Anda di halaman 1dari 47

LAPORAN LATIHAN KERJA PEMINATAN (LKP)

ANALISIS RENDAHNYA CAKUPAN PHBS DENGAN INTERVENSI


PEMBINAAN MASYARAKAT, PENYULUHAN, PEMBERDAYAAN KADER
KESEHATAN LINGKUNGAN DI PUSKESMAS PANCUR BATU
KECAMATAN PANCUR BATU KABUPATEN DELI SERDANG
TAHUN 2017

OLEH:

SARDEWI
NIM : 1604043

PROGRAM STUDI S-1 KESEHATAN MASYARAKAT


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SUMATERA UTARA
MEDAN
2018

0
BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Pembangunan kesehatan mempunyai visi “Indonesia sehat“, diantaranya

dilaksanakan melalui pelayanan kesehatan oleh puskesmas dan rumah sakit. Selama

ini pemerintah telah membangun puskesmas dan jaringannya di seluruh Indonesia

rata-rata setiap kecamatan mempunyai 2 puskesmas, setiap 3 desa mempunyai 1

puskesmas pembantu. Puskesmas telah melaksanakan kegiatan dengan hasil yang

nyata, status kesehatan masyarakat makin meningkat, ditandai dengan makin

menurunnya angka kematian bayi, ibu, makin meningkatnya status gizi masyarakat

dan umur harapan hidup. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah

meningkatkan kesadaran, kemaun dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar

terwurudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Keberhasilan pembangunan

kesehatan berperan penting dalam meningkatkan mutu dan daya sajng manusia

masyarakat Indonesia yang berkualitas. Pentingnya kesehatan, sebagai salah satu

aspek kehidupan dari masyarakat yang berkualitas.

Terkait dengan pemberdayaan manusia yang berkualitas, Sekolah Tinggi Ilmu

Kesehatan Sumatera Utara adalah sebagai salah satu institusi pendidikan dalam

bidang ilmu kesehatan masyarakat yang menghasilkan sumber daya manusia yang

berkualitas yang siap dan mampu mengembangkan ilmunya untuk generasi

mendatang. Dalam Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat ini menerapkan satu

kegiatan Latihan Kerja Peminatan (LKP).

1
Puskesmas adalah unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota

yang bertanggung jawab menyelenggarakan pembangunan kesehatan di satu atau

sebagian wilayah kecamatan. Puskesmas berperan di dalam menyelenggarakan

pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat dengan melakukan berbagai

upaya untuk memenuhi segala harapan, keinginan, dan kebutuhan serta mampu

memberikan kepuasan bagi masyarakat.

Puskesmas sebagai upaya pelayanan kesehatan strata pertama meliputi

pelayanan kesehatan perorangan dan pelayanan kesehatan masyarakat dan kegiatan

yang dilakukan puskesmas, selain dari intern sendiri tetapi juga perlu peran serta

masyarakat dalam pengembangan kesehatan terutama di lingkungan masyarakat yang

sangat mendasar, sehingga pelayanan kesehatan dapat lebih berkembang.

Kesehatan masyarakat secara aktif harus mampu memberikan pelayanan

kesehatan meliputi promotif dan preventif secara berkesinambungan tanpa

mengabaikan pelayanan kesehatan kuratif dan rehabilitatif secara menyeluruh dan

terpadu yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok khusus dan masyarakat

sebagai kesatuan yang utuh, melalui proses Latihan Kerja Peminatan untuk

meningkatkan fungsi kehidupan manusia secara optimal, sehingga mandiri dalam

pencapaian upaya kesehatan.

Mahasiswa STIKes Sumatera Utara diwajibkan mengikuti Latihan Kerja

Peminatan (LKP) di Puskesmas sebagai salah satu dalam menyelesaikan Program

Studi Kesehatan Masyarakat. LKP adalah proses belajar kerja agar mahasiswa

STIKes Sumatera Utara dapat meningkatkan kemampuan profesional dan

2
keterampilan teknis dengan cara melibatkan diri dalam pekerjaan pada suatu institusi-

organisasi sesuai pemintannya. LKP merupakan perpaduana antara teori yang telah

diperoleh melalui bangku kuliah selama ini, kemudian akan diterapkan atau dapat

diaplikasikan dalam kegiatan di lapangan. Dengan demikian, LKP ini diharapkan

mahasiswa dapat mengenal serta menganalisis berbagai masalah kesehatan yang

dihadapi instansi khususnya puskesmas.

Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang

mempunyai tanggung jawab melaksanakan pembinaan dan pelayanan kesehatan

lingkungan kepada masyarakat. Program kesehatan lingkungan (kesling) merupakan

upaya preventif untuk meningkatkan kualitas kesehatan lingkungan, sehingga

bermanfaat untuk meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan manusia.

Sebagaimana diketahui bahwa peminatan Kesehatan Lingkungan merupakan

salah satu peminatan yang mengarah ke kesehatan masyarakat yang mendalami

berbagai penyakit berbasis lingkungan serta alternatif pencegahan. Salah satu

kompetensi yang harus diteliti peminatan kesehatan lingkungan adalah mampu dan

mandiri dalam mencari dan menyajikan alternatif pemecahan masalah kesehatan

masyarakat secara terpadu dan multidispiliner serta mampu melakukan pengelolaan

berbagai program kesehatan lingkungan.

3
1.2 Tujuan LKP

1.2.1 Tujuan Umum


Untuk memperoleh wawasan, pemahaman dan keterampilan profesional

dalam kompetensi di bidang kesehatan dan mampu merencanakan program sebagai

upaya pemecahan masalah yang diperlukan bagi seorang Sarjana Kesehatan

Masyarakat (SKM).

1.2.2 Tujuan Khusus


Adapun tujuan khusus dalam pengkajian LKP di Puskesmas Pancur Batu

Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang adalah:


1. Untuk menganalisis program pelayanan kesehatan di Puskesmas Pancur Batu

Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.


2. Untuk menganalisis situasi umum di Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur

Batu Kabupaten Deli Serdang.


3. Untuk menganalisis struktur organisasi di Puskesmas Pancur Batu Kecamatan

Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.


4. Untuk menganalisis proses pengambilan kebijakan/keputusan dan gaya

kepemimpinan di Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu Kabupaten

Deli Serdang.
5. Untuk menganalisis sumber daya manusia di Puskesmas Pancur Batu Kecamatan

Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.


6. Untuk menganalisis financial di Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu

Kabupaten Deli Serdang.


7. Untuk mendeskripsikan permasalahan di Puskesmas Pancur Batu Kecamatan

Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.


8. Untuk membuat rencana program di Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur

Batu Kabupaten Deli Serdang.

1.3. Manfaat LKP

4
Manfaat dari Latihan Kerja Peminatan (LPK) ini adalah:

1. Mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh selama

perkuliahan sesuai dengan kondisi yang nyata di instansi kerja.

2. Mahasiswa mengetahui profil Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu

Kabupaten Deli Serdang.

