Anda di halaman 1dari 7

MODUL I

SINTESIS TAWAS DARI LIMBAH ALUMUNIUM FOIL

Oleh: Ir. Retno Indarti, MT

I. PENDAHULUAN
I.1. Latar Belakang.
Perkembangan teknologi pangan yang semakin maju banyak menggunakan kemasan
dari aluminium foil karena dapat mempertahankan kwalitas bahan. Banyaknya
limbah kemasan aluminium foil dapat diolah menjadi bahan koagulan dan bahan
penjernih air dalam bentuk tawas,sehingga untuk mengatasi limbah kemasan tersebut
perlu dilakukan percobaan proses pembuatan tawas. Selain itu tawas digunakan pada
proses pewarnaan tekstil, dengan mencelupkan tekstil dalam larutan tawas dan
dipanaskan, sehingga terjadi hidrolisis dari Al(H2O)63+ menjadi Al(OH)3 ke atas serat
tekstil dan kemudian zat warna diserap oleh Al(OH)3.( Liptrot GF, 1987)

1.2.Tujuan Percobaan.
- Setelah melakukan modul ini diharapkan mahasiswa mampu melakukan pembuatan
tawas dari aluminium foil.
- Mempelajari reaksi proses yang terjadi.
- Menghitung yield atau perolehan produk tawas dan menganalisa dengan
menentukan titik leleh tawas.

II. DASAR TEORI


Tawas (kalium aluminiumsulfat) dihasilkan dengan mereaksikan logam aluminium
(Al) dalam larutan basa kuat (kalium hidroksida) sehingga Al akan larut membentuk
aluminat (Chadwich TF, 1985) menurut persamaan reaksi :
2 Al + 2 KOH + 2 H2O 2 KAlO2 + 3 H2 ………………….(1)
Kadang-kadang ditulis dalam bentuk ion sebagai kompleks aluminat yang persamaan
reaksinya :

Sintesis Tawas dari Limbah Aluminium Foil I-1


Sintesis Tawas dari Limbah Aluminium Foil I - 2

2 Al + 2 OH- + 6 H2O 2 Al(OH)4- + 3 H2 ……………….....(2)


Larutan aluminat dinetralkan dengan asam sulfat, mula-mula terbentuk endapan
berwarna putih alumunium hidroksida [Al(OH)3], dengan penambahan asam sulfat
endapan putih yang terbentuk semakin banyak dan jika didiamkan akan terbentuk
kristal seperti kaca dari tawas (kalium aluminiumsulfat) atau sering disebut alum.
Secara singkat reaksi yang terjadi dapat ditulis sebagai berikut :

2 KAlO2 + 2 H2O + H2SO4 K2SO4 + 2 Al(OH)3 …………........ (3)


H2SO4 + K2SO4 + 2 Al(OH)3 2 KAl(SO4)2 + 6 H2O ………...(4)
24 H2O + 2 KAl(SO4)2 2 KAl(SO4)2.12 H2O ……………… (5)
Reaksi keseluruhan :
2 Alp + 2 KOHl + 10 H2Ol + 4 H2SO4 l 2 KAl(SO4)2 .12 H2Op + 3 H2g
……….(6)
Larutan pada persamaan (2) dipanaskan pada suhu 60-80oC untuk menguapkan airnya
dan suhu pemanasan tidak boleh lebih dari 80oC karena tawas akan larut dalam air
mendidih. Proses penguapan selama 10 menit dan bila didinginkan akan terbentuk
Kristal tawas yaitu KAl(SO4)2.12 H2O
Senyawa alumunium khususnya senyawa sulfat banyak digunakan pada industri
kertas. Selain itu, tawas banyak digunakan di industri–industri baik digunakan
sebagai koagulan dalam pengolahan air dan air buangan maupun penyamakan kulit
dan bahan pewarna di industri tekstil. Selain itu tawas pun dapat digunakan untuk
mengentalkan lateks (getah karet yang cair) sehingga menjadi membeku.(Suminar
Achmadi PhD, 1987)

III.PERCOBAAN
3.1.Alat dan Bahan
A. Alat :
 Kertas saring
 Batang pengaduk
 Magnetic stirrer
 Gelas kimia 400 mL
Sintesis Tawas dari Limbah Aluminium Foil I - 3

 Gelas ukur 50 mL
 Labu erlenmeyer 300 mL
 Buret, statif dan klem
 Hot Plate (Pemanas)
 Corong kaca
 Gelas arloji
 Neraca analitik
 Indikator universal
 Termometer
 Pipet ukur

B. Bahan :
1. alumunium foil 3 gram
2. Kristal KOH 10 gram
3. Aquades
4. Alkohol
5. Larutan H2SO4 50 mL

3.2. LANGKAH KERJA


1. Pembuatan larutan KOH
- Timbang KOH sebanyak 10 gram
- Siapkan 150 mL aquades dalam gelas kimia ukuran 600ml
- Masukan 10 gram KOH ke dalam gelas kimia sambil diaduk hingga larutan
homogen
2. Pembuatan larutan H2SO4 50% sebanyak 50 mL
- Siapkan 25 mL aquades dalam gelas kimia ukuran 100ml
- Ukurlah 25 mL H2SO4 pekat menggunakan gelas ukur
- Masukan sedikit demi sediki H2SO4 ke dalam gelas kimia sambil di aduk pelan.
Sintesis Tawas dari Limbah Aluminium Foil I - 4

