Anda di halaman 1dari 25

TINGKAH LAKU PARA PENGGUNA JALAN RAYA TERHADAP

KEMACETAN LALU LINTAS DIJALUR JEMBATAN SOEKARNO


HATTA

Oleh :

HUSNA 105120307111017

DESSY EFFIYANTI 105120307111028

HIKMANIA ANDRI A. 105120307111030

LASTRI YUNI A. 105120307111069

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

(PSIKOLOGI)

UNIVERSITAS BRAWIJAYA

MALANG
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Belum berakhir sorotan terhadap kemacetan di perempatan Jalan Soekarno Hatta


Kota Malang. Bahkan kemacetan lebih parah sehingga para pengendara terpaksa
mengeluh lagi. Pasalnya kemacetan parah terjadi di berbagai kawasan yang mengakses
Soekarno Hatta.

Di Jalan Soekarno Hatta misalnya, kendaraan sempat tidak bergerak atau macet
total. Kendaraan pun mengular sampai sekitar depan Waroeng Steak n Shake. Akibat
kemacetan parah itu, pengendara harus menunggu lama sampai arus lalu lintas terurai.
Hal ini membuat perjalanan pengendara harus tertunda dan lama menunggu sampai arus
lalu lintas bisa bergerak lagi.

Bahkan warga semakin khawatir ketika Aparatemen Menara Soehat berfungsi,


kemacetan akan semakin parah lagi. Para pengendara mengingatkan pemkot agar lebih
serius mengurai persoalan kemacetan di perempatan Jalan Soekarno Hatta.

B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa penyebab dari kemacetan?
2. Apa dampak dari kemacetan?
3. Bagaimana cara mencegah kemacetan?
4. Apa definisi dari metode rating?

C. TUJUAN
1. Kita dapa mengetahui penyebab dari kemaceta.
2. Kita dapat mengetahui dampak dari kemacetan.
3. Kita dapat mengetahui cara pencegahan dari kemacetan.
4. Kita dapat mengetahui pengertian dari metode rating.

BAB II
PEMBAHASAN

A. KEMACETAN

Kemacetan di jalan raya pada sore hari di kota besar sepertinya sudah menjadi
rutinitas yang selalu terulang dan sepertinya sulit juga untuk hilang, meskipun merugikan
bagi sebagian besar masyarakat hal ini tetap belum ada penyelesaian yang pas, sehingga
kemacetan pada pagi dan sore hari selalu terjadi. Berikut sedikit dari berbagai penyebab
terjadinya kemacetan di jalan raya terutama di kota-kota besar bedasarkan pengalaman
berkendara selama ini:

1. Jumlah kendaraan yang tidak terkontrol, semakin lama semakin banyak sampai-
sampai tiap rumah memiliki minimal 2 sepeda motor bahkan tidak sedikit yang
memiliki sampai 2 motor perorang dalam satu rumah. Berbagai macam penyebab
meningkatnya pengguna motor antara lain, harga cicilan motor yang terjangkau,
tingkat konsumtif masyarakat karena termakan iklan, dan lain sebagainya.

2. Pemanfaatan ruang kendaraan yang kurang maksimal, yang paling mudah kita lihat
adalah mobil, tidak sedikit dari mobil yang ada dijalan hanya dikendarai oleh satu
orang, hal ini tentunya sangat disayangkan karena perbandingan ukuran satu mobil
sama dengan 4 motor.

3. Pengendara yang tidak saling peduli dengan pengendara yang lain adalah salah satu
dari kemacetan yang sering terjadi, hal ini banyak dikarenakan kurangnya sistem
edukasi dini tentang berkendaraan.

4. Pembangunan gedung-gedung umum atau bangunan mall kurang memperhitungkan


tingkat kemacetan yang akan ditimbulkan, hal ini tidak sedikit kita jumpai di kota-
kota besar pembangunan gedung mall atau gedung perkantoran yang mengakibatkan
kemacetan yang luar biasa.

 Dampak negative dari kemacetan


Kemacetan lalu lintas memberikan dampak negatif yang besar yang antara lain
disebabkan:

a) Kerugian waktu, karena kecepatan perjalanan yang rendah


b) Pemborosan energi, karena pada kecepatan rendah konsumsi bahan bakar lebih
rendah

c) Meningkatkan polusi udara karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih
tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal

d) Meningkatkan stress pengguna jalan

e) Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti ambulans, pemadam


kebakaran dalam menjalankan tugasnya

 Cara mencegah kemacetan

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan


kemacetan lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehensif
yang biasanya meliputi langkah-langkah sebagai berikut:
a) Peningkatan kapasitas

1. Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu


memungkinkan,

2. Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah,

3. Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu,


biasanya yang paling dominan membatasi arus belok kanan.

4. Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas,


persimpangan tidak sebidang/flyover,

5. Mengembangkan inteligent transport sistem.

b) Pembatasan kendaraan pribadi


Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya
pemilikan kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk
yang tinggi.

Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu


seperti yang direncanakan akan diterapkan

Bentuk lain dengan penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan


dengan penerapan tarip parkir yang tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu
lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan ruang parkir dikawasan yang akan
dibatasi lalu lintasnya,

 Solusi bagi para pengguna jalan raya dalam menghindari macet :

1. Gunakan jalan raya sebelum atau sesudah jam aktivitas masal seperti ; pagi jam
6.30 – 7.00 aktivitas anak-anak berangkat sekolah, pagi jam 8.15 – 9.15 aktivitas
orang pergi kantor, jam 17.30 – 19.00 aktivitas orang pulang kantor. Anda hanya
perlu menyesuaikan waktu anda dengan jam macet, pastikan anda tiba lebih awal
atau mundurkan sedikit waktu aktivitas anda.

2. Bijaksana dan fleksibel dalam mengatur rute perjalanan. Jangan fokus pada jalan
terdekat ke tujuan tetapi fokus pada jalan tercepat ke tujuan. Menghindari jalan
macet adalah suatu keputusan yang tepat bagi anda dan pengguna jalan lainnya.

3. Gunakan sarana transportasi umum seperti bus transjakarta, atau ojek, Transjakarta
akan membuat anda lebih cepat sampai tujuan dikarenakan bus transjakarta
memiliki jalur khusus yang dinamakan busway. Ojek juga menjadi pilihan jika
anda sudah tidak memiliki waktu yang cukup banyak. Ojek adalah kendaraan
motor yang dapat anda sewa dengan persetujuan biaya di muka. Dengan ojek
kemacetan bisa anda lalui dengan mudah.

4. Gunakan pengawalan jalan raya, namun cara ini membutuhkan biaya yang cukup
lumayan. Tetapi jika anda adalah orang yang memiliki kepentingan yang sangat
tinggi dan dalam situasi yang sangat diperlukan untuk kehadiran anda maka anda
dapat menggunakan fasilitas pengawalan di jalan raya.

Jika anda sudah melakukan antisipasi kemacetan seperti penjelasan diatas,


namun macet tidak dapat dihindari dan anda sudah masuk di dalam macet. Maka
solusi ketika berada di dalam kemacetan adalah :

1. Pastikan anda memiliki ribuan musik kesukaan anda di mobil. Setel lagu
kesayangan anda tapi pastikan lagu yg memiliki ritme tidak terlalu cepat karena
lagu dengan beat yang sangat cepat dapat membuat anda semakin stress.

2. Sediakan snack ringan secukupnya seperti kuaci, kuaci dapat menyibukan diri anda
selama berjam jam di kemacetan tanpa efek naik berat badan. Jangan meyimpan
terlalu banyak makanan di mobil karena berakibat pada bau yang tidak sedap pada
mobil,

3. Minum minuman pemecah stress seperti air mineral, teh dan kopi. Jangan sekali
kali minum minuman alkohol pada saat mengemudi.

4. Coklat adalah salah satu makanan atau minuman yang bisa membuat anda relax
dan nyaman, saran saya jangan terlalu banyak mengkonsumsi coklat karena dapat
berakibat kenaikan berat badan.

5. Lakukan gerakan pemecah titik jenuh berulang ulang. Gerakan pemecah titik jenuh
akan saya bahas lebih lanjut pada posting lain.

6. Kendalikan emosi, biasanya pada saat macet orang orang akan saling menyalip
dengan posisi kendaraan rapat. Anda boleh menyalip jika itu membuat anda lebih
baik, tetapi lebih baik jika anda mengemudi dengan nyaman dan tanpa beban harus
menyalip.

7. Telepon orang yang anda dapat ajak bicara untuk memecah kejenuhan anda.
Bicarakan hal hal yang penting saja, jangan membicakan hal yang tidak jelas
apalagi gosip. Karena itu dapat membuat emosi anda naik.
8. Jika anda memiliki tv mobil maka akan sangat berguna pada saat macet total.
Tetapi tetap ingat rute perjalanan anda, jangan biarkan karena keasyikan anda
menonton membuat pengguna jalan lain terganggu

9. Bosan dengan musik anda bisa mendengarkan radio, lakukan secara bergantian
untuk menghilangkan kejenuhan. Cari gelombang radio dengan acara diskusi atau
berita atau acara sejenisnya.

10. Cara ini jika anda sudah sangat tidak sanggup melalui macet. Cari gedung terdekat
dan parkirkan kendaraan anda. Anda bisa tidur untuk sejenak atau mencari warung
kopi.

B. Rating
 Ratings Recording dalam Observasi
Dengan ratings recording, Anda menilai perilaku berdasarkan skala atau checklist.
Biasanya pada akhir periode observasi. Skala tersebut didesain sehingga Anda bisa
menunjukkan tingkat mana yang (a) Anda telah mengobservasi perilaku (misal:
kerjasama, agresi) atau (b) Anda melihat perilaku yg akan timbul pada anak. Jadi,
Anda jangan hanya mengobservasi sang anak tetapi juga mengevaluasi tingkatan
dimana perilaku dijadikan penilaian. Rating ini menghasilkan sebuah nilai
ordinal(lihat Bab 4 Assessment of Children: Cognitive Applications). Skala rating
biasanya melibatkan tingkatan yg lebih tinggi dari subjektivitas pengamat daripada
melakukan metode pencatatan perilaku yang lain.
 Penggunaan Umum dari Ratings Recording

