Indikasi Pengawet
7. Dosis Lazim 0,02 – 0,3
Penggunaan Lazim / Cara
8. Oral dan Topikal
Pemakaian
9. Sediaan lazim dan kadar 0,02 – 0,3
10. Wadah penyimpanan Dalam wadah tertutup baik
DATA PRAFORMULASI BAHAN TAMBAHAN
Nama Bahan Tambahan : PGA

No. Parameter Data


Bentuk : Bulat atau bulat telur
Warna : Putih sampai putih kekuningan
1. Pemerian
Bau : Hampir tidak berbau
Rasa : Tawar
2. Kelarutan Mudah larut dalam air, menghasilkan larutan yang kental.
3. pH
4. OTT Alkohol, Adrenaline, Amydopirin, Apomorphine, dll.
5. Cara Sterilisasi Autoklaf
6. Indikasi Emulgator
7. Dosis Lazim 10 – 20 %
Penggunaan Lazim / Cara
8. Oral
Pemakaian
9. Sediaan lazim dan kadar 10 – 20 %
10. Wadah penyimpanan Dalam wadah tertutup baik
DATA PRAFORMULASI BAHAN TAMBAHAN
Nama Bahan Tambahan : Buthyl Hydroxytoluene

No. Parameter Data


Bentuk : Serbuk atau zat padat kristalin
1. Pemerian Warna : Kuning pucat atau putih
Bau : Khas lemah
Tidak mudah larut dalam : air propilenglikol, larutan alkali hidroksi dan cairan asam
2. Kelarutan mineral encer.
Larut dalam : aseton, benzen, etanol (95%), eter, metanol.
3. pH
4. OTT Fenol, Zat pengoksidasi kuat seperti peroksidadan permanganat.
5. Cara Sterilisasi
6. Indikasi Antioksidan pada kosmetik, makanan dan obat.
7. Dosis Lazim 0,0075 – 0,1
Penggunaan Lazim / Cara
8. Oral, Topikal
Pemakaian
9. Sediaan lazim dan kadar 0,0075 – 0,1
10. Wadah penyimpanan Wadah tertutup kedap
DATA PRAFORMULASI BAHAN TAMBAHAN
Nama Bahan Tambahan : Oleum Citrus

No. Parameter Data


Bentuk : Cairan
Warna : Kuning pucat
1. Pemerian
Bau : Khas
Rasa : Pedas dan agak pahit
2. Kelarutan Larut dalam 12 bagian volume etanol (90%)
3. pH -
4. OTT -
5. Cara Sterilisasi -
6. Indikasi Zat Tambahan, pengaroma
7. Dosis Lazim 3 – 5,5 %
Penggunaan Lazim / Cara
8. Oral
Pemakaian
9. Sediaan lazim dan kadar 3 – 5,5 %
10. Wadah penyimpanan Wadah tertutup kedap
DATA PRAFORMULASI BAHAN TAMBAHAN
Nama Bahan Tambahan : Sunset Yellow

No. Parameter Data


Bentuk : Serbuk
1. Pemerian
Warna : Oranye
2. Kelarutan Larut dalam 8 bagian air dan sedikit larut dalam alkohol.
3. pH -
4. OTT Asam sitrat, sakarum, sodium bikarbonat, asam askorbat
5. Cara Sterilisasi -
6. Indikasi Pewarna kuning
7. Dosis Lazim -
Penggunaan Lazim / Cara
8. Oral
Pemakaian
9. Sediaan lazim dan kadar -
10. Wadah penyimpanan Wadah tertutup baik
DATA PRAFORMULASI BAHAN TAMBAHAN
Nama Bahan Tambahan : Aquadest

No. Parameter Data


Bentuk : Cairan jernih
Warna : Tidak berwarna
1. Pemerian
Bau : Tidak berbau
Rasa : Tidak berasa
2. Kelarutan Sangat mudah larut dengan sebagian pelarut polar
3. pH 5,0 – 7,0
Logam alkali, Kalsium oksida, Magnesium oksida, garam anhidrat, bahan organik tertentu
4. OTT
dan Kalsium karbide
5. Cara Sterilisasi Autoklaf, filter membran
6. Indikasi Pelarut dalam sediaan obat
7. Dosis Lazim -
Penggunaan Lazim / Cara
8. -
Pemakaian
9. Sediaan lazim dan kadar -
Wadah dosis tunggal dari kaca / plastik, tidak lebih besar dari 1 liter, wadah kaca sebaiknya
10. Wadah penyimpanan dari kaca tipe I dan tipe II.
Wadah tertutup rapat, sejuk dan kering.
DATA PRAFORMULASI BAHAN TAMBAHAN
Nama Bahan Tambahan : Sirup Simpleks