3. Pembuatan Tawas
a. Timbang dan siapkan alumunium foil sebanyak 3 gram, di potong dalam
ukuran kecil
a. Panaskan larutan KOH yang sudah dibuat pada suhu 60 – 70 Cdiatas
hotplate, masukan magnet stirrer kedalamnya. (dikerjakan di lemari asam).
b. Masukan alumunium foil sedikit demi sedikit ke dalam larutan KOH yang
sedang dipanaskan. Amati perubahan yang terjadi !
c. Setelah selesai, diamkan dan dinginkan larutannya, lalu saring dan filtratnya
ditampung dalam erlenmeyer
d. Siapkan 50 mL H2SO4 yang telah dibuat kedalam buret
e. Masukan H2SO4 ke dalam Erlenmeyer yang berisi filtrat, tetes demi tetes dari
buret sampai pH larutan 1-2.Catat volume H2SO4 yang digunakan.
f. Panaskan campuran (f) di atas hotplate pada suhu 60-80oC selama 10 menit
g. Diamkan sambil didinginkan beberapa waktu hingga terbentuk padatan
tawas, lalu saring menggunakan kertas saring yang telah ditimbang
h. Setelah filtrat terpisah, residu pada kertas saring cuci dengan 10 mL alkohol
dan 10 mL aquades, kemudian keringkan dalam desikator.
i. Timbang Kristal tawas yang terbentuk setelah dikeringkan

3.3. Flowsheet atau diagram alir Percobaan.


Tahap 1 membuat larutan reaktan KOH dan H2SO4

1. Melarutkan KOH sebanyak 10


gram dalam 150ml H2O

2.Membuat larutan H2SO4 50%


(25ml H2SO4 pekat + 25 ml
H2O)
Sintesis Tawas dari Limbah Aluminium Foil I - 5

Tahap 3 Sintesis Tawas

Timbang 3 gram Aluminium


foil dan potong kecil-kecil

Masukkan potongan Aluminium foil ke


dalam larutan KOH pada suhu 60-70 C,
dinginkan

Proses penyaringan endapan/kotoran

Ukur pH ±1-2 Masukkan H2SO4 50%


dengan kertas pH Filtrat tetes demi tetes dari
buret, catat volume
H2SO4 yang digunakan

Panaskan filtrat tersebut pada


suhu 60-80C ±10 menit

Dinginkan hingga
terbentuk tawas

Proses penyaringan filtrat dibuang

Endapan tawas cuci


dengan alkohol dan air

Keringkan, kemudian
timbang

Hitung % Yield dan ukur


titik lelehnya
Sintesis Tawas dari Limbah Aluminium Foil I - 6

3.4. Tabel Data Pengamatan


Tabel 1.Data Reaktan dan Produk
No Komponen Satuan
1 Berat KOH Gram
2 Berat Al Gram
3 Volume H2SO4 mL
4 Volume aquades mL
5 Volume alcohol mL
6 Berat kertas saring Gram
7 Berat tawas  kertas Gram
8 Berat tawas Gram

Tabel 2.Data Pengamatan


No Aktivitas PENGAMATAN
1 Melarutkan Al dalam KOH
2 Aluminat + H2SO4
3 Penyaringan
4 Pendinginan
Membilas tawas dengan alkohol
5
dan aquades

IV. PENGOLAHAN DATA.


Perhitungan Yield Tawas
Jumlah tawas Kalium Aluminium sulfat yang seharusnya dihasilkan :
Mol Al x Mr (KAl(SO4)2 = a gram (a)
Jumlah tawas yang dihasilkan dari percobaan :
Berat tawas = b gram (b)
Persentase hasil tawas = b/a x 100%
Sintesis Tawas dari Limbah Aluminium Foil I - 7

V. KESELAMATAN KERJA.
- Gunakan jaslab, dan sarung tangan,sepatu tertutup.
- NaOH dapat mengiritasi kulit dan siram dengan air bila kena kulit.
- H2SO4 merupakan asam berbahaya dan gunakan sarung tangan.
- Mereaksikan serbuk Al dengan KOH dilemari asam, karena reaksi tersebut
menghasilkan gas hidrogen yang dapat mengiritasi.
- MSDS ( terlampir)

VI. PUSTAKA
1.Chadwich TF (1985), General Chemistry & Inorganic Chemistry, second
edition, New Delhi: S.Anand & Company.
2. Liptrot,GF (1987), Modern Inorganic Chemistry,4nd,London : EBLS
3.Suminar Achmadi, PhD (Perruci,Ralph ).(1987). Kimia Dasar Prinsip dan
Terapan Modern jilid 3 Jakarta : Penerbit Erlangga.