Peringkat berguna untuk mengevaluasi aspek yang lebih global dari perilaku dan
untuk impresi kuantitatif (misal:apakah orang yang diuji termotivasi atau hostile,
apakah hasilnya dapat diandalkan). Checklist Perilaku dan Sikap pada Tabel 7.6
dalam Bab 7 Assessment of Children:Cognitive Applications adalah salah satu
prosedur rating yang bisa digunakan untuk mengukur perilaku ketika Anda
melaksanakan tes. Skala peringkat berguna untuk menilai perilaku atau produk yang
sulit untuk diukur secara langsung. Sebagai contoh , Anda dapat menggunakan sebuah
skala peringkat yang berkisar dari sangat buruk (1) hingga baik sekali (7) untuk
menilai legibilitas dari tulisan tangan, kualitas dari seni dan produk kerajinan tangan,
kerapihan dari sebuah kamar, atau performance styles selama latihan fisik dan kegiatan
lainnya. Untuk memberikan penilaian tentang intensitas dari sebuah perilaku, penilaian
dari tidak intens (1) hingga sangat intens (7) adalah berguna. Karena skala peringkat
mudah untuk distandarisasi, dan dapat digunakan untuk berbagai tujuan dalam
berbagai pengaturan.

Anda dapat membandingkan hasil yang berdasarkan rating dengan hasil yang
diperoleh dari prosedur observasi yang lebih spesifik, seperti interval atau event
recording. Perbandingan ini dapat menyingkap kekonsistenan dari hasil antar metode.
Peringkat sangat berharga dalam beberapa situasi penilaian karena lebih murah dalam
waktu dan sumber daya personil dibandingkan metode lain. Peringkat juga
membolehkan Anda untuk (a) mempertimbangkan petunjuk yang lebih halus dan unik.
(b) mengatasi fragmentasi penting yang terkait dengan perilaku, dan (c) mengevaluasi
kualitas dan kesatuan dalam perilaku anak yang mungkin tidak bisa diakses dengan
lebih detil dan pengkodean system yang objektif. Terkadang kita menjelaskan dimensi
kuantitatif yang berhubungan dengan peringkat sebagai “Perilaku secara keseluruhan”.

 Keuntungan dari Ratings Recording

Metode peringkat memiliki beberapa keuntungan:

- Menyediakan kerangka umum dari referensi untuk membandingkan individual.

- Sesuai untuk mencatat perilaku yang berbeda-beda.

- Dapat digunakan untuk menilai perilaku dari banyak individual atau dari sebuah grup
secara keseluruhan.

- Mencatat aspek kualitatif dari perilaku

- Menghasilkan data dalam bentuk yang sesuai untuk analisis statistik.

- Efisien dalam waktu


- Merupakan metode yang nyaman untuk mencatat persepsi dari beberapa pengamat.

 Kerugian dari Ratings Recording

- Menggunakan nilai skala yang dapat berdasarkan asumsi yang kurang jelas

- Dapat memiliki realibilitas antar pengamat yang rendah dikarenakan istilah yang
rumit atau ambigu, posisi skala yang diterjemahkan berda oleh pengamat yang
berbeda, kecenderungan di antara beberapa pengamat untuk menggunakan pusat dari
skala penilaian dan mengindari posisi yang ekstrim (kecenderungan kesalahan
pusat), dan efek halo.

- Tidak cocok untuk mencatat informasi kuantitatif penting, seperti frekuensi, durasi,
atau latemsi dari perilaku.

- Tidak cocok untuk mencatat kejadian yang lebih dulu dan konsekuen. Kecuali
metode untuk melakukannya dibangun kedalam rancangan dari ratings recording.

- Dapat saja tidak akurat bila terjadi penundaan waktu antara observasi perilaku dan
penilaian pengamat terhadap perilaku

C. Hasil Observasi

Tema : Kemacetan

Pukul : 16.45 WIB

Lokasi : Jembatan Soekarno Hatta

Metode : Rating

 Keterangan Observasi
Sore hari di jalan jembatan sokarno hatta tepatnya hari selasa tanggal 5 juni
2012 sekitar pukul 16.45 WIB. Ketika kami di sana , kami melihat keramaian lalu
lintas yang terjadi di perempatan jalan jembatan sukarno hatta dan jalur masuk
universitas yang begitu macet ketika saat itu. Selain kendaraan yang ramai berlalu
lalang di sana kami melihat ada seorang bapak penjual bakso yang hendak
menyebrang ke arah sukarno hatta, kemudian di sisi lain kami meliahat ada seorang
bapak pula yang mendorong gerobak yang hendak menuju jalan dinoyo. Selain itu
kami melihat ada 3 orang polisi yang bertugas di sana untuk menjalankan tugas
mereka untuk menjalankan atau menertibkan lalu lintas.

Walupun di sana sudah di pasang lampu lalu lintas namun masih belum
normal atau tidak jalan sehingga yang mengatur kemacetan di sana bapak polisi. Di
sana pak polisi berbagi tugas untuk mengatur jalannya keramaian lalu lintas yang
mana pak polisi yang satu di daerah jalan depan pintu gerbang universitas brawijaya,
satu di jalan arah panjaitan , kemudian yang satu di arah jalan jembatan soekarno
hatta.

