Anda di halaman 1dari 8

TUGAS INDIVIDU

Mata Kuliah : Manajemen Pemasaran dan Pencitraan Rumah Sakit


Dosen : Prof. Dr. Abdul Rahman Kadir, M.Si

JOURNAL REVIEW
“A COMPARATIVE STUDY ON PRODUCT MIX
IN CORPORATE HOSPITALS”

OLEH:
Astari Pratiwi Nuhrintama
P1806215005

KONSENTRASI MANAJEMEN RUMAH SAKIT


FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2016
“A COMPARATIVE STUDY ON PRODUCT MIX
IN CORPORATE HOSPITALS”

Dr. T. Sreenivas, Professon University College Departement of Business


Administration Yogivemana University
Dr. U. Srinivasa Rao, Professior School of Management Studies SSN
Engineering College

IRACST – International Journal of Commerce, Business and Management (IJCBM),


ISSN: 2319–2828 Vol. 2, No.1, February 2013

A. Paradigma yang Dipergunakan


Penelitian ini menggunakan paradigma positivist. Peneliti
mencoba melakukan perbandingan mengenai bauran produk dengan
pendekatan deduktif. Diawali dengan review literatur dan kemudian
dilanjutkan dengan operasional dalam penelitian.

B. Jenis Riset yang Diterapkan


Penelitian ini menerapkan desain cross-sectional. Dengan
menggunakan kuesioner, peneliti mencoba melakukan diagnosis
terhadap opini respondennya yang terdiri dari dokter, perawat, dan
pegawai administrasi rumah sakit.

C. Metode Analisis Data


Peneliti memilih dua rumah sakit yang berbeda di kota
Hyderabad, yaitu Rumah Sakit Apollo di Jublihills dan Rumah Sakit
Care di Banjarahills. Kedua rumah sakit ini mewakili rumah sakit
pendidikan modern dan teknologi tinggi, dibawah kontrol manajemen
swasta.
Setiap rumah sakit, sampel diambil dari 4 kategori setelah
memberikan representasi adekuat kepada semua klas. Keempat kelas
termasuk 1. Dokter 2. Staf Keperawatan 3. Personel Administrasi dan
4. Pasien.
Kuesioner digunakan sebagai instrumen penelitian ini terdiri atas
20 pernyataan mengenai bauran produk di dua rumah sakit sampel.
Respon yang diperoleh digolongkan dalaam 5 tingkatan yaitu Strongly
Agree, Agree, Can’t Say, Disagree and Strongly Disagree. Dimana
responden yang digunakan adalah dokter, perawat dan petugas
administrasi. Rata-rata dan standar deviasi masing-masing responden
untuk tiap rumah sakit dihitung.