3. Mahasiswa meningkatkan pengalaman dalam bersosialisasi dengan masyarakat

melalui kegiatan-kegiatan puskesmas seperti: posyandu, pelatihan kader,

penyuluhan kesehatan dan kegiatannya.

BAB II
JENIS DAN PROSES KEGIATAN LKP

2.1 Jenis Kegiatan LKP

Kegiatan LKP (Latihan Kerja Peminatan) merupakan wadah perwujudan ilmu

dan keterampilan yang diperoleh dari perkuliahan sebagai proses belajar bagi

mahasiswa calon Sarjana Kesehatan Masyarakat yang profesional dan keterampilan

teknis dengan cara melibatkan mahasiswa dalam pekerjaan pada instansi yang telah

5
ditentukan dan sesuai dengan jenis peminatan. Kegiatan LKP ini mahasiswa

ditempatkan di daerah tempat tugas masing-masing.

Analisis yang dilakukan pada pengkajian LKP ini adalah:

1. Analisis situasi umum

Analisis ini menjelaskan gambaran karakteristik Puskesmas Pancur Batu

Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang terdiri dari jumlah penduduk,

geogrrafi, demografi, dan pelayanan dari sektor lain. Analisis ini juga

menjelaskan situasi lingkungan, struktur organisasi, pengambilan keputusan,

sumber daya manusia, dan finansial yang digunakan dalam melaksanakan

program pelayanan kesehatan. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 16 April

s/d 2 Mei 2018.

2. Analisis program Pelayanan Kesehatan

Analisis ini menjelaskan program pelayanan kesehatan pelayanan yang telah

dilakukan oleh Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli

Serdang meliputi upaya meningkatkan gizi keluarga, promosi kesehata,

pencegahan dan pemberantasan penyakit menular, kesehatan lingkungan dan

pengobatan dasar. Berdasarkan program tersebut dapat diketahui program

kesehatan pelayanan mana yang belum mencapai target dijadikan sebagai

prioritas masalah dan dipilih 1 program yang akan diintervensi sebagai hasil dari

pengkajian LKP ini. Kegiatan ini dilaksanakan mulai tanggal 10 s/d 13 April

2018.

6
Sebelum melakukan kegiatan LKP, mahasiswa terlebih dahulu mendapatkan

pembekalan dari instansi pendidikan STIKes Sumatera Utara oleh dosen Pembimbing

pada tanggal 7 April 2018, serta LKP dimulai tanggal 8 April sampai dengan 12 Mei

2018 sesuai dengan izin yang didapat dari STIKes Sumatera Utara.

2.1.1 Data Primer

Kegiatan ini di lakukan dengan melakukan wawancara dan observasi untuk

mengumpulkan semua data-data yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan

tanggung jawab puskesmas dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada

masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu

Kabupaten Deli Serdang.

2.1.2 Observasi Lapangan

Kegiatan observasi lapangan dilakukan untuk melihat bagaimana gambaran

situasi dan kondisi wilayah kerja tempat polaksanaan latihan kerja peminatan

meliputi situasi lingkungan, struktur organisasi, pengambilan keputusan, sumber daya

manusia yang dimiliki, kemampuan financial, serta program peiayanan kesehatan

yang bertujuan untuk mendapatkan maksud dan tujuan dari pelaksanaan LKP.

2.1.3 Wawancara

Kegiatan wawancara dilakukan kepada kepala puskesmas dan kepada seluruh

staf penanggung jawab program meliputi: Penanggung jawab Promisi Kesehatan

(Promkes), penanggung jawab kesehatan lingkungan (Kesling), penanggung jawab

7
program Kesehatan Ibu dan Anak (KIA)/ Keluarga Berencana (KB), penanggung

jawab gizi, penanggung jawab Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), penanggung

jawab pendaftaran dan penanggung jawab pengobatan untuk mendapatkan gambaran

terhadap pelaksanaan kegiatan yang telah berjalan maupun yang akan sedang

berjalan.

2.1.4 Data Sekunder

Kegiatan dilakukan dengan mengumpulkan data/data diambil dari profil

Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang. Semua

data yang berhubungan dengan pelaksanaan tugas dan tanggung jawab puskesmas

dalam memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di wilayah kerjanya

meliputi data geografi, demografi dan data program.

2.2 Proses Kegiatan LKP

Kegiatan Latihan Kerja Peminatan (LKP) di Puskesmas Pancur Batu

Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.dilaksanakan pada tanggal 8 April

sampai dengan 12 Mei 2018. Kegiatan yang dilakukan meliputi:

1. Tanggal 7 April 2018 pembekalan LKP di STikes-SU Medan

8
2. Tanggal 9 April 2018, melapor kepada Kepala Puskesmas Pancur Batu

Kecamatan Pancur Batu menyerahkan surat izin untuk melakukan LKP dan

selanjutnya melakukan wawancara dan pengumpulan data.


3. Tanggal 10 s/d 13 April 2018, menganalisis program pelayanan kesehatan

puskesmas meliputi jenis program pelayanan kesehatna, sarana kesehatan dan

tenaga kesehatan
4. Tanggal 16 s/d 17 April 2018, menganalisis situasi lingkungan umum, dengan

observasional terhadap kondisi lingkungan berdasarkan situasi yang dapat dilihat,

dan juga pengambilan data sekunder (data umum) meliputi: analisis geografis,

analisis demografi, situasi lingkungan politik dan kebijakan- kebijakan yang ada,

kebutuhan akan kesehatan, petayanan dari sektor lain, sumber daya yang

mendukung, dan performance yang terbaru.


5. Tanggal 19 s/d 21 April 2012, menganalisis stuktur organisasi meliputi: program

pelayanan kesehatan dan kesesuaian tupoksi.


6. Tanggal 23 s/d 25 April 2018, meiaksanakan analisis pengambilan keputusan

meliputi cara kepemimpinan dan pengambilan keputusan Puskesmas Pancur Batu

Kecamatan Pancur Batu.


7. Tanggal 26 s/d 28 April 2018, menganalisa Sumber Daya Manusia, meliputi

jumlah tenaga, persebaran, jenis keilmuan yang dimiliki petugas kesehatan.


8. Tanggal 30 April s/d 2 Mei 2018, menganalisis dana (finansial) program

pelayanan kesehatan meliputi anggaran puskesmas, pengelolaan keuangan.


9. Bimbingan konsultasi LKP kepada pembimbing setiap hari Sabtu.
10. Tanggal 3 s/d 12 Mei 2018 menyusun Laporan LKP dan perpisahan di Puskesmas

Pancur Batu.

2.3 Jadwal/ Matriks Jenis Kegiatan LKP

9
Kegiatan LKP diselenggarakan mulai tanggal 7 April sampai dengan 12 Mei

2018 atau selama 5 minggu di Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu

Kabupaten Deli Serdang. Adapun jadwal jenis kebiatan dijelaskan di bawah ini.