Disaat kemacetan berlangsung ada beberapa prilaku pengendara yang


menurut kami mengganggu mengendar lain dan dapat menambah kemacetan
bertambah seperti mendengarkan musik sehingga karna keasikan mendengarkan
musik mereka tidak memperhatikan arahan petugas didepan dan ada juga sebagian
pengendara motor yang sedang bergoncengan malah asyik ngobrol dengan
pengendara lain itu pun dapat menganggu sebab mereka tidak memperhatikan arahan
dari petugas yang mengatur jalan. Sering kali kemacetan timbul di karenakan para
pengguna jalan seenaknya tanpa memperhaatikan arahan petugas, seperti mereka
menerobos jalan raya. Tetapi kemacetan yang kami amati di jalur jembatan soekarno
hatta terjadi tidak hanya karena pengguna jalan yang seenaknya dan ada pula di
pengaruhi oleh volume kendaraaan yang kapasitasnya berlebihan serta pengaruh jalan
jembatan soekarno hatta yang kurang memadai (sempit tau kurang lebar).

Namun selain itu, para pejalan kaki pun turut andil dalam kemacetan di jalan
jembatan soekarno hatta menuju universitas brawijaya sebab sebagian yang ngekos
atau bertempat tinggal di soekarno hatta mereka lebih memilih jalan kaki di
bandingkan menggunakan sepeda motor atau kendaraan lainnya di karenakan mereka
untuk memilih untk menghindari kemacetan namun hal ini malah menimbulkan
kemacetan di karenakan mereka yang hendak menyebrang malah menyebrang
sembarangan tanpa ada polisi yang mengatur sehingga menggangu jalannya lalu
lintas di sana.

Pengamatan yang terjadi ketika kemacetan lalu lintas berlangsung di jembatan


Soekarno Hatta Malang:

a) Tabel hasil pengamatan observasi

No. Perilaku Keterangan (Jumlah Orang)


1 2 3 4 5 >6
1 Menekan klakson 

2 Dengerin music 

3 Marah-marah 

4 Menerobos 

5 Sabar menunggu 

6 Main handphone 

7 Ngobrol sama teman 

8 Melamun 

9 Menurunkan penumpang 

10 Membeli makanan ringan 


b) Table rating scale

1 2 3 4 5

Selalu sering kadang-kadang jarang tidak pernah

Sekuen Indikator Perilaku Rating


1 Kepanikan Menekan klakson 1
2 Uji kesabaran Marah-marah 3
3 Menerobos 1
4 Sabar menunggu 4
5 Perilaku aneh Dengerin music 4
6 Main handphone 2
7 Melamun 3
8 Mementingkan diri Berbicara dengan teman 2
9 Menurunkan penumpang 3
sendiri
10 Membeli makanan ringan 3
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Kemacetan di jalan raya pada sore hari di kota besar sepertinya sudah menjadi
rutinitas yang selalu terulang dan sepertinya sulit juga untuk hilang, meskipun merugikan
bagi sebagian besar masyarakat hal ini tetap belum ada penyelesaian yang pas, sehingga
kemacetan pada pagi dan sore hari selalu terjadi.

Pada rating recording, perilaku dicatat dalam skala atau checklist, biasanya
setelah periode observasi selesai. Skala rating lebih banyak dipengaruhi oleh
subyektifitas observer dibandingkan metode observasi yang lain.

B. Saran
1. Pastikan anda memiliki ribuan musik kesukaan anda di mobil.
2. Sediakan snack ringan secukupnya
3. Minum minuman pemecah stress seperti air mineral, teh dan kopi
4. Kendalikan emosi saat terjebak macet
5. Jika anda memiliki tv mobil maka akan sangat berguna pada saat macet total.
6. Bosan dengan musik anda bisa mendengarkan radio
7. Cari gedung terdekat dan parkirkan kendaraan anda. Anda bisa tidur untuk sejenak
atau mencari warung kopi.
MAKALAH MASALAH KEMACETAN DAN SOLUSI MENGATASINYA

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Lalu lintas adalah sarana untuk bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain, oleh
karena itu lalu lintas merupakan salah satu masalah penting. Apabila arus lalu lintas
terganggu atau terjadi kemacetan, maka mobilitas masyarakat juga akan mengalami
gangguan. Gangguan-gangguan ini akan berdampak negatif pada masyarakat.
Masalah lalu lintas merupakan suatu masalah sulit yang harus dipecahkan bersama dan
sangat penting untuk segera diselesaikan. Apabila masalah lalu lintas tidak terpecahkan,
maka semua kerugian yang timbul akibat masalah ini akan ditanggung oleh masyarakat
itu sendiri, dan apabila masalah ini dapat terpecahkan dengan baik, maka masyarakat
sendiri yang akan mendapatkan manfaatnya.

