Anda di halaman 1dari 10

PENGUJIAN BERAT JENIS (SPECIFIC GRAVITY TEST)

ASTMD 854 06
SNI 1964 2008
PELAKSANAAN PRAKTIKUM

Hari / tanggal : Rabu/11 Februari 2015

Tempat : Laboratorium Mekanika Tanah UMSU

Tujuan
Pemeriksaan ini bertujuan untuk menentukan berat jenis butiran tanah (Gs). Berat jenis
tanah adalah perbandingan antara berat butir-butir tanah dengan berat air destilasi di
udara dengan volume yang sama pada temperature tertentu.
Berdasarkan nilai Gs tersebut dapat diketahui apakah contoh tanah organis atau
anorganis, dan dapat diterapkan untuk menentukan konsistensi perilaku material dan
sifatnya.

Teori Dasar
Berat jenis tanah adalah perbandingan antara berat butir-butir tanah dengan berat air
yang mempunyai volume sama pada suhu tertentu. Berat jenis tanah diperlukan untuk
menghitung indeks properties tanah lainnya (misalnya : angkapori, derajat kejenuhan,
karakteristik pemampatan), dan sifat-sifat penting tanah lainnya.
Gs = 𝛾s / 𝛾w
Dimana
𝛾s = berat isi butir tanah (kg/𝑐𝑚3 )
𝛾w = berat isi air (kg/𝑐𝑚3 )
Gs = berat jenis tanah
Nilai
Gs < 2.6 = Tanah organis
Gs < 2.6 – 2.8 = Tanah anorganis
Jadi untuk tanah yang terdiri dari campuran bahan organic maupun bahan anorganik
tentu mempunyai nilai Gs yang tergantung dari komposisi campuran bahan-bahan
tersebut. Untuk perencanaan bangunan, pengetahuan tentang adanya bahan organis
sangat penting, karena tanah organis berbahaya untuk tanah bangunan.
Teori Tambahan

Berat jenis (spesific gravity) tanah (Gs) didefinisikan sebagai perbandingan antara berat
volume butiran padat (ys) dengan berat volume air (yw) pada temperatur tertentu. Biasanya diambil
pada temperatur 27,5 ºC. Rumus untuk mencari berat jenis adalah:
Gs = ys / yw
Gs tidak berdimensi. Berat jenis dari berbagai jenis tanah berkisar antara 2,65 sampai 2,75 seperti pada
Tabel 4.1 di bawah ini.

Tabel 4.1. Berat jenis tanah

Berat jenis,
Jenis Tanah
Gs

Kerikil 2,65 2,68

Pasir 2,65 2,68

Lanau anorganik 2,62 2,68

Lempung anorganik 2,58 2,65

Lempung organik 2,68 2,75

Kalibrasi Alat Ukur


1. Timbang labu ukur dalam keadaan kosong.
2. Masukkan air suling dalam labu ukur sampai batas garis skala kemudian keluarkan gelembung udara
didalamnya dengan menggunakan pompa vacum.Tambahkan air suling bila masih kurang atau hisap
kelebihannya dengan menggunakan pipet.
3. Keringkan bagian luar labu ukur gunakan kapas dan eather lalu timbang dengan ketelitian 0,01 gr,
catat beratnya, dan catat temperaturnya (temperatur ruang).
4. Dinginkan air suling dalam labu ukur (sampai ± 5ºC dibawah suhu ruang) dengan cara
merendamnya dalam air es.
5. Tambahkan air sampai garis batas pada labu ukur yang terjadi penyusutan volume.
6. Keringkan bagian luar labu ukur gunakan kapas dan eather lalu timbang dengan ketelitian 0,01 gram,
ukur dan catat suhunya.
7. Panaskan air dalam labu ukur diatas hot plate (sampai ± 5ºC diatas suhu ruang).
8. Hisap dengan pipet kelebihanair yang terjadi karena pertambahan volume hingga tepat pada garis
batas labu ukur.
9. Dan catat suhunya.
10. Isikan data-data tadi dalam formulir lalu buat grafik hubungan antara temperature dan berat labu
ukur + air.

Tabel 4.2. Berat Jenis Air


°C 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9

20 0,9982 0,9980 0,9978 0,9976 0,9973 0,9971 0,9968 0,9965 0,9963 0,9960

30 0,9957 0,9954 0,9951 0,9947 0,9944 0,9941 0,9937 0,9934 0,9930 0,9926

40 0,9922 0,9919 0,9915 0,9911 0,9907 0,9902 0,9898 0,9894 0,9890 0,9885

Peralatan
1. Tabung piknometer sebanyak 3 buah
2. Ayakan (sieve) nomor 4 (4.75 mm) dan saringan no 10 (2 mm)
3. Neraca Ohauss dengan ketelitian 0.01 gram dan 0.001 gram
4. Oven pengering
5. Thermometer
6. Wadah tempat merendam tabung
7. Air suling dengan tabung air
8. Palu karet

