Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

INOVASI PEMBELAJARAN MELALUI


TEKNOLOGI INFORMASI

Dosen : Dr. H. Yudo Dwiyono, M.Si

Disusun oleh :

Resia Dwi Mulyani 1505115171


Sri Lestari 1505115177

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
TAHUN 2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur senantiasa penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa,
yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya kepada kita semua, sehingga
penyusun mampu menyelesaikan makalah dengan judul “Inovasi Pembelajaran
melalui Teknologi Informasi” mata kuliah Manajemen Pendidikan Sekolah Dasar
tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun berdasarkan berbagai referensi dari beberapa buku yang
berkaitan dengan materi, sehingga kami berharap makalah ini dapat menambah
wawasan mengenai Inovasi Pembelajaran melalui Teknologi Informasi”.
Kami sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu
dikarenakan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan kami. Oleh karena itu, kami
sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.
Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami dan juga para pembaca.
Akhir kata, kami memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat
banyak kesalahan.

Samarinda, 11 Februari 2018

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL .......................................................................................... i

KATA PENGANTAR ....................................................................................... ii

DAFTAR ISI ..................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ....................................................................................... 1


B. Rumusan Masalah .................................................................................. 2
C. Tujuan ..................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian E-Learning ............................................................................ 3
B. Karakteristik E-Learning ........................................................................ 4
C. Kelebihan dan Kelemahan E-Learning ................................................ 5
D. Manfaat E-Learning ............................................................................... 6
E. Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Memanfaatkan
E-learning ............................................................................................... 7
F. Faktor Pendukung Pembelajaran Melalui E- Learning .......................... 8

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ............................................................................................ 10
B. Saran ....................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 11

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Dunia Pendidikan telah mengalami kemajuan pesat seiring dengan
kemajuan Teknologi Informasi. Akibatnya, pada keadaan tertentu metode
pendidikan lama atau konvensional dirasakan menjadi kurang efektif karena
terbentur masalah ruang dan waktu. Dan Teknologi Informasi menawarkan
metode pendidikan baru yang dinamakan metode E-Learning.
Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: Electronic
learning disingkat E-learning) adalah cara baru dalam proses belajar mengajar. E-
learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid)
tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan
dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal
target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus
dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan.
E-learning merupakan salah satu bentuk metode pembelajaran yang
dipersepsikan bersifat student centered. Pemanfaatan e-learning diharapkan dapat
memotivasi peningkatan kualitas pembelajaran dan materi ajar, kualitas aktivitas
dan kemandirian peserta ajar, serta komunikasi antara pengajar dengan peserta
ajar.
Berdasarkan latar belakang tersebut, dalam makalah ini akan dibahas
mengenai inovasi pembelajaran melalui teknologi informasi dengan
pengembangan model pembelajaran melalui internet atau E-learning.

1
B. Rumusan Masalah
1. Apa pengertian dan karakteristik E-Learning?
2. Apa saja kelebihan dan kelemahan E-Learning?
3. Apa saja manfaat E-Learning?
4. Apa saja faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memanfaatkan E-learning?
5. Apa saja faktor pendukung pembelajaran melalui E- Learning?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian dan karakteristik E-Learning.
2. Untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan E-Learning.
3. Untuk mengetahui manfaat E-Learning.
4. Untuk mengetahui faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memanfaatkan E-
learning.
5. Untuk mengetahui faktor pendukung pembelajaran melalui E- Learning.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian E-Learning
Menurut Himpunan Masyarakat Amerika untuk Kegiatan Pelatihan dan
Pengembangan (The American Society for training and Development/ ASTD)
(2009), mengemukakan definisi E-learning sebagai berikut :
"E-learning is a broad set of applications and processes which include
web-based-learning, computer-based-learning, virtual and digital
classrooms. Much of this delivered via the internet, intranets, audio and
videotape, satellite broadcast, interactive TV, and CD-ROM. The
definition of e-learning varies depending on the organization and how it is
used but basically it is involves electronic means communication,
education, and training".
Definisi tersebut menyatakan bahwa E-Learning merupakan proses dan
kegiatan penerapan pembelajaran berbasis web (web-based learning),
pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), kelas virtual (virtual
classrooms), dan atau kelas digital (digital classrooms). Materi-materi dalam
kegiatan pembelajaran elektronik tersebut kebanyakan dihantarkan melalui media
internet, intranet, tape-video atau audio, penyiaran melalui satelit, televisi
interaktif serta CD-Rom. Definisi ini juga menyatakan bahwa definisi dari E-
Learning itu bisa bervariasi tergantung dari penyelanggara kegiatan E-Learning
tersebut dan bagaimana cara penggunaannya, termasuk juga apa tujuan
penggunaannya.
Definisi ini juga menyiratkan simpulan yang menyatakan bahwa E-Learning
pada dasarnya adalah pengaplikasian kegiatan komunikasi pendidikan dan
pelatihan secara elektronik.