Sebagai salah satu negara sedang berkembang, Indonesia seperti negara sedang
berkembang lainnya mengalami permasalahan-permasalahan lebih kompleks
dibandingkan dengan negara-negara maju, mulai dari pertumbuhan penduduk yang
tinggi, kesenjangan sosial, hingga kurangnya sarana dan prasarana yang menunjang
pembangunan itu sendiri. Kemacetan atau kongesti adalah salah satu diantaranya.

B. Permasalahan
Kemacetan lalu lintas sangat sulit untuk dihilangkan, paling tidak hanya dapat dikurangi
kepadatannya. Hal ini disebabkan karena kemacetan lalu lintas dipengaruhi oleh banyak
faktor yang saling berkaitan satu sama lainnya. Letak geografis suatu daerah salah
satunya.Untuk mengatasi atau paling tidak mengurangi kemacetan lalu lintas perlu kita
ketahui terlebih dahulu hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya kemacetan lalu lintas,
apa dampak negatif yang timbul akibatnya dan bagaimana upaya yang dapat kita lakukan
bersama agar dapat mengurangi terjadinya kemacetan lalu lintas tersebut.

C. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk mempelajari masalah kemacetan lebih lanjut, mengetahui
tentang sebab-sebab kemacetan di Indonesia dan juga dapat mengetahui dampak yang
ditimbulkannya bagi kehidupan masyarakat, kemudian dicari solusi yang tepat untuk
mengatasi masalah kemacetan.

PEMBAHASAN

A. Pengertian Kemacetan
Sebelum membahas tentang pengertian kemacetan lalu lintas, sebaiknya kita pelajari
terlebih dulu pengertian dari lalu lintas itu sendiri. Dalam UU RI Nomor 14 Tahun 1992,
ditetapkan pengertian lalu lintas adalah gerak kendaraan, orang dan hewan di jalan.
Jadi, Kemacetan adalah situasi atau keadaan tersendatnya atau bahkan terhentinya lalu
lintas yang disebabkan oleh banyaknya jumlah kendaraan melebihi kapasitas jalan.
Kemacetan banyak terjadi di kota-kota besar, terutamanya yang tidak mempunyai
transportasi publik yang baik atau memadai ataupun juga tidak seimbangnya kebutuhan
jalan dengan kepadatan penduduk, misalnya Jakarta.
Kemacetan lalu lintas menjadi permasalahan sehari-hari di Jakarta, Surabaya, Bandung,
Medan, Semarang, Makassar, Palembang, Denpasar, Jogjakarta, dan kota-kota besar
lainnya di Indonesia. Dinas perhubungan DKI Jakarta mencatat, pertambahan jumlah
kendaraan bermotor rata-rata 11 persen per tahun sedangkan pertambahan jalan tak
sampai 1 persen per tahunnya.

B. Penyebab Kemacetan Lalu Lintas


Dari beberapa uraian diatas dapat ditarik faktor-faktor penyebab terjadinya kemacetan
lalu lintas antara lain :
1. Arus kendaraan yang melewati jalan tersebut telah melampaui kapasitas jalan
tersebut.
2. Terjadinya kecelakaan lalu lintas di jalan tersebut sehingga menimbulkan rasa
ingin tahu warga yang menyebabkan warga berkerumun memadati jalan atau kendaraan
yang terlibat kecelakaan yang belum dibersihkan atau disingkirkan dari badan jalan.
3. Terjadinya banjir yang merendam badan jalan sehingga para pengendara
kendaraan memperlambat laju kendaraannya.
4. Adanya perbaikan jalan.
5. Kepanikan untuk mengevakuasi diri ke tempat yang lebih aman akibat peringatan
akan terjadinya bencana alam seperti tsunami, tanah longsor, banjir dan lainnya.
6. Adanya bagian jalan yang rusak atau longsor.
7. Ketidak tahuan masyarakat akan aturan lalu lintas.
8. Parkir kendaraan yang tidak tertata baik atau tidak pada tempatnya.
9. Pasar tumpah yang secara tidak langsung memakan badan jalan sehingga pada
akhirnya membuat sebuah antrian terhadap sejumlah kendaraan yang akan melewati area
tersebut.
10. Pengaturan lampu lalu lintas yang bersifat kaku yang tidak mengikuti tinggi
rendahnya arus lalu lintas.

Sedangkan, penyebab kemacetan di yang biasa terjadi di Ibu Kota (DKI Jakarta) :
Pertama, ruas jalan jauh di bawah kebutuhan normal yang seharusnya 20 persen dari
total luas kota.Saat ini, lahan jalan Jakarta hanya 6,2 persen saja dari total lahan.
Kedua, moda angkutan umum belum sesuai dengan kebutuhan di kota besar. Menurut
Andrinof, angkutan umum utama di Jakarta harusnya berupa bus dan kereta yang bisa
mengangkut penumpang dalam jumlah besar.
Ketiga yaitu minimnya jembatan penyeberangan orang atau terowongan penyeberangan
orang. Sehingga orang kerap kali menyeberang beramai-ramai saat arus lalu lintas sedang
tinggi. Ini tentu menghambat laju kendaraan.
Keempat, karena kebijakan perumahan perkotaan yang salah. Rumah susun di Jakarta
jumlahnya amat kecil. Akibatnya, orang menyebar ke daerah pinggir. Penyebaran rumah
ke pinggir membuat orang lama dan banyak berada di jalan.
Kelima karena banyaknya persimpangan jalan yang belum memiliki bangunan fly
over maupun underpass.
Keenam, angka urbanisasi dan pertumbuhan penduduk di pinggir Jakarta amat tinggi.
Jumlahnya di atas 4,5 persen per tahun. Sementara, mayoritas dari mereka bekerja di
Jakarta.
ketujuh, yaitu karena banyaknya titik bottleneck, seperti di pintu-pintu masuk jalan tol.
Delapan yaitu karena kurangnya angkutan massal seperti bus dan kereta.
Terakhir, yaitu karena buruknya tata ruang dan kesalahan pemberian ijin bangunan
seperti mall dan ruko.