Tabel 2.1
Kegiatan LKP di Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu
Kabupaten Deli Serdang Tahun 2018

Minggu
NO Rencana Kegiatan LKP Kegiatan
I II III IV V

1. Pembekalan LKP di STIKes SU Terlaksana

2. Melapork ke Puskesmas Pancur Batu Terlaksana

3 Analisis program pelayanan kesehatan Terlaksana

4 Analisis situasi lingkungan umum Terlaksana

5. Analisis struktur organisasi Terlaksana

10
6 Analisis pengambilan keputusan Terlaksana

7 Analisis sumber daya manusia Terlaksana

8 Analisis deskripsi masalah, rencana Terlaksana


program dan membuat POA

9 Bimbingan Terlaksana

10 Seminar LKP di kampus STIKES-SU Terlaksana

BAB III
HASIL DAN KEGIATAN LKP

3.1 Analisis Program Pelayanan Kesehatan

Untuk meningkatkan kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas

Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang berupa kegiatan-

kegiatan pokok yaitu:

1. Upaya peningkatan gizi keluarga

2. Promosi kesehatan

3. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular

11
4. Kesehatan lingkungan

5. Pengobatan dasar

3.1.1 Upaya Kesehatan Pengembangan

Upaya pengembangan puskesmas adalah upaya yang dilakukan berdasarkan

permasalahan kesehatan yang ditemukan pada masyarakat dan disesuaikan dengan

kemampuan puskesmas.

1. Kesehatan gigi dan mulut

2. Kesehatan lansia

3. Upaya kesehatan sekolah

4. Laboratorium

5. Upaya peningkatan gizi keluarga

6. Upaya promosi kesehatan

7. Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular

8. Upaya kesehatan ibu dan anak (KIA)

9. Kesehatan lingkungan

10. Pengobatan dasar

1. Upaya Promosi Kesehatan

Tujuan :

a. Agar individu, kelompok masyarakat secara keseluruhan melaksanakan

perilaku hidup sehat.

12
b. Agar individu, kelompok masyarakat peran aktif dalam upaya kesehatan, ikut

dalam perencanaan dan penyelenggaraan posyandu.

Sasaran :

a. Tatanan rumah tangga.

b. Tatanan institusi pendidikan (sekolah) termasuk madrasah dan pondok

pesantren.

c. Tatanan tempat kerja (kantor, pabrik dan lainnya).

d. Tatanan tempat-tempat umum, pasar, terminal, tempat ibadah, tempat hiburan,

restoran dan lainnya.

e. Tatanan institusi kesehatan (puskesmas, rumah sakit dan lainnya).

Kegiatan :

a. Mengadakan penyuluhan mengenai kesehatan pribadi, kesehatan lingkungan,

gizi keluarga, KB, imunisasi, posyandu dan sebaginya bertempat di:

1) Balai Kelurahan dan Kecamatan

2) Sekolah SD, SMP, SMA

3) Rumah Ibadah

4) Posyandu

b. Mengadakan ceramah dan diskusi dengan bantuan poster, pamflet dan brosur.

c. Pembinaan generasi muda untuk hidup dalam kegiatan antara lain berupa

gotong royong dan olahraga.

13
d. Kegiatan yang dilakukan oleh pihak puskesmas maupun di lapangan yaitu

mewujudkan peran serta masyarakat posyandu dan bakti husada yang

memberikan informasi terhadap :

1) Pencegahan dan pemberantasan penyakit menular

2) Hygiene dan sanitasi lingkungan

3) Perbaikan gizi

4) Kesehatan dan kunjungan ke rumah-rumah

5) Tanaman obat keluarga

e. Mewujudkan peran serta masyarakat melalui posyandu, kesehatan dan

kunjungan ke rumah-rumah serta tanaman obat-obatan keluarga (TOGA).

Teknik yang dilakukan dengan mengadakan penyuluhan perorangan,

perkelompok dan massal. Metode yang digunakan adalah bimbingan atau

konseling, ceramah, diskusi kelompok, demontrasi dan lainnya.

2. Kesehatan Lingkungan

Adapun usaha kesehatan lingkungan yang dilakukan oleh Puskesmas Pancur

Batu Kabupatan Deli Serdang antara lain:

a. Mengadakan penyuluhan tentang kesehatan lingkungan.

1) Rumah sehat

2) Akses terhadap air minum

14
b. Hygiene dan sanitasi tempat tinggal yang mencakup:

1) Mendata tempat pembungan sampah.

2) Tempat Pengolahan makanan

3) Sarana jamban sehat.

c. Hygiene dan sanitasi lingkungan berupa pengawasan kesehatan

1) Tempat-tempat sampah

Tabel 3.1
Cakupan Rumah Tangga Berperilaku Hidup Bersih dan Sehat (PBHS) di
Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu Kabupatan Deli Serdang
Tahun 2016

Sasaran Jumlah Memenuhi


Program Target % % Ket
Dipantau Syarat
PHBS 70 20.794 8.810 42,4 6.026 50,22 Tidak

KK Tercapai
Sumber: Profil Puskesmas Pancur Batu tahun 2016

Dari tabel 3.1 di atas dapat diketahui bahwa cakupan Rumah Tangga

Berperilaku Hidup Brsih dan Sehat (PBHS) tidak mencapai target dengan jumlah

rumah yang dipantau sebesar 8.810 (42,4%) dari sasaran 20.794 unit rumah di

Puskesmas Pancur Batu Kabupatan Deli Serdang.

Tabel 3.2
Cakupan Rumah Sehat, Akses Air Bersih dan Tempat Umum di Wilayah Kerja
Puskesmas Pancur Batu Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016

Dipantau/ Memenuhi
Program Sasaran % % Target Ket
Dibina Syarat
Rumah 20.794 2.604 12,4 2.599 99,81 52 Tercapai
Sehat KK

15
Tempat 63 unit 63 100 46 73,02 56 Tercapai
Umum
Akses air 85.050 85.050 100 62.256 73,20 72 Tercapai
bersih orang
Sumber: Profil Puskesmas Pancur Batu tahun, 2016

Dari tabel 3.2 di atas dapat diketahui bahwa cakupan penduduk dengan rumah

sehat yaitu 99,81% telah mencapai target (52%), cakupan tempat-tempat umum yang

memenuhi syarat kesehatan 73,02% telah mencapai target (56%) dan penduduk

dengan akses berkelanjutan terhadap air minum layak yaitu 73, 20% mencapai target

(72%) di Puskesmas Pancur Batu Kabupatan Deli Serdang.

Tabel 3.3
Cakupan Jamban Sehat dan Sanitasi yang Layak di Wilayah Kerja Puskesmas
Pancur Batu Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016

Dipantau/ Memenuhi
Program Sasaran % % Target Ket
Dibina Syarat
Jamban 20.794 20.794 100 18.122 87,1 57 Tercapai

Sehat
Sumber: Profil Puskesmas Pancur Batu tahun 2016

16
Dari tabel 3.3 di atas dapat diketahui bahwa cakupan penduduk mempunyai

jamban sehat yaitu 87,1% tidak mencapai target (57%) di Puskesmas Pancur Batu

Kabupatan Deli Serdang.