3
Dari definisi di atas maka dapat disimpulkan bahwa E-learning adalah segala
kegiatan belajar mengajar yang menggunakan bantuan alat atau teknologi
elektronik.

B. Karakteristik E-Learning
E-learning tidak sama dengan pembelajaran konversial. E-learning memiliki
karakteristik-karakteristik sebagai berikut :
1. Interactivity (Interaktivitas)
Tersedianya jalur komunikasi yang lebih banyak, baik secara langsung
(synchronous), seperti chatting atau messenger atau tidak langsung
(asynchronous), seperti forum, mailing list atau buku tamu
2. Independency (Kemandirian)
Fleksibilitas dalam aspek penyediaan waktu, tempat, pengajar dan bahan ajar.
Hal ini menyebabkan pembelajaran menjadi lebih terpusat kepada siswa
(student-centered learning).
3. Accessibility (Aksesibilitas)
Sumber-sumber belajar menjadi lebih mudah di akses melalui pendistribusian
di jaring internet dengan akses yang lebih luas daripada pendistribusian
sumber belajar pada pembelajaran konversional.
4. Enichment (Pengayaan)
Kegiatan pembelajaran, presentasi materi kuliah dan materi pelatihan sebagai
pengayaan, memungkinkan penggunaan perangkat teknologi informasi seperti
video streaming, stimulasi dan animasi.

Keempat karakteristik di atas merupakan hal yang membedakan e-learning


dari kegiatan pembelajaran secara konversional. Dalam e-learning, daya tangkap
siswa terhadap materi pembelajaran tidak lagi tergantung kepada instruktur/guru,
karena siswa mengkontruk sendiri ilmu pengetahuannya melalui bahan-bahan ajar
yang disampaikan melalui interface situs web. Dalam e-learning pula, sumber ilmu
pengetahuan tersebar di mana-mana serta dapat di akses dengan mudah oleh setiap

4
orang. Hal ini dikarenakan sifat media internet yang mengglobal dan bisa di akses
oleh siapapun yang terkoneksi ke dalamnya. Terakhir, dalam e-learning
pengajar/lembaga pendidikan berfungsi sebagai salah satu sumber ilmu
pengetahuan.

C. Kelebihan dan Kelemahan E-Learning


Petunjuk tentang manfaat penggunaan internet, khusunya dalam pendidikan
jarak jauh ( soekartawi, 2002; mulvihil, 1997; Utarini, 1997), antara lain :
1. Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat
berkomunikasi secara mudh melalui fasilitas internet secara regular atau kapan
sja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak,
tempat, dan waktu.
2. Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk ajar atau
petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadwal melalui internet, sehingga
keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar yang dipelajari.
3. Siswa dapat belajar atau me-review bahan perkuliahan setiap saat dan di mana
saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di computer.
4. Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bagan
yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.
5. Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat
diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah wawasan
yang lebih luas.
6. Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif dan lebih
mandiri.
7. Relatifnya lebih efisien, misalnya bagi mereka yang tinggal jauh darisekolah
atau perguruan tinggi.

Walaupun demikian, pemanfaatan internet untuk pembelajaran atau e-


learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan. Baerbagai kritik (Bullen,
2001, Beam, 1997), antara lain :

5
1. Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri.
2. Kecenderungan mengabaikan aspek psikomotorik atau aspek sosial dan
sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek komersial.
3. Proses pembelajaran cenderung ke arah pelatihan dari pada pendidikan.
4. Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran
konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran berbasis
pada ICT.
5. Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal.
6. Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet atau jaringan.
7. Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki keterampilan
mengoperasikan internet.
8. Kurangnya personal dalam hal penguasaan bahasa pemrograman computer.

