Anda di halaman 1dari 7

3.

Integral Tertentu
Setelah mendapatkan konsep integral Riemann, selanjutnya dibahas integral
tertentu beserta teorema-teoremanya. Teorema yang sangat menarik tentunya
adalah Teorema Dasar Kalkulus 1 dan 2, yang membuat perhitungan integral yang
sebelumnya lama menjadi sangat singkat.

a. Integral Tertentu
Berikut ini didefinisikan pengertian integral tertentu sebagai limit jumlah
Riemann.

Definisi 5.1
Dipunyai fungsi : , → .
Jika lim ∑ .∆ ada, maka dikatakan fungsi f terintegralkan secara
‖ ‖→

Riemann pada selang [a,b].


Selanjutnya ditulis

lim ∑ .∆
‖ ‖→

disebut integral tertentu (integral Riemann) fungsi f dari a ke b.

Catatan:
1) ∆ adalah panjang subselang ke-i, ∆ , i = 1, 2, 3, …, n,
sedangkan ∈ , .
2) Dalam kasus selang [a,b] dibagi menjadi n bagian sama panjang, maka
‖ ‖→0⇔ → ∞.

3) Pada bentuk , f disebut integran, a disebut batas bawah, dan b


disebut batas atas.
4) Dalam kasus fungsi f kontinu pada selang [a,b] dan 0 pada [a,b],

menyatakan luas daerah yang dibatasi oleh grafik f, garis x = a,


garis x = b, dan sumbu X.
5) Integral tertentu adalah suatu bilangan riil yang dapat bernilai positif, nol,
dan negatif.

17 
 
Contoh 5.9
1. Hitunglah 3 dengan menggunakan limit Jumlah Riemann.
Penyelesaian:
Misalkan 3.
Bangun partisi untuk selang [1,4] yang membagi selang [1,4] menjadi n buah
subselang yang sama panjang.
4 1 3
Diperoleh  i x   untuk setiap i = 1,2, 3, , n. Berikutnya diperoleh:
n n

1, 1 , 1 2. , … , 1 1 . , 1

. , dan 4.

Pilih ti = xi untuk setiap ∈ , .

Jadi 1 1 3 2.

Jadi 3 lim ∑ .∆
‖ ‖→

= lim ∑ 2 .

= lim ∑ ∑ 1

 9 n(n  1) 6 
= lim    n
n n 2 2
 n 
9
= 6
2
3
=  .
2

2. Hitunglah .
Penyelesaian:
Bangun partisi untuk selang [a,b] yang membagi selang [a,b] menjadi n buah
subselang yang sama panjang.
ba
Jelas  i x  untuk setiap i = 1, 2, 3, …, n.
n

18 
 
 a , x1 ba 2 (b  a ) (i  1)(b  a )
Jadi x0 a , x2  a  ,…, x i 1  a  ,
n n n
i (b  a ) xn  b .
xi  a  dan
n

Pilih ti  xi1 .
n

 f (t ). x
b
Jadi  x.dx = lim i i
P 0
a i 1

n
 (i  1)(b  a)  b  a
= lim
n
 a 
i 1 n . n

 a(b  a)  b  a  2
n 
= lim     (i  1)
n
i 1 
 n  n  

 a(b  a) n 2
ba n 
= lim
n 
 1   
 n  i 1
(i  1)
 n i 1 

 a(b  a) 2
 b  a   n(n  1) 
= lim .n    .  n 
n
 n  n   2 

b2  2ab  a 2
= ab  a 
2

2
b2  a 2
    =  .
2

b. Teorema-teorema Integral Tertentu


Definisi integral tertentu dari fungsi f pada selang [a,b] dapat diperluas untuk
kasus b = a atau a > b yang didefinisikan sebagai berikut.

Definisi 5.2
(a) Jika f (a) terdefinisi maka 0.

(b) Jika a > b dan terdefinisi, maka .


 

Suatu fungsi akan terintegral secara Riemann jika fungsi tersebut kontinu
dan terbatas pada suatu selang sebagaimana dinyatakan dalam Teorema 5.8.

19 
 
Teorema 5.8
Jika fungsi f kontinu pada selang , , maka f terintegral secara Riemann pada
selang , .
 