Tabel 3.4
Saluran Tempat Pengolahan Makanan di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur
Batu Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016
Dipantau/ Memenuhi
Program Sasaran % % Target Ket
Dibina Syarat
Tempat 12 8 100 7 87,5 52 Tercapai

Pengolahan

Makanan

Dari tabel 3.4 di atas dapat diketahui bahwa penduduk mempunyai tempat

pengolahan makanan yang memenuhi syarat 7 orang (87,5%) dari 8 unit yang

dipantau atau dibina dengan jumlah sasaran 12 unit di Puskesmas Pancur Batu

Kabupatan Deli Serdang.

3. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Tujuan program ini untuk mencegah terjadinya penularan penyakit dan

menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tersebut.

Tabel 3.5
Distribusi Penderita TB Paru yang Mendapat Pengobatan di Wilayah Kerja
Puskesmas Pancur Batu Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016
TB Paru BTA
Desa Suspek Sembuh %
+ Diobati
Pengobatan TB Paru 581 121 76 62,81

Sumber: Profil Puskesmas Pancur Batu tahun 2016

17
Dari tabel 3.5 di atas dapat diketahui bahwa jumlah masyarakat yang

memeriksa suspek (pemeriksaan dahak) sebanyak 581 dan terdiangosa positif yang

diobati sebanyak 121 orang serta telah mendapatkan perawatan melalui minum obat

secara rutin sehingga pasien menjadi sembuh sebanyak 76 orang (62,81%).

Tabel 3.6
Pemberian Imunisasi kepada Bayi dan Balita di Wilayah Kerja Puskesmas
Pancur Batu Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016
Pencapaian
Program Sasaran Target Ket
Jlh %
HB 0 1.836 90 1.773 96,57 Tercapai

BCG 1.836 90 1.781 97,00 Tercapai

DPT- 915 90 1.751 96,95 Tercapai


HB3/DPT-
HB-Hib3
Polio 915 90 1.747 96,57 Tercapai

Campak 915 90 1.792 99,22 Tercapai

Sumber: Profil Puskesmas Pancur Batu tahun 2016

Dari tabel 3.6 di atas dapat diketahui bahwa cakupan program imunisasi

dengan sasaran bayi dan balita terdiri dari imunisasi HB0, BCG, DPT- HB3, DPT-

HB3, Polio dan campak telah mencapai target (90%) sehingga pencapaian imunisasi

sesuai target.

4. Pengobatan Dasar

Pengobatan rasional di puskesmas yaitu pengobatan yang sesuai indikasi,

diagnosis, tepat dosis obat, cara dan waktu pemberian, tersedia setiap saat dan harga

terjangkau. Salah satu perangkat untuk tercapainya penggunaan obat rasional adalah

18
tersedia suatu pedoman atau standar pengobatan yang dipergunakan secara seragam

pada pelayanan kesehatan dasar atau puskesmas.

Secara umum alur pelayanan pasien di Puskesmas adalah sebagai berikut :

a. Pasien berkunjung ke puskesmas, ada beberapa Puskesmas yang

menyediakannomer antrian baik berupa kertas bertuliskan nomer urut atau yang

sudah digital. Namun ada juga puskesmas yang percaya pada kesadaran pasien

sendiri untuk antri sehingga tidak perlu menyerobot urutan Pasien lainnya.

b. Pasien dipanggil sesuai nomor urutan untuk didaftar di loket pendaftaran. Pada

proses ini, dicatat nomer Rekam Medis Pasien atau dibuatkan nomer rekam medis

untuk Pasien yang baru pertama kali berkunjung.

c. Pasien menunggu sementara petugas akan mencari Rekam Medis Pasien yang

bersangkutan di ruang catatan medis, untuk diberikan ke unit Pelayanan atau Poli

dimana tempat Pasien ingin berobat.

d. Pasien dipanggil oleh petugas bisa juga oleh perawat.

e. Pasien diperiksa, dicatat Anamnesis, Terapi, Diagnosa dan lain-lain, termasuk

obat yang diberikan dan tindakan medis kalau ada.

f. Pasien keluar, sementara dari unit pelayanan membuat resep untuk diberikan ke

ruang obat.

g. Pasien dipanggil untuk membayar (di beberapa daerah sudah gratis), kemudian

dipanggil lagi untuk menerima obat.

h. Pasien pulang.

19
3.2 Analisis Situasi Umum

1. Geografi

Puskesmas Pancur Batu merupakan salah satu Kecamatan yang berada di

Kecamatan Pancur Batu di Jalan Jamin Ginting Km 17,4 Desa Tengah Kecamatan

Pancur Batu Kabupten Deli Serdang dengan luas wilayah kerja Puskesmas Pancur

Batu yaitu 4.037 Ha.

Kecamatan Pancur Batu berada pada ketinggian 160 meter dari permukaan

laut dengan batas wilayah sebagai berikut:”

a. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamtan Sibolangit

b. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Pancur Batu

c. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Kutalimbaru.

d. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Medan Tuntungan/Sunggal.

Sercara administrasi Kecamatan Pancur Batu terdiri dari 25 desa dan 112

dusun/lingkungan, tetapi wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu hanya terdiri dari 22

desa dan 96 dusun/lingkungan selebihnya menjadi wilayah kerja Puskesmas

Sukaraya.

Tabel 3.7
Demografi dan Geografi di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur Batu
Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016

No. Uraian Ket


1 Luas Wilayah 9,312 Km2
2 Jumlah Desa/Kelurahan 22 Desa
3 Jumlah Dusun 96 Dusun
3 Jumlah Penduduk 85.050 Jiwa

20
4 Jumlah Kepala Keluarga 20.794 jiwa
4 Rata-rata jiwa/rumah tangga 4,09 Jiwa
5 Kepadatan Penduduk /Km2 9, 13 Jiwa/Km2
6 Rasio Beban Tanggungan 100,10 penduduk produktif
7 Rasio Jenis Kelamin 15,21
Sumber: Profil Puskesmas Pancur Batu tahun 2016

Berdasarkan tabel 3,7 bahwa Puskesmas Pancur Batu Kecamatan Pancur Batu

memilikiluas 9,312 Km2 dengan wilayah kerja terdiri dari 22 desa dan 96 dusun.

Jumlah penduduk 85.050 jiwa dengan 20.794 jiwa kepala keluarga. Rata-rata jumlah

keluarga jiwa dalam satu keluarga yaitu 4,09 jiwa dengan kepadatan penduduk 9,13

jiwa/Km2 serta rasio beban tanggungan 100,10 penduduk produktif.

