Anda di halaman 1dari 15

KEPERAWATAN GERONTIK

TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK (TAK) :TERAPI


KREATIFITAS
“MEMBUAT BROSS JILBAB”

Disusun oleh :
KELAS 3 B ( Gelombang 2 )
Enggar Rahman Dwi Cahya
Dwi Bagus Trihatmojo
Fivi Nurwatini
Happy Yaitikka Audina
Intan Ragil Puji A
Irma Faisatul Luaili (201601084)
Istiningrum Hanifah
Kiki Silvita Sari

PRODI DIPLOMA III - KEPERAWATAN


AKADEMI KEPERAWATAN PEMERINTAH KABUPATEN PONOROGO
TAHUN AKADEMIK 2017/2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. yang telah memberikan
rahmat dan hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan Makalah
Keperawatan Jiwa yang berjudul “Terapi Aktivitas Kelompok (TAK) :Bola –Bola
Manja “ dengan baik. Shalawat serta salam kami sampaikan kepada junjungan
kita Nabi Muhammad SAW, keluarga dan sahabat beliau, serta orang-orang
mukmin yang tetap istiqomah di jalan-Nya.
Kami sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam
pembuatan makalah ini. Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini tidaklah
sempurna. Kami mengharapkan adanya sumbangan pikiran serta masukan yang
sifatnya membangun dari pembaca, sehingga dalam penyusunan makalah yang
akan datang menjadi lebih baik.
Terima kasih

Ponorogo, Juli 2018

Penyusun

2
DAFTAR ISI

halaman
Halaman Judul..............................................................................................................
i
Kata Pengantar..............................................................................................................
ii
Daftar Isi.......................................................................................................................
iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang.........................................................................................................
1
B. Tujuan......................................................................................................................
2
C. Waktu dan Tempat...................................................................................................
2
D. Metode.....................................................................................................................
3
E. Media dan Alat.........................................................................................................
3
F. Setting Tempat.........................................................................................................
3
G. Pembagian Tugas.....................................................................................................
4
H. Pasien.......................................................................................................................
5
I. Susunan Pelaksanaan...............................................................................................
5
J. Tata Tertib dan Antisipasi Masalah..........................................................................
6

BAB II ISI
A. TAKS Sesi I - Kemampuan Pasien Memperkenalkan Diri......................................
7
B. TAKS Sesi II - Kemampuan Pasien Berkenalan......................................................
11

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan..............................................................................................................
16

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................................
17

4
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Terapi kreatifitas merupakan salah satu bentuk kegiatan terapi psikologik yang
dilakukan dalam sebuuah aktivitas dan diselenggarakan secara kolektif dalam rangka
pencapaian penyesuaian psikologis, perilaku dan pencapaian adaptasi optimal pasien.
Dalam kegiatan aktivitas kelompok, tujuan ditetapkan berdasarkan akan kebutuhan dan
masalah yang dihadapi oleh sebagian besar peserta dan sedikit banyak dapat diatasi
dengan pendekatan terapi aktivitas kolektif
Terapi kreatifitas merupakan suatu cara untuk melatih kemampuan klien agar bisa
lebih berproduktifitas dalam menggunakan waktu. Terapi ini sangat bermanfaat bagi klien
agar klien merasa mempunyai kemampuan yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-
hari.

B. Tujuan
1. Tujuan Umum
Klien mampu berespon terhadap kegiatan membuat kerajinan tangan
Tujuan Khusus
• Klien mampu melakukan kreatifitas sesuai instruksi
• Klien mampu membentuk kreatifitas yang diinginkan
• Klien mampu menceritakan perasaan dan kegunaan tentang kreatifitas
yang dibuatnya

C. Seting Tempat

O P
CL
P P

L
P F

P
F

1
P P

P F

OP

Keterangan Gambar :
L : Leader O : Observer
CL : Co-Leader OP : Operator
F : Fasilitator P : Pasien

2
D. Pembagian Tugas
1. Leader
a. Menyiapkan proposal kegiatan TAKS.
b. Menyampaikan tujuan dan peraturan kegiatan terapi aktifitas kelompok
sebelum kegiatan dimulai.
c. Menjelaskan permainan.
d. Mampu memotivasi anggota untuk aktif dalam kelompok dan
memperkenalkan dirinya.
e. Mampu memimpin terapi aktilitas kelompok dengan baik dan tertib.
f. Menetralisir bila ada masalah yang timbul dalam kelompok.