No. Parameter Data


Bentuk : Cairan
Warna : Tidak berwarna
1. Pemerian
Bau : Tidak berbau
Rasa : Manis
2. Kelarutan Larut air
3. pH -
4. OTT Dengan senyawa bentonite, Mg Silikat, Talk, Sorbitol, Atropin
5. Cara Sterilisasi -
6. Indikasi Zat Tambahan, Pemanis
7. Dosis Lazim -
Penggunaan Lazim / Cara
8. Oral
Pemakaian
9. Sediaan lazim dan kadar -
10. Wadah penyimpanan Wadah tertutup rapat ditempat sejuk
DATA PRAFORMULASI BAHAN TAMBAHAN
Nama Bahan Tambahan : Sorbitol

No. Parameter Data


Bentuk : Serbuk butiran atau kepingan
1. Pemerian Warna : Putih
Rasa : Manis
Sangat mudah larut dalam air, sukar larut dalam etanol, dalam methanol Pdan dalam asam
2. Kelarutan
asetat P.
3. pH 4,5 – 7
4. OTT Dengan senyawa bentonite, Mg Silikat, Talk, Sorbitol, Atropin
5. Cara Sterilisasi -
6. Indikasi Pemanis
7. Dosis Lazim
Penggunaan Lazim / Cara
8.
Pemakaian
9. Sediaan lazim dan kadar
10. Wadah penyimpanan Wadah tertutup rapat ditempat sejuk
PENGAWASAN MUTU SEDIAAN
A. In Process Control
No. Parameter yang diuji Satuan Cara Pemeriksaan
1. Uji Organoleptis Ambil sampel secukupnya, lakukan pengamatan
visualisasi untuk mengetahui ada tidaknya
pengotor.
2. Penetapan pH 1. Pemeriksaan pH dengan menggunakan kertas
indikator yang dicelupkan ke dalam larutan
obat.
2. Bandingkan dengan pH yang diinginkan.
3. Uji Homogenitas
B. End Process Control
No. Parameter yang diuji Satuan Cara Pemeriksaan
1. Uji Kebocoran wadah Letakkan botol didalam zat warna (biru metil 0,5
%) dalam ruangan vakum
2. Uji Organoleptis Ambil sampel secukupnya, lakukan pengamatan
visualisasi untuk mengetahui ada tidaknya
pengotor.
3. Viskositas 1. Disiapkan viskometer, dipasangkan spindel 01
pada viskometer.
2. Dimasukkan larutan uji ke dalam cup secara
tegak lurus sampai tanda batas.
3. Hidupkan viskometer, diamati jarum petunjuk,
catat angka yang ditunjukkan.
4. Volume terpindahkan Mengidentifikasi volume setiap sediaan dengan
menggunakan gelas ukur
5. Uji berat jenis sediaan Menentukan bobot jenis sediaan
PROSEDUR TETAP PEMBUATAN SEDIAAN EMULSI

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
Penanggung Jawab PROSEDUR TETAP
I. PERSIAPAN
1. Persiapkan alat-alat yang akan digunakan, bersihkan terlebih dahulu alat yang akan digunakan
seperti mortir, alu, cawan, kaca arloji dll.
2. Praktikan menyiapkan lembar IK (Instruksi Kerja) pembuatan sediaan
3. Praktikan mulai melakukan kegiatan sesuai dengan IK.