D. Manfaat E-Learning
Pada dasarnya E-learning mengandung pengertian dan memberikan dampak
memperluas peran, cakrawala, dan memberikan jangkauan proses mengajar seperti
biasanya. Aplikasi E-learning ini dapat memfasilitasi secara formal maupun
informal aktivitas pelatihan dan pembelajaran serta proses belajar mengajarnya
sendiri, kegiatan dan komunitas pengguna media elektronik, seperti internet,
intranet, CD ROM, video, DVD, televisi, handphone, PDA, dan sebagainya.
Berikut ini manfaat E-learning dilihat dari perspektif pendidik dan peserta
didik:
1. Manfaat e learning dari perspektif pendidik, diantaranya:
a. Meningkatkan pengemasan materi pembelajaran dari yang saat ini
dibangun.
b. Menerapkan strategi konsep pembelajaran baru dan inovatif efisiensi.
c. Pemanfaatan aktivitas akses belajar
d. Menggunakan sumber daya yang terdapat pada internet.
e. Dapat menerapkan materi pembelajaran dengan multimedia

6
f. Interaksi pembelajaran lebih luas dan multi sumber belajar.
2. Manfaat dari perspektif peserta didik, yaitu:
a. Meningkatkan komunikasi dengan pendidik dan peserta didik lainnya.
b. Lebih banyak materi pembelajaran yang tersedia yang dapat diakses tanpa
memperhatikan ruang dan waktu
c. Berbagai informasi dan materi terorganisasi dalam satu wadah materi
pembelajaran online

E. Faktor yang Perlu Dipertimbangkan dalam Memanfaatkan E-Learning


Berikut ini Factor-faktor yang perlu dipertimbangkan dalam pemanfaatan e-
learning sesuai dengan pendapat (Munir, 2009) , diantaranya sebagai berikut:
1. Analisis kebutuhan (need analysis)
Analisis kebutuhan ini diperlukan untuk menjawab apakah fasilitas
pendukungnya sudah memadai, apakah didukung oleh dana yang memadai
dan apakah ada dukungan dari pembuat kebijakan. Jika berdasarkan analisis
kebutuhan ini diperlukan maka dalam studi kelayakan ada beberapa
komponen penilaian yang perlu dipertimbangkan, diantaranya:
a. Secara teknis, jaringan internet harus bisa dipasang beserta infrastruktur
pendukungnya seperti jaringan computer, instalasi listrik, dan saluran
telepon.
b. Sumber daya manusia, memiliki pengetahuan dan kemampuan atau
keterampilan (skill dan knowledge) yang secara teknis bisa
mengoperasikannya.
c. Secara ekonomis, berkaitan dengan ada tidaknya keuntungan yang
diperoleh dan besar kecilnya biaya dari penggunaan E-Learning.
d. Secara sosial, sikap (attitude) masyarakat perlu dipertimbangkan, apakah
masyarakat dapat menerima atau menolak terhadap penggunaan E-
Learning sebagai bagian dari teknologi informasi dan komunikasi yang
digunakan sebagai model pembelajaran.