2. Demografi

Tabel 3.8
Distribusi Penduduk Berdasarkan Jenis Kelamin di Wilayah Kerja Puskesmas
Pancur Batu Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016
No Jenis Kelamin Jumlah %
1 Laki-laki 42.513 49,4

2 Perempuan 42.537 51,6


Jumlah 85.050 100,0
Sumber: Profil Puskesmas Pancur Batu tahun 2016

21
Dari jumlah penduduk diatas dianalis bahwa jumlah penduduk yang paling

besar adalah perempuan sebesar 42.537 jiwa (51,6%) dan perempuan 42.513 (49,4%).

Tabel 3.9
Distribusi Jumlah Penduduk Menurut Kelompok Umur di Wilayah Kerja
Puskesmas Pancur Batu Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016
No Umur (tahun) Laki-laki Perempuan Jumlah
1 0-5 (Balita) 4.499 4.128 8.627
2 6-14 (Anak-anak) 8.557 8.183 16.740
3 15-64 (Usia produktif) 28.064 28.454 56.518
4 >64 (Lansi) 1.392 1.772 3.165
Sumber: data profil Puskesmas Pancur Batu 2018

Dari tabel jumlah penduduk diatas dianalisis bahwa jumlah penduduk paling

tinggi menurut umur tahun 2016 adalah di usia produktif (15-64 tahun) yaitu 56.518

jiwa dan (0-4 paling rendah adalah usia > 64 tahun yaitu 3.165 jiwa

3. Mortalitas (Angka Kematian)

Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat data dilihat dari

kejadian kematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Disamping itu, kejadian

kematian juga dapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan

pelayanan kesehatan dan program pembangunan kesehatan lainnya.

Tabel 3.10
Distribusi Angka Kematian Balita dan Ibu (Mortalitas) di Wilayah Kerja
Puskesmas Pancur Batu Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016
Angka Kematian
No. Tahun AKB AKI
Balita
1 2013 2 2 1

2 2016 3 3 3

Sumber: Profil Puskesmas Pancur Batu Tahun 2016

22
Dari tabel di 3.11, atas angka kematian bayi dan ibu dari tahun 2013 sampai

2016 sebagai berikut.

a. Angka Kematian Bayi (AKB)

Angka Kematian Bayi (AKB) Atau Infant Mortality Rate (IMR) adalah jumlah

kematian bayi dibawah usia satu tahun pada setiap 1.000 kelahiran hidup.

Berdasarkan Laporan dari pemegang program KIA, KB Tahun 2016 adalah

sebesar 0.04 per 1000 Kelahiran hidup. Tersedianya berbagai fasilitas atau faktor

aksebilitas dan pelayanan kesehatan dengan tenaga medis yang terampil, serta

kesediaan masyarakat untuk merubah kehidupan tradisional ke norma kehidupan

modern dalam bidang kesehatan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap

tingkat AKB.

b. Angka Kematian Ibu dapat diperoleh dari laporan bidan Desa yang secara rutin

dilkaukan di Puskesmas Pancur Batu. Berdasarkan laporan KJA, kematian ibu

Tahun 2018 tidak ada dijumpai.

4. Morbiditas

Penyakit terbanyak yang ada di Puskesmas Pancur Batu tahun 2016 antara

lain adalah penyakit ISPA, dispepsia, hipertensi asma dan lainnya yang dapat dicegah

merupakan penyakit yang diharapkan dapat diberantas atau ditekan dengan

pelaksanaan program pelayanan kesehatan.

Tabel 3.11
Data 10 Penyakit Terbesar Tahun 2016 di Wilayah Kerja Puskesmas Pancur
Batu Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016
No Jenis Penyakit Jumlah Ket

23
1 ISPA 6.355
2 Dispepsia 3.955
3 Hipertensi 3.254
4 Asma 1.525
5 DM 1.485
6 Penyakit kulit infeksi 1.460
7 Penyakit kulit/alergi 1.436
8 Diare 1.285
9 Penyakit sendi dan otot 1.073
10 Penyakit telinga 851

Dari tabel di atas, 3.11 diketahui bahwa penyakit terbanyak adalah ISPA yaitu

6.355 jiwa dan penyakit yang sedikit diderita oleh masyarakat yaitu penyakit telinga

yaitu 851 jiwa.

Berdasarkan analisis situasi umum bahwa masih rendahnya masyarakat

menerapkan PHBS disebabkan penyuluhan masih belum dilakukan secara berkala.

Hal ini terjadi karena masih banyak desa atau dusun yang tidak dipantau.

3,3 Analisis Struktur Organisasi

1. Visi dan Misi

Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan, Puskesmas Pancur Batu

menetapkan visi dan misi dalam menjalankan program-programnya. Adapun yang

menjadi visi Puskesmas Pancur Batu adalah “Kecamatan sehat mandiri 2016”. Untuk

mencapai visi tersebut maka ditetapkan misi sebagai berikut:


a. Memberikan pelayanan kesehatan masyarakat dengan melaksanakan upaya

kesehatan perorangan dan masyarakat yang terjangkau dan bermutu.

24
b. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat melalui pemberdayaan masyarakat

desa.
c. Mengupayakan pemerataan sumber daya kesehatan sehingga memudahkan

masyarakat mengakses pelayanan kesehatan.


d. Menciptakan lingkungan yang sehat di wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu

Kecamatan Pancur Batu.


e. Menciptakan budaya hidup bersih dan sehat.
Untuk mencapai visi dan misi Puskesmas Pancur Batu menciptakan sebuah

slogan yaitu cepat, tanggap dan tepat serta ikhlas melayani. Visi dan misi ini menjadi

cita-cita yang menggerakkan seluruh petugas kesehatan untuk mencapai

pembangunan kesehatan di Kabupaten Deli Serdang khususnya Puskesmas Pancur

Batu.

Struktur organisasi Puskesmas Pancur Batu tergantung dari kegiatan dan beban

tugasnya masing-masing. Pola struktur organisasi di Puskesmas Pancur Batu serta

tugas dan fungsinya sesuai dengan struktur organisasi Puskesmas adalah sebagai

berikut :

25
26
27
28
29
A. Kepala Puskesmas

Kepala puskesmas dalam melaksanakan tugasnya berada di atas dan

bertanggung jawab kepada Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang, yang

tugasnya adalah sebagai berikut:

a. Merumuskan program kerja berdasarkan tugas pokok dan fungsi UPT

puskesmas.

b. Menentukan sasaran dan tujuan UPT puskesmas sesuai program kerja yang

ditetapkan.

c. Membagi tugas pekerjaan kepada bawahan sesuai dengan tugas dan

tanggung jawab masing-masing.

d. Memonitor dan mengevaluasi kinerja UPT puskesmas.

e. Memberikan arahan bahan petunjuk teknis secara jelas mengenai tugas yang

akan dilaksanakan oleh bawahan.

f. Memeriksa hasil pelaksanaan tugas agar dapat diperoleh hasil kerja yang

tepat dan akurat sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

g. Melaksanakan koordinasi dengan kecamatan sebagai wilayah kerja UPT.

h. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan baik lisan

maupun tulisan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

B. Kepala Bagian Tata Usaha

Dipimpin oleh seorang kepala sub bagian tata usaha dan melaksanakan sebagai

berikut:

a. Melaksanakan dan mengkoordinasi penyusunan program kerja.