D. Telaah
Penelitian yang berjudul “Sebuah Studi Komparatif Bauran
Produk pada Rumah Sakit Korporat” membahas mengenai
perbandingan dua rumah sakit sebagai sampel yang menerapkan
sistem berbasis ilmiah modern dan teknologi tinggi dibawah kontrol
manajemen swasta.
Proses pemasaran terdiri atas ratusan variabel atau bahan yang
terlibat dalam perencanaan pemasaran, pengambilan keputusan
pemasaran dan perumusan strategi bauran pemasaran. Semua ini
dapat diklasifikasikan ke dalam 7 strategi utama yaitu produk/ layanan,
harga, tempat, promosi, orang, bukti fisik dan proses. Ini disebut juga
Pemasaran 7P atau Bauran Pemasaran. Studi ini menganalisa kondisi
kekinian industri rumah sakit du India, salah satu bauran pemasaran
yang penting adalah bauran produk dan hal itu diamati di beberapa
rumah sakit. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk menyelidiki
bauran produk di rumah sakit khusus.
Dalam pelayanan kesehatan, rumah sakit memberikan peran
penting. Sebagian besar rumah sakit sekarang ini dilengkapi dengan
fasilitas diagnostik dan terapi lanjut. Rumah sakit dapat dibagi dalam
kelompok rumah sakit pemerintah dan non pemerintah. Di India, ada
lebih dari 3.593 rumah sakit yang dikelola oleh pemerintah dan 11.800
yang non pemerintah. Rumah sakit swasta menyediakan 80% dari
layanan kesehatan. Diantara rumah sakit ini hanya 1% yang memiliki
tempat tidur lebih dari 200 dan 84% hanya memiliki kurang dari 30.
Literatur terbaru mengindikasikan bahwa hal tersebut menjadi tugas
berat pihak pemasaran dan aspek lainnya dari rumah sakit di India dan
negara-negara berkembang lainnya. Sayangnya, bauran produk dalam
rumah sakit tersebut tidak mendapat perhatian khusus di India. Karena
perubahan teknologi, ekonomi dan lingkungan politik di India, perlu
dilakukan studi bauran produk di industri rumah sakit India.
Sebagian besar produk rumah sakit berupa jasa, termasuk
penilaian medis, diagnosis dan terapi, rehabilitas medik, layanan
preventif, edukasi kesehatan, promosi dan pelatihan, kesehatan
industri dan berbagai jasa sosial lainnya. Seluruhnya bersifat tangibel
dan dibutuhkan karena memiliki manfaat terhadap kesehatan orang.
Layanan yang baik di rumah sakit, seharusnya tidak hanya menjual
jasa tetapi juga manfaat kepuasan yang pasien peroleh karena
menerima layanan jasa. Elemen produk rumah sakit terdiri atas terapi
medis aktual oelh rumah sakit, edukasi dan pelatihan oleh institusi
kedokteran dan aktivitas R & D oleh pusat penelitian. Di rumah sakit,
produk termasuk diagnosis, terapi yaitu pemberiaan obat atau operasi
dan layanan pascaoperasi. Produk ini juga termasuk layanan
tambahan seperti pemeliharaan riwayat kasus pasien, registrasi,
pembayaran dan operasi pendukung seperti laundri, diet, farmasi, toko,
sekuriti dan lainnya. Layanan ini membantu untuk memberikan efek
tangible pada layanan yang intangible.
Bauran produk di rumah sakit dapat diartikan dengan length,
width dan depth yang dideskripsikan dalam sebuah rumah sakit
hipotetik. Bauran produk dalam rumah sakit hipotetik dalam length
terdiri atas 3 garis produk: layanan rawat inap, layanan rawat jalan dan
promosi kesehatan. Setiap garis produk memiliki width: layanan pasien
ttermasuk medikal/ surgikal, pediatrik, obstetrik dan rawat intensif
kardiak. Pada akhirnya setiap produk memiliki depth: rumah sakit
termasuk 15 tempat tidur pediatrik. Rumah sakit sedang berpikir untuk
memperluas bauran produknya. Hal ini dapat dilakukan dengan jalan
yang berbeda-beda. Dapat dilakukan dengan memperpanjang
(lengthen) bauran produk dengan menambahkan sebuah klinik
kesehatan mental, atau layanan rawat inap lainnya seperti psikiatri:
memperluas lebar (width) garis pasien rawat inap, atau tambahan
tempat tidur, diasumsikan dapat membantu regulasi: menambah
jumlah tempat tidur.
Bauran produk di rumah sakit Apollo mengungkapkan bahwa
departemen berbeda menyediakan Layanan Medis dan Layanan
Surgikal, Layanan ICU, Layanan Manajemen Nyeri, Layanan Gawat
Darurat, Layanan Pendukung, Layanan Spesial untuk pasien dan
keluarga, Layanan Rawat Inap, Layanan Diagnostik dan Terapi,
Layanan Bank Darah dan Layanan Korporat. Bauran produk di rumah
skait Care secara luas mengklasifikasikan kedalam Layanan Medis
dan Surgikal, Layanan Laboratorium, Layanan Radiologi, Layanan
Online, Layanan Bank Darah, Layanan Ambulans, Layanan Gawat
Darurat, Layanan Farmasi, Layanan Korporat, Layanan Homme Care
dan lain-lain. Persepsi dari responden terhadap bauran produk
diopinikan secara positif di kedua rumah sakit sampel. Skor rata-rata
adalah 1.94 untuk RS Apollo dan 2.42 di RS Care, dimana poin 5
menunjukkan bauran produk pada rumah sakit sampel asetuju