2. Co-leader Tugas
a. Mendampingi leader.
b. Menyampaikan informasi dari fasilitator ke leader tentang aktivitas
pasien.
c. Mengingatkan leader jika kegiatan menyimpang dari perencanaan yang
telah dibuat.
d. Mengambil alih posisi leader jika leader mengalami blocking dalam
proses terapi.

3. Fasilitator Tugas
a. Menyediakan fasilitas selama kegiatan berlangsung.
b. Memotivasi klien yang kurang aktif.
c. Memfalitasi dan memberikan stimulus dan motivator pada anggota
kelompok untuk aktif mengikuti jalanya terapi.

4. Observasi Tugas
a. Mengobservasi jalanya proses kegiatan.
b. Mengamati serta mencatat prilaku verbal dan non-verbal pasien selama
kegiatan berlangsung (dicatat pada format yang tersedia).
c. Mengawasi jalanya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses,
hingga penutupan.
BAB II
ISI

A. Topik
TERAPI AKTIFITAS KELOMPOK KETRAMPILAN “MEMBUAT
BROSS JILBAB”

B. Landasan teori
TAK adalah salah satu terapi modalitas gerontik yang dilakukan
perawat pada sekelompok klien dengan masalah yang sama. TAK bagian
dari psikoterapi di dalam kelompok. Aktivitas digunakan sebagai terapi
dan kelompok sebagai target asuhan, terbukti dapat memfasilitasi
perubahan perilaku yang efektif.

Orientasi adalah kemampuan seseorang untuk mengenal


lingkungannya serta hubungannya dengan waktu, ruang, dan terhadap
dirinya serta orang lain. Disorientasi atau gangguan orientasi dapat timbul
sebagai gangguan dari kesadaran, mengenai waktu, tempat, dan orang.
Disorientasi dapat terjadi pada setiap gangguan yang mana ada kerusakan
yang hebat dari ingatan, persepsi, dan perhatian.

C. Tujuan

Untuh melatih klien dalam aspek kognitif afektif dan psikomotor


1. Tujuan Umum
Meningkatnya kemampuan pasien dalam membina hubungan sosial dan
berinteraksi diwujudkan melalui terapi aktifitas secara bertahap.
2. Tujuan Khusus
Klien mampu berespon terhadap kegiatan membuat kerajinan tangan
Tujuan Khusus
• Klien mampu melakukan kreatifitas sesuai instruksi
• Klien mampu membentuk kreatifitas yang diinginkan
• Klien mampu menceritakan perasaan dan kegunaan tentang kreatifitas
yang dibuatnya

D. Indikasi
Klien mampu meningkatkan kognitif memperbaiki afektifnya mampu
merubah psikomotor

E. Kriteria Klien
Kriteria pasien
a. Klien yang mampu secara fisik dan kognitif serta memiliki
energy kuat untuk mengikuti terapi aktifitas kelompok
b. Klien tanpa hambatan mobilitas dan dapat melakukan aktifitas
Proses seleksi
a. Mengidentifikasi pasien yang masuk kriteria.
b. Mengumpulkan pasien yang masukl kriteria.
c. Membuat kontrak dengan pasien yang setuju ikut TAK, meliputi:
menjelaskan tujuan TAK pada pasien, rencana kegiatan kelompok dan
aturan main dalam kelompok.

F. Struktur Organisasi
Susunan perawat pelaksana TAKS sebagai berikut :
1. Leader : Enggar Rahman Dwi Cahya
2. Co. Leader : Dwi Bagus Trihatmojo
3. Fasilitator :
a. Fivi Nurwatini
b. Happy Yaistikka Audina
c. Intan Ragil Puji A
d. Istiningrum Hanifah M
e. Kiki Silvita Sari
4. Observasi :
a. Irma Faisatul Luaili
G. Waktu dan Tempat
Waktu : Senin 16 juli 2018 (Menyesuaikan)
Tempat : Wisma Srikandhi

H. Proses Pelaksanaan
a. Lansia dikumpulkan dalam ruang tamu
b. Lansia dikenalkan nama alat dan bahan
c. Fasilitator memberikan contoh pembuatan barang hiasan
d. Lansia membuat barang hiasan
I. Evaluasi
Evaluasi dilakukan saat TAK berlangsung khususnya pada tahap kerja.