II. KEGIATAN PRODUKSI


1. Penimbangan bahan dan beri label.
2. Penghalusan bahan aktif / bahan tambahan jika diperlukan.
3. Masukkan bahan aktif kedalam lumpang, tambahkan emulgator, gerus, tambahkan aquadest sedikit
demi sedikit sambil terus diaduk ad corpus emulsi. Tambahkan bahan tambahan lainnya, gerus
aduk homogen, tambahkan sisa aquadest, aduk ad homogen.
4. Masukkan ke dalam wadah.
5. Beri etiket, brosur, kemasan.
PROSEDUR TETAP PEMBUATAN SEDIAAN EMULSI

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
Penanggung Jawab PROSEDUR TETAP
III. PERSIAPAN
4. Persiapkan alat-alat yang akan digunakan, bersihkan terlebih dahulu alat yang akan digunakan
seperti mortir, alu, cawan, kaca arloji dll.
5. Praktikan menyiapkan lembar IK (Instruksi Kerja) pembuatan sediaan

IV. KEGIATAN PRODUKSI


6. PGA ditimbang 1,5 g. Kemudian dimasukkan ke mortir dan digerus hingga homogen.
7. Ditambahkan aquadest sebanyak 4 ml lalu ditambahkan sekaligus, kemudian diaduk cepat.
8. Oleum ricini ditimbang sebanyak 30 g, kemudian dimasukkan ke mortir.
9. BHT ditimbang sebanyak 0,8 g, kemudian dimasukkan ke mortir dan digerus dengan oleum ricini
hingga BHT larut. Tambahkan sirupus simplex dan sorbitol hingga homogen.
10. Ditambahkan propil paraben dan metil paraben ke dalam sediaan, lalu di gerus hingga homogen,
tambahkan sunset yellow secukupnya sampai mendapatkan warna kuning yang stabil.
11. Sisa aquadest ditambahkan kedalam botol hingga tanda batas 100 ml, campur dikocok hingga
homogen, tambahkan oleum citrus 10 tetes.
12. Beri etiket dan label “kocok dahulu”.
INTRUKSI KERJA
PENIMBANGAN BAHAN

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
INSTRUKSI KERJA Operator SPV
1. Tujuan : Untuk membuat emulsi yang baik dengan
komposisi yang tepat
2. Bahan :
- Oleum ricini - BHT
- PGA - Aquadest
- Metil paraben - Propil Paraben
3. Alat :
- Timbangan - Cawan
- Kertas perkamen - Sendok tanduk
4. Prosedur :
INTRUKSI KERJA
Penghalusan Bahan Aktif / Tambahan

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
INSTRUKSI KERJA Operator SPV
1. Tujuan : Untuk membuat emulsi yang baik

2. Bahan :
- PGA

3. Alat :
- Mortir
- Stamper

4. Prosedur :
- Masukkan PGA ke dalam mortir atau lumpang
- Gerus sedikit ad halus dan homogen.
INTRUKSI KERJA
Pembuatan Corpus Emulsi

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
INSTRUKSI KERJA Operator SPV
1. Tujuan : Untuk membuat emulsi yang baik dan
memenuhi syarat
2. Bahan :
- Oleum ricini
- PGA
- Aquadest
3. Alat :
- Mortir
- Stamper
4. Prosedur :
- Masukkan Ol. Ricini ke dalam mortir
- Gerus kuat ad homogen
- Masukkan aquadest sebanyak 1,5 x bobot PGA
(sekitar 93 ml), masukkan sedikit demi sedikit
sambil terus digerus
- Gerus kuat ad corpus emulsi.
INTRUKSI KERJA
Pencampuran Bahan

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
INSTRUKSI KERJA Operator SPV
1. Tujuan : Untuk membuat emulsi yang baik dan
memenuhi syarat

2. Bahan :
- Metil Paraben - Propil paraben
- BHT - Ol. Citrus
- Sirup Simplex - Sorbitol
- Essens

3. Alat :
- Mortir
- Stamper

4. Prosedur :
- Masukkan Metil Paraben dan propil paraben ke
dalam mortir, gerus ad homogen
- Masukkan BHT, gerus ad homogen
- Masukkan ol. Ricini dan essens, gerus ad
homogen
- Masukkan Sirup simplex perlahan-lahan gerus ad
homogen
- Masukkan sorbitol, perlahan-lahan atau sedikit
demi sedikit, gerus ad homogen
- Tambahkan sisa aquadest, sedikit demi sedikit.
Gerus ad homogen.
INTRUKSI KERJA
Pengisian Kedalam Wadah

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
INSTRUKSI KERJA Operator SPV
1. Tujuan : Untuk membuat emulsi yang baik dan stabil

2. Bahan :
- Sediaan Emulsi

3. Alat :
- Wadah botol coklat

4. Prosedur :
- Tera botol 125 ml
- Masukkan emulsi ke dalam wadah, ad 125 ml
- Tutup botol
- Beri etiket, brosur dan kemasan.
INTRUKSI KERJA
UJI ORGANOLEPTIS

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
INSTRUKSI KERJA Operator SPV
1. Tujuan : Untuk mengetahui bentuk, bau dan warna dari
sediaan.