terhadap responden.
Industri layanan kesehatan di India telah membuat langkah yang
mengesankan di beberapa tahun terakhir. Telah terjadi transformasi
dengan angka pertumbuhan 17%. Sebagian besar rumah sakit
korporat telah memulai usaha untuk mengadopsi best practices dalam
manajemen ruma hsakit dengan menawarkan bauran produk yang
baik. Sebuah produk merupakan set atribut yang terkumpul dalam
formulir dan dapat diidentifikasi. Produk merupakan komponen pusat
dari bauran pemasaran. Komponen produk berhubungan dengan
berbagai isu terkait dengan perkembangan, presentase dan
manajemen produk yang ditawarkan di tempat pasar. Isu ini seperti
layanan packing, layanan utama dan pendukung, layanan manajerial
dan layanan perkembangan. Di Apollo, yang terpenting adalah
mengizinkan pengembangan dan pengenalan layanan baru di pasar.
Tetapi di rumah sakit Care, mereka tidak dapat memproduksi layanan
baru. Dalam keadaan gawat darurat, rumah sakit Apollo tidak diizinkan
untuk mengirim pasien kepada rumah sakit lain tetapi di Care
terkadang dokter mengizinkam pasien untuk pergi ke beberapa rumah
sakit dalam situasi gawat darurat. Hal ini mungkin disebabkan karena
keterbatasan fasilitas di rumah sakit. Perbandingan ruangan operasi
cukup nyaman untuk melakukan tindakan operasi di Apollo tetapi tidak
di Care. Pengelolaan rekam medik di Care cukup baik dan
menyediakan layanan untuk mengaksesnya tetapi di Apollo rekam
medik pasien biasanya tidak tersedia di dokter, sehingga
menyebabkan beberapa masalah dalam memberikan terapi lebih baik
kepada pasien. Layanan packing memainkan peran kunci di Apollo
untuk pemasaran layanannya. Sementara di Care tidak memberikan
layanan yang cukup baik dalam hal layanan packing. Layanan diet di
Care baik menurut opini perawat dan petugas administrasi. Tetapi di
Apollo layanan diet tidak memuaskan. Layanan rawat jalan di Apollo
menyediakan layanan maksimal kepada pasien tetapi Care harus
meningkatkan layanan rawat jalannya. Dalam kasus layanan ICU di
Care, memberikan reputasi yang baik menurut semua responden.
Tetapi di Apollo layanan ICU tidak dipertahankan dengan baik. Telah
dilakukan pengamatan bahwa, ada beberapa komplain terhadap
departemen house keeping di Apollo. Namun di Care semua
responden memberikan opini positif mengenai departemen house
keeping. Sebagai kesimpulan, hal ini dapat dimulai dengan bauran
produk yang baik pada kedua rumah sakit sampel.
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini hanya 1, yaitu
product mix. Peneliti hanya ingin membandingkan kedua rumah sakit
dengan perbedaan basis dalam hal product mix yang dihubungkan
dengan persepsi dokter, perawat dan petugas administrasi.
Ada beberapa hipotesis yang dibuat oleh peneliti untuk
menjawab masalah penelitian yang ada yaitu :
1. Terdapat perbedaan product mix antara rumah sakit terpilih,
yaitu rumah sakit berbasis pendidikan modern dengan rumah
sakit dengan teknologi canggih
2. Terdapat persepsi Dokter, Perawat, dan Petugas Administrasi
mengenai product mix untuk rumah sakit berbasis pendidikan
modern dengan rumah sakit dengan teknologi canggih
Ada beberapa poin keterbatasan dari penelitian ini. Pertama,
responden terbatas hanya pada petugas rumah sakit saja, sama sekali
tidak melibatkan pasien. Hal ini mengakibatkan opini yang disampaikan
responden kurang maksimal. Kedua, rumah sakit sampel yang
digunakan dalam penelitian hanya berjumlah 2 rumah sakit sehingga
kita hanya dapat menentukan yang mana rumah sakit yang lebih baik
dibandingkan rumah sakit yang lainnya. Sebaiknya, jumlah rumah sakit
yang dijadikan sampel ditambah beberapa rumah sakit supaya dapat
memberikan hasil yang lebih baik. Akan tetapi dari keterbatasan
tersebut dapat menjadi peluang bagi peneliti selanjutnya yaitu peneliti
untuk dapat melengkapi keterbatasan penelitian ini.
Akhirnya rekomendasi teoritis dari penelitian ini adalah bahwa
bauran produk memegang peran penting dalam memberikan kepuasan
pasien yang berobat ke rumah sakit. Salah satu usaha untuk
meningkatkannya adalah dengan menggunakan strategi pemasaran
yang maksimal. Sedangkan rekomendasi praktis dari penelitian ini
adalah sebaiknya hasil penelitian ini disosialisasikan baik ke pihak
rumah sakit terkait dan rumah sakit lainnya agar dapat dilakukan tindak
lanjut mengenai perbaikan produk rumah sakit dan peningkatan kinerja
pemasaran rumah sakit. Juga bagi institusi pendidikan, sebaiknya
dilakukan penelitian lanjutan dari penelitian ini. Hal ini dapat dilakukan
dengan mengembangkan lagi dalam hal varian responden,
pertanyaan-pertanyaan dan jumlah rumah sakit. Hal ini tentu akan
memberikan hasil yang lebih baik.