C. Dampak Kemacetan Lalu Lintas


Kemacetan lalu lintas sangatlah tidak disukai oleh semua masyarakat, karena kemacetan
dapat menyebabkan banyak kerugian terhadap para pengguna jalan. Dampak kemacetan
lalu lintas antara lain adalah pemborosan BBM, pemborosan waktu serta menimbulkan
polusi udara. Pemborosann BBM terjadi karena kemacetan menyebabkan kendaraan
menjadi terhambat sehingga terjadi pembakaran yang tidak efektif.
Selain pemborosan BBM, bila terjadi kemacetan tentu kita juga akan rugi waktu.
Misalnya jarak 60 km bisa kita tempuh hanya dengan waktu 1 jam, maka bila terjadi
kemacetan dengan waktu yang sama mungkin kita hanya dapat menempuh jarak 10-20
km saja.
Jadi, dampak yang ditimbulkan oleh kemacetan lalu lintas sangat banyak. Selain waktu
dan biaya, kemacetan lalu lintas juga dapat menyebabkan stress dan menimbulkan emosi.
Akibatnya pekerjaan pun menjadi terganggu. Kadang-kadang akibat terburu-buru akan
terjadi kecelakaan yang dapat mengancam nyawa para pengguna jalan.
Kemacetan juga menyebabkan laju kendaraan menjadi lambat dan pembakaran pun
menjadi lama, pembakaran yang lama akan menghasilkan karbondioksida sehingga akan
menimbulkan polusi udara yanng semakin banyak. Karbondioksida mengandung racun
yang dapat mengganggu kesehatan masyarakat sehingga produktivitas menurun. Bila
produktivitas menurun maka perekonomian juga akan terganggu.
Selain itu, kemacetan juga dapat mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti
ambulans dan pemadam kebakaran dalam menjalankan tugasnya. Jadi dampak yang
diakibatkan oleh kemacetan lalu lintas sangat luas, mulai dari bidang kesehatan, ekonomi
hingga produktivitas kerja.
Dapat disimpulkan kemacetan lalu lintas dapat menimbulkan dampak-dampak negatif,
antara lain :
a. Kerugian waktu, karena kecepatan yang rendah.
b. Pemborosan energi.
c. Keausan kendaraan lebih tinggi, karena waktu yang lebih lama untuk jarak yang
pendek, radiator tidak berfungsi dengan baik dan penggunaan rem yang lebih sering.
d. Meningkatkan polusi udara, karena pada kecepatan rendah konsumsi energi lebih
tinggi, dan mesin tidak beroperasi pada kondisi yang optimal.
e. Meningkatkan stress pengguna jalan.
f. Mengganggu kelancaran kendaraan darurat seperti: ambulans, pemadam kebakaran
dalam menjalankan tugasnya.
D. Solusi Permasalahan Kemacetan
Guna mengatasi kemacetan dan kesemrawutan lalu lintas kendaraan bermotor perlu
ditempuh berbagai upaya (program aksi), utamanya:
1. Menerapkan manajemen lalu lintas (traffic management) yang tepat dan efektif.
Manajemen lalu lintas bertujuan untuk keselamatan, keamanan, ketertiban dan kelancaran
lalu lintas. Manajemen lalu lintas meliputi:
a. Kegiatan perencanaan lalu lintas
Kegiatan perencanaan lalu lintas meliputi inventarisasi dan evaluasi tingkat pelayanan.
Maksud inventarisasi antara lain untuk mengetahui tingkat pelayanan pada setiap ruas
jalan dan persimpangan. Maksud tingkat pelayanan dalam ketentuan ini adalah
merupakan kemampuan ruas jalan dan persimpangan untuk menampung lalu lintas
dengan tetap memperhatikan faktor kecepatan dan keselamatan.
b. Kegiatan pengaturan lalu lintas
Kegiatan pengaturan lalu lintas meliputi: penataan sirkulasi lalu lintas, penentuan
kecepatan minimum dan maximum, larangan atau perintah penggunaan jalan bagi
pemakai jalan.
2. Menyediakan dan mengoperasikan angkutan massal/umum perkotaan yang
berkapasitas mencukupi dan dikelola secara profesional.
3. Membangun ketersediaan prasarana perkotaan yang berkapasitas yang mampu
melayani lalu lintas secara lancar.
4. Menerapkan strategi kebijakan transportasi perkotaan yang komprehensif,
akomodatif dan berwawasan masa depan.

Ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memecahkan permasalahan kemacetan
lalu lintas yang harus dirumuskan dalam suatu rencana yang komprehensif yang biasanya
meliputi langkah-langkah sebagai berikut :
1. Peningkatan kapasitas jalan
Salah satu langkah yang penting dalam memecahkan kemacetan adalah dengan
meningkatkan kapasitas jalan/parasarana seperti :
a. Memperlebar jalan, menambah lajur lalu lintas sepanjang hal itu memungkinkan.
b. Merubah sirkulasi lalu lintas menjadi jalan satu arah.
c. Mengurangi konflik dipersimpangan melalui pembatasan arus tertentu, biasanya yang
paling dominan membatasi arus belok kanan.
d. Meningkatkan kapasitas persimpangan melalui lampu lalu lintas, persimpangan tidak
sebidang/flyover.
e. Mengembangkan inteligent transport sistem.

2. Keberpihakan kepada angkutan umum


Untuk meningkatkan daya dukung jaringan jalan dengan adalah mengoptimalkan kepada
angkutan yang efisien dalam penggunaan ruang jalan antara lain :
a. Pengembangan jaringan pelayanan angkutan umum.
b. Pengembangan lajur atau jalur khusus bus ataupun jalan khusus bus yang di Jakarta
dikenal sebagai Busway.
c. Pengembangan kereta api kota, yang dikenal sebagai Metro di Perancis, Subway
di Amerika, MRT di Singapura.
d. Subsidi langsung seperti yang diterapkan pada angkutan kota di Transjakarta, Batam
ataupun Jogjakarta maupun tidak langsung melalui keringanan pajak kendaraan bermotor,
bea masuk kepada angkutan umum.

3. Pembatasan kendaraan pribadi


Langkah ini biasanya tidak populer tetapi bila kemacetan semakin parah harus
dilakukan manajemen lalu lintas yang lebih ekstrem sebagai berikut:
a. Pembatasan penggunaan kendaraan pribadi menuju suatu kawasan tertentu seperti
yang direncanakan akan diterapkan di Jakarta melalui Electronic Road Pricing (ERP).
ERP berhasil dengan sangat sukses di Singapura, London, Stokholm. Bentuk lain dengan
penerapan kebijakan parkir yang dapat dilakukan dengan penerapan tarip parkir yang
tinggi di kawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya, ataupun pembatasan penyediaan
ruang parkir dikawasan yang akan dibatasi lalu lintasnya,
b. Pembatasan pemilikan kendaraan pribadi melalui peningkatan biaya pemilikan
kendaraan, pajak bahan bakar, pajak kendaraan bermotor, bea masuk yang tinggi.
c. Pembatasan lalu lintas tertentu memasuki kawasan atau jalan tertentu, seperti
diterapkan di Jakarta yang dikenal sebagai kawasan 3 in 1 atau contoh lain
pembatasan sepeda motormasuk jalan tol, pembatasan mobil pribadi masuk jalur busway.

Ada juga solusi dari dengan melibatkan peran pemerintah dan masyarakat, yaitu :
1. Peran Pemerintah
Urbanisasi dan angka kelahiran yang tinggi menyebabkan pertumbuhan penduduk
menjadi tidak terkendali. Berarti pemerintah harus membatasi laju urbanisasi dan
menekan angka kelahiran dengan cara menjalankan program keluarga berencana.
Bila pemerintah berhasil menangani laju urbanisasi dan angka kelahiran, maka jumlah
pengguna jalan juga akan terkendali. Untuk mencegah semakin parahnya keadaan lalu
lintas, pemerintah perlu megupayakan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan
memaksimalkan kendaraan umum, selain membangun ruas jalan baru, pemerintah juga
harus menetapkan batas kecepatan suatu kendaraan untuk meminimalisasi terjadinya
kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan kemacetan.
Disamping itu, pemerintah juga sebaiknya memperbaiki jalan yang rusak, memperlebar
jalan, menambah jembatan peyeberangan dan memperbaiki jembatan penyeberangan
yang rusak. Setelah semua itu terlaksana, pemerintah tetap tidak boleh langsung
bersenang-senang, karena mereka juga masih harus memperbaiki rambu-rambu lalu
lintas, memperbaiki lampu lalu lintas serta sebisa mungkin menjadikan halte agar dapat
menjadi lebih aman dan nyaman.
Busway dibuat lebih efektif dengan menambahkan jumlah armada, sehingga penumpang
tidak menunggu lama dan waktu tempuh menjadi lebih cepat atau lebih singkat. Selain itu
pemerintah harus pula mengoptimalkan kereta api yang telah ada, meningkatkan
pelayanan dan kenyamanannya baik di stasiun maupun di dalam kereta api itu sendiri,
sehingga banyak penggua jalan yang mau berpindah dari kendaraan pribadi ke kereta api.
Peraturan ditegakkan sehingga penduduk menjadi lebih disiplin. Apabila ada kendaraan
yang bersalah segera ditilang sesuai dengan aturan yang berlaku. Misalnya angkutan
umum yang berhenti bukan di halte, kendaraan yang menerobos lampu merah, motor
yang berada di jalur kanan serta pejalan kaki yang tidak disiplin juga harus didenda agar
mereka merasa jera dengan apa yang telah mereka lakukan. Selain semua itu, pemerintah
juga harus mengajak para pengguna jalan agar beralih dari kendaraan pribadi ke
kendaraan umum.

