Anda di halaman 1dari 3

Pengambilan darah vena

Hari/tanggal : Minggu, 7 Mei 2017


Ruangan : NICU RSD IDAMAN Banjarbaru
Tindakan Keperawatan / prosedur : Pengambilan darah vena

A. Latar Belakang
By. Ny. F dengan jenis kelamin laki-laki lahir pada tanggal 26 April 2017 dengan cara lahir
sectio caesaria, berat badan lahir 1950 gr, panjang badan 45 cm, lingkar kepala 31.5 cm, lingkar dada
27.5 cm dengan diagnosa medis BBLR. Saat pengkajian pada hari Minggu, 7 Mei 2017 pukul 19.00
wita, keluhan utama saat masuk rumah sakit yaitu sesak. Riwayat penyakit sebelumnya By. F pernah
mengalami pucat dan kebiruan pada kaki. Riwayat penyakit keluarga keluarga tidak ada keluarga yang
memiliki riwayat seperti pasien. Saat pengkajian didapatkan data yaitu bayi tampak sedikit menangis
lemah, pergerakan aktif namun masih sedikit lemah, terpasang oksigen kanul binasal 0.5 lpm, namun
masih nampak sesak ditandai RR: 45 x/menit. Hasil pemeriksaan TTV By. F yaitu N: 145, RR: 40
x/menit, T: 36,6oC, SpO2 : 99 %. Dokter meminta untuk dilakukan pemeriksaan kadar hemoglobin,
sehingga dilakukan pengambilan darah vena.
B. Definisi
Pengambilan darah vena (venipuncture) adalah suatu kegiatan pengumpulan sampel darah
dengan cara memperoleh darah melalui vena (Iskandar, A.U., 2015) dan merupakan metode
pengambilan sampel darah yang paling sering dilakukan pada neonatus karena rasa sakit yang lebih
sedikit (WHO, 2010).
C. Indikasi
Menurut Shlamovitz, G.Z (2015) indikasi dilakukannya phlebotomy / venipuncture yaitu:
1. Sampel darah.
2. Infus jangka pendek (melalui jarum kupu-kupu).
D. Deskripsi tindakan
1. Identitas klien : By. F
2. Diagnosa Medis : BBLR
3. Tindakan keperawatan : Pengambilan darah vena
4. Diagnosa Keperawatan : Nyeri akut berhubungan dengan luka tusuk.
5. Data :
By. Ny. F dengan jenis kelamin laki-laki lahir pada tanggal 26 April 2017 dengan cara lahir sectio
caesaria, berat badan lahir 1950 gr, panjang badan 45 cm, lingkar kepala 31.5 cm, lingkar dada 27.5
cm dengan diagnosa medis BBLR. Saat pengkajian didapatkan data yaitu bayi tampak sedikit
menangis lemah, pergerakan aktif namun masih sedikit lemah, terpasang oksigen kanul binasal 0.5
lpm, namun masih nampak sesak ditandai RR: 45 x/menit. Hasil pemeriksaan TTV By. F yaitu N:
145, RR: 40 x/menit, T: 36,6oC, SpO2 : 99 %. Dokter meminta untuk dilakukan pemeriksaan kadar
hemoglobin, sehingga dilakukan pengambilan darah vena.
6. Analisa sintesa (pathway) Kehilangan panas
Faktor ibu, BBLR/ Jaringan lemak Hipotermi
melalui kulit
plasenta, janin BBLSR sub kutan tipis
Kekurangan
Malnutrisi
cadangan energi

Pemeriksaan Hb Penurunan
kadar Hb
Pengambilan darah vena

E. Tujuan tindakan
1. Untuk mendapatkan sampel darah vena yang baik dan memenuhi syarat untuk dilakukan
pemeriksaan.
F. Pelaksanaan

1. Persiapan alat
a. Spuit tahu jarum suntik 3 ml atau 5 ml.
b. Torniquet
c. Kapas alkohol.
d. Plester.
e. Anti koagulan / EDTA
f. Vacum tube
g. Bak injeksi.
2. Persiapan pasien
a. Jelaskan tujuan dan langkah prosedur kepada pasien/keluarga.
b. Posisi kan pasien supine.
3. Pelaksanaan
a. Cuci tangan
b. Lakukan pendekatan pasien dengan tenang dan ramah, usahakan pasien senyaman mungkin.
c. Pilih tempat yang akan dilakukan penusukan.
d. Pasangkan torniquet kira-kira 10 cm di atas lipatan siku.
e. Pilih bagian vena mediana cubiti atau cephalica . lakukan perabaan (palpasi) untuk memastikan
posisi vena.
f. Jika vena tidak teraba, lakukan pengurutan dari arah pergelangan ke siku, atau kompres hangat
selama 5 menit pada daerah lengan.
g. Bersihkan kulit pada bagian yang akan diambil dengan kapas alkohol 70% dan biarkan kering,
dengan catatan kulit yang sudah dibersihkan jangan dipegang lagi.
h. Tusuk bagian vena dengan posisi lubang jarum menghadap ke atas. Jika jarum telah masuk ke
dalam vena, akna terlihat darah masuk ke dalam semprit (flash). Usahan sekali tusuk vena, lalu
toniquet dilepas.
i. Setelah volume darah dianggap cukup, buka kepalan tangan pasien.
j. Letakkan kapas di tempat suntikan lalu segera lepaskan / tarik jarum. Tekan kapas beberapa saat
lalu plester selama ± 15 menit.
G. Evaluasi
1. Evaluasi pasien
a. pasien terlihat menangis Karena kesakitan.
2. Evaluasi tindakan
b. Darah dapat terambil ± 0.2 ml.

Mengetahui Banjarbaru, 7 Mei 2017


Pembimbing Klinik Mahasiswa
Pengambilan darah vena

.................................. Misbachul Munirul Ehwan

Daftar Pustaka

Iskandar, A.U.2015.Pengambilan sampel darah.Semarang: Universitas Muhammadiyah Semarang

Shlamovitz, G.Z.2015.Phlebotomy. (diakses dari http://emedicine.medscape.com/ pada hari Rabu, 10 Mei


2017 pukul 15.34 wita).

World Health Organization.2010.WHO guideline on drawing blood: best practice in


phlebotomy.Switzerland: WHO Document Production Services