Akibatnya pada selang tutup , , fungsi-fungsi sejenis polinomial, sinus, cosinus,


maupun fungsi rasional yang penyebutnya tidak sama dengan 0 akan terintegral
secara Riemann.
Sebagai akibat dari Definisi 5.4 dan Teorema 5.7, pada selang , , secara
khusus untuk 1 diperoleh Teorema 5.9 dan secara umum untuk
, suatu konstanta diperoleh Teorema 5.10.
Teorema 5.9

lim ∆  
‖ ‖→

Teorema 5.10

lim .∆  
‖ ‖→
 

Sebagaimana Teorema 5.3 pada integral tak tentu, sifat kelinierannya juga
berlaku pada integral tertentu.

Teorema 5.11 (Kelinieran)


Jika fungsi-fungsi f dan g terintegral pada selang [a,b], maka fungsi-fungsi (f + g)
dan K.f dengan K konstanta terintegralkan, yaitu:

(c) , dan

(d) . .
 

Selanjutnya teorema yang diperoleh dari batas bawah dan atas yang merupakan
penjumlahan dua selang.

20 
 
Teorema 5.12 (Sifat Penjumlahan Selang)
Jika fungsi f kontinu pada suatu selang yang memuat , , dan maka

tanpa memperhatikan urutan , , dan .


 

Contoh 5.10
dan , ruas kanan
merupakan bentuk dengan urutan c yang berbeda, namun jika dihitung memiliki hasil
yang sama. Teorema 5.12 dapat diperluas untuk lebih dari dua selang, misalnya tiga

selang: .
Teorema berikut menjamin jika nilai fungsinya tak negatif pada selang
, , maka nilai integralnya juga tak negatif. Hal ini disebabkan integral Riemann-
nya tidak mungkin bernilai negatif.

Teorema 5.13
Jika f terintegral pada selang , dan 0 pada selang , maka

0.
 
Teorema 5.14 berikut adalah akibat dari Teorema 5.13, teorema ini juga
memperlihatkan bahwa integral tertentu melestarikan sifat perbandingan.

Teorema 5.14
Jika f dan g terintegral pada selang , dan pada , maka

Karena maka 0, sehingga menurut Teorema

5.13, 0. Akibatnya .
Nilai dari integral tertentu mempunyai batas yang dapat diperhitungkan dari
nilai minimum dan maksimum fungsinya. Sifat keterbatasan ini disajikan oleh
Teorema 5.15.

21 
 
Teorema 5.15
Jika f kontinu pada selang , , , dan , maka

.
 

1) Teorema Dasar Kalkulus 1: Pendiferensialan Integral Tertentu terhadap


Batas Atasnya
Teorema Dasar Kalkulus 1 menjadi sangat penting karena memperlihatkan secara
jelas hubungan antara turunan dan integral tertentu.

Teorema 5.16 (Teorema Dasar Kalkulus 1)


Jika f kontinu pada selang , dan suatu titik dalam , , maka

Contoh 5.11

Tentukan

Penyelesaian:

Berdasarkan Teorema .16 diperoleh .

Berikut ini merupakan teorema nilai rata-rata untuk integral.

Teorema 5.17 (Teorema Nilai Rata-rata untuk Integral)


Jika f kontinu pada selang , dan maka terdapat suatu bilangan antara dan
sedemikian hingga

atau

Berikut ini merupakan teorema substitusi dalam integral tertentu

22 
 
Teorema 5.18 (Teorema Substitusi dalam Integral Tertentu)
Jika mempunyai turunan kontinu pada , dan f kontinu pada daerah nilai maka

dengan .

2) Teorema Dasar Kalkulus 2


Teorema Dasar Kalkulus 2 memberikan kemudahan untuk menghitung Integral
Tertentu, berikut teorema tersebut.

Teorema 5.19 (Teorema Dasar Kalkulus 2)


Jika kontinu pada , dan sebarang anti turunan ,

maka = F(b) – F(a). Selanjutnya ditulis F(b) – F(a) =

Contoh 5.12
Hitunglah: (a) (b) 8 (c) 3 6 5 .
Penyelesaian:
(a) . . = .

(b) 8 2 2.

(c) 3 6 5 3 5 1 3 5 7.
Sifat khusus integral tertentu pada fungsi genap dan fungsi ganjil disajikan pada
Teorema 5.20

Teorema 5.20
Jika fungsi genap, yaitu suatu fungsi yang memenuhi sifat ,
maka: 2 dan
jika fungsi ganjil, yaitu suatu fungsi yang memenuhi sifat ,
maka 0.

23