2. Peran Masyarakat
Masyarakat sebagai pengguna jalan juga dapat membantu pemerintah dalam menangani
kemacetan lalu lintas seperti dengan beralih ke angkutan umum yang tersedia dan lebih
tertib berlalu lintas agar para pengguna kendaraan pribadi seharusnya mengikuti aturan
agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lain. Pejalan kaki harus mau membiasakan
diri berjalan di trotoar dan menyeberang di jembatan penyeberangan. Apabila ingin
menggunakan angkutan umum, maka kita harus menghentikan angkutan tersebut di halte
yang telah di sediakan, begitu pula bila ketika hendak turun.
Untuk para supir hendaknya mempunyai kesadaran yang tinggi untuk mematuhi rambu-
rambu lalu lintas. Supir angkutan umum tidak berhenti di sembarang tempat. Pada saat
berhenti kendaraan dipinggirkan agar tidak mengganggu kendaraan lain dan jangan
menjadikan perempatan atau pertigaan sebagai terminal. Pedagang kaki lima sebaiknya
tidak berdagang di trotoar karena trotoar merupakan haknya pejalan kaki, begitu juga
pejalan kaki untuk tidak membeli barang-barang di troatoar.
Apabila menggunakan kendaraan pribadi sebaiknya gunakan kendaraan yang kecil dan
jangan mencoba untuk menerobos lampu merah jika terjadi kemacetan lalu lintas dan
jangan menggunakan kendaraan pribadi untuk keperluan yang tidak penting. Bagi para
pengguna sepeda motor gunakanlah selalu jalur kiri dan dengan kecepatan yang tidak
tinggi.
PENUTUP

A. Kesimpulan
Lalu lintas sudah sedemikian macetnya. Dari tahun ke tahun kemacetan ini diperkirakan
akan terus bertambah sebab pertambahan kendaraan bermotor 11 persen pertahun
sedangkan pertambahan jalan hanya 1 persen pertahun. Dari perbandingan ini kita dapat
membayangkan mengapa kemacetan lalu lintas itu sangat sulit untuk diatasi.
Untuk mengatasi kemacetan yang semakin bertambah bahkan untuk mengatasi terjadinya
kemacetan total, maka seluruh masyarakat dan juga pemerintah harus segera memikirkan
jalan keluarnya dari sekarang. Pemerintah harus bisa mengendalikan laju urbanisasi dan
juga harus dapat menekan angka kelahiran secara serius. Pemerintah segera membangun
jalan satu arah, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan kereta api, busway dan
angkutan umum lainnya mulai dari sekarang. Selain itu, pemerintah juga sebaiknya
memperbaiki penegakan hukum tentang tata tertib berlalu lintas.
Masyarakat juga dapat membantu pemerintah dalam mengurangi kemacetan, misalnya
dengan selalu tertib berlalu lintas, meningkatkan kesadaran hukum tentang lalu lintas
serta juga dapat dilakukan dengan cara mematuhi semua peraturan lalu lintas. Bila semua
itu dapat dilakukan dengan baik, mungkin kemacetan lalu lintas akan sedikit berkurang.
Kedisiplinan berlalu lintas para pengguna jalan memang masih sangat rendah. Hal ini
merupakan salah satu masalah penyebab terjadinya kemacetan lalu lintas. Dan itu sangat
merugikan masyarakat karena kemacetan dapat menyebabkan pemborosan BBM,
pemborosan waktu serta dapat menimbulkan polusi udara.
B. Saran
1. Pemerintah sebaiknya meningkatkan pelayanan angkutan umum, agar masyarakat
tertarik untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke kendaraan umum.
2. Melakukan pembatasan usia kendaraan karena jika kendaraan tersebut sudah terlalu
tua, maka kendaraan tersebut menjadi tidak fungsional lagi.
3. Penegakan hukum yang tegas terhadap pengguna jalan, pejalan kaki dan pedagang
kaki lima yang melanggar aturan.
4. Aturan yang tegas dan ketat terhadap arus urbanisasi dengan cara yang lebih optimal,
dan hukuman dipertegas apabila ada yang melanggar.
5. Pemerintah juga sebaiknya memasukkan pendidikan berlalu lintas dalam lingkup
sekolah dasar dan sekolah menengah.
DAFTAR PUSTAKA

Adisasmita, R & Adisasmita, S.A. 2011. Manajemen Transportasi Darat : Mengatasi


Kemacetan Lalu Lintas di Kota Besar (Jakarta). Jakarta:Graha Ilmu.

Khisty, Jotin C dan B. Kent Lall. 2003. Transportation Engineering : An Introduction, 3rd
Edition. Pearson Education. Prentice Hall.

Morlok, Edward K. 1978. Introduction to Transportation Engineering and


Planning. Mc Graw-Hill.Inc. Pennsylvania.