7
2. Rancangan pembelajaran
Dalam menentukan rancangan pembelajaran perlu dipertimbangkan beberapa
hal, diantaranya: analisis pembelajaran, analisis isi pembelajaran, analisis
berkaitan dengan pembelajaran, tujuan pembelajaran, penyusun tes, dan
strategi pemilihan pembelajaran
3. Tahap pengembangan
Pengembangan e-learning dilakukan mengikuti perkembangan fasilitas
teknologi informasi dan komunikasi yang tersedia. Selain itu, pengembangan
prototype materi pembelajaran dan rancangan pembelajaran yang akan
digunakan pun perlu di pertimbangkan dan di evaluasi secara terus menerus.
4. Pelaksanaan
Pengujian perlu terus menerus dilakukan. Dengan pengujian ini akan
diketahui berbagai hambatan yang dihadapi, seperti berkaitan dengan
management course tool, materi pembelajaran dan sebagainya.
5. Evaluasi
Sebelum dilaksanakan evaluasi program terlebih dahulu diuji coba dengan
mengambil beberapa sampel orang. Dari uji coba ini barulah dilakukan
evaluasi.
e. Faktor Pendukung Pembelajaran Melalui E-Learning
Dalam praktiknya E-Learning memerlukan bantuan teknologi. Karena itu
dikenal istilah :
1. Computer Based Learning (CBL)
Computer Based Learning (CBL) yaitu pembelajaran yang sepenuhnya
menggunakan komputer. Dalam hal ini peserta didik sudah tidak harus terpaku
dan bergantung dengan pendidikan konvensional lagi yang mengharuskan guru
harus selalu ada di kelas. Guru pun dengan CMI (Computer Management
Instruction) dalam CBL menjadi terbantu dalam menjalankan segala tugas-
tugasnya.

8
2. Computer Assisted Learning (CAL)
Computer Assisted Learning (CAL) yaitu pembelajaran yang menggunakan
alat bantu utama komputer tetapi tidak dirancang khusus untuk kegiatan
pembelajaran. Pembelajaran ini melibatkan penggunaan komputer untuk
mempresentasikan materi belajar, tutorial dan umpan balik kemajuan belajar
siswa.

Teknologi pembelajaran terus berkembang. Selain penggunaan komputer


sebagaimana telah dipaparkan di atas ada perangkat elektronik apa saja yang bisa
digunakan untuk mendukung E-Learning, bisa berupa LCD Projector, film, video,
kaset, OHP, Slide, tape, dan teknologi internet. Namun pada prinsipnya teknologi
tersebut dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu:
1. Technology based learning
Technology based learning ini pada prinsipnya terdiri dari Audio Information
Technologies (radio, audio tape, voice mail telephone) dan Video Information
Technologies (video tape, video text, video messaging).
2. Technology based web-learning.
Technology based web-learning pada dasarnya adalah Data Information
Technologies (bulletin board, Internet, e-mail, tele-collaboration).

Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari, yang sering dijumpai adalah


kombinasi dari teknologi yang dituliskan di atas (audio/data, video/data,
audio/video). Teknologi ini juga sering di pakai pada pendidikan jarak jauh
(distance education), dimaksudkan agar komunikasi antara pengajar dan peserta
didik bisa terjadi dengan keunggulan teknologi e-learning ini.

9
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
E-learning adalah segala kegiatan belajar mengajar yang menggunakan
bantuan alat atau teknologi elektronik. E-learning tidak sama dengan pembelajaran
konversial. E-learning memiliki karakteristik, diantaranya: interaktivitas,
kemandirian, aksesibilitas, dan pengayaan.
Dalam penggunaannya pada pendidikan jarak jauh E-learning sangat
memberi keuntungan karena tidak mengharuskan guru dan siswa untuk bertatap
muka secara langsung. Meski demikian pemanfaatan internet untuk pembelajaran
atau e-learning juga tidak terlepas dari berbagai kekurangan karena kurangnya
interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri.
Sebelum memanfaatkan E-learning dalam pembelajaran perlu adanya
pertimbangan dalam beberapa hal. sesuai dengan pendapat (Munir, 2009) ,
diantaranya sebagai berikut: analisis kebutuhan, rancangan pembelajaran, tahap
pengembangan, pelaksanaan, dan evaluasi, serta kelengkapan fasilitas dimiliki.

B. Saran
Apabila menerapkan E-learning sebagai pembelajaran, perlu adanya
pertimbangan untuk beberapa hal terlebih dahulu. Mengingat bahwa tidak semua
tempat tersedia fasilitas internet atau jaringan. Selain itu, masih kurangnya pula
tenaga yang memiliki keterampilan dalam mengoperasikan internet

10
DAFTAR PUSTAKA

Rusman. 2013. Belajar dan Pembelajaran Berbasis Komputer. Bandung: Penerbit


Alfabeta.

Darmawan, Deni. 2011. Inovasi Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Munir. 2009. Pembelajaran Jarak Jauh Berbasis Teknologi Informasi dan


Komunikasi. Bandung: Afabeta

11