30
b. Melaksanakan pengelolaan administrasi umum, administrasi kepegawaian

dan kearsipan UPT puskesmas.

c. Menyusun laporan kinerja Sub Bagian Tata Usaha

d. Melaksanakan tugas kedinasan lain yang diperintahkan oleh atasan baik lisan

maupun tulisan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

C. Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular

Mempunyai tugas sebagai berikut:

a. Menyusun rencana kegiatan pencegahan dan pemberantasan penyakit

menular berdasarkan data program puskesmas dan ketentuan peraturan

perundang-undangan yang berlaku.

b. Melaksanakan kegiatan P2M meliputi P2 TB, P2 Kusta, P2 Malaria, P2

DBD, P2 ISPA, P2 Diare, imunisasi dan surveilans.

c. Mengevaluasi hasil kegiatan P2M secara keseluruhan.

d. Membuat laporan kegiatan di bidangnya.

D. Perawatan

a. Menyusun rencana kegiatan unit perawatan berdasarkan data program

puskesmas.

b. Melaksanakan kegiatan perawatan, rawat inap, dan perawatan kesehatan

masyarakat.

c. Membuat laporan kegiatan di bidangnya.

31
E. Puskesmas Pembantu

Mempunyai tugas membantu melakukan kegiatan-kegiatan yang dilakukan

puskesmas dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil berada di bawah dan

bertanggung jawab kepada kepala puskesmas.

F. Bidan Desa

Mempunyai tugas melaksanakan kegiatan pelayanan KIA/KB dan pelayanan

medik baik di dalam maupun di luar jam kerja dan bertanggung jawab langsung

kepada kepala puskesmas.

G. Petugas Sistem Pencatatan dan Pelaporan Terpadu Puskesmas

a. Menyusun rencana kegiatan SP2TP berdasarkan data program puskesmas.

b. Melakukan pengelolaan, mengevaluasi hasil kegiatan dan membuat catatan

dan laporan kegitan di bidangnya.

H. Promosi Kesehatan

a. Menyusun rencana kegiatan promosi kesehatan berdasarkan data program

puskesmas.

b. Melaksanakan kegitan promosi kesehatan meliputi penyuluhan kesehatan,

pembinaan UKBM, pembinaan PHBS dan koordinasi lintas program terkait.

c. Mengevaluasi hasil kegitan dan membuat catatan dan laporan kegiatan di

bidangnya.

I. Kesehatan Lingkungan

a. Menyusun rencana kegiatan kesehatan lingkungan berdasarkan data program

puskesmas.

32
b. Melaksanakan kegiatan pembinaan kesehatan lingkungan meliputi

pengawasan dan pembinaan SAB, pengwasan dan pembinaan

JAGA/TTU/TPM, pelayanan klinik sanitasi, penyuluhan kesehatan

lingkungan dan koordinasi lintas program terkait.

c. Mengevaluasi hasil kegiatan dan membuat catatan dan laporan kegiatan di

bidangnya.

J. KIA/KB

a. Menyusun rencana kegiatan pelayanan KIA/KB berdasarkan data program

puskesmas.

b. Melaksanakan kegiatan pelayanan KIA/KB meliputi ANC, PNC, perawatan

neonatus, pelayanan KB, penyuluhan KIA/KB dan koordinasi lintas program

terkait.

c. Mengevaluasi hasil kegiatan dan membuat catatan dan laporan kegiatan di

bidangnya.

K. Program Gizi

a. Menyusun rencana kegitan peningkatan gizi masyarakat berdasarkan data

program puskesmas.

b. Melaksanakan kegiatan peningkatan gizi masyarakat meliputi pembinaan

posyandu, PSG, pemantauan pola konsumsi, pemantauan penggunaan garam

beryodium, ASI Ekslusif, pemberian kapsul vitamin A, pemberian tablet Fe,

penyuluhan gizi dan koordinasi lintas program terkait.

33
c. Mengevaluasi hasil kegiatan dan membuat catatan dan laporan kegiatan di

bidangnya.

L. Kesehatan Gigi dan Mulut

a. Menyusun rencana kegitan pelayanan kesehatan gigi dan mulut berdasarkan

data program puskesmas.

b. Melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan gigi dan mulut serta koordinasi

lintas program terkait.

c. Mengevaluasi hasil kegiatan dan membuat catatan dan laporan kegiatan di

bidangnya.

Berdasarkan analisis struktur organisasi bahwa rendahnya cakupan PHBS

karena tugas pokok kesehatan lingkungan banyak dan hanya dikerjakan oleh 1 orang

saja.

3.4 Analisis Pengambilan Keputusan

Gaya kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin untuk mengatur dan

mengurus organisasi yang dipimpinnya sehingga kemajuan dari organisasi tersebut

terletak di tangan si pemimpin. Dengan kata lain maju mundurnya suatu organisasi

adalah tergantung gaya kepemimpinan si pemimpin dan bagaimana si pemimpin

tersebut membawa organisasi ke arah yang lebih baik.

Gaya kepemimpinan yang diambil Kepala Puskesmas dapat disimpulkan

menerapkan gaya kepemimpinan yang demokratis, dimana dalam mengambil

keputusan sangat mementingkan musyawarah yang diwujudkan dalam pelaksanaan

setiap jenjang dan didalam unit masing-masing. Dengan denikian dalam pelaksanaan,

34
setiap kebijakan/keputusan tidak dirasakan sebagai kegiatan yang dipaksa melainkan

dari memang kewajiban pemegang program masing-masing.

Dalam struktur Puskesmas Pancur Batu, Kepala Puskesmas mengambil suatu

keputusan dengan gaya konseptual, dimana Kepala Puskesmas memiliki toleransi

yang tinggi untuk ambiguitas, orang yang kuat dan peduli akan lingkungan sosial,

berwawasan luas dalam memecahkan masalah dan lebih suka mempertimbangkan

banyak pilihan dan kemungkinan masa yang akan datang serta membahas sesuatu

dengan orang-orang untuk mendapat sejumlah informasi dan kemudian

mengandalkan instuisi dalam mengambil keputusan.

3.5 Analisis Sumber Daya Manusia

Jumlah tenaga kesehatan yang ada di Puskesmas Pancur Batu adalah sebanyak

102 orang dengan latar belakang pendidikan yang berbeda yaitu dokter umum 4

orang, dokter gigi 3 orang, bidan 54 orang, perawat 30 orang, perawat gigi 3 orang,

tenaga teknis kefarmasian 5 orang, apoteker 1 orang, petugas gizi 4 orang, petugas

kesehatan lingkungan 1 orang, dan kesehatan masyarakat 1 orang.