J. Antisipan Masalah
Tata Tertib pelaksanaan TAKS
a. Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK sampai dengan selesai.
b. Peserta wajib hadir 5 menit sebelum acara TAKS dimulai.
c. Peserta berpakaian rapih, bersih dan sudah mandi.
d. Peseta Tidak diperkenankan makan, minum, merokok selama kegiatan
TAKS berlangsung.
e. Jika ingin mengajukan/menjawab pertanyaan, peserta mengangkat tangan
kanan dan berbicara setelah dipersilahkan oleh pemimpin.
f. Peserta yang mengacaukan jalannya acara akan dikeluarkan dari
permainan.
g. Peserta dilarang meninggalkan tempat sebelum acara TAK selesai.
h. Apabila waktu yang ditentukan untuk melaksanakan TAKS telah habis,
sedangkan permainan belum selesai, maka pemimpin akan meminta
persetujuan anggota untuk memperpanjang waktu TAK kepada anggota.

Antisipasi kejadian yang tidak diinginkan pada proses TAKS


a. Penanganan klien yang tidak aktif saat aktifitas kelompok
1. Memanggil klien.
2. Memberi kesempatan kepada klien tersebut untuk menjawab
sapaan perawat atau klien yang lain.
b. Bila klien meninggalkan permainan tanpa pamit:
1. Panggil nama klien.
2. Tanya alasan klien meninggalkan permainan.
c. Berikan penjelasan tentang tujuan permainan dan berikan penjelasan pada
klien bahwa klien dapat melaksanakan keperluannya setelah itu klien
boleh kembali lagi.
d. Bila ada klien lain ingin ikut
1. Berikan penjelasan bahwa permainan ini ditujukan pada klien yang
telah dipilih.
2. Katakan pada klien lain bahwa ada permainan lain yang mungkin
dapat diikuti oleh klien tersebut.
3. Jika klien memaksa, beri kesempatan untuk masuk dengan tidak
memberi peran pada permainan tersebut.

K. Skema Ruangan
Pasien saling berhadap-hadapan

A. Alat
a. Kain fanel
b. Gunting
c. Lem tembak
d. Pensil
e. Peniti
f. Pernak pernik

B. Metode
Dinamika kelompok

C. Langkah-langkah kegiatan
a. Persiapan
i. Mengigatkan kontrak dengan anggota kelompok
ii. Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan
b. Orientasi
i. Salam terapeutik
1. Salam dari terapis
2. Peserta dan terapis memakai name tag
ii. Evaluasi / validasi
a. Menanyakan perasaan pasien saat ini
b. Menanyakan apakah pernah membuat
ketrampilan sebelumnya

iii. Kontrak
a. Menjelaskan tujuan kegiatan
b. Menjelaskan aturan main lain:
• Berkenalan dengan anggota kelompok
• Jika ada peserta yang akan meninggalkan kelompok, harus minta
izin pada pemimpin TAK.
• Lama kegiatan 45 menit.
• Setiap pasien mengikuti kegiatan dari awal sampai akhir
3. Tahap kerja
a. Kumpulkan seluruh lansia yang ada di dalam wisma ke dalam satu
ruang
b. Bentuk posisi duduk saling berhadap-hadapan
c. Kenalkan alat dan bahan yang akan digunakan pada lansia
d. Kemudian contohkan cara pembuatan barang
e. Setelah itu dampingi lansia dalam proses pembuatan

4. Tahap terminasi
a. Evaluasi
1) Menanyakan perasaan pasien setelah mengikuti TAK
2) Memberi pujian atas keberhasilan lansia
b. Rencana tindak lanjut
Menciptakan jiwa ketrampilan pada lansia dalam mengahsilkan
suatu barang sesuai kreatifitas yang dimiliki sehingga dapat bernilai
jual.

F. Evaluasi dan Dokumentasi


Evaluasi
Evaluasi dilakukan pada saat proses TAK berlangsung, khususnya pada
tahap kerja untuk menilai kemampuan pasien melakukan TAK. Aspek yang di
evaluasi adalah kemampuan pasien sesuai dengan tujuan TAK. Untuk TAKS ,
dievaluasi dalam hal keantusiasan lansia dalam hal ketrampilan menciptakan
suatu barang dan produktivitasnya.
Dokumentasi
Dokumentasikan kemampuan yang dimiliki klien ketika tak pada catatan
proses keperawatan tiap klien
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
B. Evaluasi
Saran untuk UPT dan saran untuk Klien
DAFTAR PUSTAKA

Eko Prabowo. 2014. Asuhan Keperawatan Jiwa. Yogyakarta : Medikal Book.

Stuart, G. W., & Sundeen, S. J. (2002). Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 3.
Jakarta: EGC.

Suliswati, dkk. (2004). Konsep Dasar Keperawatan Kesehatan Jiwa. Jakarta:


EGC.

Yusuf, A., Fitryasari, R., & Nihayati, H. E. (2015). Buku Ajar Keperawatan
Kesehatan Jiwa. Jakarta: Salemba Medika.

1.