Prosedur Pecobaan
1. Mengeringkan contoh tanah yang akan diuji dalam oven pengering selama ± 24
jam
2. Mencuci piknometer dan mengeringkannya. Kemudian piknometer dan tutupnya
ditimbang dengan ketelitian 0.01 gram (𝑊1 )
3. Memecahkan contoh tanah yang telah kering dengan menggunakan palu karet, dan
saring
4. Tanah yang lolos ayakan tadi dimasukkan ke dalam piknometer sekitar 1/3 nya
kemudian bersama piknometer dan tutupnya ditimbang lagi (𝑊2 )
5. Kemudian menambahkan air suling hingga 2/3 tinggi piknometer lalu diguncang-
guncang agar gelembung udara dalam tanah keluar
6. Panaskan piknometer beserta isinya selama ±10 menit, sehingga gelembung udara
yang terperangkap keluar seluruhnya
7. Merendam piknometer dalam bak perendam sampai dingin atau temperaturnya
tetap, tambahkan air sampai penuh, kemudian ditimbang beratnya, yaitu berat
piknometer beserta seluruh isinya (𝑊3 ). Air dalam piknometer diukur suhunya
dengan thermometer (t ℃ )
8. Mengeluarkan isi piknometer,membersihkannya, kemudian isi air sampai penuh
dan timbang kembali (𝑊4 )
Pengolahan Data
Pengolahan data atau perhitungan untuk percobaan berat jenis ini dilakukan sesuai
langkah-langkah berikut:
1. Berat jenis butir-butir tanah berdasarkan temperature air, pada suhu t 𝑥℃ adalah
 Berat piknometer = (𝑊1 ) gram
 Berat piknometer + tanah = (𝑊2 ) gram
 Berat piknometer + tanah + air = (𝑊3 ) gram
 Berat piknometer + air = (𝑊4 ) gram
Gs t 𝑥℃/27℃ = (𝑊2 - 𝑊1 )/[( 𝑊4 - 𝑊1 ) – (𝑊3 - 𝑊2 )]

2. Berat jenis tanah pada temperature 30℃ adalah


𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 𝑡 °𝑐
𝐺𝑠(27,5°) = 𝐺𝑠(𝑡°)
𝐵𝑒𝑟𝑎𝑡 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝑎𝑖𝑟 𝑝𝑎𝑑𝑎 27,5℃
Analisa Data

Sampel 1

 Berat Piknometer (w1) = 162 gr


 Berat piknometer + contoh (w2) = 423gr
 Berat piknometer + air + tanah (w3) = 814 gr
 Berat piknometer + air ( w4 ) = 683 gr
 Suhu ( T ) = 27°C
 Berat tanah (wt) = w2 – w1
= 423 – 162
= 261 gr
 w5 = w1 + w4
= 261 + 683
= 944 gr

𝑊𝑡
 Berat jenis ( Gs) =
𝑤5−𝑤3

261
=
944−814

= 2,007 gr

 Berat jenis tanah pada temperature 30° adalah :

BJ.Tx k.BJ.Tx
=
27° 27°

BJ x ( 30x 30 ) = 27 x 0,9974 x 2,007 x 30

1621,44
BJ = = 1,80 gr/cm
900
Sampel 2

 Berat Piknometer (w1) = 161 gr


 Berat piknometer + contoh (w2) = 579gr
 Berat piknometer + air + tanah (w3) = 797 gr
 Berat piknometer + air ( w4 ) = 683 gr
 Suhu ( T ) = 27°C
 Berat tanah (wt) = w2 – w1
= 579 – 161
= 418 gr
 w5 = w1 + w4
= 415 + 683
= 1101 gr

𝑊𝑡
 Berat jenis ( Gs) =
𝑤5−𝑤3

418
=
1101−797

= 1,375 gr

 Berat jenis tanah pada temperature 30° adalah :

BJ.Tx k.BJ.Tx
=
27° 27°

BJ x ( 30x 30 ) = 27 x 0,9974 x 1,375 x 30

1101,85
BJ = = 1,234 gr/cm
900

𝐺𝑠1 + 𝐺𝑠2 2,007 +1,375


 Rata-rata = = = 1,691 gr
2 2

 Rata – rata Berat jenis untuk temperature 30°

BJ1 +BJ2 1,80 +1,234


= = 1,517 gr/cm
2 2
Gambar Alat

Wadah sampel tanah yang diuji

Timbangan digital
Untuk menimbang massa benda uji
Kompor
Untuk memanaskan benda uji

Saringan
Untuk menyaring tanah yang diuji

Cawan
Untuk mencegah hilangnya air dari

benda uji sebelum penentuan massa awal

dan untuk mencegah penyerapan air dari udara

terbuka setelah pengeringan dan sebelum

penentuan massa akhi


Palu karet
Untuk menumbuk sampel tanah kering yang diuji

Piknometer
Sebagai wadah pengaduk sample
KESIMPULAN

 Nilai berat jenis dari percobaan pertama di dapat 2,007 gr, sedangkan percobaan
kedua di dapat 1,375 gr.
 Untuk nilai rata-rata di dapat 1,691 gr.
 Faktor yang mempengaruhi berat isi tanah adalah struktur tanah, pengolahan tanah,
bahan organik dan anorganik tanah. Sedangkan faktor yang mempengaruhi berat
jenis tanah adalah tekstur dan bahan organik.

SARAN

 Sebaiknya perhitungkan juga suhu ruangan saat melakukan praktikum sehingga


mendapat hasil yang valid.
 Pengadaan alat-alat praktikum sebaiknya di lengkapi .