Menurut Permenkes RI No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan

Masyarakat maka standar ketenagaan kesehatan untuk puskesmas rawat inap di

kawasan pedesaan yaitu dokter umum 2 orang, dokter gigi 1 orang, perawat 8 orang,

bidan 7 orang, tenaga kesehatan masyarakat 1 orang, tenaga kesehatan lingkungan 1

orang, ahli teknologi lanoratorium medik 1 orang, tenaga gizi 2 orang, tenaga

kefarmasian 1 orang, tenaga administrasi 2 orang.

35
Sesuai dengan Kepmenkes No. 81/Menkes/SK/I/2004 tentang Pedoman

Penyusunan Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di Tingkat

Kabupaten/Kota terutama mengacu pada metode perhitungan kebutuhan tenaga

kesehatan berdasarkan pendekatan rasio terhadap nilai tertentu, maka ditetapkan

sasaran strategis sebagai berikut:

a. Rasio dokter spesialis adalah 12 per

100.000 penduduk. Dengan perhitungan untuk 100.000 penduduk dibutuhkan

dokter spesialis sebanyak 12 orang, maka untuk Puskesmas Pancur Batu dengan

jumlah penduduk 85.050 jiwa dibutuhkan dokter spesialis sebanyak 4 orang.

Dalam upaya pelaksanaan pelayanan kesehatan jumlah dokter spesialis di

wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu belum sesuai dengan kebutuhan tenaga

kesehatan karena jumlahnya yang masih kurang.

b. Rasio dokter umum adalah 48 per

100.000 penduduk. Hal ini berarti rasio untuk Puskesmas Pancur Batu dengan

jumlah penduduk 85.050 jiwa dibutuhkan dokter umum sebanyak 18 orang.

Dalam upaya pelaksanaan pelayanan kesehatan jumlah dokter umum di wilayah

kerja Puskesmas Pancur Batu belum sesuai dengan kebutuhan tenaga kesehatan

karena jumlahnya yang masih kurang.

c. Rasio dokter gigi adalah 11 per

100.000 penduduk. Hal ini berarti rasio untuk dokter gigi di Puskesmas Pancur

Batu dengan jumlah penduduk 85.050 jiwa adalah sebanyak 3 orang. Ini

36
menunjukkan bahwa jumlah dokter gigi di Puskesmas Pancur Batu belum

sesuai dengan kebutuhan tenaga kesehatan karena jumlahnya yang lebih.

d. Rasio perawat adalah 158 per

100.000 penduduk. Hal ini berarti rasio untuk perawat di Puskesmas Pancur

Batu dengan jumlah 85.050 jiwa adalah sebanyak 30 orang. Jumlah perawat di

wilayah kerja Puskesmas Pancur Batu belum sesuai dengan kebutuhan tenaga

kesehatan karena jumlahnya yang masih kurang.

e. Rasio bidan adalah 75 per 100.000

penduduk. Hal ini berarti rasio untuk bidan di Puskesmas Pancur Batu dengan

jumlah penduduk 85.050 jiwa adalah sebanyak 52 orang. Ini menunjukkan

bahwa jumlah bidan di Puskesmas Pancur Batu belum sesuai dengan kebutuhan

tenaga kesehatan karena jumlahnya yang lebih.

f. Rasio ahli gizi adalah 24 per 100.000

penduduk. Hal ini berarti rasio untuk ahli gizi di Puskesmas Pancur Batu

dengan jumlah penduduk 85.050 jiwa adalah sebanyak 2 orang. Ini

menunjukkan bahwa jumlah ahli gizi di Puskesmas Pancur Batu belum sesuai

dengan kebutuhan tenaga kesehatan karena Puskesmas Pancur Batu tidak

memiliki ahli gizi.

Berdasarkan analisis sumber daya manusia bahwa pemegang program

kesehatan lingkungan (kesling) berlatar belakang pendidikan Sekolah Pembantu

Penilik Hygiene (SPPH)

37
3.6 Analisis Finansial

Biaya operasional Puskesmas Pancur Batu berasal dari APBN, APBD yang

direncanakan oleh Puskesmas melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Deli Serdang.

Dana Puskesmas Pancur Batu ada yang sumbernya dari anggaran daerah itu meliputi

operasional Puskesmas diantaranya:

1. Biaya Perjalanan Dinas

2. Biaya ATK

3. Biaya Cetak Ganda

4. Biaya Listrik

5. Biaya Fotokopi

6. Biya bahan Penunjang Kegiatan

7. Biaya Dokumentasi

Untuk kegiatan penyuluhan dan kegiatan lain yang dilaksanakan ke tiap-tiap

desa terpencil biaya yang dikelaurkan berbeda dengan desa dekat/mudah dijangkau

dengan puskesmas. Dimana mengunjungi desa terpencil tersebut membutuhkan biaya

dan waktu yang lebih banyak dibanding desa yang mudah dijangkau.

Anggaran kesehatan Puskesmas Pancur Batu tahun 2016 diperoleh dari dana

APBD, JKN, BOK, dan sumber pendapatan puskesmas yaitu dari biaya pasien rawat

jalan umum yang kemudian diberikan kepada bendahara dan dimasukkan ke dalam

biaya tidak terduga sebagai dana kas puskesmas. Dana Bantuan Operasional

38
Kesehatan (BOK) tahun 2016 berkisar Rp. 454.800.000. Adapun rincian kegiatan

biaya BOK antara lain yaitu:


Tabel 13
Dana Program Kesehatan yang Diselenggarakan di Wilayah Kerja Puskesmas
Pancurbatu Kabupatan Deli Serdang Tahun 2016
No. Program Kesehatan Dana (Rp.)
1 Program PMT pada Balita/Pra Sekolah 46.200.000
2 Program Pelayanan Imunisasi di Posyandu 10.800.000
3 Program Kunjungan Rumah PUS tidak ber KB 55.302.000
4 Program Promosi Pemberian ASI/IMD 37.000.000
5 Program Penyuluhan 104.130.000
6 Program Loka Karya Mini Lintas Program (Bulanan) 44.000.000
7 Program Loka Karya Mini Lintas Sektoral 39.500.000
8 Program Imunisasi Lanjutan 24.300.000
9 Dan Lainnya 93.568.000
Jumlah 454.800.000

Dari tabel 3.13 di atas diketahui bahwa pukesmas dalam menyelenggarakan

program kesehatan mempunyai dari dari APBN dan APBD Kabupaten Deli Serdang.

Puskesmas juga memperoleh Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dari pusat

untuk mendukung pelayanan kesehatan. Dana yang paling besar digunakan adalah

untuk kegiatan program penyuluhan sebesar Rp. 104.130.000,- dan Program

Kunjungan imunisasi lanjutan sebesar Rp 24.300.000.

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diketahui bahwa prioritas masalah

dalam pengkajian LKP ini adalah rendahnya cakupan perilaku hidup bersih sehat

(PHBS) masyarakat yaitu 42,4% dengan target 70%.