2. Bahan : Sediaan emulsi oleum ricini.

3. Alat :

4. Prosedur :
1. Ambil sampel secukupnya
2. Lakukan pengamatan
- Bentuk : Cairan Kental
- Bau : Lemah
- Warna : Putih
- Rasa : Manis
INTRUKSI KERJA
UJI PH

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
INSTRUKSI KERJA Operator SPV
1. Tujuan : Untuk mengetahui pH sediaan
2. Bahan : Sediaan emulsi oleum ricini
3. Alat :
- pH meter
- beker gelas
4. Prosedur :
a. Siapkan alat dan bahan
b. Tuang sediaan ke dalam beker glass
c. Celupkan kertas pH meter
d. Amati hasil pengukuran pH dan catat
e. Bandingkan dengan pH yang diinginkan.
Hasil :
pH = 5,5
INTRUKSI KERJA
UJI VOLUME TERPINDAHKAN

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
INSTRUKSI KERJA Operator SPV
1. Tujuan : Untuk mengetahui dan memastikan bahwa
volume terpindahkan dari emulsi sama dengan
volume yang sudah tertera di etiket pada saat
dipindahkan ke wadah lain.
2. Bahan : Sediaan emulsi oleum ricini.
3. Alat :
- Gelas ukur.
4. Prosedur :
a. Siapkan alat dan bahan
b. Sediaan dimasukkan ke gelas ukur
c. Amati volume terpindahkannya.
Hasil pengamatan :

Volume Sediaan Hasil Pengamatan


137,5 ml 110 ml
INTRUKSI KERJA
UJI VISKOSITAS

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
INSTRUKSI KERJA Operator SPV
1. Tujuan : Untuk mengetahui konsistensi dan kestabilan
sediaan

2. Bahan : Sediaan emulsi oleum ricini.

3. Alat :
- Viskometer

4. Prosedur :
a. Siapkan alat dan bahan
b. Dipasang Spindel ol pada viskometer
c. Dimasukkan larutan uji kedalam cup yang
disediakan arahkan spindel secara tegak lurus,
sampai tanda batas.
d. Dihidupkan viskometer
e. Diamati jarum petunjuk, catat angka yang
ditunjukkan.
f. Untuk menghitung viskositas, maka pembacaan
skala dikalikan satuan faktor yang terdapat pada
alat viskometer dengan mengubah rpm, maka akan
didapat viskositas pada berbagai rpm.

Hasil Evaluasi Viskositas

Jam Spindel Rpm Skala Faktor Viskositas (cp)


1 61 3 45 200 9000
24 62 3 15 1000 15000
48 62 3 15 1000 15000
96 62 3 3 1000 3000
INTRUKSI KERJA
UJI VOLUME SEDIMENTASI

Disusun Oleh: Diperiksa Oleh : Disetujui Oleh : Hal……..dari hal………


Tgl: Tgl: Tgl : No : / /
INSTRUKSI KERJA Operator SPV
1. Tujuan : Untuk mengetahui rasio dari volume
sedimentasi akhir dengan volume awal.

2. Bahan : Sediaan emulsi oleum ricini.

3. Alat :
- Gelas ukur.

4. Prosedur :
a. Ambil 1 botol sediaan emulsi
b. Tuang ke dalam gelas ukur
c. Amati volume awal sediaan dengan pembacaan
skala milimeter block. Setelah didiamkan beberapa
hari diamati volume akhir dengan terjadinya
sedimentasi terhadap volume yang ukur.
d. Catat volume sedimentasi pada waktu tertentu.

Volume Sedimentasi (F)


Jam Vo (mm) Va (mm) F
1 62 1
24 62 51 0,82
48 36 0,58
96 31 0,5