39
BAB IV
DESKRIPSI MASALAH DAN RENCANA PROGRAM

4.1. Deskripsi Masalah

Berdasarkan hasil analisis program yang dilakukan pada bab sebelumnya

maka permasalahan yang dipilih adalah program kesehatan lingkungan tentang

cakupan perilaku hidup bersih sehat (PHBS) masyarakat yaitu 42,4% belum

mencapai target sebesar 70% di Puskesmas Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang.

Belum tercapainya perilaku hidup bersih sehat (PHBS) masyarakat disebabkan antara

lain adalah :

a. Kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan.

b. Kurang sadarnya masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat.

c. Tidak membiasakan diri mencuci tangan sebelum makan dan setelah beraktivitas.

d. Masih banyak masyarakat merokok dalam rumah.

e. Rendahnya penyuluhan yang diselenggarakan oleh tenaga kesehatan.

Untuk membahas kemungkinan penyebabnya dapat dilihat berdasarkan

rincian hasil analisis sebagai berikut:

a. Analisis situasi umum


Berdasarkan analisis sanitasi umum dapat dikatakan bahwa rendahnya cakupan

PHBS disebabkan masih banyaknya desa/dusun yang belum dipantau karena

kurangnya dana dan tenaga kesehatan.

40
b. Analisis struktur organisasi
Berdasarkan analisis struktur organisasi dapat dikatakan bahwa tugas dan

tanggang jawab bagian kesehatan lingkungan terlalu banyak tetapi penanggung

jawab program hanya 1 orang saja.


c. Analisis pengambilan keputusan
Berdasarkan analisis pengambilan keputusan, kepala puskesmas lebih

memprioritas masalah program kesehatan lainnya seperti program Kesehatan Ibu

dan Anak (KIA).


d. Analisis sumber daya manusia
Berdasarkan latar belakang pendidikan petugas kesehatan lingkungan yaitu

saudari Jenny Sembiring dengan latar pendidikan Tamatan Sekolah Pembantu

Penilik Hygiene. Maka dapat dikatakan bahwa latar belakang pemegang program

belum sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Jumlah tenaga penyuluh

kesling belum sesuai bila dibandingkan dengan jumlah masyarakat sasaran yang

mau disuluh yaitu 85.050 orang.


e. Analisis sumber dana
Berdasarkan dana BOK berjumlah Rp 454.800.000, dana tersebut digunakan

untuk kegiatan kesehatan terutama penyuluhan Rp. 104.130.000, termasuk

penyuluhan tentang PHBS, sanitasi lingkungan, tempat-tempat umum, tempat

pengolahan makan di Sekolah dan tempat jajanan serta penyakit yang diderita

akibat lingkungan yang kurang bersih. Namun untuk peningkatan program

kesling jumlah belum memadai.

4.2 Analisis Penyebab Masalah

Analasis Finansial
Analisis Situasi Umum Belum tercapainya
Desa/dusun yang tidak Dana kesling belum
perilaku hidup bersih
dipantau terlalu banyak memadai
sehat (PHBS)
41
masyarakat
Analisis SDM Analisis Pengambilan Analisis Struktur
Tenaga Kesling Keputusan Organisasi
berlatar belakang Tupoksi terlalu banyak
Lebih memprioritas
tetapi petugas 1 orang
pendidikan SPPH progam kesehatan lainnya

4.3 Rencana Program Kesehatan (POA)

Rencana program kesehatan berguna untuk meningkatkan kinerja program

kegiatan yang akan menghasilkan suatu rendana yang menyeluruh (komprehensif dan

holistik) dilakukan di Puskesmas Pancur Batu untuk mengatasi belum tercapainya

prilaku hidup bersih sehat (PHBS) adalah dengan melakukan rencana tindakan :

a. Pembinaan masyarakat tentang sanitasi lingkungan


b. Penyuluhan tentang PHBS.

c. Pemberdayaan kader kesehatan lingkungan.

42
POA RENCANA PROGRAM

Penanggung
No Kegiatan Sasaran Target Vol. Kebutuhan Waktu Pelaksana Sumber
jawab
1 Pembinaan - Masyarakat 80% 3x Ruangan/ Aula, Bulan Petugas Kapus BOK/
masyarakat Laptop, M- Januari, kesling APBD
Focus dan April, juli
pembina dan
konsumsi
2 Penyuluhan - Masyarakat 80% 3x Pemateri, Bulan Petugas Kapus BOK/
tentang PHBS Laptop, M- Februari, kesling, APBD
fokus, Mei, Kader
Konsumsi Agustus
3 Pemberdayaan - Puskesmas 2x Pendataan calon Bulan Petugas Kapus BOK/
kader kesehatan kader Juni, kesling APBD
lingkungan September

44
BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan
1. Berdasarkan analisis program pelayanan kesehatan diketahui masyarakat

berprilaku hidup bersih dan sehat hanya 68,4%, belum mencapai target 70%.
2. Analisis situasi umum menunjukkan bahwa rendahnya cakupan PHBS

disebabkan masih banyaknya desa/dusun yang belum dipantau karena kurangnya

dana dan tenaga kesehatan.


3. Analisis Struktur Ourganisasi menunjukkan tugas dan tanggang jawab bagian

kesehatan lingkungan terlalu banyak tetapi penanggung jawab program hanya 1

orang saja.
4. Analisis gaya pengambilan keputusan menunjukkan kepala puskesmas lebih

memprioritas masalah program kesehatan lainnya seperti program Kesehatan Ibu

dan Anak (KIA).


5. Analisis Sumberdaya Daya Manusia menunjukkan bahwa latar belakang

pendidikan petugas kesehatan lingkungan belum sesuai dengan tugas pokok dan

fungsinya.
6. Analisis finansial menunjukkan bahwa dana untuk peningkatan program kesling

jumlahnya belum memadai.

5.2. Saran

1. Kepada pimpinan puskesmas untuk meningkatkan capaian program PHBS

diharapkan memberdayakan kader untuk memberikan penyuluhan kepada

masyarakat.

45
2. Kepada pimpinan puskesmas diharapkan agar mempertahankan cukupan program

yang telah mencapai target dan meningkat


3. kan cakupan program yang belum mencapai target
4. Kepada Badan Kepegawain Daerah dan Dinas Kesehatan Kabupaten Deli

Serdang agar menambah SDM di puskesmas sesuai dengan kebutuhan dan

disiplin ilmu yang diperlukan.

DAFTAR PUSTAKA

Kemenkes RI, 2004. Peraturan Kepmenkes No. 81/Menkes/SK/I/2004 tentang


Pedoman Penyusunan Perencanaan Sumber Daya Manusia Kesehatan di
Tingkat Kabupaten/Kota.

46
Pemerintah Kecamatan Pancur Batu. 2017. Profil Puskesmas Pancur Batu Tahun
2016. Pancur Batu

Kemenkes RI, 2014. Peraturan Permenkes RI No. 75 Tahun 2014 tentang Pusat
Kesehatan Masyarakat. Jakarta.

47